[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 5 B-

Title              : Billionaire Next Door
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun
Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family,
Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )

 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -5 B-

Life is one big road with lots of signs . So when you riding through the ruts, don’t complicate your mind. Flee from hate , mischief and jelousy . Don’t bury your thoughts, put your vision to reality. Wake up and Live – Bob Marley .
*****************************
Yoona POV –
“ Lama tidak bertemu ! “ , ujar Changmin lirih .
Aku hanya terpaku di tempatku . Lidahku kelu saat menatap ke dalam mata setengah kantuk yang dulu pernah menjungkir balikkan hatiku . Aku mematung seperti batu saat senyum miring itu kembali terbayang di fikiranku . Seperti kenangan sepuluh tahun lalu kembali mencuat di depan mataku , Changmin Oppa berdiri di sana . Dia terlihat sama seperti dulu kecuali rambutnya yang dipangkas habis . Ada gurat dewasa yang mulai melukis sekitar mata dan dagunya .
“ Kau tak perlu menunjukkan wajah seperti itu . “ , ujarnya lirih . Aku baru sadar kalo aku hanya mematung di hadapannya .
“ Miane … aku hanya sedikit … “ ,
“ Terkejut ?” , sahutnya . Dia kembali tersenyum kecil padaku saat melihat kekakuan di wajahku . “ Bagaimana kabarmu ? Kau terlihat …..sehat .” , ujar Changmin Oppa lirih . Entah mengapa aku menangkap ada nada lelah dalam suaranya .
“ Baik…. bagaimana denganmu ? “ , jawabku akhirnya . Kami masih berdiri berjauhan dipisahkan jarak tak kasat mata yang membuat kami takut untuk mendekat satu sama lain .
Changmin Oppa tak menjawab pertannyanku , matanya menerawang ke awan yang menggantung di langit biru Seoul . Aku kebingungan memulai segalanya . Aku tak tahu harus bagaimana , keadaan canggung ini benar-benar menyiksaku . Perut laparku seolah kenyang dengan sendirinya , lidahku tak lagi berair saat memikirkan susu hangat yang akan aku pesan di caffetaria . Semua seperti menghilang bersama datangnya rasa janggal ini .
“ Sooyoung …. Choi Sooyoung . Apa kau masih berteman dengannya ?” , akhirnya pertannyaan itu muncul dari bibirnya . Ada kilat menakutkan yang sempat aku tangkap dari bola matanya , sebuah kebencian saat dia menyebut nama Sooyoung .
“ Kau tentu lebih tahu bagaimana hubungan kami . “ , jawabku dengan nada getir.
“ Aku tahu . Aku hanya ingin mendengarnya dari mulutmu sendiri Im Yoona . Aku ingin tahu apa persahabatan yang kau banggakan itu masih tetap bertahan ? “, kali ini Changmin Oppa mengalihkan tatapannya tepat di mataku . Pandangan kami bertemu , dan aku semakin yakin ada kebencian di mata hitam itu . “ Kau memilihnya ….. kau mencampakan aku karena dia . “ , lanjut Changmin Oppa . Perlahan dia menutup jarak diantara kami . “ Jangan halangi langkahku kali ini . Choi Sooyoung ….. yeoja itu akan menanggung segalanya . Berhentilah berkorban untuknya . Tunggu dan lihatlah !!! “ ,
**************************

Author POV –

Mozard , Mozard , Banch , Mozard lagi . Sooyoung sedang memandang bosan buku acara pertunjukan musikal Keluarga Seo . Kuku-kuku panjangnya menyusuri ujung –ujungnya dengan kasar hingga berubah menjadi kusam . Semua tampak sama seperti tahun lalu , kecuali para tamu undangan yang semakin bervariasi . Sooyoung menangkap sosok Tiffany dan tunangannya yang baru masuk daftar tamu undangan karena kerjasama keluarga Seo dengan keluarga Hwang . Di ujung kiri ceruk tempat Sooyoung berdiri terlihat Jung bersaudara yang sedang bercengkrama dengan beberapa namja yang juga sudah tak asing di mata Sooyoung .

Suara alunan cello dari panggung pertunjukkan membuat para tamu undangan terdiam sesaat memusatkan perhatiannya ke arah panggung megah itu . Di samping gorden merah maroon berdiri seorang yeoja seumuran dirinya terlihat sedang gugup dengan Flute yang dibawanya . Sepertinya dia adalah yeoja baru yang ditemukan keluarga Seo di suatu tempat .

Sooyoung memutar bosan gelas limun yang dibawannya . Dia bahkan tak mencoba untuk ikut bersimpati dengan para gadis gugup yang sedang memainkan orkestra dengan nada sumbang . Hanya Seohyun yang bisa mengendalikan jemarinya dengan apik di atas tuts piano .

Tatapan Sooyoung beralih ke cahaya yang datang dari arah taman . Seperti ada bisikan nakal yang menyuruhnya untuk kabur dari ruangan itu . Seperti ada tarikan yang membuat lampu taman itu begitu menarik baginya , Sooyoung pada akhirnya mengikuti hasratnya . Dia meletakkan gelas limun setengah penuhnya di meja terdekat . Diangkatnya rok muslin jingga yang membalut tubuhnya . Dia berjalan dengan kehati-hatian agar tak menggangu kosentrasi para penikmat orkestra keluarga Seo .

“ Huft ….. “ , desah Sooyoung setelah melewati beberapa baris pasangan yang berdiri di depan balkon . Suara deru angin membuat Sooyoung tersenyum kecil . Seperti merasakan sebuah kebebasan yang menerpa wajahnya , Sooyoung mencoba untuk menghirup udara malam yang jarang dinikmatinya di Seoul .

“ Miane …. apa aku menggangumu ? “ ,

Oh Sial . Siapa …..

Sooyoung berbalik dan merasakan perutnya bergolak . Dan menyadari tamu tak diundang itu adalah Kwon Siwon . Dia bahkan lebih tampan di malam hari .  Tuxedo hitamnya membalut tubuh tegapnya . Menimbulkan efek sensual yang biasa dimiliki namja seusiannya . Tak banyak pria yang menimbulkan efek seperti itu saat mengenakan Tuxedo .

Sooyoung meruntuk dalam hati . Dia lupa bahwa keluarga Kwon juga pasti diundang . Pipi Sooyoung serasa memanas karena Siwon menangkap basah dia kabur dari pesta . “Maaf , apa kita saling mengenal? “ , kata Sooyoung dengan nada bergetar . Karena Sooyoung tak ingin tertangkap basah oleh calon tunangannya dia mencoba sebisa mungkin menyembunyikan identitasnnya di bayangan pohon Mapple yang rantingnya menggantu melewati balkon .

“ Tuhan semoga dia tak mengenaliku … Pliss Pliss ….. Situasi ini sangat memalukan bagi kalanganku . Aku tak ingin dia mengiraku anti sosial ….. well walau itu mungkin ada benarnnya . Tapi bagaimanapun kejadian di restoran itu sudah terlalu memalukan bagiku“ ,

Siwon memincingkan sebelah alis tebal melihat tingkah lucu Sooyoung yang mencoba menyembunyikan identitasnnya dengan kegelapan . “ Maaf . Kwon Siwon “, ujarnya seraya mendekatkan langkahnya ke tempat Sooyoung bersembunyi .

Sooyoung menangkap kilatan jahil di mata Siwon . “ Ya Tuhan dia sudah tahu ….. “, batin Sooyoung lelah bersembunnyi .

“ Selamat malam Miss Choi ?”, sapa Siwon dengan tatapan lucu . “ Aku rasa kau tak benar-benar bermaksud menghindari tunanganmu . “ , goda Siwon yang melihat pipi Sooyoung memerah .

“ Miane …aku hanya tak ingin kau mengiraku anti sosial . “ , gerutu Sooyoung sambil menundukkan wajahnya .

Jemari Siwon mencoba menyentuh dagu Sooyoung yang terkulai . Di dekatkan wajahnya ke arah Sooyoung . “ Kau sangat cantik hari ini . “ , bisiknya menggoda yang membuat Sooyoung menggigil aneh .

“ Yaaaa…. aku selalu cantik ! “, kilah Sooyoung seraya menepis tangan Siwon yang ada di dagunya . Dia mencoba melangkah mundur hingga membentur pagar pembatas balkon .

Sooyoung tak mengerti apa yang menyebabkan Siwon selalu tertawa saat melihatnya . Tapi saat ini sosok yang ada di bola mata Sooyoung itu sedang terkekeh lucu dengan pandangan yang tak lepas dari Sooyoung .

“ Ne . Kau memang selalu terlihat cantik , Soo . “ , jawab Siwon yang samar-samar terlihat geli melihat reaksi Sooyoung .

“ Apa yang kau lakukan ….. “ , tanya Sooyoung saat Siwon melangkah mendekat seraya melepaskan jas Tuxedonya . Dalam otak kecilnya Sooyoung sedang mengalami peperangan . “ Tunggu apa secepat ini? . Ini bukan gayaku . Di tempat UMUM ? Demi Tuhan , dia pasti gila . Apa yang merasukinnya . Aku harus beteriak . Anio . Dia tunanganku . Aku tak ingin menimbulkan skandal . Otthoke …. otthoke ….. “, batin Sooyoung seraya merangkulkan kedua tangannya di dada . Matannya di pejamkan terlalu erat seiring bau afterhave Siwon yang semakin menyekat hidungnya .

