[TEASER] Someone Watching Over Me – NOY Sequel Kyuyoung Ver-

Anyeong reader yang budiman. Adaya mau ngasih nih Sequel soal Kyuhyun dalam NOY. Karena gak etis kayaknya kalo di upload di SAC. Akan ada dua part panjang. Dan ini merupakan rangkaian runtut dari cerita Kyuhyun dan Diarynya dalam NOY. Semntara saya ingatkan lagi di awal awal beberapa kutipan yang ada di NOY sebagai teaser, sebelum kita menuju ke Full Ver ūüôā .

ppp

” Kenapa Kyuhyun memilih untuk mengakhiri hidupnya?”

“Karena dia ingin hidup di dalam hati Sooyoung selamannya.”

**************

Semua orang berkata hal yang sama. Ketika sesuatu yang buruk terjadi, setiap orang selalu berkata agar kita melupakannya. Tapi, Aku tak berfikir bahwa aku mampu melupakan hal itu dengan mudah. Mungkin kau akan mampu berpura-pura seolah tak pernah ada yang terjadi, tapi aku tak yakin bahwa kita benar-benar bisa sepenuhnya melupakan segalanya. – Kyuhyun ( Dikutip dari Mars by Fuyumi Soryo )

*************

Mungkin tak akan pernah ada sesorang pun yang tahu dan mengerti perasaan kasih yang kumiliki untuk Sooyoung. Seperti ada jiwa jahat yang tumbuh dan memakan kewarasanku tiap detiknya, tapi gadis itu mampu menjadi cahaya dan kehangatan. Tangan lembut yang menenangkan dan senyum tulus yang membuat aku terjaga dalam tidur tanpa ganguan mimpi. Jika bisa mencintainya aku akan memilikinya sepenuhnya, selamanya, seutuhnya. Tapi aku tak akan pernah bisa melakukannya. Hanya satu cara agar aku selalu bersamanya selamanya. Dalam hatinya. Kematian. – Kyuhyun

**************

Apa yang membuat dunia berputar begitu perlahan ketika aku bersamanya, suara mendayu dan khas wanita yang membawa aroma bunga lavender dalam tiap geraknya. Sooyoung, bagaimana kau bisa menjangkau seluruh pertahanan diriku. Kau membuatku merasa begitu bersalah karena tak mampu memilikimu. Tapi iblis jahat yang mengintip dalam diriku selalu ingin memilikimu hanya untukku sendiri, selamanya…… -Kyuhyun.

*************

” Aku akan menikah, Oppa.”

“Benarkah?”

“Ya. Seperti katamu aku akan menikah dan bahagia.”

Mungkin ini saatnya, saatnya untuk aku pergi selamanya.

****************

” Hai nak? Kau masih mengingatku?”

Suara yang menggeram dalam kegelapan malam itu membuatku kembali ke masa lalu. Masa-masa tersiksa berada di kamar gelap yang membuatku seperti ini. Aku menjijikkan. Ya Tuhan……..

*****************

Nah, itu tadi beberapa inti yang belum pernah ada di NOY. Nanti akan ceritakan runtut dari awal hingga akhir ya, alurnya gak loncat-loncat lagi kayak NOY Soowon :), jadi tunggu dan nikmati ya. Apa penyebab Kyuhyun menolak Sooyoung dalam NOY dan apa hubungan dia ma Victoria? Lalu bagaimana J dan Victoria bisa ikut andil dalam kematian Kyuhyun? Kenapa Changmin dulu bisa begitu mempercayai Victoria? Dan bagaimana Sooyoung bisa begitu mempengaruhi hidup Kyuhyun? Dannnn bagaimana diary Kyuhyun bisa ada di tangan Victoira? Semuanya ada di sini. Jadi bagi pembaca NOY di manapun jangan lewatkan Sequel ini ya ūüėÄ

Bye bye

Iklan

[ FF ] Nothing On You ‚Äď Chapter 6 A –

Anyeong Adaya Back With NOY

Miane reader yang budiman, mulannya saya mau buat satu lembar tapi sangat panjang. Jadi saya bagi dua. Karena ada pembelotan ending dari chap aslinya, chapter 6 ini yang rencananya 10 paragraf jadi 17 paragraf. Jadi saya bagi dua ya. Miane. Jangan lupa tinggalkan jejak dengan kritik dan saran yang membangun.

poster 2

Title              : Nothing On You

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )

Other Cast    :

  • Cho Kyuhyun ‚Äď> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min ‚Äď> Cho Changmin ‚Äď> Max Changmin¬†
  • Hwang Tifanny ‚Äď> Tifanny¬†
  • Victoria Song¬†‚Äď> Victoria Choi

Type            : Chapter

Genre          : Romance, Sad Ending , Family

Rating          : PG-18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story is inspired by Mars Drama, S. Kenyon Dark-Hunter Series, Mars and Fruit Basket Manga. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter ‚Äď 6 A –¬†

People seem weak, but they’re strong.
They seem strong, but they’re weak.
No matter how much you cry, you still have to sleep. 
And you even get hungry.
You suddenly realize you’re doing the same things you did yesterday. 
You say hi to your friends and smile just like you did yesterday.
Life goes on as if nothing ever happened…

I want to go somewhere…
Anywhere…
Somewhere where I can forget everything.
…where I’ll forget everything
…and be reborn.

