[ FF ] Autumn In Hampshire – B .1-

Autumn In Hampshire

Annyeong maaf bolak balik kayak setrikaan yaaa …. Adaya balik nih dengan FF AIH Chap B.1 , ah ya B nya ada 2 yaaa , nanti kelanjutanya setelah NOY Chap 5 A ok ok … Ini Adaya Pos dulu karena emang lumayan panjang ini Chap B nanti hehehhe , agar para reader sekalian gak kehilangan fellnya aja Adaya kasih intro di B.1 ini untuk lebih memperkuat kesan hubungan Siwon dan Sooyoung . Seperti biasa yaaa saya mohon jangan jadi Silent Reader yaaaa … Maaf saya benar -benar mengerjakannya dengan sungguh sungguh sampai menomor duakan tugas dan kebingungan cari bahan kanan kiri loooh karena settingnya emang asing hehehhe , jadi mohon hargai kerja payah saya . Lebih baik dicaci daripada tak dihiraukan 🙂 .

Langsung aja yahh chapp chuss hehehhe Happy Reading

FYI : FF ini belum Adaya liatkan akan berakhir Sad atau Happy End yahhh jadi nanti kalo akhirnya Happy ya syukur kalo Sad jangan ditabokin ya sayahnya … karena saya udah bikin 2 ver hahhahaha , nanti liat deh saya kira kira maunya yang mana yang saya publish :p #evil grin

Kalo belom TBC bearti masih di ketik yaaa …maaf karena ini Live Action hehehhe

Title              : Autumn In Hampshire

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> hemself (23 thn ) , Choi Siwon–> himself (31 thn)

Other Cast    :, Max Changmin — >   himself (27 thn) , Yunho — > Choi Yunho (32 thn ) , Sooyoung Brother

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family , Sad Or Happy Ending ?

Rating          : PG- 17 ( All reader who Open mind )

  Disclaimer : This story inspired from Just Like Haven Novel by Julia Quinn , Ultra Cute Manga , Fruit Basket Manga , The Wedding by Julie Garwood , It Happened One Autumns Novel by Lisa Kleypas , Kingdom Of Dream Judith McNaught, The Viscount Who Loved Me Novel by Julia Quinn , The Vampire Diaries Season 3 Delena Moment . Note Nidya Cahya Intermezo (Thx Fellas  )  Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

“I believe in pink. I believe that laughing is the best calorie burner. I believe in kissing, kissing a lot. I believe in being strong when everything seems to be going wrong. I believe that happy girls are the prettiest girls. I believe that tomorrow is another day and I believe in miracles.”

― Audrey Hepburn

******************

Hythe , Hampshire

9 Oktober 2008

Sooyoung tak suka cara Siwon menatapnya. Mata sekelam malam itu membuat desir aneh merambati kaki dan perutnya. Satu , dua , hingga dua jam, mata itu tak mau melepaskan tatapannya dari Sooyoung. Dia sudah lelah menghitung untuk menahan dirinya tidak berbalik dan membentak pada lelaki yang saat ini sedang duduk di seberang kursinya itu.

Siwon menempatkan dirinya dengan tenang pada sofa lebar, tubuhnya sedikit merunduk disangga oleh sebelah sikunya. Sebelah kakinya dinaikkan dan ditumpukan pada lututnya yang sedang santai menjamah sofa. Dia menempatkan dirinya dengan tenang. Setidaknya dua atau tiga kali Sooyoung mencuri pandang pada Siwon yang tak bergeming dari posisinya, lelaki itu ada di sana, diam, tak melakukan apapun yang berarti . Well , kecuali menatapnya.

Sooyoung mencoba menenggelamkan kepalannya lebih dalam pada buku yang dibacannya. Dia mencoba mengeja kata demi kata yang tertera, mencoba dengan keras menyingkirkan pikirannya pada tatapan Siwon yang menggangu. ” Prudent ….” Bisik Sooyoung perlahan, mencoba melafalkan kata yang mendadak dia lupa artinya. Dia mencoba membaca baris demi baris kalimat. Tapi pikirannya kacau.

