[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 4-

Salut, Cava ?

Adaya kembali mau Post FF lanjutan BND ūüôā , semoga chingudeul menikmati membacanya …..

Let’s Rock !

FYI : Yang Bercetak Miring FlashBack

Title              : Billionaire Next Door

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast¬†¬† ¬† : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun

Other Cast ¬†¬† :¬† Super Generation,¬† BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister¬† , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family,

Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )
 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator! 

Chapter -4-

Author POV-

” Appa ….Appa…..Appa……!!! Jangan tinggalkan aku ! Oppa suruh Eomma dan Appa bangun . Oppa ……aku ingin ikut dengan mereka ! “,¬†

¬†Sooyoung memandang bayangannya di cermin . Dia mencoba menenangkan dirinya dengan membasahi wajahnya dengan air . ” Appa …..Eomma ….”,bisiknya lirih . Sooyoung yang selalu menunjukkan sisi kerasnya di depan semua orang selalu tertunduk lemas saat sendiri . Dia tak pernah merasa bahagia sejak kecil selain saat dia berpura-pura bahwa dunia memujanya . Dengan menampilkan sikap acuh dan angkuh setidaknya Sooyoung tak menjelaskan alasan kesedihannya . Dia selalu memakai topeng itu setiap saat , bahkan di depan Kangta .
” Apa yang kalian lakukan ?”, Sooyoung melihat Changmin dan Yoona berpelukan di hadapannya . ” Yoona ?” ,¬†
” Younggie dengarkan aku … ini hanya salah paham ?”,¬†
” Tidak …aku pasti bermimpi .”, ujar Sooyoung pada dirinya sendiri¬†
” Younggie ….”,¬†
” Aku akan pergi , ini tidak mungkin nyata !” ,¬†
Changmin menghentikan langkah Sooyoung . ” Kau tak bermimpi . Apa yang kau lihat adalah yang sebenarnya . Aku mencintai Yoona . “,¬†
” Oppa !”, Yoona berusaha menghentikan Changmin .¬†
” Mwo ?” , Sooyoung memandang ke arah sahabatnya kemudian kekasihnya .”Kalian menghianatiku ?”,¬†
” Younggie dengar aku…”,¬†
” Lepaskan !”, Sooyoung menepis uluran tangan Yoona .¬†
Changmin tak suka cara Sooyoung memperlakukan Yoona . ” Kau sudah salah paham akan hal ini . Bukan Yoona yang menghianatimu , tapi kau yang menghianati Yoona …”,¬†
” Hentikan Oppa …”, Yoona menangis di hadapan Changmin .¬†
” Selama ini aku mencintai Yoona . Dia yang memintaku untuk menerimamu . Dia memintaku untuk membuatmu bahagia dengan mengorbankan …”,¬†
PLAK 
Changmin terdiam , dia memandang tangan Yoona yang masih terangkat di udara . ” Hentikan aku mohon !”, Yoona melihat Sooyoung yang sudah bergetar di tempatnya .¬†
” Younggie ..miane !”, Yoona berusaha membujuk Sooyoung.¬†
Sooyoung tak bisa tetap di sana .Dia harus pergi sebelum dia membenci Yoona unuk selamanya .Satu -satunya orang yang dianggapnya sebagai teman di dunia ini telah menghianatinya . Sooyoung tak bisa tetap di sana untuk menyaksikan segalanya . Dia akan hancur , semakin tenggelam dalam kegelapan yang sudah dibangunnya sejak kecil . 
¬†” Aku lelah Appa . Aku lelah terus seperti ini . “, Sooyoung melihat potret keluarga mereka yang tergantung kokoh di kamarnya . Ingatan lima tahun lalu saling berkelebat dengan ingatanya saat berusia tujuh tahun . Suara ketukan pintu membuat Sooyoung kembali bersiaga . ” Masuk !”, ujarnya lirih .

Sekertaris Oh masuk ke kamar Sooyoung dengan membawa sebuah folder dokumen dan undangan berwarna emas . ” Apa itu ?”, tanya Sooyoung ingin tahu .

” Ini adalah data tentang perancang perhiasan baru yang Nona minta . “, ujar sekertaris Oh seraya menyerahkan sebuah folder kepada Sooyoung . ” Dan ini undangan dari Tuan Kwon . “,

” Undangan ?”, ujar Sooyoung dengan antusias seraya membuka amplop undangan . ” MyeongDong Nanta theatre ?”, sebuah Senyum terkembang di wajah Sooyoung . Mata Sooyoung menelisikisi undangan . ” Kyuhyun Oppa?” , mata Sooyoung berhenti pada akhir undangan . Dia terkejut ternyata pengirim undangan itu bukan Siwon tetapi Kyuhyun . Sooyoung kembali melihat ke amplop undangan dan jelas tertera namanya di depan amplop.

