[ FF ] [KYUYOUNG VER] Baby Don’t Cry -Chapter 4-

Title              : Baby Don’t Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    :Seohyun SNSD , Super Generation
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -4-

Author POV –

Sepeninggalan Siwon semua orang yang berkerumun menatap kagum pada Sooyoung . Hanya Yuri yang tahu sebenarnya saat ini Sooyoung sedang menangis dalam hati . Yuri dengan segera menarik Sooyoung keluar dari kerumunan orang-orang yang ingin tahu . Mereka bergegas menuju kamar mandi . Yuri mendorong Sooyoung ke dalam salah satu kubikel . Dia mengunci Sooyoung sendiri di dalam. Mencoba memberinya privasi untuk menangis.

” Ya ! Sudah tak ada orang kau bisa menangis sepuasmu . “, teriak Yuri dari balik pintu kubikel . Yuri menunggu ledakan tangisan dari dalam kubikel . Satu , dua , tiga menit berlalu tapi Yuri tak kunjung mendengar tangisan Sooyoung . ” Choi Sooyoung ? Gwencana ? “, Yuri mencoba memastikan kesadaran Sooyoung . Dia memutuskan untuk mengintip sedikit apa yang sebenarnya terjadi pada Sooyoung . ” Kau tak menangis ?”, Yuri menelisik wajah Sooyoung yang tertunduk . Yuri merasa ada aura membunuh yang terpancar dari tubuh Sooyoung . ” Yuounggi ? Jawab aku . “,

Sooyoung menaikkan wajahnya sedikit . Dia memandang lurus ke depan . Tatapanya penuh amarah . ” Kwon Yuri , tampar aku !” ,

” Mwo ?”, Yuri tak tahu apa yang terjadi pada Sooyoung . ” Apa kejadian tadi membuat otakkmu menggila ?”,

Sooyoung melirik Yuri dengan pandangan yang menakutkan ,Yuri bergidik ngeri melihatnya . ” Tampar aku . “, ujar Sooyoung sekali lagi , tak memberi pilihan lain pada Yuri .

PLAK ….

” Gwencana ?”, Yuri khawatir tamparannya terlalu keras .Dia memandang pada tangannya yang panas kemudian beralih pada pipi Sooyoung yang memerah .

Sooyoung menghela nafas lega . Matanya kini berair . ” Gumawo .”, Yuri memandang tak percaya pada Sooyoung .

” Kau benar-benar Yeoja ajaib . ” , gerutu Yuri .

” Sekarang tinggalkan aku sendiri ! Tutup pintunya !”,Sekali lagi Yuri menyerah mencoba memahami pikiran sahabatnya satu ini . Yuri menutup perlahan pitu kubilel meninggalkan Sooyoung menikmati privasinya .

Sooyoung memandang pintu kubikel yang tertutup . Dia mencoba menutup matanya sesaat untuk menghayati segalanya . Setetes air mata kemarah mengalir dari matanya . Dia menangis bukan karena sedih . Dia menangis karena merasa marah pada dirinya sendiri . Kenapa dia tak berani memperjuangkan Siwon . Kenapa dia harus menjadi orang baik . Kenapa dia tak mampu menjambak Fanny dan mengatakan kata-kata kasar di depannya . Kenapa harga dirinya tak mau mengalah . Dan kenapa dia mengucapkan perpisahan itu .

Sooyoung sekarang benar-benar merasa seperti pahlawan . Sendiri dan kesepian , menangis diam -diam tanpa ada yang tahu , mencoba tegar di hadapan orang lain , menangis kembali jika sudah diluar jangkauan pandangan . ” Huwaaaaa … huwaaaa …….”, raung Sooyoung dari dalam kubikal . Dia tak bisa menghentikan tangisannya . Dia ingin berhenti tapi tak bisa . Dia membutuhkan namja itu , namja yang bisa mengucapkan matera ajaibnya .

