[ FF ] [SOOWON VER] Baby Don’t Cry -Chapter 3-

Title              : Baby Don’t Cry 

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun

Other Cast    :Hwang Tifanny –> Tifanny ,Seohyun SNSD , Super Generation

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family

Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

 

Chapter -3-

Author POV –

Rintik hujan membasahi kawasan SAS . Banyak mahasiswa SAS memilih untuk tetap tinggal di dalam kelas atau auditorium hingga hujan reda . Beberapa diantara mereka memilih untuk menerjang hujan dengan mengambil resiko menjadi basah kuyup .

 Sooyoung yang saat itu masih bekerja di sebuah toko peralatan olah raga merasa dikejar waktu . Dipikulnya Cello-nya yang berat menembus hujan yang semakin deras itu . ” Ottoke,,,, aishhh … kenapa hariku selalu berakhir berantakan . Sooyoung terus berlari menuju arah mobilnya diparkirkan .

 ” Sedikit lagi , sedikit lagi . “, Sooyoung melompati kubangan air yang ada di hadapanya . Tapi dia terpeleset oleh rumput basah . Dia berguling ke kanan . Cellonya menimbulkan suara berdebam kencang . ” Cello-ah ……” , Sooyoung mencoba berdiri . Tetapi kakinya terkilir . “Ya Tuhan , kenapa kakiku sakit sekali. “

 Sooyoung menyapukan pandangan kesekelilingnya . Mencoba mencari bantuan ditengah hujan deras. ” Bagaimana ini , tak ada orang sama sekali . Tolonggggg Tolonggggg …. “, Sooyoung menjerit sejadi-jadinya , tapi suaranya diredam oleh derasnya suara hujan . ” Eomma ..Appa …Unnie ….. apa aku akan mati kedinginan di sini . Tolong aku . “, Sooyoung merasa putus asa setelah menjerit hingga pita suaranya hampir putus . Jarak tempat parkir dan gedung utama memang dipisahkan oleh hutan tiruan yang lumayan luas . Sehingga kecil kemungkinan mahasiswa SAS yang masih berlindung di dalam kelas mendengar jeritan Sooyoung .

 ” Unnie …Appa …Eomma ….. “, Sooyoung merebahkan dirinya yang sudah hampir membeku . Dua jam dia terpaku di bawah hujan . Kakinya mulai terasa mati rasa . Dia tak bergerak sesentipun dari posisi jatuhnya . Sooyoung melirik ke arah Cellonya yang masih tergeletak tergenang air . ” Cello-ah , aku tak mungkin mati konyol di sini bukan?” , Sooyoung merasa bodoh karena mengharapkan jawaban menghibur dari benda mati .

” Ottoke , perutku sakit sekali . “, bibir Sooyoung sudah sepucat mayat . Perutnya juga sudah mengejag kaku karena kedinginan . ” Tuhan ..kirimkan aku seseorang …. “, baitin Sooyoung dalam hati .

 ” Apa yang kau lakukan di sini?”, suara bariton dari namja asing  itu membuat Sooyoung bergidik ngeri .

 ***************************************

Sooyoung POV –

Perutku sudah mengejang kaku . Keputusasaan menggerogoti kesadaranku yang masih tersisa . Aku mencoba meminta tolong untuk yang terakhir kalinya , tapi tenggorokanku tercekat tak bersuara . Tuhan jika ini akhir hidupku aku mohon akhiri dengan mudah .

” Apa yang kau lakukan di sini ?”,

” Ottoke , Tuhan kenapa kau mengirim malaikat maut secepat itu . “, kesadaranku yang tak banyak tersisa menyebabkan aku berdelusi . Lelaki itu berjongkok di hadapanku . Mataku yang buram terkena air hujan menangkap sosok yang sempurna di hadapanku . Tak mungkin ada manusia hidup yang bisa setampan itu . Dia pasti malaikat maut yang akan mengambil nyawaku .

 ” Apa kau malaikat yang diperintahkan Tuhan untuk mengambil nyawaku ?”,

 Namja di hadapanku terbelalak kaget sesaat sebelum dia terbahak . ” Apa yang kau bicarakan . Apa kau baik-baik saja ?”,

 ” Tidak . Kau tidak mungkin manusia . Manusia tak setampan dirimu . “

 Namja itu sekali lagi mengagap lucu perkataanku . ” Terimakasih atas pujianya . Tapi sepertinya aku harus membawamu …. “

 ” Jangan-jangan bawa aku ke akhirat . Aku masih ingin hidup …. “,

 Kali ini dia benar-benar tertawa terbahak . Hingga keluar air mata . Aku baru sadar kalau hujan sudah reda . Tapi kenapa kakiku masih merasakan rintikan hujan ? . Aku menengadah sedikit sebelum tahu namja itu membawa payung dan meletakkanya di atas kepalaku .

 ” Tunggu ….jadi kau benar-benar manusia ?”, harapan mulai muncul di dalam diriku .

 Namja itu mengaguk mantab . ” Kau pasti sudah terlalu lama duduk di bawah hujan . Apa kau terkilir ?”,

 Secara spontan aku memeluk namja asing itu . Aku menais meraung . ” Tuhan terimakasih ..kau mendengar doaku . Huwaaaa . “, 

 Namja itu membiarkan aku melepas pelukanku , dia memandangku dengan tatapan yang lembut . ” Maaf aku membuatmu basah . Aku hanya terlalu bahagia akhirnya ada yang menolongku . “, 

 ” Gwencana . Sekarang biarkan aku menolongmu . Bolehkah aku menggendongmu ? “, namja itu meminta izinku  . Aku mengagguk terlalu cepat , sehingga membuat namja itu melayangkan senyum lembutnya lagi . ” Apa kau membawa mobil ?”, Tanyanya saat kami menuju ke arah parkiran . 

