[TEASER] Someone Watching Over Me – NOY Sequel Kyuyoung Ver-

Anyeong reader yang budiman. Adaya mau ngasih nih Sequel soal Kyuhyun dalam NOY. Karena gak etis kayaknya kalo di upload di SAC. Akan ada dua part panjang. Dan ini merupakan rangkaian runtut dari cerita Kyuhyun dan Diarynya dalam NOY. Semntara saya ingatkan lagi di awal awal beberapa kutipan yang ada di NOY sebagai teaser, sebelum kita menuju ke Full Ver 🙂 .

ppp

” Kenapa Kyuhyun memilih untuk mengakhiri hidupnya?”

“Karena dia ingin hidup di dalam hati Sooyoung selamannya.”

**************

Semua orang berkata hal yang sama. Ketika sesuatu yang buruk terjadi, setiap orang selalu berkata agar kita melupakannya. Tapi, Aku tak berfikir bahwa aku mampu melupakan hal itu dengan mudah. Mungkin kau akan mampu berpura-pura seolah tak pernah ada yang terjadi, tapi aku tak yakin bahwa kita benar-benar bisa sepenuhnya melupakan segalanya. – Kyuhyun ( Dikutip dari Mars by Fuyumi Soryo )

*************

Mungkin tak akan pernah ada sesorang pun yang tahu dan mengerti perasaan kasih yang kumiliki untuk Sooyoung. Seperti ada jiwa jahat yang tumbuh dan memakan kewarasanku tiap detiknya, tapi gadis itu mampu menjadi cahaya dan kehangatan. Tangan lembut yang menenangkan dan senyum tulus yang membuat aku terjaga dalam tidur tanpa ganguan mimpi. Jika bisa mencintainya aku akan memilikinya sepenuhnya, selamanya, seutuhnya. Tapi aku tak akan pernah bisa melakukannya. Hanya satu cara agar aku selalu bersamanya selamanya. Dalam hatinya. Kematian. – Kyuhyun

**************

Apa yang membuat dunia berputar begitu perlahan ketika aku bersamanya, suara mendayu dan khas wanita yang membawa aroma bunga lavender dalam tiap geraknya. Sooyoung, bagaimana kau bisa menjangkau seluruh pertahanan diriku. Kau membuatku merasa begitu bersalah karena tak mampu memilikimu. Tapi iblis jahat yang mengintip dalam diriku selalu ingin memilikimu hanya untukku sendiri, selamanya…… -Kyuhyun.

*************

” Aku akan menikah, Oppa.”

“Benarkah?”

“Ya. Seperti katamu aku akan menikah dan bahagia.”

Mungkin ini saatnya, saatnya untuk aku pergi selamanya.

****************

” Hai nak? Kau masih mengingatku?”

Suara yang menggeram dalam kegelapan malam itu membuatku kembali ke masa lalu. Masa-masa tersiksa berada di kamar gelap yang membuatku seperti ini. Aku menjijikkan. Ya Tuhan……..

*****************

Nah, itu tadi beberapa inti yang belum pernah ada di NOY. Nanti akan ceritakan runtut dari awal hingga akhir ya, alurnya gak loncat-loncat lagi kayak NOY Soowon :), jadi tunggu dan nikmati ya. Apa penyebab Kyuhyun menolak Sooyoung dalam NOY dan apa hubungan dia ma Victoria? Lalu bagaimana J dan Victoria bisa ikut andil dalam kematian Kyuhyun? Kenapa Changmin dulu bisa begitu mempercayai Victoria? Dan bagaimana Sooyoung bisa begitu mempengaruhi hidup Kyuhyun? Dannnn bagaimana diary Kyuhyun bisa ada di tangan Victoira? Semuanya ada di sini. Jadi bagi pembaca NOY di manapun jangan lewatkan Sequel ini ya 😀

Bye bye

Iklan

[ FF ] Nothing On You – Chapter 6 A –

Anyeong Adaya Back With NOY

Miane reader yang budiman, mulannya saya mau buat satu lembar tapi sangat panjang. Jadi saya bagi dua. Karena ada pembelotan ending dari chap aslinya, chapter 6 ini yang rencananya 10 paragraf jadi 17 paragraf. Jadi saya bagi dua ya. Miane. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan kritik dan saran yang membangun.

poster 2

Title              : Nothing On You

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )

Other Cast    :

  • Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min –> Cho Changmin –> Max Changmin 
  • Hwang Tifanny –> Tifanny 
  • Victoria Song –> Victoria Choi

Type            : Chapter

Genre          : Romance, Sad Ending , Family

Rating          : PG-18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story is inspired by Mars Drama, S. Kenyon Dark-Hunter Series, Mars and Fruit Basket Manga. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter – 6 A – 

People seem weak, but they’re strong.
They seem strong, but they’re weak.
No matter how much you cry, you still have to sleep. 
And you even get hungry.
You suddenly realize you’re doing the same things you did yesterday. 
You say hi to your friends and smile just like you did yesterday.
Life goes on as if nothing ever happened…

I want to go somewhere…
Anywhere…
Somewhere where I can forget everything.
…where I’ll forget everything
…and be reborn.

― Fuyumi Soryo , Mars Manga Vol 18

************************************** Baca lebih lanjut

[ FF ] Autumn In Hampshire – B .1-

Autumn In Hampshire

Annyeong maaf bolak balik kayak setrikaan yaaa …. Adaya balik nih dengan FF AIH Chap B.1 , ah ya B nya ada 2 yaaa , nanti kelanjutanya setelah NOY Chap 5 A ok ok … Ini Adaya Pos dulu karena emang lumayan panjang ini Chap B nanti hehehhe , agar para reader sekalian gak kehilangan fellnya aja Adaya kasih intro di B.1 ini untuk lebih memperkuat kesan hubungan Siwon dan Sooyoung . Seperti biasa yaaa saya mohon jangan jadi Silent Reader yaaaa … Maaf saya benar -benar mengerjakannya dengan sungguh sungguh sampai menomor duakan tugas dan kebingungan cari bahan kanan kiri loooh karena settingnya emang asing hehehhe , jadi mohon hargai kerja payah saya . Lebih baik dicaci daripada tak dihiraukan 🙂 .

Langsung aja yahh chapp chuss hehehhe Happy Reading

FYI : FF ini belum Adaya liatkan akan berakhir Sad atau Happy End yahhh jadi nanti kalo akhirnya Happy ya syukur kalo Sad jangan ditabokin ya sayahnya … karena saya udah bikin 2 ver hahhahaha , nanti liat deh saya kira kira maunya yang mana yang saya publish :p #evil grin

Kalo belom TBC bearti masih di ketik yaaa …maaf karena ini Live Action hehehhe

Title              : Autumn In Hampshire

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> hemself (23 thn ) , Choi Siwon–> himself (31 thn)

Other Cast    :, Max Changmin — >   himself (27 thn) , Yunho — > Choi Yunho (32 thn ) , Sooyoung Brother

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family , Sad Or Happy Ending ?

Rating          : PG- 17 ( All reader who Open mind )

  Disclaimer : This story inspired from Just Like Haven Novel by Julia Quinn , Ultra Cute Manga , Fruit Basket Manga , The Wedding by Julie Garwood , It Happened One Autumns Novel by Lisa Kleypas , Kingdom Of Dream Judith McNaught, The Viscount Who Loved Me Novel by Julia Quinn , The Vampire Diaries Season 3 Delena Moment . Note Nidya Cahya Intermezo (Thx Fellas  )  Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

“I believe in pink. I believe that laughing is the best calorie burner. I believe in kissing, kissing a lot. I believe in being strong when everything seems to be going wrong. I believe that happy girls are the prettiest girls. I believe that tomorrow is another day and I believe in miracles.”

― Audrey Hepburn

******************

Baca lebih lanjut

[ FF ] Autumn In Hampshire – A –

Autumn In Hampshire

Annyeong …. maaf ya bolak balik terus , pasti bosen ya liat nama saya . kekekekke . Adaya mau post series lanjutan One Shoot Spring In My Heart heheh , jadi ini ada 4 Series …. yang pertama dulu kan Oneshoot Spring In My Heart dan yang ke dua ini judulnya Autumn in Hampshire . Oh ya ini cerita lepas tapi series , jadi semuanya soal musim musim :) .

Berhubung FF ini banyak ilustrasinya aku bagi 3 (A,B,C) –> Harusnya Oneshoot sih tapi kepanjangan ntar .Oh ya …tapi gambar-gambarnya aku upload besok aja ya hehehhe ……

Ok Happy Reading ……

Title              : Autumn In Hampshire

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> hemself (23 thn ) , Choi Siwon–> himself (31 thn)

Other Cast    :, Max Changmin — >   himself (27 thn) , Yunho — > Choi Yunho (32 thn ) , Sooyoung Brother

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family , Sad Or Happy Ending ?

Rating          : PG- 17 ( All reader who Open mind )

  Disclaimer : This story inspired from Just Like Haven Novel by Julia Quinn , Ultra Cute Manga , Fruit Basket Manga , The Wedding by Julie Garwood , It Happened One Autumns Novel by Lisa Kleypas , The Viscount Who Loved Me Novel by Julia Quinn , The Vampire Diaries Season 3 Delena Moment . Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Prolog

 Author POV –

“Love works in mysterious ways,” Sarah – Quinn Julia , Just Like Heaven

Baca lebih lanjut

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 5 B-

Title              : Billionaire Next Door
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun
Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family,
Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )

 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -5 B-

Life is one big road with lots of signs . So when you riding through the ruts, don’t complicate your mind. Flee from hate , mischief and jelousy . Don’t bury your thoughts, put your vision to reality. Wake up and Live – Bob Marley .
*****************************
Yoona POV –
“ Lama tidak bertemu ! “ , ujar Changmin lirih .
Aku hanya terpaku di tempatku . Lidahku kelu saat menatap ke dalam mata setengah kantuk yang dulu pernah menjungkir balikkan hatiku . Aku mematung seperti batu saat senyum miring itu kembali terbayang di fikiranku . Seperti kenangan sepuluh tahun lalu kembali mencuat di depan mataku , Changmin Oppa berdiri di sana . Dia terlihat sama seperti dulu kecuali rambutnya yang dipangkas habis . Ada gurat dewasa yang mulai melukis sekitar mata dan dagunya .
“ Kau tak perlu menunjukkan wajah seperti itu . “ , ujarnya lirih . Aku baru sadar kalo aku hanya mematung di hadapannya .
“ Miane … aku hanya sedikit … “ ,
“ Terkejut ?” , sahutnya . Dia kembali tersenyum kecil padaku saat melihat kekakuan di wajahku . “ Bagaimana kabarmu ? Kau terlihat …..sehat .” , ujar Changmin Oppa lirih . Entah mengapa aku menangkap ada nada lelah dalam suaranya .
“ Baik…. bagaimana denganmu ? “ , jawabku akhirnya . Kami masih berdiri berjauhan dipisahkan jarak tak kasat mata yang membuat kami takut untuk mendekat satu sama lain .
Changmin Oppa tak menjawab pertannyanku , matanya menerawang ke awan yang menggantung di langit biru Seoul . Aku kebingungan memulai segalanya . Aku tak tahu harus bagaimana , keadaan canggung ini benar-benar menyiksaku . Perut laparku seolah kenyang dengan sendirinya , lidahku tak lagi berair saat memikirkan susu hangat yang akan aku pesan di caffetaria . Semua seperti menghilang bersama datangnya rasa janggal ini .
“ Sooyoung …. Choi Sooyoung . Apa kau masih berteman dengannya ?” , akhirnya pertannyaan itu muncul dari bibirnya . Ada kilat menakutkan yang sempat aku tangkap dari bola matanya , sebuah kebencian saat dia menyebut nama Sooyoung .
“ Kau tentu lebih tahu bagaimana hubungan kami . “ , jawabku dengan nada getir.
“ Aku tahu . Aku hanya ingin mendengarnya dari mulutmu sendiri Im Yoona . Aku ingin tahu apa persahabatan yang kau banggakan itu masih tetap bertahan ? “, kali ini Changmin Oppa mengalihkan tatapannya tepat di mataku . Pandangan kami bertemu , dan aku semakin yakin ada kebencian di mata hitam itu . “ Kau memilihnya ….. kau mencampakan aku karena dia . “ , lanjut Changmin Oppa . Perlahan dia menutup jarak diantara kami . “ Jangan halangi langkahku kali ini . Choi Sooyoung ….. yeoja itu akan menanggung segalanya . Berhentilah berkorban untuknya . Tunggu dan lihatlah !!! “ ,
**************************

Author POV –

Mozard , Mozard , Banch , Mozard lagi . Sooyoung sedang memandang bosan buku acara pertunjukan musikal Keluarga Seo . Kuku-kuku panjangnya menyusuri ujung –ujungnya dengan kasar hingga berubah menjadi kusam . Semua tampak sama seperti tahun lalu , kecuali para tamu undangan yang semakin bervariasi . Sooyoung menangkap sosok Tiffany dan tunangannya yang baru masuk daftar tamu undangan karena kerjasama keluarga Seo dengan keluarga Hwang . Di ujung kiri ceruk tempat Sooyoung berdiri terlihat Jung bersaudara yang sedang bercengkrama dengan beberapa namja yang juga sudah tak asing di mata Sooyoung .

Suara alunan cello dari panggung pertunjukkan membuat para tamu undangan terdiam sesaat memusatkan perhatiannya ke arah panggung megah itu . Di samping gorden merah maroon berdiri seorang yeoja seumuran dirinya terlihat sedang gugup dengan Flute yang dibawanya . Sepertinya dia adalah yeoja baru yang ditemukan keluarga Seo di suatu tempat .

Sooyoung memutar bosan gelas limun yang dibawannya . Dia bahkan tak mencoba untuk ikut bersimpati dengan para gadis gugup yang sedang memainkan orkestra dengan nada sumbang . Hanya Seohyun yang bisa mengendalikan jemarinya dengan apik di atas tuts piano .

Tatapan Sooyoung beralih ke cahaya yang datang dari arah taman . Seperti ada bisikan nakal yang menyuruhnya untuk kabur dari ruangan itu . Seperti ada tarikan yang membuat lampu taman itu begitu menarik baginya , Sooyoung pada akhirnya mengikuti hasratnya . Dia meletakkan gelas limun setengah penuhnya di meja terdekat . Diangkatnya rok muslin jingga yang membalut tubuhnya . Dia berjalan dengan kehati-hatian agar tak menggangu kosentrasi para penikmat orkestra keluarga Seo .

“ Huft ….. “ , desah Sooyoung setelah melewati beberapa baris pasangan yang berdiri di depan balkon . Suara deru angin membuat Sooyoung tersenyum kecil . Seperti merasakan sebuah kebebasan yang menerpa wajahnya , Sooyoung mencoba untuk menghirup udara malam yang jarang dinikmatinya di Seoul .

“ Miane …. apa aku menggangumu ? “ ,

Oh Sial . Siapa …..

Sooyoung berbalik dan merasakan perutnya bergolak . Dan menyadari tamu tak diundang itu adalah Kwon Siwon . Dia bahkan lebih tampan di malam hari .  Tuxedo hitamnya membalut tubuh tegapnya . Menimbulkan efek sensual yang biasa dimiliki namja seusiannya . Tak banyak pria yang menimbulkan efek seperti itu saat mengenakan Tuxedo .

Sooyoung meruntuk dalam hati . Dia lupa bahwa keluarga Kwon juga pasti diundang . Pipi Sooyoung serasa memanas karena Siwon menangkap basah dia kabur dari pesta . “Maaf , apa kita saling mengenal? “ , kata Sooyoung dengan nada bergetar . Karena Sooyoung tak ingin tertangkap basah oleh calon tunangannya dia mencoba sebisa mungkin menyembunyikan identitasnnya di bayangan pohon Mapple yang rantingnya menggantu melewati balkon .

