[ FF ] Baby Don’t Cry -Chapter 2-

Title              : Baby Don’t Cry 

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun

Other Cast    :Hwang Tifanny –> Tifanny ,Super Generation , DBSK

Type              : Chapter

Genre           : Romance, Friendship, Family

Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Chapter -2-

SMTown art School tampak lenggang sore ini  . Hanya beberapa kelas teater dan auditorium yang terdengaran berpenghuni.Suara alunan piano dari ruang musik beradu dengan suara hentakan tongkat dan kibasan pedang dari ruang laga , menjanjikan musik tersendiri bagi pengamat yang jeli .

Seorang Namja berpakaian rapi sedang duduk di atas kursi piano . Tanganya dengan penuh penghargaan mencoba menekan tuts-tuts piano di hadapanya . Senyum sedang terkembang di wajah tampanya .

“ Kyuhyun-ah ?”, Sapa seseorang dari balik punggungnya .

Kyuhyun menoleh ke arah lelaki yang memanggilnya , sontak wajahnya dihiasi dengan kebahagiaan bercampur kerinduan . “ Hyung . “

Sungmin membalas senyum dongsaenya , dia mendekatkan langkahnya ke arah Kyuhyun . “ Kapan kau kembali ? Kenapa kau tak memberitahuku .”  tanya Sungmin antusias .

“ Hari ini . Aku langsung berlari ke sini secepat kilat karena aku merindukanmu . “ , goda Kyuhyun .

Sungmin memutar bola matanya dengan jengah mendengar gurauan Kyuhyun yang tak pernah berubah ,“ Aiogoo ,,.“, Sungmin melihat jemari Kyuhyun yang ada di atas tuts piano . “ Kau masih suka bermain piano ?” ,

Kyuhyun mengaguk mengiyakan . “ Aku benar –benar merindukan piano ini .”, ujar Kyuhyun singkat namun penuh makna .

Tatapan Sungmin meletak melembut . Ditepuknya pundak dongsaeng kesayanganya itu dengan sayang . “ Tak ada luka yang tak tersembuhkan oleh waktu . Ini sudah empat tahun Kyu . “

Kyuhyun menjauhkan jemarinya dari piano . Dia berdiri membelakangi Sungmin, tak ingin Hyungnya tahu kesedihan yang masih tertanam di hatinya . “ Aku sudah mencobanya , Hyung . Selama di Amerika aku mencoba untuk melupakannya . Tapi sepertinya Tuhan masih ingin dia ada di hatiku . “

“ Apa kau sudah mengunjunginya ?”,

Kyuhyun berbalik menatap Sungmin dengan senyum tulus , tatapan jahilnya kembali lagi di matanya yang sedetik lalu terlihat sedih . “ Sudah ku bilang SMTown art school adalah tempat pertama yang kudatangi setelah aku menginjakkan kakiku di Korea . “

“ Berhentilah bercanda . Ayo aku ajak kau berkeliling , tempat ini sudah banyak berubah . Kau pasti ingin melihatnya . Kajja … “,

Kyuhyun mengikuti Sungmin menuju lorong penghubung gedung para traineer berada . Kyuhyun menyapukan pandanganya pada setiap sudut ruangan yang ada , SMTown art school memang sudah banyak berubah belakangan ini . “ Hyung apa itu ?”, tanya Kyuhyun saat dia melihat gedung bergaya Renaissance menjulang diantara gedung gedung yang lain .

“ Itu perpustakaan . Baru dibangun dua tahun yang lalu . Kau ingin ke sana?”,

Kyuhyun menggeleng perlahan . “ Mungkin lain kali . Aku masih ingin menikmati pemandangan kaki jenjang hobae –hobae kita . “, canda Kyuhyun .

Sungmin senang dongsaengnya tidak berubah sama sekali . Dia khawatir sejak kejadian itu Kyuhyun akan menjadi pemurung . Tapi sepertinya kekhawatian Sungmin tak beralasan . “ Kajja , ku tunjukkan padamu yang paling cantik . “

******************

Sooyoung sedang malas pergi ke sekolah hari ini . Manager tempatnya bekerja paruh waktu baru saja menelefon kalau Sooyoung tak perlu datang lagi ke tempat kerja . Sudah puluhan kali Sooyoung dipecat dari tempat kerjanya . Bukan karena Sooyoung pemalas , tapi karena Sooyoung sangat tak tahan dengan pelecehan. Dia cantik dengan tubuh ideal yang disukai laki-laki . Tak banyak orang tahu dia masih berumur 23 tahun saat dia mengenakan pakaian seragam pelayan . Bos di cafe –nya bekerja tak jarang melecehkanya dengan alasan ketidak sengajaan . Kemarin Sooyoung yang sedang tidak ingin diganggu karena masalah Siwon , membuat kegemparan di dapur cafetaria dengan memukulkan teflon yang masih panas ke muka pemilik cafe .

Mulanya Sooyoung merasa lega karena dia tak harus lagi menahan amarah dan kejengkelanya pada sang Bos . Dia sudah pasti di pecat hingga detik berikutnya dia teringat pada omelan Eommanya. Hal itu membuatnya mual untuk sesaat . “ Tuhan … kenapa kau tidak adil padaku …. “, jerit Sooyoung seraya mengacak-acak rambutnya .

Dia lupa saat ini dia sedang berada di tempat umum. “Omo .”, Sooyoung memasang senyum malunya ke arah orang –orang yang menatapnya dengan pandangan mengejek .

“ Aish , kenapa hidupku seperti ini . Dicampakan lelaki , dipecat dari pekerjaan , dilecehkan oleh orang , dan…….. Kyaaaaaaa!!! Aku lupa hari ini ada ujian ….”, Sooyoung dengan heboh menerobos kerumunan ramai jalanan Seoul dengan memikul Cello nya yang berat di pundaknya .

*************

 Kyuhyun POV –

Sungmin Hyung meninggalkan aku sendiri di depan gedung musik yang terletak bersebelahan dengan gedung perpustakaan . Aku memandag berkeliling , walau semua telah berubah ada satu hal yang tak pernah berubah dari tempat ini . Suasana alunan angin dan derit pepohonan yang ikut menyanyi bersama para siswa SAS , membuatku mengenang masa itu.

Mungkin Tuhan menghukumku atas tindakanku yang kurang terpuji di masa lalu , hingga aku tak pernah bisa melupakan dia . Senyuman yang selalu ada di anganku saat aku memejamkan mata . Suaranya yang lembut yang selalu terdengar bersama hembusan angin. Dan alunan piano yang selalu membuatku meneteskan air mata mengingat kebersamaan kami .

” Seohyun aku kembali ….. “,

Suara berisik dari celah gedung perpustakaan dan gedung musik menggangu telingaku . Ada sebuah Cello yang seperti sedang dianiaya oleh seseorang . Aku melangkahkan kakiku mendekati celah gelap itu . Ada seorang yeonja yang berpakaian serba hitam sedang mengesek senar Cello dengan kasar .