*****************************
Kyuhyun sedang sibuk dengan rentetan note balok di hadapannya saat ponselnya berdering. ” Yaboseyo . “, ujar Kyuhyun . Matanya masih tak melepaskan sederetan partitur di hadapanya . ” Mian , bisakah kau menghubungiku lain wak…”,” Ucapkan manteranya . “, potong seorang Yeoja dari seberang sana . Kyuhyun menghentikan pengamatanya saat dia mengenali suara yeoja yang menelefonnya .Senyum terkembang di wajah Kyuhyun . Perhatiannya sepenuhnya beralih pada yeoja itu . ” Ani !. ” goda Kyuhyun . ” Terakhir kali aku mengucapkannya aku harus kehilangan 6000 won untuk memuaskan nafsu makan seorang gadis Cello .”Sooyoung menghela nafas kesal mendengar gurauan Kyuhyun , tapi anehnya air matanya berhenti tanpa Sooyoung sadari . ” Ya! Apa maksudmu memuaskan nafsu makan ? Itu adalah LAMBANG PERSAHABATAN . ”

Kyuhyun tertawa mendengar jawaban Sooyoung . ” Sudah tak sedih lagi ?”,

Sooyoung menatap wajahnya di cermin wastafel . Matanya masih sembab dan bengkak , tapi air matanya sudah berhenti mengalir . ” Bagaimana kau bisa tahu ?”, tanya Sooyoung keheranan . ” Ya ! Kau tak memasang kamera pengintai kan ?”, lanjut Sooyoung seraya mengedarkan pandangan di sekeliling kamar mandi dengan gaya berlebihan .

Kyuhyun tak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Sooyoung . ” Terserah kau saja , yang pasti aku tahu . “, sebenarnya Kyuhyun mengetahui dari suara Sooyoung yang sudah kembali bersemangat .Tapi Kyuhyun tak ingin memberitahu Sooyoung dan memilih menikmati menggoda kepolosannya. ” Dimana posisimu saat ini?”, ujar Kyuhyun yang tiba-tiba terbesit sebuah ide .

” Di depan cermin wastafel kamar mandi lantai satu gedung musik . Sebenarnya tadi ada di dalam kubikel , tapi udaranya terlalu pengap akhirnya aku keluar .”, jawab Sooyoung polos . Kyuhyun tak henti-hentinya dikejutkan dengan jawaban Sooyoung yang selalu mengundang tawa .

” Kenapa kau tertawa ? Apa ada yang lucu ?” , protes Sooyoung yang merasa tak ada yang salah dengan jawabannya .

”  Ani . Sekarang keluarlah . Aku ada di depan .”,

Sooyoung menatap ponselnya dengan kernyitan tak percaya . Dia menutup panggilannya dan melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi . Benar saja Cho Kyuhyun sudah ada di sana dengan senyum lebar di wajahnya .

” Omo ! Kau benar-benar penyihir . Baru lima detik aku memberitahumu posisiku , bagaimana kau bisa sampai di sini secepat itu ?”, Sooyoung mengamati Kyuhyun dari atas hingga bawah, tatapan heran bercampur kagum terpancar dari matanya yang sembab . “Apa kau punya ilmu teleport ? Ani ..ani …kau juga punya ilmu menghentikan tangisan . Apa kau benar -benar manusia ?”,

” Apa kau kecewa jika aku mengatakan aku manusia ?”, Senyum Kyuhyun semakin terkembang . ” Anggap saja aku bukan . Bagaimana kalau kau ikut berkunjung di dunia kecilku ?”, ajak Kyuhyun menikmati permainan ini .

Sooyoung menyambut ajakan Kyuhyun dengan antusias . ” Apa mantera kali ini ?”,

Kyuhyun sejenak terlihat berfikir , ” Baby Don’t Cry !”, ujar Kyuhyun seraya menarik Sooyoung untuk mengikutinya ke dunia kecilnya .

***********************
Sooyoung POV –

Kata-kata itu seperti menyihirku layaknya mantera. Kyuhyun yang baru ku kenal tiga hari ini membuatku merasa seperti bertemu dengan kawan yang sudah ku kenal seumur hidup. Aku tak pernah merasa hal seperti ini sebelumnya . Entah kenapa aku merasa Kyuhyun bisa membuatku bahagia dengan caranya yang unik . Di sampingnya aku bahkan tak takut terlihat bodoh atau jelek .

Aku melihat Kyuhyun yang ada di kursi pengemudi . ” Kita mau kemana?”. Kami sudah berkendara kurang dari satu jam , tapi sepertinya tak ada tanda-tanda kami akan segera berhenti .

” Bukankah kau ingin ke dunia ku ? “, jawabnya dengan nada misterius . ” Kita akan segera sampai . “, lanjut Kyuhyun sebelum kembali berkosentrasi pada kemudinya .