 ” Ya  . Baris kedua di deretan D . Maaf , tapi Cello-ku masih tertinggal . “, 

 Namja itu mengagguk . ” Biar aku membawamu ke mobil terlebih dahulu . Setelah itu aku akan mengambil Cellomu . ” , 

 Menit berikutnya Sooyoung sudah sampai di mobilnya . Namja itu menempatkan Sooyoung di kursi belakang . ” Tunggu sebentar . Aku segera kembali . “, 

 Aku hanya bisa mengagguk . Beginikah rasanya punya lelaki di sampingmu ?. Kau bahkan tak perluh bersikap sok madiri , karena dia akan melayanimu dan memperlakukanmu dengan lembut .  Beruntung sekali wanita yang memiliki namja itu . 

 ” Maaf , apa kau menuggu lama ? “, namja itu kembali membawakan Celloku yang basah kuyup . Aku menggeleng lembut . 

 ” Gumawo . “, aku melihat baju bermerk namja itu basah dan dikotori lumpur . ” Mian , aku merepotkanmu . Aku akan menggantinya . “, ujarku merujuk pada kemejanya yang rusak . 

 Namja itu menepis permintaanku dengan senyumnya yang lembut . ” Sekarang izinkan aku mengantarkanmu pulang . “, 

 Aku baru sadar aku belum tahu namja itu . Dia mengemudikan mobilku dengan tenang . Tatapanya terkosentrasi di depan . Aku merasa sedikit canggung untuk memulai pembicaraan . 

 ” Boleh aku tahu namamu ?”, 

 Senyum lebar terkembang di wajahku . Kenapa aku merasa dia bisa membaca pikiranku .” Sooyoung . Namaku Sooyoung . Choi Sooyoung . “, 

 Lelaki itu menoleh ke arahku untuk seperkian detik . ” Aku rasa ini takdir Sooyoung . Namaku Choi Siwon . Kita memiliki marga yang sama . “
Aku merasa ini memang takdir . Aku sedikit berharap Siwon tak memiliki kekasih . Tapi itu hal yang tak mungkin . Namja sesempurna dirinya manamungkin tidak memiliki kekasih . Hal itu terjadi hanya jika dia homo . Tapi dari penampilan dan tingkahnya dia terlihat begitu gentelman dan jauh dari kesan homo. 

 ” Tuhan kenapa barang bagus di dunia ini selalu Sold Out lebih cepat . Aigoo …”, ujarku tampa sadar . Aku menoleh pada Siwon yang sedang menatapku dengan pandangan lucu . 

 

*****************************

Author POV-

Kenangan pertemuan pertamaku dengan Siwon menghambur keluar saat yeoja bernama Fanny ini berdiri di hadapanku.

 Aku tak tahu apa tujuannya memprovokasiku di daerah kekuasaanku . Dia bertampang lembut dan polos . Tapi dia bisa melakukan hal keji yang tak terduga .

 ” Apa sebenarnya tujuanmu kemari ?”, ujarku menahan amarah . Saat Siwon tak datang malam itu aku sudah tahu kemungkinan ini akan terjadi . Tapi aku benar-benar tak menyangka jika Siwon Oppa benar-benar memiliki wanita lain . Tunggu ? Wanita lain ? Aku atau Fanny sebenarnya yang wanita lain?.

 ” Aku memintamu untuk mejauhi Siwon Oppa , dia milikku .”,

 ” Ya ! Dasar wanita murahan . Beraninya kau berbicara seperti itu . Sooyoung adalah kekasih Siwon Oppa . Apa hakmu menyuruhnya menjauhi kekasihnya .”, omel Yuri . Aku menahanya untuk tak mengikuti emosinya .

 ” Apa sebenarnya yang dikatakan wanita ini . Mulutmu sungguh kasar . Aku tak tahu lelaki seperti apa yang akan bersamaya kelak , tapi aku turut prihatin untuknya . “, ujar Fanny dengan nada mencela . Suaranya yang lembut dan wajahnya yang polos membuat ucapanya semakin terdengar jahat .

 ” Berani sekali …”,

 ”Yuri !”, aku menahan Yuri untuk tidak menampar Tifanny .

 ” Aku rasa kau terlalu memboroskan tenagamu jika tujuanmu kemari hanya untuk itu . ” aku mencoba menahan semua omelan yang ingin aku muntahkan pada yeoja itu . Tapi aku merasa tak ada untungnya aku melakukan hal rendahan seperti itu . Tangisanku untuk Siwon sudah cukup , aku tak ingin menghancurkan martabatku hancur dengan meladeni provokasi Fanny . ” Ayo Yuri kita pergi . “, ajakku pada Yuri . Kami menuruni tangga kelas dan keluar dari kerumunan orang yang ingin tahu . Tapi Fanny yang mengejarku menahan tanganku dengan kasar .

” Apa kau tak punya malu ? Aku menyuruhmu untuk mejauhi Siwon . Dia tak menginginkamu . “, cerca Fanny . Matanya dipenuhi oleh amarah,  sesuatu yang tak pernah aku duga dia miliki.