“Aaaaaaaaaaaaaaaaa,,,,,,,,,,,,,,,ottoke , Ya ! Cello-ah kenapa kau tak membantuku sama sekali . Kau senang kan Kang Sungsaemin memberiku nilai D lagi untuk tes kenaikan tingkat kali ini . Cello-ah ..kau mendengarku ….jawab aku ..kenapa kau diam saja .” , yeonja itu menbuatku sedikit bergidik ngeri sekaligus ingin tertawa terbahak . Dia berbicara dengan Cello-nya seolah -olah Cello itu akan menjawabnya . Sebenarnya aku tidak suka dengan tindakanya yang kasar pada alat musik .

Dang dang ……. Yeonja itu memukul bagian belakang Cello-nya dengan kasar . Aku ingin melangkah mendekat untuk menegurnya sampai aku melihat matanya merah dan air mata mengalir deras di pipinya . ” Aku bodoh sekali, aku bodoh sekali …kenapa aku percaya aku bisa berhasil .”

” Apa kau akan menyerah semudah itu ?”,

*********************************

Sooyoung POV-

” Apa kau akan meyerah semudah itu . “

Suara asing itu membuatku terperanja kaget hingga aku menjatuhkan Cello yang aku pegang .

Bang ….. Dentuman itu membuat namja di hadapanku memincingkan sebelah alisnya . ” Aku harap kau tak melakukanya dengan sengaja ?”,

” Ya! … ya! …Siapa kau ?” , karena terbiasa diikuti pengunti aku merasa waspada pada semua orang asing yang berusaha mendekatiku .

Namja itu berjongkok di depan Cello-ku dia mengangkatnya dengan hati – hati ,membersihkan debu yang menempel di fingerboard Cello-ku. ” Kau benar – benar musisi yang kasar . Seorang Celloist seharusnya memperlakukan Cello-nya sebagai kawan . “

Aku hanya terdiam melihat namja itu memetik senar Celloku dengan jemarinya . Aku berusaha melihat ke wajahnya yang tak begitu terlihat di balik topi NY nya . ” Kau tidak menyetelnya secara benar . Karena itulah suara yang dihasilkan sumbang .” , Namja itu memutar-mutar tuning pegs di Cello -ku .

” Apa yang kau lakukan ?”, aku mulai merasa dia bukan orang jahat . Dia memperlakukan Cello-ku seperti seorang lady. Lalu …dia melepas topinya . Ya Tuhan aku sedang berhadapan dengan seorang setan . Dia berwajah tampan dan kulitnya sepucat vampir . Hidungnya yang mancung berpadu dengan bibirnya yang melengkung indah . Aku tak tahu ada orang setampan itu di dunia ini . Duniaku hanya berpusat pada Siwon sehingga aku tak melihat yang lain.

“Apa rambutmu asli berwarna merah ?”, aku tak tahu apa yang merasukiku hingga aku berkata seperti itu . ” Omo maafkan aku . “, Namja itu hanya tersenyum kecil . Ya Tuhan dia bahkan lebih tampan ketika tersenyum .

” Aku tidak mewarnainya . Aku campuran . “, jawabnya dengan senyum geli . Bodoh aku merasa sangat malu .

” Ini cobalah . “, ujarnya seraya memberikan Cello-ku yang tadi dia perbaiki stelan string-nya .

” Gumawo . “, Namja itu mendadak tersenyum lebar mendengarku berbicara banmal . ” Wae?”,

” Tidak . Boleh aku tahu berapa umurmu ?”,

” Apa kau ingin menyindirku karena menggunakan banmal ?” ,

” Anio , aku tak masalah dengan hal itu . Ingat aku campuran ?”, dia memberi senyum yang sangat sexy . OMG kenapa aku tak bertemu dia dari dulu. Tapi aku sudah lelah mempermalukan diriku sendiri dengan berbuat bodoh untuk cinta .

” Apa menurutmu aku jelek ?” ,

” Apa ?”, namja asing itu terlihat terkejut bercampur geli .Ya Tuhan demi apa aku bertanya hal memalukan seperti ini . Mulutku memang harus diamankan karena sering berucap mendahuli pikiran.

” Mian …lupakan saja , aku memang sering berucap tanpa berfikir . “,

Namja itu alih-alih memandangku aneh dia malah terlihat TERTARIK ? Ya Tuhan tatapan itu tak mungkin salah lagi.

” Kau sungguh menarik . Aku Kyuhyun , angkatan 2005 , kelas Vokal . “

Aku melihat tanganya yang terulur padaku . Dan apa aku tak salah dengar dia menyebutku “MENARIK”?

” Aku ,,,Sooyoung , angkatan 2007 ,  Kelas Musik Klasik . ” ujarku menyambut uluran tanganya . Dia tersenyum ke arahku , ada aura jail tercemin dari tatapanya dan sebuah rasa Sedih?

  ” Siapa dia? Siapa yang mebuatmu sesedih itu ? “,kali ini Sooyoung harus menjahit mulutnya karena berkata sesuatu yang membuat Kyuhyun terbelalak kaget .

 Mati kau Choi Sooyoung .

********************

Author POV –

Yeoja itu berdiri membelakangi Kyuhyun . Tubuh semampainya dibalut gaun pitch cerah yang senada dengan kulit mulusnya . Rambutnya yang menjuntai melewati bahu terkibar dengan apik mengikuti buaian angin .

Seohyun sedang menyambut mentari pertama yang muncul setelah musim dingin berakhir .Kyuhyun hanya bisa memandangnya dengan kebahagiaan tersendiri . Seohyun terlihat seperti dewi musim semi dengan penampilan seperti itu . ” Apa kau begitu bahagia ? “, ujar Kyuhyun seraya melangkahkan kakinya keluar dari lindungan pohon .

” Oppa ?”, Seohyun menghentikan ritualnya untuk menyambut Kyuhyun . ” Kemarilah , aku akan menunjukkanmu sesuatu . “, ajak Seohyun seraya meraih tangan kanan Kyuhyun . ” Ikuti aku . ” , perintahnya kemudian merentangkan tanganya lebar – lebar untuk merasakan hembusan angin . ” Kajja . “, Kyuhyun hanya tersenyum lembut ke arahnya sebelum mengikuti intruksi Seohyun . ” Sekarang , pejamkan matamu dan tengadahkan wajahmu ke sinar mentari . ” ,

Kyuhyun kembali tersenyum . Ditatapnya wajah Seohyun dari samping . ” Kau terlihat lebih kurus ? “,

Seohyun membuka matanya . Wajahnya sedikit kesal karena Kyuhyun merusak ritualnya . ” Oppa , kenapa kau tak memejamkan wajahmu . “,

” Apa kau menjalani diet ?, “

Seohyun tak berani menatap wajah Kyuhyun . ” Anio .”, Kyuhyun merasa ada yang aneh dengan Seohyun belakangan ini .

” Apa ada sesuatu yang sala , Seo ? Kenapa kau tak menceritakan padaku ?”,

” Gwencana , Oppa . Aku hanya sedikit lelah dengan persiapan konser tunggalku di Madison Garden . “ 

Kyuhyun tahu Seohyun berbohong . Tapi dia hanya tersenyum maklum . ” Jaga kesehatanmu . Aku tak ingin kau terlalu memaksakan diri . ” , ujar Kyuhyun seraya membelai rambut Seohyun . 