“ Tuhan semoga dia tak mengenaliku … Pliss Pliss ….. Situasi ini sangat memalukan bagi kalanganku . Aku tak ingin dia mengiraku anti sosial ….. well walau itu mungkin ada benarnnya . Tapi bagaimanapun kejadian di restoran itu sudah terlalu memalukan bagiku“ ,

Siwon memincingkan sebelah alis tebal melihat tingkah lucu Sooyoung yang mencoba menyembunyikan identitasnnya dengan kegelapan . “ Maaf . Kwon Siwon “, ujarnya seraya mendekatkan langkahnya ke tempat Sooyoung bersembunyi .

Sooyoung menangkap kilatan jahil di mata Siwon . “ Ya Tuhan dia sudah tahu ….. “, batin Sooyoung lelah bersembunnyi .

“ Selamat malam Miss Choi ?”, sapa Siwon dengan tatapan lucu . “ Aku rasa kau tak benar-benar bermaksud menghindari tunanganmu . “ , goda Siwon yang melihat pipi Sooyoung memerah .

“ Miane …aku hanya tak ingin kau mengiraku anti sosial . “ , gerutu Sooyoung sambil menundukkan wajahnya .

Jemari Siwon mencoba menyentuh dagu Sooyoung yang terkulai . Di dekatkan wajahnya ke arah Sooyoung . “ Kau sangat cantik hari ini . “ , bisiknya menggoda yang membuat Sooyoung menggigil aneh .

“ Yaaaa…. aku selalu cantik ! “, kilah Sooyoung seraya menepis tangan Siwon yang ada di dagunya . Dia mencoba melangkah mundur hingga membentur pagar pembatas balkon .

Sooyoung tak mengerti apa yang menyebabkan Siwon selalu tertawa saat melihatnya . Tapi saat ini sosok yang ada di bola mata Sooyoung itu sedang terkekeh lucu dengan pandangan yang tak lepas dari Sooyoung .

“ Ne . Kau memang selalu terlihat cantik , Soo . “ , jawab Siwon yang samar-samar terlihat geli melihat reaksi Sooyoung .

“ Apa yang kau lakukan ….. “ , tanya Sooyoung saat Siwon melangkah mendekat seraya melepaskan jas Tuxedonya . Dalam otak kecilnya Sooyoung sedang mengalami peperangan . “ Tunggu apa secepat ini? . Ini bukan gayaku . Di tempat UMUM ? Demi Tuhan , dia pasti gila . Apa yang merasukinnya . Aku harus beteriak . Anio . Dia tunanganku . Aku tak ingin menimbulkan skandal . Otthoke …. otthoke ….. “, batin Sooyoung seraya merangkulkan kedua tangannya di dada . Matannya di pejamkan terlalu erat seiring bau afterhave Siwon yang semakin menyekat hidungnya .

Sooyoung menggumamkan nama semua leluhurnya , kepalanya menghitung cepat hingga tiga . Suara langkah kaki Siwon sudah menghilang seiring jarak mereka yang saling dekat . “ Omona omona ….. 1 … 2 … 3 …. “ , Sooyoung mengintip dari sebelah matannya . Siwon ada di sana , tepat di depan wajahnya . Tersenyum . Lagi ?.

“ Apa yang kau pikirkan ? “ , tanya Siwon dengan nada lucu .

Sooyoung membuka kedua matanya perlahan dan merasakan bau afterhave Siwon melingkupi tubuhnya yang mulai menghangat karena jas Siwon disampirkan ke kulit terbukannya .

“ Udara malam sangat dingin . Aku tak ingin kau mati beku . “ , lanjut Siwon seraya membenahi letak jasnya yang menggantung di pundak ramping Sooyoung .

“ Tuhan …. ini benar – benar memalukan . “ , bisik Sooyoung . “ Jadi kau tak berencana menciumku ? “ , ujar Sooyoung tak sadar .

Siwon seketika meledak tertawa karena ucapan Sooyoung . Demi Tuhan yeoja di hadapannya saat ini bukan yeoja biasa . “ Kau terlalu banyak membaca Novel Klasik , Soo . Hanya di era Victoria seorang namja mengajak kekasihnya mengunjungi balkon untuk mencuri ciuman . “ , kekehnya .

Mereka terdiam sejenak hingga ide gila itu muncul di kepala Siwon . “ Tapi , bukankah kita sudah dalam suasana yang memungkinkan untuk melakukan …. “ ,

“ Tunggu ! Kau tak berfikir kau benar-benar ingin menciumku bukan ? “ , potong Sooyoung dengan nada berlebihan .

“ Kau ingin tahu bagaimana namja masa kini menggoda kekasihnya ? “ , goda Siwon dengan nada di tarik-tarik . “ Ikut aku !” , ajak Siwon seraya meraih sebelah tangan Sooyoung .

“ Tunggu …apa yang kau lakukan ….. Oppa !!!” , jerit Sooyoung .

*************************

Author POV –

Dongdaemun

02.00 PM

“ Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…………..” , Sooyoung ternganga melihat ke jalan Dongdaemun di malam hari . Ada ratusan , bukan ribuan lebih orang sedang memadati jalan itu di tengah malam .

“ Janji guksu , Stir-fried blood sausage , Twigim …… Aigooo basta yo ….. “ , gumam Sooyoung dengan senag saat melewati berbagai kedai makanan malam yang disajikan di jalanan Dongdaemun .

“ Jadi ini cara mengambil hati kekasihmu ? “ , sindir Sooyoung dengan nada defensif . Tapi Siwon bisa melihat kebahagiaan dari mata Sooyoung yang membulat .

“ Memuaskan seseorang dengan mengisi perutnya bukan ide yang terlalu buruk . “ , jawab Siwon sekenanya . Dia mengajak Sooyoung berputar dari satu kedai ke kedai lain .

“ Kau ingin pesan apa ? “ , tanya Siwon saat mereka akhirnya memilih salah satu kedai yang cukup ramai .

“ Stir-fried blood sausage ….. Omonaaa lidahku sudah berair ….. “ , jawab Sooyoung lucu . Sooyoung tahu saat ini mereka sedang menjadi pusat perhatian para pengunjung yang datang . Pakaian yang mereka kenakan sepertinya bukan pakaian yang terlalu pantas untuk dikenakan berjalan-jalan malam . Kalung berlian Sooyoung yang bertahtakan safir biru membuat banyak pasangan di hadapannya berbisik aneh . Walau kulit Sooyoung hampir semuanya tertutupi oleh jas Siwon yang menggantung kebesaran tapi dari potongan panjang rok musilin jingga Sooyoung bisa terlihat mewahnya penampilannya saat ini .

Siwon menyadari satu hal . Sooyoung tak benar-benar nyaman karena tatapan ingin tahu orang –orang di sekitarnya . “ Tunggu di sini sebentar ….. “ , ujar Siwon yang tak menunggu persetujuan Sooyoung saat melangkah menjauh dari kedai .

Pada mulanya Sooyoung menggerutu kesal karena dia ditinggalkan sendiri oleh Siwon , “ Jinja …. Kwon bersaudara … aish !!! “ , tapi tak lama setelah itu Siwon datang membawa tas karton hitam yang membawa dua kacamata dengan desain lucu .

“ Mwo ? Apa ini ? “ , tanya Sooyoung saat Siwon memberinya kacamata putih berhiaskan lilin tiruan di sepanjang ujungnya . “ Kau menyuruhku mengenakan ini ?”,

Siwon mengaguk sebelum dia memakai kacamata yang dibeli untuknya sendiri . “ Topi dan kacamata ini membantu kita menyamarkan diri ? Bukankah ini menarik ? Aku yakin diantara mereka ada yang mengenali kita …. “,

“ Ya ! Oppa …. dari melihat rok musilin panjangku saja mereka bisa tahu apa yang aku kenakan di balik jas ini . Shiro !!!”, tolak Sooyoung .

“ Kalu begitu bagaimana dengan ini …. “, Siwon berdiri dari kursinya . Dia menghampiri Sooyoung dan berjongkok di hadapnnya . Rok musilin sepanjang mata kaki yang dikenakan Sooyoung dirobek dengan tangan kosong oleh Siwon , memberlihatkan kaki jenjang Sooyoung  . “ Apa dengan begini semua masalah teratasi ? “ , ujar Siwon dengan senyum miring di wajahnya . Siwon memakaikan topi NY imitasi yang dibelinya untuk Sooyoung . Dia mengumpulkan dalam satu tangkup rambut ikal Sooyoung memasukkanya pada pengait topi yang membuat Sooyoung terlihat cantik dalam tatanan rambut ekor kuda . “ Jah …. !!! “ , ujar Siwon puas melihat penampilan baru Sooyoung .

Sooyoung kehabisan kata saat melihat pantulan dirinya dari cermin yang tergantung di tembok kusam kedai . “ Tidak buruk ! “ , bisiknya dengan nada malu .

Siwon tersenyum mendengar ada siratan rasa puas dalam suara Sooyoung . “Akhirnya pesanan datang !” , ujar Siwon saat ahjumma pemilik kedai mengantarkan pesanan mereka .

Lima menit berikutnya mereka makan dalam diam , sampai Sooyoung teringat akan satu hal . Sesuatu yang mirip seperti ini pernah terjadi padanya . Kedai kotor dan suasana malam yang sama . Seharian ini dia sudah hampir lupa soal Kyuhyun dan semua detak yang sempat menghinggapi dirinya .

“ Ani …. aku tak boleh mengigat itu lagi ! “ , bisik Sooyoung pada dirinya sendiri .

“ Apa kau sedang memikirkan kencanmu dengan Kyuhyun ? “ , tanya Siwon dengan nada yang tenang .

“ Mwo ? “ ,hampir saja Sooyoung tersedak lobak yang dimakannya . “ Kau tahu ? “,

“ Tentu . Dia menceritakan segalanya padaku . “ , jawab Siwon dengan nada jahil .

” Apa dia juga menceritakan soal … well ..soju …ehmmm dan sesuatu tentang menangis ? ” , tanya Sooyoung terbata . Dia tak ingin terlalu gamblang mengutarakan rasa penasarannya , takut jika ternyata Kyuhyun belum menceritakannya pada Siwon dan pertanyaanya akan membuka aibnya sendiri .

” Tentu . ” , jabaw Siwon singkat yang membuat Sooyoung secara tak sadar berdiri dari tempatnya saat ini .

” Aish Kwon Kyuhyun !!! ” , gerutu Sooyoung membuat semua pengunjung kedai menoleh padanya .

***************************

Sementara itu di kediaman keluarga Kwon , Kyuhyun sedang memandang bosan derik kolam yang bisa dilihatnya dari kamarnya . ” Ahh … bosannya !!! ” , keluh Kyuhyun seraya merenggangkan otot-ototnya yang kaku karena bosan .

Ponsel Kyuhyun meneriakkan nada dering khusus yang sengaja diaturnya untuk Sooyoung . Dia berjalan dengan malas ke arah tempat tidurnya, diraihnya ponsel yang bergeletak di nakas , ada sebuah pesan penuh kedengkian menghinggapi inbox ponselnya . Matanya membelalak untuk sejenak sebelum dia meledak dalam tawa .

MATI KAU KWON KYUHYUN ….. BAGAIMANA BISA KAU MENCERITAKAN KEJADIAN MALAM ITU PADA SIWON OPPA . TUNGGU SAJA SAMPAI AKU MEMBALASMU . AKU AKAN MENGEJARMU SAMPAI KE LIANG LAHAT …..

” Jadi saat ini dia sedang bersama Siwon Hyung ? ” , ujar Kyuhyun diwarnai nada iri . ” Ada apa denganku ? Kenapa aku merasa iri dengan Hyung . Bukankah yeoja yang kuincar adalah Im Yoona ? Seharusnya aku gembira karena Hyung mempermudah jalanku untuk mendapatkan Yoona . ” ,

Kyuhyun kembali meletakkan ponselnya di nakas , dia berusaha membunuh waktu dengan memejamkan matanya . Ada sebuah keganjalan yang menghinggapinya saat memikirkan Sooyoung dan Hyungnya . ” Apa aku harus jujur pada Sooyoung ? Apa yang harus kulakukan ? Kenapa aku merasa kasihan padannya ? Bagaimanapun Hyung tak akan pernah jatuh cinta padannya ….. ” ,

**************************

Sooyoung dan Siwon berjalan berdampingan di trotoal jalanan yang sudah hampir sepi . Mereka memarkirkan mobilnya jauh dari jalan Dongdaemun agar mereka bisa berbicara santai saat berjalan berdua .

Suara hak sepatu Sooyoung beradu dengan ubin beton trotoal yang keras . Sudah hampir pukul 5 pagi tapi Siwon dan Sooyoung tak bergegas untuk mencapai mobil mereka .

” Gumawo .” , ujar Sooyoung memecah kebisuan diantara mereka . ” Aku merasakan banyak hal baru hari ini . ”

Siwon hanya tersenyum miring mendengar ucapan Sooyoung , ” Maaf masalah gaunmu . Aku akan menggantinya . ”

” Gwencana …..gaun ini tak ada nilainya dibanding dengan kebahagiaan yang aku alami hari ini . ”

Siwon menatap punggung Sooyoung yang berjalan lucu di depannya . Dia merasa gadis di hadapannya bukan gadis di restoran seminggu lalu . Atau gadis yang pernah datang kerumahnya sebelum itu . Ada kehidupan yang terpancar dari setiap sel tubuhnya , seperti sebuah semangat untuk memerangi kesedihan , tapi di sisi lain Siwon juga merasa ada kesedihan di titik mata Sooyoung .

“Ah … udara pagi sungguh menyegarkan . Sayang …. “, ucapan Sooyoung terhenti . Siwon menangkap lengan kirinya , dia menghentikan langkah Sooyoung yang mendahuluinnya . ” Wae ?”,

” Apa kau kira ini sudah berakhir ? Aku bahkan belum menunjukkan tujuan sebenarnya aku mengajakmu ke sini . “,

Mata Sooyoung berkedip tak mengerti saat Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung . Satu …dua … tiga …. saat seorang namja menatap tepat di matamu hingga tiga detik dan kau tak mengalihkan tatapanmu darinya , itu artinya kau memberikan izin padanya  untuk dia melakukan ……

” Ciuman yang kau dambakan …. ” , bisik Siwon sebelum menyatukan bibirnya dengan bibir Sooyoung .

******************

-TBC-

JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA IAN KALO JELEK DAN ANAEH DAN MEMBINGUNGKAN BYE …….

[ FF ] Nothing On You – Chapter 2-

Title              : Nothing On You

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )

Other Cast    :

  • Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min –> Cho Changmin 
  • Hwang Tifanny –> Tifanny 

Type            : Chapter

Genre          : Romance, Sad Ending , Family

Rating          : PG-18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

 

Happy Reading …… ^__^

Chapter -2-

 Author POV-

 Seorang yeoja sedang berdiri di depan cermin menatap dirinya yang terbalut gaun pengantin . Senyum terkembang di waja yeoja itu . ” Oppa bagaimana menurutmu ?”, tanya yeoja itu pada seorang namja yang sedang duduk membaca dokumen di tangannya .

 ” Kau terlihat cantik memakainya .”, jawab namja itu sekenanya . Tumpukan dokument di hadapannya menyita banyak perhatiannya . 

 ” Oppa kau tak melihatku , bagaimana kau tahu aku cantik ?”, protes yeoja itu dengan sebal . Dia melajukan langkahnya menuju sofa tempat namja itu duduk . ” Oppa ,singkirkan tumpukan dokumen itu sebentar saja . “, pintanya halus seraya mencoba mengambil folder dokumen yang sedang dibaca namja itu. 

 ” Aku sibuk , Soo . Bisakan kita lanjutkan ini besok !”, keluh namja itu mengundang tatapan sedih yeoja di sampingnya .  

 ” Tapi pernikahan kita tinggal sebulan lagi. Kau masih saja sibuk dengan pekerjaanmu . ” , keluh Sooyoung yang tak digubris namja di hadapannya . ” Oppa apa kau benar-benar mencintaiku ?”, tanya Sooyoung akhirnya .

 Siwon perlahan menutup folder dokumen yang dipegangnya . Dia tak langsung menjawab pertanyaan Sooyoung , ada kerut berfikir terukir di dahinya . ” Apa kau akan kecewa jika aku menjawab ‘belum’?”. 