‚Äē Fuyumi Soryo , Mars Manga Vol 18

************************************** Baca lebih lanjut

[ FF ] Nothing On You – Chapter 2-

Title              : Nothing On You

Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )

Main Cast     : Choi Sooyoung dan Choi Siwon ( Soowon Couple )

Other Cast    :

  • Cho Kyuhyun –> Cho Kyuhyun
  • Shim Chang Min –> Cho Changmin¬†
  • Hwang Tifanny –> Tifanny¬†

Type            : Chapter

Genre          : Romance, Sad Ending , Family

Rating          : PG-18 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

 

Happy Reading …… ^__^

Chapter -2-

 Author POV-

¬†Seorang yeoja sedang berdiri di depan cermin menatap dirinya yang terbalut gaun pengantin . Senyum terkembang di waja yeoja itu . ” Oppa bagaimana menurutmu ?”, tanya yeoja itu pada seorang namja yang sedang duduk membaca dokumen di tangannya .

¬†” Kau terlihat cantik memakainya .”, jawab namja itu sekenanya . Tumpukan dokument di hadapannya menyita banyak perhatiannya .¬†

¬†” Oppa kau tak melihatku , bagaimana kau tahu aku cantik ?”, protes yeoja itu dengan sebal . Dia melajukan langkahnya menuju sofa tempat namja itu duduk . ” Oppa ,singkirkan tumpukan dokumen itu sebentar saja . “, pintanya halus seraya mencoba mengambil folder dokumen yang sedang dibaca namja itu.¬†

¬†” Aku sibuk , Soo . Bisakan kita lanjutkan ini besok !”, keluh namja itu mengundang tatapan sedih yeoja di sampingnya . ¬†

¬†” Tapi pernikahan kita tinggal sebulan lagi. Kau masih saja sibuk dengan pekerjaanmu . ” , keluh Sooyoung yang tak digubris namja di hadapannya . ” Oppa apa kau benar-benar mencintaiku ?”, tanya Sooyoung akhirnya .

¬†Siwon perlahan menutup folder dokumen yang dipegangnya . Dia tak langsung menjawab pertanyaan Sooyoung , ada kerut berfikir terukir di dahinya . ” Apa kau akan kecewa jika aku menjawab ‘belum’?”.¬†

¬†Sooyoung tersenyum miris di sampingnya . ” Araso . “, Sooyoung tak ingin berkhayal terlalu tinggi soal cinta . Sooyoung memperhatikan Siwon , calon suaminya . Orang yang semakin hari semakin dicintainya . Cinta bertepuk sebelah tangan ini membuatnya sedikit sedih . ” Tapi kau akan mecintaiku pada akhirnya . ” , bisik Sooyoung yang membuat Siwon tersenyum tipis .¬†

¬†” Apa kau menantangku ?”, tanya Siwon yang tiba – tiba berbinar tertarik . Kali ini dia benar benar memperhatikan Sooyoung dalam balutan gaun pernikahan mereka . ” Kau sangat cantik .”, katanya tulus . Dia mencoba menyentuh sarungtangan satin yang dikenakan Sooyoung , perlahan dia menautkan jemari mereka . ” Aku ingin memperingatkanmu kalau aku tak mudah untuk ditaklukkan !”, Siwon menatap Sooyoung dengan tajam , dia memperhatikan garis bibir indah Sooyoung , sesuatu yang jahat telah mendorongnya untuk melakukan hal diluar kendalinya . Bibirnya semakin mendekat ke arah Sooyoung . Jarak mereka semakin mendekat hingga Siwon bisa merasakan hembusan nafas Sooyoung . Siwon menyentuhkan bibirnya perlahan ke bibir Sooyoung . Siwon mulai meletakkan tanganya untuk mencengkram rambut Sooyoung yang terurai indah . ” Balas aku !”, bisiknya.

¬†Sooyoung bingung tak tahu apa yang harus dilakukan . Walau usianya sudah 20 tahun tapi ini adalah pengalaman pertama baginya . Ciuman Siwon sangat lembut tapi meuntut . Siwon memintanya untuk membalas ciumannya , tapi Sooyoung tak mengerti apa yang harus dilakukan . Pada akhirnya dia mencoba meletakkan tangannya yang gemetar ke dada bidang Siwon , dia mencoba menekankan bibirnya mengimbangi Siwon . Sesuatu tentang ciuman ini membuat desir panas di dada Sooyoung hingga dia ingin menangis . ” Oppa …”, Sooyoung mendesah lirih saat Siwon menggigit bibir bawahnya dengan lembut . Mereka terlarut dalam suasana hingga tak tahu ada mata yang sedang memperhatikan mereka .¬†

¬†” Soo ….!”, Suara namja dari balik punggung Sooyoung membuat Sooyoung tersentak menjauhkan Siwon .¬†

¬†” Miane .”, ujar Sooyoung perlahan , sebelum menoleh kepada orang yang menggagu waktu pribadinya dengan Siwon. ” Kyuhyun

Oppa ?”, ujar Sooyoung terkejut memperhatikan sahabatnya berdiri di apartementnya dengan keadaan basah kuyup.