Seohyun menatap Kyuhyun dengan tatapan yang tak bisa diartikan . Kyuhyun merasa Seohyun sedang menyembunyikan sesuatu . Tapi dia tak ingin memaksakan Seohyun untuk menceritakan apa yang ingin disimpanya . 

” Kau sudah makan ?”,

Seohyun menggeleng lembut . ” Kalo begitu kita makan ?”, ajak Kyuhyun seraya mengandenga tangan Seohyun . 

” Oppa tunggu . “, ujar Seohyun menghentikan langkah mereka . ” Ada yang ingin ku bicarakan padamu . ” , mata jernih Seohyun terlihat begitu tertekan ,perlahan dia menepis genggaman Kyuhyun . ” Aku akan keluar dari SAS setelah konserku berakhir . ”

Kyuhyun tak tahu harus berkata apa . ” Apa kau berencana melanjutkan kuliah di bidang lain?”, 

Seohyun menggeleng pelan . ” Kau akan bergabung dengan sukarelawan di Somalia ?”, Kyuhyun bertanya , karena tahu Seohyun selalu bercita-cita ingin menjadi sukarelawan di Negara berkembang .

Seohyun terdiam sesaat sebelum berkata . “Aku sakit , Oppa . “

Kyuhyun merasa kebingungan sesaat . ” Apa kau ingin aku mengantarmu pulang ?”, 

Mata Seohyun sudah mulai berkaca-kaca . ” Aku sakit , Oppa . Aku sakit . “ 

Kyuhyun mencoba membaca pikiran Seohyun . ” Apa maksudmu Seo ? “. Kyuhyun tahu jawaban dari pertanyaanya akan membuatnya hancur . 

” Aku mengidap Leukimia , Oppa .”

 ” Katakan kau hanya bercanda Seo ? Kau tak mungkin … kau adalah gadis yang sehat .. kau kau masih begitu mudah . “, Kyuhyun merasa marah bercampur sedih dia benci tak dengan segala yang diluar jangkauan .

” Aku sudah menyerah dengan terapi setahun lalu Oppa . Aku tak ingin hidup seperti orang sakit . Dokter memintaku untuk hidup secara normal .”.

” Kenapa kau baru mengatakanya sekarang Seo . Kenapa kau tak menceritakan ini dari dulu ?”,

” Aku tak bisa , Oppa . Aku tak bisa mnceritakan kepada orang lain .”,

” Termasuk aku ?”, bentak Kyuhyun , merasa marah Seohyun mengangapnya hanya sebagai orang lain .

” Terutama padamu , Oppa . ” Seohyun mulai menangis . ” Aku sudah menyerah pada Tuhan . Aku tak punya alasan untuk marah pada Tuhan akan penyakitku  sampai aku bertemu denganmu . Aku merasa marah kenapa Tuhan begitu tak adil padaku , kenapa dia mengirimu setelah aku bisa menerima penyakit ini . Aku mencintaimu Oppa . Tapi sepertinya kita tak akan bisa bersama . “,

Kyuhyun mematung sendiri . Seohyun sudah pergi meninggalkanya . Perkataan Seohyun mengendap perlahan di fikiranya . Kyuhyun tak sadar air mata sudah menggenangi pipinya . Dia tak pernah menangis untuk apapun . Seohyun telah membuatnya merasakan banyak hal yang tak pernah dia rasakan dalam hidupnya , termasuk kesedihan ini .

*************

Kyuhyun berdiri di tempat yang sama seperti 4 tahun lalu . Musim yang sama , mentari yang sama , dan kepedihan yang sama . Kenangan itu kembali berkelebat di ingatan Kyuhyun . Dia tak suka orang lain bisa membaca ke dalam hatinya . Kyuhyun merasa sedikit terkejut Sooyoung yang baru pertama ditemuinya bisa tahu kesedihan yang disimpan Kyuhyun di dasar hatinya .

” Kyuhyun ?”, Suara seorang namja membuyarkan lamunan Kyuhyun . Dia menoleh pada lelaki yang memanggilnya .

” Siwon , Hyung . “, Kyuhyun gembira sekali , baru sehari kembali di Korea dia sudah diberi kesempatan bertemu dengan sahabat-sahabat terdekatnya . Setelah Sungmin kini Siwon .

” Bagaimana kabarmu ?”, tanya Siwon seraya memeluk dongsaengnya itu dengan rasa sayang .

” Baik . Apa yang kau lakukan di sini , Hyung ? Bukankah kau sudah bekerja menjadi President Direktur Shidaee Art ?”,

Siwon mengaguk mengiyakan . ” Ada orang yang ingin ku temui . Bagaimana denganmu apa yang mebawamu kemari ?”,

Kyuhyun menghela nafas , ” Aku merindukan tempat ini . “, jawab Kyu seraya menyapukan pandangan kesekelilingnya .

Siwon meandangya dengan prihatin . ” Apa kau sudah berkeliling ?”, tanya Siwon mengalihkan pembicaraan .

” Ne . Tapi aku belum makan . Maukah kau menteraktirku ? “, goda Kyuhyun yang disambut dengan gembira oleh Siwon .

*****************

Sooyoung POV –

Kelas sudah dimulai sejam yang lalu . Tapi Kang Sungsaemin belum juga memanggil namaku . Saat ini Yuri sedang memainkan quarter dari Mozart dengan sangat cemerlang . Dia memang anak kesayangan di kelas Cello . Aku mencoba mengamati partitur nada di hadapanku . Saat undian tadi aku mendapat gubahan ciptaan August Rush . Aku merasa khawatir karena jenis musik August Rush yang didominasi oleh jenis teknik Staccato yang mengandalkan permainan cepat dan akurat .

” Choi Sooyoung .”, aku terperanjat kaget saat suara Pak Kang memanggil namaku . Demi apapun di dunia ini . Semoga aku lulus di ujian kali ini . Aku bahkan tak sanggup membayangkan bagaimana nasibku jika kali ini aku juga tak lulus .

” Cello-ah , kau harus membantuku . Mari  bekerja bersama . “, ujarku dalam hati . Aku duduk di kursi yang selalu disebut oleh kawan-kawanku sebagai kursi panas . Aku mencoba menghela nafas sebelum aku menggesekkan bow-ku ke strings . Dan ….. semua terdiam .

Jejreettt ,,,jret ,jrettttttttt …# suara apa ya ini hahaha , anggap suara Cello .

Aku memandang Pak Kang dengan sebelah mata . Aku mebuat kesalahan besar di awal permainan . Keringatku sudah mengucur deras , aku tahu saat ini Pak Kang sedang memperhatikanku di balik kacamata bulan separonya .

Aku kembali mengulang nada C , kali ini lebih lembut . Karena kekuatanku adalah di teknik Legato ,aku mulai rileks di bagian ini . Walau ada miss di bagian perempat permainan tapi segalanya terkendali hingga akhir .