Aku menatap ke luar jendela . Mencoba menyembunyikan rasa penasaranku , dan sedikit perasaan mengganggu karena sekali lagi aku melihat sekelebat rasa sedih di mata Kyuhyun . Ya Tuhan , dia sedang tersenyum tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya . Aku tak berani menanyakan hal itu , aku rasa Kyuhyun akan menarik diri saat aku mulai ingin tahu tentangnya . Bagaimanapun kami baru saling mengenal selama tiga hari .

” Kita sudah sampai . “, aku terlalu hanyut dalam fikiranku hingga tak sadar kami sudah sampai di tujuan . Aku melangkahkan kakiku keluar dari mobil dengan sedikit keraguan . Kyuhyun mengajakku ke sebuah danau ? . Aku mengedarkan pandanganku sekilas . Aku tak menemukan hal special kecuali pemandangan apik yang terbentang di depan mata .

Kyuhyun sudah mengambil langkah mendahuluiku , dia berhenti di bawah pohon Mapple yang berdiri kokoh di dekat danau .  Aku mengikutinya hingga aku baru sadar itu bukan hanya pohon Mapple biasa . Kyuhyun sedang memandang nisan yang ada di bawah lindungan pohon Mapple itu dengan tatapan sendu . ” Seohyun , aku kembali .”, ujarnya lirih .

Aku tak tahu harus berbuat apa . Jadi aku hanya terdiam di belakang Kyuhyun, menunggunya menuntaskan rasa rindunya . ” Mian , apakau kecewa aku mengajakmu ke sini ?”, tanya Kyuhyun akhirnya.

Aku tak bisa tak tersenyum. ” Gwencana . Aku senang kau mengajakku ke sini. “, jawabku . Aku kembali menatap nisan yang ada di hadapanku , aku tahu siapapun yang terkubur di situ adalah sebuah jiwa yang sangat berharga bagi Kyuhyun .

” Siapa dia ?”, tanyaku memberanikan diri . Aku tak bisa terus diam dan dibakar rasa penasaran . ” Apa dia duniamu ?”,

Kyuhyun tersenyum mendengar pertanyaanku .” Ani ! Dia bukan duniaku . Dia adalah orang yang menciptakan dunia bagiku . “,

Aku sedikit merasa iri dengan Seohyun . Dia sudah meninggalkan dunia ini tapi masih ada orang yang mencintainya seperti Kyuhyun . Dia pasti orang yang sangat baik di kehidupannya dulu .

” Sampai saat ini aku masih tak mampu melupakannya . Bukan karena aku tak mampu tapi tak ada alasan bagiku untuk mencobanya. Mulanya aku menikmati kenangan yang ada dalam hatiku tapi lambat laun, ini menjadi sebuah siksaan bagi jiwaku . “, Kyuhyun menjelaskan segalanya , dia mulai membuka hatinya padaku . Walau ini terlihat terlalu cepat bagi persahabatan kami , persahabatan tetaplah persahabatan . ” Kau membuatku terkejut dengan membaca ke dalam hatiku pada pertemuan pertama kita . Aku merasa Seohyun bersekongkol dengan Tuhan untuk mempertemukan kita . Melihatmu menangis kemudian tertawa membuat hatiku mulai merasakan kebahagiaan yang sempat aku lupakan. Jadi bisakan aku memohon satu hal padamu?”,

Aku tak mampu bernafas . Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang menusuk ke dalam hatiku . Kesedihan di matanya tak ditutupinya lagi , ada rasa tersiksa di dalamnya . Aku lupa aku belum memberi jawaban pada Kyuhyun sampai dua detik berlalu. Aku mengagguk kaku ke arahnya , ” Katakan ….”,

” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,

Pertahananku langsung runtuh , aku merengkuh Kyuhyun tanpa sadar . Aku ingin membantunya memikul kepedihannya . Kesedihanku sediri serasa menguap dengan melihat sahabat di hadapanku meneteskan air mata . ” Gwencana …gwencana …gwencana .”, ujarku padanya. Aku merasa pundakku basah , aku tahu Kyuhyun sedang menangis saat ini  .

Seohyun , kau sungguh beruntung dicintai oleh orang seperti Kyuhyun . Tapi maafkan aku mungkin aku akan mulai membuatnya melupakanmu .Siapapun dirimu aku tahu pasti kau setuju dengan tindakanku . Bantu aku dari sana untuk membuat orang dalam pelukanku saat ini memperoleh kebahagiaannya .



