[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 5 A-

Annyeong Reader πŸ™‚

Aduh ini pertama kalinya Adaya nulis di WP Pribadi Adaya ,,,,,,,, Ne sehubung mood Adaya yang lagi suka dengan karakter congkak jadi Adaya mau melanjutkan BND Chapter 5 , bagi penikmat WP SAC mungkin belom tahu FF ini , jadi silahkan dinikmati dari awal ya …..

FYI : Jika ada yang bercetak miring itu bearti flashback ya ….

Sekalian Adaya juga ingin minta maaf karena belum bisa nepatin janji lanjutin NOY , bukan bearti belum di tulis , sudah di tulis hanya saja kurang gereget , masih perluh perbaikan sana sini , jadi sebagai gantinya FF ini dulu saja di nikmati ,,,miane ,,,(bow)

Happy Reading ………

TitleΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β  Β Β  : Billionaire Next Door

AuthorΒ Β Β Β Β Β Β  Β  : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main CastΒ Β  Β  : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun

Other Cast Β Β  :Β  Super Generation,Β  BoA –> Siwon and Kyuhyun SisterΒ  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.

TypeΒ Β Β Β Β Β Β Β Β Β  Β Β  : Chapter

GenreΒ Β Β Β Β Β Β  Β Β  : Romance, Friendship, Family,

RatingΒ Β Β Β Β Β Β Β Β  : PG- 19 ( All reader who Open mind )
Β 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -5 A-

Author POV-

β€œ Setiap orang memiliki setidaknya satu rahasia yang ingin mereka simpan dalam hidup mereka . Beberapa rahasia mungkin mengacu pada hasrat yang membara yang memungkinkan seseorang memerah pipinya saat dia mengatakannya . Atau cerita sederhana yang tak bisa terucap walau nyawa taruhannya . Tapi rahasia semacam itu tidak akan menjadi masalah bagimu jika kau mampu menutup mulutmu dan membarkannya tetap tertutup rapat dalam hatimu . Tapi beberapa rahasia tak bisa kau sembunyikan tak peduli seberapa keras kau mencobannya , sebuah rahasia yang membuatmu sadar kau bukan orang yang pantas untuk ada di tempatmu saat ini . Sebuah rahasia yang bahkan tak pernah ingin kau yakini . Rahasia yang membuatmu jatuh tersimpuh walau dalam hari terbahagiamu .Ironinya , setiap kau menatap wajah yang ada dalam pantulan cermin kamarmu kau akan merasa takun dengan sedirinya , karena wajah itu , wajah yang terpantul itu adalah penyebab rahasiamu tak lagi menjadi sebuah rahasia ….. β€œ , Β 

****************************

12 Januari 2014

Sooyoung sedang disibukkan dengan tumpukan folder di hadapannya , kacamata merah winenya menggantung cantik di telinga indahnya . Sudah hampir dua jam dia terpekur di tempatnya saat ini . Sesekali Sooyoung mengintip ke dalam layar komputer yang menampilkan serangkaian sample batu permata dari hasil pertambangan keluarganya . Matanya terus mengikuti ke arah deretan kalimat yang tertulis di tumpukan kertas putih yang dipegangnya . Ada sedikit gurat kekecewaan di dahinya . Dia kembali melirik ke arah kanan mejanya , cangkir kopinya sudah kembali kosong untuk kesekian kali . Diedarkan pandangan ke sekeliling kubikel kantornya . Dari jendela penghubung kantornya dia bisa melihat para pekerjanya sudah begitu kelelahan . Ada beberapa di antara mereka yang masih berahan di depan layar komputer yang menyilaukan walau mata mereka lebam karena kantuk .

β€œ Sudah selarut ini ?”, gumam Sooyoung saat dia melirik ke arah jam dinding yang tergantung di tembok kantornya . Sooyoung meraih ponsel yang diletakkan di dekat potret keluarganya . Dia menekan beberapa nomor yang sudah di hafalnya di luar kepala .

β€œ Yaboseyo …..” , jawab seseorang namja di sebrang sana .

Sooyoung tersenyum sejenak sebelum menjawab dengan nada lembut , β€œ Apa kau menungguku ?”,

β€œ Seperti biasa . Bukankah kau selalu datang terlambat ….. β€œ, jawab Namja dari sebrang telepon . Sooyoung tersenyum karena tahu namja itu hanya menggodanya . Dia tahu karena mereka sudah hidup bersama dua tahun terakhir .