Aku baru sadar aku menahan nafas dari tadi . Semua yang ada di kelas bertepuk tangan . Aku mengusap peluh di dahiku dengan lega . Kali ini tinggal penilaian . Aku menunggu dan menunggu Pak Kang mencela permainanku yang berantakan . Tapi dia menatapku dengan tatapan LEMBUT ?

Ya Tuhan apa artinya kali ini aku akan Lulus . Pak kang mendekat ke arahku , dan menyunggingkan senyum di wajahnya . ” Selamat Nak , akhirnya kau lulus . “, Aku spontan langsung menjerit bahagia dan memeluk Pak Kang yang ada di hadapanku . Aku menebarkan senyuman terbahagia seumur hidupku , seakan kemarin aku tak dipecat dari pekerjaanku , seakan Siwon tak mencampakankua, segalanya seperti indah di mataku sampai Pak Kang melanjutkan . ” Setelah kau mengambil kelas ini lagi tahun depan . “,

” Maaf?”, Semua kebahagiaan itu seakan terpaus dan diputar ke belakang . “Tunggu , apa maksud perkataan bapak ?” .

” Bagaimana kau bisa menyebut dirimu Cellis kalo kau bahkan takmampu memberikan jiwamu pada permainanmu . Teknik dan caramu memainkan gubahan itu memang sudah cukup bagus , tapi kau memainkanya tanpa perasaan sedikitpun . Apa sebenarnya tujuanmu memilih menjadi Cellis Nona Choi ? . Seseorang tak dikatakan musisi hanya dengan teknik permainanya yang bagus . Kau patut tidak lulus sampai kau mampu menyatukan permainanmu dengan jiwamu . “

Aku ternganga di depan kelas . Aku hampir menangis mendengar ucapan dari Pak Kang . Aku merasa malu sekaligus sadar , bahwa aku memang bersalah . Aku tak benar-benar ingin menjadi Cellis . Aku bermain dengan setengah hati .

” Musik yang mengalun dari Cello mahalmu itu seperti tubuh kosong yang tak memiliki jiwa . Kau harus belajar lebih banyak lagi . “,

Aku mengagguk perlahan . Harga diriku yang tersisa memberiku kekuatan untuk kembali ke bangkuku dan melanjutkan kelas hingga satu jam ke depan .

*** *********

Author POV-

Yuri menghampiri Sooyoung di bangkunya . Dia merasa prihatin akan keadaan Sahabatnya yang masih schok dengan komentar pedas  Pak Kang . ” Gwencana ? “, sapa Yuri menepuk pundak Sooyoung dengan lembut . ” Tahun depan kau pasti lulus .”, hibur Yuri yang membuat Sooyoung semakin menderita .

” Aku memang bersalah Yul . Aku tak memainkanya dengan sepenuh hati . Aku hanya terkejut Pak Kang mengatakanya di depanku . “,

” Kau sudah cukup baik tadi . Kau hanya perluh belajar tentang menyatukan teknikmu dengan jiwamu . Aku akan membantumu , “

Sooyoung menatap sahabatnya itu dengan penuh rasa trimakasih . ” Apa kau tak lapar ?”,

Yuri yang tadi merasa iba pada Sooyoung langsung mengubah wajahnya masam . ” Ya ! Jangan bilang kau ingin aku meneraktirmu lagi. “

Sooyoung hanya mengagguk -angguk dengan polos . ” JANGAN HARAP!”, tegas Yuri kesal . ” Kau makan seperti monster . Kau bahkan menghabiskan jatah uang sakuku selama sebulan . Cukup sekali aku tertipu olehmu . ” , omel Yuri . Sooyoung merasa tersinggung dengan perkataan Yuri .

” Apa kau kira aku tak bisa membayar makananku sendiri ? Aku juga bisa menteraktirmu . “,

” Ck, ck,ck,ck Choi Sooyoung . Apa kau lupa kau selalu berkata seperti itu di awal . Kemudian pada akhirnya apa? Aku yang membayar semua makananmu . Sudahlan aku mau makan bersama tapi jika kau berjanji akan membayar sendiri makananmu  .”,

Sooyoung masih kesal dengan penghinaan sahabatnya , tapi memang benar selama ini Yuri sudah sangat baik padanya .

” Baiklah , Kajja. “

” Apa kau yang bernama Choi Sooyoung ?”, ujar seorang Yeoja yang mengenakan pakaian mewah . Yuri dan Sooyoung menoleh bersama ke arah yeoja cantik itu. Sekali lirikan saja mereka sudah tahu dia bukan mahasiswa SAS . Dia terlalu berkelas untuk ukuran mahasiswa traineer .

Sooyoung mengamati wajah yeoja asing itu . Sepertinya dia pernah bertemu dengan yeoja ini , tapi Sooyoung lupa kapan dan dimana tepatnya .”

” Maaf , apa aku mengenalmu ?”,

Yeoja itu tersenyum tipis , jenis senyum yang dipaksakan , ” Aku Tifanny . Hwang Stefanny , kekasih Choi Siwon .”,

Yuri membelalak kaget ke arah yeoja itu kemudian menatap Sooyoung yang memperlihatkan ekspresi tak terbaca. ” Younggi , apa yang sebenarnya terjadi ?”,

” Permainan baru di mulai Yuri . Bersiaplah .”

****************

– TBC –

FYI : Yang bercetak Miring itu Flashback yaaaa …..

[ FF ] Baby Don’t Cry – Chapter 1-

Annyeonghaseyo ….

Perkenalkan Adaya author baru di sini . Salam kenal semua reader tercinta . Ini Adaya mau Post FF yang udah Adaya terbitkan di blog Adaya . Mohon kritik dan sarannya ya ..karena masih Newbie :p mohon maklumi kalo jelek . Ok Let’s Rock

Title : Baby Don’t Cry

Author : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun

Other Cast :

Hwang Tifanny –> Tifanny
U Know Yunho DBSK — > Yunho
Super Generation

Type : Chapter

Genre : Romance, Friendship, Family

Rating : PG-17 ( All reader who Open mind )

Chapter -1-

Sooyoung melihat jam tangannya untuk yang kesekian kali . Ini sudah lewat tiga jam dari waktu yang mereka sepakati . Siwon bukan orang yang melanggar janji . Pasti ada hal penting yang terjadi hingga dia seterlambat ini .

Pandangan Sooyoung menyapu jalanan yang ramai akan muda mudi yang hilir mudik . Mereka terlihat bahagia . Sejam yang lalu , salju mulai turun . Udara semakin dingin tapi Sooyoung tak mau beranjak dari tempatnya . Harapan yang ada di hatinya menghangatkan tubuhnya . Dia bahkan tak mengenakan jaket tebal , tapi baginya hanya dengan membayangkan kedatangan Siwon semuanya menjadi terasa baik baik saja .

“ Dia pasti datang . “, batinnya meyakinkan diri sendiri.

*******

“ Aku mencintaimu , Siwon-shi . Jangan pergi.” , isak Tifanny . Dia tak ingin kehilangan Siwon , dia tak ingin Siwon pergi darinya . “ Aku mencintaimu …” , Air mata Fanny menggenang di pelupuk matanya . Dia hampir gila karena putus asa .