 Sooyoung tersenyum miris di sampingnya . ” Araso . “, Sooyoung tak ingin berkhayal terlalu tinggi soal cinta . Sooyoung memperhatikan Siwon , calon suaminya . Orang yang semakin hari semakin dicintainya . Cinta bertepuk sebelah tangan ini membuatnya sedikit sedih . ” Tapi kau akan mecintaiku pada akhirnya . ” , bisik Sooyoung yang membuat Siwon tersenyum tipis . 

 ” Apa kau menantangku ?”, tanya Siwon yang tiba – tiba berbinar tertarik . Kali ini dia benar benar memperhatikan Sooyoung dalam balutan gaun pernikahan mereka . ” Kau sangat cantik .”, katanya tulus . Dia mencoba menyentuh sarungtangan satin yang dikenakan Sooyoung , perlahan dia menautkan jemari mereka . ” Aku ingin memperingatkanmu kalau aku tak mudah untuk ditaklukkan !”, Siwon menatap Sooyoung dengan tajam , dia memperhatikan garis bibir indah Sooyoung , sesuatu yang jahat telah mendorongnya untuk melakukan hal diluar kendalinya . Bibirnya semakin mendekat ke arah Sooyoung . Jarak mereka semakin mendekat hingga Siwon bisa merasakan hembusan nafas Sooyoung . Siwon menyentuhkan bibirnya perlahan ke bibir Sooyoung . Siwon mulai meletakkan tanganya untuk mencengkram rambut Sooyoung yang terurai indah . ” Balas aku !”, bisiknya.

 Sooyoung bingung tak tahu apa yang harus dilakukan . Walau usianya sudah 20 tahun tapi ini adalah pengalaman pertama baginya . Ciuman Siwon sangat lembut tapi meuntut . Siwon memintanya untuk membalas ciumannya , tapi Sooyoung tak mengerti apa yang harus dilakukan . Pada akhirnya dia mencoba meletakkan tangannya yang gemetar ke dada bidang Siwon , dia mencoba menekankan bibirnya mengimbangi Siwon . Sesuatu tentang ciuman ini membuat desir panas di dada Sooyoung hingga dia ingin menangis . ” Oppa …”, Sooyoung mendesah lirih saat Siwon menggigit bibir bawahnya dengan lembut . Mereka terlarut dalam suasana hingga tak tahu ada mata yang sedang memperhatikan mereka . 

 ” Soo ….!”, Suara namja dari balik punggung Sooyoung membuat Sooyoung tersentak menjauhkan Siwon . 

 ” Miane .”, ujar Sooyoung perlahan , sebelum menoleh kepada orang yang menggagu waktu pribadinya dengan Siwon. ” Kyuhyun

Oppa ?”, ujar Sooyoung terkejut memperhatikan sahabatnya berdiri di apartementnya dengan keadaan basah kuyup.

 Namja yang dipanggil Kyuhyun itu menunjukkan wajah sedih . ” Aku membutuhkanmu , jangan tinggalkan aku !”,

 **************** 

 ” Tunggu di sini . ” ujar Sooyoung kepada sopirnya. Dia melangkahkan kakinya keluar dari mobil . Angin laut dan deru ombak menyambut kedatangan Sooyoung. Perlahan Sooyoung melangkahkan kakinya menjauh . Kabut tebal dan ilalang mengelilingi jalan setapak yang dilalui Sooyoung , dia berusaha mendaki lereng curam untuk menuju tebing batu di hadapannya . Senyumnya sedikit terkembang saat melihat bunga Sweeat pea sudah mulai bermekaran di sekitar gundukan tanah di hadapannya . 

 Sooyoung menghentikan langkahnya di depan nisan batu di hadapannya . ” Sudah lama sekali kita tak bertemu !”. ujar Sooyoung perlahan seraya duduk ditumpu kakinya . Dia mencoba merasakan kerasnya gundukan tanah di hadapannya . ” Miane , karena meninggalkanmu di sini sendiri .“, Sooyoung lalu terdiam . Dia mencoba menangkap musik alam di sekitarnya. Hal yang sudah hampir dia lupakan selama dua tahun ini . Suara-suara itu mengundang kesedihan dalam diri Sooyoung , perlahan Sooyoung merebahkan dirinya merangkul gundukan tanah di hadapannya , ” Kau pasti kesepian di sini ? Siapa yang menyuruhmu meninggal mendahuluiku ? Siapa suruh kau meninggalkanku sendiri ?”, Setitik air mata meniti dari mata Sooyoung . Dia mencengkram tanah keras di hadapannya semakin erat . 

 ” Oppa , kenapa dunia semakin kejam padaku . Hidup sungguh tak mudah bagiku .Satu per satu orang yang kucintai meninggalkanku sendiri . Aku kesepian , Oppa . “,  Sooyoung tak bisa lagi menahan kesedihannya . Di depan makam Kyuhyun sambil memeluk gundukan tanah itu Sooyoung menangis meraung , melepaskan semua pertahanan dan harga dirinya . Dia merindukan Kyuhyun , dia merindukan sahabatnya . Dia tak lagi memiliki Siwon di sisinya . Sekarang dia benar-benar sendiri di dunia ini .

 Seorang namja sedang bersembunyi di balik lindungan pohon memperhatikan Sooyoung yang sedang menangis di depan kuburan Kyuhyun. Namja itu menatap kaku ke arah Sooyoung , tangannya mengepal keras mencoba menahan gejolak hatinya . ” Sepertinya saat ini aku tak bisa menemuimu , Kyu .”, ujarnya sebelum berbalik pergi . 

*****************

Changmin duduk dengan tangan memijat kepalanya . Pemandangan yang baru saja dilihatnya membuatnya sedikit goyah . Yeoja yang menangis itu bukan yeoja yang sama seperti yang diceritakan  Victoria padanya . Dia telihat tulus dan sangat menyayangi Kyuhyun .

Kematian dongsaengnya dua tahun lalu masih menjadi misteri bagi Changmin. Kyuhuyun meninggal secara tak wajar di kamar asrama kampusnya . Hasil penyelidikan polisi menunjukkan Kyuhyun mengalami despresi karena kekerasan di kampus . Changmin sangat sedih saat itu , tapi hatinya dibakar  amarah saat Victoria membeberkan semua cerita kehidupan Kyuhyun dan cinta terpendam Kyuhyun pada Sooyoung . Victoria menggambarkan Sooyoung sebagai wanita yang suka mempermainkan pria hanya untuk kesenanganya . Semuanya diperkuat dengan history panggilan keluar di telefon Kyuhyun sejam sebelum meninggal . Changmin memejamkan matanya lelah . Semua ini benar-benar melelahkan baginya . ” Siapa yang harus aku percaya ?”, bisiknya lirih . 

 

*****************

Sooyoung POV-

Aku berdiri di sini !. Pada akhirnya aku menyerah dengan cintaku . Aku melangkahkan kaki menusuri lobby perusahaan . Baju kotorku yang terkena debu dan mata sembabku mengundang banyak pertanyaan dari karyawan yang sedang menikmati masa istirahatnya . ” Selamat datang Nyonya .”, sapa salah seorang pegawai informasi . Semua yang berhadapan denganku menunduk hormat sambil berlalu .

Aku memasuki lift yang penuh dengan orang dan menekan tombol 23 . Aku mendengar kasak kusuk tidak sedap yang dilontarkan para pekerja di belakangku . Aku mencoba menenangkan diriku dengan mencengkram folder coklat yang ada di genggamanku .

Lift membuka pada tiap lantai , akhinya hanya tinggal aku sendiri di lantai 23 .  Perlahan pintu lift terbuka . Pemandangan serba putih yang kusaksikan selama ini benar-benar sudah berubah . Kantor Siwon Oppa terlihat lebih dinamis dengan warna dan peralatan canggih yang didatangkan dari Jepang . Aku merasa semakin terbuang dari bagian kehidupanku. Hal sekecil apapun bisa membuatku sangat sedih saat ini . Aku melangkah menuju meja Taeyon , sekertaris Siwon Oppa . ” Unnie .”, Sapaku seraya tersenyum . ” Apa Siwon Oppa ada di dalam ?”,  Taeyon Unnie membelalak kaget saat mendengarku memanggil Siwon dengan sebutan Oppa . Tapi detik berikutnya dia tersenyum ramah seperti biasa .

” Sayang sekali Mr . Choi masih ada tamu . Silahkan tunggu sebentar .”, ujarnya lembut . Aku mengagguk perlahan dan menempatkan diriku di sofa tamu . Taeyon Unnie menawariku kopi tapi aku menolaknya . Kedatanganku hanya bertujuan untuk menyerahkan dokomen perceraian kami yang sudah aku tanda tangani .Aku mencoba melihat tumpukan koran dan majalah yang ada di hadapanku , mataku menangkap sesuatu yang menusuk hatiku .

MERRY – JOSHEP TERANCAM PAILIT ? SKANDAL CINTA CHOI SIWON ? MISS T YANG MENCURI HATI SANG JUTAWAN . SKANDAL MR CHOI  DAN IDOL HALLYU . GOSIP PERCERAIAN PASANGAN CHOI .

Judul tajuk berita yang ada hampir di setiap media di hadapanku membuatku terpaku sejenak . Aku mencoba membaca perlahan artikel dari surat kabar yang paling atas . Ada fotoku yang sedang menangis saat upacara pemakaman Kyuhyun di sana . Fotoku diletakkan diantara foto seorang yeoja cantik yang sedang berpelukan mesrah dengan Siwon Oppa . Mereka tertawa bersama di sampul berita itu dan fotoku yang sedang menangis di edit secara apik menjadi background kebahagiaan mereka . Bibirku bergetar membaca uraian berita di hadapanku . ” Unnie ….apa ini ?”, bisikku perlahan .

Taeyon Unnie terlihat sangat menyesal dengan hal itu . ” Kau baru tahu ? Miane .”, Dia melangkah ke arahku mencoba menepuk pundakku dengan lembut .

” Ya Tuhan ….”, bisikku lirih .

Tepat saat itu Siwon Oppa melangkah keluar dari kantornya . Dia terlihat murung dengan orang yang belakangan aku kenali sebagai Pengacara Han . Siwon Oppa masih berbicara dengan pengacara Han hingga tak menyadari keberadaanku di lobby kantornya .  Mereka terlihat sangat serius . Pengacara Han tak sengaja melihat sosokku yang masih tercengang di sofa . ” Nyonya !”, sapanya seraya menunduk sopan . Siwon Oppa mendadak berbalik ke arahku dan tatapan kami bertemu .

*************************

Author POV –

Siwon menatap surat kabar yang di bawa Sooyoung dengan tatapan mematikan . ” Kanapa kau tak membuangnya !”, ujarnya marah pada Taeyon yang sedang duduk di samping Sooyoung. Dia memandang Sooyoung dengan tatapan dingin . ” Untuk apa kau kemari ?”,

Sooyoung berdiri seketika . Dia mengambil folder coklat yang tadi diletakkannya di meja . ” Jadi ini alasanmu meminta cerai dariku ? Karena kau ingin bersama wanita ini !”, Sooyoung menahan amarah yang merayapi hatinya . Dia tak benar-benar yakin Siwon memiliki wanita lain selama ini . Tapi semua publisitas ini membuat mata Sooyoung terbuka . Perlahan dia melangkah tepat ke arah Siwon berdiri . Jemarinya terkepal di kedua sisi tubuhnya .

” Taeyon , antar pengacara Han keluar !” , perintah Siwon dengan suara dingin . Dia tak ingin masalah pribadinya menjadi tontonan pekerja di kantornya .  Taeyon segera meminta Pengacara Han untuk mengikutinya . Suasana menjadi sangat kaku sekepergian mereka . Sooyoung bernafas dengan berat , matanya penuh amarah untuk Siwon .

” Kau sudah setuju untuk bercerai . Aku sudah memenuhi semua keinginanmu . Lalu apa masalahnya ?”, ujar Siwon dingin . Matanya beralih pada folder coklat di tangan Sooyoung , senyum kejam terkembang di bibirnya . ” Kau sudah menandatanganinya ?”,

Sooyoung ingin menangis saat ini tapi amarah yang tumbuh menahannya . ” Apa kau senang jika aku bilang iya ?”, Siwon memandang Sooyoung yang sepertinya sudah kehilangan akal sehat . ” Kau kira hanya kau yang bisa menyiksaku ?”, ujar Sooyoung seraya menyobek folder yang berisi surat perceraian itu . ” Ini yang kau inginkan ?”, dia melempar sobekan kertas itu ke muka Siwon . ” Mian , tapi pikiranku berubah !”,

Siwon mendelik tak senang ke arah Sooyoung . ” Apa kau mencoba menantangku , Choi Sooyoung ?”, geramnya yang sedikit membuat Sooyoung takut . ” Kau akan menyesal .”, ancamnya perlahan .

” Tidak . Walau aku mati aku akan lebih menyesal jika aku menyetujui perceraian ini . Aku akan tersiksa sendiri dengan perceraian ini . Tapi dengan menolaknya setidaknya tidak hanya aku yang tersiksa . Kau ….kau juga akan tersiksa . Aku masih menyimpan rasa hormat padamu selama ini , tapi melihat semua berita itu benar -benar membakar habis segalanya . Kau bahkan tak membiarkan aku tahu keadaan perusahaan yang dibangun kakekku …. apa kau benar-benar manusia Choi Siwon ?”,

“Cukup , hentikan !” , Sooyoung dapat merasakan kemarahan Siwon . Dia mengenal Siwon , dia tahu saat ini Siwon sudah berada di level yang tak bisa di lawan . Tapi hatinya tergelitik gatal untuk menggodanya sampai akhir.

” Kau kira aku takut ? Tidak . Aku ….”,

” CUKUP !”, teriak Siwon pada Sooyoung . ” Sudah kukatakan kau harus menghentikan bualanmu !”,

Mata Sooyoung sudah berair . Ini pertama kalinya Siwon berteriak padanya seperti itu . Air mata Sooyoung keluar perlahan bukan karena takut . Tapi lebih karena kecewa dengan sikap Siwon . ” Aku tak akan menyerah . “, ujar Sooyoung perlahan sebelum berbalik pergi meninggalkan Siwon dengan kemarahannya .

Sooyoung melangkahkan kakinya yang gemetar memasuki lift . Di sana dia menangis sejadi jadinya . “ Oppa , bawa aku bersamamu . “, bisiknya dalam hati .

*********************

Sepeninggalan Sooyoung Siwon terduduk lelah di lantai . Ada gurat kesedihan yang selalu di tahannya selama ini saat Sooyoung ada di dekatnya . ” Apa sebenarnya yang kulakukan !”,  bisiknya lirih seraya menyapukan pandangannya ke serpihan kertas documen perceraian mereka . ” Miane Soo. Miane ….”, ujar Siwon perlahan .

*********************

-TBC-

Ahhhh selesai juga . Masi bingung ya Chingu sama ceritanya . Heheheh sabar ya ini emang masih penuh misteri apa hubungan Kyuhyun sama Sooyoung . Dan kenapa SIWON jahat banget sama Sooyoung ? Dan kenapa Changmin begitu , lalu siapa Victoria itu ? Dan apa alasan kematian Kyuhyun yang penuh misteri dan membuat situasi menjadi rumit ini ? Aduh drama banget ya ceritanya . Tapi jangan bosen ya . Mian kalo jelek dan banyak Taypo bertebaran hehehe ….

Don’t be Silent reader ya …..

[ FF ] [KYUYOUNG VER] Baby Don’t Cry -Chapter 4-

Title              : Baby Don’t Cry 
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    :Seohyun SNSD , Super Generation
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -4-

Author POV –

Sepeninggalan Siwon semua orang yang berkerumun menatap kagum pada Sooyoung . Hanya Yuri yang tahu sebenarnya saat ini Sooyoung sedang menangis dalam hati . Yuri dengan segera menarik Sooyoung keluar dari kerumunan orang-orang yang ingin tahu . Mereka bergegas menuju kamar mandi . Yuri mendorong Sooyoung ke dalam salah satu kubikel . Dia mengunci Sooyoung sendiri di dalam. Mencoba memberinya privasi untuk menangis.