” Ada yang salah Nona ?”, tanya sekertaris Oh yang melihat kerut kecewa di dahi Sooyoung .

” Ani . Apa aku ada jadwal penting besok ?” , ujar Sooyoung mengalihkan pembicaraan .

” Besok setelah makan siang dengan Duta besar Turki akan ada pertemuan dengan Desainer Lorraine Schwartz di hotel Park Hyatt Seoul .” jelas seketraris Oh . ” Apa ada yang lain Nona ?”,

” Ani . Terimakasih¬† , kau boleh pergi !”, ujar Sooyoung seraya tersenyum kecil .

” Baik . Saya permisi . ” , Sekertaris Oh kembali meninggalkan Sooyoung .

Sepeninggalan sekertaris Oh Sooyoung kembali membaca undangan dari Kyuhyun . Dia masih bertanya-tanya dalam hati , kenapa Kyuhyun mengundanganya . Sooyoung tak mau memikirkannya tapi saat pertemuan pertama mereka Kyuhyun sama sekali tak tertarik dengan dia . Apa itu adalah salah satu cara Kyuhyun untuk menarik perhatiannya , Sooyoung tak tahu . ” Kwon Kyuhyun , kita lihat apa sebenarnya tujuanmu?”, batin Sooyoung dalam hati .

*******************************
Sooyoung POV-

” Aku sama sekali tak berniat jatuh cinta padamu !”,

Aku hampir saja tersedak teh yang diminumnya . Aku menatap Kyuhyun dengan pandangan jengkel . ” Apa maksudmu ?”,

” Aku hanya ingin menjelaskan padamu . Aku tak tertarik denganmu . Tapi aku ingin mengajakmu bekerja sama ! . “
Aku menatap Kyuhyun sekali lagi mencoba mencari jejak jahil yang selalu ada di wajahnya . Tapi aku tak menemukannya , dia menatapku dengan tatapan serius yang tak pernah aku lihat sebelumnya . ” Kerja sama ?”,
” Aku sebenarnya malas mengatakan ini , tapi kau membutuhkanku seperti aku membutuhkanmu . Aku tahu kau tertarik dengan Siwon Oppa . Dan kau tentu tahu aku tertarik dengan Yoona . Mari bekerja sama mulai hari ini untuk menempatkan hal ini menjadi cinta yang tak bertepuk sebelah tangan . Aku tak ingin bersaing dengan Hyung untuk memperebutkan wanita yang sama . ” , Kyuhyun menyeruput Ice Coffenya sebelum melanjutkan , ” Dengan sikap dan tingkahmu aku ragu Hyung akan tertaik padamu , tapi tenang aku akan membantumu . ” , aku kembali mendengar ada nada jahil dalam suaranya yang tadi sempat menghilang.

Aku tak bisa berhenti dikejutkan olehnya hari ini . Mulai dari pertunjukan theater yang megah , sikap yang dingin , dan jamuan minum di kedai murahan . Dia benar-benar menunjukkan padaku kalau dia tak tertarik padaku dan berusaha menunjukkan dia bisa memperlakukanku seenaknya . Membawaku ke tempat mewah kemudian menghinaku dengan mengunjungi kedai minum murahan .Dan kali ini dia mengkritik tentang sikapku ?

” Kau sungguh tak sopan Kwon Kyuhyun . Kau kira aku bodoh ? Aku sama sekali tak melihat keuntungan bagiku. Kenapa aku harus menyetujuinya ?”, aku sudah hampir kehabisan kesabaran saat menginjakkan kaki di kedai kotor ini .

” Kau akan melihatnya ! Ini adalah sesuatu yang tak nampak keuntunganya di masa kini . Apa kau tak belajar ekonomi ? Ini sebuah investasi yang akan kau peroleh profitnya di masa depan . ” , ujar Kyuhyun dengan gaya lucu . Aku tak tahu aku ingin tertawa saat ini , tapi mencoba menahannya .

” Aku tak tertarik . Aku lebih suka kompetisi terbuka . Apa kau khawatir daya pikat minimmu itu tak mampu menjerat hati Im Yoona ?”, aku membalik ucapan Kyuhyun . Aku ingin menunjukkan padanya kalau aku bisa juga bermulut tajam pada siapapun yang menggangguku .

Aku ingin tersenyum karena kali ini Kyuhyun yang tersedak minumannya . Dia melirikku dengan pandangan sebal . ” Kau tak mungkin berfikir seperti itu . Tawaranku tetap terbuka . Jangan salahkan aku jika Hyung menolakmu . ” ,

” Aigoo … Tuan mudah satu ini , terserah kau . Sekarang antarkan aku pulang !”, aku melirik jam tanganku , sudah waktunya aku menghadiri jamuan makan malam dengan keluarga Jung . ” Apa yang kau lakukan . ” , aku melihat Kyuhyun yang tetap menikmati Ice Coffe di hadapannya tanpa keinginan untuk beranjak dari tempatnya .