β€œ Miane …. aku harus mengerjakan sedikit pekerjaan di kantor . Apa Jinri sudah tidur ?”,

β€œ Dia mencarimu … selalu ! Dia merindukanmu , sesekali pulanglah lebih awal , dia ingin kau membacakan ceria untuknya . β€œ

β€œ Akan aku usahakan . Gumawo .” , jawab Sooyoung perlahan .

β€œ Aku suamimu Soo , untuk apa kau berterimakasih . β€œ ,

Sooyoung kembali tersenyum , dia bersyukur bahwa namja itu yang menjadi suaminya . Dia bersyukur karena mereka saling mencintai . Dia bersyukur karena dia adalah segala yang dibutuhkan olehnya .

β€œ Aku akan segera pulang , jangan lupa nyalakan lampu nakas . Aku tak ingin terkantuk meja kerjamu lagi . Kakiku sudah cukup dengan tiga bekas lebam kemarin . β€œ , ujarnya dengan nada yang hanya bisa diftasirkan sebagai cinta .

β€œ Ne . Apa aku perluh menjemputmu ? β€œ,

β€œ Ani . β€œ , tolak Sooyoung perlahan , dia tahu suaminya juga lelah dengan jadwalnya hari ini . ” Aku akan pulang sendiri . “

β€œ Baiklah ,,, hati-hati di jalan . Bye … β€œ,

β€œ Bye .. β€œ, klik . Sooyoung meletakkan ponselnya kembali di tempatnya . Senyum kembali terkembang di wajahnya saat dia melihat potret keluarganya Β . β€œ Aku merindukanmu Oppa … β€œ, bisik Sooyoung seraya mengelus lembut wajah Kangta yang tersenyum di potret itu . Boa ada di sampingnya berdiri dengan pakaian kasual bersama suaminya . Semua tersenyum bahagia di potret itu . Sooyoung puas menatap ke wajahnya yang bisa menunjukkan senyum yang tak pernah dia bayangkan akan di milikinya di masa lalu . Suaminya sedang memapah anaknya yang masih berusia 5 bulan saat itu . β€œ Yoona …. β€œ , bisiknya saat melihat saudara ipar dan sahabatnya yang merangkulkan sebelah tangannya ke pinggang Sooyoung . Yoona terlihat cantik dengan gaun satin hijau hazzelnya . Suami Yoona Β juga ada di sana terlihat sama bahagianya dengan yang lain .

Sooyoung puas dengan hidupnya saat ini . Walau di masa lalu ada tangis mendera tapi hari ini hanya ada senyuman di wajahnya . Pengalaman pahit dan kekecewaan di masa lampau telah memberinya jalan untuk bahagia di masa kini . β€œ Aku mencintai kalian …..” , ujarnya pada potret di tangannya .

**************************

2 Mei 2012

Sooyoung sedang menggerutu kesal pada dirinya sendiri . Cangkir coffe di hadapannya sudah kosong untuk kedua kalinya . Jemarinya mengetuk-ngetuk meja dengan kesal . Dia begitu benci menunggu Β . β€œ Aish …… Kwon Kyuhyun . β€œ, gerutu Sooyoung seraya membanting kesal tas jinjing yang dibawanya . Cardigan yang ada di dalamnya mengintip keluar di lantai kayu caffetaria .

β€œ Ya ! Apa yang kau lakukan ?”, ujar suara dari balik punggung Sooyoung . β€œ Ck ck ck kau tak pernah berubah . β€œ , keluh Kyuhyun sebelum menempatkan dirinya di samping Sooyoung.

Sooyoung mendengus kesal saat melihat sikap Kyuhyun yang tak acuh . Kemarin malam memang hanya ilusi . Iya Ilusi dengan I besar . Kwon Kyuhyun yang sempat dianggap Sooyoung sebagai pahlawan ternyata hanya bocah kurang ajar yang sama seperti yang ditemuinya dua jam sebelum tindakan heronisme itu . Tidak ! Jika Sooyoung mau memutar balik ingatannya kemarin malam dia akan tahu Kwon Kyuhyun tak melakukan apa-apa untuknya . Dia hanya berdiri di sana dan mengeluarkan kata-kata menyengat di telinga .