Siwon mematung ditempatnya . Hanya kurang tiga langkah dia menjangkau pintu , tapi perkataan Tifany membuatnya terhenti . Dia masih tak berani melihat Fanny , walau tahu gadis itu sekarang pasti sedang mengis . Dia takut jika dia memalingkan dirinya dia tak akan pernah bisa mundur lagi . Dia tahu ini tidak benar . Sebentar lagi Fanny akan menikahi sahabatnya . Dia tak boleh goyah , dia juga sudah berjanji pada Sooyoung .

“ Ku mohon jangan pergi ….”, pinta Fanny memelas . Siwon mulai bimbang mendengar suara Fanny yang gemetar . Dia mengengam tanganya dengan erat , seperti dia berusaha mengontrol kewarasannya . Siwon tak tahu harus berbuat apa dia ingin sekali menyambut Fanny dan memeluknya dengan erat , tapi sisi jiwanya yang masih waras menyuruhnya untuk menjauh .

“ Yunho meninggalkanku …..aku hanya memilikimu saat ini Oppa , aku mohon tetaplah di sisiku.”, sontak perkataan Fanny menghancurkan semua kendali diri yang dimiliki Siwon . Dia berpaling pada Fanny , melangkah perlahan ke arah Fanny . Dihapunya air mata yang mengalir di pipi Fanny,

“ Berhentilah menngis , aku tak akan pernah meninggalkanmu . “ , ujar Siwon seraya merengkuh Fanny dalam pelukannya . Dia tak akan pernah rau lagi saat ini , walau dia akan menyakiti banyak hati , tapi cukup dirinya mengorbankan cintanya untuk kebahagiaan orang lain . “ Mihane , Sooyoung”, ujarnya dalam hati.

*********

Senyum Sooyoung mulai hilang dari bibirnya . Keputusasaan mulai merayapi hatinya . Dia sudah berdiri menunggu 7 jam , namun Siwon tak juga datang . Sooyoung mencoba untuk kesekian kalinya menghubungi ponsel Siwon , “ Maaf telefon yang handa hubungi untuk sementara tidak dapat dihubungi , silahkan tinggalkan pesan setelah bunyi Bip. “ . Sooyoung menutup panggilannya . Air mata sudah mulai menggenang di pelupuk matanya .*

Siwon tak juga beranjak dari tempatnya . Matahari sudah menyingsing dari persembunyianya . Semalaman dia menemani Tifanny hingga dia tertidur . Fanny tak ingin ditinggal sendiri . Dia tertidur dengan menggengam tangan Siwon .

Siwon melirik jam dinding , sudah pukul 6 pagi . Perlahan Siwon melepaskan genggaman Fanny . Dilihatnya sekali lagi wajah Fanny yang tertidur . Dia sungguh bahagia , akhirnya cintanya pada Fanny terbalas . “ Aku harus pulang , nanti kita bertemu lagi . “, bisaiknya di telinga Fanny yang membuat Fanny mengerjapkan matanya . Pandangan mereka bertemu , keduanya tersenyum senang . “ Hati hati di jalan Oppa , maaf membuatmu terjaga semalaman.”, ujar Fanny yang masih mengantuk .

Siwon tersenyum lembut , kemudian dilayangkan kecupan manis di dahi Fanny . “ Tidurlah , ini masih sangat pagi . “, Fanny mengagguk lemas , kemuduan jatuh kembali dalam lelap . Perlahan Siwon mengemasi barang – barangnya . Dia meihat ponselnya yang semalaman tak disentuhnya sama sekali . Dia membuka beberapa pesan yang masuk . Siwon terhenyak melihat nama Sooyoung di dafar inboxnya .Siwon melirik ke arah Fanny yang terlelap , kemudian beranjak keluar meninggalkan kodominium Fanny . “ Apa Sooyoung menunggunya semalaman . Dia mengirim pesan pukul 1 malam . Mereka janji bertemu pukul 7 . Tuhan , semoga aku salah kali ini , dia tak mungkin menunggu selam itu . “, batin Siwon seraya membanting setir menuju rumahnya .

**********

Sooyoung menangis seharian . Matanya sudah sebesar bola pimpong . Dia benar benar terlihat jelek dan berantakan . Perutnya hampir tak dikenali lagi karena menghabiskan kue berdiameter 30 cm sendirian . Badanya terasa tak karuan karena terlalu lama berdiri di bawah salju . Terlebih lagi hatinya sudah hancur berkeping –keping . Eommanya terus terusan menguliahinya tentang jam malam , hal itu membuat Sooyoung semakin hancur .

Dia tak beranjak dari sofa kamar semalaman . Dia tak mengganti bajunya yang basah terkena salju yang mencair . Pantyhousnya sebau kotoran anjing . Dia menunggu Siwon semalaman , menunggunya menelefonya meminta maaf , atau setidaknya sebaris pesan penyesalan karena membiarkannya menunggu dengan harapan kosong . Hingga pukul 7 pagi tak ada tanda-tanda Siwon akan mengirim pesan , hal itu semakin menghancurkan hati Sooyoung . Mulanya dia khawatir sesuatu terjadi pada Siwon , tapi kekahwatiran itu terhapus oleh kemarahan yang berlanjut kesedihan .

“ Younggiiiiiiiiiiiiiiiiiii………….. ”, Sooyoung menutup telinganya dengan kedua telapak tanganya . Demi Tuhan ini masih terlalu pagi untuk Eommanya memeriakinya sekuat itu . Ommanya melihat berkeliling , amarahnya kembali tersulut melihat keadaan kamar Sooyoung yang berantakan . “ Ya ! Kenapa kau tak pernah mendengar nasehatku, kamarmu ….ya Tuhan kau itu seorang gadis ….”

“ Omma!” , potong Sooyoung , air matanya mengalir semakin deras . “ Aku mohon tinggalkan aku sendiri , nanti …nati kau bisa memarahiku sepuas hati . Huwaaaaaa”, Sooyoung menangis meraung membuat Eommanya kalang kabut .

“ Ya ,,,,ya ,,,diam ini masih pagi , kecilkan suaramu . “, bujuk Emmanya .

Sooyoung menangis semakin kencang . Dia tak peduli semua orang mendengarnya menangis , Dia tak peduli semua tetangganya mengiranya gila.

“ Anak bodoh …aku bilang diam .”, gertak Eommanya seraya memukul kepala Sooyoung . “ Kenapa anak ini …”, gerutu Eomma Sooyoung yang melihat Sooyoung semakin menjadi .

“ Tinggalkan aku sendiri Eomma . Aku menginginkan privasi . Sesuatu yang tak pernah kumiliki selama 23 tahun ini . “,

“ Anak Bodoh ,,,, aku bilang kecilkan suaramu . “ teriak Nyonya Choi . “ Lagi pula hal apa yang membuatmu menangis seperti orang gila ….bau apa ini ?”, Nyonya Choi mengendus sekitarnya mencoba mendeteksi sumber bau hangus yang menggangu indra penciumanya . “ Oh Tuhan …. aku lupa masakanku !”, teriaknya secara berlebihan kemudian terbirit menuju lantai bawah meninggalkan Sooyoung sendiri dalam tangisan .