” Fanny , aku mohon jangan permalukan dirimu sendiri dengan berbuat sesuatu yang tidak penting . Jika Siwon Oppa tak menginginkanku lagi dia bisa berbicara langsung padaku . Tapi , aku berterimakasih kau sudah mau repot-repot menyampaikan hal itu padaku . “,

Fanny memandangku dengan kebencian berlebih . Dia sepertinya tak suka dengan jawabanku . Tapi bukankah itu salahnya sendiri . ” Kau wanita mejijikkan !”, hujatnya . Tatapanya di wajahku beralih ke leherku . Ke arah kalung kristal pemberian Siwon Oppa . Matanya sedikit terbelalak tak percaya .” Dari mana kau mendapatkan kalung itu ?”,

Aku melindungi kalung itu dengan spontan . Aku merasa Fanny akan merebut kalung itu dari leherku .

” Kau mencurinya dariku . Kau mencuri kalung itu dariku .. itu milikku . Berikan padaku . “, teriak Fanny sebelum dia menyerangku dengan membabi buta .

Aku berusaha menghindar dari cakaranya tapi tak bisa , pipiku sudah tergores oleh kuku-kuku panjangnya . Aku tak ingin membalas Fanny karena dia terlihat begitu lemah . Pukulanku pasti akan meremukkan tulangnya . ” Apa yang kau lakukan , ini milikku …. “,

” Berikan itu …itu milikku … “, Fanny masih meneriakiku , kami bergulat di lantai , dia menindih tubuhku dengan tubuhnya . Yuri yang kebingungan mencoba mengangkat Fanny tapi tak bisa , Fanny menghentakkan Yuri hingga terjatuh . Aku memandang Yuri yang terlihat kesakitan karena sikunya terjatuh menahan tubuhnya . Yuri seorang Cellist tanganya adalah hal yang sangat berharga . Aku tak tahu tapi aku berusaha membuat Fanny menjauh dari tubuhku dengan kekuatan sekecil mungkin. Aku mendorongnya menjauh dari tubuhku .

“AWAS………”, Suara itu membuatku terkejut . Aku melihat Fanny terjatuh dari tangga yang cukup tinggi .

Aku terkejut mendapati Fanny terpekur di dasar tangga . Dia merintih kesakitan . Semua orang yang bergelombong menyaksikan pertengkaran kami sontak terdiam . ” Fanny ? Gwencana …”, aku menuruni tangga mencoba menolongnya , tapi langkahku didahului oleh seseorang yang bergerak dengan kecepatan kilat .

” Fanny ? Kau kenapa ? Apa kau terluka ?”, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri . Mulanya aku tak ingin mempercayai pengelihatanku , tapi inilah kenyataan. Siwon dan Fanny . Aku tak pernah melihat wajah Siwon seperti itu selama kami bersama .

” Fanny …maafkan aku , aku tak sengaja . “, jelasku terbata . Siwon Oppa memandangku dengan tatapan yang dingin . Aku merasa jantungku berhenti berdetak . Tatapan itu benar-benar menusuk jiwaku .

” Oppa …wanita itu mendrongku . Dia wanita yang jahat …. “, rengek Tiffany di pelukan Siwon .

” Ya ! Kau dulu yang menyerang Sooyoung . “, teriak Yuri sebal dengan prilaku Fanny . Aku menahanya untuk tak berkata-kata hal yang tak penting lagi .

” Oppa bawa aku pergi dari sini .” , Siwon mengguk perlahan sebelum menggendong Fanny melewatiku . Dia bahkan tak memandangku . Aku tahu ini adalah akhir dari hubungan kami . Hatiku benar-benar sakit , lebih sakit daripada malam itu . Aku ingin sekali menangis tapi harga diriku yang tersisa menahanku untuk meraung di keramaian .

Kerumunan orang yang tadi melihat pertengkaranku dengan Fanny mulai menjauh pergi . Hanya tinggal aku dan Yuri . ” Bukankah kau ada janji dengan Minho ?”,

” Younggie ….. “, Yuri hendak memprotes . Aku memberinya tanda bahwa aku ingin sediri . Dengan berat hati Yuri meninggalkanku sendiri di tangga . Lututku seketika melemas . Aku tak bisa lagi menyangga tubuhku , hatiku benar – benar hancur berantakan . Setetes air mata mulai keluar membasahi pipiku . Aku berusaha untuk meredam kesedihanku dengan memukul-mukul dadaku yang sesak . ” Babo … babo…. BABO . “, makiku pada diri sendiri .

Hujan mulai mengucur dengan deras . Awan mendung menutupi sinar mentari yang bersinarcerah . Pertemuan kami dimulai dengan hujan dan perpisahan kami diakhiri dengan hujan . Semoga derasnya hujan turut menghapus rasa sakit hatiku . Selamat tinggal Siwon-shi .

” Kau membutuhkan ini ?”, tapi sepertinya ini barulah awal dari segalanya . Namja itu kembali dengan senyumnya .

*****************

 Kyuhyun POV-

 Kerumunan orang mulai pergi meninggalkan kekacauan yang detik tadi terjadi di sini . Aku memperhatikan Siwon Hyung yang membopong gadis cantik itu keluar dari gedung .  Seperinya aku sudah menyaksikan sesuatu yang seharusnya tak kulihat . Aku tak tahu sahabatku begitu hebat hingga menjadi perebutan yeoja-yeoja cantik di SAS .

 Aku melihat gadis Cello itu berdiri di tangga . Masih tak mau membalikkan wajahnya . Kawanya sepertinya membujuknya tapi dia menolaknya dan meminta waktu untuk sendiri . Aku masih tak beranjak dari tempatku ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis Cello itu .