Sooyoung menggumamkan nama semua leluhurnya , kepalanya menghitung cepat hingga tiga . Suara langkah kaki Siwon sudah menghilang seiring jarak mereka yang saling dekat . “ Omona omona ….. 1 … 2 … 3 …. “ , Sooyoung mengintip dari sebelah matannya . Siwon ada di sana , tepat di depan wajahnya . Tersenyum . Lagi ?.

“ Apa yang kau pikirkan ? “ , tanya Siwon dengan nada lucu .

Sooyoung membuka kedua matanya perlahan dan merasakan bau afterhave Siwon melingkupi tubuhnya yang mulai menghangat karena jas Siwon disampirkan ke kulit terbukannya .

“ Udara malam sangat dingin . Aku tak ingin kau mati beku . “ , lanjut Siwon seraya membenahi letak jasnya yang menggantung di pundak ramping Sooyoung .

“ Tuhan …. ini benar – benar memalukan . “ , bisik Sooyoung . “ Jadi kau tak berencana menciumku ? “ , ujar Sooyoung tak sadar .

Siwon seketika meledak tertawa karena ucapan Sooyoung . Demi Tuhan yeoja di hadapannya saat ini bukan yeoja biasa . “ Kau terlalu banyak membaca Novel Klasik , Soo . Hanya di era Victoria seorang namja mengajak kekasihnya mengunjungi balkon untuk mencuri ciuman . “ , kekehnya .

Mereka terdiam sejenak hingga ide gila itu muncul di kepala Siwon . “ Tapi , bukankah kita sudah dalam suasana yang memungkinkan untuk melakukan …. “ ,

“ Tunggu ! Kau tak berfikir kau benar-benar ingin menciumku bukan ? “ , potong Sooyoung dengan nada berlebihan .

“ Kau ingin tahu bagaimana namja masa kini menggoda kekasihnya ? “ , goda Siwon dengan nada di tarik-tarik . “ Ikut aku !” , ajak Siwon seraya meraih sebelah tangan Sooyoung .

“ Tunggu …apa yang kau lakukan ….. Oppa !!!” , jerit Sooyoung .

*************************

Author POV –

Dongdaemun

02.00 PM

“ Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………..” , Sooyoung ternganga melihat ke jalan Dongdaemun di malam hari . Ada ratusan , bukan ribuan lebih orang sedang memadati jalan itu di tengah malam .

“ Janji guksu , Stir-fried blood sausage , Twigim …… Aigooo basta yo ….. “ , gumam Sooyoung dengan senag saat melewati berbagai kedai makanan malam yang disajikan di jalanan Dongdaemun .

“ Jadi ini cara mengambil hati kekasihmu ? “ , sindir Sooyoung dengan nada defensif . Tapi Siwon bisa melihat kebahagiaan dari mata Sooyoung yang membulat .

“ Memuaskan seseorang dengan mengisi perutnya bukan ide yang terlalu buruk . “ , jawab Siwon sekenanya . Dia mengajak Sooyoung berputar dari satu kedai ke kedai lain .

“ Kau ingin pesan apa ? “ , tanya Siwon saat mereka akhirnya memilih salah satu kedai yang cukup ramai .

“ Stir-fried blood sausage ….. Omonaaa lidahku sudah berair ….. “ , jawab Sooyoung lucu . Sooyoung tahu saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian para pengunjung yang datang . Pakaian yang mereka kenakan sepertinya bukan pakaian yang terlalu pantas untuk dikenakan berjalan-jalan malam . Kalung berlian Sooyoung yang bertahtakan safir biru membuat banyak pasangan di hadapannya berbisik aneh . Walau kulit Sooyoung hampir semuanya tertutupi oleh jas Siwon yang menggantung kebesaran tapi dari potongan panjang rok musilin jingga Sooyoung bisa terlihat mewahnya penampilannya saat ini .

Siwon menyadari satu hal . Sooyoung tak benar-benar nyaman karena tatapan ingin tahu orang –orang di sekitarnya . “ Tunggu di sini sebentar ….. “ , ujar Siwon yang tak menunggu persetujuan Sooyoung saat melangkah menjauh dari kedai .

Pada mulanya Sooyoung menggerutu kesal karena dia ditinggalkan sendiri oleh Siwon , “ Jinja …. Kwon bersaudara … aish !!! “ , tapi tak lama setelah itu Siwon datang membawa tas karton hitam yang membawa dua kacamata dengan desain lucu .

“ Mwo ? Apa ini ? “ , tanya Sooyoung saat Siwon memberinya kacamata putih berhiaskan lilin tiruan di sepanjang ujungnya . “ Kau menyuruhku mengenakan ini ?”,

Siwon mengaguk sebelum dia memakai kacamata yang dibeli untuknya sendiri . “ Topi dan kacamata ini membantu kita menyamarkan diri ? Bukankah ini menarik ? Aku yakin diantara mereka ada yang mengenali kita …. “,

“ Ya ! Oppa …. dari melihat rok musilin panjangku saja mereka bisa tahu apa yang aku kenakan di balik jas ini . Shiro !!!”, tolak Sooyoung .

“ Kalu begitu bagaimana dengan ini …. “, Siwon berdiri dari kursinya . Dia menghampiri Sooyoung dan berjongkok di hadapnnya . Rok musilin sepanjang mata kaki yang dikenakan Sooyoung dirobek dengan tangan kosong oleh Siwon , memberlihatkan kaki jenjang Sooyoung  . “ Apa dengan begini semua masalah teratasi ? “ , ujar Siwon dengan senyum miring di wajahnya . Siwon memakaikan topi NY imitasi yang dibelinya untuk Sooyoung . Dia mengumpulkan dalam satu tangkup rambut ikal Sooyoung memasukkanya pada pengait topi yang membuat Sooyoung terlihat cantik dalam tatanan rambut ekor kuda . “ Jah …. !!! “ , ujar Siwon puas melihat penampilan baru Sooyoung .

Sooyoung kehabisan kata saat melihat pantulan dirinya dari cermin yang tergantung di tembok kusam kedai . “ Tidak buruk ! “ , bisiknya dengan nada malu .

Siwon tersenyum mendengar ada siratan rasa puas dalam suara Sooyoung . “Akhirnya pesanan datang !” , ujar Siwon saat ahjumma pemilik kedai mengantarkan pesanan mereka .

Lima menit berikutnya mereka makan dalam diam , sampai Sooyoung teringat akan satu hal . Sesuatu yang mirip seperti ini pernah terjadi padanya . Kedai kotor dan suasana malam yang sama . Seharian ini dia sudah hampir lupa soal Kyuhyun dan semua detak yang sempat menghinggapi dirinya .

“ Ani …. aku tak boleh mengigat itu lagi ! “ , bisik Sooyoung pada dirinya sendiri .

“ Apa kau sedang memikirkan kencanmu dengan Kyuhyun ? “ , tanya Siwon dengan nada yang tenang .

“ Mwo ? “ ,hampir saja Sooyoung tersedak lobak yang dimakannya . “ Kau tahu ? “,

“ Tentu . Dia menceritakan segalanya padaku . “ , jawab Siwon dengan nada jahil .

” Apa dia juga menceritakan soal … well ..soju …ehmmm dan sesuatu tentang menangis ? ” , tanya Sooyoung terbata . Dia tak ingin terlalu gamblang mengutarakan rasa penasarannya , takut jika ternyata Kyuhyun belum menceritakannya pada Siwon dan pertanyaanya akan membuka aibnya sendiri .

” Tentu . ” , jabaw Siwon singkat yang membuat Sooyoung secara tak sadar berdiri dari tempatnya saat ini .

” Aish Kwon Kyuhyun !!! ” , gerutu Sooyoung membuat semua pengunjung kedai menoleh padanya .

***************************

Sementara itu di kediaman keluarga Kwon , Kyuhyun sedang memandang bosan derik kolam yang bisa dilihatnya dari kamarnya . ” Ahh … bosannya !!! ” , keluh Kyuhyun seraya merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena bosan .

Ponsel Kyuhyun meneriakkan nada dering khusus yang sengaja diaturnya untuk Sooyoung . Dia berjalan dengan malas ke arah tempat tidurnya, diraihnya ponsel yang bergeletak di nakas , ada sebuah pesan penuh kedengkian menghinggapi inbox ponselnya . Matanya membelalak untuk sejenak sebelum dia meledak dalam tawa .

MATI KAU KWON KYUHYUN ….. BAGAIMANA BISA KAU MENCERITAKAN KEJADIAN MALAM ITU PADA SIWON OPPA . TUNGGU SAJA SAMPAI AKU MEMBALASMU . AKU AKAN MENGEJARMU SAMPAI KE LIANG LAHAT …..

