[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 5 A-

Annyeong Reader 🙂

Aduh ini pertama kalinya Adaya nulis di WP Pribadi Adaya ,,,,,,,, Ne sehubung mood Adaya yang lagi suka dengan karakter congkak jadi Adaya mau melanjutkan BND Chapter 5 , bagi penikmat WP SAC mungkin belom tahu FF ini , jadi silahkan dinikmati dari awal ya …..

FYI : Jika ada yang bercetak miring itu bearti flashback ya ….

Sekalian Adaya juga ingin minta maaf karena belum bisa nepatin janji lanjutin NOY , bukan bearti belum di tulis , sudah di tulis hanya saja kurang gereget , masih perluh perbaikan sana sini , jadi sebagai gantinya FF ini dulu saja di nikmati ,,,miane ,,,(bow)

Happy Reading ………

Title              : Billionaire Next Door

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun

Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family,

Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )
 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -5 A-

Author POV-

“ Setiap orang memiliki setidaknya satu rahasia yang ingin mereka simpan dalam hidup mereka . Beberapa rahasia mungkin mengacu pada hasrat yang membara yang memungkinkan seseorang memerah pipinya saat dia mengatakannya . Atau cerita sederhana yang tak bisa terucap walau nyawa taruhannya . Tapi rahasia semacam itu tidak akan menjadi masalah bagimu jika kau mampu menutup mulutmu dan membarkannya tetap tertutup rapat dalam hatimu . Tapi beberapa rahasia tak bisa kau sembunyikan tak peduli seberapa keras kau mencobannya , sebuah rahasia yang membuatmu sadar kau bukan orang yang pantas untuk ada di tempatmu saat ini . Sebuah rahasia yang bahkan tak pernah ingin kau yakini . Rahasia yang membuatmu jatuh tersimpuh walau dalam hari terbahagiamu .Ironinya , setiap kau menatap wajah yang ada dalam pantulan cermin kamarmu kau akan merasa takun dengan sedirinya , karena wajah itu , wajah yang terpantul itu adalah penyebab rahasiamu tak lagi menjadi sebuah rahasia ….. “ ,  

****************************

12 Januari 2014

Sooyoung sedang disibukkan dengan tumpukan folder di hadapannya , kacamata merah winenya menggantung cantik di telinga indahnya . Sudah hampir dua jam dia terpekur di tempatnya saat ini . Sesekali Sooyoung mengintip ke dalam layar komputer yang menampilkan serangkaian sample batu permata dari hasil pertambangan keluarganya . Matanya terus mengikuti ke arah deretan kalimat yang tertulis di tumpukan kertas putih yang dipegangnya . Ada sedikit gurat kekecewaan di dahinya . Dia kembali melirik ke arah kanan mejanya , cangkir kopinya sudah kembali kosong untuk kesekian kali . Diedarkan pandangan ke sekeliling kubikel kantornya . Dari jendela penghubung kantornya dia bisa melihat para pekerjanya sudah begitu kelelahan . Ada beberapa di antara mereka yang masih berahan di depan layar komputer yang menyilaukan walau mata mereka lebam karena kantuk .

“ Sudah selarut ini ?”, gumam Sooyoung saat dia melirik ke arah jam dinding yang tergantung di tembok kantornya . Sooyoung meraih ponsel yang diletakkan di dekat potret keluarganya . Dia menekan beberapa nomor yang sudah di hafalnya di luar kepala .

“ Yaboseyo …..” , jawab seseorang namja di sebrang sana .

Sooyoung tersenyum sejenak sebelum menjawab dengan nada lembut , “ Apa kau menungguku ?”,

“ Seperti biasa . Bukankah kau selalu datang terlambat ….. “, jawab Namja dari sebrang telepon . Sooyoung tersenyum karena tahu namja itu hanya menggodanya . Dia tahu karena mereka sudah hidup bersama dua tahun terakhir .

“ Miane …. aku harus mengerjakan sedikit pekerjaan di kantor . Apa Jinri sudah tidur ?”,

“ Dia mencarimu … selalu ! Dia merindukanmu , sesekali pulanglah lebih awal , dia ingin kau membacakan ceria untuknya . “

“ Akan aku usahakan . Gumawo .” , jawab Sooyoung perlahan .

“ Aku suamimu Soo , untuk apa kau berterimakasih . “ ,

Sooyoung kembali tersenyum , dia bersyukur bahwa namja itu yang menjadi suaminya . Dia bersyukur karena mereka saling mencintai . Dia bersyukur karena dia adalah segala yang dibutuhkan olehnya .