 Setelah kepergian kawannya ,gadis Cello itu tertunduk lemas di tangga . Aku melihat pundaknya yang berguncang . Dia mulai menangis . Aku tak benar-benar bisa melihatnya dari posisiku saat ini , tapi aku tahu dia sedang menangis . ” Babo..babo ..Babo …”, dia memukul-mukul dadanya dengan terus mengucapkan kata bodoh .

 Aku melangkahkan kakiku perlahan mendekati Sooyoung . Aku tak tahu kenapa seharian ini aku selalu melihatnya menangis . Aku menempatkan diriku tepat di sampingnya . ” Kau membutuhkan ini ?”, aku menawarkannya sapu tangan . Dia hanya memandangku dengan muka lucu penuh ingus . ” Wajahmu  sungguh berantakan . “,

 Sooyoung menyambar saputanganku untuk menutupi wajahnya . Aku duduk di sampingnya . Mendengarkan dia menangis . Sepertinya dia benar-benar terluka karena dia terus mencengkram liontin kalungnya dengan erat . Sekali lihat saja Kyuhyun tahu itu adalah kalung keberuntungan yang selalu dikenakan Siwon saat traineer dulu .

 ” Seseorang pernah berkata padaku , Don’t be ashamed to weep this right to grieve. Tears are only water, and flowers, trees, and fruit cannot grow without water. But there must be sunlight also. A wounded heart will heal in time, and when it does, the memory and love of our lost ones is sealed inside to comfort us.” # ini Quote dari Brian Jacques readers.

Kyuhyun menunggu reaksi Sooyoung . Punggung Sooyoung mulai berguncang lagi . Tapi ada yang berbeda kali ini , tangisanya terhenti . Aku sempat khawatir apa ini adalah tanda datangnya tangisan yang lebih haru. Tapi Sooyoung tidak menangis , dia sepertinya sedang menahan ….TAWA? . Benar saja detik berikutnya Sooyoung tertawa terbahak . ” Ya! Kenapa kau tertawa ? “, 

 ” Kau berkata dalam bahasa planet , bagaimana aku tak tertawa . Aku mendengarnya seperti rentetan makian dan umpatan .”, jelas Sooyoung yang masih terkekeh . Dia menghapus air matanya dengan saputangan pemberianku . ” Gumawo, kau telah mengucapkan mantera ajaibnya.”,

Aku masih tercengang dengan perubahan suasana ini . ” Bagaimana kau bisa tertawa seperti itu setelah kau menangis seperti bayi ?”,

Sooyoung mengernyitkan hidungnya untuk menahan ingusnya . Matanya yang masih sembab oleh air mata diwarnai dengan keceriaan yang membingungkanku . Kenapa wanita di hadapanya ini begitu dinamis . Dia seperti ombak yang tak bisa dibaca pergerakanya . Seohyun, perasaan apa ini ?.

” Aku bisa , buktinya aku bisa . “, Dia memandangku tepat di mata . ” Sepertinya kita berjodoh , takdir selalu membawamu padaku untuk mengehentikan tangisanku .Sepertinya kita harus beteman ?”, Sooyoung mengulurkan tanganya padaku . Aku tersenyum ke arahnya sebelum menyambut uluran tanganya .

” Aku nobatkan kau sebagai teman seumur hidupku . “, ujarnya dengan meniru nada seorang ratu , tanganya yang memegang liontin menepuk punggungku perlahan . ” Selasai . “, Dia tiba-tiba berdiri . ” Hah …. perutku lapar sekali setelah menangis . Hey Chinggu bagaimana kalo kita merayakan persahabatan kita dengan kau meneraktirku makan . ” ,ujar Sooyoung dengan mata berbinar .

Aku memandangnya dengan tatapan tak percaya . Aku tahu dia wanita yang menarik , tapi aku tak tahu dia semenarik ini . Seohyun , kau harus berhati-hati karena yeoja di hadapanku saat ini mulai menarik perhatianku .

**************************

Siwon POV –

 Aku mengantar Fanny hingga depan pintu kodominiumnya . Sebenarnya aku ingin sekali segera meninggalkan Fanny dan menemui Sooyoung untuk menjelaskan segala kekacauan ini . Tujuanku sejak awal mengunjungi SAS adalah menemui Sooyoung dan meminta maaf atas kejadian malam sebelumnya .

   ” Terimakasih, hari ini aku sangat bahagia.” ujar Tifanny dengan senyuman ceria terlukis di wajah cantiknya . “Kapan kita bisa bertemu lagi?”, lanjutnya dengan nada manja  .

 Mungkin hanya Fanny satu-satunya orang yang berbahagia dalam kekacauan ini . Sejujurnya aku sudah tak sanggup untuk berpura-pura senang dengan tindakanya yang kekanakan . Fanny membuatku merasa seperti laki-laki lemah yang tak bisa menyelesaikan urusannya sendiri dengan menemui Sooyoung seperti itu .   “Tidak tahu, mungkin aku tidak ada waktu , juga tidak punya tenaga lagi untuk bermain denganmu.”, sejujurnya ini adalah kata-kata terkasar yang pernah aku ucapkan pada Fanny .

 Fanny mengerutkan wajahnya , dia melakukan itu saat dia kesal akan sesuatu . ” Oh ! Aku hampir lupa . Bantu aku memakai ini, Oppa. “, Fanny menyerahkan kotak perhiasan yang didalamnya berisi kalung yang sama persis dengan kalung keberuntunganku . Dia bersikeras ingin memiliki kalung yang sama persis dengan kalung yang saat ini sudah menjadi milik Sooyoung itu.