” Kau bisa jalan kaki kan ?”, Aku kembali ternganga mendengar ucapannya . Aku melihat ke sekeliling kedai yang diisi oleh orang -orang berpakaian kumal dan bau . Dia sengaja membawaku ke tempat yang sulit dijangkau agar memberiku tekanan untuk menerima tawarannya . Tak ada Taxi tak ada bus , dan demi Tuhan kenapa aku begitu bodoh tak mengisi battery ponselku semalam .

Tatapanku kembali menghujam Kyuhyun yang masih duduk dengan gaya santai . ” Terima atau kau pulang dengan kedua kakimu ?”, desak Kyuhyun .

Aku tak mau mengalah padanya .Dengan senyum sinis aku berbalik meninggalkan Kyuhyun yang terkejut dengan tindakanku. Aku melangkahkan kakiku menembus kerumunan orang yang mengepulkan asap rokok untuk menjangkau pintu keluar , suara hak stiletoku berdentam dengan lantai kayu yang berderit . Aku melihat langit yang sudah mulai gelap dan berdoa dalam hati agar aku menemukan taxi di tengah perjalanan .

” Yack ! Kau mau kemana ?”, aku mendengar Kyuhyun memanggil-manggil namaku dari balik punggungku . Aku berusaha mempercepat langkahku . ” Choi Sooyoung !”,

Aku mencoba berlari kencang . ” Jangan kejar aku !” , aku merasa kondisi kami saat ini sangat konyol seperti adegan klasik film bollywood . Aku terhenti karena wajahku membentur sebuah tubuh subur di hadapanku . ” Yack ! Apa kau tak lihat jalan …..”, aku mulai kehilangan kata-kata saat tahu wanita yang bertabrakan denganku adalah wanita yang aku temui di restoran empat hari kemarin . ” Pasta …”, bisikku . Aku melihat ke sekitarku ada lima orang di sana , dua di antaranya adalah kumpulan wanita yang dulu aku temui di restoran bersama wanita gemuk di hadapanku . Aku ingin berbalik , tapi wanita itu mencengkram tanganku dengan kasar .

” Daebak ! Lihat ..bukankan yeoja ini adalah yeoja yang menyiramku dengan red wine ?” , Wanita gemuk yang mencengkram tanganku mendorongku ke depan kelima temannya .

” Kyuhyun ….Kyuhyunn……. !!”, aku mencoba mencari bantuan . Salah satu yeonja yang berambut keriting menampar wajahku dengan keras .

” Pelacur kecil ini ketakutan !¬† Hahahahha !”, mereka mulai mentertawakanku, salah satu diantara mereka mencoba mengambil sesuatu dari dalam tasnya . Dia memberikan sebuah botol soju kepada wanita yang mencengkramku .

” Daebak ! Dia telah membiarkanku merasakan red wine , kenapa kita tak membiarkannya merasakan minuman favorit kita ?”, semuanya kembali tertawa , dia meminta temannya untuk membukakan tutup botol soju sebelum menyiramkannya ke kepalaku .

Aku mencoba meludahi wajah wanita itu , tapi dia membalasku dengan tamparan keras di pipi . ” Wanita menjijikkan , kau akan menyesal memperlakukan aku seperti ini .”, teriakku , tapi mereka hanya tertawa ke arahku . Aku memandang berkeliling,¬† takut kalau Kyuhyun tak menemukanku . Aku menyesali keputusanku yang tak menerima tawaran Kyuhyun tadi . Hari ini memang mungkin hari sialku . Aku menatap kumpulan Yeonja di hadapanku yang sedang menyulut sebatang rokok . ” Apa yang kau lakukan ?”, aku mencoba melangkah mundur dari wanita gemuk di hadapanku tapi di tahan oleh dua wanita di belakangku .

” Aku ingin mengajarkanmu sopan santun . Sedikit luka di wajah sepertinya cocok untuk wanita sombong sepertimu . ”

” Kyuhyun …Kyuhyun …… Tolong aku ?”.

” Apa yang kalian lakukan !”, suara itu . Kyuhyun ada di sana dengan tatapan tak senang . ” Kau tak tahu siapa wanita itu ? Kalian akan mendapat masalah besar jika kalian membuatnya marah . Apa kau punya keluarga di rumah ? Pastikan kalian cukup kuat untuk melindungi mereka dari keegoisan uang yang dimiliki wanita berisik di hadapan kalian . “,

Aku sempat terharu saat Kyuhyun datang . Tapi mendnegar ucapanya aku benar-benar merasa muak . Yeoja gemuk di hadapanku memandang ke arah kedua temanya yang sedang mencengkram tanganku , memberi mereka isyarat untuk melepaskanku . ” Kau lolos kali ini . ” , ancamnya .

