[TEASER] Someone Watching Over Me – NOY Sequel Kyuyoung Ver-

Anyeong reader yang budiman. Adaya mau ngasih nih Sequel soal Kyuhyun dalam NOY. Karena gak etis kayaknya kalo di upload di SAC. Akan ada dua part panjang. Dan ini merupakan rangkaian runtut dari cerita Kyuhyun dan Diarynya dalam NOY. Semntara saya ingatkan lagi di awal awal beberapa kutipan yang ada di NOY sebagai teaser, sebelum kita menuju ke Full Ver 🙂 .

ppp

” Kenapa Kyuhyun memilih untuk mengakhiri hidupnya?”

“Karena dia ingin hidup di dalam hati Sooyoung selamannya.”

**************

Semua orang berkata hal yang sama. Ketika sesuatu yang buruk terjadi, setiap orang selalu berkata agar kita melupakannya. Tapi, Aku tak berfikir bahwa aku mampu melupakan hal itu dengan mudah. Mungkin kau akan mampu berpura-pura seolah tak pernah ada yang terjadi, tapi aku tak yakin bahwa kita benar-benar bisa sepenuhnya melupakan segalanya. – Kyuhyun ( Dikutip dari Mars by Fuyumi Soryo )

*************

Mungkin tak akan pernah ada sesorang pun yang tahu dan mengerti perasaan kasih yang kumiliki untuk Sooyoung. Seperti ada jiwa jahat yang tumbuh dan memakan kewarasanku tiap detiknya, tapi gadis itu mampu menjadi cahaya dan kehangatan. Tangan lembut yang menenangkan dan senyum tulus yang membuat aku terjaga dalam tidur tanpa ganguan mimpi. Jika bisa mencintainya aku akan memilikinya sepenuhnya, selamanya, seutuhnya. Tapi aku tak akan pernah bisa melakukannya. Hanya satu cara agar aku selalu bersamanya selamanya. Dalam hatinya. Kematian. – Kyuhyun

**************

Apa yang membuat dunia berputar begitu perlahan ketika aku bersamanya, suara mendayu dan khas wanita yang membawa aroma bunga lavender dalam tiap geraknya. Sooyoung, bagaimana kau bisa menjangkau seluruh pertahanan diriku. Kau membuatku merasa begitu bersalah karena tak mampu memilikimu. Tapi iblis jahat yang mengintip dalam diriku selalu ingin memilikimu hanya untukku sendiri, selamanya…… -Kyuhyun.

*************

” Aku akan menikah, Oppa.”

“Benarkah?”

“Ya. Seperti katamu aku akan menikah dan bahagia.”

Mungkin ini saatnya, saatnya untuk aku pergi selamanya.

****************

” Hai nak? Kau masih mengingatku?”

Suara yang menggeram dalam kegelapan malam itu membuatku kembali ke masa lalu. Masa-masa tersiksa berada di kamar gelap yang membuatku seperti ini. Aku menjijikkan. Ya Tuhan……..

*****************

Nah, itu tadi beberapa inti yang belum pernah ada di NOY. Nanti akan ceritakan runtut dari awal hingga akhir ya, alurnya gak loncat-loncat lagi kayak NOY Soowon :), jadi tunggu dan nikmati ya. Apa penyebab Kyuhyun menolak Sooyoung dalam NOY dan apa hubungan dia ma Victoria? Lalu bagaimana J dan Victoria bisa ikut andil dalam kematian Kyuhyun? Kenapa Changmin dulu bisa begitu mempercayai Victoria? Dan bagaimana Sooyoung bisa begitu mempengaruhi hidup Kyuhyun? Dannnn bagaimana diary Kyuhyun bisa ada di tangan Victoira? Semuanya ada di sini. Jadi bagi pembaca NOY di manapun jangan lewatkan Sequel ini ya 😀

Bye bye

[ FF ] Nothing On You – Chapter 6 A –

Anyeong Adaya Back With NOY

Miane reader yang budiman, mulannya saya mau buat satu lembar tapi sangat panjang. Jadi saya bagi dua. Karena ada pembelotan ending dari chap aslinya, chapter 6 ini yang rencananya 10 paragraf jadi 17 paragraf. Jadi saya bagi dua ya. Miane. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan kritik dan saran yang membangun.

poster 2

Title              : Nothing On You

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )

Other Cast    :

  • Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min –> Cho Changmin –> Max Changmin 
  • Hwang Tifanny –> Tifanny 
  • Victoria Song –> Victoria Choi

Type            : Chapter

Genre          : Romance, Sad Ending , Family

Rating          : PG-18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story is inspired by Mars Drama, S. Kenyon Dark-Hunter Series, Mars and Fruit Basket Manga. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter – 6 A – 

People seem weak, but they’re strong.
They seem strong, but they’re weak.
No matter how much you cry, you still have to sleep. 
And you even get hungry.
You suddenly realize you’re doing the same things you did yesterday. 
You say hi to your friends and smile just like you did yesterday.
Life goes on as if nothing ever happened…

I want to go somewhere…
Anywhere…
Somewhere where I can forget everything.
…where I’ll forget everything
…and be reborn.

― Fuyumi Soryo , Mars Manga Vol 18

************************************** Baca lebih lanjut

[ FF ] Dare To Tempt a Duke – Chapter 1 –

Annyeonghaseyo ……

Adaya Back !!! Mian bukan dengan FF Adaya yang masih menggantung di udara hahahah . Nah kali ini Adaya berkolaborasi dengan Author Nidya ( Author Black Eyed Devil dan My Lord My Love <– yang belum baca FF nya wajib baca ) untuk membuat sesuatu yang berbeda dari FF biasanya . Karena saya sedikit jenuh dengan konteporer romance , maka muncullah ide ‘kenapa kita (saya dan nidya) tidak mewujudkan Royal Couple secara nyata dalam sebuah cerita?‘  heheheh . Atau seperti kata author Nidya , Cerita berlatar Inggris kuno dengan tokoh orang Korea dan pengarang dari Indonesia , sound aneh ya hahah , tapi setelah kita coba ini itu dan bergadang semalam suntuk dengan kesulitan media ( saya di Surabaya Nidya di Jember ) kita bertukar pikiran seperti dua tahun lalu , alhasil jadilah FFDare To Tempt a Duke ini .

Maaf mungkin nanti yang tidak terbiasa dengan Historical Romance ada beberapa istilah yang asing dan gak enak di dengar , tapi jangan khawatir , kami menyediakan catatan kaki buat pembaca sekalian . Jika aneh geje dan bosenin pliiis jangan dibashing , kita hanya ingin membawa udara baru .

Happy Reading …….

Title     : Dare To Tempt a Duke

Author : Nidya (pulpen_ijo@yahoo.com) and Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast :

  • Choi Sooyoung  – > Lady Summer Westwood
  • Choi Siwon         –> Siwon Duke of Rutherford
  • Im Yoona            –> Lady Yoona Easterling
  • Cho Kyuhyun     –> Kyuhyun Viscount of Arestoone

Other Cast :

Type           : Chapter

Genre         : Historical Romance

Rating        : PG-18 ( All reader who Open mind )

Chapter -1-

“I no longer believed in the idea of soul mates, or love at first sight. But I was beginning to believe that a very few times in your life, if you were lucky, you might meet someone who was exactly right for you. Not because he was perfect, or because you were, but because your combined flaws were arranged in a way that allowed two separate beings to hinge together.”

Lisa Kleypas –  Blue Eyed Devil

Baca lebih lanjut

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 5 B-

Title              : Billionaire Next Door
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun
Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family,
Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )

 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -5 B-

Life is one big road with lots of signs . So when you riding through the ruts, don’t complicate your mind. Flee from hate , mischief and jelousy . Don’t bury your thoughts, put your vision to reality. Wake up and Live – Bob Marley .
*****************************
Yoona POV –
“ Lama tidak bertemu ! “ , ujar Changmin lirih .
Aku hanya terpaku di tempatku . Lidahku kelu saat menatap ke dalam mata setengah kantuk yang dulu pernah menjungkir balikkan hatiku . Aku mematung seperti batu saat senyum miring itu kembali terbayang di fikiranku . Seperti kenangan sepuluh tahun lalu kembali mencuat di depan mataku , Changmin Oppa berdiri di sana . Dia terlihat sama seperti dulu kecuali rambutnya yang dipangkas habis . Ada gurat dewasa yang mulai melukis sekitar mata dan dagunya .
“ Kau tak perlu menunjukkan wajah seperti itu . “ , ujarnya lirih . Aku baru sadar kalo aku hanya mematung di hadapannya .
“ Miane … aku hanya sedikit … “ ,
“ Terkejut ?” , sahutnya . Dia kembali tersenyum kecil padaku saat melihat kekakuan di wajahku . “ Bagaimana kabarmu ? Kau terlihat …..sehat .” , ujar Changmin Oppa lirih . Entah mengapa aku menangkap ada nada lelah dalam suaranya .
“ Baik…. bagaimana denganmu ? “ , jawabku akhirnya . Kami masih berdiri berjauhan dipisahkan jarak tak kasat mata yang membuat kami takut untuk mendekat satu sama lain .
Changmin Oppa tak menjawab pertannyanku , matanya menerawang ke awan yang menggantung di langit biru Seoul . Aku kebingungan memulai segalanya . Aku tak tahu harus bagaimana , keadaan canggung ini benar-benar menyiksaku . Perut laparku seolah kenyang dengan sendirinya , lidahku tak lagi berair saat memikirkan susu hangat yang akan aku pesan di caffetaria . Semua seperti menghilang bersama datangnya rasa janggal ini .
“ Sooyoung …. Choi Sooyoung . Apa kau masih berteman dengannya ?” , akhirnya pertannyaan itu muncul dari bibirnya . Ada kilat menakutkan yang sempat aku tangkap dari bola matanya , sebuah kebencian saat dia menyebut nama Sooyoung .
“ Kau tentu lebih tahu bagaimana hubungan kami . “ , jawabku dengan nada getir.
“ Aku tahu . Aku hanya ingin mendengarnya dari mulutmu sendiri Im Yoona . Aku ingin tahu apa persahabatan yang kau banggakan itu masih tetap bertahan ? “, kali ini Changmin Oppa mengalihkan tatapannya tepat di mataku . Pandangan kami bertemu , dan aku semakin yakin ada kebencian di mata hitam itu . “ Kau memilihnya ….. kau mencampakan aku karena dia . “ , lanjut Changmin Oppa . Perlahan dia menutup jarak diantara kami . “ Jangan halangi langkahku kali ini . Choi Sooyoung ….. yeoja itu akan menanggung segalanya . Berhentilah berkorban untuknya . Tunggu dan lihatlah !!! “ ,
**************************

Author POV –

Mozard , Mozard , Banch , Mozard lagi . Sooyoung sedang memandang bosan buku acara pertunjukan musikal Keluarga Seo . Kuku-kuku panjangnya menyusuri ujung –ujungnya dengan kasar hingga berubah menjadi kusam . Semua tampak sama seperti tahun lalu , kecuali para tamu undangan yang semakin bervariasi . Sooyoung menangkap sosok Tiffany dan tunangannya yang baru masuk daftar tamu undangan karena kerjasama keluarga Seo dengan keluarga Hwang . Di ujung kiri ceruk tempat Sooyoung berdiri terlihat Jung bersaudara yang sedang bercengkrama dengan beberapa namja yang juga sudah tak asing di mata Sooyoung .

Suara alunan cello dari panggung pertunjukkan membuat para tamu undangan terdiam sesaat memusatkan perhatiannya ke arah panggung megah itu . Di samping gorden merah maroon berdiri seorang yeoja seumuran dirinya terlihat sedang gugup dengan Flute yang dibawanya . Sepertinya dia adalah yeoja baru yang ditemukan keluarga Seo di suatu tempat .

Sooyoung memutar bosan gelas limun yang dibawannya . Dia bahkan tak mencoba untuk ikut bersimpati dengan para gadis gugup yang sedang memainkan orkestra dengan nada sumbang . Hanya Seohyun yang bisa mengendalikan jemarinya dengan apik di atas tuts piano .

Tatapan Sooyoung beralih ke cahaya yang datang dari arah taman . Seperti ada bisikan nakal yang menyuruhnya untuk kabur dari ruangan itu . Seperti ada tarikan yang membuat lampu taman itu begitu menarik baginya , Sooyoung pada akhirnya mengikuti hasratnya . Dia meletakkan gelas limun setengah penuhnya di meja terdekat . Diangkatnya rok muslin jingga yang membalut tubuhnya . Dia berjalan dengan kehati-hatian agar tak menggangu kosentrasi para penikmat orkestra keluarga Seo .

“ Huft ….. “ , desah Sooyoung setelah melewati beberapa baris pasangan yang berdiri di depan balkon . Suara deru angin membuat Sooyoung tersenyum kecil . Seperti merasakan sebuah kebebasan yang menerpa wajahnya , Sooyoung mencoba untuk menghirup udara malam yang jarang dinikmatinya di Seoul .

“ Miane …. apa aku menggangumu ? “ ,

Oh Sial . Siapa …..

Sooyoung berbalik dan merasakan perutnya bergolak . Dan menyadari tamu tak diundang itu adalah Kwon Siwon . Dia bahkan lebih tampan di malam hari .  Tuxedo hitamnya membalut tubuh tegapnya . Menimbulkan efek sensual yang biasa dimiliki namja seusiannya . Tak banyak pria yang menimbulkan efek seperti itu saat mengenakan Tuxedo .

Sooyoung meruntuk dalam hati . Dia lupa bahwa keluarga Kwon juga pasti diundang . Pipi Sooyoung serasa memanas karena Siwon menangkap basah dia kabur dari pesta . “Maaf , apa kita saling mengenal? “ , kata Sooyoung dengan nada bergetar . Karena Sooyoung tak ingin tertangkap basah oleh calon tunangannya dia mencoba sebisa mungkin menyembunyikan identitasnnya di bayangan pohon Mapple yang rantingnya menggantu melewati balkon .

“ Tuhan semoga dia tak mengenaliku … Pliss Pliss ….. Situasi ini sangat memalukan bagi kalanganku . Aku tak ingin dia mengiraku anti sosial ….. well walau itu mungkin ada benarnnya . Tapi bagaimanapun kejadian di restoran itu sudah terlalu memalukan bagiku“ ,

Siwon memincingkan sebelah alis tebal melihat tingkah lucu Sooyoung yang mencoba menyembunyikan identitasnnya dengan kegelapan . “ Maaf . Kwon Siwon “, ujarnya seraya mendekatkan langkahnya ke tempat Sooyoung bersembunyi .

Sooyoung menangkap kilatan jahil di mata Siwon . “ Ya Tuhan dia sudah tahu ….. “, batin Sooyoung lelah bersembunnyi .

“ Selamat malam Miss Choi ?”, sapa Siwon dengan tatapan lucu . “ Aku rasa kau tak benar-benar bermaksud menghindari tunanganmu . “ , goda Siwon yang melihat pipi Sooyoung memerah .

“ Miane …aku hanya tak ingin kau mengiraku anti sosial . “ , gerutu Sooyoung sambil menundukkan wajahnya .

Jemari Siwon mencoba menyentuh dagu Sooyoung yang terkulai . Di dekatkan wajahnya ke arah Sooyoung . “ Kau sangat cantik hari ini . “ , bisiknya menggoda yang membuat Sooyoung menggigil aneh .

“ Yaaaa…. aku selalu cantik ! “, kilah Sooyoung seraya menepis tangan Siwon yang ada di dagunya . Dia mencoba melangkah mundur hingga membentur pagar pembatas balkon .

Sooyoung tak mengerti apa yang menyebabkan Siwon selalu tertawa saat melihatnya . Tapi saat ini sosok yang ada di bola mata Sooyoung itu sedang terkekeh lucu dengan pandangan yang tak lepas dari Sooyoung .

“ Ne . Kau memang selalu terlihat cantik , Soo . “ , jawab Siwon yang samar-samar terlihat geli melihat reaksi Sooyoung .

“ Apa yang kau lakukan ….. “ , tanya Sooyoung saat Siwon melangkah mendekat seraya melepaskan jas Tuxedonya . Dalam otak kecilnya Sooyoung sedang mengalami peperangan . “ Tunggu apa secepat ini? . Ini bukan gayaku . Di tempat UMUM ? Demi Tuhan , dia pasti gila . Apa yang merasukinnya . Aku harus beteriak . Anio . Dia tunanganku . Aku tak ingin menimbulkan skandal . Otthoke …. otthoke ….. “, batin Sooyoung seraya merangkulkan kedua tangannya di dada . Matannya di pejamkan terlalu erat seiring bau afterhave Siwon yang semakin menyekat hidungnya .

Sooyoung menggumamkan nama semua leluhurnya , kepalanya menghitung cepat hingga tiga . Suara langkah kaki Siwon sudah menghilang seiring jarak mereka yang saling dekat . “ Omona omona ….. 1 … 2 … 3 …. “ , Sooyoung mengintip dari sebelah matannya . Siwon ada di sana , tepat di depan wajahnya . Tersenyum . Lagi ?.

“ Apa yang kau pikirkan ? “ , tanya Siwon dengan nada lucu .

Sooyoung membuka kedua matanya perlahan dan merasakan bau afterhave Siwon melingkupi tubuhnya yang mulai menghangat karena jas Siwon disampirkan ke kulit terbukannya .

“ Udara malam sangat dingin . Aku tak ingin kau mati beku . “ , lanjut Siwon seraya membenahi letak jasnya yang menggantung di pundak ramping Sooyoung .

“ Tuhan …. ini benar – benar memalukan . “ , bisik Sooyoung . “ Jadi kau tak berencana menciumku ? “ , ujar Sooyoung tak sadar .

Siwon seketika meledak tertawa karena ucapan Sooyoung . Demi Tuhan yeoja di hadapannya saat ini bukan yeoja biasa . “ Kau terlalu banyak membaca Novel Klasik , Soo . Hanya di era Victoria seorang namja mengajak kekasihnya mengunjungi balkon untuk mencuri ciuman . “ , kekehnya .

Mereka terdiam sejenak hingga ide gila itu muncul di kepala Siwon . “ Tapi , bukankah kita sudah dalam suasana yang memungkinkan untuk melakukan …. “ ,

“ Tunggu ! Kau tak berfikir kau benar-benar ingin menciumku bukan ? “ , potong Sooyoung dengan nada berlebihan .

“ Kau ingin tahu bagaimana namja masa kini menggoda kekasihnya ? “ , goda Siwon dengan nada di tarik-tarik . “ Ikut aku !” , ajak Siwon seraya meraih sebelah tangan Sooyoung .

“ Tunggu …apa yang kau lakukan ….. Oppa !!!” , jerit Sooyoung .

*************************

Author POV –

Dongdaemun

02.00 PM

“ Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………..” , Sooyoung ternganga melihat ke jalan Dongdaemun di malam hari . Ada ratusan , bukan ribuan lebih orang sedang memadati jalan itu di tengah malam .

“ Janji guksu , Stir-fried blood sausage , Twigim …… Aigooo basta yo ….. “ , gumam Sooyoung dengan senag saat melewati berbagai kedai makanan malam yang disajikan di jalanan Dongdaemun .

“ Jadi ini cara mengambil hati kekasihmu ? “ , sindir Sooyoung dengan nada defensif . Tapi Siwon bisa melihat kebahagiaan dari mata Sooyoung yang membulat .

“ Memuaskan seseorang dengan mengisi perutnya bukan ide yang terlalu buruk . “ , jawab Siwon sekenanya . Dia mengajak Sooyoung berputar dari satu kedai ke kedai lain .

“ Kau ingin pesan apa ? “ , tanya Siwon saat mereka akhirnya memilih salah satu kedai yang cukup ramai .

“ Stir-fried blood sausage ….. Omonaaa lidahku sudah berair ….. “ , jawab Sooyoung lucu . Sooyoung tahu saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian para pengunjung yang datang . Pakaian yang mereka kenakan sepertinya bukan pakaian yang terlalu pantas untuk dikenakan berjalan-jalan malam . Kalung berlian Sooyoung yang bertahtakan safir biru membuat banyak pasangan di hadapannya berbisik aneh . Walau kulit Sooyoung hampir semuanya tertutupi oleh jas Siwon yang menggantung kebesaran tapi dari potongan panjang rok musilin jingga Sooyoung bisa terlihat mewahnya penampilannya saat ini .

Siwon menyadari satu hal . Sooyoung tak benar-benar nyaman karena tatapan ingin tahu orang –orang di sekitarnya . “ Tunggu di sini sebentar ….. “ , ujar Siwon yang tak menunggu persetujuan Sooyoung saat melangkah menjauh dari kedai .

Pada mulanya Sooyoung menggerutu kesal karena dia ditinggalkan sendiri oleh Siwon , “ Jinja …. Kwon bersaudara … aish !!! “ , tapi tak lama setelah itu Siwon datang membawa tas karton hitam yang membawa dua kacamata dengan desain lucu .

“ Mwo ? Apa ini ? “ , tanya Sooyoung saat Siwon memberinya kacamata putih berhiaskan lilin tiruan di sepanjang ujungnya . “ Kau menyuruhku mengenakan ini ?”,

Siwon mengaguk sebelum dia memakai kacamata yang dibeli untuknya sendiri . “ Topi dan kacamata ini membantu kita menyamarkan diri ? Bukankah ini menarik ? Aku yakin diantara mereka ada yang mengenali kita …. “,

“ Ya ! Oppa …. dari melihat rok musilin panjangku saja mereka bisa tahu apa yang aku kenakan di balik jas ini . Shiro !!!”, tolak Sooyoung .

“ Kalu begitu bagaimana dengan ini …. “, Siwon berdiri dari kursinya . Dia menghampiri Sooyoung dan berjongkok di hadapnnya . Rok musilin sepanjang mata kaki yang dikenakan Sooyoung dirobek dengan tangan kosong oleh Siwon , memberlihatkan kaki jenjang Sooyoung  . “ Apa dengan begini semua masalah teratasi ? “ , ujar Siwon dengan senyum miring di wajahnya . Siwon memakaikan topi NY imitasi yang dibelinya untuk Sooyoung . Dia mengumpulkan dalam satu tangkup rambut ikal Sooyoung memasukkanya pada pengait topi yang membuat Sooyoung terlihat cantik dalam tatanan rambut ekor kuda . “ Jah …. !!! “ , ujar Siwon puas melihat penampilan baru Sooyoung .

Sooyoung kehabisan kata saat melihat pantulan dirinya dari cermin yang tergantung di tembok kusam kedai . “ Tidak buruk ! “ , bisiknya dengan nada malu .

Siwon tersenyum mendengar ada siratan rasa puas dalam suara Sooyoung . “Akhirnya pesanan datang !” , ujar Siwon saat ahjumma pemilik kedai mengantarkan pesanan mereka .

Lima menit berikutnya mereka makan dalam diam , sampai Sooyoung teringat akan satu hal . Sesuatu yang mirip seperti ini pernah terjadi padanya . Kedai kotor dan suasana malam yang sama . Seharian ini dia sudah hampir lupa soal Kyuhyun dan semua detak yang sempat menghinggapi dirinya .

“ Ani …. aku tak boleh mengigat itu lagi ! “ , bisik Sooyoung pada dirinya sendiri .

“ Apa kau sedang memikirkan kencanmu dengan Kyuhyun ? “ , tanya Siwon dengan nada yang tenang .

“ Mwo ? “ ,hampir saja Sooyoung tersedak lobak yang dimakannya . “ Kau tahu ? “,

“ Tentu . Dia menceritakan segalanya padaku . “ , jawab Siwon dengan nada jahil .

” Apa dia juga menceritakan soal … well ..soju …ehmmm dan sesuatu tentang menangis ? ” , tanya Sooyoung terbata . Dia tak ingin terlalu gamblang mengutarakan rasa penasarannya , takut jika ternyata Kyuhyun belum menceritakannya pada Siwon dan pertanyaanya akan membuka aibnya sendiri .

” Tentu . ” , jabaw Siwon singkat yang membuat Sooyoung secara tak sadar berdiri dari tempatnya saat ini .

” Aish Kwon Kyuhyun !!! ” , gerutu Sooyoung membuat semua pengunjung kedai menoleh padanya .

***************************

Sementara itu di kediaman keluarga Kwon , Kyuhyun sedang memandang bosan derik kolam yang bisa dilihatnya dari kamarnya . ” Ahh … bosannya !!! ” , keluh Kyuhyun seraya merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena bosan .

Ponsel Kyuhyun meneriakkan nada dering khusus yang sengaja diaturnya untuk Sooyoung . Dia berjalan dengan malas ke arah tempat tidurnya, diraihnya ponsel yang bergeletak di nakas , ada sebuah pesan penuh kedengkian menghinggapi inbox ponselnya . Matanya membelalak untuk sejenak sebelum dia meledak dalam tawa .

MATI KAU KWON KYUHYUN ….. BAGAIMANA BISA KAU MENCERITAKAN KEJADIAN MALAM ITU PADA SIWON OPPA . TUNGGU SAJA SAMPAI AKU MEMBALASMU . AKU AKAN MENGEJARMU SAMPAI KE LIANG LAHAT …..

” Jadi saat ini dia sedang bersama Siwon Hyung ? ” , ujar Kyuhyun diwarnai nada iri . ” Ada apa denganku ? Kenapa aku merasa iri dengan Hyung . Bukankah yeoja yang kuincar adalah Im Yoona ? Seharusnya aku gembira karena Hyung mempermudah jalanku untuk mendapatkan Yoona . ” ,

Kyuhyun kembali meletakkan ponselnya di nakas , dia berusaha membunuh waktu dengan memejamkan matanya . Ada sebuah keganjalan yang menghinggapinya saat memikirkan Sooyoung dan Hyungnya . ” Apa aku harus jujur pada Sooyoung ? Apa yang harus kulakukan ? Kenapa aku merasa kasihan padannya ? Bagaimanapun Hyung tak akan pernah jatuh cinta padannya ….. ” ,

**************************

Sooyoung dan Siwon berjalan berdampingan di trotoal jalanan yang sudah hampir sepi . Mereka memarkirkan mobilnya jauh dari jalan Dongdaemun agar mereka bisa berbicara santai saat berjalan berdua .