” Jadi saat ini dia sedang bersama Siwon Hyung ? ” , ujar Kyuhyun diwarnai nada iri . ” Ada apa denganku ? Kenapa aku merasa iri dengan Hyung . Bukankah yeoja yang kuincar adalah Im Yoona ? Seharusnya aku gembira karena Hyung mempermudah jalanku untuk mendapatkan Yoona . ” ,

Kyuhyun kembali meletakkan ponselnya di nakas , dia berusaha membunuh waktu dengan memejamkan matanya . Ada sebuah keganjalan yang menghinggapinya saat memikirkan Sooyoung dan Hyungnya . ” Apa aku harus jujur pada Sooyoung ? Apa yang harus kulakukan ? Kenapa aku merasa kasihan padannya ? Bagaimanapun Hyung tak akan pernah jatuh cinta padannya ….. ” ,

**************************

Sooyoung dan Siwon berjalan berdampingan di trotoal jalanan yang sudah hampir sepi . Mereka memarkirkan mobilnya jauh dari jalan Dongdaemun agar mereka bisa berbicara santai saat berjalan berdua .

Suara hak sepatu Sooyoung beradu dengan ubin beton trotoal yang keras . Sudah hampir pukul 5 pagi tapi Siwon dan Sooyoung tak bergegas untuk mencapai mobil mereka .

” Gumawo .” , ujar Sooyoung memecah kebisuan diantara mereka . ” Aku merasakan banyak hal baru hari ini . ”

Siwon hanya tersenyum miring mendengar ucapan Sooyoung , ” Maaf masalah gaunmu . Aku akan menggantinya . ”

” Gwencana …..gaun ini tak ada nilainya dibanding dengan kebahagiaan yang aku alami hari ini . ”

Siwon menatap punggung Sooyoung yang berjalan lucu di depannya . Dia merasa gadis di hadapannya bukan gadis di restoran seminggu lalu . Atau gadis yang pernah datang kerumahnya sebelum itu . Ada kehidupan yang terpancar dari setiap sel tubuhnya , seperti sebuah semangat untuk memerangi kesedihan , tapi di sisi lain Siwon juga merasa ada kesedihan di titik mata Sooyoung .

“Ah … udara pagi sungguh menyegarkan . Sayang …. “, ucapan Sooyoung terhenti . Siwon menangkap lengan kirinya , dia menghentikan langkah Sooyoung yang mendahuluinnya . ” Wae ?”,

” Apa kau kira ini sudah berakhir ? Aku bahkan belum menunjukkan tujuan sebenarnya aku mengajakmu ke sini . “,

Mata Sooyoung berkedip tak mengerti saat Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung . Satu …dua … tiga …. saat seorang namja menatap tepat di matamu hingga tiga detik dan kau tak mengalihkan tatapanmu darinya , itu artinya kau memberikan izin padanya  untuk dia melakukan ……

” Ciuman yang kau dambakan …. ” , bisik Siwon sebelum menyatukan bibirnya dengan bibir Sooyoung .

******************

-TBC-

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA IAN KALO JELEK DAN ANAEH DAN MEMBINGUNGKAN BYE …….

Iklan

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 5 A-

Annyeong Reader 🙂

Aduh ini pertama kalinya Adaya nulis di WP Pribadi Adaya ,,,,,,,, Ne sehubung mood Adaya yang lagi suka dengan karakter congkak jadi Adaya mau melanjutkan BND Chapter 5 , bagi penikmat WP SAC mungkin belom tahu FF ini , jadi silahkan dinikmati dari awal ya …..

FYI : Jika ada yang bercetak miring itu bearti flashback ya ….

Sekalian Adaya juga ingin minta maaf karena belum bisa nepatin janji lanjutin NOY , bukan bearti belum di tulis , sudah di tulis hanya saja kurang gereget , masih perluh perbaikan sana sini , jadi sebagai gantinya FF ini dulu saja di nikmati ,,,miane ,,,(bow)

Happy Reading ………

Title              : Billionaire Next Door

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun

Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family,

Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )
 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -5 A-

Author POV-

“ Setiap orang memiliki setidaknya satu rahasia yang ingin mereka simpan dalam hidup mereka . Beberapa rahasia mungkin mengacu pada hasrat yang membara yang memungkinkan seseorang memerah pipinya saat dia mengatakannya . Atau cerita sederhana yang tak bisa terucap walau nyawa taruhannya . Tapi rahasia semacam itu tidak akan menjadi masalah bagimu jika kau mampu menutup mulutmu dan membarkannya tetap tertutup rapat dalam hatimu . Tapi beberapa rahasia tak bisa kau sembunyikan tak peduli seberapa keras kau mencobannya , sebuah rahasia yang membuatmu sadar kau bukan orang yang pantas untuk ada di tempatmu saat ini . Sebuah rahasia yang bahkan tak pernah ingin kau yakini . Rahasia yang membuatmu jatuh tersimpuh walau dalam hari terbahagiamu .Ironinya , setiap kau menatap wajah yang ada dalam pantulan cermin kamarmu kau akan merasa takun dengan sedirinya , karena wajah itu , wajah yang terpantul itu adalah penyebab rahasiamu tak lagi menjadi sebuah rahasia ….. “ ,  

****************************

12 Januari 2014

Sooyoung sedang disibukkan dengan tumpukan folder di hadapannya , kacamata merah winenya menggantung cantik di telinga indahnya . Sudah hampir dua jam dia terpekur di tempatnya saat ini . Sesekali Sooyoung mengintip ke dalam layar komputer yang menampilkan serangkaian sample batu permata dari hasil pertambangan keluarganya . Matanya terus mengikuti ke arah deretan kalimat yang tertulis di tumpukan kertas putih yang dipegangnya . Ada sedikit gurat kekecewaan di dahinya . Dia kembali melirik ke arah kanan mejanya , cangkir kopinya sudah kembali kosong untuk kesekian kali . Diedarkan pandangan ke sekeliling kubikel kantornya . Dari jendela penghubung kantornya dia bisa melihat para pekerjanya sudah begitu kelelahan . Ada beberapa di antara mereka yang masih berahan di depan layar komputer yang menyilaukan walau mata mereka lebam karena kantuk .

“ Sudah selarut ini ?”, gumam Sooyoung saat dia melirik ke arah jam dinding yang tergantung di tembok kantornya . Sooyoung meraih ponsel yang diletakkan di dekat potret keluarganya . Dia menekan beberapa nomor yang sudah di hafalnya di luar kepala .

“ Yaboseyo …..” , jawab seseorang namja di sebrang sana .

Sooyoung tersenyum sejenak sebelum menjawab dengan nada lembut , “ Apa kau menungguku ?”,

“ Seperti biasa . Bukankah kau selalu datang terlambat ….. “, jawab Namja dari sebrang telepon . Sooyoung tersenyum karena tahu namja itu hanya menggodanya . Dia tahu karena mereka sudah hidup bersama dua tahun terakhir .

“ Miane …. aku harus mengerjakan sedikit pekerjaan di kantor . Apa Jinri sudah tidur ?”,

“ Dia mencarimu … selalu ! Dia merindukanmu , sesekali pulanglah lebih awal , dia ingin kau membacakan ceria untuknya . “

“ Akan aku usahakan . Gumawo .” , jawab Sooyoung perlahan .

“ Aku suamimu Soo , untuk apa kau berterimakasih . “ ,

Sooyoung kembali tersenyum , dia bersyukur bahwa namja itu yang menjadi suaminya . Dia bersyukur karena mereka saling mencintai . Dia bersyukur karena dia adalah segala yang dibutuhkan olehnya .

“ Aku akan segera pulang , jangan lupa nyalakan lampu nakas . Aku tak ingin terkantuk meja kerjamu lagi . Kakiku sudah cukup dengan tiga bekas lebam kemarin . “ , ujarnya dengan nada yang hanya bisa diftasirkan sebagai cinta .

“ Ne . Apa aku perluh menjemputmu ? “,

“ Ani . “ , tolak Sooyoung perlahan , dia tahu suaminya juga lelah dengan jadwalnya hari ini . ” Aku akan pulang sendiri . “

“ Baiklah ,,, hati-hati di jalan . Bye … “,

“ Bye .. “, klik . Sooyoung meletakkan ponselnya kembali di tempatnya . Senyum kembali terkembang di wajahnya saat dia melihat potret keluarganya  . “ Aku merindukanmu Oppa … “, bisik Sooyoung seraya mengelus lembut wajah Kangta yang tersenyum di potret itu . Boa ada di sampingnya berdiri dengan pakaian kasual bersama suaminya . Semua tersenyum bahagia di potret itu . Sooyoung puas menatap ke wajahnya yang bisa menunjukkan senyum yang tak pernah dia bayangkan akan di milikinya di masa lalu . Suaminya sedang memapah anaknya yang masih berusia 5 bulan saat itu . “ Yoona …. “ , bisiknya saat melihat saudara ipar dan sahabatnya yang merangkulkan sebelah tangannya ke pinggang Sooyoung . Yoona terlihat cantik dengan gaun satin hijau hazzelnya . Suami Yoona  juga ada di sana terlihat sama bahagianya dengan yang lain .

Sooyoung puas dengan hidupnya saat ini . Walau di masa lalu ada tangis mendera tapi hari ini hanya ada senyuman di wajahnya . Pengalaman pahit dan kekecewaan di masa lampau telah memberinya jalan untuk bahagia di masa kini . “ Aku mencintai kalian …..” , ujarnya pada potret di tangannya .

