[ FF ] [KYUYOUNG VER] Baby Don’t Cry -Chapter 4-

Title              : Baby Don’t Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    :Seohyun SNSD , Super Generation
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -4-

Author POV –

Sepeninggalan Siwon semua orang yang berkerumun menatap kagum pada Sooyoung . Hanya Yuri yang tahu sebenarnya saat ini Sooyoung sedang menangis dalam hati . Yuri dengan segera menarik Sooyoung keluar dari kerumunan orang-orang yang ingin tahu . Mereka bergegas menuju kamar mandi . Yuri mendorong Sooyoung ke dalam salah satu kubikel . Dia mengunci Sooyoung sendiri di dalam. Mencoba memberinya privasi untuk menangis.

” Ya ! Sudah tak ada orang kau bisa menangis sepuasmu . “, teriak Yuri dari balik pintu kubikel . Yuri menunggu ledakan tangisan dari dalam kubikel . Satu , dua , tiga menit berlalu tapi Yuri tak kunjung mendengar tangisan Sooyoung . ” Choi Sooyoung ? Gwencana ? “, Yuri mencoba memastikan kesadaran Sooyoung . Dia memutuskan untuk mengintip sedikit apa yang sebenarnya terjadi pada Sooyoung . ” Kau tak menangis ?”, Yuri menelisik wajah Sooyoung yang tertunduk . Yuri merasa ada aura membunuh yang terpancar dari tubuh Sooyoung . ” Yuounggi ? Jawab aku . “,

Sooyoung menaikkan wajahnya sedikit . Dia memandang lurus ke depan . Tatapanya penuh amarah . ” Kwon Yuri , tampar aku !” ,

” Mwo ?”, Yuri tak tahu apa yang terjadi pada Sooyoung . ” Apa kejadian tadi membuat otakkmu menggila ?”,

Sooyoung melirik Yuri dengan pandangan yang menakutkan ,Yuri bergidik ngeri melihatnya . ” Tampar aku . “, ujar Sooyoung sekali lagi , tak memberi pilihan lain pada Yuri .

PLAK ….

” Gwencana ?”, Yuri khawatir tamparannya terlalu keras .Dia memandang pada tangannya yang panas kemudian beralih pada pipi Sooyoung yang memerah .

Sooyoung menghela nafas lega . Matanya kini berair . ” Gumawo .”, Yuri memandang tak percaya pada Sooyoung .

” Kau benar-benar Yeoja ajaib . ” , gerutu Yuri .

” Sekarang tinggalkan aku sendiri ! Tutup pintunya !”,Sekali lagi Yuri menyerah mencoba memahami pikiran sahabatnya satu ini . Yuri menutup perlahan pitu kubilel meninggalkan Sooyoung menikmati privasinya .

Sooyoung memandang pintu kubikel yang tertutup . Dia mencoba menutup matanya sesaat untuk menghayati segalanya . Setetes air mata kemarah mengalir dari matanya . Dia menangis bukan karena sedih . Dia menangis karena merasa marah pada dirinya sendiri . Kenapa dia tak berani memperjuangkan Siwon . Kenapa dia harus menjadi orang baik . Kenapa dia tak mampu menjambak Fanny dan mengatakan kata-kata kasar di depannya . Kenapa harga dirinya tak mau mengalah . Dan kenapa dia mengucapkan perpisahan itu .

Sooyoung sekarang benar-benar merasa seperti pahlawan . Sendiri dan kesepian , menangis diam -diam tanpa ada yang tahu , mencoba tegar di hadapan orang lain , menangis kembali jika sudah diluar jangkauan pandangan . ” Huwaaaaa … huwaaaa …….”, raung Sooyoung dari dalam kubikal . Dia tak bisa menghentikan tangisannya . Dia ingin berhenti tapi tak bisa . Dia membutuhkan namja itu , namja yang bisa mengucapkan matera ajaibnya .

*****************************
Kyuhyun sedang sibuk dengan rentetan note balok di hadapannya saat ponselnya berdering. ” Yaboseyo . “, ujar Kyuhyun . Matanya masih tak melepaskan sederetan partitur di hadapanya . ” Mian , bisakah kau menghubungiku lain wak…”,” Ucapkan manteranya . “, potong seorang Yeoja dari seberang sana . Kyuhyun menghentikan pengamatanya saat dia mengenali suara yeoja yang menelefonnya .Senyum terkembang di wajah Kyuhyun . Perhatiannya sepenuhnya beralih pada yeoja itu . ” Ani !. ” goda Kyuhyun . ” Terakhir kali aku mengucapkannya aku harus kehilangan 6000 won untuk memuaskan nafsu makan seorang gadis Cello .”Sooyoung menghela nafas kesal mendengar gurauan Kyuhyun , tapi anehnya air matanya berhenti tanpa Sooyoung sadari . ” Ya! Apa maksudmu memuaskan nafsu makan ? Itu adalah LAMBANG PERSAHABATAN . ”

Kyuhyun tertawa mendengar jawaban Sooyoung . ” Sudah tak sedih lagi ?”,

Sooyoung menatap wajahnya di cermin wastafel . Matanya masih sembab dan bengkak , tapi air matanya sudah berhenti mengalir . ” Bagaimana kau bisa tahu ?”, tanya Sooyoung keheranan . ” Ya ! Kau tak memasang kamera pengintai kan ?”, lanjut Sooyoung seraya mengedarkan pandangan di sekeliling kamar mandi dengan gaya berlebihan .

Kyuhyun tak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Sooyoung . ” Terserah kau saja , yang pasti aku tahu . “, sebenarnya Kyuhyun mengetahui dari suara Sooyoung yang sudah kembali bersemangat .Tapi Kyuhyun tak ingin memberitahu Sooyoung dan memilih menikmati menggoda kepolosannya. ” Dimana posisimu saat ini?”, ujar Kyuhyun yang tiba-tiba terbesit sebuah ide .

” Di depan cermin wastafel kamar mandi lantai satu gedung musik . Sebenarnya tadi ada di dalam kubikel , tapi udaranya terlalu pengap akhirnya aku keluar .”, jawab Sooyoung polos . Kyuhyun tak henti-hentinya dikejutkan dengan jawaban Sooyoung yang selalu mengundang tawa .

” Kenapa kau tertawa ? Apa ada yang lucu ?” , protes Sooyoung yang merasa tak ada yang salah dengan jawabannya .

”  Ani . Sekarang keluarlah . Aku ada di depan .”,

Sooyoung menatap ponselnya dengan kernyitan tak percaya . Dia menutup panggilannya dan melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi . Benar saja Cho Kyuhyun sudah ada di sana dengan senyum lebar di wajahnya .

” Omo ! Kau benar-benar penyihir . Baru lima detik aku memberitahumu posisiku , bagaimana kau bisa sampai di sini secepat itu ?”, Sooyoung mengamati Kyuhyun dari atas hingga bawah, tatapan heran bercampur kagum terpancar dari matanya yang sembab . “Apa kau punya ilmu teleport ? Ani ..ani …kau juga punya ilmu menghentikan tangisan . Apa kau benar -benar manusia ?”,

” Apa kau kecewa jika aku mengatakan aku manusia ?”, Senyum Kyuhyun semakin terkembang . ” Anggap saja aku bukan . Bagaimana kalau kau ikut berkunjung di dunia kecilku ?”, ajak Kyuhyun menikmati permainan ini .

Sooyoung menyambut ajakan Kyuhyun dengan antusias . ” Apa mantera kali ini ?”,

Kyuhyun sejenak terlihat berfikir , ” Baby Don’t Cry !”, ujar Kyuhyun seraya menarik Sooyoung untuk mengikutinya ke dunia kecilnya .

***********************
Sooyoung POV –

Kata-kata itu seperti menyihirku layaknya mantera. Kyuhyun yang baru ku kenal tiga hari ini membuatku merasa seperti bertemu dengan kawan yang sudah ku kenal seumur hidup. Aku tak pernah merasa hal seperti ini sebelumnya . Entah kenapa aku merasa Kyuhyun bisa membuatku bahagia dengan caranya yang unik . Di sampingnya aku bahkan tak takut terlihat bodoh atau jelek .

Aku melihat Kyuhyun yang ada di kursi pengemudi . ” Kita mau kemana?”. Kami sudah berkendara kurang dari satu jam , tapi sepertinya tak ada tanda-tanda kami akan segera berhenti .

” Bukankah kau ingin ke dunia ku ? “, jawabnya dengan nada misterius . ” Kita akan segera sampai . “, lanjut Kyuhyun sebelum kembali berkosentrasi pada kemudinya .

Aku menatap ke luar jendela . Mencoba menyembunyikan rasa penasaranku , dan sedikit perasaan mengganggu karena sekali lagi aku melihat sekelebat rasa sedih di mata Kyuhyun . Ya Tuhan , dia sedang tersenyum tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya . Aku tak berani menanyakan hal itu , aku rasa Kyuhyun akan menarik diri saat aku mulai ingin tahu tentangnya . Bagaimanapun kami baru saling mengenal selama tiga hari .

” Kita sudah sampai . “, aku terlalu hanyut dalam fikiranku hingga tak sadar kami sudah sampai di tujuan . Aku melangkahkan kakiku keluar dari mobil dengan sedikit keraguan . Kyuhyun mengajakku ke sebuah danau ? . Aku mengedarkan pandanganku sekilas . Aku tak menemukan hal special kecuali pemandangan apik yang terbentang di depan mata .

Kyuhyun sudah mengambil langkah mendahuluiku , dia berhenti di bawah pohon Mapple yang berdiri kokoh di dekat danau .  Aku mengikutinya hingga aku baru sadar itu bukan hanya pohon Mapple biasa . Kyuhyun sedang memandang nisan yang ada di bawah lindungan pohon Mapple itu dengan tatapan sendu . ” Seohyun , aku kembali .”, ujarnya lirih .

Aku tak tahu harus berbuat apa . Jadi aku hanya terdiam di belakang Kyuhyun, menunggunya menuntaskan rasa rindunya . ” Mian , apakau kecewa aku mengajakmu ke sini ?”, tanya Kyuhyun akhirnya.

Aku tak bisa tak tersenyum. ” Gwencana . Aku senang kau mengajakku ke sini. “, jawabku . Aku kembali menatap nisan yang ada di hadapanku , aku tahu siapapun yang terkubur di situ adalah sebuah jiwa yang sangat berharga bagi Kyuhyun .

” Siapa dia ?”, tanyaku memberanikan diri . Aku tak bisa terus diam dan dibakar rasa penasaran . ” Apa dia duniamu ?”,

Kyuhyun tersenyum mendengar pertanyaanku .” Ani ! Dia bukan duniaku . Dia adalah orang yang menciptakan dunia bagiku . “,

Aku sedikit merasa iri dengan Seohyun . Dia sudah meninggalkan dunia ini tapi masih ada orang yang mencintainya seperti Kyuhyun . Dia pasti orang yang sangat baik di kehidupannya dulu .

” Sampai saat ini aku masih tak mampu melupakannya . Bukan karena aku tak mampu tapi tak ada alasan bagiku untuk mencobanya. Mulanya aku menikmati kenangan yang ada dalam hatiku tapi lambat laun, ini menjadi sebuah siksaan bagi jiwaku . “, Kyuhyun menjelaskan segalanya , dia mulai membuka hatinya padaku . Walau ini terlihat terlalu cepat bagi persahabatan kami , persahabatan tetaplah persahabatan . ” Kau membuatku terkejut dengan membaca ke dalam hatiku pada pertemuan pertama kita . Aku merasa Seohyun bersekongkol dengan Tuhan untuk mempertemukan kita . Melihatmu menangis kemudian tertawa membuat hatiku mulai merasakan kebahagiaan yang sempat aku lupakan. Jadi bisakan aku memohon satu hal padamu?”,

Aku tak mampu bernafas . Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang menusuk ke dalam hatiku . Kesedihan di matanya tak ditutupinya lagi , ada rasa tersiksa di dalamnya . Aku lupa aku belum memberi jawaban pada Kyuhyun sampai dua detik berlalu. Aku mengagguk kaku ke arahnya , ” Katakan ….”,

” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,

Pertahananku langsung runtuh , aku merengkuh Kyuhyun tanpa sadar . Aku ingin membantunya memikul kepedihannya . Kesedihanku sediri serasa menguap dengan melihat sahabat di hadapanku meneteskan air mata . ” Gwencana …gwencana …gwencana .”, ujarku padanya. Aku merasa pundakku basah , aku tahu Kyuhyun sedang menangis saat ini  .

Seohyun , kau sungguh beruntung dicintai oleh orang seperti Kyuhyun . Tapi maafkan aku mungkin aku akan mulai membuatnya melupakanmu .Siapapun dirimu aku tahu pasti kau setuju dengan tindakanku . Bantu aku dari sana untuk membuat orang dalam pelukanku saat ini memperoleh kebahagiaannya .



“Oppa , Tak pernah ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini . Termasuk cinta . Perasaan itu akan dimulai dengan keanehan , beberapa ada yang diawali dengan saling membenci , beberapa diantaranya ada yang didasari dari rasa ketertarikan , dan sebagian darinya diawali dengan rasa nyaman . Suatu hari saat aku pergi meninggalkanmu kau akan menemukan orang yang bisa membantumu meredakan kepedihan . Aku bisa merasakan dia ada di sana menunggumu . “- Seohyun.

*******************************
Author POV –
 
” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,
Sooyoung terbaring dengan kepala miring . Ditatapnya ponsel yang sudah sebulan tak menderingkan nada khusus namja itu . Untuk kesekian kalinya Sooyoung mencoba membuka inbox di ponselnya . Tak ada pesan tak ada panggilan . Semua itu membuat Sooyoung meremang kesal .
” Jinjja . Aish …”, Keluh Sooyoung kesal seraya mengacak-acak rambutnya . ” Dia sengaja membuatku gila !”, .
Sooyoung mencoba untuk memejamkan matanya . Mencoba mengalihakan pikirannya dengan menghitung jumlah rambut yang dimiliki Pak Kang di kepala botaknya . ” 1 . 2 . 3 . 4. 5, …… “, Sooyoung mengernyitkan hidungnya sadar jika Pak Kang tak memiliki rambut lebih dari itu . ” Aish …”, gerutu Sooyoung kembali membuka matannya . Dia mencoba melirik jam dinding yang ada di hadapannya . Sudah dua jam dia hanya terbaring gelisah seperti itu. Kejadian ini selalu berulang selama sebulan ini .
” Kenapa kau menyiksaku seperti ini . “,  sekali lagi Sooyoung melihat layar desktop ponselnya . Dia mencoba menulis pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Kenapa kau tak menghubungiku ?
 
” Agrhhhhhh … “, Sooyoung menghapus kembali pesan yang sudah di ketiknya . Dia mencoba menulis lagi pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Apa kau baik-baik saja ? Lama tidak berjumpa . Apa aku harus menangis untuk bisa menemuimu ?
Sooyoung kembali menghapus pesan yang sudah diketiknya . Dia sudah putus asa berharap namja itu menghubunginya . Pertemuan terakhir mereka menyisakan banyak pertanyaan di hati Sooyoung . Dia tak percaya Kyuhyun tak menghubunginya sama sekali setelah itu .
Sooyoung ingin melempar ponselnya saat pesan itu masuk .
Soo …. bantu aku ! T.T , datanglah ke Mapo-gu* aku ada di restoran china samping tempat karaoke . Aku membutuhkanmu …. palli ..palli …
 
From : Yuri

Sooyoung khawatir sesuatu yang serius menimpa Yuri . Dia segera meraih kunci mobilnya yang ada di nakas. Berpakaian seadanya dan meraup mantel yang ada di kursi belajarnya . ” Omma …aku akan pulang terlambat , jangan tunggu aku  . “, teriaknya seraya menuruni tangga .

” Yak! Younggie , kau mau kemana ?”, tanya Eomma Sooyoung yang sedang bersantai di ruang keluarga .

” Aku tak bisa menjelaskannya sekarang . Aku akan segera kembali . Bye bye .”,  ujar Sooyoung seraya mendaratkan dua kecupan ringan di pipi Eommanya .

” Aigoo ..anak zaman sekarang !”, keluh Eomma Sooyoung sekepergian anaknya .

***************

Sooyoung POV –

Hari ini aku membuktikan satu hal lagi soal persahabatan . Yuri selalu membantuku menyadari bahawa aku terlalu baik dan BODOH ? . Aku memandang marah Yuri yang tak berani menatap mataku . ” Yack ! Kwon Yuri . Kau menyuruhku menempuh 18 km perjalanan hanya untuk ini ?”, teriakku padanya .

Sejam lalu aku benar-benar merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada Yuri . Tapi saat ini di tempat ini di hadapanku dia merintih meminta maaf . ” Miane Soo , aku tak ingin membuat Minho dan kawan-kawannya kecewa . ” ,

Aku memandang ke sekeliling  kamar mandi . Baik, biarkan aku menceritakan detail kejadiannya hingga kami berakhir di kamar mandi 18 km jauhnya dari rumahku . Sejam lalu Yuri mengirim Sms meminta bantuan padaku agar datang ke Distrik Mapo . Tanpa berfikir panjang aku yang sangat baik dan POLOS ? segera menuju tempat yang disebut Yuri , takut jika sesuatu terjadi padanya . Sesampainya di depan restoran China yang disebut Yuri aku melangkahkan kakiku memasuki restoran itu . Aku tak melihat ada yang salah di sana sampai aku sadar kalau Yuri sedang berdua dengan Minho menunggu pesanan makanan mereka diantar . ” Younggie kau sudah datang ?”, ujarnya dengan ceria . Dia melambaikan tangannya ke arahku dengan bahagia . Aku terpaku di tempatku . Dengan piama yang masih aku kenakan di balik mantelku dan penampilan acak-acakanku aku tak tahu lagi harus bagaimana melihat Yuri yang sangat modis dan sexy dengan gaun satin hitamnya .

” Apa … apa maksudmu ? Kau mana … mana ..?”, aku terbata mencoba berkata sesuatu yang menunjukkan segala bayangan yang tergambar di pikiranku saat melaju ke tempat ini . Aku membayangkan Yuri ditodong oleh pasukan hitam pengendara motor besar . Di bayanganku aku melihat Yuri sedang dipaksa menteraktir minum kawanan bermotor itu di restoran China dan dia tak punya cukup uang untuk membayarnya . Akhirnya Yuri dipaksa untuk menjadi kabaret di tempat karaoke di sebelah restoran China ini . Oke aku membuktikan sekali lagi bayanganku terlalu berlebihan . Tapi yang ada di hadapanku benar -benar membuatku marah . ” Kau menyuruhku berkendara 18 km hanya untuk menikmati kaki ayam ?”, teriakku pada Yuri .