” Ya ! Sudah tak ada orang kau bisa menangis sepuasmu . “, teriak Yuri dari balik pintu kubikel . Yuri menunggu ledakan tangisan dari dalam kubikel . Satu , dua , tiga menit berlalu tapi Yuri tak kunjung mendengar tangisan Sooyoung . ” Choi Sooyoung ? Gwencana ? “, Yuri mencoba memastikan kesadaran Sooyoung . Dia memutuskan untuk mengintip sedikit apa yang sebenarnya terjadi pada Sooyoung . ” Kau tak menangis ?”, Yuri menelisik wajah Sooyoung yang tertunduk . Yuri merasa ada aura membunuh yang terpancar dari tubuh Sooyoung . ” Yuounggi ? Jawab aku . “,

Sooyoung menaikkan wajahnya sedikit . Dia memandang lurus ke depan . Tatapanya penuh amarah . ” Kwon Yuri , tampar aku !” ,

” Mwo ?”, Yuri tak tahu apa yang terjadi pada Sooyoung . ” Apa kejadian tadi membuat otakkmu menggila ?”,

Sooyoung melirik Yuri dengan pandangan yang menakutkan ,Yuri bergidik ngeri melihatnya . ” Tampar aku . “, ujar Sooyoung sekali lagi , tak memberi pilihan lain pada Yuri .

PLAK ….

” Gwencana ?”, Yuri khawatir tamparannya terlalu keras .Dia memandang pada tangannya yang panas kemudian beralih pada pipi Sooyoung yang memerah .

Sooyoung menghela nafas lega . Matanya kini berair . ” Gumawo .”, Yuri memandang tak percaya pada Sooyoung .

” Kau benar-benar Yeoja ajaib . ” , gerutu Yuri .

” Sekarang tinggalkan aku sendiri ! Tutup pintunya !”,Sekali lagi Yuri menyerah mencoba memahami pikiran sahabatnya satu ini . Yuri menutup perlahan pitu kubilel meninggalkan Sooyoung menikmati privasinya .

Sooyoung memandang pintu kubikel yang tertutup . Dia mencoba menutup matanya sesaat untuk menghayati segalanya . Setetes air mata kemarah mengalir dari matanya . Dia menangis bukan karena sedih . Dia menangis karena merasa marah pada dirinya sendiri . Kenapa dia tak berani memperjuangkan Siwon . Kenapa dia harus menjadi orang baik . Kenapa dia tak mampu menjambak Fanny dan mengatakan kata-kata kasar di depannya . Kenapa harga dirinya tak mau mengalah . Dan kenapa dia mengucapkan perpisahan itu .

Sooyoung sekarang benar-benar merasa seperti pahlawan . Sendiri dan kesepian , menangis diam -diam tanpa ada yang tahu , mencoba tegar di hadapan orang lain , menangis kembali jika sudah diluar jangkauan pandangan . ” Huwaaaaa … huwaaaa …….”, raung Sooyoung dari dalam kubikal . Dia tak bisa menghentikan tangisannya . Dia ingin berhenti tapi tak bisa . Dia membutuhkan namja itu , namja yang bisa mengucapkan matera ajaibnya .

*****************************
Kyuhyun sedang sibuk dengan rentetan note balok di hadapannya saat ponselnya berdering. ” Yaboseyo . “, ujar Kyuhyun . Matanya masih tak melepaskan sederetan partitur di hadapanya . ” Mian , bisakah kau menghubungiku lain wak…”,” Ucapkan manteranya . “, potong seorang Yeoja dari seberang sana . Kyuhyun menghentikan pengamatanya saat dia mengenali suara yeoja yang menelefonnya .Senyum terkembang di wajah Kyuhyun . Perhatiannya sepenuhnya beralih pada yeoja itu . ” Ani !. ” goda Kyuhyun . ” Terakhir kali aku mengucapkannya aku harus kehilangan 6000 won untuk memuaskan nafsu makan seorang gadis Cello .”Sooyoung menghela nafas kesal mendengar gurauan Kyuhyun , tapi anehnya air matanya berhenti tanpa Sooyoung sadari . ” Ya! Apa maksudmu memuaskan nafsu makan ? Itu adalah LAMBANG PERSAHABATAN . ”

Kyuhyun tertawa mendengar jawaban Sooyoung . ” Sudah tak sedih lagi ?”,

Sooyoung menatap wajahnya di cermin wastafel . Matanya masih sembab dan bengkak , tapi air matanya sudah berhenti mengalir . ” Bagaimana kau bisa tahu ?”, tanya Sooyoung keheranan . ” Ya ! Kau tak memasang kamera pengintai kan ?”, lanjut Sooyoung seraya mengedarkan pandangan di sekeliling kamar mandi dengan gaya berlebihan .

Kyuhyun tak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Sooyoung . ” Terserah kau saja , yang pasti aku tahu . “, sebenarnya Kyuhyun mengetahui dari suara Sooyoung yang sudah kembali bersemangat .Tapi Kyuhyun tak ingin memberitahu Sooyoung dan memilih menikmati menggoda kepolosannya. ” Dimana posisimu saat ini?”, ujar Kyuhyun yang tiba-tiba terbesit sebuah ide .

” Di depan cermin wastafel kamar mandi lantai satu gedung musik . Sebenarnya tadi ada di dalam kubikel , tapi udaranya terlalu pengap akhirnya aku keluar .”, jawab Sooyoung polos . Kyuhyun tak henti-hentinya dikejutkan dengan jawaban Sooyoung yang selalu mengundang tawa .

” Kenapa kau tertawa ? Apa ada yang lucu ?” , protes Sooyoung yang merasa tak ada yang salah dengan jawabannya .

”  Ani . Sekarang keluarlah . Aku ada di depan .”,

Sooyoung menatap ponselnya dengan kernyitan tak percaya . Dia menutup panggilannya dan melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi . Benar saja Cho Kyuhyun sudah ada di sana dengan senyum lebar di wajahnya .

” Omo ! Kau benar-benar penyihir . Baru lima detik aku memberitahumu posisiku , bagaimana kau bisa sampai di sini secepat itu ?”, Sooyoung mengamati Kyuhyun dari atas hingga bawah, tatapan heran bercampur kagum terpancar dari matanya yang sembab . “Apa kau punya ilmu teleport ? Ani ..ani …kau juga punya ilmu menghentikan tangisan . Apa kau benar -benar manusia ?”,

” Apa kau kecewa jika aku mengatakan aku manusia ?”, Senyum Kyuhyun semakin terkembang . ” Anggap saja aku bukan . Bagaimana kalau kau ikut berkunjung di dunia kecilku ?”, ajak Kyuhyun menikmati permainan ini .

Sooyoung menyambut ajakan Kyuhyun dengan antusias . ” Apa mantera kali ini ?”,

Kyuhyun sejenak terlihat berfikir , ” Baby Don’t Cry !”, ujar Kyuhyun seraya menarik Sooyoung untuk mengikutinya ke dunia kecilnya .

***********************
Sooyoung POV –

Kata-kata itu seperti menyihirku layaknya mantera. Kyuhyun yang baru ku kenal tiga hari ini membuatku merasa seperti bertemu dengan kawan yang sudah ku kenal seumur hidup. Aku tak pernah merasa hal seperti ini sebelumnya . Entah kenapa aku merasa Kyuhyun bisa membuatku bahagia dengan caranya yang unik . Di sampingnya aku bahkan tak takut terlihat bodoh atau jelek .

Aku melihat Kyuhyun yang ada di kursi pengemudi . ” Kita mau kemana?”. Kami sudah berkendara kurang dari satu jam , tapi sepertinya tak ada tanda-tanda kami akan segera berhenti .

” Bukankah kau ingin ke dunia ku ? “, jawabnya dengan nada misterius . ” Kita akan segera sampai . “, lanjut Kyuhyun sebelum kembali berkosentrasi pada kemudinya .

Aku menatap ke luar jendela . Mencoba menyembunyikan rasa penasaranku , dan sedikit perasaan mengganggu karena sekali lagi aku melihat sekelebat rasa sedih di mata Kyuhyun . Ya Tuhan , dia sedang tersenyum tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya . Aku tak berani menanyakan hal itu , aku rasa Kyuhyun akan menarik diri saat aku mulai ingin tahu tentangnya . Bagaimanapun kami baru saling mengenal selama tiga hari .

” Kita sudah sampai . “, aku terlalu hanyut dalam fikiranku hingga tak sadar kami sudah sampai di tujuan . Aku melangkahkan kakiku keluar dari mobil dengan sedikit keraguan . Kyuhyun mengajakku ke sebuah danau ? . Aku mengedarkan pandanganku sekilas . Aku tak menemukan hal special kecuali pemandangan apik yang terbentang di depan mata .

Kyuhyun sudah mengambil langkah mendahuluiku , dia berhenti di bawah pohon Mapple yang berdiri kokoh di dekat danau .  Aku mengikutinya hingga aku baru sadar itu bukan hanya pohon Mapple biasa . Kyuhyun sedang memandang nisan yang ada di bawah lindungan pohon Mapple itu dengan tatapan sendu . ” Seohyun , aku kembali .”, ujarnya lirih .

Aku tak tahu harus berbuat apa . Jadi aku hanya terdiam di belakang Kyuhyun, menunggunya menuntaskan rasa rindunya . ” Mian , apakau kecewa aku mengajakmu ke sini ?”, tanya Kyuhyun akhirnya.

Aku tak bisa tak tersenyum. ” Gwencana . Aku senang kau mengajakku ke sini. “, jawabku . Aku kembali menatap nisan yang ada di hadapanku , aku tahu siapapun yang terkubur di situ adalah sebuah jiwa yang sangat berharga bagi Kyuhyun .

” Siapa dia ?”, tanyaku memberanikan diri . Aku tak bisa terus diam dan dibakar rasa penasaran . ” Apa dia duniamu ?”,

Kyuhyun tersenyum mendengar pertanyaanku .” Ani ! Dia bukan duniaku . Dia adalah orang yang menciptakan dunia bagiku . “,

Aku sedikit merasa iri dengan Seohyun . Dia sudah meninggalkan dunia ini tapi masih ada orang yang mencintainya seperti Kyuhyun . Dia pasti orang yang sangat baik di kehidupannya dulu .

” Sampai saat ini aku masih tak mampu melupakannya . Bukan karena aku tak mampu tapi tak ada alasan bagiku untuk mencobanya. Mulanya aku menikmati kenangan yang ada dalam hatiku tapi lambat laun, ini menjadi sebuah siksaan bagi jiwaku . “, Kyuhyun menjelaskan segalanya , dia mulai membuka hatinya padaku . Walau ini terlihat terlalu cepat bagi persahabatan kami , persahabatan tetaplah persahabatan . ” Kau membuatku terkejut dengan membaca ke dalam hatiku pada pertemuan pertama kita . Aku merasa Seohyun bersekongkol dengan Tuhan untuk mempertemukan kita . Melihatmu menangis kemudian tertawa membuat hatiku mulai merasakan kebahagiaan yang sempat aku lupakan. Jadi bisakan aku memohon satu hal padamu?”,

Aku tak mampu bernafas . Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang menusuk ke dalam hatiku . Kesedihan di matanya tak ditutupinya lagi , ada rasa tersiksa di dalamnya . Aku lupa aku belum memberi jawaban pada Kyuhyun sampai dua detik berlalu. Aku mengagguk kaku ke arahnya , ” Katakan ….”,

” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,

Pertahananku langsung runtuh , aku merengkuh Kyuhyun tanpa sadar . Aku ingin membantunya memikul kepedihannya . Kesedihanku sediri serasa menguap dengan melihat sahabat di hadapanku meneteskan air mata . ” Gwencana …gwencana …gwencana .”, ujarku padanya. Aku merasa pundakku basah , aku tahu Kyuhyun sedang menangis saat ini  .

Seohyun , kau sungguh beruntung dicintai oleh orang seperti Kyuhyun . Tapi maafkan aku mungkin aku akan mulai membuatnya melupakanmu .Siapapun dirimu aku tahu pasti kau setuju dengan tindakanku . Bantu aku dari sana untuk membuat orang dalam pelukanku saat ini memperoleh kebahagiaannya .



“Oppa , Tak pernah ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini . Termasuk cinta . Perasaan itu akan dimulai dengan keanehan , beberapa ada yang diawali dengan saling membenci , beberapa diantaranya ada yang didasari dari rasa ketertarikan , dan sebagian darinya diawali dengan rasa nyaman . Suatu hari saat aku pergi meninggalkanmu kau akan menemukan orang yang bisa membantumu meredakan kepedihan . Aku bisa merasakan dia ada di sana menunggumu . “- Seohyun.

*******************************
Author POV –
 
” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,
Sooyoung terbaring dengan kepala miring . Ditatapnya ponsel yang sudah sebulan tak menderingkan nada khusus namja itu . Untuk kesekian kalinya Sooyoung mencoba membuka inbox di ponselnya . Tak ada pesan tak ada panggilan . Semua itu membuat Sooyoung meremang kesal .
” Jinjja . Aish …”, Keluh Sooyoung kesal seraya mengacak-acak rambutnya . ” Dia sengaja membuatku gila !”, .
Sooyoung mencoba untuk memejamkan matanya . Mencoba mengalihakan pikirannya dengan menghitung jumlah rambut yang dimiliki Pak Kang di kepala botaknya . ” 1 . 2 . 3 . 4. 5, …… “, Sooyoung mengernyitkan hidungnya sadar jika Pak Kang tak memiliki rambut lebih dari itu . ” Aish …”, gerutu Sooyoung kembali membuka matannya . Dia mencoba melirik jam dinding yang ada di hadapannya . Sudah dua jam dia hanya terbaring gelisah seperti itu. Kejadian ini selalu berulang selama sebulan ini .
” Kenapa kau menyiksaku seperti ini . “,  sekali lagi Sooyoung melihat layar desktop ponselnya . Dia mencoba menulis pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Kenapa kau tak menghubungiku ?
 
” Agrhhhhhh … “, Sooyoung menghapus kembali pesan yang sudah di ketiknya . Dia mencoba menulis lagi pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Apa kau baik-baik saja ? Lama tidak berjumpa . Apa aku harus menangis untuk bisa menemuimu ?
Sooyoung kembali menghapus pesan yang sudah diketiknya . Dia sudah putus asa berharap namja itu menghubunginya . Pertemuan terakhir mereka menyisakan banyak pertanyaan di hati Sooyoung . Dia tak percaya Kyuhyun tak menghubunginya sama sekali setelah itu .
Sooyoung ingin melempar ponselnya saat pesan itu masuk .
Soo …. bantu aku ! T.T , datanglah ke Mapo-gu* aku ada di restoran china samping tempat karaoke . Aku membutuhkanmu …. palli ..palli …
 
From : Yuri

Sooyoung khawatir sesuatu yang serius menimpa Yuri . Dia segera meraih kunci mobilnya yang ada di nakas. Berpakaian seadanya dan meraup mantel yang ada di kursi belajarnya . ” Omma …aku akan pulang terlambat , jangan tunggu aku  . “, teriaknya seraya menuruni tangga .

” Yak! Younggie , kau mau kemana ?”, tanya Eomma Sooyoung yang sedang bersantai di ruang keluarga .

” Aku tak bisa menjelaskannya sekarang . Aku akan segera kembali . Bye bye .”,  ujar Sooyoung seraya mendaratkan dua kecupan ringan di pipi Eommanya .

” Aigoo ..anak zaman sekarang !”, keluh Eomma Sooyoung sekepergian anaknya .

***************

Sooyoung POV –

Hari ini aku membuktikan satu hal lagi soal persahabatan . Yuri selalu membantuku menyadari bahawa aku terlalu baik dan BODOH ? . Aku memandang marah Yuri yang tak berani menatap mataku . ” Yack ! Kwon Yuri . Kau menyuruhku menempuh 18 km perjalanan hanya untuk ini ?”, teriakku padanya .