**************************

2 Mei 2012

Sooyoung sedang menggerutu kesal pada dirinya sendiri . Cangkir coffe di hadapannya sudah kosong untuk kedua kalinya . Jemarinya mengetuk-ngetuk meja dengan kesal . Dia begitu benci menunggu  . “ Aish …… Kwon Kyuhyun . “, gerutu Sooyoung seraya membanting kesal tas jinjing yang dibawanya . Cardigan yang ada di dalamnya mengintip keluar di lantai kayu caffetaria .

“ Ya ! Apa yang kau lakukan ?”, ujar suara dari balik punggung Sooyoung . “ Ck ck ck kau tak pernah berubah . “ , keluh Kyuhyun sebelum menempatkan dirinya di samping Sooyoung.

Sooyoung mendengus kesal saat melihat sikap Kyuhyun yang tak acuh . Kemarin malam memang hanya ilusi . Iya Ilusi dengan I besar . Kwon Kyuhyun yang sempat dianggap Sooyoung sebagai pahlawan ternyata hanya bocah kurang ajar yang sama seperti yang ditemuinya dua jam sebelum tindakan heronisme itu . Tidak ! Jika Sooyoung mau memutar balik ingatannya kemarin malam dia akan tahu Kwon Kyuhyun tak melakukan apa-apa untuknya . Dia hanya berdiri di sana dan mengeluarkan kata-kata menyengat di telinga .

“ Ada keperluan apa kau memanggilku ke seni ?” , jawab Kyuhyun dengan nada malas . Kyuhyun melirik ke lantai , tempat tas jinjing coklat Sooyoung tergeletak tak berdaya . Dia menaikkan sebelah alisnya saat melihat cadigan miliknya mengintip keluar dari tas .

“ Aku hanya ingin mengembalikan apa yang bukan milikku . Huh !”, jawab Sooyoung sebal seraya memangutkan kepalanya ke arah tas jinjingnya yang tergeletak di lantai . Dia bahkan tak mau merepotkan dirinya untuk mengambil tas jinjing itu.

“ Kau bisa membuangnya kalau kau mau . Kau cukup tahu keuanganku bisa memenuhi kebutuhan berpakaianku . Walau kau tak mengembalikan cardigan itu jelas kau tahu aku tak akan kekurangan pakaian dalam lemariku . “ , jawab Kyuhyun dengan nada jahil . “ Jadi , katakan padaku ! Apa tujuanmu sebenarnya ? Merindukanku ?”, sindir Kyuhyun dengan kilat jahil di matanya .

“ Ya ! “ , teriak Sooyoung yang mengundang tawa Kyuhyun .

“ Baiklah , miane , aku hanya bercanda . “ , ujar Kyuhyun tak tulus . “ Hanya memikirkan kau mulai menyukaiku sudah membuat bulu kuduku berdiri . “ , godanya lagi .

Sooyoung meremas tanganya dengan erat di bawah meja , dia berusaha dengan sekuat tenaga untuk tak menyiram Kyuhyun dengan kopi yang masih tersisa di cangkirnya . “ Syukurlah , kau segera sadar dari delusimu. Memikirkan aku menyukaimu membuatku ingin memuntahkan seluruh isi perutku saat ini . “ sindir Sooyoung .

 “ Aku ingin berterimakasih padamu …. “ , ujar Sooyoung . “ Tapi aku berubah pikiran ! “, lanjut Sooyoung . “ Mengingat kau adalah lelaki besar kepala yang tak bisa menjaga mulutmu dengan kesombongan sebesar sepatu bootku , aku rasa ucapan terima kasih terlalu berharga bagimu . “

Jika namja di hadapan Sooyoung bukan Kyuhyun , namja itu pasti sudah melangkahkan kakinya keluar dari caffetaria karena merasa kesal dan terhina oleh ucapan Sooyoung . Tapi dia Kyuhyun . Orang yang sudah mulai mengerti hati Sooyoung . Dia tak marah sedikitpun , dia merasa hal ini lucu . Yeoja di hadapannya bertampang cantik dan bermulut setajam pisau . Tapi Kyuhyun mulai merasa jikalau Sooyoung tak seburuk seperti yang dikatakan orang . “ Baikalah terserah kau saja ! “ , jawab Kyuhyun sekenanya .

Sooyoung mulai merasa sedikit aneh dengan sikap Kyuhyun . Dia sedikit terkejut karena Kyuhyun tak membalas hinaan Sooyoung . “ Kau … ada apa denganmu ? Kau tidak marah dengan hinaanku ? “ ,

Kyuhyun menatap Sooyoung dengan senyum di matanya . “ Entahlah … sepertinya aku mulai tahu bahwa kau tak benar-benar serius saat mengucapkannya . “ , jawab Kyuhyun .

Sooyoung terdiam sesaat . Dia terpaku pada senyum yang terlukis di bibir Kyuhyun . “ Ada apa denganku . Kenapa hatiku berdetak seperti ini . “ batin Sooyoung yang merasakan ada getaran aneh di hatinya saat melihat senyum Kyuhyun . “ Aku tak mungkin …. ini tak mungkin perasaan itu …. “,

**************************

Sooyoung POV –

Kwon Kyuhyun ? Ani . Tidak mungkin . Bagaimana seleraku terhadap pria bisa terjun bebas seperti ini . Ini pasti hanya hasrat kilat yang muncul karena pengaruh hormon diantara kami. Aku pasti sudah gila ? Bagaimana jantungku bisa berdetak seperti ini . Dia hanya tersenyum padaku , tapi bagaimana itu bisa membuat dentuman dasyat di jiwaku . Aku pasti sedang bermimpi .

“ Ya ! Apa yang kau lamunkan ? “ , tanya Kyuhyun padaku . Aku baru sadar sudah lebih dari lima menit aku hanya terdiam memandangnya .

“ Ani ….. aku merasa kau sangat jelek ketika tersenyum !” , kilahku seraya menyeruput cangkir kopiku yang sudah hampir kosong . Demi Tuhan apapun akan kulakukan hanya untuk menghindari bertatap muka dengan Kyuhyun kali ini .

“ Kau merasa aku menarik ? Aku yakin itu !” , aku hampir tersedak saat Kyuhyun melontarkan ucapan itu .

“ Ya ! Kau mulai lagi ….” ,

“ Jangan ! “ , potong Kyuhyun yang seketika membuatku kebingungan . “ Jangan tertarik padaku ! “, lanjutnya yang membuatku bungkam . “ Seperti yang ku katakan padamu sebelumnya . Aku menyukai Yoona sejak pandangan pertama . Aku sudah menetapkan hatiku padanya . Apapun yang terjadi kelak , aku tetap akan memilihnya . Aku tak akan mudah goyah . “ , tegas Kyuhyun . Aku ingin sekali memuntahkan keluhan karena dia terlalu memandang tinggi dirinya .

Sekali lagi dalam hidupku , aku harus kembali melawan Yoona . Aku tak tahu apa yang direncanakan Tuhan untuk kami , tapi jika benar Kyuhyun sudah menetapkan hatinya aku harus kembali ke jalan awalku . Aku harus melakukan sesuatu untuk membunuh perasaan yang masih berupa ilusi ini . Aku harus membunuhnya dengan tanganku sendiri , atau aku akan menyesal kelak , karena membiarkan sesuatu yang bodoh telah tumbuh di hatiku untuk yang kedua kalinya . Aku tak mungkin lagi jatuh di tempat yang sama . Cukup sekali , hanya sekali , cukup Changmin Oppa yang menorehkan luka itu di hatiku . “ Baik . Aku akan menerima tawaranmu . “ , jawabku lirih . Pada akhirnya inilah caraku satu-satunya . “ Aku akan menjadi sekutumu . Jadikan Siwon Oppa milikku !” , lanjutku yang membuat Kyuhyun untuk sejenak kehilangan orientasinya .

“ Kau menerima tawaranku ? “, ulang Kyuhyun mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri .“ Tapi kenapa kau tiba-tiba beubah pikiran ? “ ,

“ Hanya satu syarat yang ku ajukan . Jangan banyak bertanya soal alasanku menerimamu . Terima atau Batal ! “ , gerutuku sebal .

“ Ya ! “ , protes Kyuhyun yang entah kenapa terlihat kembali terlihat kekanakan .

Mungkin ini awal dari segalanya atau akhir dari segalanya . Aku tak akan pernah tahu ? . Aku bukan peramal yang bisa melihat ke masa depan . Tapi aku sungguh berharap jauh di lubuk hatiku agar siapapun yang berakhir denganku akan benar-benar mencintaiku di dalam hatinya. Siapapun kau , apa kau siap ? .

*********************************

Author POV –

13 Januari 2014

00:06

Sooyoung sampai di rumahnya dengan selamat . Setelah mengemudi lebih dari 28 Km Sooyoung berusaha untuk merenggangkan otot-ototnya yang menegang . Dia selalu bahagia saat berada di rumah . Setelah memarkirkan mobilnya di garasi Sooyoung melewati pintu samping rumah yang menghubungkannya dengan dapur . Dia sedikit merasa lapar . Seharian tadi Sooyoung hanya sempat menyantap nasi kepal yang dibelikan asistennya di toko cepat saji .