“ Aku akan segera pulang , jangan lupa nyalakan lampu nakas . Aku tak ingin terkantuk meja kerjamu lagi . Kakiku sudah cukup dengan tiga bekas lebam kemarin . “ , ujarnya dengan nada yang hanya bisa diftasirkan sebagai cinta .

“ Ne . Apa aku perluh menjemputmu ? “,

“ Ani . “ , tolak Sooyoung perlahan , dia tahu suaminya juga lelah dengan jadwalnya hari ini . ” Aku akan pulang sendiri . “

“ Baiklah ,,, hati-hati di jalan . Bye … “,

“ Bye .. “, klik . Sooyoung meletakkan ponselnya kembali di tempatnya . Senyum kembali terkembang di wajahnya saat dia melihat potret keluarganya  . “ Aku merindukanmu Oppa … “, bisik Sooyoung seraya mengelus lembut wajah Kangta yang tersenyum di potret itu . Boa ada di sampingnya berdiri dengan pakaian kasual bersama suaminya . Semua tersenyum bahagia di potret itu . Sooyoung puas menatap ke wajahnya yang bisa menunjukkan senyum yang tak pernah dia bayangkan akan di milikinya di masa lalu . Suaminya sedang memapah anaknya yang masih berusia 5 bulan saat itu . “ Yoona …. “ , bisiknya saat melihat saudara ipar dan sahabatnya yang merangkulkan sebelah tangannya ke pinggang Sooyoung . Yoona terlihat cantik dengan gaun satin hijau hazzelnya . Suami Yoona  juga ada di sana terlihat sama bahagianya dengan yang lain .

Sooyoung puas dengan hidupnya saat ini . Walau di masa lalu ada tangis mendera tapi hari ini hanya ada senyuman di wajahnya . Pengalaman pahit dan kekecewaan di masa lampau telah memberinya jalan untuk bahagia di masa kini . “ Aku mencintai kalian …..” , ujarnya pada potret di tangannya .

**************************

2 Mei 2012

Sooyoung sedang menggerutu kesal pada dirinya sendiri . Cangkir coffe di hadapannya sudah kosong untuk kedua kalinya . Jemarinya mengetuk-ngetuk meja dengan kesal . Dia begitu benci menunggu  . “ Aish …… Kwon Kyuhyun . “, gerutu Sooyoung seraya membanting kesal tas jinjing yang dibawanya . Cardigan yang ada di dalamnya mengintip keluar di lantai kayu caffetaria .

“ Ya ! Apa yang kau lakukan ?”, ujar suara dari balik punggung Sooyoung . “ Ck ck ck kau tak pernah berubah . “ , keluh Kyuhyun sebelum menempatkan dirinya di samping Sooyoung.

Sooyoung mendengus kesal saat melihat sikap Kyuhyun yang tak acuh . Kemarin malam memang hanya ilusi . Iya Ilusi dengan I besar . Kwon Kyuhyun yang sempat dianggap Sooyoung sebagai pahlawan ternyata hanya bocah kurang ajar yang sama seperti yang ditemuinya dua jam sebelum tindakan heronisme itu . Tidak ! Jika Sooyoung mau memutar balik ingatannya kemarin malam dia akan tahu Kwon Kyuhyun tak melakukan apa-apa untuknya . Dia hanya berdiri di sana dan mengeluarkan kata-kata menyengat di telinga .

“ Ada keperluan apa kau memanggilku ke seni ?” , jawab Kyuhyun dengan nada malas . Kyuhyun melirik ke lantai , tempat tas jinjing coklat Sooyoung tergeletak tak berdaya . Dia menaikkan sebelah alisnya saat melihat cadigan miliknya mengintip keluar dari tas .

“ Aku hanya ingin mengembalikan apa yang bukan milikku . Huh !”, jawab Sooyoung sebal seraya memangutkan kepalanya ke arah tas jinjingnya yang tergeletak di lantai . Dia bahkan tak mau merepotkan dirinya untuk mengambil tas jinjing itu.

“ Kau bisa membuangnya kalau kau mau . Kau cukup tahu keuanganku bisa memenuhi kebutuhan berpakaianku . Walau kau tak mengembalikan cardigan itu jelas kau tahu aku tak akan kekurangan pakaian dalam lemariku . “ , jawab Kyuhyun dengan nada jahil . “ Jadi , katakan padaku ! Apa tujuanmu sebenarnya ? Merindukanku ?”, sindir Kyuhyun dengan kilat jahil di matanya .