“ Tuhan kenapa kau menempatkan aku diantara orang – orang konyol seperti keluargaku . Huwaaaaaaa . “

***************

TBC –

Mihane ya kalau jelek :) dan banyak typo bertebaran. Maaf baru pertama bikin FF ….

Mohon kritik dan sarannya ya … Don’t be silent reader ….

 

 

 

[ FF ] Nothing On You – Chapter 1-

Gambar

Title              : Nothing On You

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )

Other Cast    :

  • Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min –> Cho Changmin 
  • Hwang Tifanny –> Tifanny 

Type            : Chapter

Genre          : Romance, Sad Ending , Family

Rating          : PG-18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Happy Reading …… ^__^

Chapter 1 

Cinta tak tumbuh dengan sedirinya . Cinta bukan kembang dandelion yang tak butuh dipupuk dan di jaga untuk tumbuh . Cinta tak sekuat metal baja . Cinta hanyalah cinta , yang butuh kau perhatikan , butuh kau jaga , dan butuh dirimu untuk tumbuh menjadi kebahagiaan . Tuhan menganugrahkan cinta pada kaumnya , maka jagalah cintamu . 

Author POV –

Suara ledakan dari balik kemudi Sooyoung membuatnya terperanjat dan kehilangan kendali atas kemudinya. Dia terpental ke samping. Kakinya tertambat di pedal rem, membuat mobil itu bergerak sentripetal searah jarum jam. Sooyoung merasa pening. Tangannya terkena percikan api yang berasal dari ledakan mobil yang tadi tepat melaju di belakangnya.

“Aku tidak mau mati sekarang. Mati konyol. Raung Sooyoung jauh di lubuk hatinya. Dia benar-benar takut mati kali ini. Sooyoung yang selalu suka tantangan kali ini takut mati.” Aku ingin dia. Inginkan dia terlebih dulu. Oh Sialan. Ayolah Tuhan. Hentikan mobil berengsek ini. Maki Sooyoung dalam hati. Dia hampir saja pingsan karena pasrah. Alam bawah sadarnya secara tak langsung merespon situasi ini. “Siwon Oppa……….!!!

Suara sirine dari kejauhan memberikan secercah harapan pada Sooyoung. Tubuhnya merasakan sakit dimana-mana. Setiap gerakan kecil yang berusaha ia lakukan semakin memperparah sakitnya. Posisinya sungguh tak nyaman, malang diantara kursi pengemudi dan setir. Posisi mobil yang terbalik membuat kepalanya terjepit  menyangga tubuhnya. Sedikit gerakan salah bisa meremukkan tulang fitalnya, dan Soooung tak mau itu terjadi. Dia tahu melebihi siapapun di dunia ini. Jika sampai dia lumpuh karena kekonyolan ini, dia lebih baik mati.

Paramedis mulai bermunculan ke arahnya. Membawa tandu dan kotak first aid yang umum dibawa oleh mereka. Salah seorang paramedic menggumam resah saat melihat posisi Sooyoung. Dia mengintip dari jendela mobil yang sudah reyot. “ Panggil Park In Jung dan Shin Nam Gill , korban masih bernafas. Tapi aku tak dapat memastikan nadinya. Tanganya tersangkut setir. Aku butuh bantuan untuk mengeluarkannya dari sini. Bawa pengyangga leher juga.” Teriak paramedic itu kepada salah satu rekannya. Tak lama kemudian dua lelaki dan salah serang wanita berpakaian seragam paramedic menghampiri lelaki yang tadi meneriakkan bantuan . Dengan perlahan dan hati-hati mereka mencoba membuka pintu mobil yang sudah renyot .” Berhasil!. Teriak  Sooyoung dalam hati.”Ya Tuhan. Biarkan aku hidup , aku masih ingin hidup. Paramedis yang dipanggil Gill mendekat dari arah berlawanan. Dia berusaha menjangkau Sooyoung, dan dengan perlahan mendorong kearah temannya yang siap menangkap Sooyoung dari pintu depan. “ Tenang Agassi, kami akan menyelamatkanmu !” ujarnya ,Sooyoung sempat memberinya seulas senyum yang terasa getir di mulutnya sebelum dia kehilangan kesadaran .

*******

Siwon berlari kesal mengikuti perawat yang berjalan cepat di lorong rumah sakit. Dua jam lalu dia masih sibuk berkutat dengan pekerjaaanya. Rapat dengan para pemegang saham hari ini membuat kepalanya agak pening. Bertubi-tubi masalah yang mengejutkannya datang menghampiri hari-hari sibuknya. Siwon jelas geram akan hal ini..  Ada penyusup dalam perusahaanya , yang pada akhirnya mengobrak-abrik rahasia produk baru perusahaanya yang akan segera diluncurkan bulan depan.

Perusahaan Merry-Joshep adalah perusahaan yang bergerak dalam produk instant, sudah tiga puluh tahun perusahaan yang dulu dikepalai oleh Kakek Siwon ini berlaga di kancah Internasional, dan berhasil memenangkan beberapa penghargaan dalam berbagai bidang. Sebelumya , kejadian memalukan ini tak pernah terjadi . Entah kenapa Siwon merasa banyak orang tak puas akan kepemimpinannya. Menjadi seorang Choi tak selamanya menguntungkan. Karena Siwon adalah pewaris tunggal perusahaan , banyak pemegang saham memandang sebelah mata kepada Siwon , mereka selalu mengaggap Siwon bukan orang berkompeten , dan hanya bisa menduduki posisi President Direktur karena keluarganya .

Selama ini Siwon berusaha keras belajar dan menerima bimbingan keras kakeknya agar orang lain tak lagi meragukan tendensinya . Kakeknya selalu mengingatkan , diantara kumpulannya akan selalu ada satu titik nila yang akan membuatnya hancur , tapi jika dia bisa merengkuhnya menjadi pihaknya , dia akan bisa menggengam dunia .  Dan nasehat itulah yang membuatnya menikahi Sooyoung dua tahun lalu . Setitik nila itu harus ada dalam gengamannya . Ironisnya, detik ini dia dengan gontai menelusuri isi rumah sakit karena ulah konyol Sooyoung.  Ulah konyol si nila yang tak pernah ada habisnya .

“ Lewat sini.”, ujar perawat yang sedari tadi menuntun jalan Siwon, sekilas perawat itu menunjukkan tatapan kagum kearah Siwon. Dalam hati Siwon tersenyum sinis, pengaruh sensualitasnya ternyata tak pernah pudar, walaupun usianya sekarang sudah pertengahan 30 tahun.

“ Maaf sebelum Anda memasuki pintu ini saya harus memperingatkan , kondisi Nona Choi belum sepenuhnya pulih. Baru dua jam lalu dia mengalami shock berat atas kejadian yang menimpanya.” Perawat itu berhenti sejenak untuk melihat reaksi Siwon.” Jadi, tolong jangan sampai pasien mengalami kecemasan atau keresahan yang berlebihan. Kami belum tahu kerusakan sebesar apa yang terjadi pada bagian kepala pasien. Sementara ini tolong jaga setabilitas emosinya. “

Siwon menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya . Kali ini dia tak boleh kehilangan kendali di depan Sooyoung . Hal hal seperti ini bukan pertama kalinya terjadi . Sebelum , saat , dan setelah mereka menikah kejadian konyol yang membahayakan nyawa Sooyong tak ada hentinya . Gadis ceroboh dan manja itu membuat hidupnya tak pernah tenang .