Sooyoung meletakkan tas jinjingnya di meja dapur sebelum bersiap mencari makanan di dalam lemari pendingin . Suara dentaman buku-buku yang menjadi isi tasnya membuat kucing Sooyoug yang tertidur di samping meja sedikit menggeliat kaget. “ Miane Jongin !” , ujar Sooyoung pada kucingnya . Dia kembali membuka lemari pendingin di hadapannya .

“ Lihatlah dewi makanku yang selalu mencintai lemari pendingin dibanding suami dan anaknya ! “ , ujar sura bariton dari balik punggung Sooyoung .

Sooyoung berbalik sekilas dan memberikan namja itu senyuman kecil sebelum kembali menekuri isi lemari pendinginnya . “ Miane …. hatiku lebih mencintai kalian , tapi perutku berkata lain . Apa yang bisa aku lakukan ? “ , goda Sooyoung yang kemudian mengambil seiris Sachertorte dari dalam lemari pendinginya .” Kau mau ? “ , tawar Sooyoung pada suaminya .

Sooyoung menempatkan dirinya di samping meja bar yang membentang memisahkan ruang makan dan dapurnya . Suaminya berdiri bersebrangan denganya . Dia menuangkan susu putih ke dalam cangkir besar untuk mereka berdua . Ini sudah seperti tradisi bagi mereka . Berbagi makanan dan minuman .

“ Apa semuanya baik-baik saja ? Kau sudah hampir seminggu pulang larut . “ , tanya Suami Sooyoung seraya melahap irisan kue yang disuapkan Sooyoung padanya .

“ Ani . Semuanya berjalan sesuai tempatnya , hanya ada beberapa pekerjaan yang membutuhkan perhatian ekstra ! “ , jawab Sooyoung .” Tapi Yaebo , apa sekarang kulitmu sedikip menghitam ? Dan ahhh ,,,, jambang-jambang kesukaanku . Apa sekarang kau berusaha menggodaku ?” . goda Sooyoung seraya menyentuh dagu suaminya . “ Kau tampan sekali . “ , pujinya .

“ Tentu saja . Suamimu ini bisa membuat semua yeoja  memalingkan muka setiap kali melewati mereka . “ ,

 “ Ya ! “ , gertak Sooyoung yang membuat suaminya tertawa renyah . “ Berhentilah bercanda ! Hibur aku ! “ , pinta Sooyoung kembali dengan nada manja .

“ Baik ….tapi izinkan aku membawa kita ke tempat yang lebih nyaman . “ , Sooyoung hanya tersenyum saat Suaminya menyebrangi bar dan mulai memapah tubuhnya menaiki tangga-tangga menuju kamar mereka .

“ Yaebo , Sharange …..” , ujar Sooyoung seraya merapatkan dirinya ke dada suaminya . Mungkin ini bukan hidup yang paling menyenangkan baginya , tapi bagi Sooyoung saat ini adalah saat yang paling berharga .

******************************

2 Mei 2012

Yoona sedang duduk di depan meja kerjanya . Sudah hampir seminggu dia menempati posisinya sebagai Dokter Unit Gawat Darurat di RS Seoul . Sebagai pendatang baru posisinya saat ini benar-benar memberatkan dia . Tak banyak bantuan dari dokter senior ataupun rekan setimnya . Ada puluhan kasus yang selalu butuh penanganan tepat dan cepat di unitnya saat ini . Dia menangani hampir semua kasus kecelakaan yang selalu datang tiap jamnya . Tangan dan tubuhnya selalu bergelimang darah dari pasien yang datang dan pergi dari unitnya .

“ Sungsaenim , ada pasien berusia 32 tahun sedang mengalami pendarahan di kubikel tiga . “ , ujar seorang paramedis yang sedang diburu waktu . “ Saya harap anda segera melihatnya , dia terluka di bagian lutut kiri , sepertinya ada pecahan kaca yang masuk ke dalam lukanya. “

“ Apa kau sudah menyuntikkan Anestesi padanya ? “ ,

Paramedis itu hanya mengaguk perlahan seraya mengikuti Yoona dari balik punggungnya . Mereka setengah berlari untuk bergegas . Yoona segera memeriksa luka sepanjang 26 cm yang membelah daging di sekitar lutut si pasien .

Yoona menangani kasus demi kasus dengan begitu sigap hingga dia lupa menjaga kesehatannya sendiri . Ini seperti ironi di dunia medis . Kau akan terlarut dalam berbagai kasus yang ada di hadapanmu dan merasa kalau dokter adalah robot penyembuh yang sudah kebal akan penyakit .

“ Selesai ….” , ujar Yoona setelah menjahit luka pasiennya . Ada peluh di dahi mungilnya . “ Bawa dia ke bagian Ortopedi untuk penanganan lebih lanjut . Hubungi Dr. Jisuk untuk menanganinya . “ , perintah Yoona pada asisten perawatnya .

Yoona memberikan senyum kecil pada pasien di hadapanya sebelum dia meninggalkan kubikel si pasien . Wajah lelah Yoona membuat perawat di sampingnya tersenyum prihatin padanya . Yoona melirik jam tangan tembaganya , sudah satu jam berlalu sejak jam jaganya berakhir . Dia baru sadar sejak jam istirahat tadi perutnya hanya diisi dengan kopi hitam buatan asistennya . Dia tak pernah sempat makan dengan teratur saat ditugaskan di UGD. “ Hah ….. “ , desah Yoona . Dia menyapukan pandangan ke area unitnya sebelum memutuskan untuk memangil Dr. Sujin untuk menggantinya berjaga .

Yoona mengemasi beberapa barangnya yang ada di meja , diliriknya beberapa tumpukan dokumen rekapan perkembangan pasien yang ditinggalkan oleh asistennya sejam lalu . Yoona ingin meraihnya untuk menyelesaikan pekerjaan tertunda itu tapi suara keibuan dari balik punggungnya mengehentikannya, “ Sudah tinggalkan saja . Ini sudah waktunya kau pulang . Biarkan Dr. Sujin yang mengerjakannya . “ , ujar kepala perawat Oh yang sudah dianggap Yoona seperti eommanya sendiri .“

Yoona tersenyum pada wanita paruh baya itu . “ Perutku sudah menjerit untuk diisi . Jika eommonim tak menghentikanku aku pasti akan berakhir kelaparan di meja itu . “ , canda Yoona .

“ Kau terlalu memaksakan dirimu . Pergilah ke caffetaria , aku akan mengendalikan situasi di sini sampai Dr. Sujin datang ! “ , usir perawat Oh dengan nada sayang .

“ Ne …. ! “, Yoona membungkuk sopan sebelum melangkahkan kakinya menelusuri lorong rumah sakit penghubung UGD dengan pintu keluar.

Dinikmatinya hembusan angin yang menerpa kulitnya . Sudah lebih dari 24 jam dia terkurung di dalam ruangan ber AC . Yoona sengaja membiarkan cahaya matahari yang menembus lindungan menghangatkan tubunya . Dia butuh asupan dari hangatnya matahari yang sedang bersahabat . Seperti orang yang menikmati kebebasan Yoona merentangkan tanganya untuk merasakan percikan air mancur yang ada di perempatan jalan menuju Caffetaria . Dia berjalan dengan menutup matanya , mencoba menikmati musik sunyi dari pepohonan di sekitarnya . Yoona terus melangkah hingga satu meter ke depan , dia tak sadar ada sepasang mata yang sudah memperhatikannya sejak semenit lalu .

“ Sepertinya kau menikmati waktumu Im Yoona ! “ , ujar suara itu dari balik punggung Yoona .

Yoona terdiam seketika . Tubuhnya mengenali suara itu . Suara yang hampir sepuluh tahun ini tak pernah didengarnya lagi . “ Tidak mungkin …. “ , perlahan Yoona membalikkan tubuhnya ke arah pemilik suara . “ Changmin Oppa ?” , bisiknya lirih .

Changmin berdiri di hadapannya dengan senyum miring yang sama . Wajahnya terlihat lebih dewasa dibanding dengan wajah yang ada di ingatan Yoona . Ada gurat umur yang sudah mulai terlihat di sepanjang garis matanya . Rambut yang dulu dibiarkan terurai di bahunya dipangkas begitu pendek sehingga mendekati potongan para pekerja militer .

“ Lama tidak bertemu ! “, ujar Changmin lirih .

“ Tuhan … katakan aku salah … tapi aku merasa bencana akan segera datang …”

*******************************

-TBC-

Heheheh mian ya reader ini sebenernya belom selesai ,,,, karena Adaya merasa kalo dilanjutkan kepanjangan , maka Adaya bagi dua aja . Yang B dilanjutkan setelah Adaya mengistirahatkan mata sejenak ya …. Nanti banyak SooWon di sana FYI aja heheheh ….. 

Jangan lupa tinggalkan jejak ya ….. 