” Cih ….” Gumam Sooyoung perlahan, mencoba sekali lagi menahan emosi yang berkelebat di hatinya. Sekilas tadi dia melihat Siwon tersenyum miring, hanya sekilas, sebelum kembali ke wajah seriusnya. Sooyoung mencoba sekali lagi mengembalikan konsentrasinya pada buku yang dibacanya, dia mengambil cangkir teh yang ada di mejanya tanpa mengalihkan tatapannya dari buku, perlahan menyesap tehnya yang menimbulkan suara slurrp pelan di ruangan hening itu.

Sooyoung meletakkan cangkirnya kembali ke nampan, dia mengambil kesempatan itu untuk memberikan kerut tak setujunya pada Siwon tanpa mengesankan dia sengaja menatapnya. Tak berhasil. Pandangan itu tetap ada di sana, mengamatinya dengan perlahan seiring dengan desah nafasnya. Sekilas, hanya sekilas tadi Sooyoung berpikir Siwon tertidur dengan mata terbuka. Pikiran itu membuatnya tersedak tawanya, yang mau tak mau harus dikulumnya kembali di dalam tenggorokan.

Akhirnya. Setelah menahan dirinya begitu lama. Sooyoung mendongak dari buku yang dibacanya sambil mengerutkan dahinya yang membuat alis hitamnya hampir menyatu dalam satu garis lengkung sempurna. Dia menatap Siwon tepat dimatanya, tatapan yang menunjukkan kekesala . Sepercik rasa terkejut berkilat di mata tajam Siwon. Entah kenapa Sooyoung tak terkejut saat sudut bibir Siwon naik dengan pandangan jahil menggoda yang selalu ada pada sinar matanya. Ada sedikit kilat geli dan angkuh yang membaur dalam sensualitas yang membuat Sooyoung tak nyaman. “ Kau melotot padaku !”,

Siwon tertawa mendengar tuduhan Sooyoung. Sebelah alisnya naik dengan sempurna, senyum yang dikulum di bibirnya membuat semburat jahil dari pancaran matannya semakin kuat. ” Aku memandangmu !”,

Sooyoung memberikan pandangan ‘kau-pasti-tolol’ sekilas pada Siwon.“ Itu menakutkan , Sir !” kata Sooyoung pendek, seraya mencoba menekuni kembali buku yang dibacanya. Dia kembali membuka halaman yang sempat dia tinggalkan karena merasa terganggu dengan pandangan intens Siwon.

“ Ini romantis , Miss !” ,

Sooyoung mendesah dengan gaya berlebihan sebelum kembali menutup bukunya yang menimbuklan suara buk pelan . “ Hentikan !”, bentak Sooyoung seraya mendelik kesal pada Siwon. “ Kau mengganguku ! “

“ Kenapa ?”,

“ Kenapa ? “ ulang Sooyoung dengan nada tak percaya. “ Karena aku terganggu.” bentak Sooyoung seolah perkataan itu sudah cukup untuk menggambarkan segalanya.

“ Tidak . Tidak . Kau tak menjawab pertannyaanku . Kenapa tatapanku menggangumu ?”,

“ Well , apa sebenarnya yang ingin kau dengar ?”,

“ Kau belum menjawab pertannyaanku , Soo !”,

“ Aku menjawabmu dengan pertannyaan , Sir !”,

Siwon menegakkan tubuhnya perlahan, ia merenggangkan punggungnya yang liat dengan gaya malas sebelum berjalan menghampiri kursi Sooyoung dengan langkah lebar dan santai. Tangannya dimasukkan kedalam saku jeans-nya. Ia tersenyum sekilas ke arah Sooyoung yang mengerut kesal di hadapannya.

Berhenti sekilas seraya menempatkan dirinya dengan nyaman tepat di depan Sooyoung Siwon berkata , “ Kau sungguh pemalu , Soo !”, suarannya rendah dengan nada sedikit mengejek .

“ What the hell are you talking about !” sahut Sooyoung masam.