“Oppa , Tak pernah ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini . Termasuk cinta . Perasaan itu akan dimulai dengan keanehan , beberapa ada yang diawali dengan saling membenci , beberapa diantaranya ada yang didasari dari rasa ketertarikan , dan sebagian darinya diawali dengan rasa nyaman . Suatu hari saat aku pergi meninggalkanmu kau akan menemukan orang yang bisa membantumu meredakan kepedihan . Aku bisa merasakan dia ada di sana menunggumu . “- Seohyun.

*******************************
Author POV –
 
” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,
Sooyoung terbaring dengan kepala miring . Ditatapnya ponsel yang sudah sebulan tak menderingkan nada khusus namja itu . Untuk kesekian kalinya Sooyoung mencoba membuka inbox di ponselnya . Tak ada pesan tak ada panggilan . Semua itu membuat Sooyoung meremang kesal .
” Jinjja . Aish …”, Keluh Sooyoung kesal seraya mengacak-acak rambutnya . ” Dia sengaja membuatku gila !”, .
Sooyoung mencoba untuk memejamkan matanya . Mencoba mengalihakan pikirannya dengan menghitung jumlah rambut yang dimiliki Pak Kang di kepala botaknya . ” 1 . 2 . 3 . 4. 5, …… “, Sooyoung mengernyitkan hidungnya sadar jika Pak Kang tak memiliki rambut lebih dari itu . ” Aish …”, gerutu Sooyoung kembali membuka matannya . Dia mencoba melirik jam dinding yang ada di hadapannya . Sudah dua jam dia hanya terbaring gelisah seperti itu. Kejadian ini selalu berulang selama sebulan ini .
” Kenapa kau menyiksaku seperti ini . “,  sekali lagi Sooyoung melihat layar desktop ponselnya . Dia mencoba menulis pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Kenapa kau tak menghubungiku ?
 
” Agrhhhhhh … “, Sooyoung menghapus kembali pesan yang sudah di ketiknya . Dia mencoba menulis lagi pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Apa kau baik-baik saja ? Lama tidak berjumpa . Apa aku harus menangis untuk bisa menemuimu ?
Sooyoung kembali menghapus pesan yang sudah diketiknya . Dia sudah putus asa berharap namja itu menghubunginya . Pertemuan terakhir mereka menyisakan banyak pertanyaan di hati Sooyoung . Dia tak percaya Kyuhyun tak menghubunginya sama sekali setelah itu .
Sooyoung ingin melempar ponselnya saat pesan itu masuk .
Soo …. bantu aku ! T.T , datanglah ke Mapo-gu* aku ada di restoran china samping tempat karaoke . Aku membutuhkanmu …. palli ..palli …
 
From : Yuri

Sooyoung khawatir sesuatu yang serius menimpa Yuri . Dia segera meraih kunci mobilnya yang ada di nakas. Berpakaian seadanya dan meraup mantel yang ada di kursi belajarnya . ” Omma …aku akan pulang terlambat , jangan tunggu aku  . “, teriaknya seraya menuruni tangga .

” Yak! Younggie , kau mau kemana ?”, tanya Eomma Sooyoung yang sedang bersantai di ruang keluarga .

” Aku tak bisa menjelaskannya sekarang . Aku akan segera kembali . Bye bye .”,  ujar Sooyoung seraya mendaratkan dua kecupan ringan di pipi Eommanya .

” Aigoo ..anak zaman sekarang !”, keluh Eomma Sooyoung sekepergian anaknya .

***************

Sooyoung POV –

Hari ini aku membuktikan satu hal lagi soal persahabatan . Yuri selalu membantuku menyadari bahawa aku terlalu baik dan BODOH ? . Aku memandang marah Yuri yang tak berani menatap mataku . ” Yack ! Kwon Yuri . Kau menyuruhku menempuh 18 km perjalanan hanya untuk ini ?”, teriakku padanya .