β€œ Ada keperluan apa kau memanggilku ke seni ?” , jawab Kyuhyun dengan nada malas . Kyuhyun melirik ke lantai , tempat tas jinjing coklat Sooyoung tergeletak tak berdaya . Dia menaikkan sebelah alisnya saat melihat cadigan miliknya mengintip keluar dari tas .

β€œ Aku hanya ingin mengembalikan apa yang bukan milikku . Huh !”, jawab Sooyoung sebal seraya memangutkan kepalanya ke arah tas jinjingnya yang tergeletak di lantai . Dia bahkan tak mau merepotkan dirinya untuk mengambil tas jinjing itu.

β€œ Kau bisa membuangnya kalau kau mau . Kau cukup tahu keuanganku bisa memenuhi kebutuhan berpakaianku . Walau kau tak mengembalikan cardigan itu jelas kau tahu aku tak akan kekurangan pakaian dalam lemariku . β€œ , jawab Kyuhyun dengan nada jahil . β€œ Jadi , katakan padaku ! Apa tujuanmu sebenarnya ? Merindukanku ?”, sindir Kyuhyun dengan kilat jahil di matanya .

β€œ Ya ! β€œ , teriak Sooyoung yang mengundang tawa Kyuhyun .

β€œ Baiklah , miane , aku hanya bercanda . β€œ , ujar Kyuhyun tak tulus . β€œ Hanya memikirkan kau mulai menyukaiku sudah membuat bulu kuduku berdiri . β€œ , godanya lagi .

Sooyoung meremas tanganya dengan erat di bawah meja , dia berusaha dengan sekuat tenaga untuk tak menyiram Kyuhyun dengan kopi yang masih tersisa di cangkirnya . β€œ Syukurlah , kau segera sadar dari delusimu. Memikirkan aku menyukaimu membuatku ingin memuntahkan seluruh isi perutku saat ini . β€œ sindir Sooyoung .

Β β€œ Aku ingin berterimakasih padamu …. β€œ , ujar Sooyoung . β€œ Tapi aku berubah pikiran ! β€œ, lanjut Sooyoung . β€œ Mengingat kau adalah lelaki besar kepala yang tak bisa menjaga mulutmu dengan kesombongan sebesar sepatu bootku , aku rasa ucapan terima kasih terlalu berharga bagimu . β€œ

Jika namja di hadapan Sooyoung bukan Kyuhyun , namja itu pasti sudah melangkahkan kakinya keluar dari caffetaria karena merasa kesal dan terhina oleh ucapan Sooyoung . Tapi dia Kyuhyun . Orang yang sudah mulai mengerti hati Sooyoung . Dia tak marah sedikitpun , dia merasa hal ini lucu . Yeoja di hadapannya bertampang cantik dan bermulut setajam pisau . Tapi Kyuhyun mulai merasa jikalau Sooyoung tak seburuk seperti yang dikatakan orang . β€œ Baikalah terserah kau saja ! β€œ , jawab Kyuhyun sekenanya .

Sooyoung mulai merasa sedikit aneh dengan sikap Kyuhyun . Dia sedikit terkejut karena Kyuhyun tak membalas hinaan Sooyoung . β€œ Kau … ada apa denganmu ? Kau tidak marah dengan hinaanku ? β€œ ,

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan senyum di matanya . β€œ Entahlah … sepertinya aku mulai tahu bahwa kau tak benar-benar serius saat mengucapkannya . β€œ , jawab Kyuhyun .

Sooyoung terdiam sesaat . Dia terpaku pada senyum yang terlukis di bibir Kyuhyun . β€œ Ada apa denganku . Kenapa hatiku berdetak seperti ini . β€œ batin Sooyoung yang merasakan ada getaran aneh di hatinya saat melihat senyum Kyuhyun . β€œ Aku tak mungkin …. ini tak mungkin perasaan itu …. β€œ,

**************************

Sooyoung POV –

Kwon Kyuhyun ? Ani . Tidak mungkin . Bagaimana seleraku terhadap pria bisa terjun bebas seperti ini . Ini pasti hanya hasrat kilat yang muncul karena pengaruh hormon diantara kami. Aku pasti sudah gila ? Bagaimana jantungku bisa berdetak seperti ini . Dia hanya tersenyum padaku , tapi bagaimana itu bisa membuat dentuman dasyat di jiwaku . Aku pasti sedang bermimpi .