Siwon meledak tertawa , dia menyeringai tanpa rasa bersalah . Siwon mencondongkan tubuhnya sedikit , mencoba untuk mengamati wajah Sooyoung yang selalu terlihat lebih cantik saat kesal. Mata yang bulat dengan lingkar biru samar di bagian pias terluarnya , sebuah mata almond  bertahtah bulu mata letik dan tebal. Dan bibir merah yang merekah secara alami, Siwon tak pernah tahu Sooyoung merias atau mewarnai bibirnya dengan produk kecantikan manapun, dia hanya tahu Sooyoung selalu menggunakan cairan alami dalam tube yang selalu terisi penuh setelah eommanya kembali dari London. Siwon tahu bibir yang mengerucut kesal itu akan berubah lembut saat dia tertawa. Walau Siwon suka melihat senyum Sooyoung yang selalu membuat lesung pipit di pipi kirinya, Siwon selalu merasa Sooyoung sangat cantik dalam keadaan marah dan berapi-api. Seperti saat ini, saat dia mendelik kesal padannya, dengan bibir sedikit dimajukan dengan lucu, dan kerutan cantik yang selalu timbul di perbatasan hidung dan kedua matannya. “ Pulchritude* …… “ Bisiknya perlahan .

Sooyoung mengerutkan dahinya dengan keheranan yang jelas terpancar di matanya . “ Pelc …pulch , What ? “ ,

Tatapan itu kembali, tatapan dengan kosentrasi yang menakutkan. Siwon menatap pada Sooyoung dengan kasih lembut. Membuat Sooyoung sedikit menggigil gugup dalam sesuatu yang asing. Tangan Siwon terulur untuk menyelipkan sejumput rambut ikal Sooyoung ke balik telinganya. Jemarinya membelai tepian telinga Sooyoung perlahan. Ibu jarinya mengusap rahang Sooyoung dengan kelembutan yang menyiksa. Sooyoung bergidik seraya memejamkan matanya dengan golak aneh di perutnya. Tiba-tiba Sooyoung tak mampu bernafas, sentuhan Siwon membuatnya merasakan keanehan yang menyumbat paru-parunya. Penjelajahan jemari Siwon benar-benar membuat kepalanya pening. Sooyoung menahan nafas saat dia merasakan hembusan nafas Siwon di pipinya. Sooyoung tahu Siwon semakin dekat ke arahnya. Dekat, sangat dekat hingga dia bisa mencium aroma jerami kering yang selalu familiar dengan Siwon . ‘Tuhan!!! Ini …semua ini …ciuman ?Apakah Siwon akan menciumku ? Oh Tuhan!!’ batin Sooyoung dalam hati .“ Lanjutkan membaca !”, ‘Membaca ?What ?’, Sooyoung membuka sebelah matanya dengan ragu-ragu, Siwon sudah menjauh darinya ,berdiri dengan cepat dan berbalik ke arah ruang makan .

“ Tunggu! Apa ? Kenapa ?” tanya Sooyoung dengan terbata, dia tak tahu harus memulai dari mana. Sooyoung merasakan mantera sensual yang terbangun di antara mereka tiba-tiba terputus. Kelembutan yang baru saja menjalari hatinya tiba-tiba menghilan . Dia kehabisan kata dan merasa bingung dengan perubahan Siwon yang begitu cepat.

“ Bukankah kau tak ingin aku menggangumu ?” Siwon meyakinkan Sooyoung yang masih dilanda rasa bingung di tempatnya. “ Aku pergi ! Bye !”, lanjutnya seraya berbalik kembali memunggungi Sooyoung .

“ Wait !! Choi Siwon ?”,kata Sooyoung , menegang dalam hati ketika mengingat kejadian sedetik sebelumnya.

 Well , well , well . Ada apa denganmu ? Sedetik kau mengataiku menggangu, detik lain kau menyuruhku pergi dari hadapanmu .Dan sekarang? Kau tak ingin aku pergi? Kau sangat labil , Sayang !” jawab Siwon dengan lirikan mengejek .