Sejam lalu aku benar-benar merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada Yuri . Tapi saat ini di tempat ini di hadapanku dia merintih meminta maaf . ” Miane Soo , aku tak ingin membuat Minho dan kawan-kawannya kecewa . ” ,

Aku memandang ke sekeliling  kamar mandi . Baik, biarkan aku menceritakan detail kejadiannya hingga kami berakhir di kamar mandi 18 km jauhnya dari rumahku . Sejam lalu Yuri mengirim Sms meminta bantuan padaku agar datang ke Distrik Mapo . Tanpa berfikir panjang aku yang sangat baik dan POLOS ? segera menuju tempat yang disebut Yuri , takut jika sesuatu terjadi padanya . Sesampainya di depan restoran China yang disebut Yuri aku melangkahkan kakiku memasuki restoran itu . Aku tak melihat ada yang salah di sana sampai aku sadar kalau Yuri sedang berdua dengan Minho menunggu pesanan makanan mereka diantar . ” Younggie kau sudah datang ?”, ujarnya dengan ceria . Dia melambaikan tangannya ke arahku dengan bahagia . Aku terpaku di tempatku . Dengan piama yang masih aku kenakan di balik mantelku dan penampilan acak-acakanku aku tak tahu lagi harus bagaimana melihat Yuri yang sangat modis dan sexy dengan gaun satin hitamnya .

” Apa … apa maksudmu ? Kau mana … mana ..?”, aku terbata mencoba berkata sesuatu yang menunjukkan segala bayangan yang tergambar di pikiranku saat melaju ke tempat ini . Aku membayangkan Yuri ditodong oleh pasukan hitam pengendara motor besar . Di bayanganku aku melihat Yuri sedang dipaksa menteraktir minum kawanan bermotor itu di restoran China dan dia tak punya cukup uang untuk membayarnya . Akhirnya Yuri dipaksa untuk menjadi kabaret di tempat karaoke di sebelah restoran China ini . Oke aku membuktikan sekali lagi bayanganku terlalu berlebihan . Tapi yang ada di hadapanku benar -benar membuatku marah . ” Kau menyuruhku berkendara 18 km hanya untuk menikmati kaki ayam ?”, teriakku pada Yuri .

Yuri melotot kaget mendengar teriakanku . Dia tersenyum manis pada Minho , meminta izinnya untuk berbicara berdua denganku . ” Cagiya , kalau pesanan kita sudah datang langsung saja ke ruangan . Aku akan membicarakan sesuatu dengan Soo . Mungkin sedikit lama . Otthe ?”, Minho hanya mengangguk heran menatap tingkah kekasihnya yang aneh . Yuri tersenyum sekali lagi pada Minho sebelum menarikku ke kamar mandi restoran .

” Miane ,Soo . Jinjja , aku tak akan mengulanginya lagi . Tapi Minho bilang temannya ada yang menyukaimu . Dia ingin merayakan ulangtahunya dengan sahabatnya yang sudah lama tak dia temui . “,

Aku melirik Yuri dengan pandangan murka . ” Kenapa kau tak bilang dari awal . Selama satu jam aku mencemaskanmu . Aku… ”

” Kau pasti tak akan mau jika aku mengatakan yang sebenarnya . “, sahut Yuri . Dia mencoba membujukku dengan menggelayutkan tangannya pada lenganku . ” Apa kau ingat Changmin Oppa ? Dia sudah lama menyukaimu . Kenapa kau tak mencoba berkencan dengannya . “, ujarnya mengalihkan pembicaraan.

Aku mencoba menghela nafas . ” Kwon Yuri . Aku sedang tak ingin berkencan , kau …”,

” Aku mohon Soo . Aku sudah berjanji pada Minho !”, Yuri merengek di hadapanku . Jika saja kami bukan sahabat aku sudah menenggelamkan wajahnya di wastafel kamat mandi . ” Sekali ini saja …ya ..ya ?”,

” NE ! NE ! Sekarang hapus air mata palsumu !”, ujarku tak tahan melihat Yuri cemberut . “Demi Tuhan , aku hanya memakai piama di balik mantel ini . ” , gerutuku saat melihat pakaian Yuri yang glamour .

” Gwencana . Aku membawa baju ekstra di mobilku !”,

Aku melirik Yuri tak percaya . ” Kau sudah merencanakan ini juga ? Aish ! Kau …”, Yuri terbirit keluar sebelum aku menyelesaikan perkataanku . ” Jinjja , setelah ini aku tak akan percaya siapapun !” , gerutuku dalam hati .