Aku tersenyum kecut ke arahnya , ” Seharusnya aku yang mengatakan itu . Daya ingatku sangat kuat . Aku sudah mengingat wajah wajah kalian di luar kepala . Aku harap kalain tidur nyenyak hari ini , karena besok akan ada kejutan menanti kalian !” , Kyuhyun tertawa mendengar ancamanku pada mereka .Aku meninggalkan mereka yang mendadak memucat wajahnya. ” Ayo kita pulang !” , aku menggandeng Kyuhyun untuk meninggalkan kumpulan Yeoja itu .

******************
Author POV –

Kyuhyun melihat tangan Sooyoung yang bergetar di genggamannya . Dia tak tahu wanita sombong di hadapannya juga bisa menunjukkan sisi lemahnya di hadapan orang lain . ” Gwencana ?”, tanya Kyuhyun saat melihat punggung Sooyoung ikut menggigil . Kyuhyun memperhatikan rambut Sooyoung yang basah . ” Kau bau soju .”,

” Diam !”, ujar Sooyoung masih melangkah menuntunya . Sooyoung melihat ke arah Kyuhyun dengan pandangan marah . ” Kalau kau tak mengajakku ke tempat kumuh ini aku tak akan mengalami kejadian memalukan ini .”, teriak Sooyoung seraya menghempaskan tangan Kyuhyun yang dipegangnya . Air mata sudah merebak di matanya . ” Seumur hidupku aku tak pernah dipermalukan seperti ini .”,

Kyuhyun menatap Sooyoung dalam diam . Mulanya dia merasa kejadian tadi lucu karena respon Sooyoung yang sombong dan pemberani . Tapi melihat air mata Sooyoung membuat lidah Kyuhyun benar-benar membeku . ” Miane , aku tak bermaksud seperti itu . ” . Kyuhyun melepas cardigan yang dipakainya . ” Ini pakailah . Kau bisa terkena flu . ”

Sooyoung meraih cardigan yang disodorkan Kyuhyun . ” Antar aku pulang . ” , ujar Sooyoung seraya berjalan mendahului Kyuhyun di tempat mobil Kyuhyun di parkirkan .

” Tunggu !”, Sooyoung menghentikan langkahnya saat Kyuhyun memanggilnya . Dia ingin memaki Kyuhyun tapi mengurungkan niatnya saat Kyuhyun menggandeng tangan Sooyoung menuju tempat parkir . ” Kau harus mulai belajar kalau seorang namja tak suka diperintah !. ” , Sooyoung terdiam melihat tangan Kyuhyun yang bertaut dengan tanganya .

” Gumawo . “, bisik Sooyoung yang membuat Kyuhyun tersenyum lembut tanpa disadarinya . Mungkin sesuatu yang terlihat dari luar tak benar-benar kenyataan , karena hati manusia layaknya fatamorgana . Sooyoung yang sombong hari ini bisa menangis dan berterimakasih , sesuatu yang tak pernah Kyuhyun fikir akan dilakukan Sooyoung .

*********************
Yoona POV –
” Kau harus memilih Siwon , dia pilihan yang tepat !” , Appa terlihat senang saat aku menceritakan detail makan malam di rumah keluarga Kwon . ” Kyuhyun mungkin namja yang baik , tapi dia tak cocok untuk dinikahi . “,
Aku memandang Appa dengan serius , sejujurnya aku belum pernah berinteraksi dengan Siwon Oppa kecuali saat kami tak sengaja bertatap muka di meja makan .” Siwon mempunyai ambisi untuk bekerja dan memimpin perusahaan Kwon Group , jadi lebih baik kau memilihnya !”, lanjut Appanya mengulang -ulang kata yang sudah dia ucapkan berkali-kali .
” Ne , Appa . Tapi aku bahkan belum pernah berbicara spatah katapun dengan dia . Sepertinya dia lebih tertarik pada Sooyoung dibanding denganku . Aku tak yakin dia juga akan memilihku . “,
” Kau harus mengambil start sebelum Sooyoung memenangkan hati Siwon . Kau lebih cantik dibanding dia , kau berpendidikan dan sopan , Presdir Kwon pasti senang jika kau dengan Siwon bersama . Kau tentu tahu cara mengambil hati lelaki , Appa tak perlu mengajarimu . “
Aku kembali teringat kenangan lima tahun lalu . Saat Sooyoung berbalik meinggalkanku dan Changmin Oppa . Aku harus memastikan Sooyoung tak menyukai Siwon Oppa sebelum menerima tawaran Appa .” Aku akan berusaha . Appa , boleh aku menanyakan sesuatu ?”,

Appa mengalihkan pandanganya yang terfokus dengan tayangan televisi di hadapanya ke arahku .” Katakan !”,

” Surat perjanjian yang aku temukan dua minggu lalu . Apa itu alasan Appa menerima perjodohan ini ?”, aku mulai takut untuk mendengar jawaban Appa . Surat perjanjian yang dua minggu lalu aku temukan memberiku kekuatan untuk melangkah menemui Presdir Kwon . Perusahaan Appa terancam pailit dan harus segera melunasi semua hutang yang ada di Bank . Perjodohanku ternyata sebuah kontrak kerja antara Kwon Group dengan Appaku untuk membantu memulihkan stabilitas perusahaan kami .