Yuri melotot kaget mendengar teriakanku . Dia tersenyum manis pada Minho , meminta izinnya untuk berbicara berdua denganku . ” Cagiya , kalau pesanan kita sudah datang langsung saja ke ruangan . Aku akan membicarakan sesuatu dengan Soo . Mungkin sedikit lama . Otthe ?”, Minho hanya mengangguk heran menatap tingkah kekasihnya yang aneh . Yuri tersenyum sekali lagi pada Minho sebelum menarikku ke kamar mandi restoran .

” Miane ,Soo . Jinjja , aku tak akan mengulanginya lagi . Tapi Minho bilang temannya ada yang menyukaimu . Dia ingin merayakan ulangtahunya dengan sahabatnya yang sudah lama tak dia temui . “,

Aku melirik Yuri dengan pandangan murka . ” Kenapa kau tak bilang dari awal . Selama satu jam aku mencemaskanmu . Aku… ”

” Kau pasti tak akan mau jika aku mengatakan yang sebenarnya . “, sahut Yuri . Dia mencoba membujukku dengan menggelayutkan tangannya pada lenganku . ” Apa kau ingat Changmin Oppa ? Dia sudah lama menyukaimu . Kenapa kau tak mencoba berkencan dengannya . “, ujarnya mengalihkan pembicaraan.

Aku mencoba menghela nafas . ” Kwon Yuri . Aku sedang tak ingin berkencan , kau …”,

” Aku mohon Soo . Aku sudah berjanji pada Minho !”, Yuri merengek di hadapanku . Jika saja kami bukan sahabat aku sudah menenggelamkan wajahnya di wastafel kamat mandi . ” Sekali ini saja …ya ..ya ?”,

” NE ! NE ! Sekarang hapus air mata palsumu !”, ujarku tak tahan melihat Yuri cemberut . “Demi Tuhan , aku hanya memakai piama di balik mantel ini . ” , gerutuku saat melihat pakaian Yuri yang glamour .

” Gwencana . Aku membawa baju ekstra di mobilku !”,

Aku melirik Yuri tak percaya . ” Kau sudah merencanakan ini juga ? Aish ! Kau …”, Yuri terbirit keluar sebelum aku menyelesaikan perkataanku . ” Jinjja , setelah ini aku tak akan percaya siapapun !” , gerutuku dalam hati .

******************
Aku menatap keramaian di hadapanku dengan pandangan kaget . Yuri bilang hanya beberapa teman Minho yang datang menghadiri acara ini . Tapi setidaknya lebih dari selusin namja dan empat yeoja ada di ruang karaoke ekslusif itu . Aku melirik Yuri sekali lagi . ” Beberapa kau bilang ?”,
Yuri mencoba tersenyum kaku ke arahku . ” Nikmati saja ! Otthe ?”,
Aku mencoba menurunkan ujung gaun satinku yang terasa terlalu pendek . Aku tak mengenal orang-orang yang ada di ruagan ini . Ada beberapa yang pernah aku temui di SAS tapi sebagian lainnya sepertinya teman luar Minho . Aku menempatkan diriku di samping namja yang sepertinya pendiam dan tak menikmati pesta .

” Apa kau salah satu teman Minho ?”, aku mendengar namja itu bertanya padaku . Aku sempat ragu dia mengajakku berbicara , sampai aku pastikan bahwa tak ada siapapun selain kami berdua yang duduk di sofa .

” Ne . Apa kau bukan ?”, namja itu tersenyum padaku , dia menawariku sebuah colla tapi aku menolaknya .

” Kami dipersatukan karena Kyu Line . ” , jawab namja itu .

” Kyu Line ? Apa itu ?”, namja itu belum sempat mejawab saat suara itu membuat jantungku berdetak kencang .

” Jonghyun-nee , dia milik Changmin jauhkan tanganmu darinya . ” , Aku tahu suara itu adalah miliknya . Dia yang aku tunggu kabarnya selama sebulan ini . Aku mencoba mengalihkan pandanganku perlahan ke arah suara itu …..

” Kyuhyun !”, bisikku . Sejenak aku benar-benar marasa dingin , bukan karena gaun terbuka yang kukenakan . Dia ada di sana dengan senyum khasnya . Aku hampir menitikan air mata karena bertemu lagi dengannya .

” Kyu , kau bawa kekasih baru ?”, ujar Minho yang membuatku sadar Kyuhyun tak sendiri . Dia sedang menggandeng seorang yeoja yang sangat cantik bersamanya . ” Daebak !”,

Kyuhyun tersenyum pada Minho sebelum membawa yeoja itu duduk di samping Jonghyun . ” Kau ingin minum sesuatu ?”, tanya kyuhyun pada yeoja itu . Aku melihat Kyuhyun mencium pipi yeoja itu yang membuatku tanpa sadar menggengam ujung gaunku dengan erat .

” Kau tak mau mengenalkannya pada kami ?”, tanya Jonghyun yang jengah melihat kemesraan di hadapannya .

” Vic kenalkan dia temanku Jonghyun . “, yeoja itu mengulurkan tangannya pada Jeonghyun . ” Dan yeoja yang ada di sebelahnya adalah Sooyoung . Dia adalah wanita yang diceritakan oleh Changmin Hyung kemarin . “, Victoria tersenyum ke arahku , aku membalasnya dengan senyum juga .

” Oppa , aku ingin minum limun . “, ujar Victoria dengan manja . Kyuhyun mengagguk dan meninggalkan kami bertiga duduk di sofa.

” Miane , boleh aku bertanya apa maksud Kyuhyun saat dia bilang ‘yeoja yang diceritakan Changmin Oppa’ ” , tanyaku akhirnya . Aku terganggu dengan kedekatan Kyuhyun dengan Victoria , tapi lebih terganggu seakan – akan semua orang di sini telah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuanku . Kenapa semua menyebut Changmin Oppa .

” Errr bahasa Koreaku tidak terlalu bagus . Tapi yang aku tahu Changmin Oppa sangat menyukaimu . ” , jelas Victoria dengan bahasa Korea yang pas-pasan .

Aku memandang pada Jonghyun yang memilih mengacuhkan pertanyaanku , ” Apa kau tak akan menjawabku ?”, Jonghyun tersenyum menyerah . Dia memilih untuk tak ikut campur dengan masalah ini .

Aku merasa sedikit jengah , aku mencari-cari sosok Yuri di antara kerumunan orang yang semakin banyak . Aku tak menemukannya , tapi aku menemukan Kyuhyun yang sedang menuangkan limun di dalam gelas . Aku memberanikan diriku untuk mendatanginya . ” Oppa !”, semuanya serasa tehenti . Seakan ruangan ini hanya ada kami berdua, musik yang memekakan telinga seakan berganti dengan denting piano yang selalu familiar di telingaku saat aku bersama Kyuhyun . ” Bisa kita bicara sebentar ? “, Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang tak bisa ku artikan . Tapi aku semakin tersulut api kemarahan karena seorlah-olah dia tak mengenalku , seolah -olah dia tak pernah mengajakku ke dunia kecilnya , seolah-olah dia tak bearti bagiku ?.

Kami memilih sebuah ruang tunggu yang tersedia di depan ruang informasi .Aku ingin sekali menyemburkan semua keluh kesahku saat menunggu kabar darinya . ” Kenapa kau tak menghubungiku ?”, aku memulai pembicaraan kami .

Dia hanya terdiam memandang ke depan , ” Aku tak merasa memiliki kewajiban untuk melakukan itu . “, jawabnya dengan nada dingin .

Aku tahu dia benar , tapi bukankah kita sahabat . Bukankah dia memintaku membantunya utuk mengucapkan mantera itu . ” Apa maksudmu ? Aku menunggu kabar darimu selama sebulan . Aku terus mengkhawatirkanmu seperti orang gila . Aku bahkan tak bisa menelan makananku tanpa mengecek ponselku . Setiap malam aku memeriksa ponselku memastikan apa kau menghubungiku atau tidak ..aku ..”,

” Soo .”, sahut Kyuhyun Oppa dengan nada mematikan .” Apa kau mulai menyukaiku ?”, aku terpanah di hadapannya . ” Kau menyukaiku ?”,

” Apa yang kau bicarakan ?”, aku bingung akan perasaan ini . Aku tak tahu kenapa aku bertindak seperti orang bodoh saat ini , tapi aku tak pernah menyangka kalau aku menyukai Kyuhyun .

” Kau sepertinya salah sangka dengan hubungan diantara kita . “, jelas Kyuhyun dengan nada dingin membuat hatiku terasa begitu perih . Aku tak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya . ” Kau mungkin hanya terbawa perasaan mengingat kau sedang dalam kondisi yang lemah hati pasca perpisahanmu dengan Siwon Hyung . “, Demi Tuhan jika Kyuhyun melanjutkannya aku pasti akan meneteskan air mataku .

” Kau tahu ? Ada kalanya di Luar Negri hanya semacam sopan santun. Menghibur wanita yang sedang menangis dan berpelukan . Diantara teman hal seperti itu tak bearti apa-apa . Itu hanya semacam …”,

” Sandiwara !”, sahutku tak tahan lagi mendengarkan ucapan Kyuhyun . ” Aku mengerti . Aku tak keberatan . “, susana canggung diantara kami mendadak merebak menjadi sebuah pemisah sesuatu yang telah tumbuh diantara kami . Aku meninggalkan Kyuhyun sendiri di sana , tak membiarkannya tahu saat ini aku sedang menangis . Aku selalu mengenalinya sebagai pengucap mantera untuk menghentikan tangisanku , tapi sekali ini dia menjadi seseorang yang membuatku menangis . Aku merasa bodoh ada di sini . Aku selalu jatuh dengan cara yang sama di tempat yang sama dan pada masalah yang sama . Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk sendiri .

” Choi Sooyoung ? Kau kah itu ?”, suara seorang namja dari balik bahuku membuatku berhenti untuk menatapnya .

” Changmin Oppa ?”,

*********************
Author POV-
Kyuhyun masih di sana , garis murung di wajahnya terlihat semakin gelap . Dia dari tadi mengepalkan tangannya mencoba menahan gejolak emosinya untuk mengejar Sooyoung . ” Aku membuatnya menangis !” , bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri . ” Miane Soo , aku terpaksa melakukannya . “,
**********************
-TBC –
Iklan

[ FF ] [KYUYOUNG VER] Baby Don’t Cry -Chapter 3-

Title              : Baby Don’t Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    :Hwang Tifanny –> Tifanny ,Seohyun SNSD , Super Generation
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -3-

Author POV –

Rintik hujan membasahi kawasan SAS . Banyak mahasiswa SAS memilih untuk tetap tinggal di dalam kelas atau auditorium hingga hujan reda . Beberapa diantara mereka memilih untuk menerjang hujan dengan mengambil resiko menjadi basah kuyup .

 Sooyoung yang saat itu masih bekerja di sebuah toko peralatan olah raga merasa dikejar waktu . Dipikulnya Cello-nya yang berat menembus hujan yang semakin deras itu . ” Ottoke,,,, aishhh … kenapa hariku selalu berakhir berantakan . Sooyoung terus berlari menuju arah mobilnya diparkirkan .
 
” Sedikit lagi , sedikit lagi . “, Sooyoung melompati kubangan air yang ada di hadapanya . Tapi dia terpeleset oleh rumput basah . Dia berguling ke kanan . Cellonya menimbulkan suara berdebam kencang . ” Cello-ah ……” , Sooyoung mencoba berdiri . Tetapi kakinya terkilir . “Ya Tuhan , kenapa kakiku sakit sekali. “
 Sooyoung menyapukan pandangan kesekelilingnya . Mencoba mencari bantuan ditengah hujan deras. ” Bagaimana ini , tak ada orang sama sekali . Tolonggggg Tolonggggg …. “, Sooyoung menjerit sejadi-jadinya , tapi suaranya diredam oleh derasnya suara hujan . ” Eomma ..Appa …Unnie ….. apa aku akan mati kedinginan di sini . Tolong aku . “, Sooyoung merasa putus asa setelah menjerit hingga pita suaranya hampir putus . Jarak tempat parkir dan gedung utama memang dipisahkan oleh hutan tiruan yang lumayan luas . Sehingga kecil kemungkinan mahasiswa SAS yang masih berlindung di dalam kelas mendengar jeritan Sooyoung .
 
” Unnie …Appa …Eomma ….. “, Sooyoung merebahkan dirinya yang sudah hampir membeku . Dua jam dia terpaku di bawah hujan . Kakinya mulai terasa mati rasa . Dia tak bergerak sesentipun dari posisi jatuhnya . Sooyoung melirik ke arah Cellonya yang masih tergeletak tergenang air . ” Cello-ah , aku tak mungkin mati konyol di sini bukan?” , Sooyoung merasa bodoh karena mengharapkan jawaban menghibur dari benda mati .
” Ottoke , perutku sakit sekali . “, bibir Sooyoung sudah sepucat mayat . Perutnya juga sudah mengejag kaku karena kedinginan . ” Tuhan ..kirimkan aku seseorang …. “, baitin Sooyoung dalam hati .
 
” Apa yang kau lakukan di sini?”, suara bariton dari namja asing  itu membuat Sooyoung bergidik ngeri .
 
************************************************
Sooyoung POV –
 
Perutku sudah mengejang kaku . Keputusasaan menggerogoti kesadaranku yang masih tersisa . Aku mencoba meminta tolong untuk yang terakhir kalinya , tapi tenggorokanku tercekat tak bersuara . Tuhan jika ini akhir hidupku aku mohon akhiri dengan mudah .
 
” Apa yang kau lakukan di sini ?”,
 
” Ottoke , Tuhan kenapa kau mengirim malaikat maut secepat itu . “, kesadaranku yang tak banyak tersisa menyebabkan aku berdelusi . Lelaki itu berjongkok di hadapanku . Mataku yang buram terkena air hujan menangkap sosok yang sempurna di hadapanku . Tak mungkin ada manusia hidup yang bisa setampan itu . Dia pasti malaikat maut yang akan mengambil nyawaku .
 
” Apa kau malaikat yang diperintahkan Tuhan untuk mengambil nyawaku ?”,
 
Namja di hadapanku terbelalak kaget sesaat sebelum dia terbahak . ” Apa yang kau bicarakan . Apa kau baik-baik saja ?”,
 
” Tidak . Kau tidak mungkin manusia . Manusia tak setampan dirimu . “
 
Namja itu sekali lagi mengagap lucu perkataanku . ” Terimakasih atas pujianya . Tapi sepertinya aku harus membawamu …. “
 
” Jangan-jangan bawa aku ke akhirat . Aku masih ingin hidup …. “,
 
Kali ini dia benar-benar tertawa terbahak . Hingga keluar air mata . Aku baru sadar kalau hujan sudah reda . Tapi kenapa kakiku masih merasakan rintikan hujan ? . Aku menengadah sedikit sebelum tahu namja itu membawa payung dan meletakkanya di atas kepalaku .
 
” Tunggu ….jadi kau benar-benar manusia ?”, harapan mulai muncul di dalam diriku .
 
Namja itu mengaguk mantab . ” Kau pasti sudah terlalu lama duduk di bawah hujan . Apa kau terkilir ?”,
Secara spontan aku memeluk namja asing itu . Aku menais meraung . ” Tuhan terimakasih ..kau mendengar doaku . Huwaaaa . “, 
Namja itu membiarkan aku melepas pelukanku , dia memandangku dengan tatapan yang lembut . ” Maaf aku membuatmu basah . Aku hanya terlalu bahagia akhirnya ada yang menolongku . “, 
” Gwencana . Sekarang biarkan aku menolongmu . Bolehkah aku menggendongmu ? “, namja itu meminta izinku  . Aku mengagguk terlalu cepat , sehingga membuat namja itu melayangkan senyum lembutnya lagi . ” Apa kau membawa mobil ?”, Tanyanya saat kami menuju ke arah parkiran . 
 
” Ya  . Baris kedua di deretan D . Maaf , tapi Cello-ku masih tertinggal . “, 
 
Namja itu mengagguk . ” Biar aku membawamu ke mobil terlebih dahulu . Setelah itu aku akan mengambil Cellomu . ” , 
Menit berikutnya Sooyoung sudah sampai di mobilnya . Namja itu menempatkan Sooyoung di kursi belakang . ” Tunggu sebentar . Aku segera kembali . “, 
Aku hanya bisa mengagguk . Beginikah rasanya punya lelaki di sampingmu ?. Kau bahkan tak perluh bersikap sok madiri , karena dia akan melayanimu dan memperlakukanmu dengan lembut .  Beruntung sekali wanita yang memiliki namja itu . 
 
” Maaf , apa kau menuggu lama ? “, namja itu kembali membawakan Celloku yang basah kuyup . Aku menggeleng lembut . 
 
” Gumawo . “, aku melihat baju bermerk namja itu basah dan dikotori lumpur . ” Mian , aku merepotkanmu . Aku akan menggantinya . “, ujarku merujuk pada kemejanya yang rusak . 
Namja itu menepis permintaanku dengan senyumnya yang lembut . ” Sekarang izinkan aku mengantarkanmu pulang . “, 
Aku baru sadar aku belum tahu namja itu . Dia mengemudikan mobilku dengan tenang . Tatapanya terkosentrasi di depan . Aku merasa sedikit canggung untuk memulai pembicaraan . 
” Boleh aku tahu namamu ?”, 
Senyum lebar terkembang di wajahku . Kenapa aku merasa dia bisa membaca pikiranku .” Sooyoung . Namaku Sooyoung . Choi Sooyoung . “, 
Lelaki itu menoleh ke arahku untuk seperkian detik . ” Aku rasa ini takdir Sooyoung . Namaku Choi Siwon . Kita memiliki marga yang sama . “

Aku merasa ini memang takdir . Aku sedikit berharap Siwon tak memiliki kekasih . Tapi itu hal yang tak mungkin . Namja sesempurna dirinya manamungkin tidak memiliki kekasih . Hal itu terjadi hanya jika dia homo . Tapi dari penampilan dan tingkahnya dia terlihat begitu gentelman dan jauh dari kesan homo.