Suara hak sepatu Sooyoung beradu dengan ubin beton trotoal yang keras . Sudah hampir pukul 5 pagi tapi Siwon dan Sooyoung tak bergegas untuk mencapai mobil mereka .

” Gumawo .” , ujar Sooyoung memecah kebisuan diantara mereka . ” Aku merasakan banyak hal baru hari ini . ”

Siwon hanya tersenyum miring mendengar ucapan Sooyoung , ” Maaf masalah gaunmu . Aku akan menggantinya . ”

” Gwencana …..gaun ini tak ada nilainya dibanding dengan kebahagiaan yang aku alami hari ini . ”

Siwon menatap punggung Sooyoung yang berjalan lucu di depannya . Dia merasa gadis di hadapannya bukan gadis di restoran seminggu lalu . Atau gadis yang pernah datang kerumahnya sebelum itu . Ada kehidupan yang terpancar dari setiap sel tubuhnya , seperti sebuah semangat untuk memerangi kesedihan , tapi di sisi lain Siwon juga merasa ada kesedihan di titik mata Sooyoung .

“Ah … udara pagi sungguh menyegarkan . Sayang …. “, ucapan Sooyoung terhenti . Siwon menangkap lengan kirinya , dia menghentikan langkah Sooyoung yang mendahuluinnya . ” Wae ?”,

” Apa kau kira ini sudah berakhir ? Aku bahkan belum menunjukkan tujuan sebenarnya aku mengajakmu ke sini . “,

Mata Sooyoung berkedip tak mengerti saat Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung . Satu …dua … tiga …. saat seorang namja menatap tepat di matamu hingga tiga detik dan kau tak mengalihkan tatapanmu darinya , itu artinya kau memberikan izin padanya  untuk dia melakukan ……

” Ciuman yang kau dambakan …. ” , bisik Siwon sebelum menyatukan bibirnya dengan bibir Sooyoung .

******************

-TBC-

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA IAN KALO JELEK DAN ANAEH DAN MEMBINGUNGKAN BYE …….

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 5 A-

Annyeong Reader 🙂

Aduh ini pertama kalinya Adaya nulis di WP Pribadi Adaya ,,,,,,,, Ne sehubung mood Adaya yang lagi suka dengan karakter congkak jadi Adaya mau melanjutkan BND Chapter 5 , bagi penikmat WP SAC mungkin belom tahu FF ini , jadi silahkan dinikmati dari awal ya …..

FYI : Jika ada yang bercetak miring itu bearti flashback ya ….

Sekalian Adaya juga ingin minta maaf karena belum bisa nepatin janji lanjutin NOY , bukan bearti belum di tulis , sudah di tulis hanya saja kurang gereget , masih perluh perbaikan sana sini , jadi sebagai gantinya FF ini dulu saja di nikmati ,,,miane ,,,(bow)

Happy Reading ………

Title              : Billionaire Next Door

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun

Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family,

Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )
 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -5 A-

Author POV-

“ Setiap orang memiliki setidaknya satu rahasia yang ingin mereka simpan dalam hidup mereka . Beberapa rahasia mungkin mengacu pada hasrat yang membara yang memungkinkan seseorang memerah pipinya saat dia mengatakannya . Atau cerita sederhana yang tak bisa terucap walau nyawa taruhannya . Tapi rahasia semacam itu tidak akan menjadi masalah bagimu jika kau mampu menutup mulutmu dan membarkannya tetap tertutup rapat dalam hatimu . Tapi beberapa rahasia tak bisa kau sembunyikan tak peduli seberapa keras kau mencobannya , sebuah rahasia yang membuatmu sadar kau bukan orang yang pantas untuk ada di tempatmu saat ini . Sebuah rahasia yang bahkan tak pernah ingin kau yakini . Rahasia yang membuatmu jatuh tersimpuh walau dalam hari terbahagiamu .Ironinya , setiap kau menatap wajah yang ada dalam pantulan cermin kamarmu kau akan merasa takun dengan sedirinya , karena wajah itu , wajah yang terpantul itu adalah penyebab rahasiamu tak lagi menjadi sebuah rahasia ….. “ ,  

****************************

12 Januari 2014

Sooyoung sedang disibukkan dengan tumpukan folder di hadapannya , kacamata merah winenya menggantung cantik di telinga indahnya . Sudah hampir dua jam dia terpekur di tempatnya saat ini . Sesekali Sooyoung mengintip ke dalam layar komputer yang menampilkan serangkaian sample batu permata dari hasil pertambangan keluarganya . Matanya terus mengikuti ke arah deretan kalimat yang tertulis di tumpukan kertas putih yang dipegangnya . Ada sedikit gurat kekecewaan di dahinya . Dia kembali melirik ke arah kanan mejanya , cangkir kopinya sudah kembali kosong untuk kesekian kali . Diedarkan pandangan ke sekeliling kubikel kantornya . Dari jendela penghubung kantornya dia bisa melihat para pekerjanya sudah begitu kelelahan . Ada beberapa di antara mereka yang masih berahan di depan layar komputer yang menyilaukan walau mata mereka lebam karena kantuk .

“ Sudah selarut ini ?”, gumam Sooyoung saat dia melirik ke arah jam dinding yang tergantung di tembok kantornya . Sooyoung meraih ponsel yang diletakkan di dekat potret keluarganya . Dia menekan beberapa nomor yang sudah di hafalnya di luar kepala .

“ Yaboseyo …..” , jawab seseorang namja di sebrang sana .

Sooyoung tersenyum sejenak sebelum menjawab dengan nada lembut , “ Apa kau menungguku ?”,

“ Seperti biasa . Bukankah kau selalu datang terlambat ….. “, jawab Namja dari sebrang telepon . Sooyoung tersenyum karena tahu namja itu hanya menggodanya . Dia tahu karena mereka sudah hidup bersama dua tahun terakhir .

“ Miane …. aku harus mengerjakan sedikit pekerjaan di kantor . Apa Jinri sudah tidur ?”,

“ Dia mencarimu … selalu ! Dia merindukanmu , sesekali pulanglah lebih awal , dia ingin kau membacakan ceria untuknya . “

“ Akan aku usahakan . Gumawo .” , jawab Sooyoung perlahan .

“ Aku suamimu Soo , untuk apa kau berterimakasih . “ ,

Sooyoung kembali tersenyum , dia bersyukur bahwa namja itu yang menjadi suaminya . Dia bersyukur karena mereka saling mencintai . Dia bersyukur karena dia adalah segala yang dibutuhkan olehnya .

“ Aku akan segera pulang , jangan lupa nyalakan lampu nakas . Aku tak ingin terkantuk meja kerjamu lagi . Kakiku sudah cukup dengan tiga bekas lebam kemarin . “ , ujarnya dengan nada yang hanya bisa diftasirkan sebagai cinta .

“ Ne . Apa aku perluh menjemputmu ? “,

“ Ani . “ , tolak Sooyoung perlahan , dia tahu suaminya juga lelah dengan jadwalnya hari ini . ” Aku akan pulang sendiri . “

“ Baiklah ,,, hati-hati di jalan . Bye … “,

“ Bye .. “, klik . Sooyoung meletakkan ponselnya kembali di tempatnya . Senyum kembali terkembang di wajahnya saat dia melihat potret keluarganya  . “ Aku merindukanmu Oppa … “, bisik Sooyoung seraya mengelus lembut wajah Kangta yang tersenyum di potret itu . Boa ada di sampingnya berdiri dengan pakaian kasual bersama suaminya . Semua tersenyum bahagia di potret itu . Sooyoung puas menatap ke wajahnya yang bisa menunjukkan senyum yang tak pernah dia bayangkan akan di milikinya di masa lalu . Suaminya sedang memapah anaknya yang masih berusia 5 bulan saat itu . “ Yoona …. “ , bisiknya saat melihat saudara ipar dan sahabatnya yang merangkulkan sebelah tangannya ke pinggang Sooyoung . Yoona terlihat cantik dengan gaun satin hijau hazzelnya . Suami Yoona  juga ada di sana terlihat sama bahagianya dengan yang lain .

Sooyoung puas dengan hidupnya saat ini . Walau di masa lalu ada tangis mendera tapi hari ini hanya ada senyuman di wajahnya . Pengalaman pahit dan kekecewaan di masa lampau telah memberinya jalan untuk bahagia di masa kini . “ Aku mencintai kalian …..” , ujarnya pada potret di tangannya .

**************************

2 Mei 2012

Sooyoung sedang menggerutu kesal pada dirinya sendiri . Cangkir coffe di hadapannya sudah kosong untuk kedua kalinya . Jemarinya mengetuk-ngetuk meja dengan kesal . Dia begitu benci menunggu  . “ Aish …… Kwon Kyuhyun . “, gerutu Sooyoung seraya membanting kesal tas jinjing yang dibawanya . Cardigan yang ada di dalamnya mengintip keluar di lantai kayu caffetaria .

“ Ya ! Apa yang kau lakukan ?”, ujar suara dari balik punggung Sooyoung . “ Ck ck ck kau tak pernah berubah . “ , keluh Kyuhyun sebelum menempatkan dirinya di samping Sooyoung.

Sooyoung mendengus kesal saat melihat sikap Kyuhyun yang tak acuh . Kemarin malam memang hanya ilusi . Iya Ilusi dengan I besar . Kwon Kyuhyun yang sempat dianggap Sooyoung sebagai pahlawan ternyata hanya bocah kurang ajar yang sama seperti yang ditemuinya dua jam sebelum tindakan heronisme itu . Tidak ! Jika Sooyoung mau memutar balik ingatannya kemarin malam dia akan tahu Kwon Kyuhyun tak melakukan apa-apa untuknya . Dia hanya berdiri di sana dan mengeluarkan kata-kata menyengat di telinga .

“ Ada keperluan apa kau memanggilku ke seni ?” , jawab Kyuhyun dengan nada malas . Kyuhyun melirik ke lantai , tempat tas jinjing coklat Sooyoung tergeletak tak berdaya . Dia menaikkan sebelah alisnya saat melihat cadigan miliknya mengintip keluar dari tas .

“ Aku hanya ingin mengembalikan apa yang bukan milikku . Huh !”, jawab Sooyoung sebal seraya memangutkan kepalanya ke arah tas jinjingnya yang tergeletak di lantai . Dia bahkan tak mau merepotkan dirinya untuk mengambil tas jinjing itu.

“ Kau bisa membuangnya kalau kau mau . Kau cukup tahu keuanganku bisa memenuhi kebutuhan berpakaianku . Walau kau tak mengembalikan cardigan itu jelas kau tahu aku tak akan kekurangan pakaian dalam lemariku . “ , jawab Kyuhyun dengan nada jahil . “ Jadi , katakan padaku ! Apa tujuanmu sebenarnya ? Merindukanku ?”, sindir Kyuhyun dengan kilat jahil di matanya .

“ Ya ! “ , teriak Sooyoung yang mengundang tawa Kyuhyun .

“ Baiklah , miane , aku hanya bercanda . “ , ujar Kyuhyun tak tulus . “ Hanya memikirkan kau mulai menyukaiku sudah membuat bulu kuduku berdiri . “ , godanya lagi .

Sooyoung meremas tanganya dengan erat di bawah meja , dia berusaha dengan sekuat tenaga untuk tak menyiram Kyuhyun dengan kopi yang masih tersisa di cangkirnya . “ Syukurlah , kau segera sadar dari delusimu. Memikirkan aku menyukaimu membuatku ingin memuntahkan seluruh isi perutku saat ini . “ sindir Sooyoung .

 “ Aku ingin berterimakasih padamu …. “ , ujar Sooyoung . “ Tapi aku berubah pikiran ! “, lanjut Sooyoung . “ Mengingat kau adalah lelaki besar kepala yang tak bisa menjaga mulutmu dengan kesombongan sebesar sepatu bootku , aku rasa ucapan terima kasih terlalu berharga bagimu . “

Jika namja di hadapan Sooyoung bukan Kyuhyun , namja itu pasti sudah melangkahkan kakinya keluar dari caffetaria karena merasa kesal dan terhina oleh ucapan Sooyoung . Tapi dia Kyuhyun . Orang yang sudah mulai mengerti hati Sooyoung . Dia tak marah sedikitpun , dia merasa hal ini lucu . Yeoja di hadapannya bertampang cantik dan bermulut setajam pisau . Tapi Kyuhyun mulai merasa jikalau Sooyoung tak seburuk seperti yang dikatakan orang . “ Baikalah terserah kau saja ! “ , jawab Kyuhyun sekenanya .

Sooyoung mulai merasa sedikit aneh dengan sikap Kyuhyun . Dia sedikit terkejut karena Kyuhyun tak membalas hinaan Sooyoung . “ Kau … ada apa denganmu ? Kau tidak marah dengan hinaanku ? “ ,

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan senyum di matanya . “ Entahlah … sepertinya aku mulai tahu bahwa kau tak benar-benar serius saat mengucapkannya . “ , jawab Kyuhyun .

Sooyoung terdiam sesaat . Dia terpaku pada senyum yang terlukis di bibir Kyuhyun . “ Ada apa denganku . Kenapa hatiku berdetak seperti ini . “ batin Sooyoung yang merasakan ada getaran aneh di hatinya saat melihat senyum Kyuhyun . “ Aku tak mungkin …. ini tak mungkin perasaan itu …. “,

**************************

Sooyoung POV –

Kwon Kyuhyun ? Ani . Tidak mungkin . Bagaimana seleraku terhadap pria bisa terjun bebas seperti ini . Ini pasti hanya hasrat kilat yang muncul karena pengaruh hormon diantara kami. Aku pasti sudah gila ? Bagaimana jantungku bisa berdetak seperti ini . Dia hanya tersenyum padaku , tapi bagaimana itu bisa membuat dentuman dasyat di jiwaku . Aku pasti sedang bermimpi .

“ Ya ! Apa yang kau lamunkan ? “ , tanya Kyuhyun padaku . Aku baru sadar sudah lebih dari lima menit aku hanya terdiam memandangnya .

“ Ani ….. aku merasa kau sangat jelek ketika tersenyum !” , kilahku seraya menyeruput cangkir kopiku yang sudah hampir kosong . Demi Tuhan apapun akan kulakukan hanya untuk menghindari bertatap muka dengan Kyuhyun kali ini .

“ Kau merasa aku menarik ? Aku yakin itu !” , aku hampir tersedak saat Kyuhyun melontarkan ucapan itu .

“ Ya ! Kau mulai lagi ….” ,

“ Jangan ! “ , potong Kyuhyun yang seketika membuatku kebingungan . “ Jangan tertarik padaku ! “, lanjutnya yang membuatku bungkam . “ Seperti yang ku katakan padamu sebelumnya . Aku menyukai Yoona sejak pandangan pertama . Aku sudah menetapkan hatiku padanya . Apapun yang terjadi kelak , aku tetap akan memilihnya . Aku tak akan mudah goyah . “ , tegas Kyuhyun . Aku ingin sekali memuntahkan keluhan karena dia terlalu memandang tinggi dirinya .

Sekali lagi dalam hidupku , aku harus kembali melawan Yoona . Aku tak tahu apa yang direncanakan Tuhan untuk kami , tapi jika benar Kyuhyun sudah menetapkan hatinya aku harus kembali ke jalan awalku . Aku harus melakukan sesuatu untuk membunuh perasaan yang masih berupa ilusi ini . Aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri , atau aku akan menyesal kelak , karena membiarkan sesuatu yang bodoh telah tumbuh di hatiku untuk yang kedua kalinya . Aku tak mungkin lagi jatuh di tempat yang sama . Cukup sekali , hanya sekali , cukup Changmin Oppa yang menorehkan luka itu di hatiku . “ Baik . Aku akan menerima tawaranmu . “ , jawabku lirih . Pada akhirnya inilah caraku satu-satunya . “ Aku akan menjadi sekutumu . Jadikan Siwon Oppa milikku !” , lanjutku yang membuat Kyuhyun untuk sejenak kehilangan orientasinya .

“ Kau menerima tawaranku ? “, ulang Kyuhyun mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri .“ Tapi kenapa kau tiba-tiba beubah pikiran ? “ ,

“ Hanya satu syarat yang ku ajukan . Jangan banyak bertanya soal alasanku menerimamu . Terima atau Batal ! “ , gerutuku sebal .

“ Ya ! “ , protes Kyuhyun yang entah kenapa terlihat kembali terlihat kekanakan .

Mungkin ini awal dari segalanya atau akhir dari segalanya . Aku tak akan pernah tahu ? . Aku bukan peramal yang bisa melihat ke masa depan . Tapi aku sungguh berharap jauh di lubuk hatiku agar siapapun yang berakhir denganku akan benar-benar mencintaiku di dalam hatinya. Siapapun kau , apa kau siap ? .

*********************************

Author POV –

13 Januari 2014

00:06

Sooyoung sampai di rumahnya dengan selamat . Setelah mengemudi lebih dari 28 Km Sooyoung berusaha untuk merenggangkan otot-ototnya yang menegang . Dia selalu bahagia saat berada di rumah . Setelah memarkirkan mobilnya di garasi Sooyoung melewati pintu samping rumah yang menghubungkannya dengan dapur . Dia sedikit merasa lapar . Seharian tadi Sooyoung hanya sempat menyantap nasi kepal yang dibelikan asistennya di toko cepat saji .

Sooyoung meletakkan tas jinjingnya di meja dapur sebelum bersiap mencari makanan di dalam lemari pendingin . Suara dentaman buku-buku yang menjadi isi tasnya membuat kucing Sooyoug yang tertidur di samping meja sedikit menggeliat kaget. “ Miane Jongin !” , ujar Sooyoung pada kucingnya . Dia kembali membuka lemari pendingin di hadapannya .

“ Lihatlah dewi makanku yang selalu mencintai lemari pendingin dibanding suami dan anaknya ! “ , ujar sura bariton dari balik punggung Sooyoung .

Sooyoung berbalik sekilas dan memberikan namja itu senyuman kecil sebelum kembali menekuri isi lemari pendinginnya . “ Miane …. hatiku lebih mencintai kalian , tapi perutku berkata lain . Apa yang bisa aku lakukan ? “ , goda Sooyoung yang kemudian mengambil seiris Sachertorte dari dalam lemari pendinginya .” Kau mau ? “ , tawar Sooyoung pada suaminya .

Sooyoung menempatkan dirinya di samping meja bar yang membentang memisahkan ruang makan dan dapurnya . Suaminya berdiri bersebrangan denganya . Dia menuangkan susu putih ke dalam cangkir besar untuk mereka berdua . Ini sudah seperti tradisi bagi mereka . Berbagi makanan dan minuman .

“ Apa semuanya baik-baik saja ? Kau sudah hampir seminggu pulang larut . “ , tanya Suami Sooyoung seraya melahap irisan kue yang disuapkan Sooyoung padanya .

“ Ani . Semuanya berjalan sesuai tempatnya , hanya ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan perhatian ekstra ! “ , jawab Sooyoung .” Tapi Yaebo , apa sekarang kulitmu sedikip menghitam ? Dan ahhh ,,,, jambang-jambang kesukaanku . Apa sekarang kau berusaha menggodaku ?” . goda Sooyoung seraya menyentuh dagu suaminya . “ Kau tampan sekali . “ , pujinya .

“ Tentu saja . Suamimu ini bisa membuat semua yeoja  memalingkan muka setiap kali melewati mereka . “ ,

 “ Ya ! “ , gertak Sooyoung yang membuat suaminya tertawa renyah . “ Berhentilah bercanda ! Hibur aku ! “ , pinta Sooyoung kembali dengan nada manja .

“ Baik ….tapi izinkan aku membawa kita ke tempat yang lebih nyaman . “ , Sooyoung hanya tersenyum saat Suaminya menyebrangi bar dan mulai memapah tubuhnya menaiki tangga-tangga menuju kamar mereka .

“ Yaebo , Sharange …..” , ujar Sooyoung seraya merapatkan dirinya ke dada suaminya . Mungkin ini bukan hidup yang paling menyenangkan baginya , tapi bagi Sooyoung saat ini adalah saat yang paling berharga .

******************************

2 Mei 2012

Yoona sedang duduk di depan meja kerjanya . Sudah hampir seminggu dia menempati posisinya sebagai Dokter Unit Gawat Darurat di RS Seoul . Sebagai pendatang baru posisinya saat ini benar-benar memberatkan dia . Tak banyak bantuan dari dokter senior ataupun rekan setimnya . Ada puluhan kasus yang selalu butuh penanganan tepat dan cepat di unitnya saat ini . Dia menangani hampir semua kasus kecelakaan yang selalu datang tiap jamnya . Tangan dan tubuhnya selalu bergelimang darah dari pasien yang datang dan pergi dari unitnya .

“ Sungsaenim , ada pasien berusia 32 tahun sedang mengalami pendarahan di kubikel tiga . “ , ujar seorang paramedis yang sedang diburu waktu . “ Saya harap anda segera melihatnya , dia terluka di bagian lutut kiri , sepertinya ada pecahan kaca yang masuk ke dalam lukanya. “

“ Apa kau sudah menyuntikkan Anestesi padanya ? “ ,

Paramedis itu hanya mengaguk perlahan seraya mengikuti Yoona dari balik punggungnya . Mereka setengah berlari untuk bergegas . Yoona segera memeriksa luka sepanjang 26 cm yang membelah daging di sekitar lutut si pasien .

Yoona menangani kasus demi kasus dengan begitu sigap hingga dia lupa menjaga kesehatannya sendiri . Ini seperti ironi di dunia medis . Kau akan terlarut dalam berbagai kasus yang ada di hadapanmu dan merasa kalau dokter adalah robot penyembuh yang sudah kebal akan penyakit .

“ Selesai ….” , ujar Yoona setelah menjahit luka pasiennya . Ada peluh di dahi mungilnya . “ Bawa dia ke bagian Ortopedi untuk penanganan lebih lanjut . Hubungi Dr. Jisuk untuk menanganinya . “ , perintah Yoona pada asisten perawatnya .

Yoona memberikan senyum kecil pada pasien di hadapanya sebelum dia meninggalkan kubikel si pasien . Wajah lelah Yoona membuat perawat di sampingnya tersenyum prihatin padanya . Yoona melirik jam tangan tembaganya , sudah satu jam berlalu sejak jam jaganya berakhir . Dia baru sadar sejak jam istirahat tadi perutnya hanya diisi dengan kopi hitam buatan asistennya . Dia tak pernah sempat makan dengan teratur saat ditugaskan di UGD. “ Hah ….. “ , desah Yoona . Dia menyapukan pandangan ke area unitnya sebelum memutuskan untuk memangil Dr. Sujin untuk menggantinya berjaga .

Yoona mengemasi beberapa barangnya yang ada di meja , diliriknya beberapa tumpukan dokumen rekapan perkembangan pasien yang ditinggalkan oleh asistennya sejam lalu . Yoona ingin meraihnya untuk menyelesaikan pekerjaan tertunda itu tapi suara keibuan dari balik punggungnya mengehentikannya, “ Sudah tinggalkan saja . Ini sudah waktunya kau pulang . Biarkan Dr. Sujin yang mengerjakannya . “ , ujar kepala perawat Oh yang sudah dianggap Yoona seperti eommanya sendiri .“

Yoona tersenyum pada wanita paruh baya itu . “ Perutku sudah menjerit untuk diisi . Jika eommonim tak menghentikanku aku pasti akan berakhir kelaparan di meja itu . “ , canda Yoona .

“ Kau terlalu memaksakan dirimu . Pergilah ke caffetaria , aku akan mengendalikan situasi di sini sampai Dr. Sujin datang ! “ , usir perawat Oh dengan nada sayang .

“ Ne …. ! “, Yoona membungkuk sopan sebelum melangkahkan kakinya menelusuri lorong rumah sakit penghubung UGD dengan pintu keluar.

Dinikmatinya hembusan angin yang menerpa kulitnya . Sudah lebih dari 24 jam dia terkurung di dalam ruangan ber AC . Yoona sengaja membiarkan cahaya matahari yang menembus lindungan menghangatkan tubunya . Dia butuh asupan dari hangatnya matahari yang sedang bersahabat . Seperti orang yang menikmati kebebasan Yoona merentangkan tanganya untuk merasakan percikan air mancur yang ada di perempatan jalan menuju Caffetaria . Dia berjalan dengan menutup matanya , mencoba menikmati musik sunyi dari pepohonan di sekitarnya . Yoona terus melangkah hingga satu meter ke depan , dia tak sadar ada sepasang mata yang sudah memperhatikannya sejak semenit lalu .

“ Sepertinya kau menikmati waktumu Im Yoona ! “ , ujar suara itu dari balik punggung Yoona .

Yoona terdiam seketika . Tubuhnya mengenali suara itu . Suara yang hampir sepuluh tahun ini tak pernah didengarnya lagi . “ Tidak mungkin …. “ , perlahan Yoona membalikkan tubuhnya ke arah pemilik suara . “ Changmin Oppa ?” , bisiknya lirih .

Changmin berdiri di hadapannya dengan senyum miring yang sama . Wajahnya terlihat lebih dewasa dibanding dengan wajah yang ada di ingatan Yoona . Ada gurat umur yang sudah mulai terlihat di sepanjang garis matanya . Rambut yang dulu dibiarkan terurai di bahunya dipangkas begitu pendek sehingga mendekati potongan para pekerja militer .

“ Lama tidak bertemu ! “, ujar Changmin lirih .