Sejam lalu aku benar-benar merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada Yuri . Tapi saat ini di tempat ini di hadapanku dia merintih meminta maaf . ” Miane Soo , aku tak ingin membuat Minho dan kawan-kawannya kecewa . ” ,

Aku memandang ke sekeliling  kamar mandi . Baik, biarkan aku menceritakan detail kejadiannya hingga kami berakhir di kamar mandi 18 km jauhnya dari rumahku . Sejam lalu Yuri mengirim Sms meminta bantuan padaku agar datang ke Distrik Mapo . Tanpa berfikir panjang aku yang sangat baik dan POLOS ? segera menuju tempat yang disebut Yuri , takut jika sesuatu terjadi padanya . Sesampainya di depan restoran China yang disebut Yuri aku melangkahkan kakiku memasuki restoran itu . Aku tak melihat ada yang salah di sana sampai aku sadar kalau Yuri sedang berdua dengan Minho menunggu pesanan makanan mereka diantar . ” Younggie kau sudah datang ?”, ujarnya dengan ceria . Dia melambaikan tangannya ke arahku dengan bahagia . Aku terpaku di tempatku . Dengan piama yang masih aku kenakan di balik mantelku dan penampilan acak-acakanku aku tak tahu lagi harus bagaimana melihat Yuri yang sangat modis dan sexy dengan gaun satin hitamnya .

” Apa … apa maksudmu ? Kau mana … mana ..?”, aku terbata mencoba berkata sesuatu yang menunjukkan segala bayangan yang tergambar di pikiranku saat melaju ke tempat ini . Aku membayangkan Yuri ditodong oleh pasukan hitam pengendara motor besar . Di bayanganku aku melihat Yuri sedang dipaksa menteraktir minum kawanan bermotor itu di restoran China dan dia tak punya cukup uang untuk membayarnya . Akhirnya Yuri dipaksa untuk menjadi kabaret di tempat karaoke di sebelah restoran China ini . Oke aku membuktikan sekali lagi bayanganku terlalu berlebihan . Tapi yang ada di hadapanku benar -benar membuatku marah . ” Kau menyuruhku berkendara 18 km hanya untuk menikmati kaki ayam ?”, teriakku pada Yuri .

Yuri melotot kaget mendengar teriakanku . Dia tersenyum manis pada Minho , meminta izinnya untuk berbicara berdua denganku . ” Cagiya , kalau pesanan kita sudah datang langsung saja ke ruangan . Aku akan membicarakan sesuatu dengan Soo . Mungkin sedikit lama . Otthe ?”, Minho hanya mengangguk heran menatap tingkah kekasihnya yang aneh . Yuri tersenyum sekali lagi pada Minho sebelum menarikku ke kamar mandi restoran .

” Miane ,Soo . Jinjja , aku tak akan mengulanginya lagi . Tapi Minho bilang temannya ada yang menyukaimu . Dia ingin merayakan ulangtahunya dengan sahabatnya yang sudah lama tak dia temui . “,

Aku melirik Yuri dengan pandangan murka . ” Kenapa kau tak bilang dari awal . Selama satu jam aku mencemaskanmu . Aku… ”

” Kau pasti tak akan mau jika aku mengatakan yang sebenarnya . “, sahut Yuri . Dia mencoba membujukku dengan menggelayutkan tangannya pada lenganku . ” Apa kau ingat Changmin Oppa ? Dia sudah lama menyukaimu . Kenapa kau tak mencoba berkencan dengannya . “, ujarnya mengalihkan pembicaraan.

Aku mencoba menghela nafas . ” Kwon Yuri . Aku sedang tak ingin berkencan , kau …”,

” Aku mohon Soo . Aku sudah berjanji pada Minho !”, Yuri merengek di hadapanku . Jika saja kami bukan sahabat aku sudah menenggelamkan wajahnya di wastafel kamat mandi . ” Sekali ini saja …ya ..ya ?”,

” NE ! NE ! Sekarang hapus air mata palsumu !”, ujarku tak tahan melihat Yuri cemberut . “Demi Tuhan , aku hanya memakai piama di balik mantel ini . ” , gerutuku saat melihat pakaian Yuri yang glamour .

” Gwencana . Aku membawa baju ekstra di mobilku !”,

Aku melirik Yuri tak percaya . ” Kau sudah merencanakan ini juga ? Aish ! Kau …”, Yuri terbirit keluar sebelum aku menyelesaikan perkataanku . ” Jinjja , setelah ini aku tak akan percaya siapapun !” , gerutuku dalam hati .

******************
Aku menatap keramaian di hadapanku dengan pandangan kaget . Yuri bilang hanya beberapa teman Minho yang datang menghadiri acara ini . Tapi setidaknya lebih dari selusin namja dan empat yeoja ada di ruang karaoke ekslusif itu . Aku melirik Yuri sekali lagi . ” Beberapa kau bilang ?”,
Yuri mencoba tersenyum kaku ke arahku . ” Nikmati saja ! Otthe ?”,
Aku mencoba menurunkan ujung gaun satinku yang terasa terlalu pendek . Aku tak mengenal orang-orang yang ada di ruagan ini . Ada beberapa yang pernah aku temui di SAS tapi sebagian lainnya sepertinya teman luar Minho . Aku menempatkan diriku di samping namja yang sepertinya pendiam dan tak menikmati pesta .

” Apa kau salah satu teman Minho ?”, aku mendengar namja itu bertanya padaku . Aku sempat ragu dia mengajakku berbicara , sampai aku pastikan bahwa tak ada siapapun selain kami berdua yang duduk di sofa .

” Ne . Apa kau bukan ?”, namja itu tersenyum padaku , dia menawariku sebuah colla tapi aku menolaknya .

” Kami dipersatukan karena Kyu Line . ” , jawab namja itu .

” Kyu Line ? Apa itu ?”, namja itu belum sempat mejawab saat suara itu membuat jantungku berdetak kencang .

” Jonghyun-nee , dia milik Changmin jauhkan tanganmu darinya . ” , Aku tahu suara itu adalah miliknya . Dia yang aku tunggu kabarnya selama sebulan ini . Aku mencoba mengalihkan pandanganku perlahan ke arah suara itu …..

” Kyuhyun !”, bisikku . Sejenak aku benar-benar marasa dingin , bukan karena gaun terbuka yang kukenakan . Dia ada di sana dengan senyum khasnya . Aku hampir menitikan air mata karena bertemu lagi dengannya .

” Kyu , kau bawa kekasih baru ?”, ujar Minho yang membuatku sadar Kyuhyun tak sendiri . Dia sedang menggandeng seorang yeoja yang sangat cantik bersamanya . ” Daebak !”,

Kyuhyun tersenyum pada Minho sebelum membawa yeoja itu duduk di samping Jonghyun . ” Kau ingin minum sesuatu ?”, tanya kyuhyun pada yeoja itu . Aku melihat Kyuhyun mencium pipi yeoja itu yang membuatku tanpa sadar menggengam ujung gaunku dengan erat .

” Kau tak mau mengenalkannya pada kami ?”, tanya Jonghyun yang jengah melihat kemesraan di hadapannya .

” Vic kenalkan dia temanku Jonghyun . “, yeoja itu mengulurkan tangannya pada Jeonghyun . ” Dan yeoja yang ada di sebelahnya adalah Sooyoung . Dia adalah wanita yang diceritakan oleh Changmin Hyung kemarin . “, Victoria tersenyum ke arahku , aku membalasnya dengan senyum juga .

” Oppa , aku ingin minum limun . “, ujar Victoria dengan manja . Kyuhyun mengagguk dan meninggalkan kami bertiga duduk di sofa.

” Miane , boleh aku bertanya apa maksud Kyuhyun saat dia bilang ‘yeoja yang diceritakan Changmin Oppa’ ” , tanyaku akhirnya . Aku terganggu dengan kedekatan Kyuhyun dengan Victoria , tapi lebih terganggu seakan – akan semua orang di sini telah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuanku . Kenapa semua menyebut Changmin Oppa .

” Errr bahasa Koreaku tidak terlalu bagus . Tapi yang aku tahu Changmin Oppa sangat menyukaimu . ” , jelas Victoria dengan bahasa Korea yang pas-pasan .

Aku memandang pada Jonghyun yang memilih mengacuhkan pertanyaanku , ” Apa kau tak akan menjawabku ?”, Jonghyun tersenyum menyerah . Dia memilih untuk tak ikut campur dengan masalah ini .

Aku merasa sedikit jengah , aku mencari-cari sosok Yuri di antara kerumunan orang yang semakin banyak . Aku tak menemukannya , tapi aku menemukan Kyuhyun yang sedang menuangkan limun di dalam gelas . Aku memberanikan diriku untuk mendatanginya . ” Oppa !”, semuanya serasa tehenti . Seakan ruangan ini hanya ada kami berdua, musik yang memekakan telinga seakan berganti dengan denting piano yang selalu familiar di telingaku saat aku bersama Kyuhyun . ” Bisa kita bicara sebentar ? “, Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang tak bisa ku artikan . Tapi aku semakin tersulut api kemarahan karena seorlah-olah dia tak mengenalku , seolah -olah dia tak pernah mengajakku ke dunia kecilnya , seolah-olah dia tak bearti bagiku ?.

Kami memilih sebuah ruang tunggu yang tersedia di depan ruang informasi .Aku ingin sekali menyemburkan semua keluh kesahku saat menunggu kabar darinya . ” Kenapa kau tak menghubungiku ?”, aku memulai pembicaraan kami .

Dia hanya terdiam memandang ke depan , ” Aku tak merasa memiliki kewajiban untuk melakukan itu . “, jawabnya dengan nada dingin .

Aku tahu dia benar , tapi bukankah kita sahabat . Bukankah dia memintaku membantunya utuk mengucapkan mantera itu . ” Apa maksudmu ? Aku menunggu kabar darimu selama sebulan . Aku terus mengkhawatirkanmu seperti orang gila . Aku bahkan tak bisa menelan makananku tanpa mengecek ponselku . Setiap malam aku memeriksa ponselku memastikan apa kau menghubungiku atau tidak ..aku ..”,

” Soo .”, sahut Kyuhyun Oppa dengan nada mematikan .” Apa kau mulai menyukaiku ?”, aku terpanah di hadapannya . ” Kau menyukaiku ?”,

” Apa yang kau bicarakan ?”, aku bingung akan perasaan ini . Aku tak tahu kenapa aku bertindak seperti orang bodoh saat ini , tapi aku tak pernah menyangka kalau aku menyukai Kyuhyun .

” Kau sepertinya salah sangka dengan hubungan diantara kita . “, jelas Kyuhyun dengan nada dingin membuat hatiku terasa begitu perih . Aku tak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya . ” Kau mungkin hanya terbawa perasaan mengingat kau sedang dalam kondisi yang lemah hati pasca perpisahanmu dengan Siwon Hyung . “, Demi Tuhan jika Kyuhyun melanjutkannya aku pasti akan meneteskan air mataku .

” Kau tahu ? Ada kalanya di Luar Negri hanya semacam sopan santun. Menghibur wanita yang sedang menangis dan berpelukan . Diantara teman hal seperti itu tak bearti apa-apa . Itu hanya semacam …”,

” Sandiwara !”, sahutku tak tahan lagi mendengarkan ucapan Kyuhyun . ” Aku mengerti . Aku tak keberatan . “, susana canggung diantara kami mendadak merebak menjadi sebuah pemisah sesuatu yang telah tumbuh diantara kami . Aku meninggalkan Kyuhyun sendiri di sana , tak membiarkannya tahu saat ini aku sedang menangis . Aku selalu mengenalinya sebagai pengucap mantera untuk menghentikan tangisanku , tapi sekali ini dia menjadi seseorang yang membuatku menangis . Aku merasa bodoh ada di sini . Aku selalu jatuh dengan cara yang sama di tempat yang sama dan pada masalah yang sama . Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk sendiri .

” Choi Sooyoung ? Kau kah itu ?”, suara seorang namja dari balik bahuku membuatku berhenti untuk menatapnya .

” Changmin Oppa ?”,

*********************
Author POV-
Kyuhyun masih di sana , garis murung di wajahnya terlihat semakin gelap . Dia dari tadi mengepalkan tangannya mencoba menahan gejolak emosinya untuk mengejar Sooyoung . ” Aku membuatnya menangis !” , bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri . ” Miane Soo , aku terpaksa melakukannya . “,
**********************
-TBC –

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 4-

Salut, Cava ?

Adaya kembali mau Post FF lanjutan BND 🙂 , semoga chingudeul menikmati membacanya …..

Let’s Rock !

FYI : Yang Bercetak Miring FlashBack

Title              : Billionaire Next Door

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun

Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family,

Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )
 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator! 

Chapter -4-

Author POV-

” Appa ….Appa…..Appa……!!! Jangan tinggalkan aku ! Oppa suruh Eomma dan Appa bangun . Oppa ……aku ingin ikut dengan mereka ! “, 

 Sooyoung memandang bayangannya di cermin . Dia mencoba menenangkan dirinya dengan membasahi wajahnya dengan air . ” Appa …..Eomma ….”,bisiknya lirih . Sooyoung yang selalu menunjukkan sisi kerasnya di depan semua orang selalu tertunduk lemas saat sendiri . Dia tak pernah merasa bahagia sejak kecil selain saat dia berpura-pura bahwa dunia memujanya . Dengan menampilkan sikap acuh dan angkuh setidaknya Sooyoung tak menjelaskan alasan kesedihannya . Dia selalu memakai topeng itu setiap saat , bahkan di depan Kangta .
” Apa yang kalian lakukan ?”, Sooyoung melihat Changmin dan Yoona berpelukan di hadapannya . ” Yoona ?” , 
” Younggie dengarkan aku … ini hanya salah paham ?”, 
” Tidak …aku pasti bermimpi .”, ujar Sooyoung pada dirinya sendiri 
” Younggie ….”, 
” Aku akan pergi , ini tidak mungkin nyata !” , 
Changmin menghentikan langkah Sooyoung . ” Kau tak bermimpi . Apa yang kau lihat adalah yang sebenarnya . Aku mencintai Yoona . “, 
” Oppa !”, Yoona berusaha menghentikan Changmin . 
” Mwo ?” , Sooyoung memandang ke arah sahabatnya kemudian kekasihnya .”Kalian menghianatiku ?”, 
” Younggie dengar aku…”, 
” Lepaskan !”, Sooyoung menepis uluran tangan Yoona . 
Changmin tak suka cara Sooyoung memperlakukan Yoona . ” Kau sudah salah paham akan hal ini . Bukan Yoona yang menghianatimu , tapi kau yang menghianati Yoona …”, 
” Hentikan Oppa …”, Yoona menangis di hadapan Changmin . 
” Selama ini aku mencintai Yoona . Dia yang memintaku untuk menerimamu . Dia memintaku untuk membuatmu bahagia dengan mengorbankan …”, 
PLAK 
Changmin terdiam , dia memandang tangan Yoona yang masih terangkat di udara . ” Hentikan aku mohon !”, Yoona melihat Sooyoung yang sudah bergetar di tempatnya . 
” Younggie ..miane !”, Yoona berusaha membujuk Sooyoung. 
Sooyoung tak bisa tetap di sana .Dia harus pergi sebelum dia membenci Yoona unuk selamanya .Satu -satunya orang yang dianggapnya sebagai teman di dunia ini telah menghianatinya . Sooyoung tak bisa tetap di sana untuk menyaksikan segalanya . Dia akan hancur , semakin tenggelam dalam kegelapan yang sudah dibangunnya sejak kecil . 
 ” Aku lelah Appa . Aku lelah terus seperti ini . “, Sooyoung melihat potret keluarga mereka yang tergantung kokoh di kamarnya . Ingatan lima tahun lalu saling berkelebat dengan ingatanya saat berusia tujuh tahun . Suara ketukan pintu membuat Sooyoung kembali bersiaga . ” Masuk !”, ujarnya lirih .

Sekertaris Oh masuk ke kamar Sooyoung dengan membawa sebuah folder dokumen dan undangan berwarna emas . ” Apa itu ?”, tanya Sooyoung ingin tahu .