¬†Namja yang dipanggil Kyuhyun itu menunjukkan wajah sedih . ” Aku membutuhkanmu , jangan tinggalkan aku !”,

 **************** 

¬†” Tunggu di sini . ” ujar Sooyoung kepada sopirnya. Dia melangkahkan kakinya keluar dari mobil . Angin laut dan deru ombak menyambut kedatangan Sooyoung. Perlahan Sooyoung melangkahkan kakinya menjauh . Kabut tebal dan ilalang mengelilingi jalan setapak yang dilalui Sooyoung , dia berusaha mendaki lereng curam untuk menuju tebing batu di hadapannya . Senyumnya sedikit terkembang saat melihat bunga Sweeat pea sudah mulai bermekaran di sekitar gundukan tanah di hadapannya .¬†

¬†Sooyoung menghentikan langkahnya di depan nisan batu di hadapannya . ” Sudah lama sekali kita tak bertemu !”. ujar Sooyoung perlahan seraya duduk ditumpu kakinya . Dia mencoba merasakan kerasnya gundukan tanah di hadapannya . ” Miane , karena meninggalkanmu di sini sendiri .“, Sooyoung lalu terdiam . Dia mencoba menangkap musik alam di sekitarnya. Hal yang sudah hampir dia lupakan selama dua tahun ini . Suara-suara itu mengundang kesedihan dalam diri Sooyoung , perlahan Sooyoung merebahkan dirinya merangkul gundukan tanah di hadapannya , ” Kau pasti kesepian di sini ? Siapa yang menyuruhmu meninggal mendahuluiku ? Siapa suruh kau meninggalkanku sendiri ?”, Setitik air mata meniti dari mata Sooyoung . Dia mencengkram tanah keras di hadapannya semakin erat .¬†

¬†” Oppa , kenapa dunia semakin kejam padaku . Hidup sungguh tak mudah bagiku .Satu per satu orang yang kucintai meninggalkanku sendiri . Aku kesepian , Oppa . “,¬† Sooyoung tak bisa lagi menahan kesedihannya . Di depan makam Kyuhyun sambil memeluk gundukan tanah itu Sooyoung menangis meraung , melepaskan semua pertahanan dan harga dirinya . Dia merindukan Kyuhyun , dia merindukan sahabatnya . Dia tak lagi memiliki Siwon di sisinya . Sekarang dia benar-benar sendiri di dunia ini .

¬†Seorang namja sedang bersembunyi di balik lindungan pohon memperhatikan Sooyoung yang sedang menangis di depan kuburan Kyuhyun. Namja itu menatap kaku ke arah Sooyoung , tangannya mengepal keras mencoba menahan gejolak hatinya . ” Sepertinya saat ini aku tak bisa menemuimu , Kyu .”, ujarnya sebelum berbalik pergi .¬†

*****************

Changmin duduk dengan tangan memijat kepalanya . Pemandangan yang baru saja dilihatnya membuatnya sedikit goyah . Yeoja yang menangis itu bukan yeoja yang sama seperti yang diceritakan  Victoria padanya . Dia telihat tulus dan sangat menyayangi Kyuhyun .

Kematian dongsaengnya dua tahun lalu masih menjadi misteri bagi Changmin. Kyuhuyun meninggal secara tak wajar di kamar asrama kampusnya . Hasil penyelidikan polisi menunjukkan Kyuhyun mengalami despresi karena kekerasan di kampus . Changmin sangat sedih saat itu , tapi hatinya dibakar¬† amarah saat Victoria membeberkan semua cerita kehidupan Kyuhyun dan cinta terpendam Kyuhyun pada Sooyoung . Victoria menggambarkan Sooyoung sebagai wanita yang suka mempermainkan pria hanya untuk kesenanganya . Semuanya diperkuat dengan history panggilan keluar di telefon Kyuhyun sejam sebelum meninggal . Changmin memejamkan matanya lelah . Semua ini benar-benar melelahkan baginya . ” Siapa yang harus aku percaya ?”, bisiknya lirih .¬†

 

*****************

Sooyoung POV-

Aku berdiri di sini !. Pada akhirnya aku menyerah dengan cintaku . Aku melangkahkan kaki menusuri lobby perusahaan . Baju kotorku yang terkena debu dan mata sembabku mengundang banyak pertanyaan dari karyawan yang sedang menikmati masa istirahatnya . ” Selamat datang Nyonya .”, sapa salah seorang pegawai informasi . Semua yang berhadapan denganku menunduk hormat sambil berlalu .