“ Tuhan … katakan aku salah … tapi aku merasa bencana akan segera datang …”

*******************************

-TBC-

Heheheh mian ya reader ini sebenernya belom selesai ,,,, karena Adaya merasa kalo dilanjutkan kepanjangan , maka Adaya bagi dua aja . Yang B dilanjutkan setelah Adaya mengistirahatkan mata sejenak ya …. Nanti banyak SooWon di sana FYI aja heheheh ….. 

Jangan lupa tinggalkan jejak ya ….. 

Bye

[ FF ] Nothing On You – Chapter 2-

Title              : Nothing On You

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )

Other Cast    :

  • Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min –> Cho Changmin 
  • Hwang Tifanny –> Tifanny 

Type            : Chapter

Genre          : Romance, Sad Ending , Family

Rating          : PG-18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

 

Happy Reading …… ^__^

Chapter -2-

 Author POV-

 Seorang yeoja sedang berdiri di depan cermin menatap dirinya yang terbalut gaun pengantin . Senyum terkembang di waja yeoja itu . ” Oppa bagaimana menurutmu ?”, tanya yeoja itu pada seorang namja yang sedang duduk membaca dokumen di tangannya .

 ” Kau terlihat cantik memakainya .”, jawab namja itu sekenanya . Tumpukan dokument di hadapannya menyita banyak perhatiannya . 

 ” Oppa kau tak melihatku , bagaimana kau tahu aku cantik ?”, protes yeoja itu dengan sebal . Dia melajukan langkahnya menuju sofa tempat namja itu duduk . ” Oppa ,singkirkan tumpukan dokumen itu sebentar saja . “, pintanya halus seraya mencoba mengambil folder dokumen yang sedang dibaca namja itu. 

 ” Aku sibuk , Soo . Bisakan kita lanjutkan ini besok !”, keluh namja itu mengundang tatapan sedih yeoja di sampingnya .  

 ” Tapi pernikahan kita tinggal sebulan lagi. Kau masih saja sibuk dengan pekerjaanmu . ” , keluh Sooyoung yang tak digubris namja di hadapannya . ” Oppa apa kau benar-benar mencintaiku ?”, tanya Sooyoung akhirnya .

 Siwon perlahan menutup folder dokumen yang dipegangnya . Dia tak langsung menjawab pertanyaan Sooyoung , ada kerut berfikir terukir di dahinya . ” Apa kau akan kecewa jika aku menjawab ‘belum’?”. 

 Sooyoung tersenyum miris di sampingnya . ” Araso . “, Sooyoung tak ingin berkhayal terlalu tinggi soal cinta . Sooyoung memperhatikan Siwon , calon suaminya . Orang yang semakin hari semakin dicintainya . Cinta bertepuk sebelah tangan ini membuatnya sedikit sedih . ” Tapi kau akan mecintaiku pada akhirnya . ” , bisik Sooyoung yang membuat Siwon tersenyum tipis . 

 ” Apa kau menantangku ?”, tanya Siwon yang tiba – tiba berbinar tertarik . Kali ini dia benar benar memperhatikan Sooyoung dalam balutan gaun pernikahan mereka . ” Kau sangat cantik .”, katanya tulus . Dia mencoba menyentuh sarungtangan satin yang dikenakan Sooyoung , perlahan dia menautkan jemari mereka . ” Aku ingin memperingatkanmu kalau aku tak mudah untuk ditaklukkan !”, Siwon menatap Sooyoung dengan tajam , dia memperhatikan garis bibir indah Sooyoung , sesuatu yang jahat telah mendorongnya untuk melakukan hal diluar kendalinya . Bibirnya semakin mendekat ke arah Sooyoung . Jarak mereka semakin mendekat hingga Siwon bisa merasakan hembusan nafas Sooyoung . Siwon menyentuhkan bibirnya perlahan ke bibir Sooyoung . Siwon mulai meletakkan tanganya untuk mencengkram rambut Sooyoung yang terurai indah . ” Balas aku !”, bisiknya.

 Sooyoung bingung tak tahu apa yang harus dilakukan . Walau usianya sudah 20 tahun tapi ini adalah pengalaman pertama baginya . Ciuman Siwon sangat lembut tapi meuntut . Siwon memintanya untuk membalas ciumannya , tapi Sooyoung tak mengerti apa yang harus dilakukan . Pada akhirnya dia mencoba meletakkan tangannya yang gemetar ke dada bidang Siwon , dia mencoba menekankan bibirnya mengimbangi Siwon . Sesuatu tentang ciuman ini membuat desir panas di dada Sooyoung hingga dia ingin menangis . ” Oppa …”, Sooyoung mendesah lirih saat Siwon menggigit bibir bawahnya dengan lembut . Mereka terlarut dalam suasana hingga tak tahu ada mata yang sedang memperhatikan mereka . 

 ” Soo ….!”, Suara namja dari balik punggung Sooyoung membuat Sooyoung tersentak menjauhkan Siwon . 

 ” Miane .”, ujar Sooyoung perlahan , sebelum menoleh kepada orang yang menggagu waktu pribadinya dengan Siwon. ” Kyuhyun

Oppa ?”, ujar Sooyoung terkejut memperhatikan sahabatnya berdiri di apartementnya dengan keadaan basah kuyup.

 Namja yang dipanggil Kyuhyun itu menunjukkan wajah sedih . ” Aku membutuhkanmu , jangan tinggalkan aku !”,

 **************** 

 ” Tunggu di sini . ” ujar Sooyoung kepada sopirnya. Dia melangkahkan kakinya keluar dari mobil . Angin laut dan deru ombak menyambut kedatangan Sooyoung. Perlahan Sooyoung melangkahkan kakinya menjauh . Kabut tebal dan ilalang mengelilingi jalan setapak yang dilalui Sooyoung , dia berusaha mendaki lereng curam untuk menuju tebing batu di hadapannya . Senyumnya sedikit terkembang saat melihat bunga Sweeat pea sudah mulai bermekaran di sekitar gundukan tanah di hadapannya . 

 Sooyoung menghentikan langkahnya di depan nisan batu di hadapannya . ” Sudah lama sekali kita tak bertemu !”. ujar Sooyoung perlahan seraya duduk ditumpu kakinya . Dia mencoba merasakan kerasnya gundukan tanah di hadapannya . ” Miane , karena meninggalkanmu di sini sendiri .“, Sooyoung lalu terdiam . Dia mencoba menangkap musik alam di sekitarnya. Hal yang sudah hampir dia lupakan selama dua tahun ini . Suara-suara itu mengundang kesedihan dalam diri Sooyoung , perlahan Sooyoung merebahkan dirinya merangkul gundukan tanah di hadapannya , ” Kau pasti kesepian di sini ? Siapa yang menyuruhmu meninggal mendahuluiku ? Siapa suruh kau meninggalkanku sendiri ?”, Setitik air mata meniti dari mata Sooyoung . Dia mencengkram tanah keras di hadapannya semakin erat . 

 ” Oppa , kenapa dunia semakin kejam padaku . Hidup sungguh tak mudah bagiku .Satu per satu orang yang kucintai meninggalkanku sendiri . Aku kesepian , Oppa . “,  Sooyoung tak bisa lagi menahan kesedihannya . Di depan makam Kyuhyun sambil memeluk gundukan tanah itu Sooyoung menangis meraung , melepaskan semua pertahanan dan harga dirinya . Dia merindukan Kyuhyun , dia merindukan sahabatnya . Dia tak lagi memiliki Siwon di sisinya . Sekarang dia benar-benar sendiri di dunia ini .

 Seorang namja sedang bersembunyi di balik lindungan pohon memperhatikan Sooyoung yang sedang menangis di depan kuburan Kyuhyun. Namja itu menatap kaku ke arah Sooyoung , tangannya mengepal keras mencoba menahan gejolak hatinya . ” Sepertinya saat ini aku tak bisa menemuimu , Kyu .”, ujarnya sebelum berbalik pergi . 

*****************

Changmin duduk dengan tangan memijat kepalanya . Pemandangan yang baru saja dilihatnya membuatnya sedikit goyah . Yeoja yang menangis itu bukan yeoja yang sama seperti yang diceritakan  Victoria padanya . Dia telihat tulus dan sangat menyayangi Kyuhyun .

Kematian dongsaengnya dua tahun lalu masih menjadi misteri bagi Changmin. Kyuhuyun meninggal secara tak wajar di kamar asrama kampusnya . Hasil penyelidikan polisi menunjukkan Kyuhyun mengalami despresi karena kekerasan di kampus . Changmin sangat sedih saat itu , tapi hatinya dibakar  amarah saat Victoria membeberkan semua cerita kehidupan Kyuhyun dan cinta terpendam Kyuhyun pada Sooyoung . Victoria menggambarkan Sooyoung sebagai wanita yang suka mempermainkan pria hanya untuk kesenanganya . Semuanya diperkuat dengan history panggilan keluar di telefon Kyuhyun sejam sebelum meninggal . Changmin memejamkan matanya lelah . Semua ini benar-benar melelahkan baginya . ” Siapa yang harus aku percaya ?”, bisiknya lirih . 

 

*****************

Sooyoung POV-

Aku berdiri di sini !. Pada akhirnya aku menyerah dengan cintaku . Aku melangkahkan kaki menusuri lobby perusahaan . Baju kotorku yang terkena debu dan mata sembabku mengundang banyak pertanyaan dari karyawan yang sedang menikmati masa istirahatnya . ” Selamat datang Nyonya .”, sapa salah seorang pegawai informasi . Semua yang berhadapan denganku menunduk hormat sambil berlalu .

Aku memasuki lift yang penuh dengan orang dan menekan tombol 23 . Aku mendengar kasak kusuk tidak sedap yang dilontarkan para pekerja di belakangku . Aku mencoba menenangkan diriku dengan mencengkram folder coklat yang ada di genggamanku .

Lift membuka pada tiap lantai , akhinya hanya tinggal aku sendiri di lantai 23 .  Perlahan pintu lift terbuka . Pemandangan serba putih yang kusaksikan selama ini benar-benar sudah berubah . Kantor Siwon Oppa terlihat lebih dinamis dengan warna dan peralatan canggih yang didatangkan dari Jepang . Aku merasa semakin terbuang dari bagian kehidupanku. Hal sekecil apapun bisa membuatku sangat sedih saat ini . Aku melangkah menuju meja Taeyon , sekertaris Siwon Oppa . ” Unnie .”, Sapaku seraya tersenyum . ” Apa Siwon Oppa ada di dalam ?”,  Taeyon Unnie membelalak kaget saat mendengarku memanggil Siwon dengan sebutan Oppa . Tapi detik berikutnya dia tersenyum ramah seperti biasa .

” Sayang sekali Mr . Choi masih ada tamu . Silahkan tunggu sebentar .”, ujarnya lembut . Aku mengagguk perlahan dan menempatkan diriku di sofa tamu . Taeyon Unnie menawariku kopi tapi aku menolaknya . Kedatanganku hanya bertujuan untuk menyerahkan dokomen perceraian kami yang sudah aku tanda tangani .Aku mencoba melihat tumpukan koran dan majalah yang ada di hadapanku , mataku menangkap sesuatu yang menusuk hatiku .

MERRY – JOSHEP TERANCAM PAILIT ? SKANDAL CINTA CHOI SIWON ? MISS T YANG MENCURI HATI SANG JUTAWAN . SKANDAL MR CHOI  DAN IDOL HALLYU . GOSIP PERCERAIAN PASANGAN CHOI .

Judul tajuk berita yang ada hampir di setiap media di hadapanku membuatku terpaku sejenak . Aku mencoba membaca perlahan artikel dari surat kabar yang paling atas . Ada fotoku yang sedang menangis saat upacara pemakaman Kyuhyun di sana . Fotoku diletakkan diantara foto seorang yeoja cantik yang sedang berpelukan mesrah dengan Siwon Oppa . Mereka tertawa bersama di sampul berita itu dan fotoku yang sedang menangis di edit secara apik menjadi background kebahagiaan mereka . Bibirku bergetar membaca uraian berita di hadapanku . ” Unnie ….apa ini ?”, bisikku perlahan .

Taeyon Unnie terlihat sangat menyesal dengan hal itu . ” Kau baru tahu ? Miane .”, Dia melangkah ke arahku mencoba menepuk pundakku dengan lembut .

” Ya Tuhan ….”, bisikku lirih .

Tepat saat itu Siwon Oppa melangkah keluar dari kantornya . Dia terlihat murung dengan orang yang belakangan aku kenali sebagai Pengacara Han . Siwon Oppa masih berbicara dengan pengacara Han hingga tak menyadari keberadaanku di lobby kantornya .  Mereka terlihat sangat serius . Pengacara Han tak sengaja melihat sosokku yang masih tercengang di sofa . ” Nyonya !”, sapanya seraya menunduk sopan . Siwon Oppa mendadak berbalik ke arahku dan tatapan kami bertemu .

*************************

Author POV –

Siwon menatap surat kabar yang di bawa Sooyoung dengan tatapan mematikan . ” Kanapa kau tak membuangnya !”, ujarnya marah pada Taeyon yang sedang duduk di samping Sooyoung. Dia memandang Sooyoung dengan tatapan dingin . ” Untuk apa kau kemari ?”,

Sooyoung berdiri seketika . Dia mengambil folder coklat yang tadi diletakkannya di meja . ” Jadi ini alasanmu meminta cerai dariku ? Karena kau ingin bersama wanita ini !”, Sooyoung menahan amarah yang merayapi hatinya . Dia tak benar-benar yakin Siwon memiliki wanita lain selama ini . Tapi semua publisitas ini membuat mata Sooyoung terbuka . Perlahan dia melangkah tepat ke arah Siwon berdiri . Jemarinya terkepal di kedua sisi tubuhnya .

” Taeyon , antar pengacara Han keluar !” , perintah Siwon dengan suara dingin . Dia tak ingin masalah pribadinya menjadi tontonan pekerja di kantornya .  Taeyon segera meminta Pengacara Han untuk mengikutinya . Suasana menjadi sangat kaku sekepergian mereka . Sooyoung bernafas dengan berat , matanya penuh amarah untuk Siwon .

” Kau sudah setuju untuk bercerai . Aku sudah memenuhi semua keinginanmu . Lalu apa masalahnya ?”, ujar Siwon dingin . Matanya beralih pada folder coklat di tangan Sooyoung , senyum kejam terkembang di bibirnya . ” Kau sudah menandatanganinya ?”,

Sooyoung ingin menangis saat ini tapi amarah yang tumbuh menahannya . ” Apa kau senang jika aku bilang iya ?”, Siwon memandang Sooyoung yang sepertinya sudah kehilangan akal sehat . ” Kau kira hanya kau yang bisa menyiksaku ?”, ujar Sooyoung seraya menyobek folder yang berisi surat perceraian itu . ” Ini yang kau inginkan ?”, dia melempar sobekan kertas itu ke muka Siwon . ” Mian , tapi pikiranku berubah !”,

Siwon mendelik tak senang ke arah Sooyoung . ” Apa kau mencoba menantangku , Choi Sooyoung ?”, geramnya yang sedikit membuat Sooyoung takut . ” Kau akan menyesal .”, ancamnya perlahan .

” Tidak . Walau aku mati aku akan lebih menyesal jika aku menyetujui perceraian ini . Aku akan tersiksa sendiri dengan perceraian ini . Tapi dengan menolaknya setidaknya tidak hanya aku yang tersiksa . Kau ….kau juga akan tersiksa . Aku masih menyimpan rasa hormat padamu selama ini , tapi melihat semua berita itu benar -benar membakar habis segalanya . Kau bahkan tak membiarkan aku tahu keadaan perusahaan yang dibangun kakekku …. apa kau benar-benar manusia Choi Siwon ?”,

“Cukup , hentikan !” , Sooyoung dapat merasakan kemarahan Siwon . Dia mengenal Siwon , dia tahu saat ini Siwon sudah berada di level yang tak bisa di lawan . Tapi hatinya tergelitik gatal untuk menggodanya sampai akhir.

” Kau kira aku takut ? Tidak . Aku ….”,

” CUKUP !”, teriak Siwon pada Sooyoung . ” Sudah kukatakan kau harus menghentikan bualanmu !”,

Mata Sooyoung sudah berair . Ini pertama kalinya Siwon berteriak padanya seperti itu . Air mata Sooyoung keluar perlahan bukan karena takut . Tapi lebih karena kecewa dengan sikap Siwon . ” Aku tak akan menyerah . “, ujar Sooyoung perlahan sebelum berbalik pergi meninggalkan Siwon dengan kemarahannya .

Sooyoung melangkahkan kakinya yang gemetar memasuki lift . Di sana dia menangis sejadi jadinya . “ Oppa , bawa aku bersamamu . “, bisiknya dalam hati .

*********************

Sepeninggalan Sooyoung Siwon terduduk lelah di lantai . Ada gurat kesedihan yang selalu di tahannya selama ini saat Sooyoung ada di dekatnya . ” Apa sebenarnya yang kulakukan !”,  bisiknya lirih seraya menyapukan pandangannya ke serpihan kertas documen perceraian mereka . ” Miane Soo. Miane ….”, ujar Siwon perlahan .

*********************

-TBC-

Ahhhh selesai juga . Masi bingung ya Chingu sama ceritanya . Heheheh sabar ya ini emang masih penuh misteri apa hubungan Kyuhyun sama Sooyoung . Dan kenapa SIWON jahat banget sama Sooyoung ? Dan kenapa Changmin begitu , lalu siapa Victoria itu ? Dan apa alasan kematian Kyuhyun yang penuh misteri dan membuat situasi menjadi rumit ini ? Aduh drama banget ya ceritanya . Tapi jangan bosen ya . Mian kalo jelek dan banyak Taypo bertebaran hehehe ….

Don’t be Silent reader ya …..

[ FF ] [KYUYOUNG VER] Baby Don’t Cry -Chapter 4-

Title              : Baby Don’t Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    :Seohyun SNSD , Super Generation
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -4-

Author POV –

Sepeninggalan Siwon semua orang yang berkerumun menatap kagum pada Sooyoung . Hanya Yuri yang tahu sebenarnya saat ini Sooyoung sedang menangis dalam hati . Yuri dengan segera menarik Sooyoung keluar dari kerumunan orang-orang yang ingin tahu . Mereka bergegas menuju kamar mandi . Yuri mendorong Sooyoung ke dalam salah satu kubikel . Dia mengunci Sooyoung sendiri di dalam. Mencoba memberinya privasi untuk menangis.

” Ya ! Sudah tak ada orang kau bisa menangis sepuasmu . “, teriak Yuri dari balik pintu kubikel . Yuri menunggu ledakan tangisan dari dalam kubikel . Satu , dua , tiga menit berlalu tapi Yuri tak kunjung mendengar tangisan Sooyoung . ” Choi Sooyoung ? Gwencana ? “, Yuri mencoba memastikan kesadaran Sooyoung . Dia memutuskan untuk mengintip sedikit apa yang sebenarnya terjadi pada Sooyoung . ” Kau tak menangis ?”, Yuri menelisik wajah Sooyoung yang tertunduk . Yuri merasa ada aura membunuh yang terpancar dari tubuh Sooyoung . ” Yuounggi ? Jawab aku . “,

Sooyoung menaikkan wajahnya sedikit . Dia memandang lurus ke depan . Tatapanya penuh amarah . ” Kwon Yuri , tampar aku !” ,

” Mwo ?”, Yuri tak tahu apa yang terjadi pada Sooyoung . ” Apa kejadian tadi membuat otakkmu menggila ?”,

Sooyoung melirik Yuri dengan pandangan yang menakutkan ,Yuri bergidik ngeri melihatnya . ” Tampar aku . “, ujar Sooyoung sekali lagi , tak memberi pilihan lain pada Yuri .

PLAK ….

” Gwencana ?”, Yuri khawatir tamparannya terlalu keras .Dia memandang pada tangannya yang panas kemudian beralih pada pipi Sooyoung yang memerah .

Sooyoung menghela nafas lega . Matanya kini berair . ” Gumawo .”, Yuri memandang tak percaya pada Sooyoung .

” Kau benar-benar Yeoja ajaib . ” , gerutu Yuri .

” Sekarang tinggalkan aku sendiri ! Tutup pintunya !”,Sekali lagi Yuri menyerah mencoba memahami pikiran sahabatnya satu ini . Yuri menutup perlahan pitu kubilel meninggalkan Sooyoung menikmati privasinya .

Sooyoung memandang pintu kubikel yang tertutup . Dia mencoba menutup matanya sesaat untuk menghayati segalanya . Setetes air mata kemarah mengalir dari matanya . Dia menangis bukan karena sedih . Dia menangis karena merasa marah pada dirinya sendiri . Kenapa dia tak berani memperjuangkan Siwon . Kenapa dia harus menjadi orang baik . Kenapa dia tak mampu menjambak Fanny dan mengatakan kata-kata kasar di depannya . Kenapa harga dirinya tak mau mengalah . Dan kenapa dia mengucapkan perpisahan itu .

Sooyoung sekarang benar-benar merasa seperti pahlawan . Sendiri dan kesepian , menangis diam -diam tanpa ada yang tahu , mencoba tegar di hadapan orang lain , menangis kembali jika sudah diluar jangkauan pandangan . ” Huwaaaaa … huwaaaa …….”, raung Sooyoung dari dalam kubikal . Dia tak bisa menghentikan tangisannya . Dia ingin berhenti tapi tak bisa . Dia membutuhkan namja itu , namja yang bisa mengucapkan matera ajaibnya .

*****************************
Kyuhyun sedang sibuk dengan rentetan note balok di hadapannya saat ponselnya berdering. ” Yaboseyo . “, ujar Kyuhyun . Matanya masih tak melepaskan sederetan partitur di hadapanya . ” Mian , bisakah kau menghubungiku lain wak…”,” Ucapkan manteranya . “, potong seorang Yeoja dari seberang sana . Kyuhyun menghentikan pengamatanya saat dia mengenali suara yeoja yang menelefonnya .Senyum terkembang di wajah Kyuhyun . Perhatiannya sepenuhnya beralih pada yeoja itu . ” Ani !. ” goda Kyuhyun . ” Terakhir kali aku mengucapkannya aku harus kehilangan 6000 won untuk memuaskan nafsu makan seorang gadis Cello .”Sooyoung menghela nafas kesal mendengar gurauan Kyuhyun , tapi anehnya air matanya berhenti tanpa Sooyoung sadari . ” Ya! Apa maksudmu memuaskan nafsu makan ? Itu adalah LAMBANG PERSAHABATAN . ”

Kyuhyun tertawa mendengar jawaban Sooyoung . ” Sudah tak sedih lagi ?”,

Sooyoung menatap wajahnya di cermin wastafel . Matanya masih sembab dan bengkak , tapi air matanya sudah berhenti mengalir . ” Bagaimana kau bisa tahu ?”, tanya Sooyoung keheranan . ” Ya ! Kau tak memasang kamera pengintai kan ?”, lanjut Sooyoung seraya mengedarkan pandangan di sekeliling kamar mandi dengan gaya berlebihan .

Kyuhyun tak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Sooyoung . ” Terserah kau saja , yang pasti aku tahu . “, sebenarnya Kyuhyun mengetahui dari suara Sooyoung yang sudah kembali bersemangat .Tapi Kyuhyun tak ingin memberitahu Sooyoung dan memilih menikmati menggoda kepolosannya. ” Dimana posisimu saat ini?”, ujar Kyuhyun yang tiba-tiba terbesit sebuah ide .

” Di depan cermin wastafel kamar mandi lantai satu gedung musik . Sebenarnya tadi ada di dalam kubikel , tapi udaranya terlalu pengap akhirnya aku keluar .”, jawab Sooyoung polos . Kyuhyun tak henti-hentinya dikejutkan dengan jawaban Sooyoung yang selalu mengundang tawa .

” Kenapa kau tertawa ? Apa ada yang lucu ?” , protes Sooyoung yang merasa tak ada yang salah dengan jawabannya .

”  Ani . Sekarang keluarlah . Aku ada di depan .”,

Sooyoung menatap ponselnya dengan kernyitan tak percaya . Dia menutup panggilannya dan melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi . Benar saja Cho Kyuhyun sudah ada di sana dengan senyum lebar di wajahnya .

” Omo ! Kau benar-benar penyihir . Baru lima detik aku memberitahumu posisiku , bagaimana kau bisa sampai di sini secepat itu ?”, Sooyoung mengamati Kyuhyun dari atas hingga bawah, tatapan heran bercampur kagum terpancar dari matanya yang sembab . “Apa kau punya ilmu teleport ? Ani ..ani …kau juga punya ilmu menghentikan tangisan . Apa kau benar -benar manusia ?”,

” Apa kau kecewa jika aku mengatakan aku manusia ?”, Senyum Kyuhyun semakin terkembang . ” Anggap saja aku bukan . Bagaimana kalau kau ikut berkunjung di dunia kecilku ?”, ajak Kyuhyun menikmati permainan ini .

Sooyoung menyambut ajakan Kyuhyun dengan antusias . ” Apa mantera kali ini ?”,

Kyuhyun sejenak terlihat berfikir , ” Baby Don’t Cry !”, ujar Kyuhyun seraya menarik Sooyoung untuk mengikutinya ke dunia kecilnya .

***********************
Sooyoung POV –

Kata-kata itu seperti menyihirku layaknya mantera. Kyuhyun yang baru ku kenal tiga hari ini membuatku merasa seperti bertemu dengan kawan yang sudah ku kenal seumur hidup. Aku tak pernah merasa hal seperti ini sebelumnya . Entah kenapa aku merasa Kyuhyun bisa membuatku bahagia dengan caranya yang unik . Di sampingnya aku bahkan tak takut terlihat bodoh atau jelek .

Aku melihat Kyuhyun yang ada di kursi pengemudi . ” Kita mau kemana?”. Kami sudah berkendara kurang dari satu jam , tapi sepertinya tak ada tanda-tanda kami akan segera berhenti .