Siwon melangkahkan kakinya memasuki kamar Sooyoung , dia melihat gadis itu sedang duduk terdiam menerawang pemandangan dari balik jendela. Sejenak Siwon menghela nafas lega melihat keadaan istrinya baik – baik saja , tapi tetap saja dia masih tak bisa meredam amarahnya .

“ Apa kau punya hobi mencelakakan diri sendiri?”, ujar Siwon membuyarkan lamunan Sooyoung .

Sooyoung mematung ditempat . Siwon ada di hadapanya dan dengan nada mengejek berusa menyulut amarah Sooyoung . “ Itu bukan urusanmu .”, jawab Sooyoung dingin , dia bahkan tak repot repot memalingkan tatapanya dari jendela .

Siwon terdiam , dia masih berdiri di ujung ranjang Sooyoung . Tatatpanya menelisik wajah Sooyoung yang terlihat lebam dan sedih? .

“ Apa ini tindakan protesmu atas pengajuan perceraianku ?”, celetuk Siwon seraya melangkah mendekati Sooyoung .

Tangan Sooyoung saling bertaut erat , dia tak siap menghadapi serangan perkataan Siwon . Sooyoung tahu Siwon benar , dia tak ingin diceraikan oleh Siwon . Cintanya terlampau besar hingga berbuah kebencian . Selama dua tahun pernikahan mereka Siwon tak pernah menyentuhnya , dia membiarkan Sooyoung menunggu dan menunggu . Hanya Sooyoung yang mencintai Siwon sepihak . Selalu seperti itu , Siwon tak pernah merepotkan dirinya hanya untuk berpura-pura mencintai Sooyoung .

“ Aku.. akan menandatangani surat itu . “, jawab Sooyoung lirih , memandang tepat di mata Siwon . Sejenak tadi Sooyoug melihat keterkejutan di mata Siwon .    “ Dengan syarat?”, lanjut Sooyoung .

Siwon tersenyum kecut . Dia tahu Sooyoung tak akan semudah itu melepaskannya . “ Katakan ? “,

“ Jangan menikahi wanita lain , hanya aku nyonya Choi yang pernah ada . Kau boleh berpetualang sesuka hatimu , tapi tak menikahi salah satu dari mereka .”

Siwon akan meneriakkan protesnya , tetapi Sooyoung mendahuluinya “ Syarat ke dua …”,

“ Kedua ? Demi Tuhan ada berapa syarat yang kau ajukan?,” sahut Siwon , Sooyoung berusaha menahan gejolak hatinya untuk tidak memaki Siwon .

“ Aku adalah pemilik 20% saham perusahaan , jadikan 40% . Aku akan menjadi salah satu dewan direksi aktif dan ikut dalam hak pengembangan produk di Labolatorium Merry – Joshep cabang Korea dan Amerika. “ lanjut Sooyoung tidak menghiraukan tatapan mengintimidasi Siwon . Sooyoungkan bisa merasakan aura kemurkaan yang datang dari Siwon , tapi dia sudah berjnji pada dirinya sendiri untuk tetap teguh pendirian , melakukan segalanya untuk mempertahankan rumah tangga mereka .

“ Dari mana kau dapat ide gila itu Sooyoung .”, Siwon mendekatkan wajahnya ke wajah Sooyoung , tanganya perlahan mengelus lembut bibir Sooyoung .” Kau memiliki bibir yang indah …”, ucapnya perlahan semakin mendekat ke bibir Sooyoung .

Sooyoung mencengkram selimut erat-erat , dia berusaha menahan godaan yang selalu dilakukan Siwon untuk melemahkan hatinya , “ Ke..ketiga ….” ,ucapnya terbata, Siwon menatap kesal Sooyoung dengan serta merta menjaga jarak dari Sooyoung ,”Aku ingin Silance Hill menjadi milikku . Pasca perceraian aku ingin rumah itu jadi milikku .”,Siwon menaikkan sebelah alisnya mendengar permintaan terakhir Sooyoung .

“ Siapa sebenarnya yang mencetuskan ide-ide tak masuk akal ini di kepala kecilmu ?”, selidik Siwon , dia mencoba mencari jawaban dari mata Sooyoung yang tak pernah bisa berbohong .

Sooyoung menatap sedih suaminya . “ Sejauh itukah kau tak mengenalku?”, air mata Sooyoung menggenang di pelupuk matanya . Dia tak pernah mau menerima kenyataan Siwon tak pernah mencintainya . Dia terlalu lama hidup dalam angan – angan . “ Ini karena aku mencintaimu , Babo . Aku mengajukan ide gila ini agar kau mencabut gugatanmu. .”, batin Sooyoung dalam hati. “ Kau tenang saja , saat kau sadar , syarat yang aku ajukan ini bukanlah masalah besar untuk bisa kau penuhi . Aku sedang tak berminat bertengkar denganmu saat ini , jadi aku mohon pergilah!.” , usir Sooyoung seraya merebahkan dirinya membelakangi Siwon . Dia berpura-pura tertidur , dia tak ingin Siwon melihat air matanya .

Siwon hanya terdiam , dalam hatinya begitu banyak gejolak yang ingin dimuntahkannya . Dia mengepalkan tanganya untuk menahan amarah yang ditahanya dari tadi . “ Kau benar- benar wanita menyedihkan Choi Sooyoung .” , ujarnya seraya berbalik menuju pintu keluar meninggalkan Sooyoung yang menangis di balik selimut .

*********

Changmin sedang menikmati Barolo Wine di penthouse pribadinya .Tatapanya menyapu pemandangan malam kota Seoul dari ketinggian 180 feet . Laporan yang dipegangnya membuatnya ada di atas angin . Keberhasilannya mensabotase peluncuran produk baru Mary – Joshep membuatnya ingin berteriak senang . Di bibirnya terlukis senyum setan yang tak pernah ditunjikkanya didepan siapapun . “ Cepat atau lambat kau akan menjadi milikku .”, ujar Changmin seraya menatap foto gadis yang tertancap di papan dart-nya . “ Choi Sooyoung , aku akan membuatmu menangis seumur hidupmu .” , janjinya dalam hati . Dia mengalihkan tatapanya ke arah foto yang ada di atas meja piano , disana ada foto seorang namja dan yeonja yang tersenyum bersama . Mereka sangat serasi satu sama lain . Foto kelulusan itu diambil lima tahun lalu saat Changmin sedang menempuh pendidikan masternya di Amerika . Dia sangat terkejut bahwa namja yang ada di foto telah tiada setibanya dia di Korea . “ Kyuhyun aku akan membalaskan semua rasa sakit hatimu . Aku akan membuat yeonja itu mengemis pengampunan di atas nisanmu .”