Aku memasuki lift yang penuh dengan orang dan menekan tombol 23 . Aku mendengar kasak kusuk tidak sedap yang dilontarkan para pekerja di belakangku . Aku mencoba menenangkan diriku dengan mencengkram folder coklat yang ada di genggamanku .

Lift membuka pada tiap lantai , akhinya hanya tinggal aku sendiri di lantai 23 .¬† Perlahan pintu lift terbuka . Pemandangan serba putih yang kusaksikan selama ini benar-benar sudah berubah . Kantor Siwon Oppa terlihat lebih dinamis dengan warna dan peralatan canggih yang didatangkan dari Jepang . Aku merasa semakin terbuang dari bagian kehidupanku. Hal sekecil apapun bisa membuatku sangat sedih saat ini . Aku melangkah menuju meja Taeyon , sekertaris Siwon Oppa . ” Unnie .”, Sapaku seraya tersenyum . ” Apa Siwon Oppa ada di dalam ?”,¬† Taeyon Unnie membelalak kaget saat mendengarku memanggil Siwon dengan sebutan Oppa . Tapi detik berikutnya dia tersenyum ramah seperti biasa .

” Sayang sekali Mr . Choi masih ada tamu . Silahkan tunggu sebentar .”, ujarnya lembut . Aku mengagguk perlahan dan menempatkan diriku di sofa tamu . Taeyon Unnie menawariku kopi tapi aku menolaknya . Kedatanganku hanya bertujuan untuk menyerahkan dokomen perceraian kami yang sudah aku tanda tangani .Aku mencoba melihat tumpukan koran dan majalah yang ada di hadapanku , mataku menangkap sesuatu yang menusuk hatiku .

MERRY РJOSHEP TERANCAM PAILIT ? SKANDAL CINTA CHOI SIWON ? MISS T YANG MENCURI HATI SANG JUTAWAN . SKANDAL MR CHOI  DAN IDOL HALLYU . GOSIP PERCERAIAN PASANGAN CHOI .

Judul tajuk berita yang ada hampir di setiap media di hadapanku membuatku terpaku sejenak . Aku mencoba membaca perlahan artikel dari surat kabar yang paling atas . Ada fotoku yang sedang menangis saat upacara pemakaman Kyuhyun di sana . Fotoku diletakkan diantara foto seorang yeoja cantik yang sedang berpelukan mesrah dengan Siwon Oppa . Mereka tertawa bersama di sampul berita itu dan fotoku yang sedang menangis di edit secara apik menjadi background kebahagiaan mereka . Bibirku bergetar membaca uraian berita di hadapanku . ” Unnie ….apa ini ?”, bisikku perlahan .

Taeyon Unnie terlihat sangat menyesal dengan hal itu . ” Kau baru tahu ? Miane .”, Dia melangkah ke arahku mencoba menepuk pundakku dengan lembut .

” Ya Tuhan ….”, bisikku lirih .

Tepat saat itu Siwon Oppa melangkah keluar dari kantornya . Dia terlihat murung dengan orang yang belakangan aku kenali sebagai Pengacara Han . Siwon Oppa masih berbicara dengan pengacara Han hingga tak menyadari keberadaanku di lobby kantornya .¬† Mereka terlihat sangat serius . Pengacara Han tak sengaja melihat sosokku yang masih tercengang di sofa . ” Nyonya !”, sapanya seraya menunduk sopan . Siwon Oppa mendadak berbalik ke arahku dan tatapan kami bertemu .

*************************

Author POV –

Siwon menatap surat kabar yang di bawa Sooyoung dengan tatapan mematikan . ” Kanapa kau tak membuangnya !”, ujarnya marah pada Taeyon yang sedang duduk di samping Sooyoung. Dia memandang Sooyoung dengan tatapan dingin . ” Untuk apa kau kemari ?”,

Sooyoung berdiri seketika . Dia mengambil folder coklat yang tadi diletakkannya di meja . ” Jadi ini alasanmu meminta cerai dariku ? Karena kau ingin bersama wanita ini !”, Sooyoung menahan amarah yang merayapi hatinya . Dia tak benar-benar yakin Siwon memiliki wanita lain selama ini . Tapi semua publisitas ini membuat mata Sooyoung terbuka . Perlahan dia melangkah tepat ke arah Siwon berdiri . Jemarinya terkepal di kedua sisi tubuhnya .

” Taeyon , antar pengacara Han keluar !” , perintah Siwon dengan suara dingin . Dia tak ingin masalah pribadinya menjadi tontonan pekerja di kantornya .¬† Taeyon segera meminta Pengacara Han untuk mengikutinya . Suasana menjadi sangat kaku sekepergian mereka . Sooyoung bernafas dengan berat , matanya penuh amarah untuk Siwon .