” Ini adalah data tentang perancang perhiasan baru yang Nona minta . “, ujar sekertaris Oh seraya menyerahkan sebuah folder kepada Sooyoung . ” Dan ini undangan dari Tuan Kwon . “,

” Undangan ?”, ujar Sooyoung dengan antusias seraya membuka amplop undangan . ” MyeongDong Nanta theatre ?”, sebuah Senyum terkembang di wajah Sooyoung . Mata Sooyoung menelisikisi undangan . ” Kyuhyun Oppa?” , mata Sooyoung berhenti pada akhir undangan . Dia terkejut ternyata pengirim undangan itu bukan Siwon tetapi Kyuhyun . Sooyoung kembali melihat ke amplop undangan dan jelas tertera namanya di depan amplop.

” Ada yang salah Nona ?”, tanya sekertaris Oh yang melihat kerut kecewa di dahi Sooyoung .

” Ani . Apa aku ada jadwal penting besok ?” , ujar Sooyoung mengalihkan pembicaraan .

” Besok setelah makan siang dengan Duta besar Turki akan ada pertemuan dengan Desainer Lorraine Schwartz di hotel Park Hyatt Seoul .” jelas seketraris Oh . ” Apa ada yang lain Nona ?”,

” Ani . Terimakasih  , kau boleh pergi !”, ujar Sooyoung seraya tersenyum kecil .

” Baik . Saya permisi . ” , Sekertaris Oh kembali meninggalkan Sooyoung .

Sepeninggalan sekertaris Oh Sooyoung kembali membaca undangan dari Kyuhyun . Dia masih bertanya-tanya dalam hati , kenapa Kyuhyun mengundanganya . Sooyoung tak mau memikirkannya tapi saat pertemuan pertama mereka Kyuhyun sama sekali tak tertarik dengan dia . Apa itu adalah salah satu cara Kyuhyun untuk menarik perhatiannya , Sooyoung tak tahu . ” Kwon Kyuhyun , kita lihat apa sebenarnya tujuanmu?”, batin Sooyoung dalam hati .

*******************************
Sooyoung POV-

” Aku sama sekali tak berniat jatuh cinta padamu !”,

Aku hampir saja tersedak teh yang diminumnya . Aku menatap Kyuhyun dengan pandangan jengkel . ” Apa maksudmu ?”,

” Aku hanya ingin menjelaskan padamu . Aku tak tertarik denganmu . Tapi aku ingin mengajakmu bekerja sama ! . “
Aku menatap Kyuhyun sekali lagi mencoba mencari jejak jahil yang selalu ada di wajahnya . Tapi aku tak menemukannya , dia menatapku dengan tatapan serius yang tak pernah aku lihat sebelumnya . ” Kerja sama ?”,
” Aku sebenarnya malas mengatakan ini , tapi kau membutuhkanku seperti aku membutuhkanmu . Aku tahu kau tertarik dengan Siwon Oppa . Dan kau tentu tahu aku tertarik dengan Yoona . Mari bekerja sama mulai hari ini untuk menempatkan hal ini menjadi cinta yang tak bertepuk sebelah tangan . Aku tak ingin bersaing dengan Hyung untuk memperebutkan wanita yang sama . ” , Kyuhyun menyeruput Ice Coffenya sebelum melanjutkan , ” Dengan sikap dan tingkahmu aku ragu Hyung akan tertaik padamu , tapi tenang aku akan membantumu . ” , aku kembali mendengar ada nada jahil dalam suaranya yang tadi sempat menghilang.

Aku tak bisa berhenti dikejutkan olehnya hari ini . Mulai dari pertunjukan theater yang megah , sikap yang dingin , dan jamuan minum di kedai murahan . Dia benar-benar menunjukkan padaku kalau dia tak tertarik padaku dan berusaha menunjukkan dia bisa memperlakukanku seenaknya . Membawaku ke tempat mewah kemudian menghinaku dengan mengunjungi kedai minum murahan .Dan kali ini dia mengkritik tentang sikapku ?

” Kau sungguh tak sopan Kwon Kyuhyun . Kau kira aku bodoh ? Aku sama sekali tak melihat keuntungan bagiku. Kenapa aku harus menyetujuinya ?”, aku sudah hampir kehabisan kesabaran saat menginjakkan kaki di kedai kotor ini .

” Kau akan melihatnya ! Ini adalah sesuatu yang tak nampak keuntunganya di masa kini . Apa kau tak belajar ekonomi ? Ini sebuah investasi yang akan kau peroleh profitnya di masa depan . ” , ujar Kyuhyun dengan gaya lucu . Aku tak tahu aku ingin tertawa saat ini , tapi mencoba menahannya .

” Aku tak tertarik . Aku lebih suka kompetisi terbuka . Apa kau khawatir daya pikat minimmu itu tak mampu menjerat hati Im Yoona ?”, aku membalik ucapan Kyuhyun . Aku ingin menunjukkan padanya kalau aku bisa juga bermulut tajam pada siapapun yang menggangguku .

Aku ingin tersenyum karena kali ini Kyuhyun yang tersedak minumannya . Dia melirikku dengan pandangan sebal . ” Kau tak mungkin berfikir seperti itu . Tawaranku tetap terbuka . Jangan salahkan aku jika Hyung menolakmu . ” ,

” Aigoo … Tuan mudah satu ini , terserah kau . Sekarang antarkan aku pulang !”, aku melirik jam tanganku , sudah waktunya aku menghadiri jamuan makan malam dengan keluarga Jung . ” Apa yang kau lakukan . ” , aku melihat Kyuhyun yang tetap menikmati Ice Coffe di hadapannya tanpa keinginan untuk beranjak dari tempatnya .

” Kau bisa jalan kaki kan ?”, Aku kembali ternganga mendengar ucapannya . Aku melihat ke sekeliling kedai yang diisi oleh orang -orang berpakaian kumal dan bau . Dia sengaja membawaku ke tempat yang sulit dijangkau agar memberiku tekanan untuk menerima tawarannya . Tak ada Taxi tak ada bus , dan demi Tuhan kenapa aku begitu bodoh tak mengisi battery ponselku semalam .

Tatapanku kembali menghujam Kyuhyun yang masih duduk dengan gaya santai . ” Terima atau kau pulang dengan kedua kakimu ?”, desak Kyuhyun .

Aku tak mau mengalah padanya .Dengan senyum sinis aku berbalik meninggalkan Kyuhyun yang terkejut dengan tindakanku. Aku melangkahkan kakiku menembus kerumunan orang yang mengepulkan asap rokok untuk menjangkau pintu keluar , suara hak stiletoku berdentam dengan lantai kayu yang berderit . Aku melihat langit yang sudah mulai gelap dan berdoa dalam hati agar aku menemukan taxi di tengah perjalanan .

” Yack ! Kau mau kemana ?”, aku mendengar Kyuhyun memanggil-manggil namaku dari balik punggungku . Aku berusaha mempercepat langkahku . ” Choi Sooyoung !”,

Aku mencoba berlari kencang . ” Jangan kejar aku !” , aku merasa kondisi kami saat ini sangat konyol seperti adegan klasik film bollywood . Aku terhenti karena wajahku membentur sebuah tubuh subur di hadapanku . ” Yack ! Apa kau tak lihat jalan …..”, aku mulai kehilangan kata-kata saat tahu wanita yang bertabrakan denganku adalah wanita yang aku temui di restoran empat hari kemarin . ” Pasta …”, bisikku . Aku melihat ke sekitarku ada lima orang di sana , dua di antaranya adalah kumpulan wanita yang dulu aku temui di restoran bersama wanita gemuk di hadapanku . Aku ingin berbalik , tapi wanita itu mencengkram tanganku dengan kasar .

” Daebak ! Lihat ..bukankan yeoja ini adalah yeoja yang menyiramku dengan red wine ?” , Wanita gemuk yang mencengkram tanganku mendorongku ke depan kelima temannya .

” Kyuhyun ….Kyuhyunn……. !!”, aku mencoba mencari bantuan . Salah satu yeonja yang berambut keriting menampar wajahku dengan keras .

” Pelacur kecil ini ketakutan !  Hahahahha !”, mereka mulai mentertawakanku, salah satu diantara mereka mencoba mengambil sesuatu dari dalam tasnya . Dia memberikan sebuah botol soju kepada wanita yang mencengkramku .

” Daebak ! Dia telah membiarkanku merasakan red wine , kenapa kita tak membiarkannya merasakan minuman favorit kita ?”, semuanya kembali tertawa , dia meminta temannya untuk membukakan tutup botol soju sebelum menyiramkannya ke kepalaku .

Aku mencoba meludahi wajah wanita itu , tapi dia membalasku dengan tamparan keras di pipi . ” Wanita menjijikkan , kau akan menyesal memperlakukan aku seperti ini .”, teriakku , tapi mereka hanya tertawa ke arahku . Aku memandang berkeliling,  takut kalau Kyuhyun tak menemukanku . Aku menyesali keputusanku yang tak menerima tawaran Kyuhyun tadi . Hari ini memang mungkin hari sialku . Aku menatap kumpulan Yeonja di hadapanku yang sedang menyulut sebatang rokok . ” Apa yang kau lakukan ?”, aku mencoba melangkah mundur dari wanita gemuk di hadapanku tapi di tahan oleh dua wanita di belakangku .

” Aku ingin mengajarkanmu sopan santun . Sedikit luka di wajah sepertinya cocok untuk wanita sombong sepertimu . ”

” Kyuhyun …Kyuhyun …… Tolong aku ?”.

” Apa yang kalian lakukan !”, suara itu . Kyuhyun ada di sana dengan tatapan tak senang . ” Kau tak tahu siapa wanita itu ? Kalian akan mendapat masalah besar jika kalian membuatnya marah . Apa kau punya keluarga di rumah ? Pastikan kalian cukup kuat untuk melindungi mereka dari keegoisan uang yang dimiliki wanita berisik di hadapan kalian . “,

Aku sempat terharu saat Kyuhyun datang . Tapi mendnegar ucapanya aku benar-benar merasa muak . Yeoja gemuk di hadapanku memandang ke arah kedua temanya yang sedang mencengkram tanganku , memberi mereka isyarat untuk melepaskanku . ” Kau lolos kali ini . ” , ancamnya .

Aku tersenyum kecut ke arahnya , ” Seharusnya aku yang mengatakan itu . Daya ingatku sangat kuat . Aku sudah mengingat wajah wajah kalian di luar kepala . Aku harap kalain tidur nyenyak hari ini , karena besok akan ada kejutan menanti kalian !” , Kyuhyun tertawa mendengar ancamanku pada mereka .Aku meninggalkan mereka yang mendadak memucat wajahnya. ” Ayo kita pulang !” , aku menggandeng Kyuhyun untuk meninggalkan kumpulan Yeoja itu .

******************
Author POV –

Kyuhyun melihat tangan Sooyoung yang bergetar di genggamannya . Dia tak tahu wanita sombong di hadapannya juga bisa menunjukkan sisi lemahnya di hadapan orang lain . ” Gwencana ?”, tanya Kyuhyun saat melihat punggung Sooyoung ikut menggigil . Kyuhyun memperhatikan rambut Sooyoung yang basah . ” Kau bau soju .”,

” Diam !”, ujar Sooyoung masih melangkah menuntunya . Sooyoung melihat ke arah Kyuhyun dengan pandangan marah . ” Kalau kau tak mengajakku ke tempat kumuh ini aku tak akan mengalami kejadian memalukan ini .”, teriak Sooyoung seraya menghempaskan tangan Kyuhyun yang dipegangnya . Air mata sudah merebak di matanya . ” Seumur hidupku aku tak pernah dipermalukan seperti ini .”,

Kyuhyun menatap Sooyoung dalam diam . Mulanya dia merasa kejadian tadi lucu karena respon Sooyoung yang sombong dan pemberani . Tapi melihat air mata Sooyoung membuat lidah Kyuhyun benar-benar membeku . ” Miane , aku tak bermaksud seperti itu . ” . Kyuhyun melepas cardigan yang dipakainya . ” Ini pakailah . Kau bisa terkena flu . ”

Sooyoung meraih cardigan yang disodorkan Kyuhyun . ” Antar aku pulang . ” , ujar Sooyoung seraya berjalan mendahului Kyuhyun di tempat mobil Kyuhyun di parkirkan .

” Tunggu !”, Sooyoung menghentikan langkahnya saat Kyuhyun memanggilnya . Dia ingin memaki Kyuhyun tapi mengurungkan niatnya saat Kyuhyun menggandeng tangan Sooyoung menuju tempat parkir . ” Kau harus mulai belajar kalau seorang namja tak suka diperintah !. ” , Sooyoung terdiam melihat tangan Kyuhyun yang bertaut dengan tanganya .

” Gumawo . “, bisik Sooyoung yang membuat Kyuhyun tersenyum lembut tanpa disadarinya . Mungkin sesuatu yang terlihat dari luar tak benar-benar kenyataan , karena hati manusia layaknya fatamorgana . Sooyoung yang sombong hari ini bisa menangis dan berterimakasih , sesuatu yang tak pernah Kyuhyun fikir akan dilakukan Sooyoung .

*********************
Yoona POV –
” Kau harus memilih Siwon , dia pilihan yang tepat !” , Appa terlihat senang saat aku menceritakan detail makan malam di rumah keluarga Kwon . ” Kyuhyun mungkin namja yang baik , tapi dia tak cocok untuk dinikahi . “,
Aku memandang Appa dengan serius , sejujurnya aku belum pernah berinteraksi dengan Siwon Oppa kecuali saat kami tak sengaja bertatap muka di meja makan .” Siwon mempunyai ambisi untuk bekerja dan memimpin perusahaan Kwon Group , jadi lebih baik kau memilihnya !”, lanjut Appanya mengulang -ulang kata yang sudah dia ucapkan berkali-kali .
” Ne , Appa . Tapi aku bahkan belum pernah berbicara spatah katapun dengan dia . Sepertinya dia lebih tertarik pada Sooyoung dibanding denganku . Aku tak yakin dia juga akan memilihku . “,
” Kau harus mengambil start sebelum Sooyoung memenangkan hati Siwon . Kau lebih cantik dibanding dia , kau berpendidikan dan sopan , Presdir Kwon pasti senang jika kau dengan Siwon bersama . Kau tentu tahu cara mengambil hati lelaki , Appa tak perlu mengajarimu . “
Aku kembali teringat kenangan lima tahun lalu . Saat Sooyoung berbalik meinggalkanku dan Changmin Oppa . Aku harus memastikan Sooyoung tak menyukai Siwon Oppa sebelum menerima tawaran Appa .” Aku akan berusaha . Appa , boleh aku menanyakan sesuatu ?”,

Appa mengalihkan pandanganya yang terfokus dengan tayangan televisi di hadapanya ke arahku .” Katakan !”,

” Surat perjanjian yang aku temukan dua minggu lalu . Apa itu alasan Appa menerima perjodohan ini ?”, aku mulai takut untuk mendengar jawaban Appa . Surat perjanjian yang dua minggu lalu aku temukan memberiku kekuatan untuk melangkah menemui Presdir Kwon . Perusahaan Appa terancam pailit dan harus segera melunasi semua hutang yang ada di Bank . Perjodohanku ternyata sebuah kontrak kerja antara Kwon Group dengan Appaku untuk membantu memulihkan stabilitas perusahaan kami .

Appa tak berani menatapku . Aku melihat jemari tangannya saling menaut rapat . “Kau sudah tahu ? “, Appa mulai memucat .
Dugaanku selama ini memang benar . Sooyoung aku mohon semoga kali ini kita tak mengulang sejarah yang sama . Aku mohon jangan Siwon Oppa yang ada di hatimu . Aku memejamkan mataku dengan berat . Kenyataan selalu sulit dihadapi .

” Yoona , jika aku terlahir kembali aku tetap ingin menjadi sahabatmu . Gumawo sudah mengajarkanku untuk membuka hati. ” , – Sooyoung 

********************
-TBC-

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 3 –

Annyeong haseyo reader …Adaya back ( gak semangat)! , Adaya mau minta maaf belom bisa ngepost lanjutan Nothing On You . Kemarin sempat Post tapi di tarik lagi cz masih bimbang . Jadi sebagai gantinya Adaya lanjutkan BND . Tapi mohon maaf mungkin yang semula berharap ini akan menjadi romance comedy full akan terasa sedikit kecewa  dengan aura sedih yang ada di cerita mulai chapter ini sampai seterusnya . Miane reader Adaya akan berusaha cukup keras lagi untuk membuat sesuatu yang ceria .
FYI : Yang bercetak miring adalah Flash Back yaaaa
Happy Reading……..
Title              : Billionaire Next Door
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun
Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family,
Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )
 
Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator! 