β€œ Ya ! Apa yang kau lamunkan ? β€œ , tanya Kyuhyun padaku . Aku baru sadar sudah lebih dari lima menit aku hanya terdiam memandangnya .

β€œ Ani ….. aku merasa kau sangat jelek ketika tersenyum !” , kilahku seraya menyeruput cangkir kopiku yang sudah hampir kosong . Demi Tuhan apapun akan kulakukan hanya untuk menghindari bertatap muka dengan Kyuhyun kali ini .

β€œ Kau merasa aku menarik ? Aku yakin itu !” , aku hampir tersedak saat Kyuhyun melontarkan ucapan itu .

β€œ Ya ! Kau mulai lagi ….” ,

β€œ Jangan ! β€œ , potong Kyuhyun yang seketika membuatku kebingungan . β€œ Jangan tertarik padaku ! β€œ, lanjutnya yang membuatku bungkam . β€œ Seperti yang ku katakan padamu sebelumnya . Aku menyukai Yoona sejak pandangan pertama . Aku sudah menetapkan hatiku padanya . Apapun yang terjadi kelak , aku tetap akan memilihnya . Aku tak akan mudah goyah . β€œ , tegas Kyuhyun . Aku ingin sekali memuntahkan keluhan karena dia terlalu memandang tinggi dirinya .

Sekali lagi dalam hidupku , aku harus kembali melawan Yoona . Aku tak tahu apa yang direncanakan Tuhan untuk kami , tapi jika benar Kyuhyun sudah menetapkan hatinya aku harus kembali ke jalan awalku . Aku harus melakukan sesuatu untuk membunuh perasaan yang masih berupa ilusi ini . Aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri , atau aku akan menyesal kelak , karena membiarkan sesuatu yang bodoh telah tumbuh di hatiku untuk yang kedua kalinya . Aku tak mungkin lagi jatuh di tempat yang sama . Cukup sekali , hanya sekali , cukup Changmin Oppa yang menorehkan luka itu di hatiku . β€œ Baik . Aku akan menerima tawaranmu . β€œ , jawabku lirih . Pada akhirnya inilah caraku satu-satunya . β€œ Aku akan menjadi sekutumu . Jadikan Siwon Oppa milikku !” , lanjutku yang membuat Kyuhyun untuk sejenak kehilangan orientasinya .

β€œ Kau menerima tawaranku ? β€œ, ulang Kyuhyun mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri .β€œ Tapi kenapa kau tiba-tiba beubah pikiran ? β€œ ,

β€œ Hanya satu syarat yang ku ajukan . Jangan banyak bertanya soal alasanku menerimamu . Terima atau Batal ! β€œ , gerutuku sebal .

β€œ Ya ! β€œ , protes Kyuhyun yang entah kenapa terlihat kembali terlihat kekanakan .

Mungkin ini awal dari segalanya atau akhir dari segalanya . Aku tak akan pernah tahu ? . Aku bukan peramal yang bisa melihat ke masa depan . Tapi aku sungguh berharap jauh di lubuk hatiku agar siapapun yang berakhir denganku akan benar-benar mencintaiku di dalam hatinya. Siapapun kau , apa kau siap ? .

*********************************

Author POV –

13 Januari 2014

00:06

Sooyoung sampai di rumahnya dengan selamat . Setelah mengemudi lebih dari 28 Km Sooyoung berusaha untuk merenggangkan otot-ototnya yang menegang . Dia selalu bahagia saat berada di rumah . Setelah memarkirkan mobilnya di garasi Sooyoung melewati pintu samping rumah yang menghubungkannya dengan dapur . Dia sedikit merasa lapar . Seharian tadi Sooyoung hanya sempat menyantap nasi kepal yang dibelikan asistennya di toko cepat saji .

Sooyoung meletakkan tas jinjingnya di meja dapur sebelum bersiap mencari makanan di dalam lemari pendingin . Suara dentaman buku-buku yang menjadi isi tasnya membuat kucing Sooyoug yang tertidur di samping meja sedikit menggeliat kaget. β€œ Miane Jongin !” , ujar Sooyoung pada kucingnya . Dia kembali membuka lemari pendingin di hadapannya .

β€œ Lihatlah dewi makanku yang selalu mencintai lemari pendingin dibanding suami dan anaknya ! β€œ , ujar sura bariton dari balik punggung Sooyoung .