“ Ya ! “ , teriak Sooyoung yang mengundang tawa Kyuhyun .

“ Baiklah , miane , aku hanya bercanda . “ , ujar Kyuhyun tak tulus . “ Hanya memikirkan kau mulai menyukaiku sudah membuat bulu kuduku berdiri . “ , godanya lagi .

Sooyoung meremas tanganya dengan erat di bawah meja , dia berusaha dengan sekuat tenaga untuk tak menyiram Kyuhyun dengan kopi yang masih tersisa di cangkirnya . “ Syukurlah , kau segera sadar dari delusimu. Memikirkan aku menyukaimu membuatku ingin memuntahkan seluruh isi perutku saat ini . “ sindir Sooyoung .

 “ Aku ingin berterimakasih padamu …. “ , ujar Sooyoung . “ Tapi aku berubah pikiran ! “, lanjut Sooyoung . “ Mengingat kau adalah lelaki besar kepala yang tak bisa menjaga mulutmu dengan kesombongan sebesar sepatu bootku , aku rasa ucapan terima kasih terlalu berharga bagimu . “

Jika namja di hadapan Sooyoung bukan Kyuhyun , namja itu pasti sudah melangkahkan kakinya keluar dari caffetaria karena merasa kesal dan terhina oleh ucapan Sooyoung . Tapi dia Kyuhyun . Orang yang sudah mulai mengerti hati Sooyoung . Dia tak marah sedikitpun , dia merasa hal ini lucu . Yeoja di hadapannya bertampang cantik dan bermulut setajam pisau . Tapi Kyuhyun mulai merasa jikalau Sooyoung tak seburuk seperti yang dikatakan orang . “ Baikalah terserah kau saja ! “ , jawab Kyuhyun sekenanya .

Sooyoung mulai merasa sedikit aneh dengan sikap Kyuhyun . Dia sedikit terkejut karena Kyuhyun tak membalas hinaan Sooyoung . “ Kau … ada apa denganmu ? Kau tidak marah dengan hinaanku ? “ ,

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan senyum di matanya . “ Entahlah … sepertinya aku mulai tahu bahwa kau tak benar-benar serius saat mengucapkannya . “ , jawab Kyuhyun .

Sooyoung terdiam sesaat . Dia terpaku pada senyum yang terlukis di bibir Kyuhyun . “ Ada apa denganku . Kenapa hatiku berdetak seperti ini . “ batin Sooyoung yang merasakan ada getaran aneh di hatinya saat melihat senyum Kyuhyun . “ Aku tak mungkin …. ini tak mungkin perasaan itu …. “,

**************************

Sooyoung POV –

Kwon Kyuhyun ? Ani . Tidak mungkin . Bagaimana seleraku terhadap pria bisa terjun bebas seperti ini . Ini pasti hanya hasrat kilat yang muncul karena pengaruh hormon diantara kami. Aku pasti sudah gila ? Bagaimana jantungku bisa berdetak seperti ini . Dia hanya tersenyum padaku , tapi bagaimana itu bisa membuat dentuman dasyat di jiwaku . Aku pasti sedang bermimpi .

“ Ya ! Apa yang kau lamunkan ? “ , tanya Kyuhyun padaku . Aku baru sadar sudah lebih dari lima menit aku hanya terdiam memandangnya .

“ Ani ….. aku merasa kau sangat jelek ketika tersenyum !” , kilahku seraya menyeruput cangkir kopiku yang sudah hampir kosong . Demi Tuhan apapun akan kulakukan hanya untuk menghindari bertatap muka dengan Kyuhyun kali ini .

“ Kau merasa aku menarik ? Aku yakin itu !” , aku hampir tersedak saat Kyuhyun melontarkan ucapan itu .

“ Ya ! Kau mulai lagi ….” ,

“ Jangan ! “ , potong Kyuhyun yang seketika membuatku kebingungan . “ Jangan tertarik padaku ! “, lanjutnya yang membuatku bungkam . “ Seperti yang ku katakan padamu sebelumnya . Aku menyukai Yoona sejak pandangan pertama . Aku sudah menetapkan hatiku padanya . Apapun yang terjadi kelak , aku tetap akan memilihnya . Aku tak akan mudah goyah . “ , tegas Kyuhyun . Aku ingin sekali memuntahkan keluhan karena dia terlalu memandang tinggi dirinya .