******************
Aku menatap keramaian di hadapanku dengan pandangan kaget . Yuri bilang hanya beberapa teman Minho yang datang menghadiri acara ini . Tapi setidaknya lebih dari selusin namja dan empat yeoja ada di ruang karaoke ekslusif itu . Aku melirik Yuri sekali lagi . ” Beberapa kau bilang ?”,
Yuri mencoba tersenyum kaku ke arahku . ” Nikmati saja ! Otthe ?”,
Aku mencoba menurunkan ujung gaun satinku yang terasa terlalu pendek . Aku tak mengenal orang-orang yang ada di ruagan ini . Ada beberapa yang pernah aku temui di SAS tapi sebagian lainnya sepertinya teman luar Minho . Aku menempatkan diriku di samping namja yang sepertinya pendiam dan tak menikmati pesta .

” Apa kau salah satu teman Minho ?”, aku mendengar namja itu bertanya padaku . Aku sempat ragu dia mengajakku berbicara , sampai aku pastikan bahwa tak ada siapapun selain kami berdua yang duduk di sofa .

” Ne . Apa kau bukan ?”, namja itu tersenyum padaku , dia menawariku sebuah colla tapi aku menolaknya .

” Kami dipersatukan karena Kyu Line . ” , jawab namja itu .

” Kyu Line ? Apa itu ?”, namja itu belum sempat mejawab saat suara itu membuat jantungku berdetak kencang .

” Jonghyun-nee , dia milik Changmin jauhkan tanganmu darinya . ” , Aku tahu suara itu adalah miliknya . Dia yang aku tunggu kabarnya selama sebulan ini . Aku mencoba mengalihkan pandanganku perlahan ke arah suara itu …..

” Kyuhyun !”, bisikku . Sejenak aku benar-benar marasa dingin , bukan karena gaun terbuka yang kukenakan . Dia ada di sana dengan senyum khasnya . Aku hampir menitikan air mata karena bertemu lagi dengannya .

” Kyu , kau bawa kekasih baru ?”, ujar Minho yang membuatku sadar Kyuhyun tak sendiri . Dia sedang menggandeng seorang yeoja yang sangat cantik bersamanya . ” Daebak !”,

Kyuhyun tersenyum pada Minho sebelum membawa yeoja itu duduk di samping Jonghyun . ” Kau ingin minum sesuatu ?”, tanya kyuhyun pada yeoja itu . Aku melihat Kyuhyun mencium pipi yeoja itu yang membuatku tanpa sadar menggengam ujung gaunku dengan erat .

” Kau tak mau mengenalkannya pada kami ?”, tanya Jonghyun yang jengah melihat kemesraan di hadapannya .

” Vic kenalkan dia temanku Jonghyun . “, yeoja itu mengulurkan tangannya pada Jeonghyun . ” Dan yeoja yang ada di sebelahnya adalah Sooyoung . Dia adalah wanita yang diceritakan oleh Changmin Hyung kemarin . “, Victoria tersenyum ke arahku , aku membalasnya dengan senyum juga .

” Oppa , aku ingin minum limun . “, ujar Victoria dengan manja . Kyuhyun mengagguk dan meninggalkan kami bertiga duduk di sofa.

” Miane , boleh aku bertanya apa maksud Kyuhyun saat dia bilang ‘yeoja yang diceritakan Changmin Oppa’ ” , tanyaku akhirnya . Aku terganggu dengan kedekatan Kyuhyun dengan Victoria , tapi lebih terganggu seakan – akan semua orang di sini telah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuanku . Kenapa semua menyebut Changmin Oppa .

” Errr bahasa Koreaku tidak terlalu bagus . Tapi yang aku tahu Changmin Oppa sangat menyukaimu . ” , jelas Victoria dengan bahasa Korea yang pas-pasan .

Aku memandang pada Jonghyun yang memilih mengacuhkan pertanyaanku , ” Apa kau tak akan menjawabku ?”, Jonghyun tersenyum menyerah . Dia memilih untuk tak ikut campur dengan masalah ini .

Aku merasa sedikit jengah , aku mencari-cari sosok Yuri di antara kerumunan orang yang semakin banyak . Aku tak menemukannya , tapi aku menemukan Kyuhyun yang sedang menuangkan limun di dalam gelas . Aku memberanikan diriku untuk mendatanginya . ” Oppa !”, semuanya serasa tehenti . Seakan ruangan ini hanya ada kami berdua, musik yang memekakan telinga seakan berganti dengan denting piano yang selalu familiar di telingaku saat aku bersama Kyuhyun . ” Bisa kita bicara sebentar ? “, Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang tak bisa ku artikan . Tapi aku semakin tersulut api kemarahan karena seorlah-olah dia tak mengenalku , seolah -olah dia tak pernah mengajakku ke dunia kecilnya , seolah-olah dia tak bearti bagiku ?.