 
” Tuhan kenapa barang bagus di dunia ini selalu Sold Out lebih cepat . Aigoo …”, ujarku tampa sadar . Aku menoleh pada Siwon yang sedang menatapku dengan pandangan lucu . 
*****************************
Kenangan pertemuan pertamaku dengan Siwon menghambur keluar saat yeoja bernama Fanny ini berdiri di hadapanku.
Aku tak tahu apa tujuannya memprovokasiku di daerah kekuasaanku . Dia bertampang lembut dan polos . Tapi dia bisa melakukan hal keji yang tak terduga .
” Apa sebenarnya tujuanmu kemari ?”, ujarku menahan amarah . Saat Siwon tak datang malam itu aku sudah tahu kemungkinan ini akan terjadi . Tapi aku benar-benar tak menyangka jika Siwon Oppa benar-benar memiliki wanita lain . Tunggu ? Wanita lain ? Aku atau Fanny sebenarnya yang wanita lain?.
” Aku memintamu untuk mejauhi Siwon Oppa , dia milikku .”,
” Ya ! Dasar wanita murahan . Beraninya kau berbicara seperti itu . Sooyoung adalah kekasih Siwon Oppa . Apa hakmu menyuruhnya menjauhi kekasihnya .”, omel Yuri . Aku menahanya untuk tak mengikuti emosinya .
” Apa sebenarnya yang dikatakan wanita ini . Mulutmu sungguh kasar . Aku tak tahu lelaki seperti apa yang akan bersamaya kelak , tapi aku turut prihatin untuknya . “, ujar Fanny dengan nada mencela . Suaranya yang lembut dan wajahnya yang polos membuat ucapanya semakin terdengar jahat .
” Berani sekali …”,
“Yuri !”, aku menahan Yuri untuk tidak menampar Tifanny .

” Aku rasa kau terlalu memboroskan tenagamu jika tujuanmu kemari hanya untuk itu . ” aku mencoba menahan semua omelan yang ingin aku muntahkan pada yeoja itu . Tapi aku merasa tak ada untungnya aku melakukan hal rendahan seperti itu . Tangisanku untuk Siwon sudah cukup , aku tak ingin menghancurkan martabatku hancur dengan meladeni provokasi Fanny . ” Ayo Yuri kita pergi . “, ajakku pada Yuri . Kami menuruni tangga kelas dan keluar dari kerumunan orang yang ingin tahu . Tapi Fanny yang mengejarku menahan tanganku dengan kasar .

” Apa kau tak punya malu ? Aku menyuruhmu untuk mejauhi Siwon . Dia tak menginginkamu . “, cerca Fanny . Matanya dipenuhi oleh amarah,  sesuatu yang tak pernah aku duga dia miliki.

” Fanny , aku mohon jangan permalukan dirimu sendiri dengan berbuat sesuatu yang tidak penting . Jika Siwon Oppa tak menginginkanku lagi dia bisa berbicara langsung padaku . Tapi , aku berterimakasih kau sudah mau repot-repot menyampaikan hal itu padaku . “,

Fanny memandangku dengan kebencian berlebih . Dia sepertinya tak suka dengan jawabanku . Tapi bukankah itu salahnya sendiri . ” Kau wanita mejijikkan !”, hujatnya . Tatapanya di wajahku beralih ke leherku . Ke arah kalung kristal pemberian Siwon Oppa . Matanya sedikit terbelalak tak percaya .” Dari mana kau mendapatkan kalung itu ?”,

Aku melindungi kalung itu dengan spontan . Aku merasa Fanny akan merebut kalung itu dari leherku .

” Kau mencurinya dariku . Kau mencuri kalung itu dariku .. itu milikku . Berikan padaku . “, teriak Fanny sebelum dia menyerangku dengan membabi buta .

Aku berusaha menghindar dari cakaranya tapi tak bisa , pipiku sudah tergores oleh kuku-kuku panjangnya . Aku tak ingin membalas Fanny karena dia terlihat begitu lemah . Pukulanku pasti akan meremukkan tulangnya . ” Apa yang kau lakukan , ini milikku …. “,

” Berikan itu …itu milikku … “, Fanny masih meneriakiku , kami bergulat di lantai , dia menindih tubuhku dengan tubuhnya . Yuri yang kebingungan mencoba mengangkat Fanny tapi tak bisa , Fanny menghentakkan Yuri hingga terjatuh . Aku memandang Yuri yang terlihat kesakitan karena sikunya terjatuh menahan tubuhnya . Yuri seorang Cellist tanganya adalah hal yang sangat berharga . Aku tak tahu tapi aku berusaha membuat Fanny menjauh dari tubuhku dengan kekuatan sekecil mungkin. Aku mendorongnya menjauh dari tubuhku .

“AWAS………”, Suara itu membuatku terkejut . Aku melihat Fanny terjatuh dari tangga yang cukup tinggi .

Aku terkejut mendapati Fanny terpekur di dasar tangga . Dia merintih kesakitan . Semua orang yang bergelombong menyaksikan pertengkaran kami sontak terdiam . ” Fanny ? Gwencana …”, aku menuruni tangga mencoba menolongnya , tapi langkahku didahului oleh seseorang yang bergerak dengan kecepatan kilat .

” Fanny ? Kau kenapa ? Apa kau terluka ?”, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri . Mulanya aku tak ingin mempercayai pengelihatanku , tapi inilah kenyataan. Siwon dan Fanny . Aku tak pernah melihat wajah Siwon seperti itu selama kami bersama .

” Fanny …maafkan aku , aku tak sengaja . “, jelasku terbata . Siwon Oppa memandangku dengan tatapan yang dingin . Aku merasa jantungku berhenti berdetak . Tatapan itu benar-benar menusuk jiwaku .

” Oppa …wanita itu mendrongku . Dia wanita yang jahat …. “, rengek Tiffany di pelukan Siwon .

” Ya ! Kau dulu yang menyerang Sooyoung . “, teriak Yuri sebal dengan prilaku Fanny . Aku menahanya untuk tak berkata-kata hal yang tak penting lagi .

” Oppa bawa aku pergi dari sini .” , Siwon mengguk perlahan sebelum menggendong Fanny melewatiku . Dia bahkan tak memandangku . Aku tahu ini adalah akhir dari hubungan kami . Hatiku benar-benar sakit , lebih sakit daripada malam itu . Aku ingin sekali menangis tapi harga diriku yang tersisa menahanku untuk meraung di keramaian .

Kerumunan orang yang tadi melihat pertengkaranku dengan Fanny mulai menjauh pergi . Hanya tinggal aku dan Yuri . ” Bukankah kau ada janji dengan Minho ?”,

” Younggie ….. “, Yuri hendak memprotes . Aku memberinya tanda bahwa aku ingin sediri . Dengan berat hati Yuri meninggalkanku sendiri di tangga . Lututku seketika melemas . Aku tak bisa lagi menyangga tubuhku , hatiku benar – benar hancur berantakan . Setetes air mata mulai keluar membasahi pipiku . Aku berusaha untuk meredam kesedihanku dengan memukul-mukul dadaku yang sesak . ” Babo … babo…. BABO . “, makiku pada diri sendiri .

Hujan mulai mengucur dengan deras . Awan mendung menutupi sinar mentari yang bersinarcerah . Pertemuan kami dimulai dengan hujan dan perpisahan kami diakhiri dengan hujan . Semoga derasnya hujan turut menghapus rasa sakit hatiku . Selamat tinggal Siwon-shi .

” Kau membutuhkan ini ?”, tapi sepertinya ini barulah awal dari segalanya . Namja itu kembali dengan senyumnya .

*****************
Kyuhyun POV-
Kerumunan orang mulai pergi meninggalkan kekacauan yang detik tadi terjadi di sini . Aku memperhatikan Siwon Hyung yang membopong gadis cantik itu keluar dari gedung .  Seperinya aku sudah menyaksikan sesuatu yang seharusnya tak kulihat . Aku tak tahu sahabatku begitu hebat hingga menjadi perebutan yeoja-yeoja cantik di SAS .
Aku melihat gadis Cello itu berdiri di tangga . Masih tak mau membalikkan wajahnya . Kawanya sepertinya membujuknya tapi dia menolaknya dan meminta waktu untuk sendiri . Aku masih tak beranjak dari tempatku ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis Cello itu .
Setelah kepergian kawannya ,gadis Cello itu tertunduk lemas di tangga . Aku melihat pundaknya yang berguncang . Dia mulai menangis . Aku tak benar-benar bisa melihatnya dari posisiku saat ini , tapi aku tahu dia sedang menangis . ” Babo..babo ..Babo …”, dia memukul-mukul dadanya dengan terus mengucapkan kata bodoh .
Aku melangkahkan kakiku perlahan mendekati Sooyoung . Aku tak tahu kenapa seharian ini aku selalu melihatnya menangis . Aku menempatkan diriku tepat di sampingnya . ” Kau membutuhkan ini ?”, aku menawarkannya sapu tangan . Dia hanya memandangku dengan muka lucu penuh ingus . ” Wajahmu  sungguh berantakan . “,
Sooyoung menyambar saputanganku untuk menutupi wajahnya . Aku duduk di sampingnya . Mendengarkan dia menangis . Sepertinya dia benar-benar terluka karena dia terus mencengkram liontin kalungnya dengan erat . Sekali lihat saja Kyuhyun tahu itu adalah kalung keberuntungan yang selalu dikenakan Siwon saat traineer dulu .

” Seseorang pernah berkata padaku , Don’t be ashamed to weep this right to grieve. Tears are only water, and flowers, trees, and fruit cannot grow without water. But there must be sunlight also. A wounded heart will heal in time, and when it does, the memory and love of our lost ones is sealed inside to comfort us.” # ini Quote dari Brian Jacques readers.

Kyuhyun menunggu reaksi Sooyoung . Punggung Sooyoung mulai berguncang lagi . Tapi ada yang berbeda kali ini , tangisanya terhenti . Aku sempat khawatir apa ini adalah tanda datangnya tangisan yang lebih haru. Tapi Sooyoung tidak menangis , dia sepertinya sedang menahan ….TAWA? . Benar saja detik berikutnya Sooyoung tertawa terbahak . ” Ya! Kenapa kau tertawa ? “, 


” Kau berkata dalam bahasa planet , bagaimana aku tak tertawa . Aku mendengarnya seperti rentetan makian dan umpatan .”, jelas Sooyoung yang masih terkekeh . Dia menghapus air matanya dengan saputangan pemberianku . ” Gumawo, kau telah mengucapkan mantera ajaibnya.”,

Aku masih tercengang dengan perubahan suasana ini . ” Bagaimana kau bisa tertawa seperti itu setelah kau menangis seperti bayi ?”,

Sooyoung mengernyitkan hidungnya untuk menahan ingusnya . Matanya yang masih sembab oleh air mata diwarnai dengan keceriaan yang membingungkanku . Kenapa wanita di hadapanya ini begitu dinamis . Dia seperti ombak yang tak bisa dibaca pergerakanya . Seohyun, perasaan apa ini ?.

” Aku bisa , buktinya aku bisa . “, Dia memandangku tepat di mata . ” Sepertinya kita berjodoh , takdir selalu membawamu padaku untuk mengehentikan tangisanku .Sepertinya kita harus beteman ?”, Sooyoung mengulurkan tanganya padaku . Aku tersenyum ke arahnya sebelum menyambut uluran tanganya .

” Aku nobatkan kau sebagai teman seumur hidupku . “, ujarnya dengan meniru nada seorang ratu , tanganya yang memegang liontin menepuk punggungku perlahan . ” Selasai . “, Dia tiba-tiba berdiri . ” Hah …. perutku lapar sekali setelah menangis . Hey Chinggu bagaimana kalo kita merayakan persahabatan kita dengan kau meneraktirku makan . ” ,ujar Sooyoung dengan mata berbinar .

Aku memandangnya dengan tatapan tak percaya . Aku tahu dia wanita yang menarik , tapi aku tak tahu dia semenarik ini . Seohyun , kau harus berhati-hati karena yeoja di hadapanku saat ini mulai menarik perhatianku .

**************************
Siwon POV –
Aku mengantar Fanny hingga depan pintu kodominiumnya . Sebenarnya aku ingin sekali segera meninggalkan Fanny dan menemui Sooyoung untuk menjelaskan segala kekacauan ini . Tujuanku sejak awal mengunjungi SAS adalah menemui Sooyoung dan meminta maaf atas kejadian malam sebelumnya .
 ” Terimakasih, hari ini aku sangat bahagia.” ujar Tifanny dengan senyuman ceria terlukis di wajah cantiknya . “Kapan kita bisa bertemu lagi?”, lanjutnya dengan nada manja  .
Mungkin hanya Fanny satu-satunya orang yang berbahagia dalam kekacauan ini . Sejujurnya aku sudah tak sanggup untuk berpura-pura senang dengan tindakanya yang kekanakan . Fanny membuatku merasa seperti laki-laki lemah yang tak bisa menyelesaikan urusannya sendiri dengan menemui Sooyoung seperti itu .   “Tidak tahu, mungkin aku tidak ada waktu , juga tidak punya tenaga lagi untuk bermain denganmu.”, sejujurnya ini adalah kata-kata terkasar yang pernah aku ucapkan pada Fanny .
Fanny mengerutkan wajahnya , dia melakukan itu saat dia kesal akan sesuatu . ” Oh ! Aku hampir lupa . Bantu aku memakai ini, Oppa. “, Fanny menyerahkan kotak perhiasan yang didalamnya berisi kalung yang sama persis dengan kalung keberuntunganku . Dia bersikeras ingin memiliki kalung yang sama persis dengan kalung yang saat ini sudah menjadi milik Sooyoung itu.
Aku menerima kotak itu dan mengambil kalung yang ada di dalamnya . Aku membuka pengaitnya sebelum  mengalungkanya ke leher Fanny . Entah kenapa aku ingin sekali segera berlari menemui Sooyoung saat ini . Tapi pengait itu tak juga terkancing , aku ingin sekali mengumpat sebelum sadar kalau Fanny ada di hadapanku .
” Pelan-pelan , Oppa  ! Semakin buru-buru semakin lama terkancing .”, ujar Fanny sarat akan makna . ” Apa kau terburu-buru karena ingin segera menemuinya ?”, aku tahu Fanny akan menanyakan hal itu .
Aku tak menjawab pertanyaanya . Aku tak mau berbohong padanya . Tapi aku juga tak ingin menyakitinya dengan berkata jujur .
“Kau milikku Oppa . Terserah apa yang dipikirkan orang lain tentangku . Aku tak akan menyerahkanmu pada gadis lain . Bagaimana orang lain memakiku , mengataiku menyebalkan , aku akan mempertahankanmu di sisiku. ” ,

“Sudah terpasang”, sahutku . Fanny memandang antusias ke arah kalung yang melingkari lehernya. “Masuklah  udara di luar sangat dingin !” , tukasku halus mencoba mengakhiri pertemuan kami.

Fanny mengagguk perlahan . Dia memberiku sebuah kecupan ringan di bibir sebelum melangkahkan kakinya memasuki kodominiumnya . ” Good Night .”, untuk terakhir kalinya kami saling bertatapan aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil .
Aku tak tahu perasaan apa ini , tapi sepertinya ada beban yang terangkat dari pundakku saat melihat Fanny menutup pintunya . Aku terpaku sejenak di depan pintu Fanny sebelum melangkahkan kakiku memasuki lift . Ini sudah terlalu larut untuk menemui Sooyoung . Aku berharap besok Sooyoung masih mau menemuiku . Aku bahagia Fanny akhirnya menerima cintaku. Tapi segalanya menjadi salah karena saat ini aku masih terikat dengan Sooyoung . Aku tak tahu apa Sooyoung masih mengagap aku kekasihnya setelah kejadian siang tadi . Tapi tak ada salahnya mencoba.
*****************
Author POV –
Sooyoung sedang berdiri di balkon kamarnya . Dia mencoba mencerna segala kejadian yang menimpanya hari ini. Kesialan bertubi-tubi meghampirinya , tapi entah kenapa dia merasa sangat bersyukur pada Tuhan . Setidaknya setelah ini dia akan menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya .

Walau hari ini Siwon menorehkan luka di hatinya , tapi Siwon juga pernah membuatnya bahagia . Sooyoung baru ingat dia pernah melihat Fanny di suatu tempat sebelumnya, ” Dimana aku pernah melihatnya ? , ” Sooyoung berusaha memutar memorinya ke belakang , dia ingat tak hanya sekali melihat wajah Fanny .” Lukisan itu ?”, Sooyoung mengingat Siwon memasang lukisan seorang wanita di ruang kerjanya di SA , Soyoung tak pernah mengira wanita yang ada dalam lukisa itu adalah sesorang yang dikenal Siwon di kehidupan nyata. “Kau benar-benar bodoh Sooyoung. Kenapa kau tak menyadarinya selama ini . “,

Suara hembusan angin membawa musik yang menenangkan hati Sooyoung . Samar-samar Sooyoung mendengar sebuah alunan lagu yang datang dari kamar Unnienya . Dia menajamkan pendengaran untuk memastikan alunan merdu itu . ” Un día llegaré con un disfraz, Te desalmaré ni cuenta te darás,Para entregarte el corazón, Despacio te iré amando más…… ” , secara tak sadar Sooyoung ikut melantunkan lagu dari Andalusia itu .

Terjemahan : Suatu hari aku kan datang , untuk melucuti hatimu tanpa kau sadari . Aku akan memberikan hatiku padamu ,perlahan aku akan semakin mencintaimu . Aku akan menjaga dirimu selalu dalam suka duka di siang dan malam ……. ( ini lagu enak banget loo reader , ini Adaya promosi , judulnya La Usurpadora :)) 
Sooyoung merasa lagu itu tepat menggambarkan rasa cintanya pada Siwon saat ini . Ketenanganya dirusak oleh dering Ponsel yang ada di sakunya . Sooyoung melihat nama yang tertera di desktop ponselnya , matanya terbelalak untuk sesaat .   Sooyoung menghela nafas sebelum menerima panggilan itu .
” Yaboseyo”,suara namja itu membuat jantung Sooyoung berhenti berdetak.

Sooyooung POV –

” Yaboseyo . “, Ya Tuhan , ini benar-benar dia . Apa dia menelefonku untuk menyelesaikan masalah kami secara jelas? Apa dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan kami ? Aku tahu tindakan Siwon Oppa sudah menjurus ke hal itu , tapi aku masih tak siap dengan segalanya .” Yaboseyo….”, aku menjawabnya dengan suara lirih . Aku tak tahu kenapa secara tiba-tiba pita suaraku melemah .