“ Kau boleh pergi sesuka hatimu , tapi …. tapi katakan apa artinya !”,

“ Arti ?” ,

“  Pulchritude…” Ujar Sooyoung lemah.

“ Kau ingin tahu artinya ?” Siwon menjawab dengan senyum memukaunya .

Sooyoung mengaangguk mantab . “ Well yeah !”,

“ Artinya kau jelek !”, jawab Siwon dengan seriangai jahil yang terbit di matanya, dia mengedikkan bahunya tak acuh saat melihat reaksi Sooyoung yang mendelik kaget. “ Apa yang kau harapkan ?”, tanyanya mengejek . “ Kau cantik ?”,

“ Kau …” , ujar Sooyoung dengan amarah di matanya ,” Menyebalkan !”,

Siwon terkekeh,” Separah itu ?” , ujarnya sebelum berlalu meninggalkan Sooyoung yang melemparkan buku yang dibacanya dengan geraman kesal .

“ Kau brengsek Choi Siwon !!”, teriak Sooyoung .

“ Yeah , Aku tahu sayang !”, jawab Siwon tanpa repot-repot untuk menoleh .

NB : * Pulchritude = Kata yang diserap dari bahasa Latin ‘pulcher’ yang bearti cantik .

******************************

1 November 2008

Sooyoung POV –

Aku tak tahu. Tak mengeri. Jelas tak mengerti dengan jalan yang ditakdirkan Tuhan. Tapi aku tahu satu hal. Lelaki yang saat ini tersenyum di hadapanku, di meja makanku , di rumahku ini adalah orang yang patut untuk disiksa dengan cara yang paling kejam.

Siwon menatapku dengan alis melengkungnya. Seperti biasa, dia selalu menampilkan wajah acuh yang sudah terlatih olehnya. Aku curiga dia selalu melihat pantulan wajahnya di depan cermin berulang-ulang sebelum akhirnya menemukan ekspresi yang pas dengan jiwa penggodanya saat ini .

 “ Morning , Sunshine !”, ( “ Pagi Sayang !” ,) ujar Siwon dengan ceria seraya menyantap buttered toast dan sausages dari piringnya.

 Morning , Jerk !”, ( “Pagi Brengsek !”, ) jawabku dengan nada kantuk. Baru jam enam pagi dan matahari belum benar–benar menyingsing di singahsananya. Tapi lelaki di hadapanku sudah begitu bugar seperti bison liar.

“ Well , aku tersanjung!”  jawab Siwon seraya menuangkan susu ke dalam gelas kosong di hadapanku.

“ Terimakasih ! “ jawabku singkat sebelum menyantap sepiring penuh sarapan pagiku. Aku menyingkirkan baked beans yang ada di piringku dengan perasaan sebal. Saat ada Eomma aku akan berusaha memakan habis baked beans keras dan sedikit berlendir itu sampai habis, karena aku tak ingin membuat Eomma kecewa dengan menyisakan makananku di piring. Tapi saat Eomma ada di London aku akan membuang baked beans-ku ke dalam tong sampah. Karena Yunho Oppa yang menjadi pengurus segalanya, dia akan secara sengaja memberiku porsi lebih baked beans hanya untuk membuatku kesal. Tapi entah sejak kapan, Siwon akan menjadi penyelamatku. Dia akan mengambil baked beans yang kusisakan dan memakannya sampai habis. Sebagai gantinya dia akan memberiku beberapa iris bacon miliknya untuk kumakan. “ Eugh ! Aku akan membunuh kakak kandungku !”  geramku saat melihat dua sendok, tidak , empat sendok baked beans ada di piring makanku.

“ Singkirkan, aku akan memakannya nanti ! “  ujar Siwon perlahan seraya memberiku dua iris bacon yang sangat kusuka.

“ Kenapa kau begitu baik padaku ?” ujarku sekenanya .

“ Aku tidak baik . Aku hanya sangat suka baked beans dan begitu membenci bacon !”,

“ Pembohong !” sahutku pelan .