Sekali lagi dalam hidupku , aku harus kembali melawan Yoona . Aku tak tahu apa yang direncanakan Tuhan untuk kami , tapi jika benar Kyuhyun sudah menetapkan hatinya aku harus kembali ke jalan awalku . Aku harus melakukan sesuatu untuk membunuh perasaan yang masih berupa ilusi ini . Aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri , atau aku akan menyesal kelak , karena membiarkan sesuatu yang bodoh telah tumbuh di hatiku untuk yang kedua kalinya . Aku tak mungkin lagi jatuh di tempat yang sama . Cukup sekali , hanya sekali , cukup Changmin Oppa yang menorehkan luka itu di hatiku . “ Baik . Aku akan menerima tawaranmu . “ , jawabku lirih . Pada akhirnya inilah caraku satu-satunya . “ Aku akan menjadi sekutumu . Jadikan Siwon Oppa milikku !” , lanjutku yang membuat Kyuhyun untuk sejenak kehilangan orientasinya .

“ Kau menerima tawaranku ? “, ulang Kyuhyun mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri .“ Tapi kenapa kau tiba-tiba beubah pikiran ? “ ,

“ Hanya satu syarat yang ku ajukan . Jangan banyak bertanya soal alasanku menerimamu . Terima atau Batal ! “ , gerutuku sebal .

“ Ya ! “ , protes Kyuhyun yang entah kenapa terlihat kembali terlihat kekanakan .

Mungkin ini awal dari segalanya atau akhir dari segalanya . Aku tak akan pernah tahu ? . Aku bukan peramal yang bisa melihat ke masa depan . Tapi aku sungguh berharap jauh di lubuk hatiku agar siapapun yang berakhir denganku akan benar-benar mencintaiku di dalam hatinya. Siapapun kau , apa kau siap ? .

*********************************

Author POV –

13 Januari 2014

00:06

Sooyoung sampai di rumahnya dengan selamat . Setelah mengemudi lebih dari 28 Km Sooyoung berusaha untuk merenggangkan otot-ototnya yang menegang . Dia selalu bahagia saat berada di rumah . Setelah memarkirkan mobilnya di garasi Sooyoung melewati pintu samping rumah yang menghubungkannya dengan dapur . Dia sedikit merasa lapar . Seharian tadi Sooyoung hanya sempat menyantap nasi kepal yang dibelikan asistennya di toko cepat saji .

Sooyoung meletakkan tas jinjingnya di meja dapur sebelum bersiap mencari makanan di dalam lemari pendingin . Suara dentaman buku-buku yang menjadi isi tasnya membuat kucing Sooyoug yang tertidur di samping meja sedikit menggeliat kaget. “ Miane Jongin !” , ujar Sooyoung pada kucingnya . Dia kembali membuka lemari pendingin di hadapannya .

“ Lihatlah dewi makanku yang selalu mencintai lemari pendingin dibanding suami dan anaknya ! “ , ujar sura bariton dari balik punggung Sooyoung .

Sooyoung berbalik sekilas dan memberikan namja itu senyuman kecil sebelum kembali menekuri isi lemari pendinginnya . “ Miane …. hatiku lebih mencintai kalian , tapi perutku berkata lain . Apa yang bisa aku lakukan ? “ , goda Sooyoung yang kemudian mengambil seiris Sachertorte dari dalam lemari pendinginya .” Kau mau ? “ , tawar Sooyoung pada suaminya .

Sooyoung menempatkan dirinya di samping meja bar yang membentang memisahkan ruang makan dan dapurnya . Suaminya berdiri bersebrangan denganya . Dia menuangkan susu putih ke dalam cangkir besar untuk mereka berdua . Ini sudah seperti tradisi bagi mereka . Berbagi makanan dan minuman .

“ Apa semuanya baik-baik saja ? Kau sudah hampir seminggu pulang larut . “ , tanya Suami Sooyoung seraya melahap irisan kue yang disuapkan Sooyoung padanya .

“ Ani . Semuanya berjalan sesuai tempatnya , hanya ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan perhatian ekstra ! “ , jawab Sooyoung .” Tapi Yaebo , apa sekarang kulitmu sedikip menghitam ? Dan ahhh ,,,, jambang-jambang kesukaanku . Apa sekarang kau berusaha menggodaku ?” . goda Sooyoung seraya menyentuh dagu suaminya . “ Kau tampan sekali . “ , pujinya .