” Bukankah kau ingin ke dunia ku ? “, jawabnya dengan nada misterius . ” Kita akan segera sampai . “, lanjut Kyuhyun sebelum kembali berkosentrasi pada kemudinya .

Aku menatap ke luar jendela . Mencoba menyembunyikan rasa penasaranku , dan sedikit perasaan mengganggu karena sekali lagi aku melihat sekelebat rasa sedih di mata Kyuhyun . Ya Tuhan , dia sedang tersenyum tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya . Aku tak berani menanyakan hal itu , aku rasa Kyuhyun akan menarik diri saat aku mulai ingin tahu tentangnya . Bagaimanapun kami baru saling mengenal selama tiga hari .

” Kita sudah sampai . “, aku terlalu hanyut dalam fikiranku hingga tak sadar kami sudah sampai di tujuan . Aku melangkahkan kakiku keluar dari mobil dengan sedikit keraguan . Kyuhyun mengajakku ke sebuah danau ? . Aku mengedarkan pandanganku sekilas . Aku tak menemukan hal special kecuali pemandangan apik yang terbentang di depan mata .

Kyuhyun sudah mengambil langkah mendahuluiku , dia berhenti di bawah pohon Mapple yang berdiri kokoh di dekat danau .  Aku mengikutinya hingga aku baru sadar itu bukan hanya pohon Mapple biasa . Kyuhyun sedang memandang nisan yang ada di bawah lindungan pohon Mapple itu dengan tatapan sendu . ” Seohyun , aku kembali .”, ujarnya lirih .

Aku tak tahu harus berbuat apa . Jadi aku hanya terdiam di belakang Kyuhyun, menunggunya menuntaskan rasa rindunya . ” Mian , apakau kecewa aku mengajakmu ke sini ?”, tanya Kyuhyun akhirnya.

Aku tak bisa tak tersenyum. ” Gwencana . Aku senang kau mengajakku ke sini. “, jawabku . Aku kembali menatap nisan yang ada di hadapanku , aku tahu siapapun yang terkubur di situ adalah sebuah jiwa yang sangat berharga bagi Kyuhyun .

” Siapa dia ?”, tanyaku memberanikan diri . Aku tak bisa terus diam dan dibakar rasa penasaran . ” Apa dia duniamu ?”,

Kyuhyun tersenyum mendengar pertanyaanku .” Ani ! Dia bukan duniaku . Dia adalah orang yang menciptakan dunia bagiku . “,

Aku sedikit merasa iri dengan Seohyun . Dia sudah meninggalkan dunia ini tapi masih ada orang yang mencintainya seperti Kyuhyun . Dia pasti orang yang sangat baik di kehidupannya dulu .

” Sampai saat ini aku masih tak mampu melupakannya . Bukan karena aku tak mampu tapi tak ada alasan bagiku untuk mencobanya. Mulanya aku menikmati kenangan yang ada dalam hatiku tapi lambat laun, ini menjadi sebuah siksaan bagi jiwaku . “, Kyuhyun menjelaskan segalanya , dia mulai membuka hatinya padaku . Walau ini terlihat terlalu cepat bagi persahabatan kami , persahabatan tetaplah persahabatan . ” Kau membuatku terkejut dengan membaca ke dalam hatiku pada pertemuan pertama kita . Aku merasa Seohyun bersekongkol dengan Tuhan untuk mempertemukan kita . Melihatmu menangis kemudian tertawa membuat hatiku mulai merasakan kebahagiaan yang sempat aku lupakan. Jadi bisakan aku memohon satu hal padamu?”,

Aku tak mampu bernafas . Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang menusuk ke dalam hatiku . Kesedihan di matanya tak ditutupinya lagi , ada rasa tersiksa di dalamnya . Aku lupa aku belum memberi jawaban pada Kyuhyun sampai dua detik berlalu. Aku mengagguk kaku ke arahnya , ” Katakan ….”,

” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,

Pertahananku langsung runtuh , aku merengkuh Kyuhyun tanpa sadar . Aku ingin membantunya memikul kepedihannya . Kesedihanku sediri serasa menguap dengan melihat sahabat di hadapanku meneteskan air mata . ” Gwencana …gwencana …gwencana .”, ujarku padanya. Aku merasa pundakku basah , aku tahu Kyuhyun sedang menangis saat ini  .

Seohyun , kau sungguh beruntung dicintai oleh orang seperti Kyuhyun . Tapi maafkan aku mungkin aku akan mulai membuatnya melupakanmu .Siapapun dirimu aku tahu pasti kau setuju dengan tindakanku . Bantu aku dari sana untuk membuat orang dalam pelukanku saat ini memperoleh kebahagiaannya .



“Oppa , Tak pernah ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini . Termasuk cinta . Perasaan itu akan dimulai dengan keanehan , beberapa ada yang diawali dengan saling membenci , beberapa diantaranya ada yang didasari dari rasa ketertarikan , dan sebagian darinya diawali dengan rasa nyaman . Suatu hari saat aku pergi meninggalkanmu kau akan menemukan orang yang bisa membantumu meredakan kepedihan . Aku bisa merasakan dia ada di sana menunggumu . “- Seohyun.

*******************************
Author POV –
 
” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,
Sooyoung terbaring dengan kepala miring . Ditatapnya ponsel yang sudah sebulan tak menderingkan nada khusus namja itu . Untuk kesekian kalinya Sooyoung mencoba membuka inbox di ponselnya . Tak ada pesan tak ada panggilan . Semua itu membuat Sooyoung meremang kesal .
” Jinjja . Aish …”, Keluh Sooyoung kesal seraya mengacak-acak rambutnya . ” Dia sengaja membuatku gila !”, .
Sooyoung mencoba untuk memejamkan matanya . Mencoba mengalihakan pikirannya dengan menghitung jumlah rambut yang dimiliki Pak Kang di kepala botaknya . ” 1 . 2 . 3 . 4. 5, …… “, Sooyoung mengernyitkan hidungnya sadar jika Pak Kang tak memiliki rambut lebih dari itu . ” Aish …”, gerutu Sooyoung kembali membuka matannya . Dia mencoba melirik jam dinding yang ada di hadapannya . Sudah dua jam dia hanya terbaring gelisah seperti itu. Kejadian ini selalu berulang selama sebulan ini .
” Kenapa kau menyiksaku seperti ini . “,  sekali lagi Sooyoung melihat layar desktop ponselnya . Dia mencoba menulis pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Kenapa kau tak menghubungiku ?
 
” Agrhhhhhh … “, Sooyoung menghapus kembali pesan yang sudah di ketiknya . Dia mencoba menulis lagi pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Apa kau baik-baik saja ? Lama tidak berjumpa . Apa aku harus menangis untuk bisa menemuimu ?
Sooyoung kembali menghapus pesan yang sudah diketiknya . Dia sudah putus asa berharap namja itu menghubunginya . Pertemuan terakhir mereka menyisakan banyak pertanyaan di hati Sooyoung . Dia tak percaya Kyuhyun tak menghubunginya sama sekali setelah itu .
Sooyoung ingin melempar ponselnya saat pesan itu masuk .
Soo …. bantu aku ! T.T , datanglah ke Mapo-gu* aku ada di restoran china samping tempat karaoke . Aku membutuhkanmu …. palli ..palli …
 
From : Yuri

Sooyoung khawatir sesuatu yang serius menimpa Yuri . Dia segera meraih kunci mobilnya yang ada di nakas. Berpakaian seadanya dan meraup mantel yang ada di kursi belajarnya . ” Omma …aku akan pulang terlambat , jangan tunggu aku  . “, teriaknya seraya menuruni tangga .

” Yak! Younggie , kau mau kemana ?”, tanya Eomma Sooyoung yang sedang bersantai di ruang keluarga .

” Aku tak bisa menjelaskannya sekarang . Aku akan segera kembali . Bye bye .”,  ujar Sooyoung seraya mendaratkan dua kecupan ringan di pipi Eommanya .

” Aigoo ..anak zaman sekarang !”, keluh Eomma Sooyoung sekepergian anaknya .

***************

Sooyoung POV –

Hari ini aku membuktikan satu hal lagi soal persahabatan . Yuri selalu membantuku menyadari bahawa aku terlalu baik dan BODOH ? . Aku memandang marah Yuri yang tak berani menatap mataku . ” Yack ! Kwon Yuri . Kau menyuruhku menempuh 18 km perjalanan hanya untuk ini ?”, teriakku padanya .

Sejam lalu aku benar-benar merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada Yuri . Tapi saat ini di tempat ini di hadapanku dia merintih meminta maaf . ” Miane Soo , aku tak ingin membuat Minho dan kawan-kawannya kecewa . ” ,

Aku memandang ke sekeliling  kamar mandi . Baik, biarkan aku menceritakan detail kejadiannya hingga kami berakhir di kamar mandi 18 km jauhnya dari rumahku . Sejam lalu Yuri mengirim Sms meminta bantuan padaku agar datang ke Distrik Mapo . Tanpa berfikir panjang aku yang sangat baik dan POLOS ? segera menuju tempat yang disebut Yuri , takut jika sesuatu terjadi padanya . Sesampainya di depan restoran China yang disebut Yuri aku melangkahkan kakiku memasuki restoran itu . Aku tak melihat ada yang salah di sana sampai aku sadar kalau Yuri sedang berdua dengan Minho menunggu pesanan makanan mereka diantar . ” Younggie kau sudah datang ?”, ujarnya dengan ceria . Dia melambaikan tangannya ke arahku dengan bahagia . Aku terpaku di tempatku . Dengan piama yang masih aku kenakan di balik mantelku dan penampilan acak-acakanku aku tak tahu lagi harus bagaimana melihat Yuri yang sangat modis dan sexy dengan gaun satin hitamnya .

” Apa … apa maksudmu ? Kau mana … mana ..?”, aku terbata mencoba berkata sesuatu yang menunjukkan segala bayangan yang tergambar di pikiranku saat melaju ke tempat ini . Aku membayangkan Yuri ditodong oleh pasukan hitam pengendara motor besar . Di bayanganku aku melihat Yuri sedang dipaksa menteraktir minum kawanan bermotor itu di restoran China dan dia tak punya cukup uang untuk membayarnya . Akhirnya Yuri dipaksa untuk menjadi kabaret di tempat karaoke di sebelah restoran China ini . Oke aku membuktikan sekali lagi bayanganku terlalu berlebihan . Tapi yang ada di hadapanku benar -benar membuatku marah . ” Kau menyuruhku berkendara 18 km hanya untuk menikmati kaki ayam ?”, teriakku pada Yuri .

Yuri melotot kaget mendengar teriakanku . Dia tersenyum manis pada Minho , meminta izinnya untuk berbicara berdua denganku . ” Cagiya , kalau pesanan kita sudah datang langsung saja ke ruangan . Aku akan membicarakan sesuatu dengan Soo . Mungkin sedikit lama . Otthe ?”, Minho hanya mengangguk heran menatap tingkah kekasihnya yang aneh . Yuri tersenyum sekali lagi pada Minho sebelum menarikku ke kamar mandi restoran .

” Miane ,Soo . Jinjja , aku tak akan mengulanginya lagi . Tapi Minho bilang temannya ada yang menyukaimu . Dia ingin merayakan ulangtahunya dengan sahabatnya yang sudah lama tak dia temui . “,

Aku melirik Yuri dengan pandangan murka . ” Kenapa kau tak bilang dari awal . Selama satu jam aku mencemaskanmu . Aku… ”

” Kau pasti tak akan mau jika aku mengatakan yang sebenarnya . “, sahut Yuri . Dia mencoba membujukku dengan menggelayutkan tangannya pada lenganku . ” Apa kau ingat Changmin Oppa ? Dia sudah lama menyukaimu . Kenapa kau tak mencoba berkencan dengannya . “, ujarnya mengalihkan pembicaraan.

Aku mencoba menghela nafas . ” Kwon Yuri . Aku sedang tak ingin berkencan , kau …”,

” Aku mohon Soo . Aku sudah berjanji pada Minho !”, Yuri merengek di hadapanku . Jika saja kami bukan sahabat aku sudah menenggelamkan wajahnya di wastafel kamat mandi . ” Sekali ini saja …ya ..ya ?”,

” NE ! NE ! Sekarang hapus air mata palsumu !”, ujarku tak tahan melihat Yuri cemberut . “Demi Tuhan , aku hanya memakai piama di balik mantel ini . ” , gerutuku saat melihat pakaian Yuri yang glamour .

” Gwencana . Aku membawa baju ekstra di mobilku !”,

Aku melirik Yuri tak percaya . ” Kau sudah merencanakan ini juga ? Aish ! Kau …”, Yuri terbirit keluar sebelum aku menyelesaikan perkataanku . ” Jinjja , setelah ini aku tak akan percaya siapapun !” , gerutuku dalam hati .

******************
Aku menatap keramaian di hadapanku dengan pandangan kaget . Yuri bilang hanya beberapa teman Minho yang datang menghadiri acara ini . Tapi setidaknya lebih dari selusin namja dan empat yeoja ada di ruang karaoke ekslusif itu . Aku melirik Yuri sekali lagi . ” Beberapa kau bilang ?”,
Yuri mencoba tersenyum kaku ke arahku . ” Nikmati saja ! Otthe ?”,
Aku mencoba menurunkan ujung gaun satinku yang terasa terlalu pendek . Aku tak mengenal orang-orang yang ada di ruagan ini . Ada beberapa yang pernah aku temui di SAS tapi sebagian lainnya sepertinya teman luar Minho . Aku menempatkan diriku di samping namja yang sepertinya pendiam dan tak menikmati pesta .

” Apa kau salah satu teman Minho ?”, aku mendengar namja itu bertanya padaku . Aku sempat ragu dia mengajakku berbicara , sampai aku pastikan bahwa tak ada siapapun selain kami berdua yang duduk di sofa .

” Ne . Apa kau bukan ?”, namja itu tersenyum padaku , dia menawariku sebuah colla tapi aku menolaknya .

” Kami dipersatukan karena Kyu Line . ” , jawab namja itu .

” Kyu Line ? Apa itu ?”, namja itu belum sempat mejawab saat suara itu membuat jantungku berdetak kencang .

” Jonghyun-nee , dia milik Changmin jauhkan tanganmu darinya . ” , Aku tahu suara itu adalah miliknya . Dia yang aku tunggu kabarnya selama sebulan ini . Aku mencoba mengalihkan pandanganku perlahan ke arah suara itu …..

” Kyuhyun !”, bisikku . Sejenak aku benar-benar marasa dingin , bukan karena gaun terbuka yang kukenakan . Dia ada di sana dengan senyum khasnya . Aku hampir menitikan air mata karena bertemu lagi dengannya .

” Kyu , kau bawa kekasih baru ?”, ujar Minho yang membuatku sadar Kyuhyun tak sendiri . Dia sedang menggandeng seorang yeoja yang sangat cantik bersamanya . ” Daebak !”,

Kyuhyun tersenyum pada Minho sebelum membawa yeoja itu duduk di samping Jonghyun . ” Kau ingin minum sesuatu ?”, tanya kyuhyun pada yeoja itu . Aku melihat Kyuhyun mencium pipi yeoja itu yang membuatku tanpa sadar menggengam ujung gaunku dengan erat .

” Kau tak mau mengenalkannya pada kami ?”, tanya Jonghyun yang jengah melihat kemesraan di hadapannya .

” Vic kenalkan dia temanku Jonghyun . “, yeoja itu mengulurkan tangannya pada Jeonghyun . ” Dan yeoja yang ada di sebelahnya adalah Sooyoung . Dia adalah wanita yang diceritakan oleh Changmin Hyung kemarin . “, Victoria tersenyum ke arahku , aku membalasnya dengan senyum juga .

” Oppa , aku ingin minum limun . “, ujar Victoria dengan manja . Kyuhyun mengagguk dan meninggalkan kami bertiga duduk di sofa.

” Miane , boleh aku bertanya apa maksud Kyuhyun saat dia bilang ‘yeoja yang diceritakan Changmin Oppa’ ” , tanyaku akhirnya . Aku terganggu dengan kedekatan Kyuhyun dengan Victoria , tapi lebih terganggu seakan – akan semua orang di sini telah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuanku . Kenapa semua menyebut Changmin Oppa .

” Errr bahasa Koreaku tidak terlalu bagus . Tapi yang aku tahu Changmin Oppa sangat menyukaimu . ” , jelas Victoria dengan bahasa Korea yang pas-pasan .

Aku memandang pada Jonghyun yang memilih mengacuhkan pertanyaanku , ” Apa kau tak akan menjawabku ?”, Jonghyun tersenyum menyerah . Dia memilih untuk tak ikut campur dengan masalah ini .

Aku merasa sedikit jengah , aku mencari-cari sosok Yuri di antara kerumunan orang yang semakin banyak . Aku tak menemukannya , tapi aku menemukan Kyuhyun yang sedang menuangkan limun di dalam gelas . Aku memberanikan diriku untuk mendatanginya . ” Oppa !”, semuanya serasa tehenti . Seakan ruangan ini hanya ada kami berdua, musik yang memekakan telinga seakan berganti dengan denting piano yang selalu familiar di telingaku saat aku bersama Kyuhyun . ” Bisa kita bicara sebentar ? “, Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang tak bisa ku artikan . Tapi aku semakin tersulut api kemarahan karena seorlah-olah dia tak mengenalku , seolah -olah dia tak pernah mengajakku ke dunia kecilnya , seolah-olah dia tak bearti bagiku ?.

Kami memilih sebuah ruang tunggu yang tersedia di depan ruang informasi .Aku ingin sekali menyemburkan semua keluh kesahku saat menunggu kabar darinya . ” Kenapa kau tak menghubungiku ?”, aku memulai pembicaraan kami .

Dia hanya terdiam memandang ke depan , ” Aku tak merasa memiliki kewajiban untuk melakukan itu . “, jawabnya dengan nada dingin .

Aku tahu dia benar , tapi bukankah kita sahabat . Bukankah dia memintaku membantunya utuk mengucapkan mantera itu . ” Apa maksudmu ? Aku menunggu kabar darimu selama sebulan . Aku terus mengkhawatirkanmu seperti orang gila . Aku bahkan tak bisa menelan makananku tanpa mengecek ponselku . Setiap malam aku memeriksa ponselku memastikan apa kau menghubungiku atau tidak ..aku ..”,

” Soo .”, sahut Kyuhyun Oppa dengan nada mematikan .” Apa kau mulai menyukaiku ?”, aku terpanah di hadapannya . ” Kau menyukaiku ?”,

” Apa yang kau bicarakan ?”, aku bingung akan perasaan ini . Aku tak tahu kenapa aku bertindak seperti orang bodoh saat ini , tapi aku tak pernah menyangka kalau aku menyukai Kyuhyun .

” Kau sepertinya salah sangka dengan hubungan diantara kita . “, jelas Kyuhyun dengan nada dingin membuat hatiku terasa begitu perih . Aku tak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya . ” Kau mungkin hanya terbawa perasaan mengingat kau sedang dalam kondisi yang lemah hati pasca perpisahanmu dengan Siwon Hyung . “, Demi Tuhan jika Kyuhyun melanjutkannya aku pasti akan meneteskan air mataku .

” Kau tahu ? Ada kalanya di Luar Negri hanya semacam sopan santun. Menghibur wanita yang sedang menangis dan berpelukan . Diantara teman hal seperti itu tak bearti apa-apa . Itu hanya semacam …”,

” Sandiwara !”, sahutku tak tahan lagi mendengarkan ucapan Kyuhyun . ” Aku mengerti . Aku tak keberatan . “, susana canggung diantara kami mendadak merebak menjadi sebuah pemisah sesuatu yang telah tumbuh diantara kami . Aku meninggalkan Kyuhyun sendiri di sana , tak membiarkannya tahu saat ini aku sedang menangis . Aku selalu mengenalinya sebagai pengucap mantera untuk menghentikan tangisanku , tapi sekali ini dia menjadi seseorang yang membuatku menangis . Aku merasa bodoh ada di sini . Aku selalu jatuh dengan cara yang sama di tempat yang sama dan pada masalah yang sama . Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk sendiri .

” Choi Sooyoung ? Kau kah itu ?”, suara seorang namja dari balik bahuku membuatku berhenti untuk menatapnya .

” Changmin Oppa ?”,

*********************
Author POV-
Kyuhyun masih di sana , garis murung di wajahnya terlihat semakin gelap . Dia dari tadi mengepalkan tangannya mencoba menahan gejolak emosinya untuk mengejar Sooyoung . ” Aku membuatnya menangis !” , bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri . ” Miane Soo , aku terpaksa melakukannya . “,
**********************
-TBC –

[ FF ] [KYUYOUNG VER] Baby Don’t Cry -Chapter 3-

Title              : Baby Don’t Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    :Hwang Tifanny –> Tifanny ,Seohyun SNSD , Super Generation
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -3-

Author POV –

Rintik hujan membasahi kawasan SAS . Banyak mahasiswa SAS memilih untuk tetap tinggal di dalam kelas atau auditorium hingga hujan reda . Beberapa diantara mereka memilih untuk menerjang hujan dengan mengambil resiko menjadi basah kuyup .

 Sooyoung yang saat itu masih bekerja di sebuah toko peralatan olah raga merasa dikejar waktu . Dipikulnya Cello-nya yang berat menembus hujan yang semakin deras itu . ” Ottoke,,,, aishhh … kenapa hariku selalu berakhir berantakan . Sooyoung terus berlari menuju arah mobilnya diparkirkan .
 
” Sedikit lagi , sedikit lagi . “, Sooyoung melompati kubangan air yang ada di hadapanya . Tapi dia terpeleset oleh rumput basah . Dia berguling ke kanan . Cellonya menimbulkan suara berdebam kencang . ” Cello-ah ……” , Sooyoung mencoba berdiri . Tetapi kakinya terkilir . “Ya Tuhan , kenapa kakiku sakit sekali. “
 Sooyoung menyapukan pandangan kesekelilingnya . Mencoba mencari bantuan ditengah hujan deras. ” Bagaimana ini , tak ada orang sama sekali . Tolonggggg Tolonggggg …. “, Sooyoung menjerit sejadi-jadinya , tapi suaranya diredam oleh derasnya suara hujan . ” Eomma ..Appa …Unnie ….. apa aku akan mati kedinginan di sini . Tolong aku . “, Sooyoung merasa putus asa setelah menjerit hingga pita suaranya hampir putus . Jarak tempat parkir dan gedung utama memang dipisahkan oleh hutan tiruan yang lumayan luas . Sehingga kecil kemungkinan mahasiswa SAS yang masih berlindung di dalam kelas mendengar jeritan Sooyoung .
 
” Unnie …Appa …Eomma ….. “, Sooyoung merebahkan dirinya yang sudah hampir membeku . Dua jam dia terpaku di bawah hujan . Kakinya mulai terasa mati rasa . Dia tak bergerak sesentipun dari posisi jatuhnya . Sooyoung melirik ke arah Cellonya yang masih tergeletak tergenang air . ” Cello-ah , aku tak mungkin mati konyol di sini bukan?” , Sooyoung merasa bodoh karena mengharapkan jawaban menghibur dari benda mati .
” Ottoke , perutku sakit sekali . “, bibir Sooyoung sudah sepucat mayat . Perutnya juga sudah mengejag kaku karena kedinginan . ” Tuhan ..kirimkan aku seseorang …. “, baitin Sooyoung dalam hati .
 
” Apa yang kau lakukan di sini?”, suara bariton dari namja asing  itu membuat Sooyoung bergidik ngeri .
 
************************************************
Sooyoung POV –
 
Perutku sudah mengejang kaku . Keputusasaan menggerogoti kesadaranku yang masih tersisa . Aku mencoba meminta tolong untuk yang terakhir kalinya , tapi tenggorokanku tercekat tak bersuara . Tuhan jika ini akhir hidupku aku mohon akhiri dengan mudah .
 
” Apa yang kau lakukan di sini ?”,
 
” Ottoke , Tuhan kenapa kau mengirim malaikat maut secepat itu . “, kesadaranku yang tak banyak tersisa menyebabkan aku berdelusi . Lelaki itu berjongkok di hadapanku . Mataku yang buram terkena air hujan menangkap sosok yang sempurna di hadapanku . Tak mungkin ada manusia hidup yang bisa setampan itu . Dia pasti malaikat maut yang akan mengambil nyawaku .
 
” Apa kau malaikat yang diperintahkan Tuhan untuk mengambil nyawaku ?”,
 
Namja di hadapanku terbelalak kaget sesaat sebelum dia terbahak . ” Apa yang kau bicarakan . Apa kau baik-baik saja ?”,
 
” Tidak . Kau tidak mungkin manusia . Manusia tak setampan dirimu . “
 
Namja itu sekali lagi mengagap lucu perkataanku . ” Terimakasih atas pujianya . Tapi sepertinya aku harus membawamu …. “
 
” Jangan-jangan bawa aku ke akhirat . Aku masih ingin hidup …. “,
 
Kali ini dia benar-benar tertawa terbahak . Hingga keluar air mata . Aku baru sadar kalau hujan sudah reda . Tapi kenapa kakiku masih merasakan rintikan hujan ? . Aku menengadah sedikit sebelum tahu namja itu membawa payung dan meletakkanya di atas kepalaku .
 
” Tunggu ….jadi kau benar-benar manusia ?”, harapan mulai muncul di dalam diriku .
 
Namja itu mengaguk mantab . ” Kau pasti sudah terlalu lama duduk di bawah hujan . Apa kau terkilir ?”,
Secara spontan aku memeluk namja asing itu . Aku menais meraung . ” Tuhan terimakasih ..kau mendengar doaku . Huwaaaa . “, 
Namja itu membiarkan aku melepas pelukanku , dia memandangku dengan tatapan yang lembut . ” Maaf aku membuatmu basah . Aku hanya terlalu bahagia akhirnya ada yang menolongku . “, 
” Gwencana . Sekarang biarkan aku menolongmu . Bolehkah aku menggendongmu ? “, namja itu meminta izinku  . Aku mengagguk terlalu cepat , sehingga membuat namja itu melayangkan senyum lembutnya lagi . ” Apa kau membawa mobil ?”, Tanyanya saat kami menuju ke arah parkiran . 
 