” Soo … apa aku menggangumu ?”, sepertinya bukan hanya aku yang merasa canggung dalam situasi ini.

” Anio . Kau tak menggaguku . “, aku menjawabnya sedikit ketus . Sedikit berlebihan memang, tapi hatiku sudah cukup kesal dan lelah ? .

” Ah !”, hanya Ah ? Aku menunggunya melanjutkan ucapanya , tapi Siwon Oppa masih saja terdiam hingga 3 menit berlalu . Aku melirik ke arah jam dinding yang ada di kamarku , sudah pukul 11 .20 malam .

” Miane Shiwon-shi , tapi apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan ?”, aku kembali melayangkan serangan ketus .Aku bisa mendengarkan dia tercekat saat aku memanggilnya Shiwon-shi . Andai saja Siwon Oppa tahu aku melakukan ini hanya untuk mempertahankan harga diriku . Andai saja dia tahu saat ini aku sedang mengepalkan tanganku untuk meredakan getaran sedih yang mulai merayapi hatiku . Andai dia tahu aku masih sangat mencintainya .

” Miane , Soo ..apa kau ada waktu besok ? “, tanyanya . Aku tahu dia tak akan memutuskanku melalui telefon , bagaimanapun Siwon adalah laki-laki yang punya etika . Tapi dengan menundanya hingga esok artinya aku tak akan bisa tidur lagi malam ini karena memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi esok .

” Entahlah , aku belum memastikan jadwalku. ” , aku berbohong sedikit kali ini . Aku tak ingin dengan mudah mengiyakan permintaanya . Aku ingin melihatnya sedikit berusaha .

” Ehmmm ..maukah kau memberitahuku jika kau ada waktu ?”, Kena kau Siwon . Sebenarnya aku ingin tertawa , karena suara Siwon yang terdengar sedikit JENGKEL ? . Aku tak akan menyerah semudah itu , jika akhirnya aku yang akan menangis kehilanganya kenapa aku tak mempermainkan prinsipnya lebih lama lagi ?,

” Baik . Lihat saja besok . Apa hanya itu ? “, Ya Tuhan kenapa aku menikmati hal ini .

” Ne . Maaf menggangu, Soo . Selamat malam ?.”, Siwon Oppa menungguku menjawab selamat malam seperti biasanya , tapi entah kenapa aku sedang ingin membuatnya kesal . Aku menutup telefonya tanpa membalas ucapan Selamat malamnya . Aku tersenyum memandang Ponselku .

” Aku sangat keren . Kena kau Choi Siwon !. “, Aku mulai merebahkan diriku di atas tempat tidur, senyum kebanggan masih terkembang di wajahku . ” Beginikah rasanya balas dendam ? Pantas saja drama dengan tema balas dendam selalu mendapat rating tinggi . Ternyata rasanya senikmat ini .”,  Aku terdiam sejenak , mencoba mereka ulang percakapan kami lalu aku menyadari sesuatu yang FATAL? . ” OMO ! Apa benar dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan? “, aku kembali terduduk di tempat tidur . ” Atau ……….” aku takut mengucapkannya , ” Dia ingin meminta maaf padaku ?”, semakin lama aku memikirnya semakin aku merasa bodoh . Sepertinya aku telah merusak satu-satunya kesempatan yang ada untuk kembali padanya.

” Andwaeeeeeeeeeeee ………………!!!!!!!!!!!”, jeritku membelah malam .

*******************

Jika ada orang yang mengatakan padamu kalau sahabatmu akan menangis bersama penderitaanmu maka TAMPAR orang itu ? Kenapa ? Tentu saja saat ini aku sedang menyaksikan bukti nyata kalau perkataan itu hanya bualan belaka .

Yuri sedag tertawa terpingkal di hadapanku . Menit yang lalu aku menceritakan kejadian semalam , insiden bodoh yang terjadi akibat terlalu banyak menonton drama bertema balas dendam . Sungguh hal seperti itu tak patut dicontoh dalam kehidupan . Kenapa? Alasanya sederhana , karena life isn’t movie .

Aku memandang Yuri dengan tatapan ingin membunuh , tapi yeoja itu tak juga menghentikan tawanya. ” Ya ! Kwon Yuri , kalau kau tak segera mengehentika tawamu , jangan salahkan aku jika aku membuatmu tak bisa tertawa lagi seumur hidup!”, ancamku , karena mulai malu orang-orang yang ada di caffetaria SAS mulai memperhatikan kami .

” Mian … tunggu tapi bagaimana kau bisa sebodoh itu Soo . hahahahahhaa …”, Yuri menyemburkan tawanya kembali . Aku hanya bisa menggaruk-garuk rambutku dengan sebal .

” Lalu ? Apa Siwon Oppa sudah menjelaskan bagaimana hubunganya dengan Fanny ?”, tanya Yuri setelah bisa menguasai dirinya .

Aku menggeleng sebal . ” Seperti yang ku bilang , kami tak bicara banyak . Mulanya aku berfikir mungkin aku tak akan ada harapan lagi dengannya , tapi setelah aku berfikir semalaman Siwon terdengar tulus waktu mengajak bertemu . Aku merasa sangat bodoh karena bersikap terlalu mendramatisir .”

” Aku rasa Siwon Oppa masih memiliki perasaan padamu . Lagi pula saat ini kau masih berstatus kekasihnya . Kau tak boleh menyerah Soo . Kau harus mempertahankannya , jika kau benar-benar menyukai Siwon Oppa pertahankan dia dengan segala cara . Jangan sampai kau memberi kesempatan pada wanita manja itu untuk berdekatan dengan Siwon . “, ujar Yuri dengan penuh kebencian pada Fanny . Aku melirik ke siku Yuri yang terbalut perban karena kekacauan kemarin .

Aku memikirkan Fanny , memikirkan bagaimana perasaanya , dan bagaimana jika aku berada di posisinya . ” Apa kau tidak merasa Fanny sangat manis ? Aku iri dengannya . “,

Yuri hampir tersedak minumannya . ” Soo ?? Apa kau gila ? Bagaimana kau bisa salut pada wanita bar-bar itu . ”

” Walau sifatnya dikategorikan kelainan ,tapi bukankah itu juga sebuah keberanian ? . Aku tahu mungkin Siwon Oppa bisa direbut olehnya , tapi bukankah bagi Fanny aku yang merebut Siwon Oppa darinya ?”, Yuri terdiam . ” Aku melihat lukisan Fanny terpajang di ruangan kerja Siwon Oppa selama ini , mulanya aku mengira itu hanya wanita mana saja yang menjadi model lukisan . Aku tak tahu kalau Siwon Oppa begitu mencintai Fanny hingga memajang lukisanya di tempat dia paling sering menghabiskan waktu selain rumahnya .”

” Jadi maksudmu yang menjadi pihak ketiga antara mereka adalah KAU ? Choi Sooyoung , apa kau salah minum obat hari ini ?”,

Aku tak menjawab prtanyaan Yuri . Seperti ada ilham yang menghampiriku , aku seperti bisa memaklumi sikap Fanny , bisa membaca kenapa dia bertindak seperti itu . “Fanny mencintai Siwon Oppa , itu bukan salahnya . Bukankah Siwon Oppa juga mencintainya dengan sepenuh hati . Apa itu salah ?”,

Yuri tak tahu harus menyadarkanku dengan cara apa , akhirnya dia memutuskan untuk diam di tempatnya . Wajahnya tertekuk tak setuju . ” Kenapa kau jadi seperti ini ? Apa yang merasukimu . Kau harus mempertahankan Siwon , itu intinya . ”

“Apa aku harus begitu ?”,

“Tentu saja . “,

” Tapi ..jika Siwon Oppa benar ingin pergi , walau aku menangis dan menahanya ,bukankah itu tak ada artinya bagi Oppa ? Lalu kenapa aku harus khawatir dan mempermalukan diri dihadapannya ?”.

Yuri ingin menjawab pernyataanku tetapi sesuatu menahannya . Pandangan Yuri beralih lurus melewatiku . “Berani sekali wanita itu menampakkan batang hidungnya di sini lagi !”, aku mengikuti pandangan Yuri dan benar saja Tifanny berdiri di sana dengan penampilan apiknya , senyum terkembang diwajahnya . Banyak namja mengerumuninya , semuanya menawarkan bantuan pada Fanny yang terlihat sedang mencari seseorang . Mencariku ?

Tanpa aku sadari Yuri sudah bergegas menuju Fanny . Aku dengan segera mengejar Yuri yang sepertinya sudah dikuasai amarah . ” Siapa yang menyuruhmu ke sini ?”,

” Yuri hentikan . “, bujukku .

Fanny ada di sana memandang kami dengan tatapannya yang menghina . ” Aku ingin menemui Sooyoung ? Apa tidak boleh . “, aku terkejut ternyata dugaanku benar .

” Apa yang membawamu kesini ? Aku sedang tidak ada mood untuk bertengkar . “, jawabku akhirnya .

Fanny memberikan senyum licik padaku . Dia menoleh ke leherku , ke arah kalung kristal itu LAGI ?, ” Aku hanya ingin bilang kalau aku tak akan khawatir lagi soal kedekatanmu dengan Siwon Oppa . Karena dia sudah berjanji akan segera menyingkirkanmu dari kehidupannya . “, ujarnya dengan nada yang lembut .Dia kemudian mengeluarkan sebuah kalung dari tas kecilnya , kalung kristal yang sama seperti yang diberikan Siwon Oppa padaku .

” Kau lihat ini buktinya . Tapi aku sudah tak membutuhkan kalung ini lagi . Kau bisa menyimpannya kalau mau . Sekarang aku lega karena ternyata kalung yang kau kenakan itu tak ada artinya bagi Siwon Oppa. “, ujar Fanny seraya menjatuhkan kalung kristal itu . Dia masih memasang senyum diwajahnya .

” Aku harap kejadian kemarin tak membuatmu besar kepala , aku ingin kau sadar satu hal Siwon Oppa tak pernah mencintaimu . “,

” Berani sekali wanita ini ….”, aku terkejut ternyata Yuri sudah menyerang Fanny , mereka bergulat di tanah . Saling mencakar dan menjambak rambut satu sama lain . Ya Tuhan kenapa segalanya selalu berakhir seperti ini . Aku berusaha memisahkan Yuri dan Fanny ,tapi tenaga dua orang yang saling membenci ini membuatku kwalahan .

” Hentikan Yuri , hentikan …aaaaaaaaaa.”, mataku tak sengaja terkena siku lancip Tifanny saat berusaha memisahkan mereka . ” Seseorang tolong aku …”, jeritku pada kerumunan yang hanya menyaksikan kekacauan ini .

” HENTIKAN !”,suara bariton yang tak asing itu membelah kerumunan , membuat keramaian ini menjadi keheningan . Aku sedang menghalangi Yuri melayangkan tinjunya pada Fanny saat Siwon datang . Dia mengamati keadaan di hadapanya , ada kerut tak setuju tergaris di wajahnya . Tatapan kami sempat bertemu sesaat , sampai kami mendengar Fanny menangis di tanah .

Aku menoleh ke arah Fanny yang sama berantakannya dengan Yuri . Dia kembali memasang wajah lemahnya . Aku mengernyit tak percya , bagaimana bisa dia menangis semudah itu .Siwon Oppa menghampirinya , sama seperti kemarin Siwon Oppa menanyakan keadaan Fanny . Aku sudah tahu akhir ceritanya akan sama seperti yang lalu . Sejujurnya aku merasa sedih melihat ini lagi . Harapan kecil yang tertanam di lubuk hatiku seakan sirnah melihat pemandangan di depanku.

” Sakit sekali Oppa . Mereka mengganguku  . Aku hanya ingin berkunjung ….”, rengek Fanny seperti kemarin. Siwon Oppa membantunya untuk berdiri , dia menepis beberapa debu yang menempel di baju Fanny .

” Miane Fanny , Yuri tidak sengaja melakukannya . “, ujarku akhirnya .

Fanny memandangku dengan penuh kebencian dari balik matanya yang bersimbah air mata , ” Jelas -jelas kau sengaja . Kau dan temanmu memang ingin menyakitiku . Kau membenciku . Kau berpura-pura lembut di depan Oppa . Aku membencimu ..aku membencimu orang sepertimu … Kau wanita bus…”,

PLAK … Suara tamparan itu membuat Fanny terbungkam . Bukan , bukan hanya Fanny yang tercengang , semua mata yang memandang tidak pernah menyangka kejadian seperti itu akan terjadi . Aku menoleh pada Yuri yang menutup mulutnya dengan sebelah tangan karena tak menyangka Siwon akan melakukan tindakan seperti itu .

” Oppa ……”, rintih Fanny tak sengaja , dia masih terkejut dengan tamparan Siwon .

” Sudah cukup . Hentikan Fanny ! Sekarang minta maaf kepada Yuri dan Sooyoung !”, mulut Fanny bergetar , sepertinya air mata akan semakin berderai dari matanya .

Fanny memandangku . Bukan dengan tatapan keji seperti tadi , bukan juga tatapan benci . Tatapan ini membuatku merasa bersalah padanya , dia benar-benar telihat sedih . ” Miane ….”, ujarnya lirih dengan bibir bergetar .

Aku menganguk perlahan. Siwon menggandeng tangan Fanny menjauh dari keruman . Aku mencoba mencari petunjuk di matanya , tapi Siwon Oppa menghindari bertatap muka denganku . ” Tunggu . “, aku sudah tak tahan dengan situasi yang mnggantung ini , sebaiknya aku yang memulai segalanya .

” Jaga kekasihmu dengan baik . Jangan sampai dia salah paham lagi soal hubungan kita . ” , aku mencoba tersenyum. Aku tahu ini adalah senyuman paling kaku sepanjang hidupku . ” Hubungan kita sudah berakhir . Bukankah begitu , Oppa ?”,

Siwon memandangku dengan tatapan sedih . Sebelum dia menagguk lemas . Aku melihat tanganya menggengam Fanny lebih erat . ” Selamat tinggal . “, ujarnya sebelum berlalu bersama Fanny . Aku menorehkan senyum sendu di wajahku memandangnya semakin jauh hingga tak terjangkau lagi oleh pengelihatanku .

***********************
-TBC-

[ FF ] [SOOWON VER] Baby Don’t Cry -Chapter 3-

Title              : Baby Don’t Cry 

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun

Other Cast    :Hwang Tifanny –> Tifanny ,Seohyun SNSD , Super Generation

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family

Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

 

Chapter -3-

Author POV –

Rintik hujan membasahi kawasan SAS . Banyak mahasiswa SAS memilih untuk tetap tinggal di dalam kelas atau auditorium hingga hujan reda . Beberapa diantara mereka memilih untuk menerjang hujan dengan mengambil resiko menjadi basah kuyup .

 Sooyoung yang saat itu masih bekerja di sebuah toko peralatan olah raga merasa dikejar waktu . Dipikulnya Cello-nya yang berat menembus hujan yang semakin deras itu . ” Ottoke,,,, aishhh … kenapa hariku selalu berakhir berantakan . Sooyoung terus berlari menuju arah mobilnya diparkirkan .

 ” Sedikit lagi , sedikit lagi . “, Sooyoung melompati kubangan air yang ada di hadapanya . Tapi dia terpeleset oleh rumput basah . Dia berguling ke kanan . Cellonya menimbulkan suara berdebam kencang . ” Cello-ah ……” , Sooyoung mencoba berdiri . Tetapi kakinya terkilir . “Ya Tuhan , kenapa kakiku sakit sekali. “

 Sooyoung menyapukan pandangan kesekelilingnya . Mencoba mencari bantuan ditengah hujan deras. ” Bagaimana ini , tak ada orang sama sekali . Tolonggggg Tolonggggg …. “, Sooyoung menjerit sejadi-jadinya , tapi suaranya diredam oleh derasnya suara hujan . ” Eomma ..Appa …Unnie ….. apa aku akan mati kedinginan di sini . Tolong aku . “, Sooyoung merasa putus asa setelah menjerit hingga pita suaranya hampir putus . Jarak tempat parkir dan gedung utama memang dipisahkan oleh hutan tiruan yang lumayan luas . Sehingga kecil kemungkinan mahasiswa SAS yang masih berlindung di dalam kelas mendengar jeritan Sooyoung .

 ” Unnie …Appa …Eomma ….. “, Sooyoung merebahkan dirinya yang sudah hampir membeku . Dua jam dia terpaku di bawah hujan . Kakinya mulai terasa mati rasa . Dia tak bergerak sesentipun dari posisi jatuhnya . Sooyoung melirik ke arah Cellonya yang masih tergeletak tergenang air . ” Cello-ah , aku tak mungkin mati konyol di sini bukan?” , Sooyoung merasa bodoh karena mengharapkan jawaban menghibur dari benda mati .

” Ottoke , perutku sakit sekali . “, bibir Sooyoung sudah sepucat mayat . Perutnya juga sudah mengejag kaku karena kedinginan . ” Tuhan ..kirimkan aku seseorang …. “, baitin Sooyoung dalam hati .

 ” Apa yang kau lakukan di sini?”, suara bariton dari namja asing  itu membuat Sooyoung bergidik ngeri .

 ***************************************

Sooyoung POV –

Perutku sudah mengejang kaku . Keputusasaan menggerogoti kesadaranku yang masih tersisa . Aku mencoba meminta tolong untuk yang terakhir kalinya , tapi tenggorokanku tercekat tak bersuara . Tuhan jika ini akhir hidupku aku mohon akhiri dengan mudah .

” Apa yang kau lakukan di sini ?”,

” Ottoke , Tuhan kenapa kau mengirim malaikat maut secepat itu . “, kesadaranku yang tak banyak tersisa menyebabkan aku berdelusi . Lelaki itu berjongkok di hadapanku . Mataku yang buram terkena air hujan menangkap sosok yang sempurna di hadapanku . Tak mungkin ada manusia hidup yang bisa setampan itu . Dia pasti malaikat maut yang akan mengambil nyawaku .