 Aku menerima kotak itu dan mengambil kalung yang ada di dalamnya . Aku membuka pengaitnya sebelum  mengalungkanya ke leher Fanny . Entah kenapa aku ingin sekali segera berlari menemui Sooyoung saat ini . Tapi pengait itu tak juga terkancing , aku ingin sekali mengumpat sebelum sadar kalau Fanny ada di hadapanku .

 ” Pelan-pelan , Oppa  ! Semakin buru-buru semakin lama terkancing .”, ujar Fanny sarat akan makna . ” Apa kau terburu-buru karena ingin segera menemuinya ?”, aku tahu Fanny akan menanyakan hal itu .

 Aku tak menjawab pertanyaanya . Aku tak mau berbohong padanya . Tapi aku juga tak ingin menyakitinya dengan berkata jujur .

 ”Kau milikku Oppa . Terserah apa yang dipikirkan orang lain tentangku . Aku tak akan menyerahkanmu pada gadis lain . Bagaimana orang lain memakiku , mengataiku menyebalkan , aku akan mempertahankanmu di sisiku. ” ,

 “Sudah terpasang”, sahutku . Fanny memandang antusias ke arah kalung yang melingkari lehernya. “Masuklah  udara di luar sangat dingin !” , tukasku halus mencoba mengakhiri pertemuan kami.

 Fanny mengagguk perlahan . Dia memberiku sebuah kecupan ringan di bibir sebelum melangkahkan kakinya memasuki kodominiumnya . ” Good Night .”, untuk terakhir kalinya kami saling bertatapan aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil .

 Aku tak tahu perasaan apa ini , tapi sepertinya ada beban yang terangkat dari pundakku saat melihat Fanny menutup pintunya . Aku terpaku sejenak di depan pintu Fanny sebelum melangkahkan kakiku memasuki lift . Ini sudah terlalu larut untuk menemui Sooyoung . Aku berharap besok Sooyoung masih mau menemuiku . Aku bahagia Fanny akhirnya menerima cintaku. Tapi segalanya menjadi salah karena saat ini aku masih terikat dengan Sooyoung . Aku tak tahu apa Sooyoung masih mengagap aku kekasihnya setelah kejadian siang tadi . Tapi tak ada salahnya mencoba.

*****************
Author POV –

Sooyoung sedang berdiri di balkon kamarnya . Dia mencoba mencerna segala kejadian yang menimpanya hari ini. Kesialan bertubi-tubi meghampirinya , tapi entah kenapa dia merasa sangat bersyukur pada Tuhan . Setidaknya setelah ini dia akan menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya .

Walau hari ini Siwon menorehkan luka di hatinya , tapi Siwon juga pernah membuatnya bahagia . Sooyoung baru ingat dia pernah melihat Fanny di suatu tempat sebelumnya, ” Dimana aku pernah melihatnya ? , ” Sooyoung berusaha memutar memorinya ke belakang , dia ingat tak hanya sekali melihat wajah Fanny .” Lukisan itu ?”, Sooyoung mengingat Siwon memasang lukisan seorang wanita di ruang kerjanya di SA , Soyoung tak pernah mengira wanita yang ada dalam lukisa itu adalah sesorang yang dikenal Siwon di kehidupan nyata. “Kau benar-benar bodoh Sooyoung. Kenapa kau tak menyadarinya selama ini . “,

Suara hembusan angin membawa musik yang menenangkan hati Sooyoung . Samar-samar Sooyoung mendengar sebuah alunan lagu yang datang dari kamar Unnienya . Dia menajamkan pendengaran untuk memastikan alunan merdu itu . ” Un día llegaré con un disfraz, Te desalmaré ni cuenta te darás,Para entregarte el corazón, Despacio te iré amando más*…… ” , secara tak sadar Sooyoung ikut melantunkan lagu dari Andalusia itu .

* Terjemahan : Suatu hari aku kan datang , untuk melucuti hatimu tanpa kau sadari . Aku akan memberikan hatiku padamu ,perlahan aku akan semakin mencintaimu . Aku akan menjaga dirimu selalu dalam suka duka di siang dan malam ……. ( ini lagu enak banget loo reader , ini Adaya promosi , judulnya La Usurpadora :)

 Sooyoung merasa lagu itu tepat menggambarkan rasa cintanya pada Siwon saat ini . Ketenanganya dirusak oleh dering Ponsel yang ada di sakunya . Sooyoung melihat nama yang tertera di desktop ponselnya , matanya terbelalak untuk sesaat .   Sooyoung menghela nafas sebelum menerima panggilan itu .

 ” Yaboseyo”,suara namja itu membuat jantung Sooyoung berhenti berdetak.

********************************

Sooyooung POV –

 ” Yaboseyo . “, Ya Tuhan , ini benar-benar dia . Apa dia menelefonku untuk menyelesaikan masalah kami secara jelas? Apa dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan kami ? Aku tahu tindakan Siwon Oppa sudah menjurus ke hal itu , tapi aku masih tak siap dengan segalanya .

” Yaboseyo….”, aku menjawabnya dengan suara lirih . Aku tak tahu kenapa secara tiba-tiba pita suaraku melemah .

” Soo … apa aku menggangumu ?”, sepertinya bukan hanya aku yang merasa canggung dalam situasi ini.