” Kau sudah setuju untuk bercerai . Aku sudah memenuhi semua keinginanmu . Lalu apa masalahnya ?”, ujar Siwon dingin . Matanya beralih pada folder coklat di tangan Sooyoung , senyum kejam terkembang di bibirnya . ” Kau sudah menandatanganinya ?”,

Sooyoung ingin menangis saat ini tapi amarah yang tumbuh menahannya . ” Apa kau senang jika aku bilang iya ?”, Siwon memandang Sooyoung yang sepertinya sudah kehilangan akal sehat . ” Kau kira hanya kau yang bisa menyiksaku ?”, ujar Sooyoung seraya menyobek folder yang berisi surat perceraian itu . ” Ini yang kau inginkan ?”, dia melempar sobekan kertas itu ke muka Siwon . ” Mian , tapi pikiranku berubah !”,

Siwon mendelik tak senang ke arah Sooyoung . ” Apa kau mencoba menantangku , Choi Sooyoung ?”, geramnya yang sedikit membuat Sooyoung takut . ” Kau akan menyesal .”, ancamnya perlahan .

” Tidak . Walau aku mati aku akan lebih menyesal jika aku menyetujui perceraian ini . Aku akan tersiksa sendiri dengan perceraian ini . Tapi dengan menolaknya setidaknya tidak hanya aku yang tersiksa . Kau ….kau juga akan tersiksa . Aku masih menyimpan rasa hormat padamu selama ini , tapi melihat semua berita itu benar -benar membakar habis segalanya . Kau bahkan tak membiarkan aku tahu keadaan perusahaan yang dibangun kakekku …. apa kau benar-benar manusia Choi Siwon ?”,

“Cukup , hentikan !” , Sooyoung dapat merasakan kemarahan Siwon . Dia mengenal Siwon , dia tahu saat ini Siwon sudah berada di level yang tak bisa di lawan . Tapi hatinya tergelitik gatal untuk menggodanya sampai akhir.

” Kau kira aku takut ? Tidak . Aku ….”,

” CUKUP !”, teriak Siwon pada Sooyoung . ” Sudah kukatakan kau harus menghentikan bualanmu !”,

Mata Sooyoung sudah berair . Ini pertama kalinya Siwon berteriak padanya seperti itu . Air mata Sooyoung keluar perlahan bukan karena takut . Tapi lebih karena kecewa dengan sikap Siwon . ” Aku tak akan menyerah . “, ujar Sooyoung perlahan sebelum berbalik pergi meninggalkan Siwon dengan kemarahannya .

Sooyoung melangkahkan kakinya yang gemetar memasuki lift . Di sana dia menangis sejadi jadinya . “ Oppa , bawa aku bersamamu . “, bisiknya dalam hati .

*********************

Sepeninggalan Sooyoung Siwon terduduk lelah di lantai . Ada gurat kesedihan yang selalu di tahannya selama ini saat Sooyoung ada di dekatnya . ” Apa sebenarnya yang kulakukan !”,¬† bisiknya lirih seraya menyapukan pandangannya ke serpihan kertas documen perceraian mereka . ” Miane Soo. Miane ….”, ujar Siwon perlahan .

*********************

-TBC-

Ahhhh selesai juga . Masi bingung ya Chingu sama ceritanya . Heheheh sabar ya ini emang masih penuh misteri apa hubungan Kyuhyun sama Sooyoung . Dan kenapa SIWON jahat banget sama Sooyoung ? Dan kenapa Changmin begitu , lalu siapa Victoria itu ? Dan apa alasan kematian Kyuhyun yang penuh misteri dan membuat situasi menjadi rumit ini ? Aduh drama banget ya ceritanya . Tapi jangan bosen ya . Mian kalo jelek dan banyak Taypo bertebaran hehehe ….

Don’t be Silent reader ya …..

[ FF ] [KYUYOUNG VER] Baby Don’t Cry -Chapter 4-

Title¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬†¬† ¬†¬† : Baby Don’t Cry¬†
Author          : Adaya Muminah Aljabar ( oe09@live.com )
Main Cast     : Choi Sooyoung, Choi Siwon , dan Cho Kyuhyun
Other Cast    :Seohyun SNSD , Super Generation
Type              : Chapter
Genre           : Romance, Friendship, Family
Rating          : PG-17 ( All reader who Open mind )

Disclaimer : This story pure my imagined and my fantasy. All the Cast just belong to God but the story is my own. Hope you like it guys. Not for to copy and Please don’t be plagiator!

Chapter -4-

Author POV –

Sepeninggalan Siwon semua orang yang berkerumun menatap kagum pada Sooyoung . Hanya Yuri yang tahu sebenarnya saat ini Sooyoung sedang menangis dalam hati . Yuri dengan segera menarik Sooyoung keluar dari kerumunan orang-orang yang ingin tahu . Mereka bergegas menuju kamar mandi . Yuri mendorong Sooyoung ke dalam salah satu kubikel . Dia mengunci Sooyoung sendiri di dalam. Mencoba memberinya privasi untuk menangis.