” Ya  . Baris kedua di deretan D . Maaf , tapi Cello-ku masih tertinggal . “, 
 
Namja itu mengagguk . ” Biar aku membawamu ke mobil terlebih dahulu . Setelah itu aku akan mengambil Cellomu . ” , 
Menit berikutnya Sooyoung sudah sampai di mobilnya . Namja itu menempatkan Sooyoung di kursi belakang . ” Tunggu sebentar . Aku segera kembali . “, 
Aku hanya bisa mengagguk . Beginikah rasanya punya lelaki di sampingmu ?. Kau bahkan tak perluh bersikap sok madiri , karena dia akan melayanimu dan memperlakukanmu dengan lembut .  Beruntung sekali wanita yang memiliki namja itu . 
 
” Maaf , apa kau menuggu lama ? “, namja itu kembali membawakan Celloku yang basah kuyup . Aku menggeleng lembut . 
 
” Gumawo . “, aku melihat baju bermerk namja itu basah dan dikotori lumpur . ” Mian , aku merepotkanmu . Aku akan menggantinya . “, ujarku merujuk pada kemejanya yang rusak . 
Namja itu menepis permintaanku dengan senyumnya yang lembut . ” Sekarang izinkan aku mengantarkanmu pulang . “, 
Aku baru sadar aku belum tahu namja itu . Dia mengemudikan mobilku dengan tenang . Tatapanya terkosentrasi di depan . Aku merasa sedikit canggung untuk memulai pembicaraan . 
” Boleh aku tahu namamu ?”, 
Senyum lebar terkembang di wajahku . Kenapa aku merasa dia bisa membaca pikiranku .” Sooyoung . Namaku Sooyoung . Choi Sooyoung . “, 
Lelaki itu menoleh ke arahku untuk seperkian detik . ” Aku rasa ini takdir Sooyoung . Namaku Choi Siwon . Kita memiliki marga yang sama . “

Aku merasa ini memang takdir . Aku sedikit berharap Siwon tak memiliki kekasih . Tapi itu hal yang tak mungkin . Namja sesempurna dirinya manamungkin tidak memiliki kekasih . Hal itu terjadi hanya jika dia homo . Tapi dari penampilan dan tingkahnya dia terlihat begitu gentelman dan jauh dari kesan homo.

 
” Tuhan kenapa barang bagus di dunia ini selalu Sold Out lebih cepat . Aigoo …”, ujarku tampa sadar . Aku menoleh pada Siwon yang sedang menatapku dengan pandangan lucu . 
*****************************
Kenangan pertemuan pertamaku dengan Siwon menghambur keluar saat yeoja bernama Fanny ini berdiri di hadapanku.
Aku tak tahu apa tujuannya memprovokasiku di daerah kekuasaanku . Dia bertampang lembut dan polos . Tapi dia bisa melakukan hal keji yang tak terduga .
” Apa sebenarnya tujuanmu kemari ?”, ujarku menahan amarah . Saat Siwon tak datang malam itu aku sudah tahu kemungkinan ini akan terjadi . Tapi aku benar-benar tak menyangka jika Siwon Oppa benar-benar memiliki wanita lain . Tunggu ? Wanita lain ? Aku atau Fanny sebenarnya yang wanita lain?.
” Aku memintamu untuk mejauhi Siwon Oppa , dia milikku .”,
” Ya ! Dasar wanita murahan . Beraninya kau berbicara seperti itu . Sooyoung adalah kekasih Siwon Oppa . Apa hakmu menyuruhnya menjauhi kekasihnya .”, omel Yuri . Aku menahanya untuk tak mengikuti emosinya .
” Apa sebenarnya yang dikatakan wanita ini . Mulutmu sungguh kasar . Aku tak tahu lelaki seperti apa yang akan bersamaya kelak , tapi aku turut prihatin untuknya . “, ujar Fanny dengan nada mencela . Suaranya yang lembut dan wajahnya yang polos membuat ucapanya semakin terdengar jahat .
” Berani sekali …”,
“Yuri !”, aku menahan Yuri untuk tidak menampar Tifanny .

” Aku rasa kau terlalu memboroskan tenagamu jika tujuanmu kemari hanya untuk itu . ” aku mencoba menahan semua omelan yang ingin aku muntahkan pada yeoja itu . Tapi aku merasa tak ada untungnya aku melakukan hal rendahan seperti itu . Tangisanku untuk Siwon sudah cukup , aku tak ingin menghancurkan martabatku hancur dengan meladeni provokasi Fanny . ” Ayo Yuri kita pergi . “, ajakku pada Yuri . Kami menuruni tangga kelas dan keluar dari kerumunan orang yang ingin tahu . Tapi Fanny yang mengejarku menahan tanganku dengan kasar .

” Apa kau tak punya malu ? Aku menyuruhmu untuk mejauhi Siwon . Dia tak menginginkamu . “, cerca Fanny . Matanya dipenuhi oleh amarah,  sesuatu yang tak pernah aku duga dia miliki.

” Fanny , aku mohon jangan permalukan dirimu sendiri dengan berbuat sesuatu yang tidak penting . Jika Siwon Oppa tak menginginkanku lagi dia bisa berbicara langsung padaku . Tapi , aku berterimakasih kau sudah mau repot-repot menyampaikan hal itu padaku . “,

Fanny memandangku dengan kebencian berlebih . Dia sepertinya tak suka dengan jawabanku . Tapi bukankah itu salahnya sendiri . ” Kau wanita mejijikkan !”, hujatnya . Tatapanya di wajahku beralih ke leherku . Ke arah kalung kristal pemberian Siwon Oppa . Matanya sedikit terbelalak tak percaya .” Dari mana kau mendapatkan kalung itu ?”,

Aku melindungi kalung itu dengan spontan . Aku merasa Fanny akan merebut kalung itu dari leherku .

” Kau mencurinya dariku . Kau mencuri kalung itu dariku .. itu milikku . Berikan padaku . “, teriak Fanny sebelum dia menyerangku dengan membabi buta .

Aku berusaha menghindar dari cakaranya tapi tak bisa , pipiku sudah tergores oleh kuku-kuku panjangnya . Aku tak ingin membalas Fanny karena dia terlihat begitu lemah . Pukulanku pasti akan meremukkan tulangnya . ” Apa yang kau lakukan , ini milikku …. “,

” Berikan itu …itu milikku … “, Fanny masih meneriakiku , kami bergulat di lantai , dia menindih tubuhku dengan tubuhnya . Yuri yang kebingungan mencoba mengangkat Fanny tapi tak bisa , Fanny menghentakkan Yuri hingga terjatuh . Aku memandang Yuri yang terlihat kesakitan karena sikunya terjatuh menahan tubuhnya . Yuri seorang Cellist tanganya adalah hal yang sangat berharga . Aku tak tahu tapi aku berusaha membuat Fanny menjauh dari tubuhku dengan kekuatan sekecil mungkin. Aku mendorongnya menjauh dari tubuhku .

“AWAS………”, Suara itu membuatku terkejut . Aku melihat Fanny terjatuh dari tangga yang cukup tinggi .

Aku terkejut mendapati Fanny terpekur di dasar tangga . Dia merintih kesakitan . Semua orang yang bergelombong menyaksikan pertengkaran kami sontak terdiam . ” Fanny ? Gwencana …”, aku menuruni tangga mencoba menolongnya , tapi langkahku didahului oleh seseorang yang bergerak dengan kecepatan kilat .

” Fanny ? Kau kenapa ? Apa kau terluka ?”, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri . Mulanya aku tak ingin mempercayai pengelihatanku , tapi inilah kenyataan. Siwon dan Fanny . Aku tak pernah melihat wajah Siwon seperti itu selama kami bersama .

” Fanny …maafkan aku , aku tak sengaja . “, jelasku terbata . Siwon Oppa memandangku dengan tatapan yang dingin . Aku merasa jantungku berhenti berdetak . Tatapan itu benar-benar menusuk jiwaku .

” Oppa …wanita itu mendrongku . Dia wanita yang jahat …. “, rengek Tiffany di pelukan Siwon .

” Ya ! Kau dulu yang menyerang Sooyoung . “, teriak Yuri sebal dengan prilaku Fanny . Aku menahanya untuk tak berkata-kata hal yang tak penting lagi .

” Oppa bawa aku pergi dari sini .” , Siwon mengguk perlahan sebelum menggendong Fanny melewatiku . Dia bahkan tak memandangku . Aku tahu ini adalah akhir dari hubungan kami . Hatiku benar-benar sakit , lebih sakit daripada malam itu . Aku ingin sekali menangis tapi harga diriku yang tersisa menahanku untuk meraung di keramaian .

Kerumunan orang yang tadi melihat pertengkaranku dengan Fanny mulai menjauh pergi . Hanya tinggal aku dan Yuri . ” Bukankah kau ada janji dengan Minho ?”,

” Younggie ….. “, Yuri hendak memprotes . Aku memberinya tanda bahwa aku ingin sediri . Dengan berat hati Yuri meninggalkanku sendiri di tangga . Lututku seketika melemas . Aku tak bisa lagi menyangga tubuhku , hatiku benar – benar hancur berantakan . Setetes air mata mulai keluar membasahi pipiku . Aku berusaha untuk meredam kesedihanku dengan memukul-mukul dadaku yang sesak . ” Babo … babo…. BABO . “, makiku pada diri sendiri .

Hujan mulai mengucur dengan deras . Awan mendung menutupi sinar mentari yang bersinarcerah . Pertemuan kami dimulai dengan hujan dan perpisahan kami diakhiri dengan hujan . Semoga derasnya hujan turut menghapus rasa sakit hatiku . Selamat tinggal Siwon-shi .

” Kau membutuhkan ini ?”, tapi sepertinya ini barulah awal dari segalanya . Namja itu kembali dengan senyumnya .

*****************
Kyuhyun POV-
Kerumunan orang mulai pergi meninggalkan kekacauan yang detik tadi terjadi di sini . Aku memperhatikan Siwon Hyung yang membopong gadis cantik itu keluar dari gedung .  Seperinya aku sudah menyaksikan sesuatu yang seharusnya tak kulihat . Aku tak tahu sahabatku begitu hebat hingga menjadi perebutan yeoja-yeoja cantik di SAS .
Aku melihat gadis Cello itu berdiri di tangga . Masih tak mau membalikkan wajahnya . Kawanya sepertinya membujuknya tapi dia menolaknya dan meminta waktu untuk sendiri . Aku masih tak beranjak dari tempatku ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis Cello itu .
Setelah kepergian kawannya ,gadis Cello itu tertunduk lemas di tangga . Aku melihat pundaknya yang berguncang . Dia mulai menangis . Aku tak benar-benar bisa melihatnya dari posisiku saat ini , tapi aku tahu dia sedang menangis . ” Babo..babo ..Babo …”, dia memukul-mukul dadanya dengan terus mengucapkan kata bodoh .
Aku melangkahkan kakiku perlahan mendekati Sooyoung . Aku tak tahu kenapa seharian ini aku selalu melihatnya menangis . Aku menempatkan diriku tepat di sampingnya . ” Kau membutuhkan ini ?”, aku menawarkannya sapu tangan . Dia hanya memandangku dengan muka lucu penuh ingus . ” Wajahmu  sungguh berantakan . “,
Sooyoung menyambar saputanganku untuk menutupi wajahnya . Aku duduk di sampingnya . Mendengarkan dia menangis . Sepertinya dia benar-benar terluka karena dia terus mencengkram liontin kalungnya dengan erat . Sekali lihat saja Kyuhyun tahu itu adalah kalung keberuntungan yang selalu dikenakan Siwon saat traineer dulu .

” Seseorang pernah berkata padaku , Don’t be ashamed to weep this right to grieve. Tears are only water, and flowers, trees, and fruit cannot grow without water. But there must be sunlight also. A wounded heart will heal in time, and when it does, the memory and love of our lost ones is sealed inside to comfort us.” # ini Quote dari Brian Jacques readers.

Kyuhyun menunggu reaksi Sooyoung . Punggung Sooyoung mulai berguncang lagi . Tapi ada yang berbeda kali ini , tangisanya terhenti . Aku sempat khawatir apa ini adalah tanda datangnya tangisan yang lebih haru. Tapi Sooyoung tidak menangis , dia sepertinya sedang menahan ….TAWA? . Benar saja detik berikutnya Sooyoung tertawa terbahak . ” Ya! Kenapa kau tertawa ? “, 


” Kau berkata dalam bahasa planet , bagaimana aku tak tertawa . Aku mendengarnya seperti rentetan makian dan umpatan .”, jelas Sooyoung yang masih terkekeh . Dia menghapus air matanya dengan saputangan pemberianku . ” Gumawo, kau telah mengucapkan mantera ajaibnya.”,

Aku masih tercengang dengan perubahan suasana ini . ” Bagaimana kau bisa tertawa seperti itu setelah kau menangis seperti bayi ?”,

Sooyoung mengernyitkan hidungnya untuk menahan ingusnya . Matanya yang masih sembab oleh air mata diwarnai dengan keceriaan yang membingungkanku . Kenapa wanita di hadapanya ini begitu dinamis . Dia seperti ombak yang tak bisa dibaca pergerakanya . Seohyun, perasaan apa ini ?.

” Aku bisa , buktinya aku bisa . “, Dia memandangku tepat di mata . ” Sepertinya kita berjodoh , takdir selalu membawamu padaku untuk mengehentikan tangisanku .Sepertinya kita harus beteman ?”, Sooyoung mengulurkan tanganya padaku . Aku tersenyum ke arahnya sebelum menyambut uluran tanganya .

” Aku nobatkan kau sebagai teman seumur hidupku . “, ujarnya dengan meniru nada seorang ratu , tanganya yang memegang liontin menepuk punggungku perlahan . ” Selasai . “, Dia tiba-tiba berdiri . ” Hah …. perutku lapar sekali setelah menangis . Hey Chinggu bagaimana kalo kita merayakan persahabatan kita dengan kau meneraktirku makan . ” ,ujar Sooyoung dengan mata berbinar .

Aku memandangnya dengan tatapan tak percaya . Aku tahu dia wanita yang menarik , tapi aku tak tahu dia semenarik ini . Seohyun , kau harus berhati-hati karena yeoja di hadapanku saat ini mulai menarik perhatianku .

**************************
Siwon POV –
Aku mengantar Fanny hingga depan pintu kodominiumnya . Sebenarnya aku ingin sekali segera meninggalkan Fanny dan menemui Sooyoung untuk menjelaskan segala kekacauan ini . Tujuanku sejak awal mengunjungi SAS adalah menemui Sooyoung dan meminta maaf atas kejadian malam sebelumnya .
 ” Terimakasih, hari ini aku sangat bahagia.” ujar Tifanny dengan senyuman ceria terlukis di wajah cantiknya . “Kapan kita bisa bertemu lagi?”, lanjutnya dengan nada manja  .
Mungkin hanya Fanny satu-satunya orang yang berbahagia dalam kekacauan ini . Sejujurnya aku sudah tak sanggup untuk berpura-pura senang dengan tindakanya yang kekanakan . Fanny membuatku merasa seperti laki-laki lemah yang tak bisa menyelesaikan urusannya sendiri dengan menemui Sooyoung seperti itu .   “Tidak tahu, mungkin aku tidak ada waktu , juga tidak punya tenaga lagi untuk bermain denganmu.”, sejujurnya ini adalah kata-kata terkasar yang pernah aku ucapkan pada Fanny .
Fanny mengerutkan wajahnya , dia melakukan itu saat dia kesal akan sesuatu . ” Oh ! Aku hampir lupa . Bantu aku memakai ini, Oppa. “, Fanny menyerahkan kotak perhiasan yang didalamnya berisi kalung yang sama persis dengan kalung keberuntunganku . Dia bersikeras ingin memiliki kalung yang sama persis dengan kalung yang saat ini sudah menjadi milik Sooyoung itu.
Aku menerima kotak itu dan mengambil kalung yang ada di dalamnya . Aku membuka pengaitnya sebelum  mengalungkanya ke leher Fanny . Entah kenapa aku ingin sekali segera berlari menemui Sooyoung saat ini . Tapi pengait itu tak juga terkancing , aku ingin sekali mengumpat sebelum sadar kalau Fanny ada di hadapanku .
” Pelan-pelan , Oppa  ! Semakin buru-buru semakin lama terkancing .”, ujar Fanny sarat akan makna . ” Apa kau terburu-buru karena ingin segera menemuinya ?”, aku tahu Fanny akan menanyakan hal itu .
Aku tak menjawab pertanyaanya . Aku tak mau berbohong padanya . Tapi aku juga tak ingin menyakitinya dengan berkata jujur .
“Kau milikku Oppa . Terserah apa yang dipikirkan orang lain tentangku . Aku tak akan menyerahkanmu pada gadis lain . Bagaimana orang lain memakiku , mengataiku menyebalkan , aku akan mempertahankanmu di sisiku. ” ,

“Sudah terpasang”, sahutku . Fanny memandang antusias ke arah kalung yang melingkari lehernya. “Masuklah  udara di luar sangat dingin !” , tukasku halus mencoba mengakhiri pertemuan kami.

Fanny mengagguk perlahan . Dia memberiku sebuah kecupan ringan di bibir sebelum melangkahkan kakinya memasuki kodominiumnya . ” Good Night .”, untuk terakhir kalinya kami saling bertatapan aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil .
Aku tak tahu perasaan apa ini , tapi sepertinya ada beban yang terangkat dari pundakku saat melihat Fanny menutup pintunya . Aku terpaku sejenak di depan pintu Fanny sebelum melangkahkan kakiku memasuki lift . Ini sudah terlalu larut untuk menemui Sooyoung . Aku berharap besok Sooyoung masih mau menemuiku . Aku bahagia Fanny akhirnya menerima cintaku. Tapi segalanya menjadi salah karena saat ini aku masih terikat dengan Sooyoung . Aku tak tahu apa Sooyoung masih mengagap aku kekasihnya setelah kejadian siang tadi . Tapi tak ada salahnya mencoba.
*****************
Author POV –
Sooyoung sedang berdiri di balkon kamarnya . Dia mencoba mencerna segala kejadian yang menimpanya hari ini. Kesialan bertubi-tubi meghampirinya , tapi entah kenapa dia merasa sangat bersyukur pada Tuhan . Setidaknya setelah ini dia akan menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya .

Walau hari ini Siwon menorehkan luka di hatinya , tapi Siwon juga pernah membuatnya bahagia . Sooyoung baru ingat dia pernah melihat Fanny di suatu tempat sebelumnya, ” Dimana aku pernah melihatnya ? , ” Sooyoung berusaha memutar memorinya ke belakang , dia ingat tak hanya sekali melihat wajah Fanny .” Lukisan itu ?”, Sooyoung mengingat Siwon memasang lukisan seorang wanita di ruang kerjanya di SA , Soyoung tak pernah mengira wanita yang ada dalam lukisa itu adalah sesorang yang dikenal Siwon di kehidupan nyata. “Kau benar-benar bodoh Sooyoung. Kenapa kau tak menyadarinya selama ini . “,

Suara hembusan angin membawa musik yang menenangkan hati Sooyoung . Samar-samar Sooyoung mendengar sebuah alunan lagu yang datang dari kamar Unnienya . Dia menajamkan pendengaran untuk memastikan alunan merdu itu . ” Un día llegaré con un disfraz, Te desalmaré ni cuenta te darás,Para entregarte el corazón, Despacio te iré amando más…… ” , secara tak sadar Sooyoung ikut melantunkan lagu dari Andalusia itu .

Terjemahan : Suatu hari aku kan datang , untuk melucuti hatimu tanpa kau sadari . Aku akan memberikan hatiku padamu ,perlahan aku akan semakin mencintaimu . Aku akan menjaga dirimu selalu dalam suka duka di siang dan malam ……. ( ini lagu enak banget loo reader , ini Adaya promosi , judulnya La Usurpadora :)) 
Sooyoung merasa lagu itu tepat menggambarkan rasa cintanya pada Siwon saat ini . Ketenanganya dirusak oleh dering Ponsel yang ada di sakunya . Sooyoung melihat nama yang tertera di desktop ponselnya , matanya terbelalak untuk sesaat .   Sooyoung menghela nafas sebelum menerima panggilan itu .
” Yaboseyo”,suara namja itu membuat jantung Sooyoung berhenti berdetak.

Sooyooung POV –

” Yaboseyo . “, Ya Tuhan , ini benar-benar dia . Apa dia menelefonku untuk menyelesaikan masalah kami secara jelas? Apa dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan kami ? Aku tahu tindakan Siwon Oppa sudah menjurus ke hal itu , tapi aku masih tak siap dengan segalanya .” Yaboseyo….”, aku menjawabnya dengan suara lirih . Aku tak tahu kenapa secara tiba-tiba pita suaraku melemah .

” Soo … apa aku menggangumu ?”, sepertinya bukan hanya aku yang merasa canggung dalam situasi ini.

” Anio . Kau tak menggaguku . “, aku menjawabnya sedikit ketus . Sedikit berlebihan memang, tapi hatiku sudah cukup kesal dan lelah ? .

” Ah !”, hanya Ah ? Aku menunggunya melanjutkan ucapanya , tapi Siwon Oppa masih saja terdiam hingga 3 menit berlalu . Aku melirik ke arah jam dinding yang ada di kamarku , sudah pukul 11 .20 malam .

” Miane Shiwon-shi , tapi apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan ?”, aku kembali melayangkan serangan ketus .Aku bisa mendengarkan dia tercekat saat aku memanggilnya Shiwon-shi . Andai saja Siwon Oppa tahu aku melakukan ini hanya untuk mempertahankan harga diriku . Andai saja dia tahu saat ini aku sedang mengepalkan tanganku untuk meredakan getaran sedih yang mulai merayapi hatiku . Andai dia tahu aku masih sangat mencintainya .

” Miane , Soo ..apa kau ada waktu besok ? “, tanyanya . Aku tahu dia tak akan memutuskanku melalui telefon , bagaimanapun Siwon adalah laki-laki yang punya etika . Tapi dengan menundanya hingga esok artinya aku tak akan bisa tidur lagi malam ini karena memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi esok .

” Entahlah , aku belum memastikan jadwalku. ” , aku berbohong sedikit kali ini . Aku tak ingin dengan mudah mengiyakan permintaanya . Aku ingin melihatnya sedikit berusaha .

” Ehmmm ..maukah kau memberitahuku jika kau ada waktu ?”, Kena kau Siwon . Sebenarnya aku ingin tertawa , karena suara Siwon yang terdengar sedikit JENGKEL ? . Aku tak akan menyerah semudah itu , jika akhirnya aku yang akan menangis kehilanganya kenapa aku tak mempermainkan prinsipnya lebih lama lagi ?,

” Baik . Lihat saja besok . Apa hanya itu ? “, Ya Tuhan kenapa aku menikmati hal ini .

” Ne . Maaf menggangu, Soo . Selamat malam ?.”, Siwon Oppa menungguku menjawab selamat malam seperti biasanya , tapi entah kenapa aku sedang ingin membuatnya kesal . Aku menutup telefonya tanpa membalas ucapan Selamat malamnya . Aku tersenyum memandang Ponselku .

” Aku sangat keren . Kena kau Choi Siwon !. “, Aku mulai merebahkan diriku di atas tempat tidur, senyum kebanggan masih terkembang di wajahku . ” Beginikah rasanya balas dendam ? Pantas saja drama dengan tema balas dendam selalu mendapat rating tinggi . Ternyata rasanya senikmat ini .”,  Aku terdiam sejenak , mencoba mereka ulang percakapan kami lalu aku menyadari sesuatu yang FATAL? . ” OMO ! Apa benar dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan? “, aku kembali terduduk di tempat tidur . ” Atau ……….” aku takut mengucapkannya , ” Dia ingin meminta maaf padaku ?”, semakin lama aku memikirnya semakin aku merasa bodoh . Sepertinya aku telah merusak satu-satunya kesempatan yang ada untuk kembali padanya.

” Andwaeeeeeeeeeeee ………………!!!!!!!!!!!”, jeritku membelah malam .

*******************

Jika ada orang yang mengatakan padamu kalau sahabatmu akan menangis bersama penderitaanmu maka TAMPAR orang itu ? Kenapa ? Tentu saja saat ini aku sedang menyaksikan bukti nyata kalau perkataan itu hanya bualan belaka .

Yuri sedag tertawa terpingkal di hadapanku . Menit yang lalu aku menceritakan kejadian semalam , insiden bodoh yang terjadi akibat terlalu banyak menonton drama bertema balas dendam . Sungguh hal seperti itu tak patut dicontoh dalam kehidupan . Kenapa? Alasanya sederhana , karena life isn’t movie .

Aku memandang Yuri dengan tatapan ingin membunuh , tapi yeoja itu tak juga menghentikan tawanya. ” Ya ! Kwon Yuri , kalau kau tak segera mengehentika tawamu , jangan salahkan aku jika aku membuatmu tak bisa tertawa lagi seumur hidup!”, ancamku , karena mulai malu orang-orang yang ada di caffetaria SAS mulai memperhatikan kami .

” Mian … tunggu tapi bagaimana kau bisa sebodoh itu Soo . hahahahahhaa …”, Yuri menyemburkan tawanya kembali . Aku hanya bisa menggaruk-garuk rambutku dengan sebal .

” Lalu ? Apa Siwon Oppa sudah menjelaskan bagaimana hubunganya dengan Fanny ?”, tanya Yuri setelah bisa menguasai dirinya .