Sooyoung berbalik sekilas dan memberikan namja itu senyuman kecil sebelum kembali menekuri isi lemari pendinginnya . β€œ Miane …. hatiku lebih mencintai kalian , tapi perutku berkata lain . Apa yang bisa aku lakukan ? β€œ , goda Sooyoung yang kemudian mengambil seiris Sachertorte dari dalam lemari pendinginya .” Kau mau ? β€œ , tawar Sooyoung pada suaminya .

Sooyoung menempatkan dirinya di samping meja bar yang membentang memisahkan ruang makan dan dapurnya . Suaminya berdiri bersebrangan denganya . Dia menuangkan susu putih ke dalam cangkir besar untuk mereka berdua . Ini sudah seperti tradisi bagi mereka . Berbagi makanan dan minuman .

β€œ Apa semuanya baik-baik saja ? Kau sudah hampir seminggu pulang larut . β€œ , tanya Suami Sooyoung seraya melahap irisan kue yang disuapkan Sooyoung padanya .

β€œ Ani . Semuanya berjalan sesuai tempatnya , hanya ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan perhatian ekstra ! β€œ , jawab Sooyoung .” Tapi Yaebo , apa sekarang kulitmu sedikip menghitam ? Dan ahhh ,,,, jambang-jambang kesukaanku . Apa sekarang kau berusaha menggodaku ?” . goda Sooyoung seraya menyentuh dagu suaminya . β€œ Kau tampan sekali . β€œ , pujinya .

β€œ Tentu saja . Suamimu ini bisa membuat semua yeoja Β memalingkan muka setiap kali melewati mereka . β€œ ,

Β β€œ Ya ! β€œ , gertak Sooyoung yang membuat suaminya tertawa renyah . β€œ Berhentilah bercanda ! Hibur aku ! β€œ , pinta Sooyoung kembali dengan nada manja .

β€œ Baik ….tapi izinkan aku membawa kita ke tempat yang lebih nyaman . β€œ , Sooyoung hanya tersenyum saat Suaminya menyebrangi bar dan mulai memapah tubuhnya menaiki tangga-tangga menuju kamar mereka .

β€œ Yaebo , Sharange …..” , ujar Sooyoung seraya merapatkan dirinya ke dada suaminya . Mungkin ini bukan hidup yang paling menyenangkan baginya , tapi bagi Sooyoung saat ini adalah saat yang paling berharga .

******************************

2 Mei 2012

Yoona sedang duduk di depan meja kerjanya . Sudah hampir seminggu dia menempati posisinya sebagai Dokter Unit Gawat Darurat di RS Seoul . Sebagai pendatang baru posisinya saat ini benar-benar memberatkan dia . Tak banyak bantuan dari dokter senior ataupun rekan setimnya . Ada puluhan kasus yang selalu butuh penanganan tepat dan cepat di unitnya saat ini . Dia menangani hampir semua kasus kecelakaan yang selalu datang tiap jamnya . Tangan dan tubuhnya selalu bergelimang darah dari pasien yang datang dan pergi dari unitnya .

β€œ Sungsaenim , ada pasien berusia 32 tahun sedang mengalami pendarahan di kubikel tiga . β€œ , ujar seorang paramedis yang sedang diburu waktu . β€œ Saya harap anda segera melihatnya , dia terluka di bagian lutut kiri , sepertinya ada pecahan kaca yang masuk ke dalam lukanya. β€œ

β€œ Apa kau sudah menyuntikkan Anestesi padanya ? β€œ ,

Paramedis itu hanya mengaguk perlahan seraya mengikuti Yoona dari balik punggungnya . Mereka setengah berlari untuk bergegas . Yoona segera memeriksa luka sepanjang 26 cm yang membelah daging di sekitar lutut si pasien .

Yoona menangani kasus demi kasus dengan begitu sigap hingga dia lupa menjaga kesehatannya sendiri . Ini seperti ironi di dunia medis . Kau akan terlarut dalam berbagai kasus yang ada di hadapanmu dan merasa kalau dokter adalah robot penyembuh yang sudah kebal akan penyakit .

β€œ Selesai ….” , ujar Yoona setelah menjahit luka pasiennya . Ada peluh di dahi mungilnya . β€œ Bawa dia ke bagian Ortopedi untuk penanganan lebih lanjut . Hubungi Dr. Jisuk untuk menanganinya . β€œ , perintah Yoona pada asisten perawatnya .