***********

Angin laut yang bertiup sepoi-sepoi membuat hati Sooyoung terasa lebih baik . Setelah pertengkarannya dengan Siwon dia memutuskan untuk dirawat di rumah . Sekertaris pribadi Sooyoung telah mengatur segalanya untuk tempat peristirahatan Sooyoung . Dia butuh memulihkan diri sebelum perang yang sebenarnya terjadi . Hati dan jiwanya harus benar-benar sehat untuk menghadapi Siwon di persidangan perceraian mereka . Hal ini sudah tak dapat dihindari lagi , Siwon sudah menelefon pengacara Sooyoung untuk menyediakan surat surat perjanjian dan syarat perceraian . Ini artinya niatan Siwon untuk bercerai memang sudah bulat .

            Mulanya Sooyoung mengira hatinya sudah mengalami perasaan sakit yang tak mungkin dilebihi lagi . Tapi ternyata dia salah , perasaan yang diciptakan Siwon dalam hatinya membuatnya merasa ingin cepat mati . Dia tak sanggup menatap tatapan dingin Siwon , atau perkataan yang menyakitkan dari Siwon . Sooyoung tak peduli jika itu orang lain , tapi jika orang itu Siwon , orang yang dicintainya , dia tak akan sanggup untuk tak hancur berkeping keping . “ Kau wanita yang menyedihkan “ , ucapan Siwon terus terusan memutar ulang dalam kepalanya . “ Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……”, jerit Sooyoung . “ Selamatkan jiwaku Tuhan ….  “, dia berusaha menendurkan ketegangan dalam dirinya , dia tak boleh runtuh hanya karena perkataan Siwon . Tapi kepalanya semakin ringan , dia seperti melayang dan dunia semakin menggelap.

            Pak Kim yang ada di ruang baca terkejut mendengar teriakan dari ruang istirahat Sooyoung segera berlari ke kamar Sooyoung diikuti dua pelayan . Dia terkejut mendapati Sooyoung sedang tergeletak lemas di lantai ,“ Nyonya? Ya Tuhan apa yang terjadi , Jung-ah , segera panggil dokter Ma . “ , perintahnya . “ Nyonya …nyonya aku mohon sadarlah . ,” dia memangku kepala Sooyoung perlahan . “ Jisuk bantu aku memindahkan Nyonya ke ranjang . “

            Sooyoung dibopong ke atas ranjang . Semua pembantu di rumah peristirahatanya khawatir akan keadaan Nyonyanya . “ Apa perluh kita memberi kabar Tuan Choi?”, ujar Jisuk dengan keraguan dalam suaranya .

            Pak Kim menghela nafas . Membatin dalam hati kenapa kedua orang yang sebenarnya saling menyayangi itu saling menyerang dan menyakiti satu sama lain . “ Tak perlu , cukup dokter Kim . Tuan Choi sedang disibukkan dengan masalah perusahaan . Kalian semua harus siaga terhadap keadaan Nyonya . Keselamatanya adalah prioritas kita . “, perintahnya kepada semua pelayan , yang disambut anggukan patuh oleh semuanya . “ Tuan besar , apa yang harus saya lakukan untuk membuat mereka bersatu kembali . Andai anda masih hidup , Anda pasti tahu apa yang harus dilakukan. “, batin Pak Kim dalam hati , dia menatap prihatin kearah Sooyoung yang tergeletak lemas .

****************

            Siwon sedang menikmati suasana malam kota Seoul .Dia tak menyia nyiakan waktu luangnya yang jarang untuk memenuhi kebutuhan biologisnya yang sudah lama tak terpenuhi . Sudah hampir dua bulan dia hidup selibat , hal ini adalah sesuatu yang menjengkelkan bagi Siwon . Masalah perusahaan dan perceraianya dengan Sooyoung menyita banyak waktunya , hingga dia tak bisa bersenang – senang untuk sementara waktu .

            Malam ini adalah ulangtahun Fanny , teman kencannya selama setengah tahun ini . Tifanny adalah yeonja kelahiran Amerika . Siwon merasa nyaman di samping Tifanny . Karena dibesakan di Amerika Fanny tak terlau peduli dengan gunjingan atau perkataan orang sekitar tentang hubungan mereka , dan Siwon tak suka wanita yang terlalu cerewet tentang ini itu . Fanny selalu praktis dan berfikiran dewasa . Berbeda dengan Sooyoung yang selalu hidup dalam lindungan kekayaan keluarganya , Fanny adalah wanita pekerja keras yang tahu akan dunia luar . Dia kuat dan sangat cerdas . Teman kencan yang menyenangkan dan memiliki senyum yang indah .

            Fanny sudah tahu akan pernikahan Siwon dan bagaimana keadaan pernikahanya . Hubungan mereka layaknya sahabat . Mereka belum pernah menghabiskan malam bersama . Fanny bukan wanita sembarangan yang tidur dengan lelaki manapun . Selama enam bulan Siwon belum pernah tidur denganya . Selama ini Siwon melampiaskan kebutuhanya pada wanita wanita kalanganya yang kesepian . Fanny tak masalah dengan itu , dia bukan tipe orang yang mencemaskan hal hal sepele seperti itu . Berbeda dengan Sooyoung yang akan menangis atau marah berlebihan .

            Fanny sudah menunggunya di depan gedung SM Entertaiment ,  agensi yang menaunginya selama ini . Dia terlihat cantik dengan gaun merah darahnya . Model rambut barunya membuatnya semakin terlihat matang dan dewasa . Siwon menepikan mobilnya tepat di depan Fanny berdiri . “  Perlu tumpangan ?”, goda Siwon .

            Fanny menyambut godaan Siwon dengan eyes smile-nya . “ Maaf , tapi aku sudah ada janji dengan pacarku .”, ujar Fanny , seraya menelisik ke arah mobil sport Siwon .      “ Sayang sekali Porche mu terlihat nyaman dinaiki . “

            “ Hentikan permainan ini , segeralah masuk cuaca sangat dingin . “

            Fanny tersenyum manis , “ Kau sangat tidak menarik Mr. Choi . “ Goda Fanny , seraya melangkah memasuki mobil .

            Siwon dengan manis memasangkan sabuk pengaman pada Fanny , dia memberikan lirikan menggoda pada Fanny , dan membatin dalam hat ibahwa wanita yang ada di sampingnya saat ini benar-benar berbeda dengan istrinya yang ada di rumah . Dia ingin menghabiskan hidupnya dengan wanita dewasa yang mandiri seperti Fanny dibanding dengan wanita membosankan seperti Sooyoung.

            “ Kemana kita pergi malam ini ? “, tanya Fanny seraya membenahi riasanya .

            “ Kita makan malam dulu , setelah itu kita akan pergi ke bermain tenis di Dangwon . Jessica dan Donghae sudah ada di sana untuk meresrvasi tempat . “

            “ Terdengar melelahkan .”, goda Fanny dengan senyum cerah di wajahnya. Siwon membalasnya dengan mengedipkan sebelah matanya ,sebelum melaju ke jalanan malam Kota Seoul.

TBC –

Mihane ya kalau jelek 🙂 dan banyak typo bertebaran. Maaf baru pertama bikin FF ….

Mohon kritik dan sarannya ya … Don’t be silent reader ….