“ Kau tak percaya? Apa kau ingin tahu kenapa aku membencinya? Ini cerita soal babi kecil yang kupelihara saat aku berumur empat tahun dan malah berbalik menyerobotku ke dalam lubang lumpur hingga aku tenggelam bersama kawanan babi menjijikka yang memberiku lendir bau dan … “,

“ Hentikan !” pintaku saat aku mulai memikirkan hal menjijikan tentang babi kecil dan kubanganya yang bau.

Siwon menyeringai  , “ Kau percaya sekarang ?”,

“ Tidak . Aku merasa jijik !”,

” Well , aku terkejut ! Rasa jijik yang keluar dari bibir wanita yang memakan kue lumpur dengan cacing , huh ?” sindir Siwon mengacu pada masa kecil Sooyoung . Bibir Siwon melengkung karena campuran geli dan puas . Aku memandangnya sekilas sebelum kembali menekuni sarapanku .

FYI :

Full English Breakfast:

Terdiri dari : telur goreng atau rebus, bacon atau biasa disebut dengan irisan daging babi yang dikeringkan, jamur goreng, baked beans, hash browns, roti bakar dengan margarin, dan sausages.

**************************

Author POV –

Mereka melanjutkan sarapan mereka dalam diam. Beberapa menit kemudian, Siwon meletakkan garpu dan pisaunya melintang di atas piringnya yang kosong. Dia meminum kopinya sebelum mengalihkan tatapannya ke Sooyoung yang sedang berkosentrasi dengan makannanya. Sedikit senyum kecil tergambar di bibir Siwon saat melihat bekas krim susu yang ada di bagian atas bibir Sooyoung.

“ Dimana Yunho Oppa ?” tanya Sooyoung akhirnya . Dia menyelipkan rambut ikalnya yang terurai ke belakang telinganya .

“ Hemmm …. “ Siwon tak mendengar ucapan Sooyoung, dia memperhatikan peri kecilnya sedang duduk dengan cantik di hadapannya. Rambut yang tergerai seperti tirai malam, bagai legenda di Irlandia kuno, mata itu selalu menyihir dan membuat jiwa penikmatnya hilang dalam sekejap, mengikuti arah imaginasi yang melayang entah kemana.

“ Aku berharap dia tak terlalu dekat dengan Tifanny …. aku sangat menyukai Yoona, dan aku tahu dia sangat naksir pada abangku. Kau tahu dia adalah sahabat terbaikku , sedangkan Stefanny …. Well , dia memang bukan musuhku, tapi aku tak begitu suka dengannya …..” Sooyoung terus berceloteh tanpa tahu Siwon mengamatinya dengan pikiran yang sama sekali berbeda.

Siwon sadar Sooyoung sedang berbicara padannya. Dia mulai meledak-ledak seperti biasa. Dengan ucapan cepat yang hampir menyamai hembusan angin. Siwon hanya tahu mulut gadis di hadapannya bergerak-gerak dengan lincah, matanya yang ekspresif telah menggambarkan dengan jelas topick yang dibicarakannya. Terhipnotis. Seperti itulah perasaan Siwon saat ini. Sejentik krim susu yang tertinggal tampak membekas melengkung sempurna bersama garis tepi bibir Sooyoung. Siwon bertanya-tanya dalam hati, seperti apa rasa krim itu di bibirnya sendiri.

“ Kau tahu setiap hari Yoona ….. “ Sooyoung masih berceloteh tentang hal yang sama sekali tak didengar Siwon. Perlahan. Sangat perlahan. Siwon mencondongkan kepalannya mendekati Sooyoung yang berjarak tak lebih dari sejengkal di hadapanya. Pandangannya masih tertuju pada bibir Sooyoung yang membuka dan menutup karena celotehannya . “ Apa yang kau lakukan ?” ujar Sooyoung saat sadar wajah Siwon sudah sangat dekat dengan wajahnya.

Siwon tersenyum miring dengan seriangai pendosa , “ Menciummu …” ujarnya sedetik sebelum dia menyatukan bibirnya dengan Sooyoung.