Aku menggeleng sebal . ” Seperti yang ku bilang , kami tak bicara banyak . Mulanya aku berfikir mungkin aku tak akan ada harapan lagi dengannya , tapi setelah aku berfikir semalaman Siwon terdengar tulus waktu mengajak bertemu . Aku merasa sangat bodoh karena bersikap terlalu mendramatisir .”

” Aku rasa Siwon Oppa masih memiliki perasaan padamu . Lagi pula saat ini kau masih berstatus kekasihnya . Kau tak boleh menyerah Soo . Kau harus mempertahankannya , jika kau benar-benar menyukai Siwon Oppa pertahankan dia dengan segala cara . Jangan sampai kau memberi kesempatan pada wanita manja itu untuk berdekatan dengan Siwon . “, ujar Yuri dengan penuh kebencian pada Fanny . Aku melirik ke siku Yuri yang terbalut perban karena kekacauan kemarin .

Aku memikirkan Fanny , memikirkan bagaimana perasaanya , dan bagaimana jika aku berada di posisinya . ” Apa kau tidak merasa Fanny sangat manis ? Aku iri dengannya . “,

Yuri hampir tersedak minumannya . ” Soo ?? Apa kau gila ? Bagaimana kau bisa salut pada wanita bar-bar itu . ”

” Walau sifatnya dikategorikan kelainan ,tapi bukankah itu juga sebuah keberanian ? . Aku tahu mungkin Siwon Oppa bisa direbut olehnya , tapi bukankah bagi Fanny aku yang merebut Siwon Oppa darinya ?”, Yuri terdiam . ” Aku melihat lukisan Fanny terpajang di ruangan kerja Siwon Oppa selama ini , mulanya aku mengira itu hanya wanita mana saja yang menjadi model lukisan . Aku tak tahu kalau Siwon Oppa begitu mencintai Fanny hingga memajang lukisanya di tempat dia paling sering menghabiskan waktu selain rumahnya .”

” Jadi maksudmu yang menjadi pihak ketiga antara mereka adalah KAU ? Choi Sooyoung , apa kau salah minum obat hari ini ?”,

Aku tak menjawab prtanyaan Yuri . Seperti ada ilham yang menghampiriku , aku seperti bisa memaklumi sikap Fanny , bisa membaca kenapa dia bertindak seperti itu . “Fanny mencintai Siwon Oppa , itu bukan salahnya . Bukankah Siwon Oppa juga mencintainya dengan sepenuh hati . Apa itu salah ?”,

Yuri tak tahu harus menyadarkanku dengan cara apa , akhirnya dia memutuskan untuk diam di tempatnya . Wajahnya tertekuk tak setuju . ” Kenapa kau jadi seperti ini ? Apa yang merasukimu . Kau harus mempertahankan Siwon , itu intinya . ”

“Apa aku harus begitu ?”,

“Tentu saja . “,

” Tapi ..jika Siwon Oppa benar ingin pergi , walau aku menangis dan menahanya ,bukankah itu tak ada artinya bagi Oppa ? Lalu kenapa aku harus khawatir dan mempermalukan diri dihadapannya ?”.

Yuri ingin menjawab pernyataanku tetapi sesuatu menahannya . Pandangan Yuri beralih lurus melewatiku . “Berani sekali wanita itu menampakkan batang hidungnya di sini lagi !”, aku mengikuti pandangan Yuri dan benar saja Tifanny berdiri di sana dengan penampilan apiknya , senyum terkembang diwajahnya . Banyak namja mengerumuninya , semuanya menawarkan bantuan pada Fanny yang terlihat sedang mencari seseorang . Mencariku ?

Tanpa aku sadari Yuri sudah bergegas menuju Fanny . Aku dengan segera mengejar Yuri yang sepertinya sudah dikuasai amarah . ” Siapa yang menyuruhmu ke sini ?”,

” Yuri hentikan . “, bujukku .

Fanny ada di sana memandang kami dengan tatapannya yang menghina . ” Aku ingin menemui Sooyoung ? Apa tidak boleh . “, aku terkejut ternyata dugaanku benar .

” Apa yang membawamu kesini ? Aku sedang tidak ada mood untuk bertengkar . “, jawabku akhirnya .

Fanny memberikan senyum licik padaku . Dia menoleh ke leherku , ke arah kalung kristal itu LAGI ?, ” Aku hanya ingin bilang kalau aku tak akan khawatir lagi soal kedekatanmu dengan Siwon Oppa . Karena dia sudah berjanji akan segera menyingkirkanmu dari kehidupannya . “, ujarnya dengan nada yang lembut .Dia kemudian mengeluarkan sebuah kalung dari tas kecilnya , kalung kristal yang sama seperti yang diberikan Siwon Oppa padaku .

” Kau lihat ini buktinya . Tapi aku sudah tak membutuhkan kalung ini lagi . Kau bisa menyimpannya kalau mau . Sekarang aku lega karena ternyata kalung yang kau kenakan itu tak ada artinya bagi Siwon Oppa. “, ujar Fanny seraya menjatuhkan kalung kristal itu . Dia masih memasang senyum diwajahnya .

” Aku harap kejadian kemarin tak membuatmu besar kepala , aku ingin kau sadar satu hal Siwon Oppa tak pernah mencintaimu . “,

” Berani sekali wanita ini ….”, aku terkejut ternyata Yuri sudah menyerang Fanny , mereka bergulat di tanah . Saling mencakar dan menjambak rambut satu sama lain . Ya Tuhan kenapa segalanya selalu berakhir seperti ini . Aku berusaha memisahkan Yuri dan Fanny ,tapi tenaga dua orang yang saling membenci ini membuatku kwalahan .

” Hentikan Yuri , hentikan …aaaaaaaaaa.”, mataku tak sengaja terkena siku lancip Tifanny saat berusaha memisahkan mereka . ” Seseorang tolong aku …”, jeritku pada kerumunan yang hanya menyaksikan kekacauan ini .

” HENTIKAN !”,suara bariton yang tak asing itu membelah kerumunan , membuat keramaian ini menjadi keheningan . Aku sedang menghalangi Yuri melayangkan tinjunya pada Fanny saat Siwon datang . Dia mengamati keadaan di hadapanya , ada kerut tak setuju tergaris di wajahnya . Tatapan kami sempat bertemu sesaat , sampai kami mendengar Fanny menangis di tanah .

Aku menoleh ke arah Fanny yang sama berantakannya dengan Yuri . Dia kembali memasang wajah lemahnya . Aku mengernyit tak percya , bagaimana bisa dia menangis semudah itu .Siwon Oppa menghampirinya , sama seperti kemarin Siwon Oppa menanyakan keadaan Fanny . Aku sudah tahu akhir ceritanya akan sama seperti yang lalu . Sejujurnya aku merasa sedih melihat ini lagi . Harapan kecil yang tertanam di lubuk hatiku seakan sirnah melihat pemandangan di depanku.

” Sakit sekali Oppa . Mereka mengganguku  . Aku hanya ingin berkunjung ….”, rengek Fanny seperti kemarin. Siwon Oppa membantunya untuk berdiri , dia menepis beberapa debu yang menempel di baju Fanny .

” Miane Fanny , Yuri tidak sengaja melakukannya . “, ujarku akhirnya .

Fanny memandangku dengan penuh kebencian dari balik matanya yang bersimbah air mata , ” Jelas -jelas kau sengaja . Kau dan temanmu memang ingin menyakitiku . Kau membenciku . Kau berpura-pura lembut di depan Oppa . Aku membencimu ..aku membencimu orang sepertimu … Kau wanita bus…”,

PLAK … Suara tamparan itu membuat Fanny terbungkam . Bukan , bukan hanya Fanny yang tercengang , semua mata yang memandang tidak pernah menyangka kejadian seperti itu akan terjadi . Aku menoleh pada Yuri yang menutup mulutnya dengan sebelah tangan karena tak menyangka Siwon akan melakukan tindakan seperti itu .

” Oppa ……”, rintih Fanny tak sengaja , dia masih terkejut dengan tamparan Siwon .

” Sudah cukup . Hentikan Fanny ! Sekarang minta maaf kepada Yuri dan Sooyoung !”, mulut Fanny bergetar , sepertinya air mata akan semakin berderai dari matanya .

Fanny memandangku . Bukan dengan tatapan keji seperti tadi , bukan juga tatapan benci . Tatapan ini membuatku merasa bersalah padanya , dia benar-benar telihat sedih . ” Miane ….”, ujarnya lirih dengan bibir bergetar .

Aku menganguk perlahan. Siwon menggandeng tangan Fanny menjauh dari keruman . Aku mencoba mencari petunjuk di matanya , tapi Siwon Oppa menghindari bertatap muka denganku . ” Tunggu . “, aku sudah tak tahan dengan situasi yang mnggantung ini , sebaiknya aku yang memulai segalanya .

” Jaga kekasihmu dengan baik . Jangan sampai dia salah paham lagi soal hubungan kita . ” , aku mencoba tersenyum. Aku tahu ini adalah senyuman paling kaku sepanjang hidupku . ” Hubungan kita sudah berakhir . Bukankah begitu , Oppa ?”,

Siwon memandangku dengan tatapan sedih . Sebelum dia menagguk lemas . Aku melihat tanganya menggengam Fanny lebih erat . ” Selamat tinggal . “, ujarnya sebelum berlalu bersama Fanny . Aku menorehkan senyum sendu di wajahku memandangnya semakin jauh hingga tak terjangkau lagi oleh pengelihatanku .

***********************
-TBC-

[ FF ] [SOOWON VER] Baby Don’t Cry -Chapter 3-

Title              : Baby Don’t Cry 

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun

Other Cast    :Hwang Tifanny –> Tifanny ,Seohyun SNSD , Super Generation

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family

Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

 

Chapter -3-

Author POV –

Rintik hujan membasahi kawasan SAS . Banyak mahasiswa SAS memilih untuk tetap tinggal di dalam kelas atau auditorium hingga hujan reda . Beberapa diantara mereka memilih untuk menerjang hujan dengan mengambil resiko menjadi basah kuyup .

 Sooyoung yang saat itu masih bekerja di sebuah toko peralatan olah raga merasa dikejar waktu . Dipikulnya Cello-nya yang berat menembus hujan yang semakin deras itu . ” Ottoke,,,, aishhh … kenapa hariku selalu berakhir berantakan . Sooyoung terus berlari menuju arah mobilnya diparkirkan .

 ” Sedikit lagi , sedikit lagi . “, Sooyoung melompati kubangan air yang ada di hadapanya . Tapi dia terpeleset oleh rumput basah . Dia berguling ke kanan . Cellonya menimbulkan suara berdebam kencang . ” Cello-ah ……” , Sooyoung mencoba berdiri . Tetapi kakinya terkilir . “Ya Tuhan , kenapa kakiku sakit sekali. “

 Sooyoung menyapukan pandangan kesekelilingnya . Mencoba mencari bantuan ditengah hujan deras. ” Bagaimana ini , tak ada orang sama sekali . Tolonggggg Tolonggggg …. “, Sooyoung menjerit sejadi-jadinya , tapi suaranya diredam oleh derasnya suara hujan . ” Eomma ..Appa …Unnie ….. apa aku akan mati kedinginan di sini . Tolong aku . “, Sooyoung merasa putus asa setelah menjerit hingga pita suaranya hampir putus . Jarak tempat parkir dan gedung utama memang dipisahkan oleh hutan tiruan yang lumayan luas . Sehingga kecil kemungkinan mahasiswa SAS yang masih berlindung di dalam kelas mendengar jeritan Sooyoung .

 ” Unnie …Appa …Eomma ….. “, Sooyoung merebahkan dirinya yang sudah hampir membeku . Dua jam dia terpaku di bawah hujan . Kakinya mulai terasa mati rasa . Dia tak bergerak sesentipun dari posisi jatuhnya . Sooyoung melirik ke arah Cellonya yang masih tergeletak tergenang air . ” Cello-ah , aku tak mungkin mati konyol di sini bukan?” , Sooyoung merasa bodoh karena mengharapkan jawaban menghibur dari benda mati .

” Ottoke , perutku sakit sekali . “, bibir Sooyoung sudah sepucat mayat . Perutnya juga sudah mengejag kaku karena kedinginan . ” Tuhan ..kirimkan aku seseorang …. “, baitin Sooyoung dalam hati .

 ” Apa yang kau lakukan di sini?”, suara bariton dari namja asing  itu membuat Sooyoung bergidik ngeri .

 ***************************************

Sooyoung POV –

Perutku sudah mengejang kaku . Keputusasaan menggerogoti kesadaranku yang masih tersisa . Aku mencoba meminta tolong untuk yang terakhir kalinya , tapi tenggorokanku tercekat tak bersuara . Tuhan jika ini akhir hidupku aku mohon akhiri dengan mudah .

” Apa yang kau lakukan di sini ?”,

” Ottoke , Tuhan kenapa kau mengirim malaikat maut secepat itu . “, kesadaranku yang tak banyak tersisa menyebabkan aku berdelusi . Lelaki itu berjongkok di hadapanku . Mataku yang buram terkena air hujan menangkap sosok yang sempurna di hadapanku . Tak mungkin ada manusia hidup yang bisa setampan itu . Dia pasti malaikat maut yang akan mengambil nyawaku .

 ” Apa kau malaikat yang diperintahkan Tuhan untuk mengambil nyawaku ?”,

 Namja di hadapanku terbelalak kaget sesaat sebelum dia terbahak . ” Apa yang kau bicarakan . Apa kau baik-baik saja ?”,

 ” Tidak . Kau tidak mungkin manusia . Manusia tak setampan dirimu . “

 Namja itu sekali lagi mengagap lucu perkataanku . ” Terimakasih atas pujianya . Tapi sepertinya aku harus membawamu …. “

 ” Jangan-jangan bawa aku ke akhirat . Aku masih ingin hidup …. “,

 Kali ini dia benar-benar tertawa terbahak . Hingga keluar air mata . Aku baru sadar kalau hujan sudah reda . Tapi kenapa kakiku masih merasakan rintikan hujan ? . Aku menengadah sedikit sebelum tahu namja itu membawa payung dan meletakkanya di atas kepalaku .

 ” Tunggu ….jadi kau benar-benar manusia ?”, harapan mulai muncul di dalam diriku .

 Namja itu mengaguk mantab . ” Kau pasti sudah terlalu lama duduk di bawah hujan . Apa kau terkilir ?”,

 Secara spontan aku memeluk namja asing itu . Aku menais meraung . ” Tuhan terimakasih ..kau mendengar doaku . Huwaaaa . “, 

 Namja itu membiarkan aku melepas pelukanku , dia memandangku dengan tatapan yang lembut . ” Maaf aku membuatmu basah . Aku hanya terlalu bahagia akhirnya ada yang menolongku . “, 

 ” Gwencana . Sekarang biarkan aku menolongmu . Bolehkah aku menggendongmu ? “, namja itu meminta izinku  . Aku mengagguk terlalu cepat , sehingga membuat namja itu melayangkan senyum lembutnya lagi . ” Apa kau membawa mobil ?”, Tanyanya saat kami menuju ke arah parkiran . 

 ” Ya  . Baris kedua di deretan D . Maaf , tapi Cello-ku masih tertinggal . “, 

 Namja itu mengagguk . ” Biar aku membawamu ke mobil terlebih dahulu . Setelah itu aku akan mengambil Cellomu . ” , 

 Menit berikutnya Sooyoung sudah sampai di mobilnya . Namja itu menempatkan Sooyoung di kursi belakang . ” Tunggu sebentar . Aku segera kembali . “, 

 Aku hanya bisa mengagguk . Beginikah rasanya punya lelaki di sampingmu ?. Kau bahkan tak perluh bersikap sok madiri , karena dia akan melayanimu dan memperlakukanmu dengan lembut .  Beruntung sekali wanita yang memiliki namja itu . 

 ” Maaf , apa kau menuggu lama ? “, namja itu kembali membawakan Celloku yang basah kuyup . Aku menggeleng lembut . 

 ” Gumawo . “, aku melihat baju bermerk namja itu basah dan dikotori lumpur . ” Mian , aku merepotkanmu . Aku akan menggantinya . “, ujarku merujuk pada kemejanya yang rusak . 

 Namja itu menepis permintaanku dengan senyumnya yang lembut . ” Sekarang izinkan aku mengantarkanmu pulang . “, 

 Aku baru sadar aku belum tahu namja itu . Dia mengemudikan mobilku dengan tenang . Tatapanya terkosentrasi di depan . Aku merasa sedikit canggung untuk memulai pembicaraan . 

 ” Boleh aku tahu namamu ?”, 

 Senyum lebar terkembang di wajahku . Kenapa aku merasa dia bisa membaca pikiranku .” Sooyoung . Namaku Sooyoung . Choi Sooyoung . “, 

 Lelaki itu menoleh ke arahku untuk seperkian detik . ” Aku rasa ini takdir Sooyoung . Namaku Choi Siwon . Kita memiliki marga yang sama . “
Aku merasa ini memang takdir . Aku sedikit berharap Siwon tak memiliki kekasih . Tapi itu hal yang tak mungkin . Namja sesempurna dirinya manamungkin tidak memiliki kekasih . Hal itu terjadi hanya jika dia homo . Tapi dari penampilan dan tingkahnya dia terlihat begitu gentelman dan jauh dari kesan homo. 

 ” Tuhan kenapa barang bagus di dunia ini selalu Sold Out lebih cepat . Aigoo …”, ujarku tampa sadar . Aku menoleh pada Siwon yang sedang menatapku dengan pandangan lucu . 

 

*****************************

Author POV-

Kenangan pertemuan pertamaku dengan Siwon menghambur keluar saat yeoja bernama Fanny ini berdiri di hadapanku.

 Aku tak tahu apa tujuannya memprovokasiku di daerah kekuasaanku . Dia bertampang lembut dan polos . Tapi dia bisa melakukan hal keji yang tak terduga .

 ” Apa sebenarnya tujuanmu kemari ?”, ujarku menahan amarah . Saat Siwon tak datang malam itu aku sudah tahu kemungkinan ini akan terjadi . Tapi aku benar-benar tak menyangka jika Siwon Oppa benar-benar memiliki wanita lain . Tunggu ? Wanita lain ? Aku atau Fanny sebenarnya yang wanita lain?.

 ” Aku memintamu untuk mejauhi Siwon Oppa , dia milikku .”,

 ” Ya ! Dasar wanita murahan . Beraninya kau berbicara seperti itu . Sooyoung adalah kekasih Siwon Oppa . Apa hakmu menyuruhnya menjauhi kekasihnya .”, omel Yuri . Aku menahanya untuk tak mengikuti emosinya .

 ” Apa sebenarnya yang dikatakan wanita ini . Mulutmu sungguh kasar . Aku tak tahu lelaki seperti apa yang akan bersamaya kelak , tapi aku turut prihatin untuknya . “, ujar Fanny dengan nada mencela . Suaranya yang lembut dan wajahnya yang polos membuat ucapanya semakin terdengar jahat .

 ” Berani sekali …”,

 ”Yuri !”, aku menahan Yuri untuk tidak menampar Tifanny .

 ” Aku rasa kau terlalu memboroskan tenagamu jika tujuanmu kemari hanya untuk itu . ” aku mencoba menahan semua omelan yang ingin aku muntahkan pada yeoja itu . Tapi aku merasa tak ada untungnya aku melakukan hal rendahan seperti itu . Tangisanku untuk Siwon sudah cukup , aku tak ingin menghancurkan martabatku hancur dengan meladeni provokasi Fanny . ” Ayo Yuri kita pergi . “, ajakku pada Yuri . Kami menuruni tangga kelas dan keluar dari kerumunan orang yang ingin tahu . Tapi Fanny yang mengejarku menahan tanganku dengan kasar .

” Apa kau tak punya malu ? Aku menyuruhmu untuk mejauhi Siwon . Dia tak menginginkamu . “, cerca Fanny . Matanya dipenuhi oleh amarah,  sesuatu yang tak pernah aku duga dia miliki.

” Fanny , aku mohon jangan permalukan dirimu sendiri dengan berbuat sesuatu yang tidak penting . Jika Siwon Oppa tak menginginkanku lagi dia bisa berbicara langsung padaku . Tapi , aku berterimakasih kau sudah mau repot-repot menyampaikan hal itu padaku . “,

Fanny memandangku dengan kebencian berlebih . Dia sepertinya tak suka dengan jawabanku . Tapi bukankah itu salahnya sendiri . ” Kau wanita mejijikkan !”, hujatnya . Tatapanya di wajahku beralih ke leherku . Ke arah kalung kristal pemberian Siwon Oppa . Matanya sedikit terbelalak tak percaya .” Dari mana kau mendapatkan kalung itu ?”,

Aku melindungi kalung itu dengan spontan . Aku merasa Fanny akan merebut kalung itu dari leherku .

” Kau mencurinya dariku . Kau mencuri kalung itu dariku .. itu milikku . Berikan padaku . “, teriak Fanny sebelum dia menyerangku dengan membabi buta .

Aku berusaha menghindar dari cakaranya tapi tak bisa , pipiku sudah tergores oleh kuku-kuku panjangnya . Aku tak ingin membalas Fanny karena dia terlihat begitu lemah . Pukulanku pasti akan meremukkan tulangnya . ” Apa yang kau lakukan , ini milikku …. “,

” Berikan itu …itu milikku … “, Fanny masih meneriakiku , kami bergulat di lantai , dia menindih tubuhku dengan tubuhnya . Yuri yang kebingungan mencoba mengangkat Fanny tapi tak bisa , Fanny menghentakkan Yuri hingga terjatuh . Aku memandang Yuri yang terlihat kesakitan karena sikunya terjatuh menahan tubuhnya . Yuri seorang Cellist tanganya adalah hal yang sangat berharga . Aku tak tahu tapi aku berusaha membuat Fanny menjauh dari tubuhku dengan kekuatan sekecil mungkin. Aku mendorongnya menjauh dari tubuhku .

“AWAS………”, Suara itu membuatku terkejut . Aku melihat Fanny terjatuh dari tangga yang cukup tinggi .

Aku terkejut mendapati Fanny terpekur di dasar tangga . Dia merintih kesakitan . Semua orang yang bergelombong menyaksikan pertengkaran kami sontak terdiam . ” Fanny ? Gwencana …”, aku menuruni tangga mencoba menolongnya , tapi langkahku didahului oleh seseorang yang bergerak dengan kecepatan kilat .

” Fanny ? Kau kenapa ? Apa kau terluka ?”, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri . Mulanya aku tak ingin mempercayai pengelihatanku , tapi inilah kenyataan. Siwon dan Fanny . Aku tak pernah melihat wajah Siwon seperti itu selama kami bersama .

” Fanny …maafkan aku , aku tak sengaja . “, jelasku terbata . Siwon Oppa memandangku dengan tatapan yang dingin . Aku merasa jantungku berhenti berdetak . Tatapan itu benar-benar menusuk jiwaku .

” Oppa …wanita itu mendrongku . Dia wanita yang jahat …. “, rengek Tiffany di pelukan Siwon .

” Ya ! Kau dulu yang menyerang Sooyoung . “, teriak Yuri sebal dengan prilaku Fanny . Aku menahanya untuk tak berkata-kata hal yang tak penting lagi .

” Oppa bawa aku pergi dari sini .” , Siwon mengguk perlahan sebelum menggendong Fanny melewatiku . Dia bahkan tak memandangku . Aku tahu ini adalah akhir dari hubungan kami . Hatiku benar-benar sakit , lebih sakit daripada malam itu . Aku ingin sekali menangis tapi harga diriku yang tersisa menahanku untuk meraung di keramaian .

Kerumunan orang yang tadi melihat pertengkaranku dengan Fanny mulai menjauh pergi . Hanya tinggal aku dan Yuri . ” Bukankah kau ada janji dengan Minho ?”,

” Younggie ….. “, Yuri hendak memprotes . Aku memberinya tanda bahwa aku ingin sediri . Dengan berat hati Yuri meninggalkanku sendiri di tangga . Lututku seketika melemas . Aku tak bisa lagi menyangga tubuhku , hatiku benar – benar hancur berantakan . Setetes air mata mulai keluar membasahi pipiku . Aku berusaha untuk meredam kesedihanku dengan memukul-mukul dadaku yang sesak . ” Babo … babo…. BABO . “, makiku pada diri sendiri .

Hujan mulai mengucur dengan deras . Awan mendung menutupi sinar mentari yang bersinarcerah . Pertemuan kami dimulai dengan hujan dan perpisahan kami diakhiri dengan hujan . Semoga derasnya hujan turut menghapus rasa sakit hatiku . Selamat tinggal Siwon-shi .

” Kau membutuhkan ini ?”, tapi sepertinya ini barulah awal dari segalanya . Namja itu kembali dengan senyumnya .

*****************

 Kyuhyun POV-

 Kerumunan orang mulai pergi meninggalkan kekacauan yang detik tadi terjadi di sini . Aku memperhatikan Siwon Hyung yang membopong gadis cantik itu keluar dari gedung .  Seperinya aku sudah menyaksikan sesuatu yang seharusnya tak kulihat . Aku tak tahu sahabatku begitu hebat hingga menjadi perebutan yeoja-yeoja cantik di SAS .

 Aku melihat gadis Cello itu berdiri di tangga . Masih tak mau membalikkan wajahnya . Kawanya sepertinya membujuknya tapi dia menolaknya dan meminta waktu untuk sendiri . Aku masih tak beranjak dari tempatku ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis Cello itu .

 Setelah kepergian kawannya ,gadis Cello itu tertunduk lemas di tangga . Aku melihat pundaknya yang berguncang . Dia mulai menangis . Aku tak benar-benar bisa melihatnya dari posisiku saat ini , tapi aku tahu dia sedang menangis . ” Babo..babo ..Babo …”, dia memukul-mukul dadanya dengan terus mengucapkan kata bodoh .