Chapter -3- 

Author POV-

 Im Yoona sedang menguatkan jiwanya untuk bertemu president Kwon hari ini . Yoona tak pernah merasa setegang ini sebelumnya , bahkan saat kasus operasi pertamannya . Setelah kepulangannya yang lebih cepat dari rencana, Appa Yoona tak menunda kesempatan untuk segera mendesak Yoona menerima tawaran perjodohan itu . Yoona sedikit jengah dengan keputusan Appanya , tapi Yoona tahu apa yang dipilihkan Appanya selalu hal yang terbaik untuknya .
  ” Kita sudah sampai , agassi ?”, ujar supirnya yang membuat Yoona kembali pada pijakannya . Yoona memandang keluar jendela . Kediaman keluarga Kwon tak diragukan lagi kemewahannya . Pilar pilar penyangga berdiri kokoh di sepanjang jalan masuk rumah utama . Lampu gantu dan langit-langit bergaya Eropa memberi sentuhan klasik tersendiri pada kemegahan rumah itu . Yoona sejenak terpana melihat pahatan-pahatan yang terjajar di jalan masuk , dia melihat sekilas detail pahatan dan dibuat berdecak kagum.
 ” Selamat datang Nona Im , Presdir Kwon sudah menunggu Anda . Lewat sini , silahkan . “, ujar seorang namja yang belakangan diketahui Yoona sebagai sekertaris Kim . Yoona diantar olehnya menuju pilar barat yang dibangun dengan gaya Britania Raya . Yoona bisa merasakan aura novel-novel klasik yang dibacanya saat melewati lorong cerah yang dilapisi permadani merah , membentang panjang tak berujung .
 ” Sekertaris Kim , boleh aku menanyakan sesuatu ?”, ujar Yoona perlahan . Sekertaris Kim melihatnya dengan pandangan lucu , senyuman dari wajah tampannya membuat pipi Yoona memerah .
 ” Silahkan !” , jawabnya akhirnya . Yoona tak berani metapnya lagi . ” Apa ada sesuatu yang menggangumu Nona ?”.
 ” Ani . Pertama jangan panggil aku Nona . Aku tak terbiasa mendengarnya .”, ujar Yoona seraya tersenyum tulus. Jaejoong tersenyum mendengar permintaan Yoona .Walau dari kalangan chaebol Yoona sungguh rendah hati .” Sebenarnya aku ingin bertanya kenapa presdir Kwon memilihku diantara banyak pilihan yang tersedia ?”, Yoona merasa tidak sopan , tapi Yoona ingin memastikan sesuatu sebelum memberi jawabannya pada Presdir Kwon .
 ” Maaf jika saya tak bisa menjawabnya . Itu adalah hak Presdir untuk menjelaskan pilihannya . “, jawab Jaejoong . Dia menepuk pundak Yoona dengan lembut , seperti seorang Oppa menepuk pundah dongsaengnya . ” Bisakan kita melanjutkan perjalanan kita ?”,
 Yoona mengagguk perlahan . Sekertaris Kim benar , walau dia yang menemui appanya tapi tetap Presdir Kwon yang memiliki wewenang dalam penentuan perjodohan ini . Yoona sampai di depan pintu ukir bergaya Timur menjulang dua kali lipat tingginya . ” Kita sudah sampai . ” , ujar Jaejoong seraya membukaka pintu untuk Yoona . Yoona sekali lagi mengambil nafas sebelum melangkahkan kakinya ke ruangan itu .
*******************
 Yoona POV –

Aku melangkahkan kakiku memasuki ruang yang dikelilingi oleh permadani mewah di tiap sisi temboknya . Aku tak sadar di semua kemewahan itu ada seorang wanita di usia awal tiga puluhan sedang tersenyum ke arahku . Aku mencoba membalas senyumnya . Dia memberiku isyarat untuk duduk di kursi yang ditunjuknya.

“ Apa kau Im Yoona ?”, tanya wanita itu dengan ramah . Aku tak yakin tapi sepertinya wanita ramah ini adalah Presdir Kwon . “ Duduklah !”, perintahnya dengan nada lembut .
Aku menempatkan diriku di kursi tepat di hadapannya . Seorang pelayan masuk membawakan kudapan dan sepoci teh untuk hidangan . Kami terdiam sampai pelayan itu pergi meninggalkan kami berdua . “ Kau pasti sudah tahu tujuanmu diundang kemari ?”,
“ Ne .”, jawabku perlahan .
“ Lalu apa kau menyetujui perjodohan ini ?”,

“ Mianeyo , tapi bolehkah saya tahu alasan kenapa presdir memilih saya ?”,
Presdir Kwon tersenyum lembut mendengar pertanyaanku ,” Apa jawabanku penting untukmu?”,
Aku mengagguk pelan . ” Ne .”,
Presdir Kwon meletakkan cangkir teh yang dipegangnya , dia tampak berfikir sejenak , ” Sejujurnya aku tak tahu kenapa aku memilihmu . ” ,
Aku terkejut dengan jawaban Presdir Kwon . Tapi saat aku melihatnya aku tahu dia belum selesai bicara .
” Tapi saat ini aku tahu kenapa kau pilihan yang tepat . Kau memiliki sebuah ketulusan di matamu . Kau lembut dan berkepribadian kuat . Dongsaengku membutuhkan wanita seperti kau di sampingnya . Mungkin ini kali pertama kita bertemu , tapi percayalah aku bisa membaca pribadi sesorang hanya dari sekali pandang.”
Aku terdiam di tempatku , mencoba mencerna perkataan Presdir Kwon .
“Kau tak perlu khawatir , aku menghargai apapun jawabanmu . Kau memiliki hak penuh untuk menolaknya.”
Saat ini di bayanganku tergambar wajah Appa . Aku ingin berbuat sesuatu untuknya , setelah menemukan dokumen rahasia itu aku tahu menerima perjodohan ini adalah pilihan terbaik . ” Saya menerima perjodohan ini .”,
Sebuah senyum senang terlukis di wajah Presdir Kwon . Sesaat pandanganya beralih dariku melihat lurus di balik punggungku . ” Sekarang akan ku perkenalkan kau pada kandidat yang lain . “,
Aku mencoba menolehkan pandanganku mengikuti pandangan Presdir Kwon . Yeoja itu ada di sana . Berdiri dengan kesombongan yang dimiliki kalangannya . ” Choi Sooyoung ?”, ujarku lirih . Aku tahu ini akan terlihat seperti pertempuran dibanding perjodohan .

******************
Author POV – 
 Sooyoung berdiri di depan pintu , kakinya tak beranjak sesentipun dari tempatnya saat pandangannya menangkap sosok Yoona . ” Im Yoona . ” , ujar Sooyoung saat dia mendengar Yoona menyebut namanya .
” Apa kalian sudah saling mengenal ?”, Boa memandang keduanya dengan antusias . Sooyoung memberikan senyuman sinis untuk menjawab pertannyaan Boa .
” Ne . “, Yoona juga tak banyak berkata .
” Sepertinya kalian sudah saling mengenal dengan baik . Aku harus pergi sebentar , silahkan nikmati waktu kalian . ” , Boa meninggalkan mereka berdua . Sooyoung masih terpaku di tempatnya sampai dia memastikan Boa benar-benar keluar dari ruangan.
” Im Yoona .”, Sooyoung melangkahkan kakinya mendekati Yoona . Dia mengamati Yoona dengan tatapan tajam . ” Sudah lama kita tidak bertemu ? Kau terlihat sama seperti lima tahun lalu . “, ujar Sooyoung diwarnai nada sinis.
” Kau juga terlihat tak jauh berbeda . ” , jawab Yoona dengan suara serak , kenangan yang tak menyenangkan mulai tergambar kembali di benaknya . ” Miane . “, bisik Yoona yang membuat Sooyoung tersentak .
Kenangan itu juga mulai merambati pikiran Sooyoung . Sejenak Yoona melihat tangan Sooyoung gemetar . “Gwencana ?”, tanya Yoona seraya mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Sooyoung yang sudah membeku .
Sooyoung menepis kasar tangan Yoona . ” Jauhkan …jauhkan tanganmu dariku !”, geram Sooyoung . Sooyoung mencoba meredakan pengaruh kenangan itu dengan menggenggam ujung gaun satinnya .
Yoona ingin mengatakan sesuatu tapi Sekertaris Kim masuk untuk membawa mereka ke ruang makan . Sooyoung yang pertama mengikuti pelayan Kim . Mereka saling terdiam . Keduanya sedang terhanyut pada pikiran masing-masing .
” Aku mencintaimu .”, namja itu tersenyum cerah pada Yoona . 
 Yoona tak tahu harus bereaksi seperti apa . Baru dua jam yang lalu Sooyoung memberitahunya bahwa dia akan meyatakan perasaanya pada Changmin . Yoona memandang ke wajah Changmin untuk yang kesekian kalinya . Dia tak ingin merusak senyum itu . Tapi dia juga tak ingin membuat Sooyoung sedih . 
” Changmin-shi aku …”, 
” Jangan ! Jangan katakan !”, larang Changmin yang bisa menebak ucapan Yoona . ” Apa yang harus kulakukan agar kau menerimaku ?”, lanjut Changmin dengan nada memelas . 
Yoona ingin berbalik tapi Changmin menahannya . ” Apa ini karena Sooyoung ?”, Yoona terdiam di tempatnya . “Aku bisa merasakan kau juga mencintaiku . Tapi kenapa kau menolakku ?”, 
Yoona memandang Changmin dengan penuh penyesalan . ” Oppa , miane . Aku tak ingin menyakiti hati Sooyoung ?”, 
” Apa Sooyoung peduli pada perasaanmu ? Tidak ?”, Yoona tak bisa menjawab pertanyaan Changmin . 
” Bagaimanapun dia adalah sahabatku , aku tak bisa membiarkannya bersedih . ” , tegas Yoona dengan air mata di matanya . Yoona selalu mencintai Changmin , tapi tahu Sooyoung juga mencintai lelaki yang sama dengannya . Yoona sudah mulai belajar melupakan perasaanya , walau itu membuatnya sakit hati saat Sooyoung bercerita tentang Changmin setiap hari. 
” Apa kau akan ikut bahagia kalau aku bersama Sooyoung ?”, lagi-lagi Changmin memberikan pertanyaan yang tak dapat dijawab Yoona . ” Kau mencintaiku . ” , ujar Changmin seraya memeluk Yoona . 
” Oppa , lepaskan ….. “, pinta Yoona , tapi sebagian hatinya merasa nyaman seperti itu . 
” Yoona . Bertahanlah sebentar saja . Kita harus menghadapinya bersama -sama . Sooyoung pasti akan mengerti . “, bujuk Changmin . 
Yoona mengaguk perlahan . Ini adalah keputusan terberani yang pernah diambilnya .
” Kita sudah sampai . “, ucapan sekertaris Kim menarik Yoona kembali dari lamunannya . Yoona melirik Sooyoung sekilas , sepertinya Sooyoung sudah mampu mengendalikan dirinya lagi . Wajah acuhnya terlihat sangat cantik . Kesedihan yang tadi sempat tersirat di matanya lenyap ditelan sorot keangkuhan
 ” Kalian sudah datang ? Silahkan duduk !”, Boa mempersilahkan keduanya untuk menempati kursi yang kosong . Yoona melihat ada dua namja tampan di hadapannya yang tadi sempat dia lihat di dalam lukisan di ruangan tempat dia menemui Boa .

Namja yang lebih muda tersenyum kepada Yoona , memberinya isyarat untuk duduk di sampingnya . Sooyoung menempatkan dirinya di samping namja yang lebih tua . Sekilas Yoona melihat pandangan kagum di mata Sooyoung saat melirik namja yang ada di sampingnya.
Yoona merasa sedikit canggung menyantap hidangan yang ada di hadapannya karena belum diperkenalkan dengan orang -orang yang makan bersamanya . Sooyoung terlihat sangat natural bersama mereka . Dia sesekali membicarakan soal pacuan kuda dengan namja yang ada di sampingnya . Yoona merasa sendiri di ruangan besar ini .
” Aku dengar kau seorang dokter ?”, tanya namja di samping Yoona . Sedikit senyum jahil terpampang di wajahnya . ” Aku Kyuhyun . Akan lama jika menunggu Unnie memperkenalkan kita . ” , lanjutnya . Aku mengaguk senang karena merasa Kyuhyun bersahabat .
Obrolan mereka berkembang dengan cepat . Kyuhyun bisa membuat Yoona menunjukkan sisi aslinya . Mereka membicarakan banyak hal mulai dari politik , cuaca, hingga dunia pengobatan . Yoona terlalu terlarut dalam obrolannya dengan Kyuhyun hingga tak menyadari Sooyoung memperhatikannya .
” Apa ada yang menggangumu ?”, tanya Siwon , yang merasa kehilangan perhatian Sooyoung .
” Ani . Apa menurutmu Yoona menarik ?”, tanya Sooyoung tanpa sadar . Siwon sedikit terkejut dengan nada lemah yang ada pada suara Sooyoung .Siwon menatap Yoona yang sedang tertawa bersama Kyuhyun .
” Apa kau ingin mengetahui kesanku pada yeoja yang baru aku temui tak kurang dari satu jam ?”, Siwon tersenyum melihat Sooyoung kehilangan kendali diri . ” Aku menikmati pertunjukan yang kau buat tadi siang?”,
” Ne ?”, Sooyoung tak mengerti arah pembicaraan Siwon , tapi Sooyoung merasa sedikit berdebar melihat senyum lembut Siwon .
“Red Wine . Pasta . Dan sedikit kekacauan . ” , Sooyoung tersedak salad yang dikunyahnya saat Siwon memberi petunjuk yang mengacu pada kekacauan yang dibuatnya di restoran siang tadi .
” Kau ada di sana ?” , teriak Sooyoung terlalu keras , yang membuat tiga kepala lain menoleh padanya . “Kau melihatnya ?”, ulang Sooyoung dengan suara yang menyerupai bisikan .
Siwon kembali merasa tergelitik geli melihat ekspresi malu di wajah Sooyoung . ” Kau sangat polos , bukan begitu ?”, tebak Siwon . ” Kau bisa marah , acuh , kejam , manis , dan lucu pada saat bersamaan . Aku sempat tertarik dengan gaya radikalmu, tapi aku merasa sikap manismu lebih menarik bagiku .” , Sooyoung ternganga mendengar ucapan Siwon .
” Oppa , apa kau jatuh cinta padaku ? Secepat ini ?”, tanya Sooyoung memperlihatkan sisi lucu yang sudah lama dia kubur . Yoona berhenti tertawa mendengarkan hal itu . Dia menoleh sejenak pada Sooyoung sebelum menatap Siwon dengan seksama.
Siwon tak menjawab pertanyaan Sooyoung , dia mengalihkan tatapannya ke arah lain . Tak sengaja dia menangkap tatapan Yoona . Sekilas ada getaran aneh yang menjalari hati Siwon saat pertama kali melihat Yoona berdiri di hadapannya . Dan sekarang getaran itu kembali ada . Rambut Yoona yang terurai indah membuatnya ingin meletakkan tangannya di sana , mencoba menguji seberapa halus rasanya .
” Oppa !”, panggilan Sooyoung mengalihkan perhatian Siwon kembali pada Sooyoung .
Boa memperhatikan dari ujung meja . Boa merasa kedua dongsaenya sudah memiliki keputusan siapa yang akan mereka pilih menjadi pasangan . Mulanya Boa khawatir Kyuhyun dan Siwon akan menyukai gadis yang sama , tapi sepertinya kekhawatiran Boa tak beralasan . Dia tersenyum pada Jaejoong yang berdiri di dekatnya . ” Sepertinya segalanya akan berjalan sesuai rencana . “,
Jaejoong memberinya tepukan ringan di punggung Boa. ” Masih terlalu dini untuk menyimpulkannya . “, Boa menatap Jaejoong dengan jengah karena tidak memberi jawaban sesuai dengan yang diinginkan Boa .
” Kita tak sehati lagi ?” , sindirnya yang mengundang tawa Jaejoong . Jaejoong memandang Sooyoung dan Yoona bergantian , dia tahu salah satu diantara mereka akan ada yang akan menjadi pencetus perang diantara Kwon bersaudara . Semoga siapa yang menjadi pemeran sampingan dalam pertunjukkan ini tak tersakiti hatinya .