Bye

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 2 –

Anyyeong Haseyo Ngu 🙂

 Ada yang nunggu lanjutan FF Billionair Next Door gak ? Setelah merampungkan FF Baby Don’t Cry Chapter 6 yang benar-benar menguras fikiran (dan hasilnya anti klimaks #plakkk:p ) Adaya ingin melanjutkan trainee Adaya menjadi pelawak lewat FF ini .( Pesimis 😦 ), mohon dukungannya ya untuk FF baru ini .

 Bagi yang bertanya – tanya kapan Nothing On You di Post jawabannya adalah SETELAH ADAYA SIAP HATI DAN MENTAL nge-post karena jujur sebenarnya nyesek banget ya liat Sooyoung Unnie sedih begitu. Jadi tunggu ya readers :))

Happy Reading …..

 

Title              : Billionaire Next Door

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun

Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family, Comedy

Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )

 

Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator! 

 

Chapter -2- 

Author POV-

Siwon dan Kyuhyun sedang menikmati afternoon tea di rumah mereka . Kyuhyun sedang tidak berminat untuk menyantap kudapan yang ada di hadapanya , dia menusuk-nusuk bosan iced carrot cake yang ada di hadapannya .

 “Unnie sudah melewati batas kali ini . Aku bisa menerima dia menyuruh kita kembali ke rumah dan membatasi jam malam kita . Aku juga tak begitu peduli dia membekukan rekening tabunganku . Tapi perjodohan itu, ? Aigoo aku bisa gila ! ” , keluh Kyuhyun . ” Kau sepertinya tak terlalu khawatir , Hyung ?”, tanyanya pada Siwon yang dengan santai menikmati white tea-nya .

 Siwon menyeruput tehnya sekali lagi sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun . ” Bagiku tak ada bedanya memilih sendiri pasanganku atau di jodohkan . Aku tak berniat membawa cinta dalam pernikahanku .”, jawab Siwon dengan santai . ” Perjodohan ini akan menghemat tenaga dan pikiranku . Aku yakin Unnie memilih bibit yang tepat , lalu apa yang harus aku khawatirkan ?”,

 ” Aissh , Hyung bisanya kau mengatakan hal seperti itu ?. “, protes Kyuhyun terhadap sikap Hyungnya . “Walau di kalangan chaebol pernikahan tanpa cinta adalah hal yang biasa tapi bagiku hati adalah yang paling aku butuhkan untuk membangun pernikahan . ”

Siwon mengangkat sebelah alisnya , senyum lucu tergambar di bibirnya . ” Dibalik penampilanmu yang ugal-ugalan ternyata kau cukup tradisional soal cinta . “, sindir Siwon .

Kyuhyun melirik sebal ke arah Hyungnya . ” Apa kau tahu siapa kira-kira wanita yang akan dijodohkan dengan kita ?”,

Siwon terlihat berfikir sejenak , ” Aku tak yakin , tapi aku rasa putri dari Choi Group akan menjadi salah satu kandidatnya . ”

” Younggi ?”, ujar Kyuhyun jengah . ” Aigoo aku rasa umurku tak akan lama lagi . ”

” Kau kenal dengannya ?”, tanya Siwon penasaran . ” Aku sering mendengarnya disebut di media , tapi aku belum pernah bertemu dengannya . “,

” Kau masih ada di Amerika saat dia kembali dari Rusia . Aku sempat bertemu dia di salah satu pesta . Tak ada yang salah dengan penampilan dan latar belakangnya . Hanya saja ada yang salah dengan sikapnya.  Aku pernah melihatnya menyiramkan limun ke gaun seseorang yeoja . Hanya karena yeoja itu memakai gaun yang sama dengannya .”,

Siwon tersenyum dalam hati , sepertinya ini akan menjadi perjodohan yang menarik. ” Aku berharap kandidat yang lain memiliki jiwa tenang yang kuat . “, ujar Siwon mengacu pada calon tunangan mereka yang belum diketahui identitasnya .

 *********************

Sementara Itu di laboratorium Pusat Sekolah Medis Universitas Dongguk, seorang yeoja sedang sibuk berkutat dengan bahan kimia di hadapannya . Matanya tak henti-hetinya memandang object percobaan yang ada di bawah teleskopnya . ” Daebak . “, teriak yeoja itu  mengundang rasa ingin tahu dari orang di sekitarnya .

 ” Kau berhasil ?”, tanya salah seorang rekannya yang tadi sedang memilah sample bahan di sampingnya.

 ” Ne . Janjja aku tak menyagka bakteri ini bisa menfermentasi dengan kecepatan dua kali lipat . Para pekerja pembuat anggur beras di Seokjang-dong tak perlu lagi khawatir akan pesanan dalam jumlah besar dari luar provinsi . ”

 ” Bagaimana dengan rasa ? Apa kau sudah mempertimbangkannya ?”, tanya seorang namja yang masih tak mengalihkan pandangannya dari layar komputer . ” Walau mereka bisa memenuhi kuota pesanan apa mereka bisa mempertahankan kwalitas yang selama ini mereka jual ?”,

 ” Ck,ck,ck, Donghae-shi kenapa kau mengatakan sesuatu yang bisa membuat Yoona putus asa , ” ujar Taeyon yang dari tadi memilah sample di hadapannya . ” Kalau kau tahu hal itu , kenapa kau tak ikut membantu penelitian Yoona . ”

 Namja yang dipanggil Donghae itu tersenyum lembut pada dua rekannya . ” Aku tak ada waktu untuk itu . Jadwal operasi di agendaku sudah menumpuk . “, keluh Donghae . ” Aku bukan dokter kurang kerjaan seperti kalian . “, lanjut Donghae dengan nada penuh canda .

 ” Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang  berharga bagi warga di Distrik Seokjang-dong , sebelum aku kembali ke Seoul bulan ini. “, ujar Yoona dengan wajah murung . ” Sudah enam tahun aku merepotkan mereka . ” ,

 ” Kau akan menerima tawaran appa-mu ?” , tanya Taeyon penasaran . ” Jadi kau batal mendaftarkan dirimu untuk menjadi pasukan perdamaian di perang Iran ?”,

 Yoona mengagguk ,” Sepertinya ini adalah keputusan yang terbaik saat ini. Appa sedang dalam kondisi yang tak sehat untuk memimpin perusahaan , aku ingin merawatnya sampai dia lebih sehat . ” Perhatian Yoona teralih saat mendengar dering telefon dari saku kemeja lab-nya .

 ” Yaboseyo . “, Yoona tertawa mendengar jawaban dari seberang sana . ” Ne , Ommonim . ”

 ” Kapan kau akan kembali . Appamu sudah tak sabar ingin melihatmu . ” , Yoona merasa lucu dengan ucapan Eommanya , ini baru sebulan dia tak pulang . Lagi pula provinsi Gyeongsang Utara, hanya berjarak 370 km dari tenggara Seoul .

 ” Mianeyo Ommonim , tapi mungkin ini masih cukup lama sampai aku bisa pulang . “,

 ” Apa yang begitu penting dibanding orangtuamu ?”, protes Eommanya . Yoona sekali lagi tersenyum mendengar omelan Eommanya .

 ” Baiklah akan aku usahakan untuk lebih cepat . “, hibur Yoona . ” Bagaimana keadaan Appa ?”,

 ” Tekanan darahnya sudah normal . Dia marah padaku karena aku melarangnya pergi ke kantor  hari ini .” keluh Eommanya . ” Yoona apa kau sudah mendengar kabar itu ?”, tanya Eommanya dengan nada misterius.

 ” Kabar ? “, ulang Yoona heran . ” Aku tidak mengerti maksud ommonim ?”,

 ” Perjodohanmu . Perjodohan yang diatur Appamu dengan Kwon Group . Sebulan yang lalu sekertaris President Kwon mendatangi Appamu di kantornya untuk membicarakan hal ini . Aku rasa ini juga kehormatan bagi keluarga kita bisa berbesan dengan keluarga terpandang seperti mereka . “,

 Yoona ternganga untuk sesaat sampai dia menguasai kembali pikirannya . Yoona mencoba mendengar Eommanya hingga selesai berbicara .

 ” Kau harus segera pertimbangkan tawaran ini . President Kwon sudah membantu keluarga kita dalam banyak hal , ini adalah satu-satunya kesempatan untuk membalas kebaikan mereka . “,

 ” Ne , Ommonim . Aku akan mempertimbangkannya . “, jawab Yoona lemas .

 ” Aigooo ,,,,”, keluh Yoona setelah Eommanya menutup telefon . ” Im Yoona sepertinya kehidupan yang menarik telah menantimu . “, ujarnya pada diri sendiri yang membuat Donghae dan Taeyon saling melirik heran .

 *********************

 Sooyoung sedang tidak ada selera untuk menyantab makan malamnya . Dia mengiris Sokeye Salmon di hadapanya dengan malas . Dia menyapukan pandangannya ke sekitar restoran , matanya menangkap pemandangan yang tak disukainya . Semua orang yang ada di sana sedang berceloteh ria dengan teman makannya . Sooyoung merasa sedih dan kesepian . Sejak kecil pemandangan seperti ini selalu tersaji di hadapannya . Dia tak pernah memiliki teman . Keluarganya membatasi pergaulan Sooyoung hingga batas yang tak bisa di tolerir .