 ” Apa kau malaikat yang diperintahkan Tuhan untuk mengambil nyawaku ?”,

 Namja di hadapanku terbelalak kaget sesaat sebelum dia terbahak . ” Apa yang kau bicarakan . Apa kau baik-baik saja ?”,

 ” Tidak . Kau tidak mungkin manusia . Manusia tak setampan dirimu . “

 Namja itu sekali lagi mengagap lucu perkataanku . ” Terimakasih atas pujianya . Tapi sepertinya aku harus membawamu …. “

 ” Jangan-jangan bawa aku ke akhirat . Aku masih ingin hidup …. “,

 Kali ini dia benar-benar tertawa terbahak . Hingga keluar air mata . Aku baru sadar kalau hujan sudah reda . Tapi kenapa kakiku masih merasakan rintikan hujan ? . Aku menengadah sedikit sebelum tahu namja itu membawa payung dan meletakkanya di atas kepalaku .

 ” Tunggu ….jadi kau benar-benar manusia ?”, harapan mulai muncul di dalam diriku .

 Namja itu mengaguk mantab . ” Kau pasti sudah terlalu lama duduk di bawah hujan . Apa kau terkilir ?”,

 Secara spontan aku memeluk namja asing itu . Aku menais meraung . ” Tuhan terimakasih ..kau mendengar doaku . Huwaaaa . “, 

 Namja itu membiarkan aku melepas pelukanku , dia memandangku dengan tatapan yang lembut . ” Maaf aku membuatmu basah . Aku hanya terlalu bahagia akhirnya ada yang menolongku . “, 

 ” Gwencana . Sekarang biarkan aku menolongmu . Bolehkah aku menggendongmu ? “, namja itu meminta izinku  . Aku mengagguk terlalu cepat , sehingga membuat namja itu melayangkan senyum lembutnya lagi . ” Apa kau membawa mobil ?”, Tanyanya saat kami menuju ke arah parkiran . 

 ” Ya  . Baris kedua di deretan D . Maaf , tapi Cello-ku masih tertinggal . “, 

 Namja itu mengagguk . ” Biar aku membawamu ke mobil terlebih dahulu . Setelah itu aku akan mengambil Cellomu . ” , 

 Menit berikutnya Sooyoung sudah sampai di mobilnya . Namja itu menempatkan Sooyoung di kursi belakang . ” Tunggu sebentar . Aku segera kembali . “, 

 Aku hanya bisa mengagguk . Beginikah rasanya punya lelaki di sampingmu ?. Kau bahkan tak perluh bersikap sok madiri , karena dia akan melayanimu dan memperlakukanmu dengan lembut .  Beruntung sekali wanita yang memiliki namja itu . 

 ” Maaf , apa kau menuggu lama ? “, namja itu kembali membawakan Celloku yang basah kuyup . Aku menggeleng lembut . 

 ” Gumawo . “, aku melihat baju bermerk namja itu basah dan dikotori lumpur . ” Mian , aku merepotkanmu . Aku akan menggantinya . “, ujarku merujuk pada kemejanya yang rusak . 

 Namja itu menepis permintaanku dengan senyumnya yang lembut . ” Sekarang izinkan aku mengantarkanmu pulang . “, 

 Aku baru sadar aku belum tahu namja itu . Dia mengemudikan mobilku dengan tenang . Tatapanya terkosentrasi di depan . Aku merasa sedikit canggung untuk memulai pembicaraan . 

 ” Boleh aku tahu namamu ?”, 

 Senyum lebar terkembang di wajahku . Kenapa aku merasa dia bisa membaca pikiranku .” Sooyoung . Namaku Sooyoung . Choi Sooyoung . “, 

 Lelaki itu menoleh ke arahku untuk seperkian detik . ” Aku rasa ini takdir Sooyoung . Namaku Choi Siwon . Kita memiliki marga yang sama . “
Aku merasa ini memang takdir . Aku sedikit berharap Siwon tak memiliki kekasih . Tapi itu hal yang tak mungkin . Namja sesempurna dirinya manamungkin tidak memiliki kekasih . Hal itu terjadi hanya jika dia homo . Tapi dari penampilan dan tingkahnya dia terlihat begitu gentelman dan jauh dari kesan homo. 

 ” Tuhan kenapa barang bagus di dunia ini selalu Sold Out lebih cepat . Aigoo …”, ujarku tampa sadar . Aku menoleh pada Siwon yang sedang menatapku dengan pandangan lucu . 

 

*****************************

Author POV-

Kenangan pertemuan pertamaku dengan Siwon menghambur keluar saat yeoja bernama Fanny ini berdiri di hadapanku.

 Aku tak tahu apa tujuannya memprovokasiku di daerah kekuasaanku . Dia bertampang lembut dan polos . Tapi dia bisa melakukan hal keji yang tak terduga .

 ” Apa sebenarnya tujuanmu kemari ?”, ujarku menahan amarah . Saat Siwon tak datang malam itu aku sudah tahu kemungkinan ini akan terjadi . Tapi aku benar-benar tak menyangka jika Siwon Oppa benar-benar memiliki wanita lain . Tunggu ? Wanita lain ? Aku atau Fanny sebenarnya yang wanita lain?.

 ” Aku memintamu untuk mejauhi Siwon Oppa , dia milikku .”,

 ” Ya ! Dasar wanita murahan . Beraninya kau berbicara seperti itu . Sooyoung adalah kekasih Siwon Oppa . Apa hakmu menyuruhnya menjauhi kekasihnya .”, omel Yuri . Aku menahanya untuk tak mengikuti emosinya .

 ” Apa sebenarnya yang dikatakan wanita ini . Mulutmu sungguh kasar . Aku tak tahu lelaki seperti apa yang akan bersamaya kelak , tapi aku turut prihatin untuknya . “, ujar Fanny dengan nada mencela . Suaranya yang lembut dan wajahnya yang polos membuat ucapanya semakin terdengar jahat .

 ” Berani sekali …”,

 ”Yuri !”, aku menahan Yuri untuk tidak menampar Tifanny .

 ” Aku rasa kau terlalu memboroskan tenagamu jika tujuanmu kemari hanya untuk itu . ” aku mencoba menahan semua omelan yang ingin aku muntahkan pada yeoja itu . Tapi aku merasa tak ada untungnya aku melakukan hal rendahan seperti itu . Tangisanku untuk Siwon sudah cukup , aku tak ingin menghancurkan martabatku hancur dengan meladeni provokasi Fanny . ” Ayo Yuri kita pergi . “, ajakku pada Yuri . Kami menuruni tangga kelas dan keluar dari kerumunan orang yang ingin tahu . Tapi Fanny yang mengejarku menahan tanganku dengan kasar .

” Apa kau tak punya malu ? Aku menyuruhmu untuk mejauhi Siwon . Dia tak menginginkamu . “, cerca Fanny . Matanya dipenuhi oleh amarah,  sesuatu yang tak pernah aku duga dia miliki.

” Fanny , aku mohon jangan permalukan dirimu sendiri dengan berbuat sesuatu yang tidak penting . Jika Siwon Oppa tak menginginkanku lagi dia bisa berbicara langsung padaku . Tapi , aku berterimakasih kau sudah mau repot-repot menyampaikan hal itu padaku . “,

Fanny memandangku dengan kebencian berlebih . Dia sepertinya tak suka dengan jawabanku . Tapi bukankah itu salahnya sendiri . ” Kau wanita mejijikkan !”, hujatnya . Tatapanya di wajahku beralih ke leherku . Ke arah kalung kristal pemberian Siwon Oppa . Matanya sedikit terbelalak tak percaya .” Dari mana kau mendapatkan kalung itu ?”,

Aku melindungi kalung itu dengan spontan . Aku merasa Fanny akan merebut kalung itu dari leherku .

” Kau mencurinya dariku . Kau mencuri kalung itu dariku .. itu milikku . Berikan padaku . “, teriak Fanny sebelum dia menyerangku dengan membabi buta .

Aku berusaha menghindar dari cakaranya tapi tak bisa , pipiku sudah tergores oleh kuku-kuku panjangnya . Aku tak ingin membalas Fanny karena dia terlihat begitu lemah . Pukulanku pasti akan meremukkan tulangnya . ” Apa yang kau lakukan , ini milikku …. “,

” Berikan itu …itu milikku … “, Fanny masih meneriakiku , kami bergulat di lantai , dia menindih tubuhku dengan tubuhnya . Yuri yang kebingungan mencoba mengangkat Fanny tapi tak bisa , Fanny menghentakkan Yuri hingga terjatuh . Aku memandang Yuri yang terlihat kesakitan karena sikunya terjatuh menahan tubuhnya . Yuri seorang Cellist tanganya adalah hal yang sangat berharga . Aku tak tahu tapi aku berusaha membuat Fanny menjauh dari tubuhku dengan kekuatan sekecil mungkin. Aku mendorongnya menjauh dari tubuhku .

“AWAS………”, Suara itu membuatku terkejut . Aku melihat Fanny terjatuh dari tangga yang cukup tinggi .

Aku terkejut mendapati Fanny terpekur di dasar tangga . Dia merintih kesakitan . Semua orang yang bergelombong menyaksikan pertengkaran kami sontak terdiam . ” Fanny ? Gwencana …”, aku menuruni tangga mencoba menolongnya , tapi langkahku didahului oleh seseorang yang bergerak dengan kecepatan kilat .

” Fanny ? Kau kenapa ? Apa kau terluka ?”, aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri . Mulanya aku tak ingin mempercayai pengelihatanku , tapi inilah kenyataan. Siwon dan Fanny . Aku tak pernah melihat wajah Siwon seperti itu selama kami bersama .

” Fanny …maafkan aku , aku tak sengaja . “, jelasku terbata . Siwon Oppa memandangku dengan tatapan yang dingin . Aku merasa jantungku berhenti berdetak . Tatapan itu benar-benar menusuk jiwaku .

” Oppa …wanita itu mendrongku . Dia wanita yang jahat …. “, rengek Tiffany di pelukan Siwon .

” Ya ! Kau dulu yang menyerang Sooyoung . “, teriak Yuri sebal dengan prilaku Fanny . Aku menahanya untuk tak berkata-kata hal yang tak penting lagi .

” Oppa bawa aku pergi dari sini .” , Siwon mengguk perlahan sebelum menggendong Fanny melewatiku . Dia bahkan tak memandangku . Aku tahu ini adalah akhir dari hubungan kami . Hatiku benar-benar sakit , lebih sakit daripada malam itu . Aku ingin sekali menangis tapi harga diriku yang tersisa menahanku untuk meraung di keramaian .

Kerumunan orang yang tadi melihat pertengkaranku dengan Fanny mulai menjauh pergi . Hanya tinggal aku dan Yuri . ” Bukankah kau ada janji dengan Minho ?”,

” Younggie ….. “, Yuri hendak memprotes . Aku memberinya tanda bahwa aku ingin sediri . Dengan berat hati Yuri meninggalkanku sendiri di tangga . Lututku seketika melemas . Aku tak bisa lagi menyangga tubuhku , hatiku benar – benar hancur berantakan . Setetes air mata mulai keluar membasahi pipiku . Aku berusaha untuk meredam kesedihanku dengan memukul-mukul dadaku yang sesak . ” Babo … babo…. BABO . “, makiku pada diri sendiri .

Hujan mulai mengucur dengan deras . Awan mendung menutupi sinar mentari yang bersinarcerah . Pertemuan kami dimulai dengan hujan dan perpisahan kami diakhiri dengan hujan . Semoga derasnya hujan turut menghapus rasa sakit hatiku . Selamat tinggal Siwon-shi .

” Kau membutuhkan ini ?”, tapi sepertinya ini barulah awal dari segalanya . Namja itu kembali dengan senyumnya .

*****************

 Kyuhyun POV-

 Kerumunan orang mulai pergi meninggalkan kekacauan yang detik tadi terjadi di sini . Aku memperhatikan Siwon Hyung yang membopong gadis cantik itu keluar dari gedung .  Seperinya aku sudah menyaksikan sesuatu yang seharusnya tak kulihat . Aku tak tahu sahabatku begitu hebat hingga menjadi perebutan yeoja-yeoja cantik di SAS .

 Aku melihat gadis Cello itu berdiri di tangga . Masih tak mau membalikkan wajahnya . Kawanya sepertinya membujuknya tapi dia menolaknya dan meminta waktu untuk sendiri . Aku masih tak beranjak dari tempatku ingin tahu apa yang akan dilakukan gadis Cello itu .

 Setelah kepergian kawannya ,gadis Cello itu tertunduk lemas di tangga . Aku melihat pundaknya yang berguncang . Dia mulai menangis . Aku tak benar-benar bisa melihatnya dari posisiku saat ini , tapi aku tahu dia sedang menangis . ” Babo..babo ..Babo …”, dia memukul-mukul dadanya dengan terus mengucapkan kata bodoh .

 Aku melangkahkan kakiku perlahan mendekati Sooyoung . Aku tak tahu kenapa seharian ini aku selalu melihatnya menangis . Aku menempatkan diriku tepat di sampingnya . ” Kau membutuhkan ini ?”, aku menawarkannya sapu tangan . Dia hanya memandangku dengan muka lucu penuh ingus . ” Wajahmu  sungguh berantakan . “,

 Sooyoung menyambar saputanganku untuk menutupi wajahnya . Aku duduk di sampingnya . Mendengarkan dia menangis . Sepertinya dia benar-benar terluka karena dia terus mencengkram liontin kalungnya dengan erat . Sekali lihat saja Kyuhyun tahu itu adalah kalung keberuntungan yang selalu dikenakan Siwon saat traineer dulu .

 ” Seseorang pernah berkata padaku , Don’t be ashamed to weep this right to grieve. Tears are only water, and flowers, trees, and fruit cannot grow without water. But there must be sunlight also. A wounded heart will heal in time, and when it does, the memory and love of our lost ones is sealed inside to comfort us.” # ini Quote dari Brian Jacques readers.

Kyuhyun menunggu reaksi Sooyoung . Punggung Sooyoung mulai berguncang lagi . Tapi ada yang berbeda kali ini , tangisanya terhenti . Aku sempat khawatir apa ini adalah tanda datangnya tangisan yang lebih haru. Tapi Sooyoung tidak menangis , dia sepertinya sedang menahan ….TAWA? . Benar saja detik berikutnya Sooyoung tertawa terbahak . ” Ya! Kenapa kau tertawa ? “, 

 ” Kau berkata dalam bahasa planet , bagaimana aku tak tertawa . Aku mendengarnya seperti rentetan makian dan umpatan .”, jelas Sooyoung yang masih terkekeh . Dia menghapus air matanya dengan saputangan pemberianku . ” Gumawo, kau telah mengucapkan mantera ajaibnya.”,

Aku masih tercengang dengan perubahan suasana ini . ” Bagaimana kau bisa tertawa seperti itu setelah kau menangis seperti bayi ?”,

Sooyoung mengernyitkan hidungnya untuk menahan ingusnya . Matanya yang masih sembab oleh air mata diwarnai dengan keceriaan yang membingungkanku . Kenapa wanita di hadapanya ini begitu dinamis . Dia seperti ombak yang tak bisa dibaca pergerakanya . Seohyun, perasaan apa ini ?.

” Aku bisa , buktinya aku bisa . “, Dia memandangku tepat di mata . ” Sepertinya kita berjodoh , takdir selalu membawamu padaku untuk mengehentikan tangisanku .Sepertinya kita harus beteman ?”, Sooyoung mengulurkan tanganya padaku . Aku tersenyum ke arahnya sebelum menyambut uluran tanganya .

” Aku nobatkan kau sebagai teman seumur hidupku . “, ujarnya dengan meniru nada seorang ratu , tanganya yang memegang liontin menepuk punggungku perlahan . ” Selasai . “, Dia tiba-tiba berdiri . ” Hah …. perutku lapar sekali setelah menangis . Hey Chinggu bagaimana kalo kita merayakan persahabatan kita dengan kau meneraktirku makan . ” ,ujar Sooyoung dengan mata berbinar .

Aku memandangnya dengan tatapan tak percaya . Aku tahu dia wanita yang menarik , tapi aku tak tahu dia semenarik ini . Seohyun , kau harus berhati-hati karena yeoja di hadapanku saat ini mulai menarik perhatianku .

**************************

Siwon POV –

 Aku mengantar Fanny hingga depan pintu kodominiumnya . Sebenarnya aku ingin sekali segera meninggalkan Fanny dan menemui Sooyoung untuk menjelaskan segala kekacauan ini . Tujuanku sejak awal mengunjungi SAS adalah menemui Sooyoung dan meminta maaf atas kejadian malam sebelumnya .

   ” Terimakasih, hari ini aku sangat bahagia.” ujar Tifanny dengan senyuman ceria terlukis di wajah cantiknya . “Kapan kita bisa bertemu lagi?”, lanjutnya dengan nada manja  .

 Mungkin hanya Fanny satu-satunya orang yang berbahagia dalam kekacauan ini . Sejujurnya aku sudah tak sanggup untuk berpura-pura senang dengan tindakanya yang kekanakan . Fanny membuatku merasa seperti laki-laki lemah yang tak bisa menyelesaikan urusannya sendiri dengan menemui Sooyoung seperti itu .   “Tidak tahu, mungkin aku tidak ada waktu , juga tidak punya tenaga lagi untuk bermain denganmu.”, sejujurnya ini adalah kata-kata terkasar yang pernah aku ucapkan pada Fanny .

 Fanny mengerutkan wajahnya , dia melakukan itu saat dia kesal akan sesuatu . ” Oh ! Aku hampir lupa . Bantu aku memakai ini, Oppa. “, Fanny menyerahkan kotak perhiasan yang didalamnya berisi kalung yang sama persis dengan kalung keberuntunganku . Dia bersikeras ingin memiliki kalung yang sama persis dengan kalung yang saat ini sudah menjadi milik Sooyoung itu.

 Aku menerima kotak itu dan mengambil kalung yang ada di dalamnya . Aku membuka pengaitnya sebelum  mengalungkanya ke leher Fanny . Entah kenapa aku ingin sekali segera berlari menemui Sooyoung saat ini . Tapi pengait itu tak juga terkancing , aku ingin sekali mengumpat sebelum sadar kalau Fanny ada di hadapanku .

 ” Pelan-pelan , Oppa  ! Semakin buru-buru semakin lama terkancing .”, ujar Fanny sarat akan makna . ” Apa kau terburu-buru karena ingin segera menemuinya ?”, aku tahu Fanny akan menanyakan hal itu .

 Aku tak menjawab pertanyaanya . Aku tak mau berbohong padanya . Tapi aku juga tak ingin menyakitinya dengan berkata jujur .