” Anio . Kau tak menggaguku . “, aku menjawabnya sedikit ketus . Sedikit berlebihan memang, tapi hatiku sudah cukup kesal dan lelah?.

” Ah !”, hanya Ah ? Aku menunggunya melanjutkan ucapanya , tapi Siwon Oppa masih saja terdiam hingga 3 menit berlalu . Aku melirik ke arah jam dinding yang ada di kamarku , sudah pukul 11 .20 malam .

” Miane Shiwon-shi , tapi apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan ?”, aku kembali melayangkan serangan ketus .Aku bisa mendengarkan dia tercekat saat aku memanggilnya Shiwon-shi . Andai saja Siwon Oppa tahu aku melakukan ini hanya untuk mempertahankan harga diriku . Andai saja dia tahu saat ini aku sedang mengepalkan tanganku untuk meredakan getaran sedih yang mulai merayapi hatiku . Andai dia tahu aku masih sangat mencintainya .

” Miane , Soo ..apa kau ada waktu besok ? “, tanyanya . Aku tahu dia tak akan memutuskanku melalui telefon , bagaimanapun Siwon adalah laki-laki yang punya etika . Tapi dengan menundanya hingga esok artinya aku tak akan bisa tidur lagi malam ini karena memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi esok .

” Entahlah , aku belum memastikan jadwalku. ” , aku berbohong sedikit kali ini . Aku tak ingin dengan mudah mengiyakan permintaanya . Aku ingin melihatnya sedikit berusaha .

” Ehmmm ..maukah kau memberitahuku jika kau ada waktu ?”, Kena kau Siwon . Sebenarnya aku ingin tertawa , karena suara Siwon yang terdengar sedikit JENGKEL ? . Aku tak akan menyerah semudah itu , jika akhirnya aku yang akan menangis kehilanganya kenapa aku tak mempermainkan prinsipnya lebih lama lagi ?,

” Baik . Lihat saja besok . Apa hanya itu ? “, Ya Tuhan kenapa aku menikmati hal ini .

” Ne . Maaf menggangu, Soo . Selamat malam ?.”, Siwon Oppa menungguku menjawab selamat malam seperti biasanya , tapi entah kenapa aku sedang ingin membuatnya kesal . Aku menutup telefonya tanpa membalas ucapan Selamat malamnya . Aku tersenyum memandang Ponselku .

” Aku sangat keren . Kena kau Choi Siwon !. “, Aku mulai merebahkan diriku di atas tempat tidur, senyum kebanggan masih terkembang di wajahku . ” Beginikah rasanya balas dendam ? Pantas saja drama dengan tema balas dendam selalu mendapat rating tinggi . Ternyata rasanya senikmat ini .”,  Aku terdiam sejenak , mencoba mereka ulang percakapan kami lalu aku menyadari sesuatu yang FATAL? . ” OMO ! Apa benar dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan? “, aku kembali terduduk di tempat tidur . ” Atau ……….” aku takut mengucapkannya , ” Dia ingin meminta maaf padaku ?”, semakin lama aku memikirnya semakin aku merasa bodoh . Sepertinya aku telah merusak satu-satunya kesempatan yang ada untuk kembali padanya.

” Andwaeeeeeeeeeeee ………………!!!!!!!!!!!”, jeritku membelah malam .

*******************

Jika ada orang yang mengatakan padamu kalau sahabatmu akan menangis bersama penderitaanmu maka TAMPAR orang itu ? Kenapa ? Tentu saja saat ini aku sedang menyaksikan bukti nyata kalau perkataan itu hanya bualan belaka .

Yuri sedang tertawa terpingkal di hadapanku . Menit yang lalu aku menceritakan kejadian semalam , insiden bodoh yang terjadi akibat terlalu banyak menonton drama bertema balas dendam . Sungguh hal seperti itu tak patut dicontoh dalam kehidupan . Kenapa? Alasanya sederhana , karena life isn’t movie .

Aku memandang Yuri dengan tatapan ingin membunuh , tapi yeoja itu tak juga menghentikan tawanya. ” Ya ! Kwon Yuri , kalau kau tak segera mengehentika tawamu , jangan salahkan aku jika aku membuatmu tak bisa tertawa lagi seumur hidup!”, ancamku , karena mulai malu orang-orang yang ada di caffetaria SAS mulai memperhatikan kami .

” Mian … tunggu tapi bagaimana kau bisa sebodoh itu Soo . hahahahahhaa …”, Yuri menyemburkan tawanya kembali . Aku hanya bisa menggaruk-garuk rambutku dengan sebal .

” Lalu ? Apa Siwon Oppa sudah menjelaskan bagaimana hubunganya dengan Fanny ?”, tanya Yuri setelah bisa menguasai dirinya .

Aku menggeleng sebal . ” Seperti yang ku bilang , kami tak bicara banyak . Mulanya aku berfikir mungkin aku tak akan ada harapan lagi dengannya , tapi setelah aku berfikir semalaman Siwon terdengar tulus waktu mengajak bertemu . Aku merasa sangat bodoh karena bersikap terlalu mendramatisir .”

” Aku rasa Siwon Oppa masih memiliki perasaan padamu . Lagi pula saat ini kau masih berstatus kekasihnya . Kau tak boleh menyerah Soo . Kau harus mempertahankannya , jika kau benar-benar menyukai Siwon Oppa pertahankan dia dengan segala cara . Jangan sampai kau memberi kesempatan pada wanita manja itu untuk berdekatan dengan Siwon . “, ujar Yuri dengan penuh kebencian pada Fanny . Aku melirik ke siku Yuri yang terbalut perban karena kekacauan kemarin .