 Sooyoung terpaku pada sekumpulan yeoja dua meja di hadapnnya . Mereka berceloteh bersama dengan gembira . Sudah sejam mereka di sana . Sesekali Sooyoung mencuri dengar apa yang mereka bicarakan . Lirikan ingin tahu tak jarang dilayangkan oleh sekumpulan yeoja itu melihat Sooyoung yang makan dikelilingi banyak pengawal . Sooyoung menahan diri mendengar mereka membuat lelucon tentang Sooyoung . Tapi mereka tak juga kunjung menghentikan gurauan mereka .

 Prangg … Sooyoung mulai kesal , dia melempar pisau dah garpu yang dipegangnya . Dia berdiri sambil membawa botol red wine yang masih setengah penuh menuju gerombolan yeoja di hadapannya . Sooyoung berhenti di hadapan mereka , senyuman jahat terlukis di wajah cantiknya . Kumpulan yeoja itu melihat Sooyoung dengan pandangan kurang ajar . Sooyoung ingin sekali memaki yeoja yang tadi berbisik jahat tentangnya .

  ” Kau !”, tunjuk Sooyoung pada wanita yang tadi membuat lelucon tentangnya . ” Apa kau kira dengan memakai coat bulu animal print kau akan terlihat elegan . Bulu imitasi itu sangat mengaggu mataku , pastikan rontokan bulu coat-mu tidak mengotori permadani restoran. ” , wanita itu hanya bisa melotot tak percaya Sooyoung bisa mengenali coat yang dikenakannya adalah imitasi .

Sooyoung mempehatikan makanan yang disantap kumpulan yeoja itu . Hanya ada dua piring salad dan pasta untuk masing-masing orang . Sooyoung memelototi gelas kumpulan yeoja itu yang hanya berisi air putih.        ” Jinjja ..Wanita kalangan bawah seperti kalian mengira dengan duduk dan mengunjungi tempat para chaebol berkumpul kalian akan setara di mata mereka ? .” Sindir Sooyoung pedas . ” Kalau kalian berharap bisa memancing ikan di sini kalian salah besar ! “, lanjut Sooyoung mengacu pada wanita-wanita pemburu suami kaya .

” Tutup mulutmu !”, Seorang yeoja dengan tubuh subur membanting lap makan yang dipegangnya . Sooyoung menatapnya dengan senyum meremehkan . Sooyoung hendak berbalik tapi yeoja itu sudah menumpahkan piring pasta di atas kepala Sooyoung .

“Yak ! “, para pengawal Sooyoung dengan sigap mencengkram tangan wanita itu . Semua tamu di restoran mengalihkan tatapannya ke keributan yang terjadi . ” Berani sekali kau ! “, ujar Sooyoung jengkel seraya menumpahkan isi red wine yang dia pegang ke wajah wanita itu . ” Aku berbaik hati membarkanmu merasakan wine jutaan dolar . “, ujarnya setelah wanita itu menangis karena malu .

Teman-temannya berkumpul untuk menolongnya . Kumpulan yeoja itu menatap Sooyoung dengan tatapan benci . ” Usir mereka ! Jangan sampai aku melihat mereka lagi !”, perintah Sooyoung dengan nada marah kepada pengawalnya .

Sekertaris Oh memberi Sooyoung sapu tangan untuk membersihkan saus yang mengotori rambutnya , tapi ditepisnya dengan kasar .” Aish wanita-wanita berengsek itu …!” , gerutu Sooyoung sebelum pergi meninggalkan restoran .

*****************

” Daebak !” , ujar Kyhyun yang dari tadi memperhatikan kekacauan di hadapannya . ” Kau lihat sendiri kan , Hyung . Dia hebat sekali menyelesaikan masalah ,,,ani ..membuat masalah ?”,

Siwon tersenyum di tempatnya , ” Pertunjukkan yang menarik . Aku tak sabar sampai kami diperkenalkan secara pribadi !”,

Kyuhyun melirik aneh ke arah Hyung-nya yang tersenyum memperhatikan Sooyoung yang sedang menggerutu marah pada dirinya sendiri .” Apa kau gila ?”,

” Yeoja seperti Sooyoung adalah yeoja yang paling tepat untuk mencapai tujuanku . Kau tak boleh jatuh cinta padanya kelak . Dia milikku !”, ujar Siwon masih tak melepaskan tatapannya dari Sooyoung .

” Ambil saja sesukamu .”, balas Kyuhyun dengan kesal .  ” Kau juga harus berjanji tak akan melirik gadis yang akan menjadi kandidat lainnya !. “,

Siwon melirik dongsaeng-nya , ” Tergantung seperti apa dia . Jika dia bisa membuatku tertarik akan cinta mungkin kita akan menjadi rival dalam permainan ini .”, ujar Siwon yang membuat Kyuhyun tersedak minumannya . Siwon tertawa terbahak melihat dongsaengnya terbelalak lucu ke arahnya . ” Kau tak perlu khawatir karena tak ada wanita seperti itu .”,

 Sementara itu di depan rumah keluarga Kwon berdiri seorang yeoja yang akan membuat cerita ini lebih menarik lagi .

 ******************

 -TBC-

 Mian Chingu lama selesainya ……. gimana jelek ya ? Ini masih tahap perkenalan jadi belom ada konflik . Chapter 3 akan mulai menarik karena empat tokoh utama akan bertemu . Apa kejutan dan takdir yang menyertai mereka ? Siapa yang akan berakhir dengan siapa ? Jangan bosen ya tongkrongin FF ini .

 Mian kalo banya taypo bertebaran . Gumawo yang sudah menyempatkan membaca FF Adaya 🙂 ….

 Bye bye …….

 Jangan lupa tinggalkan jejak yaa…..wink wink ala Fanny …:p

 

 

 

 

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 1 –

Annyeong Readers…..

 Aduh rasanya hari ini berbunga-bunga sekali karena mulai banyak viewer yang sadar untuk comment :)) , gumawo …*bow .

 Nah walau post kali ini bukan lanjutan dari Nothing OnYou atau Baby Don’t Cry , tapi Post kali ini tetep selalu FanFiction seputar SMTown artis . Ini agak beda sih , Sooyoung Unnie yang biasanya jadi protagonis di sini jadi gadis elit manja dan sombong , lol ,author ingin ganti suasana :p , bagi yang biasnya Yoona ,  ini untuk kalian banget deh FF-nya . Jadi semoga readers menikmati ya FF baru ini .

 Okkay , gak banyak Cin Cong langsung ke TKP ……

 

Title              : Billionaire Next Door

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun

Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family, Comedy

Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -1-

Author POV-

 Boa tahu hidupnya tak akan lama . Di usianya yang sudah tergolong tak mudah dia masih saja disibukkan dengan rentetan masalah bisnis dan masalah yang ditimbulkan kedua dongsaengnya . Boa harus segera mengambil tindakan sebelum kedua dongsaengnya itu membuatnya mati terkena serangan jantung .

 Hari ini Boa ingin bersantai di mensionnya yang ada di pulau Jeju , hal yang sangat jarang bisa dia dapatkan selama lima tahun terakhir . Dia hadapannya sedang terpampang surat kabar yang lagi-lagi memberitakan tentang skandal kedua dongsaengnya . Boa mulai dibakar amarah saat membaca judul berita , teh yang ada dihadapannya terlupakan untuk sesaat . Kepalanya sudah tak sanggup lagi menampung segala masalah yang ditimbulkan Siwon dan Kyuhyun .

 Boa membanting koran yang dibacanya . Dia berganti pada majalah bisnis , benar saja semua media sedang memberitakan tentang hal yang sama  , ” Sejak kapan majalah bisnis menjadi majalah gosip .”, geramnya , dia mencoba menenangkan diri dengan meminum tehnya yang sudah dingin . ” Sekertaris Kim , segera siapkan mobil . Aku harus segera kembali ke Seoul secepatnya . ”

 Dia sedang memikirkan cara apa yang efektif untuk mendisiplinkan kedua dongsaeng kesayanganya itu . Tatapannya menerawang keluar jendela yang menghadirkan pemandangan laut yang membentang luas . ” Appa berikan aku petunjuk . “, batinnya dalam hati . Ini sudah lima tahun sejak kematian appa mereka . Sejak saat itu Boa yang merupakan anak tertua secara otomatis menjadi President Direktur menggantikan appanya memimpin perusahaan . Sesuatu yang tak pernah dia harapkan selama ini .

 ” Nyonya , mobilnya sudah siap . “, ujar sekertaris Kim . Boa tahu dia selalu bisa mengandalkan sekertaris kepercayaanya itu dalam segala situasi . Dia beterimakasih pada appanya yang telah memberinya orang hebat seperti sekertaris Kim di sampingnya .

 ” Jangan terlalu mengambil pusing masalah ini . Kekacauan ini akan segera mereda. Media akan mengalihkan kiblatnya jika mendengar berita baru yang lebih menjual.”, ujar Jaejoong seraya membukakan pintu mobil bagi Boa. Mereka sudah berteman sejak kecil . Jaejoong bisa merasakan beban berat yang harus ditanggung Boa di pundaknya . Jaejoong tahu Boa mengorbankan impiannya sebagai seorang disainer untuk menempati posisinya saat ini .