 Aku melangkahkan kakiku perlahan mendekati Sooyoung . Aku tak tahu kenapa seharian ini aku selalu melihatnya menangis . Aku menempatkan diriku tepat di sampingnya . ” Kau membutuhkan ini ?”, aku menawarkannya sapu tangan . Dia hanya memandangku dengan muka lucu penuh ingus . ” Wajahmu  sungguh berantakan . “,

 Sooyoung menyambar saputanganku untuk menutupi wajahnya . Aku duduk di sampingnya . Mendengarkan dia menangis . Sepertinya dia benar-benar terluka karena dia terus mencengkram liontin kalungnya dengan erat . Sekali lihat saja Kyuhyun tahu itu adalah kalung keberuntungan yang selalu dikenakan Siwon saat traineer dulu .

 ” Seseorang pernah berkata padaku , Don’t be ashamed to weep this right to grieve. Tears are only water, and flowers, trees, and fruit cannot grow without water. But there must be sunlight also. A wounded heart will heal in time, and when it does, the memory and love of our lost ones is sealed inside to comfort us.” # ini Quote dari Brian Jacques readers.

Kyuhyun menunggu reaksi Sooyoung . Punggung Sooyoung mulai berguncang lagi . Tapi ada yang berbeda kali ini , tangisanya terhenti . Aku sempat khawatir apa ini adalah tanda datangnya tangisan yang lebih haru. Tapi Sooyoung tidak menangis , dia sepertinya sedang menahan ….TAWA? . Benar saja detik berikutnya Sooyoung tertawa terbahak . ” Ya! Kenapa kau tertawa ? “, 

 ” Kau berkata dalam bahasa planet , bagaimana aku tak tertawa . Aku mendengarnya seperti rentetan makian dan umpatan .”, jelas Sooyoung yang masih terkekeh . Dia menghapus air matanya dengan saputangan pemberianku . ” Gumawo, kau telah mengucapkan mantera ajaibnya.”,

Aku masih tercengang dengan perubahan suasana ini . ” Bagaimana kau bisa tertawa seperti itu setelah kau menangis seperti bayi ?”,

Sooyoung mengernyitkan hidungnya untuk menahan ingusnya . Matanya yang masih sembab oleh air mata diwarnai dengan keceriaan yang membingungkanku . Kenapa wanita di hadapanya ini begitu dinamis . Dia seperti ombak yang tak bisa dibaca pergerakanya . Seohyun, perasaan apa ini ?.

” Aku bisa , buktinya aku bisa . “, Dia memandangku tepat di mata . ” Sepertinya kita berjodoh , takdir selalu membawamu padaku untuk mengehentikan tangisanku .Sepertinya kita harus beteman ?”, Sooyoung mengulurkan tanganya padaku . Aku tersenyum ke arahnya sebelum menyambut uluran tanganya .

” Aku nobatkan kau sebagai teman seumur hidupku . “, ujarnya dengan meniru nada seorang ratu , tanganya yang memegang liontin menepuk punggungku perlahan . ” Selasai . “, Dia tiba-tiba berdiri . ” Hah …. perutku lapar sekali setelah menangis . Hey Chinggu bagaimana kalo kita merayakan persahabatan kita dengan kau meneraktirku makan . ” ,ujar Sooyoung dengan mata berbinar .

Aku memandangnya dengan tatapan tak percaya . Aku tahu dia wanita yang menarik , tapi aku tak tahu dia semenarik ini . Seohyun , kau harus berhati-hati karena yeoja di hadapanku saat ini mulai menarik perhatianku .

**************************

Siwon POV –

 Aku mengantar Fanny hingga depan pintu kodominiumnya . Sebenarnya aku ingin sekali segera meninggalkan Fanny dan menemui Sooyoung untuk menjelaskan segala kekacauan ini . Tujuanku sejak awal mengunjungi SAS adalah menemui Sooyoung dan meminta maaf atas kejadian malam sebelumnya .

   ” Terimakasih, hari ini aku sangat bahagia.” ujar Tifanny dengan senyuman ceria terlukis di wajah cantiknya . “Kapan kita bisa bertemu lagi?”, lanjutnya dengan nada manja  .

 Mungkin hanya Fanny satu-satunya orang yang berbahagia dalam kekacauan ini . Sejujurnya aku sudah tak sanggup untuk berpura-pura senang dengan tindakanya yang kekanakan . Fanny membuatku merasa seperti laki-laki lemah yang tak bisa menyelesaikan urusannya sendiri dengan menemui Sooyoung seperti itu .   “Tidak tahu, mungkin aku tidak ada waktu , juga tidak punya tenaga lagi untuk bermain denganmu.”, sejujurnya ini adalah kata-kata terkasar yang pernah aku ucapkan pada Fanny .

 Fanny mengerutkan wajahnya , dia melakukan itu saat dia kesal akan sesuatu . ” Oh ! Aku hampir lupa . Bantu aku memakai ini, Oppa. “, Fanny menyerahkan kotak perhiasan yang didalamnya berisi kalung yang sama persis dengan kalung keberuntunganku . Dia bersikeras ingin memiliki kalung yang sama persis dengan kalung yang saat ini sudah menjadi milik Sooyoung itu.

 Aku menerima kotak itu dan mengambil kalung yang ada di dalamnya . Aku membuka pengaitnya sebelum  mengalungkanya ke leher Fanny . Entah kenapa aku ingin sekali segera berlari menemui Sooyoung saat ini . Tapi pengait itu tak juga terkancing , aku ingin sekali mengumpat sebelum sadar kalau Fanny ada di hadapanku .

 ” Pelan-pelan , Oppa  ! Semakin buru-buru semakin lama terkancing .”, ujar Fanny sarat akan makna . ” Apa kau terburu-buru karena ingin segera menemuinya ?”, aku tahu Fanny akan menanyakan hal itu .

 Aku tak menjawab pertanyaanya . Aku tak mau berbohong padanya . Tapi aku juga tak ingin menyakitinya dengan berkata jujur .

 ”Kau milikku Oppa . Terserah apa yang dipikirkan orang lain tentangku . Aku tak akan menyerahkanmu pada gadis lain . Bagaimana orang lain memakiku , mengataiku menyebalkan , aku akan mempertahankanmu di sisiku. ” ,

 “Sudah terpasang”, sahutku . Fanny memandang antusias ke arah kalung yang melingkari lehernya. “Masuklah  udara di luar sangat dingin !” , tukasku halus mencoba mengakhiri pertemuan kami.

 Fanny mengagguk perlahan . Dia memberiku sebuah kecupan ringan di bibir sebelum melangkahkan kakinya memasuki kodominiumnya . ” Good Night .”, untuk terakhir kalinya kami saling bertatapan aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil .

 Aku tak tahu perasaan apa ini , tapi sepertinya ada beban yang terangkat dari pundakku saat melihat Fanny menutup pintunya . Aku terpaku sejenak di depan pintu Fanny sebelum melangkahkan kakiku memasuki lift . Ini sudah terlalu larut untuk menemui Sooyoung . Aku berharap besok Sooyoung masih mau menemuiku . Aku bahagia Fanny akhirnya menerima cintaku. Tapi segalanya menjadi salah karena saat ini aku masih terikat dengan Sooyoung . Aku tak tahu apa Sooyoung masih mengagap aku kekasihnya setelah kejadian siang tadi . Tapi tak ada salahnya mencoba.

*****************
Author POV –

Sooyoung sedang berdiri di balkon kamarnya . Dia mencoba mencerna segala kejadian yang menimpanya hari ini. Kesialan bertubi-tubi meghampirinya , tapi entah kenapa dia merasa sangat bersyukur pada Tuhan . Setidaknya setelah ini dia akan menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya .

Walau hari ini Siwon menorehkan luka di hatinya , tapi Siwon juga pernah membuatnya bahagia . Sooyoung baru ingat dia pernah melihat Fanny di suatu tempat sebelumnya, ” Dimana aku pernah melihatnya ? , ” Sooyoung berusaha memutar memorinya ke belakang , dia ingat tak hanya sekali melihat wajah Fanny .” Lukisan itu ?”, Sooyoung mengingat Siwon memasang lukisan seorang wanita di ruang kerjanya di SA , Soyoung tak pernah mengira wanita yang ada dalam lukisa itu adalah sesorang yang dikenal Siwon di kehidupan nyata. “Kau benar-benar bodoh Sooyoung. Kenapa kau tak menyadarinya selama ini . “,

Suara hembusan angin membawa musik yang menenangkan hati Sooyoung . Samar-samar Sooyoung mendengar sebuah alunan lagu yang datang dari kamar Unnienya . Dia menajamkan pendengaran untuk memastikan alunan merdu itu . ” Un día llegaré con un disfraz, Te desalmaré ni cuenta te darás,Para entregarte el corazón, Despacio te iré amando más*…… ” , secara tak sadar Sooyoung ikut melantunkan lagu dari Andalusia itu .

* Terjemahan : Suatu hari aku kan datang , untuk melucuti hatimu tanpa kau sadari . Aku akan memberikan hatiku padamu ,perlahan aku akan semakin mencintaimu . Aku akan menjaga dirimu selalu dalam suka duka di siang dan malam ……. ( ini lagu enak banget loo reader , ini Adaya promosi , judulnya La Usurpadora :)

 Sooyoung merasa lagu itu tepat menggambarkan rasa cintanya pada Siwon saat ini . Ketenanganya dirusak oleh dering Ponsel yang ada di sakunya . Sooyoung melihat nama yang tertera di desktop ponselnya , matanya terbelalak untuk sesaat .   Sooyoung menghela nafas sebelum menerima panggilan itu .

 ” Yaboseyo”,suara namja itu membuat jantung Sooyoung berhenti berdetak.

********************************

Sooyooung POV –

 ” Yaboseyo . “, Ya Tuhan , ini benar-benar dia . Apa dia menelefonku untuk menyelesaikan masalah kami secara jelas? Apa dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan kami ? Aku tahu tindakan Siwon Oppa sudah menjurus ke hal itu , tapi aku masih tak siap dengan segalanya .

” Yaboseyo….”, aku menjawabnya dengan suara lirih . Aku tak tahu kenapa secara tiba-tiba pita suaraku melemah .

” Soo … apa aku menggangumu ?”, sepertinya bukan hanya aku yang merasa canggung dalam situasi ini.

” Anio . Kau tak menggaguku . “, aku menjawabnya sedikit ketus . Sedikit berlebihan memang, tapi hatiku sudah cukup kesal dan lelah?.

” Ah !”, hanya Ah ? Aku menunggunya melanjutkan ucapanya , tapi Siwon Oppa masih saja terdiam hingga 3 menit berlalu . Aku melirik ke arah jam dinding yang ada di kamarku , sudah pukul 11 .20 malam .

” Miane Shiwon-shi , tapi apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan ?”, aku kembali melayangkan serangan ketus .Aku bisa mendengarkan dia tercekat saat aku memanggilnya Shiwon-shi . Andai saja Siwon Oppa tahu aku melakukan ini hanya untuk mempertahankan harga diriku . Andai saja dia tahu saat ini aku sedang mengepalkan tanganku untuk meredakan getaran sedih yang mulai merayapi hatiku . Andai dia tahu aku masih sangat mencintainya .

” Miane , Soo ..apa kau ada waktu besok ? “, tanyanya . Aku tahu dia tak akan memutuskanku melalui telefon , bagaimanapun Siwon adalah laki-laki yang punya etika . Tapi dengan menundanya hingga esok artinya aku tak akan bisa tidur lagi malam ini karena memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi esok .

” Entahlah , aku belum memastikan jadwalku. ” , aku berbohong sedikit kali ini . Aku tak ingin dengan mudah mengiyakan permintaanya . Aku ingin melihatnya sedikit berusaha .

” Ehmmm ..maukah kau memberitahuku jika kau ada waktu ?”, Kena kau Siwon . Sebenarnya aku ingin tertawa , karena suara Siwon yang terdengar sedikit JENGKEL ? . Aku tak akan menyerah semudah itu , jika akhirnya aku yang akan menangis kehilanganya kenapa aku tak mempermainkan prinsipnya lebih lama lagi ?,

” Baik . Lihat saja besok . Apa hanya itu ? “, Ya Tuhan kenapa aku menikmati hal ini .

” Ne . Maaf menggangu, Soo . Selamat malam ?.”, Siwon Oppa menungguku menjawab selamat malam seperti biasanya , tapi entah kenapa aku sedang ingin membuatnya kesal . Aku menutup telefonya tanpa membalas ucapan Selamat malamnya . Aku tersenyum memandang Ponselku .

” Aku sangat keren . Kena kau Choi Siwon !. “, Aku mulai merebahkan diriku di atas tempat tidur, senyum kebanggan masih terkembang di wajahku . ” Beginikah rasanya balas dendam ? Pantas saja drama dengan tema balas dendam selalu mendapat rating tinggi . Ternyata rasanya senikmat ini .”,  Aku terdiam sejenak , mencoba mereka ulang percakapan kami lalu aku menyadari sesuatu yang FATAL? . ” OMO ! Apa benar dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan? “, aku kembali terduduk di tempat tidur . ” Atau ……….” aku takut mengucapkannya , ” Dia ingin meminta maaf padaku ?”, semakin lama aku memikirnya semakin aku merasa bodoh . Sepertinya aku telah merusak satu-satunya kesempatan yang ada untuk kembali padanya.

” Andwaeeeeeeeeeeee ………………!!!!!!!!!!!”, jeritku membelah malam .

*******************

Jika ada orang yang mengatakan padamu kalau sahabatmu akan menangis bersama penderitaanmu maka TAMPAR orang itu ? Kenapa ? Tentu saja saat ini aku sedang menyaksikan bukti nyata kalau perkataan itu hanya bualan belaka .

Yuri sedang tertawa terpingkal di hadapanku . Menit yang lalu aku menceritakan kejadian semalam , insiden bodoh yang terjadi akibat terlalu banyak menonton drama bertema balas dendam . Sungguh hal seperti itu tak patut dicontoh dalam kehidupan . Kenapa? Alasanya sederhana , karena life isn’t movie .

Aku memandang Yuri dengan tatapan ingin membunuh , tapi yeoja itu tak juga menghentikan tawanya. ” Ya ! Kwon Yuri , kalau kau tak segera mengehentika tawamu , jangan salahkan aku jika aku membuatmu tak bisa tertawa lagi seumur hidup!”, ancamku , karena mulai malu orang-orang yang ada di caffetaria SAS mulai memperhatikan kami .

” Mian … tunggu tapi bagaimana kau bisa sebodoh itu Soo . hahahahahhaa …”, Yuri menyemburkan tawanya kembali . Aku hanya bisa menggaruk-garuk rambutku dengan sebal .

” Lalu ? Apa Siwon Oppa sudah menjelaskan bagaimana hubunganya dengan Fanny ?”, tanya Yuri setelah bisa menguasai dirinya .

Aku menggeleng sebal . ” Seperti yang ku bilang , kami tak bicara banyak . Mulanya aku berfikir mungkin aku tak akan ada harapan lagi dengannya , tapi setelah aku berfikir semalaman Siwon terdengar tulus waktu mengajak bertemu . Aku merasa sangat bodoh karena bersikap terlalu mendramatisir .”

” Aku rasa Siwon Oppa masih memiliki perasaan padamu . Lagi pula saat ini kau masih berstatus kekasihnya . Kau tak boleh menyerah Soo . Kau harus mempertahankannya , jika kau benar-benar menyukai Siwon Oppa pertahankan dia dengan segala cara . Jangan sampai kau memberi kesempatan pada wanita manja itu untuk berdekatan dengan Siwon . “, ujar Yuri dengan penuh kebencian pada Fanny . Aku melirik ke siku Yuri yang terbalut perban karena kekacauan kemarin .

Aku memikirkan Fanny , memikirkan bagaimana perasaanya , dan bagaimana jika aku berada di posisinya . ” Apa kau tidak merasa Fanny sangat manis ? Aku iri dengannya . “,

Yuri hampir tersedak minumannya . ” Soo ?? Apa kau gila ? Bagaimana kau bisa salut pada wanita bar-bar itu . “

” Walau sifatnya dikategorikan kelainan ,tapi bukankah itu juga sebuah keberanian ? . Aku tahu mungkin Siwon Oppa bisa direbut olehnya , tapi bukankah bagi Fanny aku yang merebut Siwon Oppa darinya ?”, Yuri terdiam . ” Aku melihat lukisan Fanny terpajang di ruangan kerja Siwon Oppa selama ini , mulanya aku mengira itu hanya wanita mana saja yang menjadi model lukisan . Aku tak tahu kalau Siwon Oppa begitu mencintai Fanny hingga memajang lukisanya di tempat dia paling sering menghabiskan waktu selain rumahnya .”

” Jadi maksudmu yang menjadi pihak ketiga antara mereka adalah KAU ? Choi Sooyoung , apa kau salah minum obat hari ini ?”,

Aku tak menjawab prtanyaan Yuri . Seperti ada ilham yang menghampiriku , aku seperti bisa memaklumi sikap Fanny , bisa membaca kenapa dia bertindak seperti itu . “Fanny mencintai Siwon Oppa , itu bukan salahnya . Bukankah Siwon Oppa juga mencintainya dengan sepenuh hati . Apa itu salah ?”,

Yuri tak tahu harus menyadarkanku dengan cara apa , akhirnya dia memutuskan untuk diam di tempatnya . Wajahnya tertekuk tak setuju . ” Kenapa kau jadi seperti ini ? Apa yang merasukimu . Kau harus mempertahankan Siwon , itu intinya . “

“Apa aku harus begitu ?”,

“Tentu saja . “,

” Tapi ..jika Siwon Oppa benar ingin pergi , walau aku menangis dan menahanya ,bukankah itu tak ada artinya bagi Oppa ? Lalu kenapa aku harus khawatir dan mempermalukan diri dihadapannya ?”.

Yuri ingin menjawab pernyataanku tetapi sesuatu menahannya . Pandangan Yuri beralih lurus melewatiku . “Berani sekali wanita itu menampakkan batang hidungnya di sini lagi !”, aku mengikuti pandangan Yuri dan benar saja Tifanny berdiri di sana dengan penampilan apiknya , senyum terkembang diwajahnya . Banyak namja mengerumuninya , semuanya menawarkan bantuan pada Fanny yang terlihat sedang mencari seseorang . Mencariku ?

Tanpa aku sadari Yuri sudah bergegas menuju Fanny . Aku dengan segera mengejar Yuri yang sepertinya sudah dikuasai amarah . ” Siapa yang menyuruhmu ke sini ?”,

” Yuri hentikan . “, bujukku .

Fanny ada di sana memandang kami dengan tatapannya yang menghina . ” Aku ingin menemui Sooyoung ? Apa tidak boleh . “, aku terkejut ternyata dugaanku benar .

” Apa yang membawamu kesini ? Aku sedang tidak ada mood untuk bertengkar . “, jawabku akhirnya .

Fanny memberikan senyum licik padaku . Dia menoleh ke leherku , ke arah kalung kristal itu LAGI ?, ” Aku hanya ingin bilang kalau aku tak akan khawatir lagi soal kedekatanmu dengan Siwon Oppa . Karena dia sudah berjanji akan segera menyingkirkanmu dari kehidupannya . “, ujarnya dengan nada yang lembut .Dia kemudian mengeluarkan sebuah kalung dari tas kecilnya , kalung kristal yang sama seperti yang diberikan Siwon Oppa padaku .

” Kau lihat ini buktinya . Tapi aku sudah tak membutuhkan kalung ini lagi . Kau bisa menyimpannya kalau mau . Sekarang aku lega karena ternyata kalung yang kau kenakan itu tak ada artinya bagi Siwon Oppa. “, ujar Fanny seraya menjatuhkan kalung kristal itu . Dia masih memasang senyum diwajahnya .

” Aku harap kejadian kemarin tak membuatmu besar kepala , aku ingin kau sadar satu hal Siwon Oppa tak pernah mencintaimu . “,

” Berani sekali wanita ini ….”, aku terkejut ternyata Yuri sudah menyerang Fanny , mereka bergulat di tanah . Saling mencakar dan menjambak rambut satu sama lain . Ya Tuhan kenapa segalanya selalu berakhir seperti ini . Aku berusaha memisahkan Yuri dan Fanny ,tapi tenaga dua orang yang saling membenci ini membuatku kwalahan .

” Hentikan Yuri , hentikan …aaaaaaaaaa.”, mataku tak sengaja terkena siku lancip Tifanny saat berusaha memisahkan mereka . ” Seseorang tolong aku …”, jeritku pada kerumunan yang hanya menyaksikan kekacauan ini .

” HENTIKAN !”,suara bariton yang tak asing itu membelah kerumunan , membuat keramaian ini menjadi keheningan . Aku sedang menghalangi Yuri melayangkan tinjunya pada Fanny saat Siwon datang . Dia mengamati keadaan di hadapanya , ada kerut tak setuju tergaris di wajahnya . Tatapan kami sempat bertemu sesaat , sampai kami mendengar Fanny menangis di tanah .

Aku menoleh ke arah Fanny yang sama berantakannya dengan Yuri . Dia kembali memasang wajah lemahnya . Aku mengernyit tak percya , bagaimana bisa dia menangis semudah itu .Siwon Oppa menghampirinya , sama seperti kemarin Siwon Oppa menanyakan keadaan Fanny . Aku sudah tahu akhir ceritanya akan sama seperti yang lalu . Sejujurnya aku merasa sedih melihat ini lagi . Harapan kecil yang tertanam di lubuk hatiku seakan sirnah melihat pemandangan di depanku.

” Sakit sekali Oppa . Mereka mengganguku  . Aku hanya ingin berkunjung ….”, rengek Fanny seperti kemarin. Siwon Oppa membantunya untuk berdiri , dia menepis beberapa debu yang menempel di baju Fanny .

” Miane Fanny , Yuri tidak sengaja melakukannya . “, ujarku akhirnya .

Fanny memandangku dengan penuh kebencian dari balik matanya yang bersimbah air mata , ” Jelas -jelas kau sengaja . Kau dan temanmu memang ingin menyakitiku . Kau membenciku . Kau berpura-pura lembut di depan Oppa . Aku membencimu ..aku membencimu orang sepertimu … Kau wanita bus…”,

PLAK … Suara tamparan itu membuat Fanny terbungkam . Bukan , bukan hanya Fanny yang tercengang , semua mata yang memandang tidak pernah menyangka kejadian seperti itu akan terjadi . Aku menoleh pada Yuri yang menutup mulutnya dengan sebelah tangan karena tak menyangka Siwon akan melakukan tindakan seperti itu .

” Oppa ……”, rintih Fanny tak sengaja , dia masih terkejut dengan tamparan Siwon .

” Sudah cukup . Hentikan Fanny ! Sekarang minta maaf kepada Yuri dan Sooyoung !”, mulut Fanny bergetar , sepertinya air mata akan semakin berderai dari matanya .

Fanny memandangku . Bukan dengan tatapan keji seperti tadi , bukan juga tatapan benci . Tatapan ini membuatku merasa bersalah padanya , dia benar-benar telihat sedih . ” Miane ….”, ujarnya lirih dengan bibir bergetar .

Aku menganguk perlahan. Aku mencoba mencari jawaban di wajah Siwon Oppa yang masih menatap Fanny dengan penuh PENYESALAN ? . Detikberikutnya di berbalik memunggui Fanny , ” Pergilah. Jangan pernah datang ke sini lagi . Anggap ini pertemuan terakhir kita .”, Siwon melangkah ke arahku perlahan . Aku masih bingung menatap ke arah Fanny yang mematung di hadapanku . Aku melihat kehancuran di matanya .

” Ayo kita pergi !”, Siwon oppa meraih tanganku perlahan . Aku tak sempat mengucapkan sepatah katapun saat dia menarikku menjauhi kerumunan orang . Aku mencoba mengikuti langkahnya . Aku merasakan tanganya yang sedingin es .” Berhenti !”,

Siwon Oppa menoleh ke arahku . Aku melihat matanya yang sedih dan tidak fokus . ” Oppa . Kenapa kau melakukannya ? Kau mencintainya ? Sekarang kau bergetar ketakutan karena kau menamparnya . Kau sedih karena kau mengucapkan sesuatu yang tak ingin kau katakan . Oppa lihat aku !”, Aku melihatnya , air mata yang pertama menitik dari mata Siwon Oppa yang selalu berbinar bahagia . Aku melihat air mata kesedihan itu .

” Kau mencintainya ….. kau mencintainya …..”, aku terus bergumam , hatiku sakit karena dia mencintai Fanny tapi melihatnya sedih semakin membuatku merasakan hujaman seribu pisau di dadaku . Aku mencoba melepaskan genggaman tanganya . Dia masih tak memberikan respon , sampai aku berbalik .

” Jangan pergi !” , ujarnya perlahan , dia memelukku dari belakang . Aku merasakan tangan dan tubuhnya bergetar . ” Jangan pergi ! Aku mohon jangan pergi .” , kami menangis bersama di bawah lindungan mendung , hujan gerimis mulai membasahi tubuh kami . Sepertinya langit turut menangis bersama kami . Tuhan masa depan seperti apa yang kau rencanakan untuk kami ?

********************************

Author POV –

Seorang namja sedang memperhatikan Sooyoung dan Siwon dari balik bayangan pohon . Dia matanya terlukis senyum kecewa . Tanganya mencengkram saputangan putih yang urung dia berikan kepada yeoja di hadapanya . “  Kau selalu menangis bersamanya ! “, ujarnya sebelum berbalik menjauh

**********************************

-TBC-

Alhamdulilah akhirnya selesai Chapter ini :) . Gimana chngu jelek ya ? Aneh ya ? Miane…. Mohon Kritik dan Saranya . Mian kalo banyak taypo bertebaran . HAPPY READING :*

Don’t be silent reader ya …. bye ….