Sooyoung mematung sesaat setelah bibir dingin Siwon menyatu dengan bibirnya yang lembut. Ciuman Siwon begitu ringan hingga seperti hembusan nafas dari orang yang begitu lemah. Sapuannya begitu hangat dan membuat bibirnya yang tertutup gemetaran karena sensasi aneh. Sooyoung masih tak bergerak sementara denyut nadinya semakin berpacu dan dia berusaha mencerna kejadian yang menimpa dirinya dengan otaknya yang hampir lumpuh. Siwon mengurangi tekanannya pada lengan Sooyung yang terkulai. Sebaliknya dia sedikit menekankan bibirnya pada bibir Sooyoung, sekilas dia menjilat lembut krim susu yang ada di bibir atas Sooyoung dengan sapuan lidahnya. Dia mulai mengangkat kepalanya dan memandang lucu pada Sooyoung yang terlihat sepucat mayat . “ Biar ku tebak ! Apa ini ciuman pertamamu , Soo ?”,

Sooyoung memandang Siwon dengan matanya yang membelalak kaget, dia melihat senyum jahil di mata Siwon sesaat sebelum pria itu mengedipkan salah satu matanya dengan kilat menggoda. Sooyoung terperangah, tak ada tak ada manusia di dunia ini yang akan melakukan tindakan seperti itu. Mencium. Mengejek. Secara bersamaan. Kecuali dia iblis! .

Sooyoung mencengkram pisau makannya dengan kuat , “ Kau …MATI KAU CHOI SIWOOOOOOOOOON !!”,

***********************

2 Februari 2009

“ Dia akan pergi … dia akan kembali ke Korea !”,

Sooyoung sedang tidak ada selera untuk membaca. Matanya terus mengikuti setiap kata yang ada pada buku yang dibacanya, tapi pikirannya terus teralihkan pada fakta yang terus berputar di otaknya. Mulanya dia mengira Kakaknya sedang mengerjainya dengan membuat lelucon konyol. Dulu sekali mereka –Kakaknya dan Siwon- pernah membuat lelucon yang sama. Mereka dengan sangat ahli membuat Sooyoung menangis karena menceritakan rencana kepindahan Siwon ke Korea. Tapi itu dulu. Lelucon anak-anak yang digunakan hanya untuk memperoleh kepuasan dengan melihatnya menangis. Tapi kali ini Sooyoung tak melihat gurat jahil yang selalu ada di wajah Yunho saat membohonginya. Kenyataan bahwa Siwon akan segera meninggalkan Inggris untuk selamannya benar-benar mengganggu pikiran Sooyoung hingga dia lupa cara mengeja dengan benar.

Walau harus diakui olehnya, selama sembilan belas tahun mengenal Siwon hanya kenangan buruk yang selalu diingatnya. Dia dan kakaknya seperti membentuk aliansi anti Sooyoung dan memiliki visi untuk selalu membuat Sooyoung menderita dengan gurauan-gurauan mereka. Tapi tak sedikit juga hal baik yang dia alami bersama Siwon. Saat mendengar kabar itu hal pertama yang paling disesali oleh Sooyoung adalah kehilangan senyum miring Siwon saat menggodanya. Senyum yang selalu dibencinya saat dia menggoda Sooyoung, tapi justru itulah hal yang paling dirindukan olehnya.

Sooyoung mendesah lelah. Dia meletakkan buku yang dibacanya pada nakas di samping tempat tidurnya. Dia memutuskan untuk  tidur lebih cepat karena tidak yakin dia akan mampu menahan air matanya jika tetap terjaga. Sooyoung membuka selimut tidurnya dan bersiap untuk berbalik , “ God Good !!” teriak Sooyoung saat di sampingnya sudah berbaring Siwon. Lelaki itu terlentang dan menjadikan kedua tanganya sebagai bantalan kepalanya. “ Apa yang ….”, ucapan Sooyoung melemah. Hari ini entah kenapa hari ini seperti hari terakhir mereka bertemu . Dia tak ingin marah pada Siwon. Sebagai gantinya Sooyoung hanya berdiam dan kembali ke dalam selimutnya. Dia memunggungi Siwon yang sedang berbaring di sampingnya.