” Kau berbicara sebagai kawan ?”, tanya Boa . Jaejoong sahabat yang selalu bisa membaca pikirannya dan hatinya . Masa lalu mereka lebih rumit dari kelihatannya . Boa harus mengorbankan impian dan cintanya agar pemegang saham di perusahaanya saat ini mengakui kemampuannya .

” Menurutmu ?”, Jaejoong bertanya balik kepada Boa , senyum menggoda tergambar di wajahnya.  Boa tak menghiraukan gurauan Jaejoong , dia memilih untuk masuk ke dalam mobil . Jaejoong hanya tersenyum melihat Boa yang sudah memasang kacamata dan mengalihkan pandangan ke luar jendela . Dia menutup pintu mobil , sebelum menempatkan dirinya sendiri di kursi depan . ” Kencangkan sabuk pengamanmu ,Nyonya . Seoul menunggu kita . “,

********************

 Hotel Leogsyeoli milik CG ( Choi Group ) sedang kedatangan tamu besar dari Jepang . Dengan menyandang Group paling stabil dalam negri , CG membuat investor asing berdatangan pada mereka . Choi Group merupakan perusahaan besar yang bergerak pada eksplorasi batuan alam . Perusahan CG sudah membuka 207 cabang di seluruh dunia .

 Kangta adalah pemimpin dari Choi Group , dengan kepemimpinanya yang tangkas, tahun lalu saja Choi Group sudah menaikkan income-nya 5 kali lipat dari pada tahun sebelumnya . Dengan jiwa muda dan rakus akan kesuksesan Kangta ingin membawa Choi Group sebagai group no satu dalam negri . Saat ini Kangta sedang merencanakan sesuatu yang besar , yang membuat perusahaan yang dipimpinya benar-benar akan mendominasi perekonomian di Korea.

 Kangta sedang menyambut tamunya saat sekertarisnya membawakan sebuah berita yang membuatnya tersenyum lebar . ” Sooyoung  , temani Mr . Kimura berkeiling hotel . Aku ada urusan mendesak yang harus segera aku selesaikan “, ujarnya pada dongsaengnya .

 ” Ne . Tapi kenapa Oppa tiba-tiba ingin pergi ?”,

 ” Bukankah kau bilang , kau tertarik pada Kwon Bersaudara ?”,

Sooyoung mengernyit bingung mendengar jawaban Oppanya . ” Kwon Bersaudara ? Siwon dan Kyuhyun ?”, jawab Sooyoung tak yakin . ” Apa hubunganya dengan mereka ?”,

” Cepat atau lambat kau akan tahu . Sekarang temani Mr . Kimura . “,  Sooyoung menekuk wajahnya tak puas . Dia masih merasa penasaran dengan jawaban Oppanya . Tapi Sooyoung mengagguk perlahan .

” Jangan memasang wajah cemberut di depan tamu . Kau harus belajar bersikap profesional .”,

” Ne ….. “, jawab Sooyoung merajuk . Dia mencoba memasang senyum kaku di wajahnya , melihat itu membuat Kangta tertawa renyah . Dongsaengnya selalu membuat harinya yang berat menjadi terasa ringan dnegan tingkahnya yang lucu .

Sepeninggalan Kangta , Sooyoung masih terpaku dengan pikirannya sendiri . Dia melihat ke arah rombongan Mr. Kimura yang masih asyik menikmati pertunjukan tradisional Korea . ” Sepertinya aku tak terlalu dibutuhkan di sini .” gerutunya dalam hati .

*******************

 Boa menatap marah ke arah Siwon dan Kyuhyun yang ada di hadapanya . Dia membanting koran dan majalah yang memberitakan skandal memalukan dua adiknya itu . ” Apa tak bisa kalian sehari saja membuatku bisa bernafas lega ?” , geramnya dengan kemarahan yang ditahan . ” Berkelahi di tempat umum hanya untuk mendapatkan perhatian WANITA MALAM ?”, teriak Boa mengulang judul berita yang dicetak tebal . ”  Kali ini kalian sudah benar-benar keterlaluan . “,

Siwon memandang Nunnanya dengan tatapan bersalah . ” Percayalah Nunna , kami tak sengaja menghajar orang itu . Dia berlaku kasar pada Ga In , kami hanya ingin menolongnya . Apa kami salah ? “,

Kyuhyun mengagguk setuju . ” Bukankah Nunna yang mengajarkan agar kami selalu membela wanita yang kesusahan . Kami tak melayangkan tinju kami tanpa alasan . ”

Boa ingin menjawab mereka , tapi Siwon mendahuluinya . ” Bukankah kita bertindak benar ? Para wartawan itu saja yang menulis berita seenaknya . ”

” Benar . Mereka juga tak pandai mengambil Foto . Wajahku tak terlihat keren di situ . “, timpal Kyuhyun yang membuat Boa semakin tersulut amarahnya .

” Yak ! Kwon Kyuhyun , berani sekali kau memikirkan hal seperti itu saat ini . Dan kau Kwon Siwon , apa kau pikir ini adalah pertama kalinya kau berbuat sok pahlawan ?”, Kyuhyun dan Siwon kembali terdiam di tempatnya . ” Apapun penjelasan kalian para wartawan itu tak akan peduli . Tugas mereka adalah menjual berita . Apa kau kira koran itu akan laku jika memberitakan ‘kepahlawananmu’ terhadap wanita club itu ?”,

Boa menghela nafasnya lelah . Tatapanya melembut . ” Aku harap kalian belajar dari masa lalu . Aku percaya pada kalian , tapi apa kalian fikir orang di luar sana juga akan berlaku sama ? Dunia ini kejam , kalian harus bersiap . Aku sudah semakin tua , aku hanya berharap kalian bisa menjaga diri kalian sendiri . ”

Siwon menatap Nunnanya dengan pandangan sedih . ” Mian Nunna , kami selalu membuatmu susah . ”

Boa hanya menggeleng lelah . ” Sekertaris Kim sudah meredam rumor yang beredar di masyarakat . Kalian juga harus berterimakasih padanya , tanpa dia mungkin aku sudah menyerah dengan semua skandal ini . ”

Kyuhyun memandang sebal ke arah Boa yang terlalu memuji Sekertarisnya . ” Jadi Nunna memaafkan kami ?”, tanya Kyuhyun dengan penuh harapan . Dia takut Nunnanya akan mencabut segala fasilitas yang dimilikinya saat ini .

Boa memandagnya dengan pandangan datar . ” Apa kau kira semudah itu ? Aku akan membekukan rekening kalian sampai pengabdian masyarakat kalian selesai , yang artinya selama delapan bulan kedepan kalian akan bekerja di perusahaan dengan gaji pekerja trainee . Mobil dan apartemen juga akan ikut aku sita sampai kalian sadar betapa sulitnya mencari nafka . Sementra ini kalian akan kembali ke rumah utama , aku akan mengontrol jam malam kalian sampai pemberitaan ini  mereda.” ,

” Tapi aku sudah 26 tahun Nunna ? Kau tak bisa mengontrol jam malamku seperti remaja . ” , protes Siwon.

” Kau baru sadar kalau kau 26 tahun ? Kenapa kalian tak bersikap dewasa kalau begitu . Tak ada alasan dan protes, ini adalah perintah . Jika sampai ada yang tak setuju silahkan keluar .”

Kyuhyun ingin memprotes, tapi dia membatalkanya , tak ada untungnya melawan Nunnanya saat ini . ” Apa hanya itu ?”, tantang Kyuhyun yang tak mau terlihat lemah dengan ancaman Nunnanya .

” Tidak . “, jawab Boa yang disesali oleh Kyuhyun. ” Aku sudah memikirkan ini baik -baik , selama ini kalian selalu bermain wanita di luar , dan itu membuatku malu sebagai kakak kalian . Sebagai gantinya aku akan memilihkan wanita-wanita yang tepat untuk menjadi nyonya Kwon selanjutnya . Perjodohan sudah aku atur jadi kalian tak perluh khawatir . ”

” MWO ?”, teriak Kyuhyun dan Siwon bersamaan . Boa hanya tersenyum melihat kedua dongsaengnya gerah dengan berita perjodohan ini . Jaejoong benar mereka harus disiplinkan lewat wanita .

***********************

-TBC-

Akhirnya Chapter -1- rampung juga . Setelah kemarin ada gangguan sama innet Adaya , akhirnya Adaya bisa Post FF BND ini .

Gimana Chingu , bagus gak? Semoga bagus ya … ini gak bisa dikatakan Chapter sih sebenernya Coz tokoh utamanya belom keluar . Tapi sudah dapat gambarannya kan , mau dibawa kemana FF ini ?:p

Nah bagi yang bertanya -tanya dimana Yoona jawabanya adalah NEXT CHAPTER …. jadi tunggu ya Nggu , makin seruh pokoknya , karena ini FF bergenre comedy jadi agak witty deh dialog dialognya .

PENASARAN ? # gak ya plakkkk :p

Jangan lupa tinggalkan jejak ya readers jangan jadi silent reader yahh , mian kalo banyak typo bertebaran 🙂 . Mau Clue Next Chapter ? Comment dulu :p