Kami memilih sebuah ruang tunggu yang tersedia di depan ruang informasi .Aku ingin sekali menyemburkan semua keluh kesahku saat menunggu kabar darinya . ” Kenapa kau tak menghubungiku ?”, aku memulai pembicaraan kami .

Dia hanya terdiam memandang ke depan , ” Aku tak merasa memiliki kewajiban untuk melakukan itu . “, jawabnya dengan nada dingin .

Aku tahu dia benar , tapi bukankah kita sahabat . Bukankah dia memintaku membantunya utuk mengucapkan mantera itu . ” Apa maksudmu ? Aku menunggu kabar darimu selama sebulan . Aku terus mengkhawatirkanmu seperti orang gila . Aku bahkan tak bisa menelan makananku tanpa mengecek ponselku . Setiap malam aku memeriksa ponselku memastikan apa kau menghubungiku atau tidak ..aku ..”,

” Soo .”, sahut Kyuhyun Oppa dengan nada mematikan .” Apa kau mulai menyukaiku ?”, aku terpanah di hadapannya . ” Kau menyukaiku ?”,

” Apa yang kau bicarakan ?”, aku bingung akan perasaan ini . Aku tak tahu kenapa aku bertindak seperti orang bodoh saat ini , tapi aku tak pernah menyangka kalau aku menyukai Kyuhyun .

” Kau sepertinya salah sangka dengan hubungan diantara kita . “, jelas Kyuhyun dengan nada dingin membuat hatiku terasa begitu perih . Aku tak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya . ” Kau mungkin hanya terbawa perasaan mengingat kau sedang dalam kondisi yang lemah hati pasca perpisahanmu dengan Siwon Hyung . “, Demi Tuhan jika Kyuhyun melanjutkannya aku pasti akan meneteskan air mataku .

” Kau tahu ? Ada kalanya di Luar Negri hanya semacam sopan santun. Menghibur wanita yang sedang menangis dan berpelukan . Diantara teman hal seperti itu tak bearti apa-apa . Itu hanya semacam …”,

” Sandiwara !”, sahutku tak tahan lagi mendengarkan ucapan Kyuhyun . ” Aku mengerti . Aku tak keberatan . “, susana canggung diantara kami mendadak merebak menjadi sebuah pemisah sesuatu yang telah tumbuh diantara kami . Aku meninggalkan Kyuhyun sendiri di sana , tak membiarkannya tahu saat ini aku sedang menangis . Aku selalu mengenalinya sebagai pengucap mantera untuk menghentikan tangisanku , tapi sekali ini dia menjadi seseorang yang membuatku menangis . Aku merasa bodoh ada di sini . Aku selalu jatuh dengan cara yang sama di tempat yang sama dan pada masalah yang sama . Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk sendiri .

” Choi Sooyoung ? Kau kah itu ?”, suara seorang namja dari balik bahuku membuatku berhenti untuk menatapnya .

” Changmin Oppa ?”,

*********************
Author POV-
Kyuhyun masih di sana , garis murung di wajahnya terlihat semakin gelap . Dia dari tadi mengepalkan tangannya mencoba menahan gejolak emosinya untuk mengejar Sooyoung . ” Aku membuatnya menangis !” , bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri . ” Miane Soo , aku terpaksa melakukannya . “,
**********************
-TBC –
Iklan

11 thoughts on “[ FF ] [KYUYOUNG VER] Baby Don’t Cry -Chapter 4-

    • hehhehe makasih chingu sudah mampir ke WP pribadi adaya 🙂 ….. kekekkeke ya seperti itulah nanti d chapter berikutnya ada cerita hehehe ,,,,,

      BTW intip billionaire next door juga chinggu lumayan kok , kalo belum baca tapi hehehhe ….

  1. huuaaa br aja soo eonni mw seneng udh hrs terluka lg
    aduh kyuppa ini nnti klw soo eonni udh d rebut changmin opa br nyahok deh dia

    ayoo adaya next chapternya yaaa
    🙂

  2. wach kyuppa ngalah ma changmin ya……………………………

    sedih dech……..

    kasian amt nasib sooyoung bentar bangkit bentar jatuh sungguh tragis

    next tetep kyuyoung ya…………………………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s