“ Kau tidak marah ?” tanya Siwon dengan suara selembut angin.

“ Karena kau masuk dari pintu ?” jawab Sooyoung dengan suara serak. Dia mencoba menahan air mata yang sudah mencekat tenggorokannya.

“ Karena aku akan meninggalkan Inggris.” jawab Siwon perlahan. Sooyoung bisa merasakan Siwon bergerak mendekatinya dari tempat tidurnya yang turut melesak ke arah belakang.

“ Untuk apa? Itu adalah hari dimana aku bebas dari tangisan. Tangisan karena aku tak akan lagi merasa terintimidasi olehmu dan Oppa !”,

Bibir Siwon melebar membentuk senyum ,“ Pembohong !”,

“ Apa benar …. kau akan pergi untuk selamanya ?” ujar Sooyoung akhirnya .

“ Hemmmm .” gumam Siwon .

“ Hemmm yes atau hemmmm no ?” ulang Sooyoung yang entah kenapa sedikit merasa jengkel dengan sikap Siwon yang ambigu .

“ Hemmmm hanya hemmmm !”,

Sooyoung membuka selimutnya dengan sebal. Dia berbalik ke arah Siwon yang sedang tersenyum lebar di tengah keremangan kamarnya . “ Pergilah . Selamanya . Jangan pernah kembali !”  maki Sooyoung .

“ Kau yakin ?” tanya Siwon dengan suara lembut , suara yang sangat jarang ditunjukkan olehnya .

Sooyoung gemetar di hadapan Siwon, dia tak pernah berbohong, tak mampu berbohong. Walau mulutnya mungkin bisa berkata lain tapi tubuhnya selalu bersikap jujur, Sooyoung meneteskan air mata pertamannya. Dia mencoba menutup matanya yang sembab dengan kedua telapak tangannya . “ Ya Bodoh ! Aku yakin ! Sangat yakin !”, bentak Sooyoung disela tangisannya .

Siwon menegakkan tubuhnya sebelum merangkul Sooyoung dan membawanya kembali tidur di rengkuhannya. “ Aku berjanji tak akan pernah kembali , jika itu yang kau mau !” ujar Siwon dengan suara serak .

Sooyoung memukul kecil dada Siwon dan membuat kedua orang itu tertawa perlahan. “ Kau harus mengirimuku e-mail setiap detiknya !”,

“ Ohhhh tentu, tanpa kau minta aku akan menjadi spamers di emailmu. Apa kau kira aku akan meninggalkan rutinitasku selama ini hanya karena jarak ?” goda Siwon perlahan .

Sooyoung mendongak sebelum kembali pada bantalnya sendiri, dia menatap Siwon perlahan , dia mencoba mengamati detail wajah lelaki yang sudah hampir ditemuinya setiap hari selama sembilan belas tahun ini . Dia takut sangat takut melupakan wajah itu . “ Kau …harus kembali suatu ketika nanti ?”,

Siwon tersenyum kecil mencoba memahami pikiran Sooyoung yang seolah dia akan pergi ke dunia lain . Dia mengaguk mengiyakan , sesekali ingin memberi kepuasan pada diri Sooyoung . “ Suatu hari … di musim gugur yang dingin . Sama seperti saat kau pertama kali melamarku , di hutan Hampsire yang berbau humus , aku akan kembali , lengkap dengan senyum jahilku !”  ujar Siwon dengan tekad yang sengaja dilebih-lebihkan.

Sooyoung tak bisa tak tersenyum mendengarnya . Hanya saat ini saat ini saja dia ingin menikmati moment terakhirnya bersama Siwon , sebelum kantuk memisahkan mereka. Sooyoung meraih pematik lampu di nakasnya, membuat suasana kamar menjadi begitu gelap. Sooyoung terdiam dan mencoba meresapi kebersamaan mereka yang terakhir kali. Dia mendekatkan dahinya ke dahi Siwon. “ Kau brengsek !” untuk yang terakhir kalinya dia ingin mengucapkan kata itu , kata yang tak mungkin akan bisa didengar Siwon lagi dari mulutnya secara langsung.