“ Tentu saja . Suamimu ini bisa membuat semua yeoja  memalingkan muka setiap kali melewati mereka . “ ,

 “ Ya ! “ , gertak Sooyoung yang membuat suaminya tertawa renyah . “ Berhentilah bercanda ! Hibur aku ! “ , pinta Sooyoung kembali dengan nada manja .

“ Baik ….tapi izinkan aku membawa kita ke tempat yang lebih nyaman . “ , Sooyoung hanya tersenyum saat Suaminya menyebrangi bar dan mulai memapah tubuhnya menaiki tangga-tangga menuju kamar mereka .

“ Yaebo , Sharange …..” , ujar Sooyoung seraya merapatkan dirinya ke dada suaminya . Mungkin ini bukan hidup yang paling menyenangkan baginya , tapi bagi Sooyoung saat ini adalah saat yang paling berharga .

******************************

2 Mei 2012

Yoona sedang duduk di depan meja kerjanya . Sudah hampir seminggu dia menempati posisinya sebagai Dokter Unit Gawat Darurat di RS Seoul . Sebagai pendatang baru posisinya saat ini benar-benar memberatkan dia . Tak banyak bantuan dari dokter senior ataupun rekan setimnya . Ada puluhan kasus yang selalu butuh penanganan tepat dan cepat di unitnya saat ini . Dia menangani hampir semua kasus kecelakaan yang selalu datang tiap jamnya . Tangan dan tubuhnya selalu bergelimang darah dari pasien yang datang dan pergi dari unitnya .

“ Sungsaenim , ada pasien berusia 32 tahun sedang mengalami pendarahan di kubikel tiga . “ , ujar seorang paramedis yang sedang diburu waktu . “ Saya harap anda segera melihatnya , dia terluka di bagian lutut kiri , sepertinya ada pecahan kaca yang masuk ke dalam lukanya. “

“ Apa kau sudah menyuntikkan Anestesi padanya ? “ ,

Paramedis itu hanya mengaguk perlahan seraya mengikuti Yoona dari balik punggungnya . Mereka setengah berlari untuk bergegas . Yoona segera memeriksa luka sepanjang 26 cm yang membelah daging di sekitar lutut si pasien .

Yoona menangani kasus demi kasus dengan begitu sigap hingga dia lupa menjaga kesehatannya sendiri . Ini seperti ironi di dunia medis . Kau akan terlarut dalam berbagai kasus yang ada di hadapanmu dan merasa kalau dokter adalah robot penyembuh yang sudah kebal akan penyakit .

“ Selesai ….” , ujar Yoona setelah menjahit luka pasiennya . Ada peluh di dahi mungilnya . “ Bawa dia ke bagian Ortopedi untuk penanganan lebih lanjut . Hubungi Dr. Jisuk untuk menanganinya . “ , perintah Yoona pada asisten perawatnya .

Yoona memberikan senyum kecil pada pasien di hadapanya sebelum dia meninggalkan kubikel si pasien . Wajah lelah Yoona membuat perawat di sampingnya tersenyum prihatin padanya . Yoona melirik jam tangan tembaganya , sudah satu jam berlalu sejak jam jaganya berakhir . Dia baru sadar sejak jam istirahat tadi perutnya hanya diisi dengan kopi hitam buatan asistennya . Dia tak pernah sempat makan dengan teratur saat ditugaskan di UGD. “ Hah ….. “ , desah Yoona . Dia menyapukan pandangan ke area unitnya sebelum memutuskan untuk memangil Dr. Sujin untuk menggantinya berjaga .

Yoona mengemasi beberapa barangnya yang ada di meja , diliriknya beberapa tumpukan dokumen rekapan perkembangan pasien yang ditinggalkan oleh asistennya sejam lalu . Yoona ingin meraihnya untuk menyelesaikan pekerjaan tertunda itu tapi suara keibuan dari balik punggungnya mengehentikannya, “ Sudah tinggalkan saja . Ini sudah waktunya kau pulang . Biarkan Dr. Sujin yang mengerjakannya . “ , ujar kepala perawat Oh yang sudah dianggap Yoona seperti eommanya sendiri .“

Yoona tersenyum pada wanita paruh baya itu . “ Perutku sudah menjerit untuk diisi . Jika eommonim tak menghentikanku aku pasti akan berakhir kelaparan di meja itu . “ , canda Yoona .

“ Kau terlalu memaksakan dirimu . Pergilah ke caffetaria , aku akan mengendalikan situasi di sini sampai Dr. Sujin datang ! “ , usir perawat Oh dengan nada sayang .