” Ya ! Sudah tak ada orang kau bisa menangis sepuasmu . “, teriak Yuri dari balik pintu kubikel . Yuri menunggu ledakan tangisan dari dalam kubikel . Satu , dua , tiga menit berlalu tapi Yuri tak kunjung mendengar tangisan Sooyoung . ” Choi Sooyoung ? Gwencana ? “, Yuri mencoba memastikan kesadaran Sooyoung . Dia memutuskan untuk mengintip sedikit apa yang sebenarnya terjadi pada Sooyoung . ” Kau tak menangis ?”, Yuri menelisik wajah Sooyoung yang tertunduk . Yuri merasa ada aura membunuh yang terpancar dari tubuh Sooyoung . ” Yuounggi ? Jawab aku . “,

Sooyoung menaikkan wajahnya sedikit . Dia memandang lurus ke depan . Tatapanya penuh amarah . ” Kwon Yuri , tampar aku !” ,

” Mwo ?”, Yuri tak tahu apa yang terjadi pada Sooyoung . ” Apa kejadian tadi membuat otakkmu menggila ?”,

Sooyoung melirik Yuri dengan pandangan yang menakutkan ,Yuri bergidik ngeri melihatnya . ” Tampar aku . “, ujar Sooyoung sekali lagi , tak memberi pilihan lain pada Yuri .

PLAK ….

” Gwencana ?”, Yuri khawatir tamparannya terlalu keras .Dia memandang pada tangannya yang panas kemudian beralih pada pipi Sooyoung yang memerah .

Sooyoung menghela nafas lega . Matanya kini berair . ” Gumawo .”, Yuri memandang tak percaya pada Sooyoung .

” Kau benar-benar Yeoja ajaib . ” , gerutu Yuri .

” Sekarang tinggalkan aku sendiri ! Tutup pintunya !”,Sekali lagi Yuri menyerah mencoba memahami pikiran sahabatnya satu ini . Yuri menutup perlahan pitu kubilel meninggalkan Sooyoung menikmati privasinya .

Sooyoung memandang pintu kubikel yang tertutup . Dia mencoba menutup matanya sesaat untuk menghayati segalanya . Setetes air mata kemarah mengalir dari matanya . Dia menangis bukan karena sedih . Dia menangis karena merasa marah pada dirinya sendiri . Kenapa dia tak berani memperjuangkan Siwon . Kenapa dia harus menjadi orang baik . Kenapa dia tak mampu menjambak Fanny dan mengatakan kata-kata kasar di depannya . Kenapa harga dirinya tak mau mengalah . Dan kenapa dia mengucapkan perpisahan itu .

Sooyoung sekarang benar-benar merasa seperti pahlawan . Sendiri dan kesepian , menangis diam -diam tanpa ada yang tahu , mencoba tegar di hadapan orang lain , menangis kembali jika sudah diluar jangkauan pandangan . ” Huwaaaaa … huwaaaa …….”, raung Sooyoung dari dalam kubikal . Dia tak bisa menghentikan tangisannya . Dia ingin berhenti tapi tak bisa . Dia membutuhkan namja itu , namja yang bisa mengucapkan matera ajaibnya .

*****************************
Kyuhyun sedang sibuk dengan rentetan note balok di hadapannya saat ponselnya berdering. ” Yaboseyo . “, ujar Kyuhyun . Matanya masih tak melepaskan sederetan partitur di hadapanya . ” Mian , bisakah kau menghubungiku lain wak…”,” Ucapkan manteranya . “, potong seorang Yeoja dari seberang sana . Kyuhyun menghentikan pengamatanya saat dia mengenali suara yeoja yang menelefonnya .Senyum terkembang di wajah Kyuhyun . Perhatiannya sepenuhnya beralih pada yeoja itu . ” Ani !. ” goda Kyuhyun . ” Terakhir kali aku mengucapkannya aku harus kehilangan 6000 won untuk memuaskan nafsu makan seorang gadis Cello .”Sooyoung menghela nafas kesal mendengar gurauan Kyuhyun , tapi anehnya air matanya berhenti tanpa Sooyoung sadari . ” Ya! Apa maksudmu memuaskan nafsu makan ? Itu adalah LAMBANG PERSAHABATAN . ”

Kyuhyun tertawa mendengar jawaban Sooyoung . ” Sudah tak sedih lagi ?”,

Sooyoung menatap wajahnya di cermin wastafel . Matanya masih sembab dan bengkak , tapi air matanya sudah berhenti mengalir . ” Bagaimana kau bisa tahu ?”, tanya Sooyoung keheranan . ” Ya ! Kau tak memasang kamera pengintai kan ?”, lanjut Sooyoung seraya mengedarkan pandangan di sekeliling kamar mandi dengan gaya berlebihan .

Kyuhyun tak bisa menahan tawanya mendengar ucapan Sooyoung . ” Terserah kau saja , yang pasti aku tahu . “, sebenarnya Kyuhyun mengetahui dari suara Sooyoung yang sudah kembali bersemangat .Tapi Kyuhyun tak ingin memberitahu Sooyoung dan memilih menikmati menggoda kepolosannya. ” Dimana posisimu saat ini?”, ujar Kyuhyun yang tiba-tiba terbesit sebuah ide .