***********************

 

 

 

[ FF ] Baby Don’t Cry -Chapter 2-

Title              : Baby Don’t Cry 

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun

Other Cast    :Hwang Tifanny –> Tifanny ,Super Generation , DBSK

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family

Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Chapter -2-

SMTown art School tampak lenggang sore ini  . Hanya beberapa kelas teater dan auditorium yang terdengaran berpenghuni.Suara alunan piano dari ruang musik beradu dengan suara hentakan tongkat dan kibasan pedang dari ruang laga , menjanjikan musik tersendiri bagi pengamat yang jeli .

Seorang Namja berpakaian rapi sedang duduk di atas kursi piano . Tanganya dengan penuh penghargaan mencoba menekan tuts-tuts piano di hadapanya . Senyum sedang terkembang di wajah tampanya .

“ Kyuhyun-ah ?”, Sapa seseorang dari balik punggungnya .

Kyuhyun menoleh ke arah lelaki yang memanggilnya , sontak wajahnya dihiasi dengan kebahagiaan bercampur kerinduan . “ Hyung . “

Sungmin membalas senyum dongsaenya , dia mendekatkan langkahnya ke arah Kyuhyun . “ Kapan kau kembali ? Kenapa kau tak memberitahuku .”  tanya Sungmin antusias .

“ Hari ini . Aku langsung berlari ke sini secepat kilat karena aku merindukanmu . “ , goda Kyuhyun .

Sungmin memutar bola matanya dengan jengah mendengar gurauan Kyuhyun yang tak pernah berubah ,“ Aiogoo ,,.“, Sungmin melihat jemari Kyuhyun yang ada di atas tuts piano . “ Kau masih suka bermain piano ?” ,

Kyuhyun mengaguk mengiyakan . “ Aku benar –benar merindukan piano ini .”, ujar Kyuhyun singkat namun penuh makna .

Tatapan Sungmin meletak melembut . Ditepuknya pundak dongsaeng kesayanganya itu dengan sayang . “ Tak ada luka yang tak tersembuhkan oleh waktu . Ini sudah empat tahun Kyu . “

Kyuhyun menjauhkan jemarinya dari piano . Dia berdiri membelakangi Sungmin, tak ingin Hyungnya tahu kesedihan yang masih tertanam di hatinya . “ Aku sudah mencobanya , Hyung . Selama di Amerika aku mencoba untuk melupakannya . Tapi sepertinya Tuhan masih ingin dia ada di hatiku . “

“ Apa kau sudah mengunjunginya ?”,

Kyuhyun berbalik menatap Sungmin dengan senyum tulus , tatapan jahilnya kembali lagi di matanya yang sedetik lalu terlihat sedih . “ Sudah ku bilang SMTown art school adalah tempat pertama yang kudatangi setelah aku menginjakkan kakiku di Korea . “

“ Berhentilah bercanda . Ayo aku ajak kau berkeliling , tempat ini sudah banyak berubah . Kau pasti ingin melihatnya . Kajja … “,

Kyuhyun mengikuti Sungmin menuju lorong penghubung gedung para traineer berada . Kyuhyun menyapukan pandanganya pada setiap sudut ruangan yang ada , SMTown art school memang sudah banyak berubah belakangan ini . “ Hyung apa itu ?”, tanya Kyuhyun saat dia melihat gedung bergaya Renaissance menjulang diantara gedung gedung yang lain .

“ Itu perpustakaan . Baru dibangun dua tahun yang lalu . Kau ingin ke sana?”,

Kyuhyun menggeleng perlahan . “ Mungkin lain kali . Aku masih ingin menikmati pemandangan kaki jenjang hobae –hobae kita . “, canda Kyuhyun .

Sungmin senang dongsaengnya tidak berubah sama sekali . Dia khawatir sejak kejadian itu Kyuhyun akan menjadi pemurung . Tapi sepertinya kekhawatian Sungmin tak beralasan . “ Kajja , ku tunjukkan padamu yang paling cantik . “

******************

Sooyoung sedang malas pergi ke sekolah hari ini . Manager tempatnya bekerja paruh waktu baru saja menelefon kalau Sooyoung tak perlu datang lagi ke tempat kerja . Sudah puluhan kali Sooyoung dipecat dari tempat kerjanya . Bukan karena Sooyoung pemalas , tapi karena Sooyoung sangat tak tahan dengan pelecehan. Dia cantik dengan tubuh ideal yang disukai laki-laki . Tak banyak orang tahu dia masih berumur 23 tahun saat dia mengenakan pakaian seragam pelayan . Bos di cafe –nya bekerja tak jarang melecehkanya dengan alasan ketidak sengajaan . Kemarin Sooyoung yang sedang tidak ingin diganggu karena masalah Siwon , membuat kegemparan di dapur cafetaria dengan memukulkan teflon yang masih panas ke muka pemilik cafe .

Mulanya Sooyoung merasa lega karena dia tak harus lagi menahan amarah dan kejengkelanya pada sang Bos . Dia sudah pasti di pecat hingga detik berikutnya dia teringat pada omelan Eommanya. Hal itu membuatnya mual untuk sesaat . “ Tuhan … kenapa kau tidak adil padaku …. “, jerit Sooyoung seraya mengacak-acak rambutnya .

Dia lupa saat ini dia sedang berada di tempat umum. “Omo .”, Sooyoung memasang senyum malunya ke arah orang –orang yang menatapnya dengan pandangan mengejek .

“ Aish , kenapa hidupku seperti ini . Dicampakan lelaki , dipecat dari pekerjaan , dilecehkan oleh orang , dan…….. Kyaaaaaaa!!! Aku lupa hari ini ada ujian ….”, Sooyoung dengan heboh menerobos kerumunan ramai jalanan Seoul dengan memikul Cello nya yang berat di pundaknya .

*************

 Kyuhyun POV –

Sungmin Hyung meninggalkan aku sendiri di depan gedung musik yang terletak bersebelahan dengan gedung perpustakaan . Aku memandag berkeliling , walau semua telah berubah ada satu hal yang tak pernah berubah dari tempat ini . Suasana alunan angin dan derit pepohonan yang ikut menyanyi bersama para siswa SAS , membuatku mengenang masa itu.

Mungkin Tuhan menghukumku atas tindakanku yang kurang terpuji di masa lalu , hingga aku tak pernah bisa melupakan dia . Senyuman yang selalu ada di anganku saat aku memejamkan mata . Suaranya yang lembut yang selalu terdengar bersama hembusan angin. Dan alunan piano yang selalu membuatku meneteskan air mata mengingat kebersamaan kami .

” Seohyun aku kembali ….. “,

Suara berisik dari celah gedung perpustakaan dan gedung musik menggangu telingaku . Ada sebuah Cello yang seperti sedang dianiaya oleh seseorang . Aku melangkahkan kakiku mendekati celah gelap itu . Ada seorang yeonja yang berpakaian serba hitam sedang mengesek senar Cello dengan kasar .

“Aaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,ottoke , Ya ! Cello-ah kenapa kau tak membantuku sama sekali . Kau senang kan Kang Sungsaemin memberiku nilai D lagi untuk tes kenaikan tingkat kali ini . Cello-ah ..kau mendengarku ….jawab aku ..kenapa kau diam saja .” , yeonja itu menbuatku sedikit bergidik ngeri sekaligus ingin tertawa terbahak . Dia berbicara dengan Cello-nya seolah -olah Cello itu akan menjawabnya . Sebenarnya aku tidak suka dengan tindakanya yang kasar pada alat musik .

Dang dang ……. Yeonja itu memukul bagian belakang Cello-nya dengan kasar . Aku ingin melangkah mendekat untuk menegurnya sampai aku melihat matanya merah dan air mata mengalir deras di pipinya . ” Aku bodoh sekali, aku bodoh sekali …kenapa aku percaya aku bisa berhasil .”

” Apa kau akan menyerah semudah itu ?”,

*********************************

Sooyoung POV-

” Apa kau akan meyerah semudah itu . “

Suara asing itu membuatku terperanja kaget hingga aku menjatuhkan Cello yang aku pegang .

Bang ….. Dentuman itu membuat namja di hadapanku memincingkan sebelah alisnya . ” Aku harap kau tak melakukanya dengan sengaja ?”,

” Ya! … ya! …Siapa kau ?” , karena terbiasa diikuti pengunti aku merasa waspada pada semua orang asing yang berusaha mendekatiku .

Namja itu berjongkok di depan Cello-ku dia mengangkatnya dengan hati – hati ,membersihkan debu yang menempel di fingerboard Cello-ku. ” Kau benar – benar musisi yang kasar . Seorang Celloist seharusnya memperlakukan Cello-nya sebagai kawan . “

Aku hanya terdiam melihat namja itu memetik senar Celloku dengan jemarinya . Aku berusaha melihat ke wajahnya yang tak begitu terlihat di balik topi NY nya . ” Kau tidak menyetelnya secara benar . Karena itulah suara yang dihasilkan sumbang .” , Namja itu memutar-mutar tuning pegs di Cello -ku .

” Apa yang kau lakukan ?”, aku mulai merasa dia bukan orang jahat . Dia memperlakukan Cello-ku seperti seorang lady. Lalu …dia melepas topinya . Ya Tuhan aku sedang berhadapan dengan seorang setan . Dia berwajah tampan dan kulitnya sepucat vampir . Hidungnya yang mancung berpadu dengan bibirnya yang melengkung indah . Aku tak tahu ada orang setampan itu di dunia ini . Duniaku hanya berpusat pada Siwon sehingga aku tak melihat yang lain.

“Apa rambutmu asli berwarna merah ?”, aku tak tahu apa yang merasukiku hingga aku berkata seperti itu . ” Omo maafkan aku . “, Namja itu hanya tersenyum kecil . Ya Tuhan dia bahkan lebih tampan ketika tersenyum .

” Aku tidak mewarnainya . Aku campuran . “, jawabnya dengan senyum geli . Bodoh aku merasa sangat malu .

” Ini cobalah . “, ujarnya seraya memberikan Cello-ku yang tadi dia perbaiki stelan string-nya .

” Gumawo . “, Namja itu mendadak tersenyum lebar mendengarku berbicara banmal . ” Wae?”,

” Tidak . Boleh aku tahu berapa umurmu ?”,

” Apa kau ingin menyindirku karena menggunakan banmal ?” ,

” Anio , aku tak masalah dengan hal itu . Ingat aku campuran ?”, dia memberi senyum yang sangat sexy . OMG kenapa aku tak bertemu dia dari dulu. Tapi aku sudah lelah mempermalukan diriku sendiri dengan berbuat bodoh untuk cinta .

” Apa menurutmu aku jelek ?” ,

” Apa ?”, namja asing itu terlihat terkejut bercampur geli .Ya Tuhan demi apa aku bertanya hal memalukan seperti ini . Mulutku memang harus diamankan karena sering berucap mendahuli pikiran.

” Mian …lupakan saja , aku memang sering berucap tanpa berfikir . “,

Namja itu alih-alih memandangku aneh dia malah terlihat TERTARIK ? Ya Tuhan tatapan itu tak mungkin salah lagi.

” Kau sungguh menarik . Aku Kyuhyun , angkatan 2005 , kelas Vokal . “

Aku melihat tanganya yang terulur padaku . Dan apa aku tak salah dengar dia menyebutku “MENARIK”?

” Aku ,,,Sooyoung , angkatan 2007 ,  Kelas Musik Klasik . ” ujarku menyambut uluran tanganya . Dia tersenyum ke arahku , ada aura jail tercemin dari tatapanya dan sebuah rasa Sedih?

  ” Siapa dia? Siapa yang mebuatmu sesedih itu ? “,kali ini Sooyoung harus menjahit mulutnya karena berkata sesuatu yang membuat Kyuhyun terbelalak kaget .

 Mati kau Choi Sooyoung .

********************

Author POV –

Yeoja itu berdiri membelakangi Kyuhyun . Tubuh semampainya dibalut gaun pitch cerah yang senada dengan kulit mulusnya . Rambutnya yang menjuntai melewati bahu terkibar dengan apik mengikuti buaian angin .

Seohyun sedang menyambut mentari pertama yang muncul setelah musim dingin berakhir .Kyuhyun hanya bisa memandangnya dengan kebahagiaan tersendiri . Seohyun terlihat seperti dewi musim semi dengan penampilan seperti itu . ” Apa kau begitu bahagia ? “, ujar Kyuhyun seraya melangkahkan kakinya keluar dari lindungan pohon .

” Oppa ?”, Seohyun menghentikan ritualnya untuk menyambut Kyuhyun . ” Kemarilah , aku akan menunjukkanmu sesuatu . “, ajak Seohyun seraya meraih tangan kanan Kyuhyun . ” Ikuti aku . ” , perintahnya kemudian merentangkan tanganya lebar – lebar untuk merasakan hembusan angin . ” Kajja . “, Kyuhyun hanya tersenyum lembut ke arahnya sebelum mengikuti intruksi Seohyun . ” Sekarang , pejamkan matamu dan tengadahkan wajahmu ke sinar mentari . ” ,

Kyuhyun kembali tersenyum . Ditatapnya wajah Seohyun dari samping . ” Kau terlihat lebih kurus ? “,

Seohyun membuka matanya . Wajahnya sedikit kesal karena Kyuhyun merusak ritualnya . ” Oppa , kenapa kau tak memejamkan wajahmu . “,

” Apa kau menjalani diet ?, “

Seohyun tak berani menatap wajah Kyuhyun . ” Anio .”, Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan Seohyun belakangan ini .

” Apa ada sesuatu yang sala , Seo ? Kenapa kau tak menceritakan padaku ?”,

” Gwencana , Oppa . Aku hanya sedikit lelah dengan persiapan konser tunggalku di Madison Garden . “ 

Kyuhyun tahu Seohyun berbohong . Tapi dia hanya tersenyum maklum . ” Jaga kesehatanmu . Aku tak ingin kau terlalu memaksakan diri . ” , ujar Kyuhyun seraya membelai rambut Seohyun . 

Seohyun menatap Kyuhyun dengan tatapan yang tak bisa diartikan . Kyuhyun merasa Seohyun sedang menyembunyikan sesuatu . Tapi dia tak ingin memaksakan Seohyun untuk menceritakan apa yang ingin disimpanya . 

” Kau sudah makan ?”,

Seohyun menggeleng lembut . ” Kalo begitu kita makan ?”, ajak Kyuhyun seraya mengandenga tangan Seohyun . 

” Oppa tunggu . “, ujar Seohyun menghentikan langkah mereka . ” Ada yang ingin ku bicarakan padamu . ” , mata jernih Seohyun terlihat begitu tertekan ,perlahan dia menepis genggaman Kyuhyun . ” Aku akan keluar dari SAS setelah konserku berakhir . ”

Kyuhyun tak tahu harus berkata apa . ” Apa kau berencana melanjutkan kuliah di bidang lain?”, 

Seohyun menggeleng pelan . ” Kau akan bergabung dengan sukarelawan di Somalia ?”, Kyuhyun bertanya , karena tahu Seohyun selalu bercita-cita ingin menjadi sukarelawan di Negara berkembang .

Seohyun terdiam sesaat sebelum berkata . “Aku sakit , Oppa . “

Kyuhyun merasa kebingungan sesaat . ” Apa kau ingin aku mengantarmu pulang ?”, 

Mata Seohyun sudah mulai berkaca-kaca . ” Aku sakit , Oppa . Aku sakit . “ 

Kyuhyun mencoba membaca pikiran Seohyun . ” Apa maksudmu Seo ? “. Kyuhyun tahu jawaban dari pertanyaanya akan membuatnya hancur . 

” Aku mengidap Leukimia , Oppa .”

 ” Katakan kau hanya bercanda Seo ? Kau tak mungkin … kau adalah gadis yang sehat .. kau kau masih begitu mudah . “, Kyuhyun merasa marah bercampur sedih dia benci tak dengan segala yang diluar jangkauan .

” Aku sudah menyerah dengan terapi setahun lalu Oppa . Aku tak ingin hidup seperti orang sakit . Dokter memintaku untuk hidup secara normal .”.

” Kenapa kau baru mengatakanya sekarang Seo . Kenapa kau tak menceritakan ini dari dulu ?”,

” Aku tak bisa , Oppa . Aku tak bisa mnceritakan kepada orang lain .”,

” Termasuk aku ?”, bentak Kyuhyun , merasa marah Seohyun mengangapnya hanya sebagai orang lain .

” Terutama padamu , Oppa . ” Seohyun mulai menangis . ” Aku sudah menyerah pada Tuhan . Aku tak punya alasan untuk marah pada Tuhan akan penyakitku  sampai aku bertemu denganmu . Aku merasa marah kenapa Tuhan begitu tak adil padaku , kenapa dia mengirimu setelah aku bisa menerima penyakit ini . Aku mencintaimu Oppa . Tapi sepertinya kita tak akan bisa bersama . “,

Kyuhyun mematung sendiri . Seohyun sudah pergi meninggalkanya . Perkataan Seohyun mengendap perlahan di fikiranya . Kyuhyun tak sadar air mata sudah menggenangi pipinya . Dia tak pernah menangis untuk apapun . Seohyun telah membuatnya merasakan banyak hal yang tak pernah dia rasakan dalam hidupnya , termasuk kesedihan ini .

*************

Kyuhyun berdiri di tempat yang sama seperti 4 tahun lalu . Musim yang sama , mentari yang sama , dan kepedihan yang sama . Kenangan itu kembali berkelebat di ingatan Kyuhyun . Dia tak suka orang lain bisa membaca ke dalam hatinya . Kyuhyun merasa sedikit terkejut Sooyoung yang baru pertama ditemuinya bisa tahu kesedihan yang disimpan Kyuhyun di dasar hatinya .

” Kyuhyun ?”, Suara seorang namja membuyarkan lamunan Kyuhyun . Dia menoleh pada lelaki yang memanggilnya .

” Siwon , Hyung . “, Kyuhyun gembira sekali , baru sehari kembali di Korea dia sudah diberi kesempatan bertemu dengan sahabat-sahabat terdekatnya . Setelah Sungmin kini Siwon .

” Bagaimana kabarmu ?”, tanya Siwon seraya memeluk dongsaengnya itu dengan rasa sayang .

” Baik . Apa yang kau lakukan di sini , Hyung ? Bukankah kau sudah bekerja menjadi President Direktur Shidaee Art ?”,

Siwon mengaguk mengiyakan . ” Ada orang yang ingin ku temui . Bagaimana denganmu apa yang mebawamu kemari ?”,

Kyuhyun menghela nafas , ” Aku merindukan tempat ini . “, jawab Kyu seraya menyapukan pandangan kesekelilingnya .

Siwon meandangya dengan prihatin . ” Apa kau sudah berkeliling ?”, tanya Siwon mengalihkan pembicaraan .

” Ne . Tapi aku belum makan . Maukah kau menteraktirku ? “, goda Kyuhyun yang disambut dengan gembira oleh Siwon .

*****************

Sooyoung POV –

Kelas sudah dimulai sejam yang lalu . Tapi Kang Sungsaemin belum juga memanggil namaku . Saat ini Yuri sedang memainkan quarter dari Mozart dengan sangat cemerlang . Dia memang anak kesayangan di kelas Cello . Aku mencoba mengamati partitur nada di hadapanku . Saat undian tadi aku mendapat gubahan ciptaan August Rush . Aku merasa khawatir karena jenis musik August Rush yang didominasi oleh jenis teknik Staccato yang mengandalkan permainan cepat dan akurat .

” Choi Sooyoung .”, aku terperanjat kaget saat suara Pak Kang memanggil namaku . Demi apapun di dunia ini . Semoga aku lulus di ujian kali ini . Aku bahkan tak sanggup membayangkan bagaimana nasibku jika kali ini aku juga tak lulus .

” Cello-ah , kau harus membantuku . Mari  bekerja bersama . “, ujarku dalam hati . Aku duduk di kursi yang selalu disebut oleh kawan-kawanku sebagai kursi panas . Aku mencoba menghela nafas sebelum aku menggesekkan bow-ku ke strings . Dan ….. semua terdiam .

Jejreettt ,,,jret ,jrettttttttt …# suara apa ya ini hahaha , anggap suara Cello .

Aku memandang Pak Kang dengan sebelah mata . Aku mebuat kesalahan besar di awal permainan . Keringatku sudah mengucur deras , aku tahu saat ini Pak Kang sedang memperhatikanku di balik kacamata bulan separonya .

Aku kembali mengulang nada C , kali ini lebih lembut . Karena kekuatanku adalah di teknik Legato ,aku mulai rileks di bagian ini . Walau ada miss di bagian perempat permainan tapi segalanya terkendali hingga akhir .

Aku baru sadar aku menahan nafas dari tadi . Semua yang ada di kelas bertepuk tangan . Aku mengusap peluh di dahiku dengan lega . Kali ini tinggal penilaian . Aku menunggu dan menunggu Pak Kang mencela permainanku yang berantakan . Tapi dia menatapku dengan tatapan LEMBUT ?

Ya Tuhan apa artinya kali ini aku akan Lulus . Pak kang mendekat ke arahku , dan menyunggingkan senyum di wajahnya . ” Selamat Nak , akhirnya kau lulus . “, Aku spontan langsung menjerit bahagia dan memeluk Pak Kang yang ada di hadapanku . Aku menebarkan senyuman terbahagia seumur hidupku , seakan kemarin aku tak dipecat dari pekerjaanku , seakan Siwon tak mencampakankua, segalanya seperti indah di mataku sampai Pak Kang melanjutkan . ” Setelah kau mengambil kelas ini lagi tahun depan . “,

” Maaf?”, Semua kebahagiaan itu seakan terpaus dan diputar ke belakang . “Tunggu , apa maksud perkataan bapak ?” .

” Bagaimana kau bisa menyebut dirimu Cellis kalo kau bahkan takmampu memberikan jiwamu pada permainanmu . Teknik dan caramu memainkan gubahan itu memang sudah cukup bagus , tapi kau memainkanya tanpa perasaan sedikitpun . Apa sebenarnya tujuanmu memilih menjadi Cellis Nona Choi ? . Seseorang tak dikatakan musisi hanya dengan teknik permainanya yang bagus . Kau patut tidak lulus sampai kau mampu menyatukan permainanmu dengan jiwamu . “

Aku ternganga di depan kelas . Aku hampir menangis mendengar ucapan dari Pak Kang . Aku merasa malu sekaligus sadar , bahwa aku memang bersalah . Aku tak benar-benar ingin menjadi Cellis . Aku bermain dengan setengah hati .

” Musik yang mengalun dari Cello mahalmu itu seperti tubuh kosong yang tak memiliki jiwa . Kau harus belajar lebih banyak lagi . “,

Aku mengagguk perlahan . Harga diriku yang tersisa memberiku kekuatan untuk kembali ke bangkuku dan melanjutkan kelas hingga satu jam ke depan .

*** *********

Author POV-

Yuri menghampiri Sooyoung di bangkunya . Dia merasa prihatin akan keadaan Sahabatnya yang masih schok dengan komentar pedas  Pak Kang . ” Gwencana ? “, sapa Yuri menepuk pundak Sooyoung dengan lembut . ” Tahun depan kau pasti lulus .”, hibur Yuri yang membuat Sooyoung semakin menderita .

” Aku memang bersalah Yul . Aku tak memainkanya dengan sepenuh hati . Aku hanya terkejut Pak Kang mengatakanya di depanku . “,

” Kau sudah cukup baik tadi . Kau hanya perluh belajar tentang menyatukan teknikmu dengan jiwamu . Aku akan membantumu , “

Sooyoung menatap sahabatnya itu dengan penuh rasa trimakasih . ” Apa kau tak lapar ?”,

Yuri yang tadi merasa iba pada Sooyoung langsung mengubah wajahnya masam . ” Ya ! Jangan bilang kau ingin aku meneraktirmu lagi. “

Sooyoung hanya mengagguk -angguk dengan polos . ” JANGAN HARAP!”, tegas Yuri kesal . ” Kau makan seperti monster . Kau bahkan menghabiskan jatah uang sakuku selama sebulan . Cukup sekali aku tertipu olehmu . ” , omel Yuri . Sooyoung merasa tersinggung dengan perkataan Yuri .

” Apa kau kira aku tak bisa membayar makananku sendiri ? Aku juga bisa menteraktirmu . “,

” Ck, ck,ck,ck Choi Sooyoung . Apa kau lupa kau selalu berkata seperti itu di awal . Kemudian pada akhirnya apa? Aku yang membayar semua makananmu . Sudahlan aku mau makan bersama tapi jika kau berjanji akan membayar sendiri makananmu  .”,

Sooyoung masih kesal dengan penghinaan sahabatnya , tapi memang benar selama ini Yuri sudah sangat baik padanya .

” Baiklah , Kajja. “

” Apa kau yang bernama Choi Sooyoung ?”, ujar seorang Yeoja yang mengenakan pakaian mewah . Yuri dan Sooyoung menoleh bersama ke arah yeoja cantik itu. Sekali lirikan saja mereka sudah tahu dia bukan mahasiswa SAS . Dia terlalu berkelas untuk ukuran mahasiswa traineer .

Sooyoung mengamati wajah yeoja asing itu . Sepertinya dia pernah bertemu dengan yeoja ini , tapi Sooyoung lupa kapan dan dimana tepatnya .”

” Maaf , apa aku mengenalmu ?”,

Yeoja itu tersenyum tipis , jenis senyum yang dipaksakan , ” Aku Tifanny . Hwang Stefanny , kekasih Choi Siwon .”,

Yuri membelalak kaget ke arah yeoja itu kemudian menatap Sooyoung yang memperlihatkan ekspresi tak terbaca. ” Younggi , apa yang sebenarnya terjadi ?”,

” Permainan baru di mulai Yuri . Bersiaplah .”

****************

– TBC –

FYI : Yang bercetak Miring itu Flashback yaaaa …..