“ Yeah aku tahu sayang !” jawab Siwon sebelum Sooyoung jatuh tertidur.

****************************

-TBC-

Lalalalalalala #nyanyi 🙂 Sekian yaaa ,,,, sebenernya mau kasih liat setelah 4 tahun berlalu gt hahahha dan mau kasih liat Changmin juga tapi nanti aja ahhh di B.2 hahahahhaha #author kurang ajar …..
Maaf ya updatenya lama hahahha karena agak sibuk emang Adaya akhir akhir ini sama beberapa benda yang disebut jurnal hehehe . Mohon maaf ya kalo ada taypo , jika ceritanya membosankan , aneh , gak bermoral dan lain lain .

Dont be silent reader ya reader yang budiman , kan kalo banyak yang berkicau Adaya jadi semangat nulisnya , nih nih Adaya kasih teaser di part berikutnya :

[TEASER]

Chap B,2

“ Well kita sudah sampai …. “ , ujar Sooyoung saat mereka memasuki jalan setapak menuju perkebunan keluargannya . Sooyoung menekan klakson saat melihat gerombolan sapi ras murni yang diternakkan keluarganya menghalangi jalan truck-nya . “ Terimakasih Zakary …. “ , ujar Sooyoung pada salah satu pengurus peternakannya yang membantu sapi-sapi itu menepi . Truck berhenti di depan cottage mungil yang dibangun dari bata merah . Sooyoung menginjak pedal rem dan mengunci trucknya agar tetap diam di tempatnya . “ Kau boleh turun …. “ , .

Siwon memandang Sooyoung kemudian cottae di hadapannya . “ Kau tidak turun ?” ,

“ Aku tidak tinggal di sini lagi . Aku punya kondominium di  Ringwood . Tak begitu jauh dari sini . Aku akan kembali setelah mengambil beberapa barangku yang tertinggal …. “ , ujar Sooyoung dengan nada lelah .

Siwon mengaguk pelan . Dia tak segera turun . Tatapannya masih terkunci pada Sooyoung . “ Apa yang kau lihat ?”, tanya Sooyoung gusar .

Siwon menggeleng perlahan , “ Bolehkah ?”,

“ Boleh ? Apa ?”,

Siwon semakin mencondongkan tubuhnya mendekati Sooyoung , dia meraih topi Yankee yang dikenakan Sooyoung , dengan kasar dia membuka topi itu bersama dengan kaitan longgar yang mengikat rambut ikal Sooyoung .

“ Yack !!! Apa yang kau lakukan ?”, teriak Sooyoung saat rambut sepinggangnya kembali jatuh ke sekeliling tubuhnya . Siwon tak mengejapkan matanya sedetikpun , mencoba menangkap sosok yang selalu ada di bayangannya selama 4 tahun terakhir .

Siwon tersenyum puas sebelum mencondongkan tubuhnya untuk mencium Sooyoung di pipi . “ Dorongan hati , bye !”,

******************

Siwon POV –

Lelaki itu mendekat . Sangat dekat . Pada Sooyoung yang menggelayut manja padanya . Aku tak pernah melihat pancaran sinar sebahagia itu dari Sooyoung . Aku sudah terlalu lama pergi . Brengsek . Baru empat tahun . Sooyoung dan laki laki tinggi itu mendekat ke arahku dengan langkah santai , tangan mereka bertaut menjadi kesatuan yang indah .

” OPPA , PERKENALKAN DIA CHANGMIN , TUNANGANKU !!!” ,

Baik dia tak benar benar mengatakannya dengan nada keras , tapi di kepalaku gelegar dentum itu seperti petir ….

Baik peperangan baru dimulai , dude !

***************

Bye bye 🙂

Iklan

3 thoughts on “[ FF ] Autumn In Hampshire – B .1-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s