“ Ne …. ! “, Yoona membungkuk sopan sebelum melangkahkan kakinya menelusuri lorong rumah sakit penghubung UGD dengan pintu keluar.

Dinikmatinya hembusan angin yang menerpa kulitnya . Sudah lebih dari 24 jam dia terkurung di dalam ruangan ber AC . Yoona sengaja membiarkan cahaya matahari yang menembus lindungan menghangatkan tubunya . Dia butuh asupan dari hangatnya matahari yang sedang bersahabat . Seperti orang yang menikmati kebebasan Yoona merentangkan tanganya untuk merasakan percikan air mancur yang ada di perempatan jalan menuju Caffetaria . Dia berjalan dengan menutup matanya , mencoba menikmati musik sunyi dari pepohonan di sekitarnya . Yoona terus melangkah hingga satu meter ke depan , dia tak sadar ada sepasang mata yang sudah memperhatikannya sejak semenit lalu .

“ Sepertinya kau menikmati waktumu Im Yoona ! “ , ujar suara itu dari balik punggung Yoona .

Yoona terdiam seketika . Tubuhnya mengenali suara itu . Suara yang hampir sepuluh tahun ini tak pernah didengarnya lagi . “ Tidak mungkin …. “ , perlahan Yoona membalikkan tubuhnya ke arah pemilik suara . “ Changmin Oppa ?” , bisiknya lirih .

Changmin berdiri di hadapannya dengan senyum miring yang sama . Wajahnya terlihat lebih dewasa dibanding dengan wajah yang ada di ingatan Yoona . Ada gurat umur yang sudah mulai terlihat di sepanjang garis matanya . Rambut yang dulu dibiarkan terurai di bahunya dipangkas begitu pendek sehingga mendekati potongan para pekerja militer .

“ Lama tidak bertemu ! “, ujar Changmin lirih .

“ Tuhan … katakan aku salah … tapi aku merasa bencana akan segera datang …”

*******************************

-TBC-

Heheheh mian ya reader ini sebenernya belom selesai ,,,, karena Adaya merasa kalo dilanjutkan kepanjangan , maka Adaya bagi dua aja . Yang B dilanjutkan setelah Adaya mengistirahatkan mata sejenak ya …. Nanti banyak SooWon di sana FYI aja heheheh ….. 

Jangan lupa tinggalkan jejak ya ….. 

Bye

Iklan

18 thoughts on “[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 5 A-

  1. nanti kira kira Soo eonni sm siapa ya ?
    Changmin nongol lagi bisa bikin Soo eonni tambah sakit hati nih 😦
    Soo manja gara gara ditinggal orang tua nya ya ? makanya berubah

    Next partnya ditunggu ya eonni ^^

  2. ya apyun mas changmin dateng tak diundang pulang mo tak anterin
    itu suami soo sapa yah kayae mas won nih kn klo punya jambang mbeek cukup keren kaya ustad
    nexttt …kissu kirim cipok basah

  3. ya allah tiap baca scene-nya gue ngelus dada, entah knpa nyesek .
    gue musketeer tp jujur dsini feel kyuyoung lebih dapet .
    rasanya 100kali bilang author daebak itu masih kurang . keren bgt.

  4. Kalo dari ciri-cirinya seperti Wonpa (Aamiin…) 😀 kan suaranya bariton klo kyu kan suaranya bass.
    Chingu kapan ngelanjutin FF ni penasaran sama endingnya…

  5. Kalo dari ciri-cirinya seperti Wonpa (Aamiin…) 😀 kan suaranya bariton
    klo kyu kan suaranya bass jadi kecil kemungkinannya.
    Chingu kapan ngelanjutin FF ni penasaran sama endingnya…

  6. Kak adaya, qu kangen deh pngen baca kelnjutan BND..
    Udh lama bgt kak.
    Meskipun udh dbaca berulang kali, karyamu bener2 tetep n0mer 1. Bagus bgt.
    Dtunggu next part nya…

  7. Kyaknya dri yg kubca sprtinya yg bkal jdi suaminya soo itu siwon,,
    scra kyuhyunnya suka sma yoona, gk suka sma soo 😀 dan soo juga sprti udh mulai mghlngkan rsa suka(ilusi)nya 😀

    pdhl lucu bngt klw lhat soo sma kyu ktemuan, 5% prsen doang damainnya, 95% rusuh mulu,scra sma2 mlutnya kgak bisa dijga 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s