Appa tak berani menatapku . Aku melihat jemari tangannya saling menaut rapat . “Kau sudah tahu ? “, Appa mulai memucat .
Dugaanku selama ini memang benar . Sooyoung aku mohon semoga kali ini kita tak mengulang sejarah yang sama . Aku mohon jangan Siwon Oppa yang ada di hatimu . Aku memejamkan mataku dengan berat . Kenyataan selalu sulit dihadapi .

” Yoona , jika aku terlahir kembali aku tetap ingin menjadi sahabatmu . Gumawo sudah mengajarkanku untuk membuka hati. ” , – Sooyoung¬†

********************
-TBC-
Iklan

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 3 –

Annyeong haseyo reader …Adaya back ( gak semangat)! , Adaya mau minta maaf belom bisa ngepost lanjutan Nothing On You . Kemarin sempat Post tapi di tarik lagi cz masih bimbang . Jadi sebagai gantinya Adaya lanjutkan BND . Tapi mohon maaf mungkin yang semula berharap ini akan menjadi romance comedy full akan terasa sedikit kecewa¬† dengan aura sedih yang ada di cerita mulai chapter ini sampai seterusnya . Miane reader Adaya akan berusaha cukup keras lagi untuk membuat sesuatu yang ceria .
FYI : Yang bercetak miring adalah Flash Back yaaaa
Happy Reading……..
Title              : Billionaire Next Door
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast¬†¬† ¬† : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun
Other Cast ¬†¬† :¬† Super Generation,¬† BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister¬† , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family,
Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )
 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator! 

Chapter -3- 

Author POV-

 Im Yoona sedang menguatkan jiwanya untuk bertemu president Kwon hari ini . Yoona tak pernah merasa setegang ini sebelumnya , bahkan saat kasus operasi pertamannya . Setelah kepulangannya yang lebih cepat dari rencana, Appa Yoona tak menunda kesempatan untuk segera mendesak Yoona menerima tawaran perjodohan itu . Yoona sedikit jengah dengan keputusan Appanya , tapi Yoona tahu apa yang dipilihkan Appanya selalu hal yang terbaik untuknya .
¬† ” Kita sudah sampai , agassi ?”, ujar supirnya yang membuat Yoona kembali pada pijakannya . Yoona memandang keluar jendela . Kediaman keluarga Kwon tak diragukan lagi kemewahannya . Pilar pilar penyangga berdiri kokoh di sepanjang jalan masuk rumah utama . Lampu gantu dan langit-langit bergaya Eropa memberi sentuhan klasik tersendiri pada kemegahan rumah itu . Yoona sejenak terpana melihat pahatan-pahatan yang terjajar di jalan masuk , dia melihat sekilas detail pahatan dan dibuat berdecak kagum.
¬†” Selamat datang Nona Im , Presdir Kwon sudah menunggu Anda . Lewat sini , silahkan . “, ujar seorang namja yang belakangan diketahui Yoona sebagai sekertaris Kim . Yoona diantar olehnya menuju pilar barat yang dibangun dengan gaya Britania Raya . Yoona bisa merasakan aura novel-novel klasik yang dibacanya saat melewati lorong cerah yang dilapisi permadani merah , membentang panjang tak berujung .
¬†” Sekertaris Kim , boleh aku menanyakan sesuatu ?”, ujar Yoona perlahan . Sekertaris Kim melihatnya dengan pandangan lucu , senyuman dari wajah tampannya membuat pipi Yoona memerah .
¬†” Silahkan !” , jawabnya akhirnya . Yoona tak berani metapnya lagi . ” Apa ada sesuatu yang menggangumu Nona ?”.
¬†” Ani . Pertama jangan panggil aku Nona . Aku tak terbiasa mendengarnya .”, ujar Yoona seraya tersenyum tulus. Jaejoong tersenyum mendengar permintaan Yoona .Walau dari kalangan chaebol Yoona sungguh rendah hati .” Sebenarnya aku ingin bertanya kenapa presdir Kwon memilihku diantara banyak pilihan yang tersedia ?”, Yoona merasa tidak sopan , tapi Yoona ingin memastikan sesuatu sebelum memberi jawabannya pada Presdir Kwon .
¬†” Maaf jika saya tak bisa menjawabnya . Itu adalah hak Presdir untuk menjelaskan pilihannya . “, jawab Jaejoong . Dia menepuk pundak Yoona dengan lembut , seperti seorang Oppa menepuk pundah dongsaengnya . ” Bisakan kita melanjutkan perjalanan kita ?”,
¬†Yoona mengagguk perlahan . Sekertaris Kim benar , walau dia yang menemui appanya tapi tetap Presdir Kwon yang memiliki wewenang dalam penentuan perjodohan ini . Yoona sampai di depan pintu ukir bergaya Timur menjulang dua kali lipat tingginya . ” Kita sudah sampai . ” , ujar Jaejoong seraya membukaka pintu untuk Yoona . Yoona sekali lagi mengambil nafas sebelum melangkahkan kakinya ke ruangan itu .
*******************
¬†Yoona POV –