Aku memikirkan Fanny , memikirkan bagaimana perasaanya , dan bagaimana jika aku berada di posisinya . ” Apa kau tidak merasa Fanny sangat manis ? Aku iri dengannya . “,

Yuri hampir tersedak minumannya . ” Soo ?? Apa kau gila ? Bagaimana kau bisa salut pada wanita bar-bar itu . “

” Walau sifatnya dikategorikan kelainan ,tapi bukankah itu juga sebuah keberanian ? . Aku tahu mungkin Siwon Oppa bisa direbut olehnya , tapi bukankah bagi Fanny aku yang merebut Siwon Oppa darinya ?”, Yuri terdiam . ” Aku melihat lukisan Fanny terpajang di ruangan kerja Siwon Oppa selama ini , mulanya aku mengira itu hanya wanita mana saja yang menjadi model lukisan . Aku tak tahu kalau Siwon Oppa begitu mencintai Fanny hingga memajang lukisanya di tempat dia paling sering menghabiskan waktu selain rumahnya .”

” Jadi maksudmu yang menjadi pihak ketiga antara mereka adalah KAU ? Choi Sooyoung , apa kau salah minum obat hari ini ?”,

Aku tak menjawab prtanyaan Yuri . Seperti ada ilham yang menghampiriku , aku seperti bisa memaklumi sikap Fanny , bisa membaca kenapa dia bertindak seperti itu . “Fanny mencintai Siwon Oppa , itu bukan salahnya . Bukankah Siwon Oppa juga mencintainya dengan sepenuh hati . Apa itu salah ?”,

Yuri tak tahu harus menyadarkanku dengan cara apa , akhirnya dia memutuskan untuk diam di tempatnya . Wajahnya tertekuk tak setuju . ” Kenapa kau jadi seperti ini ? Apa yang merasukimu . Kau harus mempertahankan Siwon , itu intinya . “

“Apa aku harus begitu ?”,

“Tentu saja . “,

” Tapi ..jika Siwon Oppa benar ingin pergi , walau aku menangis dan menahanya ,bukankah itu tak ada artinya bagi Oppa ? Lalu kenapa aku harus khawatir dan mempermalukan diri dihadapannya ?”.

Yuri ingin menjawab pernyataanku tetapi sesuatu menahannya . Pandangan Yuri beralih lurus melewatiku . “Berani sekali wanita itu menampakkan batang hidungnya di sini lagi !”, aku mengikuti pandangan Yuri dan benar saja Tifanny berdiri di sana dengan penampilan apiknya , senyum terkembang diwajahnya . Banyak namja mengerumuninya , semuanya menawarkan bantuan pada Fanny yang terlihat sedang mencari seseorang . Mencariku ?

Tanpa aku sadari Yuri sudah bergegas menuju Fanny . Aku dengan segera mengejar Yuri yang sepertinya sudah dikuasai amarah . ” Siapa yang menyuruhmu ke sini ?”,

” Yuri hentikan . “, bujukku .

Fanny ada di sana memandang kami dengan tatapannya yang menghina . ” Aku ingin menemui Sooyoung ? Apa tidak boleh . “, aku terkejut ternyata dugaanku benar .

” Apa yang membawamu kesini ? Aku sedang tidak ada mood untuk bertengkar . “, jawabku akhirnya .

Fanny memberikan senyum licik padaku . Dia menoleh ke leherku , ke arah kalung kristal itu LAGI ?, ” Aku hanya ingin bilang kalau aku tak akan khawatir lagi soal kedekatanmu dengan Siwon Oppa . Karena dia sudah berjanji akan segera menyingkirkanmu dari kehidupannya . “, ujarnya dengan nada yang lembut .Dia kemudian mengeluarkan sebuah kalung dari tas kecilnya , kalung kristal yang sama seperti yang diberikan Siwon Oppa padaku .

” Kau lihat ini buktinya . Tapi aku sudah tak membutuhkan kalung ini lagi . Kau bisa menyimpannya kalau mau . Sekarang aku lega karena ternyata kalung yang kau kenakan itu tak ada artinya bagi Siwon Oppa. “, ujar Fanny seraya menjatuhkan kalung kristal itu . Dia masih memasang senyum diwajahnya .

” Aku harap kejadian kemarin tak membuatmu besar kepala , aku ingin kau sadar satu hal Siwon Oppa tak pernah mencintaimu . “,

” Berani sekali wanita ini ….”, aku terkejut ternyata Yuri sudah menyerang Fanny , mereka bergulat di tanah . Saling mencakar dan menjambak rambut satu sama lain . Ya Tuhan kenapa segalanya selalu berakhir seperti ini . Aku berusaha memisahkan Yuri dan Fanny ,tapi tenaga dua orang yang saling membenci ini membuatku kwalahan .

” Hentikan Yuri , hentikan …aaaaaaaaaa.”, mataku tak sengaja terkena siku lancip Tifanny saat berusaha memisahkan mereka . ” Seseorang tolong aku …”, jeritku pada kerumunan yang hanya menyaksikan kekacauan ini .

” HENTIKAN !”,suara bariton yang tak asing itu membelah kerumunan , membuat keramaian ini menjadi keheningan . Aku sedang menghalangi Yuri melayangkan tinjunya pada Fanny saat Siwon datang . Dia mengamati keadaan di hadapanya , ada kerut tak setuju tergaris di wajahnya . Tatapan kami sempat bertemu sesaat , sampai kami mendengar Fanny menangis di tanah .