 ”Kau milikku Oppa . Terserah apa yang dipikirkan orang lain tentangku . Aku tak akan menyerahkanmu pada gadis lain . Bagaimana orang lain memakiku , mengataiku menyebalkan , aku akan mempertahankanmu di sisiku. ” ,

 “Sudah terpasang”, sahutku . Fanny memandang antusias ke arah kalung yang melingkari lehernya. “Masuklah  udara di luar sangat dingin !” , tukasku halus mencoba mengakhiri pertemuan kami.

 Fanny mengagguk perlahan . Dia memberiku sebuah kecupan ringan di bibir sebelum melangkahkan kakinya memasuki kodominiumnya . ” Good Night .”, untuk terakhir kalinya kami saling bertatapan aku hanya membalasnya dengan senyuman kecil .

 Aku tak tahu perasaan apa ini , tapi sepertinya ada beban yang terangkat dari pundakku saat melihat Fanny menutup pintunya . Aku terpaku sejenak di depan pintu Fanny sebelum melangkahkan kakiku memasuki lift . Ini sudah terlalu larut untuk menemui Sooyoung . Aku berharap besok Sooyoung masih mau menemuiku . Aku bahagia Fanny akhirnya menerima cintaku. Tapi segalanya menjadi salah karena saat ini aku masih terikat dengan Sooyoung . Aku tak tahu apa Sooyoung masih mengagap aku kekasihnya setelah kejadian siang tadi . Tapi tak ada salahnya mencoba.

*****************
Author POV –

Sooyoung sedang berdiri di balkon kamarnya . Dia mencoba mencerna segala kejadian yang menimpanya hari ini. Kesialan bertubi-tubi meghampirinya , tapi entah kenapa dia merasa sangat bersyukur pada Tuhan . Setidaknya setelah ini dia akan menjadi pribadi yang lebih kuat dari sebelumnya .

Walau hari ini Siwon menorehkan luka di hatinya , tapi Siwon juga pernah membuatnya bahagia . Sooyoung baru ingat dia pernah melihat Fanny di suatu tempat sebelumnya, ” Dimana aku pernah melihatnya ? , ” Sooyoung berusaha memutar memorinya ke belakang , dia ingat tak hanya sekali melihat wajah Fanny .” Lukisan itu ?”, Sooyoung mengingat Siwon memasang lukisan seorang wanita di ruang kerjanya di SA , Soyoung tak pernah mengira wanita yang ada dalam lukisa itu adalah sesorang yang dikenal Siwon di kehidupan nyata. “Kau benar-benar bodoh Sooyoung. Kenapa kau tak menyadarinya selama ini . “,

Suara hembusan angin membawa musik yang menenangkan hati Sooyoung . Samar-samar Sooyoung mendengar sebuah alunan lagu yang datang dari kamar Unnienya . Dia menajamkan pendengaran untuk memastikan alunan merdu itu . ” Un día llegaré con un disfraz, Te desalmaré ni cuenta te darás,Para entregarte el corazón, Despacio te iré amando más*…… ” , secara tak sadar Sooyoung ikut melantunkan lagu dari Andalusia itu .

* Terjemahan : Suatu hari aku kan datang , untuk melucuti hatimu tanpa kau sadari . Aku akan memberikan hatiku padamu ,perlahan aku akan semakin mencintaimu . Aku akan menjaga dirimu selalu dalam suka duka di siang dan malam ……. ( ini lagu enak banget loo reader , ini Adaya promosi , judulnya La Usurpadora :)

 Sooyoung merasa lagu itu tepat menggambarkan rasa cintanya pada Siwon saat ini . Ketenanganya dirusak oleh dering Ponsel yang ada di sakunya . Sooyoung melihat nama yang tertera di desktop ponselnya , matanya terbelalak untuk sesaat .   Sooyoung menghela nafas sebelum menerima panggilan itu .

 ” Yaboseyo”,suara namja itu membuat jantung Sooyoung berhenti berdetak.

********************************

Sooyooung POV –

 ” Yaboseyo . “, Ya Tuhan , ini benar-benar dia . Apa dia menelefonku untuk menyelesaikan masalah kami secara jelas? Apa dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan kami ? Aku tahu tindakan Siwon Oppa sudah menjurus ke hal itu , tapi aku masih tak siap dengan segalanya .

” Yaboseyo….”, aku menjawabnya dengan suara lirih . Aku tak tahu kenapa secara tiba-tiba pita suaraku melemah .

” Soo … apa aku menggangumu ?”, sepertinya bukan hanya aku yang merasa canggung dalam situasi ini.

” Anio . Kau tak menggaguku . “, aku menjawabnya sedikit ketus . Sedikit berlebihan memang, tapi hatiku sudah cukup kesal dan lelah?.

” Ah !”, hanya Ah ? Aku menunggunya melanjutkan ucapanya , tapi Siwon Oppa masih saja terdiam hingga 3 menit berlalu . Aku melirik ke arah jam dinding yang ada di kamarku , sudah pukul 11 .20 malam .

” Miane Shiwon-shi , tapi apa sebenarnya yang ingin kau bicarakan ?”, aku kembali melayangkan serangan ketus .Aku bisa mendengarkan dia tercekat saat aku memanggilnya Shiwon-shi . Andai saja Siwon Oppa tahu aku melakukan ini hanya untuk mempertahankan harga diriku . Andai saja dia tahu saat ini aku sedang mengepalkan tanganku untuk meredakan getaran sedih yang mulai merayapi hatiku . Andai dia tahu aku masih sangat mencintainya .

” Miane , Soo ..apa kau ada waktu besok ? “, tanyanya . Aku tahu dia tak akan memutuskanku melalui telefon , bagaimanapun Siwon adalah laki-laki yang punya etika . Tapi dengan menundanya hingga esok artinya aku tak akan bisa tidur lagi malam ini karena memikirkan banyak kemungkinan yang akan terjadi esok .

” Entahlah , aku belum memastikan jadwalku. ” , aku berbohong sedikit kali ini . Aku tak ingin dengan mudah mengiyakan permintaanya . Aku ingin melihatnya sedikit berusaha .

” Ehmmm ..maukah kau memberitahuku jika kau ada waktu ?”, Kena kau Siwon . Sebenarnya aku ingin tertawa , karena suara Siwon yang terdengar sedikit JENGKEL ? . Aku tak akan menyerah semudah itu , jika akhirnya aku yang akan menangis kehilanganya kenapa aku tak mempermainkan prinsipnya lebih lama lagi ?,

” Baik . Lihat saja besok . Apa hanya itu ? “, Ya Tuhan kenapa aku menikmati hal ini .

” Ne . Maaf menggangu, Soo . Selamat malam ?.”, Siwon Oppa menungguku menjawab selamat malam seperti biasanya , tapi entah kenapa aku sedang ingin membuatnya kesal . Aku menutup telefonya tanpa membalas ucapan Selamat malamnya . Aku tersenyum memandang Ponselku .

” Aku sangat keren . Kena kau Choi Siwon !. “, Aku mulai merebahkan diriku di atas tempat tidur, senyum kebanggan masih terkembang di wajahku . ” Beginikah rasanya balas dendam ? Pantas saja drama dengan tema balas dendam selalu mendapat rating tinggi . Ternyata rasanya senikmat ini .”,  Aku terdiam sejenak , mencoba mereka ulang percakapan kami lalu aku menyadari sesuatu yang FATAL? . ” OMO ! Apa benar dia menelefonku untuk mengakhiri hubungan? “, aku kembali terduduk di tempat tidur . ” Atau ……….” aku takut mengucapkannya , ” Dia ingin meminta maaf padaku ?”, semakin lama aku memikirnya semakin aku merasa bodoh . Sepertinya aku telah merusak satu-satunya kesempatan yang ada untuk kembali padanya.

” Andwaeeeeeeeeeeee ………………!!!!!!!!!!!”, jeritku membelah malam .

*******************

Jika ada orang yang mengatakan padamu kalau sahabatmu akan menangis bersama penderitaanmu maka TAMPAR orang itu ? Kenapa ? Tentu saja saat ini aku sedang menyaksikan bukti nyata kalau perkataan itu hanya bualan belaka .

Yuri sedang tertawa terpingkal di hadapanku . Menit yang lalu aku menceritakan kejadian semalam , insiden bodoh yang terjadi akibat terlalu banyak menonton drama bertema balas dendam . Sungguh hal seperti itu tak patut dicontoh dalam kehidupan . Kenapa? Alasanya sederhana , karena life isn’t movie .

Aku memandang Yuri dengan tatapan ingin membunuh , tapi yeoja itu tak juga menghentikan tawanya. ” Ya ! Kwon Yuri , kalau kau tak segera mengehentika tawamu , jangan salahkan aku jika aku membuatmu tak bisa tertawa lagi seumur hidup!”, ancamku , karena mulai malu orang-orang yang ada di caffetaria SAS mulai memperhatikan kami .

” Mian … tunggu tapi bagaimana kau bisa sebodoh itu Soo . hahahahahhaa …”, Yuri menyemburkan tawanya kembali . Aku hanya bisa menggaruk-garuk rambutku dengan sebal .

” Lalu ? Apa Siwon Oppa sudah menjelaskan bagaimana hubunganya dengan Fanny ?”, tanya Yuri setelah bisa menguasai dirinya .

Aku menggeleng sebal . ” Seperti yang ku bilang , kami tak bicara banyak . Mulanya aku berfikir mungkin aku tak akan ada harapan lagi dengannya , tapi setelah aku berfikir semalaman Siwon terdengar tulus waktu mengajak bertemu . Aku merasa sangat bodoh karena bersikap terlalu mendramatisir .”

” Aku rasa Siwon Oppa masih memiliki perasaan padamu . Lagi pula saat ini kau masih berstatus kekasihnya . Kau tak boleh menyerah Soo . Kau harus mempertahankannya , jika kau benar-benar menyukai Siwon Oppa pertahankan dia dengan segala cara . Jangan sampai kau memberi kesempatan pada wanita manja itu untuk berdekatan dengan Siwon . “, ujar Yuri dengan penuh kebencian pada Fanny . Aku melirik ke siku Yuri yang terbalut perban karena kekacauan kemarin .

Aku memikirkan Fanny , memikirkan bagaimana perasaanya , dan bagaimana jika aku berada di posisinya . ” Apa kau tidak merasa Fanny sangat manis ? Aku iri dengannya . “,

Yuri hampir tersedak minumannya . ” Soo ?? Apa kau gila ? Bagaimana kau bisa salut pada wanita bar-bar itu . “

” Walau sifatnya dikategorikan kelainan ,tapi bukankah itu juga sebuah keberanian ? . Aku tahu mungkin Siwon Oppa bisa direbut olehnya , tapi bukankah bagi Fanny aku yang merebut Siwon Oppa darinya ?”, Yuri terdiam . ” Aku melihat lukisan Fanny terpajang di ruangan kerja Siwon Oppa selama ini , mulanya aku mengira itu hanya wanita mana saja yang menjadi model lukisan . Aku tak tahu kalau Siwon Oppa begitu mencintai Fanny hingga memajang lukisanya di tempat dia paling sering menghabiskan waktu selain rumahnya .”

” Jadi maksudmu yang menjadi pihak ketiga antara mereka adalah KAU ? Choi Sooyoung , apa kau salah minum obat hari ini ?”,

Aku tak menjawab prtanyaan Yuri . Seperti ada ilham yang menghampiriku , aku seperti bisa memaklumi sikap Fanny , bisa membaca kenapa dia bertindak seperti itu . “Fanny mencintai Siwon Oppa , itu bukan salahnya . Bukankah Siwon Oppa juga mencintainya dengan sepenuh hati . Apa itu salah ?”,

Yuri tak tahu harus menyadarkanku dengan cara apa , akhirnya dia memutuskan untuk diam di tempatnya . Wajahnya tertekuk tak setuju . ” Kenapa kau jadi seperti ini ? Apa yang merasukimu . Kau harus mempertahankan Siwon , itu intinya . “

“Apa aku harus begitu ?”,

“Tentu saja . “,

” Tapi ..jika Siwon Oppa benar ingin pergi , walau aku menangis dan menahanya ,bukankah itu tak ada artinya bagi Oppa ? Lalu kenapa aku harus khawatir dan mempermalukan diri dihadapannya ?”.

Yuri ingin menjawab pernyataanku tetapi sesuatu menahannya . Pandangan Yuri beralih lurus melewatiku . “Berani sekali wanita itu menampakkan batang hidungnya di sini lagi !”, aku mengikuti pandangan Yuri dan benar saja Tifanny berdiri di sana dengan penampilan apiknya , senyum terkembang diwajahnya . Banyak namja mengerumuninya , semuanya menawarkan bantuan pada Fanny yang terlihat sedang mencari seseorang . Mencariku ?

Tanpa aku sadari Yuri sudah bergegas menuju Fanny . Aku dengan segera mengejar Yuri yang sepertinya sudah dikuasai amarah . ” Siapa yang menyuruhmu ke sini ?”,

” Yuri hentikan . “, bujukku .

Fanny ada di sana memandang kami dengan tatapannya yang menghina . ” Aku ingin menemui Sooyoung ? Apa tidak boleh . “, aku terkejut ternyata dugaanku benar .

” Apa yang membawamu kesini ? Aku sedang tidak ada mood untuk bertengkar . “, jawabku akhirnya .

Fanny memberikan senyum licik padaku . Dia menoleh ke leherku , ke arah kalung kristal itu LAGI ?, ” Aku hanya ingin bilang kalau aku tak akan khawatir lagi soal kedekatanmu dengan Siwon Oppa . Karena dia sudah berjanji akan segera menyingkirkanmu dari kehidupannya . “, ujarnya dengan nada yang lembut .Dia kemudian mengeluarkan sebuah kalung dari tas kecilnya , kalung kristal yang sama seperti yang diberikan Siwon Oppa padaku .

” Kau lihat ini buktinya . Tapi aku sudah tak membutuhkan kalung ini lagi . Kau bisa menyimpannya kalau mau . Sekarang aku lega karena ternyata kalung yang kau kenakan itu tak ada artinya bagi Siwon Oppa. “, ujar Fanny seraya menjatuhkan kalung kristal itu . Dia masih memasang senyum diwajahnya .

” Aku harap kejadian kemarin tak membuatmu besar kepala , aku ingin kau sadar satu hal Siwon Oppa tak pernah mencintaimu . “,

” Berani sekali wanita ini ….”, aku terkejut ternyata Yuri sudah menyerang Fanny , mereka bergulat di tanah . Saling mencakar dan menjambak rambut satu sama lain . Ya Tuhan kenapa segalanya selalu berakhir seperti ini . Aku berusaha memisahkan Yuri dan Fanny ,tapi tenaga dua orang yang saling membenci ini membuatku kwalahan .

” Hentikan Yuri , hentikan …aaaaaaaaaa.”, mataku tak sengaja terkena siku lancip Tifanny saat berusaha memisahkan mereka . ” Seseorang tolong aku …”, jeritku pada kerumunan yang hanya menyaksikan kekacauan ini .

” HENTIKAN !”,suara bariton yang tak asing itu membelah kerumunan , membuat keramaian ini menjadi keheningan . Aku sedang menghalangi Yuri melayangkan tinjunya pada Fanny saat Siwon datang . Dia mengamati keadaan di hadapanya , ada kerut tak setuju tergaris di wajahnya . Tatapan kami sempat bertemu sesaat , sampai kami mendengar Fanny menangis di tanah .

Aku menoleh ke arah Fanny yang sama berantakannya dengan Yuri . Dia kembali memasang wajah lemahnya . Aku mengernyit tak percya , bagaimana bisa dia menangis semudah itu .Siwon Oppa menghampirinya , sama seperti kemarin Siwon Oppa menanyakan keadaan Fanny . Aku sudah tahu akhir ceritanya akan sama seperti yang lalu . Sejujurnya aku merasa sedih melihat ini lagi . Harapan kecil yang tertanam di lubuk hatiku seakan sirnah melihat pemandangan di depanku.

” Sakit sekali Oppa . Mereka mengganguku  . Aku hanya ingin berkunjung ….”, rengek Fanny seperti kemarin. Siwon Oppa membantunya untuk berdiri , dia menepis beberapa debu yang menempel di baju Fanny .

” Miane Fanny , Yuri tidak sengaja melakukannya . “, ujarku akhirnya .

Fanny memandangku dengan penuh kebencian dari balik matanya yang bersimbah air mata , ” Jelas -jelas kau sengaja . Kau dan temanmu memang ingin menyakitiku . Kau membenciku . Kau berpura-pura lembut di depan Oppa . Aku membencimu ..aku membencimu orang sepertimu … Kau wanita bus…”,

PLAK … Suara tamparan itu membuat Fanny terbungkam . Bukan , bukan hanya Fanny yang tercengang , semua mata yang memandang tidak pernah menyangka kejadian seperti itu akan terjadi . Aku menoleh pada Yuri yang menutup mulutnya dengan sebelah tangan karena tak menyangka Siwon akan melakukan tindakan seperti itu .

” Oppa ……”, rintih Fanny tak sengaja , dia masih terkejut dengan tamparan Siwon .

” Sudah cukup . Hentikan Fanny ! Sekarang minta maaf kepada Yuri dan Sooyoung !”, mulut Fanny bergetar , sepertinya air mata akan semakin berderai dari matanya .

Fanny memandangku . Bukan dengan tatapan keji seperti tadi , bukan juga tatapan benci . Tatapan ini membuatku merasa bersalah padanya , dia benar-benar telihat sedih . ” Miane ….”, ujarnya lirih dengan bibir bergetar .

Aku menganguk perlahan. Aku mencoba mencari jawaban di wajah Siwon Oppa yang masih menatap Fanny dengan penuh PENYESALAN ? . Detikberikutnya di berbalik memunggui Fanny , ” Pergilah. Jangan pernah datang ke sini lagi . Anggap ini pertemuan terakhir kita .”, Siwon melangkah ke arahku perlahan . Aku masih bingung menatap ke arah Fanny yang mematung di hadapanku . Aku melihat kehancuran di matanya .

” Ayo kita pergi !”, Siwon oppa meraih tanganku perlahan . Aku tak sempat mengucapkan sepatah katapun saat dia menarikku menjauhi kerumunan orang . Aku mencoba mengikuti langkahnya . Aku merasakan tanganya yang sedingin es .” Berhenti !”,

Siwon Oppa menoleh ke arahku . Aku melihat matanya yang sedih dan tidak fokus . ” Oppa . Kenapa kau melakukannya ? Kau mencintainya ? Sekarang kau bergetar ketakutan karena kau menamparnya . Kau sedih karena kau mengucapkan sesuatu yang tak ingin kau katakan . Oppa lihat aku !”, Aku melihatnya , air mata yang pertama menitik dari mata Siwon Oppa yang selalu berbinar bahagia . Aku melihat air mata kesedihan itu .