Aku melangkahkan kakiku memasuki ruang yang dikelilingi oleh permadani mewah di tiap sisi temboknya . Aku tak sadar di semua kemewahan itu ada seorang wanita di usia awal tiga puluhan sedang tersenyum ke arahku . Aku mencoba membalas senyumnya . Dia memberiku isyarat untuk duduk di kursi yang ditunjuknya.

‚Äú Apa kau Im Yoona ?‚ÄĚ, tanya wanita itu dengan ramah . Aku tak yakin tapi sepertinya wanita ramah ini adalah Presdir Kwon . ‚Äú Duduklah !‚ÄĚ, perintahnya dengan nada lembut .
Aku menempatkan diriku di kursi tepat di hadapannya . Seorang pelayan masuk membawakan kudapan dan sepoci teh untuk hidangan . Kami terdiam sampai pelayan itu pergi meninggalkan kami berdua . ‚Äú Kau pasti sudah tahu tujuanmu diundang kemari ?‚ÄĚ,
‚Äú Ne .‚ÄĚ, jawabku perlahan .
‚Äú Lalu apa kau menyetujui perjodohan ini ?‚ÄĚ,

‚Äú Mianeyo , tapi bolehkah saya tahu alasan kenapa presdir memilih saya ?‚ÄĚ,
Presdir Kwon tersenyum lembut mendengar pertanyaanku ,” Apa jawabanku penting untukmu?”,
Aku mengagguk pelan . ” Ne .”,
Presdir Kwon meletakkan cangkir teh yang dipegangnya , dia tampak berfikir sejenak , ” Sejujurnya aku tak tahu kenapa aku memilihmu . ” ,
Aku terkejut dengan jawaban Presdir Kwon . Tapi saat aku melihatnya aku tahu dia belum selesai bicara .
” Tapi saat ini aku tahu kenapa kau pilihan yang tepat . Kau memiliki sebuah ketulusan di matamu . Kau lembut dan berkepribadian kuat . Dongsaengku membutuhkan wanita seperti kau di sampingnya . Mungkin ini kali pertama kita bertemu , tapi percayalah aku bisa membaca pribadi sesorang hanya dari sekali pandang.”
Aku terdiam di tempatku , mencoba mencerna perkataan Presdir Kwon .
“Kau tak perlu khawatir , aku menghargai apapun jawabanmu . Kau memiliki hak penuh untuk menolaknya.”
Saat ini di bayanganku tergambar wajah Appa . Aku ingin berbuat sesuatu untuknya , setelah menemukan dokumen rahasia itu aku tahu menerima perjodohan ini adalah pilihan terbaik . ” Saya menerima perjodohan ini .”,
Sebuah senyum senang terlukis di wajah Presdir Kwon . Sesaat pandanganya beralih dariku melihat lurus di balik punggungku . ” Sekarang akan ku perkenalkan kau pada kandidat yang lain . “,
Aku mencoba menolehkan pandanganku mengikuti pandangan Presdir Kwon . Yeoja itu ada di sana . Berdiri dengan kesombongan yang dimiliki kalangannya . ” Choi Sooyoung ?”, ujarku lirih . Aku tahu ini akan terlihat seperti pertempuran dibanding perjodohan .