” Di depan cermin wastafel kamar mandi lantai satu gedung musik . Sebenarnya tadi ada di dalam kubikel , tapi udaranya terlalu pengap akhirnya aku keluar .”, jawab Sooyoung polos . Kyuhyun tak henti-hentinya dikejutkan dengan jawaban Sooyoung yang selalu mengundang tawa .

” Kenapa kau tertawa ? Apa ada yang lucu ?” , protes Sooyoung yang merasa tak ada yang salah dengan jawabannya .

”¬† Ani . Sekarang keluarlah . Aku ada di depan .”,

Sooyoung menatap ponselnya dengan kernyitan tak percaya . Dia menutup panggilannya dan melangkahkan kaki keluar dari kamar mandi . Benar saja Cho Kyuhyun sudah ada di sana dengan senyum lebar di wajahnya .

” Omo ! Kau benar-benar penyihir . Baru lima detik aku memberitahumu posisiku , bagaimana kau bisa sampai di sini secepat itu ?”, Sooyoung mengamati Kyuhyun dari atas hingga bawah, tatapan heran bercampur kagum terpancar dari matanya yang sembab . “Apa kau punya ilmu teleport ? Ani ..ani …kau juga punya ilmu menghentikan tangisan . Apa kau benar -benar manusia ?”,

” Apa kau kecewa jika aku mengatakan aku manusia ?”, Senyum Kyuhyun semakin terkembang . ” Anggap saja aku bukan . Bagaimana kalau kau ikut berkunjung di dunia kecilku ?”, ajak Kyuhyun menikmati permainan ini .

Sooyoung menyambut ajakan Kyuhyun dengan antusias . ” Apa mantera kali ini ?”,

Kyuhyun sejenak terlihat berfikir , ” Baby Don’t Cry !”, ujar Kyuhyun seraya menarik Sooyoung untuk mengikutinya ke dunia kecilnya .

***********************
Sooyoung POV –

Kata-kata itu seperti menyihirku layaknya mantera. Kyuhyun yang baru ku kenal tiga hari ini membuatku merasa seperti bertemu dengan kawan yang sudah ku kenal seumur hidup. Aku tak pernah merasa hal seperti ini sebelumnya . Entah kenapa aku merasa Kyuhyun bisa membuatku bahagia dengan caranya yang unik . Di sampingnya aku bahkan tak takut terlihat bodoh atau jelek .

Aku melihat Kyuhyun yang ada di kursi pengemudi . ” Kita mau kemana?”. Kami sudah berkendara kurang dari satu jam , tapi sepertinya tak ada tanda-tanda kami akan segera berhenti .

” Bukankah kau ingin ke dunia ku ? “, jawabnya dengan nada misterius . ” Kita akan segera sampai . “, lanjut Kyuhyun sebelum kembali berkosentrasi pada kemudinya .

Aku menatap ke luar jendela . Mencoba menyembunyikan rasa penasaranku , dan sedikit perasaan mengganggu karena sekali lagi aku melihat sekelebat rasa sedih di mata Kyuhyun . Ya Tuhan , dia sedang tersenyum tapi kenapa aku merasa ada sesuatu yang mengganjal hatinya . Aku tak berani menanyakan hal itu , aku rasa Kyuhyun akan menarik diri saat aku mulai ingin tahu tentangnya . Bagaimanapun kami baru saling mengenal selama tiga hari .

” Kita sudah sampai . “, aku terlalu hanyut dalam fikiranku hingga tak sadar kami sudah sampai di tujuan . Aku melangkahkan kakiku keluar dari mobil dengan sedikit keraguan . Kyuhyun mengajakku ke sebuah danau ? . Aku mengedarkan pandanganku sekilas . Aku tak menemukan hal special kecuali pemandangan apik yang terbentang di depan mata .

Kyuhyun sudah mengambil langkah mendahuluiku , dia berhenti di bawah pohon Mapple yang berdiri kokoh di dekat danau .¬† Aku mengikutinya hingga aku baru sadar itu bukan hanya pohon Mapple biasa . Kyuhyun sedang memandang nisan yang ada di bawah lindungan pohon Mapple itu dengan tatapan sendu . ” Seohyun , aku kembali .”, ujarnya lirih .

Aku tak tahu harus berbuat apa . Jadi aku hanya terdiam di belakang Kyuhyun, menunggunya menuntaskan rasa rindunya . ” Mian , apakau kecewa aku mengajakmu ke sini ?”, tanya Kyuhyun akhirnya.

Aku tak bisa tak tersenyum. ” Gwencana . Aku senang kau mengajakku ke sini. “, jawabku . Aku kembali menatap nisan yang ada di hadapanku , aku tahu siapapun yang terkubur di situ adalah sebuah jiwa yang sangat berharga bagi Kyuhyun .