” Kau mencintainya ….. kau mencintainya …..”, aku terus bergumam , hatiku sakit karena dia mencintai Fanny tapi melihatnya sedih semakin membuatku merasakan hujaman seribu pisau di dadaku . Aku mencoba melepaskan genggaman tanganya . Dia masih tak memberikan respon , sampai aku berbalik .

” Jangan pergi !” , ujarnya perlahan , dia memelukku dari belakang . Aku merasakan tangan dan tubuhnya bergetar . ” Jangan pergi ! Aku mohon jangan pergi .” , kami menangis bersama di bawah lindungan mendung , hujan gerimis mulai membasahi tubuh kami . Sepertinya langit turut menangis bersama kami . Tuhan masa depan seperti apa yang kau rencanakan untuk kami ?

********************************

Author POV –

Seorang namja sedang memperhatikan Sooyoung dan Siwon dari balik bayangan pohon . Dia matanya terlukis senyum kecewa . Tanganya mencengkram saputangan putih yang urung dia berikan kepada yeoja di hadapanya . “  Kau selalu menangis bersamanya ! “, ujarnya sebelum berbalik menjauh

**********************************

-TBC-

Alhamdulilah akhirnya selesai Chapter ini :) . Gimana chngu jelek ya ? Aneh ya ? Miane…. Mohon Kritik dan Saranya . Mian kalo banyak taypo bertebaran . HAPPY READING :*

Don’t be silent reader ya …. bye ….

***********************

 

 

 

[ FF ] Baby Don’t Cry -Chapter 2-

Title              : Baby Don’t Cry 

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun

Other Cast    :Hwang Tifanny –> Tifanny ,Super Generation , DBSK

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family

Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Chapter -2-

SMTown art School tampak lenggang sore ini  . Hanya beberapa kelas teater dan auditorium yang terdengaran berpenghuni.Suara alunan piano dari ruang musik beradu dengan suara hentakan tongkat dan kibasan pedang dari ruang laga , menjanjikan musik tersendiri bagi pengamat yang jeli .

Seorang Namja berpakaian rapi sedang duduk di atas kursi piano . Tanganya dengan penuh penghargaan mencoba menekan tuts-tuts piano di hadapanya . Senyum sedang terkembang di wajah tampanya .

“ Kyuhyun-ah ?”, Sapa seseorang dari balik punggungnya .

Kyuhyun menoleh ke arah lelaki yang memanggilnya , sontak wajahnya dihiasi dengan kebahagiaan bercampur kerinduan . “ Hyung . “

Sungmin membalas senyum dongsaenya , dia mendekatkan langkahnya ke arah Kyuhyun . “ Kapan kau kembali ? Kenapa kau tak memberitahuku .”  tanya Sungmin antusias .

“ Hari ini . Aku langsung berlari ke sini secepat kilat karena aku merindukanmu . “ , goda Kyuhyun .

Sungmin memutar bola matanya dengan jengah mendengar gurauan Kyuhyun yang tak pernah berubah ,“ Aiogoo ,,.“, Sungmin melihat jemari Kyuhyun yang ada di atas tuts piano . “ Kau masih suka bermain piano ?” ,

Kyuhyun mengaguk mengiyakan . “ Aku benar –benar merindukan piano ini .”, ujar Kyuhyun singkat namun penuh makna .

Tatapan Sungmin meletak melembut . Ditepuknya pundak dongsaeng kesayanganya itu dengan sayang . “ Tak ada luka yang tak tersembuhkan oleh waktu . Ini sudah empat tahun Kyu . “

Kyuhyun menjauhkan jemarinya dari piano . Dia berdiri membelakangi Sungmin, tak ingin Hyungnya tahu kesedihan yang masih tertanam di hatinya . “ Aku sudah mencobanya , Hyung . Selama di Amerika aku mencoba untuk melupakannya . Tapi sepertinya Tuhan masih ingin dia ada di hatiku . “

“ Apa kau sudah mengunjunginya ?”,

Kyuhyun berbalik menatap Sungmin dengan senyum tulus , tatapan jahilnya kembali lagi di matanya yang sedetik lalu terlihat sedih . “ Sudah ku bilang SMTown art school adalah tempat pertama yang kudatangi setelah aku menginjakkan kakiku di Korea . “

“ Berhentilah bercanda . Ayo aku ajak kau berkeliling , tempat ini sudah banyak berubah . Kau pasti ingin melihatnya . Kajja … “,

Kyuhyun mengikuti Sungmin menuju lorong penghubung gedung para traineer berada . Kyuhyun menyapukan pandanganya pada setiap sudut ruangan yang ada , SMTown art school memang sudah banyak berubah belakangan ini . “ Hyung apa itu ?”, tanya Kyuhyun saat dia melihat gedung bergaya Renaissance menjulang diantara gedung gedung yang lain .

“ Itu perpustakaan . Baru dibangun dua tahun yang lalu . Kau ingin ke sana?”,

Kyuhyun menggeleng perlahan . “ Mungkin lain kali . Aku masih ingin menikmati pemandangan kaki jenjang hobae –hobae kita . “, canda Kyuhyun .

Sungmin senang dongsaengnya tidak berubah sama sekali . Dia khawatir sejak kejadian itu Kyuhyun akan menjadi pemurung . Tapi sepertinya kekhawatian Sungmin tak beralasan . “ Kajja , ku tunjukkan padamu yang paling cantik . “

******************

Sooyoung sedang malas pergi ke sekolah hari ini . Manager tempatnya bekerja paruh waktu baru saja menelefon kalau Sooyoung tak perlu datang lagi ke tempat kerja . Sudah puluhan kali Sooyoung dipecat dari tempat kerjanya . Bukan karena Sooyoung pemalas , tapi karena Sooyoung sangat tak tahan dengan pelecehan. Dia cantik dengan tubuh ideal yang disukai laki-laki . Tak banyak orang tahu dia masih berumur 23 tahun saat dia mengenakan pakaian seragam pelayan . Bos di cafe –nya bekerja tak jarang melecehkanya dengan alasan ketidak sengajaan . Kemarin Sooyoung yang sedang tidak ingin diganggu karena masalah Siwon , membuat kegemparan di dapur cafetaria dengan memukulkan teflon yang masih panas ke muka pemilik cafe .

Mulanya Sooyoung merasa lega karena dia tak harus lagi menahan amarah dan kejengkelanya pada sang Bos . Dia sudah pasti di pecat hingga detik berikutnya dia teringat pada omelan Eommanya. Hal itu membuatnya mual untuk sesaat . “ Tuhan … kenapa kau tidak adil padaku …. “, jerit Sooyoung seraya mengacak-acak rambutnya .

Dia lupa saat ini dia sedang berada di tempat umum. “Omo .”, Sooyoung memasang senyum malunya ke arah orang –orang yang menatapnya dengan pandangan mengejek .

“ Aish , kenapa hidupku seperti ini . Dicampakan lelaki , dipecat dari pekerjaan , dilecehkan oleh orang , dan…….. Kyaaaaaaa!!! Aku lupa hari ini ada ujian ….”, Sooyoung dengan heboh menerobos kerumunan ramai jalanan Seoul dengan memikul Cello nya yang berat di pundaknya .

*************

 Kyuhyun POV –

Sungmin Hyung meninggalkan aku sendiri di depan gedung musik yang terletak bersebelahan dengan gedung perpustakaan . Aku memandag berkeliling , walau semua telah berubah ada satu hal yang tak pernah berubah dari tempat ini . Suasana alunan angin dan derit pepohonan yang ikut menyanyi bersama para siswa SAS , membuatku mengenang masa itu.

Mungkin Tuhan menghukumku atas tindakanku yang kurang terpuji di masa lalu , hingga aku tak pernah bisa melupakan dia . Senyuman yang selalu ada di anganku saat aku memejamkan mata . Suaranya yang lembut yang selalu terdengar bersama hembusan angin. Dan alunan piano yang selalu membuatku meneteskan air mata mengingat kebersamaan kami .

” Seohyun aku kembali ….. “,

Suara berisik dari celah gedung perpustakaan dan gedung musik menggangu telingaku . Ada sebuah Cello yang seperti sedang dianiaya oleh seseorang . Aku melangkahkan kakiku mendekati celah gelap itu . Ada seorang yeonja yang berpakaian serba hitam sedang mengesek senar Cello dengan kasar .

“Aaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,ottoke , Ya ! Cello-ah kenapa kau tak membantuku sama sekali . Kau senang kan Kang Sungsaemin memberiku nilai D lagi untuk tes kenaikan tingkat kali ini . Cello-ah ..kau mendengarku ….jawab aku ..kenapa kau diam saja .” , yeonja itu menbuatku sedikit bergidik ngeri sekaligus ingin tertawa terbahak . Dia berbicara dengan Cello-nya seolah -olah Cello itu akan menjawabnya . Sebenarnya aku tidak suka dengan tindakanya yang kasar pada alat musik .

Dang dang ……. Yeonja itu memukul bagian belakang Cello-nya dengan kasar . Aku ingin melangkah mendekat untuk menegurnya sampai aku melihat matanya merah dan air mata mengalir deras di pipinya . ” Aku bodoh sekali, aku bodoh sekali …kenapa aku percaya aku bisa berhasil .”

” Apa kau akan menyerah semudah itu ?”,

*********************************

Sooyoung POV-

” Apa kau akan meyerah semudah itu . “

Suara asing itu membuatku terperanja kaget hingga aku menjatuhkan Cello yang aku pegang .

Bang ….. Dentuman itu membuat namja di hadapanku memincingkan sebelah alisnya . ” Aku harap kau tak melakukanya dengan sengaja ?”,

” Ya! … ya! …Siapa kau ?” , karena terbiasa diikuti pengunti aku merasa waspada pada semua orang asing yang berusaha mendekatiku .

Namja itu berjongkok di depan Cello-ku dia mengangkatnya dengan hati – hati ,membersihkan debu yang menempel di fingerboard Cello-ku. ” Kau benar – benar musisi yang kasar . Seorang Celloist seharusnya memperlakukan Cello-nya sebagai kawan . “

Aku hanya terdiam melihat namja itu memetik senar Celloku dengan jemarinya . Aku berusaha melihat ke wajahnya yang tak begitu terlihat di balik topi NY nya . ” Kau tidak menyetelnya secara benar . Karena itulah suara yang dihasilkan sumbang .” , Namja itu memutar-mutar tuning pegs di Cello -ku .

” Apa yang kau lakukan ?”, aku mulai merasa dia bukan orang jahat . Dia memperlakukan Cello-ku seperti seorang lady. Lalu …dia melepas topinya . Ya Tuhan aku sedang berhadapan dengan seorang setan . Dia berwajah tampan dan kulitnya sepucat vampir . Hidungnya yang mancung berpadu dengan bibirnya yang melengkung indah . Aku tak tahu ada orang setampan itu di dunia ini . Duniaku hanya berpusat pada Siwon sehingga aku tak melihat yang lain.

“Apa rambutmu asli berwarna merah ?”, aku tak tahu apa yang merasukiku hingga aku berkata seperti itu . ” Omo maafkan aku . “, Namja itu hanya tersenyum kecil . Ya Tuhan dia bahkan lebih tampan ketika tersenyum .

” Aku tidak mewarnainya . Aku campuran . “, jawabnya dengan senyum geli . Bodoh aku merasa sangat malu .

” Ini cobalah . “, ujarnya seraya memberikan Cello-ku yang tadi dia perbaiki stelan string-nya .

” Gumawo . “, Namja itu mendadak tersenyum lebar mendengarku berbicara banmal . ” Wae?”,

” Tidak . Boleh aku tahu berapa umurmu ?”,

” Apa kau ingin menyindirku karena menggunakan banmal ?” ,

” Anio , aku tak masalah dengan hal itu . Ingat aku campuran ?”, dia memberi senyum yang sangat sexy . OMG kenapa aku tak bertemu dia dari dulu. Tapi aku sudah lelah mempermalukan diriku sendiri dengan berbuat bodoh untuk cinta .

” Apa menurutmu aku jelek ?” ,

” Apa ?”, namja asing itu terlihat terkejut bercampur geli .Ya Tuhan demi apa aku bertanya hal memalukan seperti ini . Mulutku memang harus diamankan karena sering berucap mendahuli pikiran.

” Mian …lupakan saja , aku memang sering berucap tanpa berfikir . “,

Namja itu alih-alih memandangku aneh dia malah terlihat TERTARIK ? Ya Tuhan tatapan itu tak mungkin salah lagi.

” Kau sungguh menarik . Aku Kyuhyun , angkatan 2005 , kelas Vokal . “

Aku melihat tanganya yang terulur padaku . Dan apa aku tak salah dengar dia menyebutku “MENARIK”?

” Aku ,,,Sooyoung , angkatan 2007 ,  Kelas Musik Klasik . ” ujarku menyambut uluran tanganya . Dia tersenyum ke arahku , ada aura jail tercemin dari tatapanya dan sebuah rasa Sedih?

  ” Siapa dia? Siapa yang mebuatmu sesedih itu ? “,kali ini Sooyoung harus menjahit mulutnya karena berkata sesuatu yang membuat Kyuhyun terbelalak kaget .

 Mati kau Choi Sooyoung .

********************

Author POV –

Yeoja itu berdiri membelakangi Kyuhyun . Tubuh semampainya dibalut gaun pitch cerah yang senada dengan kulit mulusnya . Rambutnya yang menjuntai melewati bahu terkibar dengan apik mengikuti buaian angin .

Seohyun sedang menyambut mentari pertama yang muncul setelah musim dingin berakhir .Kyuhyun hanya bisa memandangnya dengan kebahagiaan tersendiri . Seohyun terlihat seperti dewi musim semi dengan penampilan seperti itu . ” Apa kau begitu bahagia ? “, ujar Kyuhyun seraya melangkahkan kakinya keluar dari lindungan pohon .

” Oppa ?”, Seohyun menghentikan ritualnya untuk menyambut Kyuhyun . ” Kemarilah , aku akan menunjukkanmu sesuatu . “, ajak Seohyun seraya meraih tangan kanan Kyuhyun . ” Ikuti aku . ” , perintahnya kemudian merentangkan tanganya lebar – lebar untuk merasakan hembusan angin . ” Kajja . “, Kyuhyun hanya tersenyum lembut ke arahnya sebelum mengikuti intruksi Seohyun . ” Sekarang , pejamkan matamu dan tengadahkan wajahmu ke sinar mentari . ” ,

Kyuhyun kembali tersenyum . Ditatapnya wajah Seohyun dari samping . ” Kau terlihat lebih kurus ? “,

Seohyun membuka matanya . Wajahnya sedikit kesal karena Kyuhyun merusak ritualnya . ” Oppa , kenapa kau tak memejamkan wajahmu . “,

” Apa kau menjalani diet ?, “

Seohyun tak berani menatap wajah Kyuhyun . ” Anio .”, Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan Seohyun belakangan ini .

” Apa ada sesuatu yang sala , Seo ? Kenapa kau tak menceritakan padaku ?”,

” Gwencana , Oppa . Aku hanya sedikit lelah dengan persiapan konser tunggalku di Madison Garden . “ 

Kyuhyun tahu Seohyun berbohong . Tapi dia hanya tersenyum maklum . ” Jaga kesehatanmu . Aku tak ingin kau terlalu memaksakan diri . ” , ujar Kyuhyun seraya membelai rambut Seohyun . 

Seohyun menatap Kyuhyun dengan tatapan yang tak bisa diartikan . Kyuhyun merasa Seohyun sedang menyembunyikan sesuatu . Tapi dia tak ingin memaksakan Seohyun untuk menceritakan apa yang ingin disimpanya . 

” Kau sudah makan ?”,

Seohyun menggeleng lembut . ” Kalo begitu kita makan ?”, ajak Kyuhyun seraya mengandenga tangan Seohyun . 

” Oppa tunggu . “, ujar Seohyun menghentikan langkah mereka . ” Ada yang ingin ku bicarakan padamu . ” , mata jernih Seohyun terlihat begitu tertekan ,perlahan dia menepis genggaman Kyuhyun . ” Aku akan keluar dari SAS setelah konserku berakhir . ”

Kyuhyun tak tahu harus berkata apa . ” Apa kau berencana melanjutkan kuliah di bidang lain?”, 

Seohyun menggeleng pelan . ” Kau akan bergabung dengan sukarelawan di Somalia ?”, Kyuhyun bertanya , karena tahu Seohyun selalu bercita-cita ingin menjadi sukarelawan di Negara berkembang .

Seohyun terdiam sesaat sebelum berkata . “Aku sakit , Oppa . “

Kyuhyun merasa kebingungan sesaat . ” Apa kau ingin aku mengantarmu pulang ?”, 

Mata Seohyun sudah mulai berkaca-kaca . ” Aku sakit , Oppa . Aku sakit . “ 

Kyuhyun mencoba membaca pikiran Seohyun . ” Apa maksudmu Seo ? “. Kyuhyun tahu jawaban dari pertanyaanya akan membuatnya hancur . 

” Aku mengidap Leukimia , Oppa .”

 ” Katakan kau hanya bercanda Seo ? Kau tak mungkin … kau adalah gadis yang sehat .. kau kau masih begitu mudah . “, Kyuhyun merasa marah bercampur sedih dia benci tak dengan segala yang diluar jangkauan .

” Aku sudah menyerah dengan terapi setahun lalu Oppa . Aku tak ingin hidup seperti orang sakit . Dokter memintaku untuk hidup secara normal .”.

” Kenapa kau baru mengatakanya sekarang Seo . Kenapa kau tak menceritakan ini dari dulu ?”,

” Aku tak bisa , Oppa . Aku tak bisa mnceritakan kepada orang lain .”,

” Termasuk aku ?”, bentak Kyuhyun , merasa marah Seohyun mengangapnya hanya sebagai orang lain .