******************
Author POV –¬†
¬†Sooyoung berdiri di depan pintu , kakinya tak beranjak sesentipun dari tempatnya saat pandangannya menangkap sosok Yoona . ” Im Yoona . ” , ujar Sooyoung saat dia mendengar Yoona menyebut namanya .
” Apa kalian sudah saling mengenal ?”, Boa memandang keduanya dengan antusias . Sooyoung memberikan senyuman sinis untuk menjawab pertannyaan Boa .
” Ne . “, Yoona juga tak banyak berkata .
” Sepertinya kalian sudah saling mengenal dengan baik . Aku harus pergi sebentar , silahkan nikmati waktu kalian . ” , Boa meninggalkan mereka berdua . Sooyoung masih terpaku di tempatnya sampai dia memastikan Boa benar-benar keluar dari ruangan.
” Im Yoona .”, Sooyoung melangkahkan kakinya mendekati Yoona . Dia mengamati Yoona dengan tatapan tajam . ” Sudah lama kita tidak bertemu ? Kau terlihat sama seperti lima tahun lalu . “, ujar Sooyoung diwarnai nada sinis.
” Kau juga terlihat tak jauh berbeda . ” , jawab Yoona dengan suara serak , kenangan yang tak menyenangkan mulai tergambar kembali di benaknya . ” Miane . “, bisik Yoona yang membuat Sooyoung tersentak .
Kenangan itu juga mulai merambati pikiran Sooyoung . Sejenak Yoona melihat tangan Sooyoung gemetar . “Gwencana ?”, tanya Yoona seraya mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Sooyoung yang sudah membeku .
Sooyoung menepis kasar tangan Yoona . ” Jauhkan …jauhkan tanganmu dariku !”, geram Sooyoung . Sooyoung mencoba meredakan pengaruh kenangan itu dengan menggenggam ujung gaun satinnya .
Yoona ingin mengatakan sesuatu tapi Sekertaris Kim masuk untuk membawa mereka ke ruang makan . Sooyoung yang pertama mengikuti pelayan Kim . Mereka saling terdiam . Keduanya sedang terhanyut pada pikiran masing-masing .
” Aku mencintaimu .”, namja itu tersenyum cerah pada Yoona .¬†
 Yoona tak tahu harus bereaksi seperti apa . Baru dua jam yang lalu Sooyoung memberitahunya bahwa dia akan meyatakan perasaanya pada Changmin . Yoona memandang ke wajah Changmin untuk yang kesekian kalinya . Dia tak ingin merusak senyum itu . Tapi dia juga tak ingin membuat Sooyoung sedih . 
” Changmin-shi aku …”,¬†
” Jangan ! Jangan katakan !”, larang Changmin yang bisa menebak ucapan Yoona . ” Apa yang harus kulakukan agar kau menerimaku ?”, lanjut Changmin dengan nada memelas .¬†
Yoona ingin berbalik tapi Changmin menahannya . ” Apa ini karena Sooyoung ?”, Yoona terdiam di tempatnya . “Aku bisa merasakan kau juga mencintaiku . Tapi kenapa kau menolakku ?”,¬†
Yoona memandang Changmin dengan penuh penyesalan . ” Oppa , miane . Aku tak ingin menyakiti hati Sooyoung ?”,¬†
” Apa Sooyoung peduli pada perasaanmu ? Tidak ?”, Yoona tak bisa menjawab pertanyaan Changmin .¬†
” Bagaimanapun dia adalah sahabatku , aku tak bisa membiarkannya bersedih . ” , tegas Yoona dengan air mata di matanya . Yoona selalu mencintai Changmin , tapi tahu Sooyoung juga mencintai lelaki yang sama dengannya . Yoona sudah mulai belajar melupakan perasaanya , walau itu membuatnya sakit hati saat Sooyoung bercerita tentang Changmin setiap hari.¬†
” Apa kau akan ikut bahagia kalau aku bersama Sooyoung ?”, lagi-lagi Changmin memberikan pertanyaan yang tak dapat dijawab Yoona . ” Kau mencintaiku . ” , ujar Changmin seraya memeluk Yoona .¬†
” Oppa , lepaskan ….. “, pinta Yoona , tapi sebagian hatinya merasa nyaman seperti itu .¬†
” Yoona . Bertahanlah sebentar saja . Kita harus menghadapinya bersama -sama . Sooyoung pasti akan mengerti . “, bujuk Changmin .¬†
Yoona mengaguk perlahan . Ini adalah keputusan terberani yang pernah diambilnya .
” Kita sudah sampai . “, ucapan sekertaris Kim menarik Yoona kembali dari lamunannya . Yoona melirik Sooyoung sekilas , sepertinya Sooyoung sudah mampu mengendalikan dirinya lagi . Wajah acuhnya terlihat sangat cantik . Kesedihan yang tadi sempat tersirat di matanya lenyap ditelan sorot keangkuhan .¬†
¬†” Kalian sudah datang ? Silahkan duduk !”, Boa mempersilahkan keduanya untuk menempati kursi yang kosong . Yoona melihat ada dua namja tampan di hadapannya yang tadi sempat dia lihat di dalam lukisan di ruangan tempat dia menemui Boa .