Yoona memberikan senyum kecil pada pasien di hadapanya sebelum dia meninggalkan kubikel si pasien . Wajah lelah Yoona membuat perawat di sampingnya tersenyum prihatin padanya . Yoona melirik jam tangan tembaganya , sudah satu jam berlalu sejak jam jaganya berakhir . Dia baru sadar sejak jam istirahat tadi perutnya hanya diisi dengan kopi hitam buatan asistennya . Dia tak pernah sempat makan dengan teratur saat ditugaskan di UGD. β€œ Hah ….. β€œ , desah Yoona . Dia menyapukan pandangan ke area unitnya sebelum memutuskan untuk memangil Dr. Sujin untuk menggantinya berjaga .

Yoona mengemasi beberapa barangnya yang ada di meja , diliriknya beberapa tumpukan dokumen rekapan perkembangan pasien yang ditinggalkan oleh asistennya sejam lalu . Yoona ingin meraihnya untuk menyelesaikan pekerjaan tertunda itu tapi suara keibuan dari balik punggungnya mengehentikannya, β€œ Sudah tinggalkan saja . Ini sudah waktunya kau pulang . Biarkan Dr. Sujin yang mengerjakannya . β€œ , ujar kepala perawat Oh yang sudah dianggap Yoona seperti eommanya sendiri .β€œ

Yoona tersenyum pada wanita paruh baya itu . β€œ Perutku sudah menjerit untuk diisi . Jika eommonim tak menghentikanku aku pasti akan berakhir kelaparan di meja itu . β€œ , canda Yoona .

β€œ Kau terlalu memaksakan dirimu . Pergilah ke caffetaria , aku akan mengendalikan situasi di sini sampai Dr. Sujin datang ! β€œ , usir perawat Oh dengan nada sayang .

β€œ Ne …. ! β€œ, Yoona membungkuk sopan sebelum melangkahkan kakinya menelusuri lorong rumah sakit penghubung UGD dengan pintu keluar.

Dinikmatinya hembusan angin yang menerpa kulitnya . Sudah lebih dari 24 jam dia terkurung di dalam ruangan ber AC . Yoona sengaja membiarkan cahaya matahari yang menembus lindungan menghangatkan tubunya . Dia butuh asupan dari hangatnya matahari yang sedang bersahabat . Seperti orang yang menikmati kebebasan Yoona merentangkan tanganya untuk merasakan percikan air mancur yang ada di perempatan jalan menuju Caffetaria . Dia berjalan dengan menutup matanya , mencoba menikmati musik sunyi dari pepohonan di sekitarnya . Yoona terus melangkah hingga satu meter ke depan , dia tak sadar ada sepasang mata yang sudah memperhatikannya sejak semenit lalu .

β€œ Sepertinya kau menikmati waktumu Im Yoona ! β€œ , ujar suara itu dari balik punggung Yoona .

Yoona terdiam seketika . Tubuhnya mengenali suara itu . Suara yang hampir sepuluh tahun ini tak pernah didengarnya lagi . β€œ Tidak mungkin …. β€œ , perlahan Yoona membalikkan tubuhnya ke arah pemilik suara . β€œ Changmin Oppa ?” , bisiknya lirih .

Changmin berdiri di hadapannya dengan senyum miring yang sama . Wajahnya terlihat lebih dewasa dibanding dengan wajah yang ada di ingatan Yoona . Ada gurat umur yang sudah mulai terlihat di sepanjang garis matanya . Rambut yang dulu dibiarkan terurai di bahunya dipangkas begitu pendek sehingga mendekati potongan para pekerja militer .

β€œ Lama tidak bertemu ! β€œ, ujar Changmin lirih .

β€œ Tuhan … katakan aku salah … tapi aku merasa bencana akan segera datang …”

*******************************

-TBC-

Heheheh mian ya reader ini sebenernya belom selesai ,,,, karena Adaya merasa kalo dilanjutkan kepanjangan , maka Adaya bagi dua aja . Yang B dilanjutkan setelah Adaya mengistirahatkan mata sejenak ya …. Nanti banyak SooWon di sana FYI aja heheheh …..Β 

Jangan lupa tinggalkan jejak ya …..Β 

Bye