Aku menoleh ke arah Fanny yang sama berantakannya dengan Yuri . Dia kembali memasang wajah lemahnya . Aku mengernyit tak percya , bagaimana bisa dia menangis semudah itu .Siwon Oppa menghampirinya , sama seperti kemarin Siwon Oppa menanyakan keadaan Fanny . Aku sudah tahu akhir ceritanya akan sama seperti yang lalu . Sejujurnya aku merasa sedih melihat ini lagi . Harapan kecil yang tertanam di lubuk hatiku seakan sirnah melihat pemandangan di depanku.

” Sakit sekali Oppa . Mereka mengganguku  . Aku hanya ingin berkunjung ….”, rengek Fanny seperti kemarin. Siwon Oppa membantunya untuk berdiri , dia menepis beberapa debu yang menempel di baju Fanny .

” Miane Fanny , Yuri tidak sengaja melakukannya . “, ujarku akhirnya .

Fanny memandangku dengan penuh kebencian dari balik matanya yang bersimbah air mata , ” Jelas -jelas kau sengaja . Kau dan temanmu memang ingin menyakitiku . Kau membenciku . Kau berpura-pura lembut di depan Oppa . Aku membencimu ..aku membencimu orang sepertimu … Kau wanita bus…”,

PLAK … Suara tamparan itu membuat Fanny terbungkam . Bukan , bukan hanya Fanny yang tercengang , semua mata yang memandang tidak pernah menyangka kejadian seperti itu akan terjadi . Aku menoleh pada Yuri yang menutup mulutnya dengan sebelah tangan karena tak menyangka Siwon akan melakukan tindakan seperti itu .

” Oppa ……”, rintih Fanny tak sengaja , dia masih terkejut dengan tamparan Siwon .

” Sudah cukup . Hentikan Fanny ! Sekarang minta maaf kepada Yuri dan Sooyoung !”, mulut Fanny bergetar , sepertinya air mata akan semakin berderai dari matanya .

Fanny memandangku . Bukan dengan tatapan keji seperti tadi , bukan juga tatapan benci . Tatapan ini membuatku merasa bersalah padanya , dia benar-benar telihat sedih . ” Miane ….”, ujarnya lirih dengan bibir bergetar .

Aku menganguk perlahan. Aku mencoba mencari jawaban di wajah Siwon Oppa yang masih menatap Fanny dengan penuh PENYESALAN ? . Detikberikutnya di berbalik memunggui Fanny , ” Pergilah. Jangan pernah datang ke sini lagi . Anggap ini pertemuan terakhir kita .”, Siwon melangkah ke arahku perlahan . Aku masih bingung menatap ke arah Fanny yang mematung di hadapanku . Aku melihat kehancuran di matanya .

” Ayo kita pergi !”, Siwon oppa meraih tanganku perlahan . Aku tak sempat mengucapkan sepatah katapun saat dia menarikku menjauhi kerumunan orang . Aku mencoba mengikuti langkahnya . Aku merasakan tanganya yang sedingin es .” Berhenti !”,

Siwon Oppa menoleh ke arahku . Aku melihat matanya yang sedih dan tidak fokus . ” Oppa . Kenapa kau melakukannya ? Kau mencintainya ? Sekarang kau bergetar ketakutan karena kau menamparnya . Kau sedih karena kau mengucapkan sesuatu yang tak ingin kau katakan . Oppa lihat aku !”, Aku melihatnya , air mata yang pertama menitik dari mata Siwon Oppa yang selalu berbinar bahagia . Aku melihat air mata kesedihan itu .

” Kau mencintainya ….. kau mencintainya …..”, aku terus bergumam , hatiku sakit karena dia mencintai Fanny tapi melihatnya sedih semakin membuatku merasakan hujaman seribu pisau di dadaku . Aku mencoba melepaskan genggaman tanganya . Dia masih tak memberikan respon , sampai aku berbalik .

” Jangan pergi !” , ujarnya perlahan , dia memelukku dari belakang . Aku merasakan tangan dan tubuhnya bergetar . ” Jangan pergi ! Aku mohon jangan pergi .” , kami menangis bersama di bawah lindungan mendung , hujan gerimis mulai membasahi tubuh kami . Sepertinya langit turut menangis bersama kami . Tuhan masa depan seperti apa yang kau rencanakan untuk kami ?

********************************

Author POV –

Seorang namja sedang memperhatikan Sooyoung dan Siwon dari balik bayangan pohon . Dia matanya terlukis senyum kecewa . Tanganya mencengkram saputangan putih yang urung dia berikan kepada yeoja di hadapanya . “  Kau selalu menangis bersamanya ! “, ujarnya sebelum berbalik menjauh

**********************************

-TBC-

Alhamdulilah akhirnya selesai Chapter ini :) . Gimana chngu jelek ya ? Aneh ya ? Miane…. Mohon Kritik dan Saranya . Mian kalo banyak taypo bertebaran . HAPPY READING :*

Don’t be silent reader ya …. bye ….

***********************

 

 

 

Iklan

4 thoughts on “[ FF ] [SOOWON VER] Baby Don’t Cry -Chapter 3-

  1. aaahh bgs kok adya ceritanya
    udh soo eonni sm kyuppa aja
    mrka lucu tuh klw berdua
    siwon oppa sm tifanni eonni aja
    kn mrka b2 slng mencintaiiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s