Namja yang lebih muda tersenyum kepada Yoona , memberinya isyarat untuk duduk di sampingnya . Sooyoung menempatkan dirinya di samping namja yang lebih tua . Sekilas Yoona melihat pandangan kagum di mata Sooyoung saat melirik namja yang ada di sampingnya.
Yoona merasa sedikit canggung menyantap hidangan yang ada di hadapannya karena belum diperkenalkan dengan orang -orang yang makan bersamanya . Sooyoung terlihat sangat natural bersama mereka . Dia sesekali membicarakan soal pacuan kuda dengan namja yang ada di sampingnya . Yoona merasa sendiri di ruangan besar ini .
” Aku dengar kau seorang dokter ?”, tanya namja di samping Yoona . Sedikit senyum jahil terpampang di wajahnya . ” Aku Kyuhyun . Akan lama jika menunggu Unnie memperkenalkan kita . ” , lanjutnya . Aku mengaguk senang karena merasa Kyuhyun bersahabat .
Obrolan mereka berkembang dengan cepat . Kyuhyun bisa membuat Yoona menunjukkan sisi aslinya . Mereka membicarakan banyak hal mulai dari politik , cuaca, hingga dunia pengobatan . Yoona terlalu terlarut dalam obrolannya dengan Kyuhyun hingga tak menyadari Sooyoung memperhatikannya .
” Apa ada yang menggangumu ?”, tanya Siwon , yang merasa kehilangan perhatian Sooyoung .
” Ani . Apa menurutmu Yoona menarik ?”, tanya Sooyoung tanpa sadar . Siwon sedikit terkejut dengan nada lemah yang ada pada suara Sooyoung .Siwon menatap Yoona yang sedang tertawa bersama Kyuhyun .
” Apa kau ingin mengetahui kesanku pada yeoja yang baru aku temui tak kurang dari satu jam ?”, Siwon tersenyum melihat Sooyoung kehilangan kendali diri . ” Aku menikmati pertunjukan yang kau buat tadi siang?”,
” Ne ?”, Sooyoung tak mengerti arah pembicaraan Siwon , tapi Sooyoung merasa sedikit berdebar melihat senyum lembut Siwon .
“Red Wine . Pasta . Dan sedikit kekacauan . ” , Sooyoung tersedak salad yang dikunyahnya saat Siwon memberi petunjuk yang mengacu pada kekacauan yang dibuatnya di restoran siang tadi .
” Kau ada di sana ?” , teriak Sooyoung terlalu keras , yang membuat tiga kepala lain menoleh padanya . “Kau melihatnya ?”, ulang Sooyoung dengan suara yang menyerupai bisikan .
Siwon kembali merasa tergelitik geli melihat ekspresi malu di wajah Sooyoung . ” Kau sangat polos , bukan begitu ?”, tebak Siwon . ” Kau bisa marah , acuh , kejam , manis , dan lucu pada saat bersamaan . Aku sempat tertarik dengan gaya radikalmu, tapi aku merasa sikap manismu lebih menarik bagiku .” , Sooyoung ternganga mendengar ucapan Siwon .
” Oppa , apa kau jatuh cinta padaku ? Secepat ini ?”, tanya Sooyoung memperlihatkan sisi lucu yang sudah lama dia kubur . Yoona berhenti tertawa mendengarkan hal itu . Dia menoleh sejenak pada Sooyoung sebelum menatap Siwon dengan seksama.
Siwon tak menjawab pertanyaan Sooyoung , dia mengalihkan tatapannya ke arah lain . Tak sengaja dia menangkap tatapan Yoona . Sekilas ada getaran aneh yang menjalari hati Siwon saat pertama kali melihat Yoona berdiri di hadapannya . Dan sekarang getaran itu kembali ada . Rambut Yoona yang terurai indah membuatnya ingin meletakkan tangannya di sana , mencoba menguji seberapa halus rasanya .
” Oppa !”, panggilan Sooyoung mengalihkan perhatian Siwon kembali pada Sooyoung .
Boa memperhatikan dari ujung meja . Boa merasa kedua dongsaenya sudah memiliki keputusan siapa yang akan mereka pilih menjadi pasangan . Mulanya Boa khawatir Kyuhyun dan Siwon akan menyukai gadis yang sama , tapi sepertinya kekhawatiran Boa tak beralasan . Dia tersenyum pada Jaejoong yang berdiri di dekatnya . ” Sepertinya segalanya akan berjalan sesuai rencana . “,
Jaejoong memberinya tepukan ringan di punggung Boa. ” Masih terlalu dini untuk menyimpulkannya . “, Boa menatap Jaejoong dengan jengah karena tidak memberi jawaban sesuai dengan yang diinginkan Boa .
” Kita tak sehati lagi ?” , sindirnya yang mengundang tawa Jaejoong . Jaejoong memandang Sooyoung dan Yoona bergantian , dia tahu salah satu diantara mereka akan ada yang akan menjadi pencetus perang diantara Kwon bersaudara . Semoga siapa yang menjadi pemeran sampingan dalam pertunjukkan ini tak tersakiti hatinya .

***************
-TBC-