***************
-TBC-

[ FF ] Billionaire Next Door – Chapter 2 –

Anyyeong Haseyo Ngu 🙂

 Ada yang nunggu lanjutan FF Billionair Next Door gak ? Setelah merampungkan FF Baby Don’t Cry Chapter 6 yang benar-benar menguras fikiran (dan hasilnya anti klimaks #plakkk:p ) Adaya ingin melanjutkan trainee Adaya menjadi pelawak lewat FF ini .( Pesimis 😦 ), mohon dukungannya ya untuk FF baru ini .

 Bagi yang bertanya – tanya kapan Nothing On You di Post jawabannya adalah SETELAH ADAYA SIAP HATI DAN MENTAL nge-post karena jujur sebenarnya nyesek banget ya liat Sooyoung Unnie sedih begitu. Jadi tunggu ya readers :))

Happy Reading …..

 

Title              : Billionaire Next Door

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung–> himself, Choi Siwon–> Kwon Siwon , Im Yoona–> himself , Cho Kyuhyun–> Kwon Kyuhyun

Other Cast    :  Super Generation,  BoA –> Siwon and Kyuhyun Sister  , Kangta –> Sooyoung Brother , Kim Jaejoong JYJ –> sekertaris Kim.

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family, Comedy

Rating          : PG- 19 ( All reader who Open mind )

 

Disclaimer : This story inspired from Protect The Boss , Style , Goong , and also Mars Drama . All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator! 

 

Chapter -2- 

Author POV-

Siwon dan Kyuhyun sedang menikmati afternoon tea di rumah mereka . Kyuhyun sedang tidak berminat untuk menyantap kudapan yang ada di hadapanya , dia menusuk-nusuk bosan iced carrot cake yang ada di hadapannya .

 “Unnie sudah melewati batas kali ini . Aku bisa menerima dia menyuruh kita kembali ke rumah dan membatasi jam malam kita . Aku juga tak begitu peduli dia membekukan rekening tabunganku . Tapi perjodohan itu, ? Aigoo aku bisa gila ! ” , keluh Kyuhyun . ” Kau sepertinya tak terlalu khawatir , Hyung ?”, tanyanya pada Siwon yang dengan santai menikmati white tea-nya .

 Siwon menyeruput tehnya sekali lagi sebelum menjawab pertanyaan Kyuhyun . ” Bagiku tak ada bedanya memilih sendiri pasanganku atau di jodohkan . Aku tak berniat membawa cinta dalam pernikahanku .”, jawab Siwon dengan santai . ” Perjodohan ini akan menghemat tenaga dan pikiranku . Aku yakin Unnie memilih bibit yang tepat , lalu apa yang harus aku khawatirkan ?”,

 ” Aissh , Hyung bisanya kau mengatakan hal seperti itu ?. “, protes Kyuhyun terhadap sikap Hyungnya . “Walau di kalangan chaebol pernikahan tanpa cinta adalah hal yang biasa tapi bagiku hati adalah yang paling aku butuhkan untuk membangun pernikahan . ”

Siwon mengangkat sebelah alisnya , senyum lucu tergambar di bibirnya . ” Dibalik penampilanmu yang ugal-ugalan ternyata kau cukup tradisional soal cinta . “, sindir Siwon .

Kyuhyun melirik sebal ke arah Hyungnya . ” Apa kau tahu siapa kira-kira wanita yang akan dijodohkan dengan kita ?”,

Siwon terlihat berfikir sejenak , ” Aku tak yakin , tapi aku rasa putri dari Choi Group akan menjadi salah satu kandidatnya . ”

” Younggi ?”, ujar Kyuhyun jengah . ” Aigoo aku rasa umurku tak akan lama lagi . ”

” Kau kenal dengannya ?”, tanya Siwon penasaran . ” Aku sering mendengarnya disebut di media , tapi aku belum pernah bertemu dengannya . “,

” Kau masih ada di Amerika saat dia kembali dari Rusia . Aku sempat bertemu dia di salah satu pesta . Tak ada yang salah dengan penampilan dan latar belakangnya . Hanya saja ada yang salah dengan sikapnya.  Aku pernah melihatnya menyiramkan limun ke gaun seseorang yeoja . Hanya karena yeoja itu memakai gaun yang sama dengannya .”,

Siwon tersenyum dalam hati , sepertinya ini akan menjadi perjodohan yang menarik. ” Aku berharap kandidat yang lain memiliki jiwa tenang yang kuat . “, ujar Siwon mengacu pada calon tunangan mereka yang belum diketahui identitasnya .

 *********************

Sementara Itu di laboratorium Pusat Sekolah Medis Universitas Dongguk, seorang yeoja sedang sibuk berkutat dengan bahan kimia di hadapannya . Matanya tak henti-hetinya memandang object percobaan yang ada di bawah teleskopnya . ” Daebak . “, teriak yeoja itu  mengundang rasa ingin tahu dari orang di sekitarnya .

 ” Kau berhasil ?”, tanya salah seorang rekannya yang tadi sedang memilah sample bahan di sampingnya.

 ” Ne . Janjja aku tak menyagka bakteri ini bisa menfermentasi dengan kecepatan dua kali lipat . Para pekerja pembuat anggur beras di Seokjang-dong tak perlu lagi khawatir akan pesanan dalam jumlah besar dari luar provinsi . ”

 ” Bagaimana dengan rasa ? Apa kau sudah mempertimbangkannya ?”, tanya seorang namja yang masih tak mengalihkan pandangannya dari layar komputer . ” Walau mereka bisa memenuhi kuota pesanan apa mereka bisa mempertahankan kwalitas yang selama ini mereka jual ?”,

 ” Ck,ck,ck, Donghae-shi kenapa kau mengatakan sesuatu yang bisa membuat Yoona putus asa , ” ujar Taeyon yang dari tadi memilah sample di hadapannya . ” Kalau kau tahu hal itu , kenapa kau tak ikut membantu penelitian Yoona . ”

 Namja yang dipanggil Donghae itu tersenyum lembut pada dua rekannya . ” Aku tak ada waktu untuk itu . Jadwal operasi di agendaku sudah menumpuk . “, keluh Donghae . ” Aku bukan dokter kurang kerjaan seperti kalian . “, lanjut Donghae dengan nada penuh canda .

 ” Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang  berharga bagi warga di Distrik Seokjang-dong , sebelum aku kembali ke Seoul bulan ini. “, ujar Yoona dengan wajah murung . ” Sudah enam tahun aku merepotkan mereka . ” ,

 ” Kau akan menerima tawaran appa-mu ?” , tanya Taeyon penasaran . ” Jadi kau batal mendaftarkan dirimu untuk menjadi pasukan perdamaian di perang Iran ?”,

 Yoona mengagguk ,” Sepertinya ini adalah keputusan yang terbaik saat ini. Appa sedang dalam kondisi yang tak sehat untuk memimpin perusahaan , aku ingin merawatnya sampai dia lebih sehat . ” Perhatian Yoona teralih saat mendengar dering telefon dari saku kemeja lab-nya .

 ” Yaboseyo . “, Yoona tertawa mendengar jawaban dari seberang sana . ” Ne , Ommonim . ”

 ” Kapan kau akan kembali . Appamu sudah tak sabar ingin melihatmu . ” , Yoona merasa lucu dengan ucapan Eommanya , ini baru sebulan dia tak pulang . Lagi pula provinsi Gyeongsang Utara, hanya berjarak 370 km dari tenggara Seoul .

 ” Mianeyo Ommonim , tapi mungkin ini masih cukup lama sampai aku bisa pulang . “,

 ” Apa yang begitu penting dibanding orangtuamu ?”, protes Eommanya . Yoona sekali lagi tersenyum mendengar omelan Eommanya .

 ” Baiklah akan aku usahakan untuk lebih cepat . “, hibur Yoona . ” Bagaimana keadaan Appa ?”,

 ” Tekanan darahnya sudah normal . Dia marah padaku karena aku melarangnya pergi ke kantor  hari ini .” keluh Eommanya . ” Yoona apa kau sudah mendengar kabar itu ?”, tanya Eommanya dengan nada misterius.

 ” Kabar ? “, ulang Yoona heran . ” Aku tidak mengerti maksud ommonim ?”,

 ” Perjodohanmu . Perjodohan yang diatur Appamu dengan Kwon Group . Sebulan yang lalu sekertaris President Kwon mendatangi Appamu di kantornya untuk membicarakan hal ini . Aku rasa ini juga kehormatan bagi keluarga kita bisa berbesan dengan keluarga terpandang seperti mereka . “,

 Yoona ternganga untuk sesaat sampai dia menguasai kembali pikirannya . Yoona mencoba mendengar Eommanya hingga selesai berbicara .

 ” Kau harus segera pertimbangkan tawaran ini . President Kwon sudah membantu keluarga kita dalam banyak hal , ini adalah satu-satunya kesempatan untuk membalas kebaikan mereka . “,

 ” Ne , Ommonim . Aku akan mempertimbangkannya . “, jawab Yoona lemas .

 ” Aigooo ,,,,”, keluh Yoona setelah Eommanya menutup telefon . ” Im Yoona sepertinya kehidupan yang menarik telah menantimu . “, ujarnya pada diri sendiri yang membuat Donghae dan Taeyon saling melirik heran .

 *********************

 Sooyoung sedang tidak ada selera untuk menyantab makan malamnya . Dia mengiris Sokeye Salmon di hadapanya dengan malas . Dia menyapukan pandangannya ke sekitar restoran , matanya menangkap pemandangan yang tak disukainya . Semua orang yang ada di sana sedang berceloteh ria dengan teman makannya . Sooyoung merasa sedih dan kesepian . Sejak kecil pemandangan seperti ini selalu tersaji di hadapannya . Dia tak pernah memiliki teman . Keluarganya membatasi pergaulan Sooyoung hingga batas yang tak bisa di tolerir .

 Sooyoung terpaku pada sekumpulan yeoja dua meja di hadapnnya . Mereka berceloteh bersama dengan gembira . Sudah sejam mereka di sana . Sesekali Sooyoung mencuri dengar apa yang mereka bicarakan . Lirikan ingin tahu tak jarang dilayangkan oleh sekumpulan yeoja itu melihat Sooyoung yang makan dikelilingi banyak pengawal . Sooyoung menahan diri mendengar mereka membuat lelucon tentang Sooyoung . Tapi mereka tak juga kunjung menghentikan gurauan mereka .

 Prangg … Sooyoung mulai kesal , dia melempar pisau dah garpu yang dipegangnya . Dia berdiri sambil membawa botol red wine yang masih setengah penuh menuju gerombolan yeoja di hadapannya . Sooyoung berhenti di hadapan mereka , senyuman jahat terlukis di wajah cantiknya . Kumpulan yeoja itu melihat Sooyoung dengan pandangan kurang ajar . Sooyoung ingin sekali memaki yeoja yang tadi berbisik jahat tentangnya .

  ” Kau !”, tunjuk Sooyoung pada wanita yang tadi membuat lelucon tentangnya . ” Apa kau kira dengan memakai coat bulu animal print kau akan terlihat elegan . Bulu imitasi itu sangat mengaggu mataku , pastikan rontokan bulu coat-mu tidak mengotori permadani restoran. ” , wanita itu hanya bisa melotot tak percaya Sooyoung bisa mengenali coat yang dikenakannya adalah imitasi .

Sooyoung mempehatikan makanan yang disantap kumpulan yeoja itu . Hanya ada dua piring salad dan pasta untuk masing-masing orang . Sooyoung memelototi gelas kumpulan yeoja itu yang hanya berisi air putih.        ” Jinjja ..Wanita kalangan bawah seperti kalian mengira dengan duduk dan mengunjungi tempat para chaebol berkumpul kalian akan setara di mata mereka ? .” Sindir Sooyoung pedas . ” Kalau kalian berharap bisa memancing ikan di sini kalian salah besar ! “, lanjut Sooyoung mengacu pada wanita-wanita pemburu suami kaya .

” Tutup mulutmu !”, Seorang yeoja dengan tubuh subur membanting lap makan yang dipegangnya . Sooyoung menatapnya dengan senyum meremehkan . Sooyoung hendak berbalik tapi yeoja itu sudah menumpahkan piring pasta di atas kepala Sooyoung .

“Yak ! “, para pengawal Sooyoung dengan sigap mencengkram tangan wanita itu . Semua tamu di restoran mengalihkan tatapannya ke keributan yang terjadi . ” Berani sekali kau ! “, ujar Sooyoung jengkel seraya menumpahkan isi red wine yang dia pegang ke wajah wanita itu . ” Aku berbaik hati membarkanmu merasakan wine jutaan dolar . “, ujarnya setelah wanita itu menangis karena malu .

Teman-temannya berkumpul untuk menolongnya . Kumpulan yeoja itu menatap Sooyoung dengan tatapan benci . ” Usir mereka ! Jangan sampai aku melihat mereka lagi !”, perintah Sooyoung dengan nada marah kepada pengawalnya .

Sekertaris Oh memberi Sooyoung sapu tangan untuk membersihkan saus yang mengotori rambutnya , tapi ditepisnya dengan kasar .” Aish wanita-wanita berengsek itu …!” , gerutu Sooyoung sebelum pergi meninggalkan restoran .

*****************

” Daebak !” , ujar Kyhyun yang dari tadi memperhatikan kekacauan di hadapannya . ” Kau lihat sendiri kan , Hyung . Dia hebat sekali menyelesaikan masalah ,,,ani ..membuat masalah ?”,

Siwon tersenyum di tempatnya , ” Pertunjukkan yang menarik . Aku tak sabar sampai kami diperkenalkan secara pribadi !”,

Kyuhyun melirik aneh ke arah Hyung-nya yang tersenyum memperhatikan Sooyoung yang sedang menggerutu marah pada dirinya sendiri .” Apa kau gila ?”,

” Yeoja seperti Sooyoung adalah yeoja yang paling tepat untuk mencapai tujuanku . Kau tak boleh jatuh cinta padanya kelak . Dia milikku !”, ujar Siwon masih tak melepaskan tatapannya dari Sooyoung .

” Ambil saja sesukamu .”, balas Kyuhyun dengan kesal .  ” Kau juga harus berjanji tak akan melirik gadis yang akan menjadi kandidat lainnya !. “,

Siwon melirik dongsaeng-nya , ” Tergantung seperti apa dia . Jika dia bisa membuatku tertarik akan cinta mungkin kita akan menjadi rival dalam permainan ini .”, ujar Siwon yang membuat Kyuhyun tersedak minumannya . Siwon tertawa terbahak melihat dongsaengnya terbelalak lucu ke arahnya . ” Kau tak perlu khawatir karena tak ada wanita seperti itu .”,

 Sementara itu di depan rumah keluarga Kwon berdiri seorang yeoja yang akan membuat cerita ini lebih menarik lagi .

 ******************

 -TBC-

 Mian Chingu lama selesainya ……. gimana jelek ya ? Ini masih tahap perkenalan jadi belom ada konflik . Chapter 3 akan mulai menarik karena empat tokoh utama akan bertemu . Apa kejutan dan takdir yang menyertai mereka ? Siapa yang akan berakhir dengan siapa ? Jangan bosen ya tongkrongin FF ini .

 Mian kalo banya taypo bertebaran . Gumawo yang sudah menyempatkan membaca FF Adaya 🙂 ….

 Bye bye …….

 Jangan lupa tinggalkan jejak yaa…..wink wink ala Fanny …:p