” Terutama padamu , Oppa . ” Seohyun mulai menangis . ” Aku sudah menyerah pada Tuhan . Aku tak punya alasan untuk marah pada Tuhan akan penyakitku  sampai aku bertemu denganmu . Aku merasa marah kenapa Tuhan begitu tak adil padaku , kenapa dia mengirimu setelah aku bisa menerima penyakit ini . Aku mencintaimu Oppa . Tapi sepertinya kita tak akan bisa bersama . “,

Kyuhyun mematung sendiri . Seohyun sudah pergi meninggalkanya . Perkataan Seohyun mengendap perlahan di fikiranya . Kyuhyun tak sadar air mata sudah menggenangi pipinya . Dia tak pernah menangis untuk apapun . Seohyun telah membuatnya merasakan banyak hal yang tak pernah dia rasakan dalam hidupnya , termasuk kesedihan ini .

*************

Kyuhyun berdiri di tempat yang sama seperti 4 tahun lalu . Musim yang sama , mentari yang sama , dan kepedihan yang sama . Kenangan itu kembali berkelebat di ingatan Kyuhyun . Dia tak suka orang lain bisa membaca ke dalam hatinya . Kyuhyun merasa sedikit terkejut Sooyoung yang baru pertama ditemuinya bisa tahu kesedihan yang disimpan Kyuhyun di dasar hatinya .

” Kyuhyun ?”, Suara seorang namja membuyarkan lamunan Kyuhyun . Dia menoleh pada lelaki yang memanggilnya .

” Siwon , Hyung . “, Kyuhyun gembira sekali , baru sehari kembali di Korea dia sudah diberi kesempatan bertemu dengan sahabat-sahabat terdekatnya . Setelah Sungmin kini Siwon .

” Bagaimana kabarmu ?”, tanya Siwon seraya memeluk dongsaengnya itu dengan rasa sayang .

” Baik . Apa yang kau lakukan di sini , Hyung ? Bukankah kau sudah bekerja menjadi President Direktur Shidaee Art ?”,

Siwon mengaguk mengiyakan . ” Ada orang yang ingin ku temui . Bagaimana denganmu apa yang mebawamu kemari ?”,

Kyuhyun menghela nafas , ” Aku merindukan tempat ini . “, jawab Kyu seraya menyapukan pandangan kesekelilingnya .

Siwon meandangya dengan prihatin . ” Apa kau sudah berkeliling ?”, tanya Siwon mengalihkan pembicaraan .

” Ne . Tapi aku belum makan . Maukah kau menteraktirku ? “, goda Kyuhyun yang disambut dengan gembira oleh Siwon .

*****************

Sooyoung POV –

Kelas sudah dimulai sejam yang lalu . Tapi Kang Sungsaemin belum juga memanggil namaku . Saat ini Yuri sedang memainkan quarter dari Mozart dengan sangat cemerlang . Dia memang anak kesayangan di kelas Cello . Aku mencoba mengamati partitur nada di hadapanku . Saat undian tadi aku mendapat gubahan ciptaan August Rush . Aku merasa khawatir karena jenis musik August Rush yang didominasi oleh jenis teknik Staccato yang mengandalkan permainan cepat dan akurat .

” Choi Sooyoung .”, aku terperanjat kaget saat suara Pak Kang memanggil namaku . Demi apapun di dunia ini . Semoga aku lulus di ujian kali ini . Aku bahkan tak sanggup membayangkan bagaimana nasibku jika kali ini aku juga tak lulus .

” Cello-ah , kau harus membantuku . Mari  bekerja bersama . “, ujarku dalam hati . Aku duduk di kursi yang selalu disebut oleh kawan-kawanku sebagai kursi panas . Aku mencoba menghela nafas sebelum aku menggesekkan bow-ku ke strings . Dan ….. semua terdiam .

Jejreettt ,,,jret ,jrettttttttt …# suara apa ya ini hahaha , anggap suara Cello .

Aku memandang Pak Kang dengan sebelah mata . Aku mebuat kesalahan besar di awal permainan . Keringatku sudah mengucur deras , aku tahu saat ini Pak Kang sedang memperhatikanku di balik kacamata bulan separonya .

Aku kembali mengulang nada C , kali ini lebih lembut . Karena kekuatanku adalah di teknik Legato ,aku mulai rileks di bagian ini . Walau ada miss di bagian perempat permainan tapi segalanya terkendali hingga akhir .

Aku baru sadar aku menahan nafas dari tadi . Semua yang ada di kelas bertepuk tangan . Aku mengusap peluh di dahiku dengan lega . Kali ini tinggal penilaian . Aku menunggu dan menunggu Pak Kang mencela permainanku yang berantakan . Tapi dia menatapku dengan tatapan LEMBUT ?

Ya Tuhan apa artinya kali ini aku akan Lulus . Pak kang mendekat ke arahku , dan menyunggingkan senyum di wajahnya . ” Selamat Nak , akhirnya kau lulus . “, Aku spontan langsung menjerit bahagia dan memeluk Pak Kang yang ada di hadapanku . Aku menebarkan senyuman terbahagia seumur hidupku , seakan kemarin aku tak dipecat dari pekerjaanku , seakan Siwon tak mencampakankua, segalanya seperti indah di mataku sampai Pak Kang melanjutkan . ” Setelah kau mengambil kelas ini lagi tahun depan . “,

” Maaf?”, Semua kebahagiaan itu seakan terpaus dan diputar ke belakang . “Tunggu , apa maksud perkataan bapak ?” .

” Bagaimana kau bisa menyebut dirimu Cellis kalo kau bahkan takmampu memberikan jiwamu pada permainanmu . Teknik dan caramu memainkan gubahan itu memang sudah cukup bagus , tapi kau memainkanya tanpa perasaan sedikitpun . Apa sebenarnya tujuanmu memilih menjadi Cellis Nona Choi ? . Seseorang tak dikatakan musisi hanya dengan teknik permainanya yang bagus . Kau patut tidak lulus sampai kau mampu menyatukan permainanmu dengan jiwamu . “

Aku ternganga di depan kelas . Aku hampir menangis mendengar ucapan dari Pak Kang . Aku merasa malu sekaligus sadar , bahwa aku memang bersalah . Aku tak benar-benar ingin menjadi Cellis . Aku bermain dengan setengah hati .

” Musik yang mengalun dari Cello mahalmu itu seperti tubuh kosong yang tak memiliki jiwa . Kau harus belajar lebih banyak lagi . “,

Aku mengagguk perlahan . Harga diriku yang tersisa memberiku kekuatan untuk kembali ke bangkuku dan melanjutkan kelas hingga satu jam ke depan .

*** *********

Author POV-

Yuri menghampiri Sooyoung di bangkunya . Dia merasa prihatin akan keadaan Sahabatnya yang masih schok dengan komentar pedas  Pak Kang . ” Gwencana ? “, sapa Yuri menepuk pundak Sooyoung dengan lembut . ” Tahun depan kau pasti lulus .”, hibur Yuri yang membuat Sooyoung semakin menderita .

” Aku memang bersalah Yul . Aku tak memainkanya dengan sepenuh hati . Aku hanya terkejut Pak Kang mengatakanya di depanku . “,

” Kau sudah cukup baik tadi . Kau hanya perluh belajar tentang menyatukan teknikmu dengan jiwamu . Aku akan membantumu , “

Sooyoung menatap sahabatnya itu dengan penuh rasa trimakasih . ” Apa kau tak lapar ?”,

Yuri yang tadi merasa iba pada Sooyoung langsung mengubah wajahnya masam . ” Ya ! Jangan bilang kau ingin aku meneraktirmu lagi. “

Sooyoung hanya mengagguk -angguk dengan polos . ” JANGAN HARAP!”, tegas Yuri kesal . ” Kau makan seperti monster . Kau bahkan menghabiskan jatah uang sakuku selama sebulan . Cukup sekali aku tertipu olehmu . ” , omel Yuri . Sooyoung merasa tersinggung dengan perkataan Yuri .

” Apa kau kira aku tak bisa membayar makananku sendiri ? Aku juga bisa menteraktirmu . “,

” Ck, ck,ck,ck Choi Sooyoung . Apa kau lupa kau selalu berkata seperti itu di awal . Kemudian pada akhirnya apa? Aku yang membayar semua makananmu . Sudahlan aku mau makan bersama tapi jika kau berjanji akan membayar sendiri makananmu  .”,

Sooyoung masih kesal dengan penghinaan sahabatnya , tapi memang benar selama ini Yuri sudah sangat baik padanya .

” Baiklah , Kajja. “

” Apa kau yang bernama Choi Sooyoung ?”, ujar seorang Yeoja yang mengenakan pakaian mewah . Yuri dan Sooyoung menoleh bersama ke arah yeoja cantik itu. Sekali lirikan saja mereka sudah tahu dia bukan mahasiswa SAS . Dia terlalu berkelas untuk ukuran mahasiswa traineer .

Sooyoung mengamati wajah yeoja asing itu . Sepertinya dia pernah bertemu dengan yeoja ini , tapi Sooyoung lupa kapan dan dimana tepatnya .”

” Maaf , apa aku mengenalmu ?”,

Yeoja itu tersenyum tipis , jenis senyum yang dipaksakan , ” Aku Tifanny . Hwang Stefanny , kekasih Choi Siwon .”,

Yuri membelalak kaget ke arah yeoja itu kemudian menatap Sooyoung yang memperlihatkan ekspresi tak terbaca. ” Younggi , apa yang sebenarnya terjadi ?”,

” Permainan baru di mulai Yuri . Bersiaplah .”

****************

– TBC –

FYI : Yang bercetak Miring itu Flashback yaaaa …..

[ FF ] Baby Don’t Cry – Chapter 1-

Annyeonghaseyo ….

Perkenalkan Adaya author baru di sini . Salam kenal semua reader tercinta . Ini Adaya mau Post FF yang udah Adaya terbitkan di blog Adaya . Mohon kritik dan sarannya ya ..karena masih Newbie :p mohon maklumi kalo jelek . Ok Let’s Rock

Title : Baby Don’t Cry

Author : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun

Other Cast :

Hwang Tifanny –> Tifanny
U Know Yunho DBSK — > Yunho
Super Generation

Type : Chapter

Genre : Romance, Friendship, Family

Rating : PG-17 ( All reader who Open mind )

Chapter -1-

Sooyoung melihat jam tangannya untuk yang kesekian kali . Ini sudah lewat tiga jam dari waktu yang mereka sepakati . Siwon bukan orang yang melanggar janji . Pasti ada hal penting yang terjadi hingga dia seterlambat ini .

Pandangan Sooyoung menyapu jalanan yang ramai akan muda mudi yang hilir mudik . Mereka terlihat bahagia . Sejam yang lalu , salju mulai turun . Udara semakin dingin tapi Sooyoung tak mau beranjak dari tempatnya . Harapan yang ada di hatinya menghangatkan tubuhnya . Dia bahkan tak mengenakan jaket tebal , tapi baginya hanya dengan membayangkan kedatangan Siwon semuanya menjadi terasa baik baik saja .

“ Dia pasti datang . “, batinnya meyakinkan diri sendiri.

*******

“ Aku mencintaimu , Siwon-shi . Jangan pergi.” , isak Tifanny . Dia tak ingin kehilangan Siwon , dia tak ingin Siwon pergi darinya . “ Aku mencintaimu …” , Air mata Fanny menggenang di pelupuk matanya . Dia hampir gila karena putus asa .

Siwon mematung ditempatnya . Hanya kurang tiga langkah dia menjangkau pintu , tapi perkataan Tifany membuatnya terhenti . Dia masih tak berani melihat Fanny , walau tahu gadis itu sekarang pasti sedang mengis . Dia takut jika dia memalingkan dirinya dia tak akan pernah bisa mundur lagi . Dia tahu ini tidak benar . Sebentar lagi Fanny akan menikahi sahabatnya . Dia tak boleh goyah , dia juga sudah berjanji pada Sooyoung .

“ Ku mohon jangan pergi ….”, pinta Fanny memelas . Siwon mulai bimbang mendengar suara Fanny yang gemetar . Dia mengengam tanganya dengan erat , seperti dia berusaha mengontrol kewarasannya . Siwon tak tahu harus berbuat apa dia ingin sekali menyambut Fanny dan memeluknya dengan erat , tapi sisi jiwanya yang masih waras menyuruhnya untuk menjauh .

“ Yunho meninggalkanku …..aku hanya memilikimu saat ini Oppa , aku mohon tetaplah di sisiku.”, sontak perkataan Fanny menghancurkan semua kendali diri yang dimiliki Siwon . Dia berpaling pada Fanny , melangkah perlahan ke arah Fanny . Dihapunya air mata yang mengalir di pipi Fanny,

“ Berhentilah menngis , aku tak akan pernah meninggalkanmu . “ , ujar Siwon seraya merengkuh Fanny dalam pelukannya . Dia tak akan pernah rau lagi saat ini , walau dia akan menyakiti banyak hati , tapi cukup dirinya mengorbankan cintanya untuk kebahagiaan orang lain . “ Mihane , Sooyoung”, ujarnya dalam hati.

*********

Senyum Sooyoung mulai hilang dari bibirnya . Keputusasaan mulai merayapi hatinya . Dia sudah berdiri menunggu 7 jam , namun Siwon tak juga datang . Sooyoung mencoba untuk kesekian kalinya menghubungi ponsel Siwon , “ Maaf telefon yang handa hubungi untuk sementara tidak dapat dihubungi , silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi Bip. “ . Sooyoung menutup panggilannya . Air mata sudah mulai menggenang di pelupuk matanya .*

Siwon tak juga beranjak dari tempatnya . Matahari sudah menyingsing dari persembunyianya . Semalaman dia menemani Tifanny hingga dia tertidur . Fanny tak ingin ditinggal sendiri . Dia tertidur dengan menggengam tangan Siwon .

Siwon melirik jam dinding , sudah pukul 6 pagi . Perlahan Siwon melepaskan genggaman Fanny . Dilihatnya sekali lagi wajah Fanny yang tertidur . Dia sungguh bahagia , akhirnya cintanya pada Fanny terbalas . “ Aku harus pulang , nanti kita bertemu lagi . “, bisaiknya di telinga Fanny yang membuat Fanny mengerjapkan matanya . Pandangan mereka bertemu , keduanya tersenyum senang . “ Hati hati di jalan Oppa , maaf membuatmu terjaga semalaman.”, ujar Fanny yang masih mengantuk .

Siwon tersenyum lembut , kemudian dilayangkan kecupan manis di dahi Fanny . “ Tidurlah , ini masih sangat pagi . “, Fanny mengagguk lemas , kemuduan jatuh kembali dalam lelap . Perlahan Siwon mengemasi barang – barangnya . Dia meihat ponselnya yang semalaman tak disentuhnya sama sekali . Dia membuka beberapa pesan yang masuk . Siwon terhenyak melihat nama Sooyoung di dafar inboxnya .Siwon melirik ke arah Fanny yang terlelap , kemudian beranjak keluar meninggalkan kodominium Fanny . “ Apa Sooyoung menunggunya semalaman . Dia mengirim pesan pukul 1 malam . Mereka janji bertemu pukul 7 . Tuhan , semoga aku salah kali ini , dia tak mungkin menunggu selam itu . “, batin Siwon seraya membanting setir menuju rumahnya .

**********

Sooyoung menangis seharian . Matanya sudah sebesar bola pimpong . Dia benar benar terlihat jelek dan berantakan . Perutnya hampir tak dikenali lagi karena menghabiskan kue berdiameter 30 cm sendirian . Badanya terasa tak karuan karena terlalu lama berdiri di bawah salju . Terlebih lagi hatinya sudah hancur berkeping –keping . Eommanya terus terusan menguliahinya tentang jam malam , hal itu membuat Sooyoung semakin hancur .

Dia tak beranjak dari sofa kamar semalaman . Dia tak mengganti bajunya yang basah terkena salju yang mencair . Pantyhousnya sebau kotoran anjing . Dia menunggu Siwon semalaman , menunggunya menelefonya meminta maaf , atau setidaknya sebaris pesan penyesalan karena membiarkannya menunggu dengan harapan kosong . Hingga pukul 7 pagi tak ada tanda-tanda Siwon akan mengirim pesan , hal itu semakin menghancurkan hati Sooyoung . Mulanya dia khawatir sesuatu terjadi pada Siwon , tapi kekahwatiran itu terhapus oleh kemarahan yang berlanjut kesedihan .

“ Younggiiiiiiiiiiiiiiiiiii………….. ”, Sooyoung menutup telinganya dengan kedua telapak tanganya . Demi Tuhan ini masih terlalu pagi untuk Eommanya memeriakinya sekuat itu . Ommanya melihat berkeliling , amarahnya kembali tersulut melihat keadaan kamar Sooyoung yang berantakan . “ Ya ! Kenapa kau tak pernah mendengar nasehatku, kamarmu ….ya Tuhan kau itu seorang gadis ….”

“ Omma!” , potong Sooyoung , air matanya mengalir semakin deras . “ Aku mohon tinggalkan aku sendiri , nanti …nati kau bisa memarahiku sepuas hati . Huwaaaaaa”, Sooyoung menangis meraung membuat Eommanya kalang kabut .

“ Ya ,,,,ya ,,,diam ini masih pagi , kecilkan suaramu . “, bujuk Emmanya .

Sooyoung menangis semakin kencang . Dia tak peduli semua orang mendengarnya menangis , Dia tak peduli semua tetangganya mengiranya gila.

“ Anak bodoh …aku bilang diam .”, gertak Eommanya seraya memukul kepala Sooyoung . “ Kenapa anak ini …”, gerutu Eomma Sooyoung yang melihat Sooyoung semakin menjadi .

“ Tinggalkan aku sendiri Eomma . Aku menginginkan privasi . Sesuatu yang tak pernah kumiliki selama 23 tahun ini . “,

“ Anak Bodoh ,,,, aku bilang kecilkan suaramu . “ teriak Nyonya Choi . “ Lagi pula hal apa yang membuatmu menangis seperti orang gila ….bau apa ini ?”, Nyonya Choi mengendus sekitarnya mencoba mendeteksi sumber bau hangus yang menggangu indra penciumanya . “ Oh Tuhan …. aku lupa masakanku !”, teriaknya secara berlebihan kemudian terbirit menuju lantai bawah meninggalkan Sooyoung sendiri dalam tangisan .

“ Tuhan kenapa kau menempatkan aku diantara orang – orang konyol seperti keluargaku . Huwaaaaaaa . “

***************

TBC –

Mihane ya kalau jelek :) dan banyak typo bertebaran. Maaf baru pertama bikin FF ….

Mohon kritik dan sarannya ya … Don’t be silent reader ….