” Siapa dia ?”, tanyaku memberanikan diri . Aku tak bisa terus diam dan dibakar rasa penasaran . ” Apa dia duniamu ?”,

Kyuhyun tersenyum mendengar pertanyaanku .” Ani ! Dia bukan duniaku . Dia adalah orang yang menciptakan dunia bagiku . “,

Aku sedikit merasa iri dengan Seohyun . Dia sudah meninggalkan dunia ini tapi masih ada orang yang mencintainya seperti Kyuhyun . Dia pasti orang yang sangat baik di kehidupannya dulu .

” Sampai saat ini aku masih tak mampu melupakannya . Bukan karena aku tak mampu tapi tak ada alasan bagiku untuk mencobanya. Mulanya aku menikmati kenangan yang ada dalam hatiku tapi lambat laun, ini menjadi sebuah siksaan bagi jiwaku . “, Kyuhyun menjelaskan segalanya , dia mulai membuka hatinya padaku . Walau ini terlihat terlalu cepat bagi persahabatan kami , persahabatan tetaplah persahabatan . ” Kau membuatku terkejut dengan membaca ke dalam hatiku pada pertemuan pertama kita . Aku merasa Seohyun bersekongkol dengan Tuhan untuk mempertemukan kita . Melihatmu menangis kemudian tertawa membuat hatiku mulai merasakan kebahagiaan yang sempat aku lupakan. Jadi bisakan aku memohon satu hal padamu?”,

Aku tak mampu bernafas . Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang menusuk ke dalam hatiku . Kesedihan di matanya tak ditutupinya lagi , ada rasa tersiksa di dalamnya . Aku lupa aku belum memberi jawaban pada Kyuhyun sampai dua detik berlalu. Aku mengagguk kaku ke arahnya , ” Katakan ….”,

” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,

Pertahananku langsung runtuh , aku merengkuh Kyuhyun tanpa sadar . Aku ingin membantunya memikul kepedihannya . Kesedihanku sediri serasa menguap dengan melihat sahabat di hadapanku meneteskan air mata . ” Gwencana …gwencana …gwencana .”, ujarku padanya. Aku merasa pundakku basah , aku tahu Kyuhyun sedang menangis saat ini¬† .

Seohyun , kau sungguh beruntung dicintai oleh orang seperti Kyuhyun . Tapi maafkan aku mungkin aku akan mulai membuatnya melupakanmu .Siapapun dirimu aku tahu pasti kau setuju dengan tindakanku . Bantu aku dari sana untuk membuat orang dalam pelukanku saat ini memperoleh kebahagiaannya .



“Oppa , Tak pernah ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini . Termasuk cinta . Perasaan itu akan dimulai dengan keanehan , beberapa ada yang diawali dengan saling membenci , beberapa diantaranya ada yang didasari dari rasa ketertarikan , dan sebagian darinya diawali dengan rasa nyaman . Suatu hari saat aku pergi meninggalkanmu kau akan menemukan orang yang bisa membantumu meredakan kepedihan . Aku bisa merasakan dia ada di sana menunggumu . “- Seohyun.

*******************************
Author POV –
 
” Ucapkan manteranya . Ucapkan mantera agar aku bisa melepaskan kepedihan dalam hatiku . “,
Sooyoung terbaring dengan kepala miring . Ditatapnya ponsel yang sudah sebulan tak menderingkan nada khusus namja itu . Untuk kesekian kalinya Sooyoung mencoba membuka inbox di ponselnya . Tak ada pesan tak ada panggilan . Semua itu membuat Sooyoung meremang kesal .
” Jinjja . Aish …”, Keluh Sooyoung kesal seraya mengacak-acak rambutnya . ” Dia sengaja membuatku gila !”, .
Sooyoung mencoba untuk memejamkan matanya . Mencoba mengalihakan pikirannya dengan menghitung jumlah rambut yang dimiliki Pak Kang di kepala botaknya . ” 1 . 2 . 3 . 4. 5, …… “, Sooyoung mengernyitkan hidungnya sadar jika Pak Kang tak memiliki rambut lebih dari itu . ” Aish …”, gerutu Sooyoung kembali membuka matannya . Dia mencoba melirik jam dinding yang ada di hadapannya . Sudah dua jam dia hanya terbaring gelisah seperti itu. Kejadian ini selalu berulang selama sebulan ini .
” Kenapa kau menyiksaku seperti ini . “,¬† sekali lagi Sooyoung melihat layar desktop ponselnya . Dia mencoba menulis pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Kenapa kau tak menghubungiku ?
 
” Agrhhhhhh … “, Sooyoung menghapus kembali pesan yang sudah di ketiknya . Dia mencoba menulis lagi pesan untuk namja itu .
Annyeong bagaimana kabarmu ? Apa kau baik-baik saja ? Lama tidak berjumpa . Apa aku harus menangis untuk bisa menemuimu ?
Sooyoung kembali menghapus pesan yang sudah diketiknya . Dia sudah putus asa berharap namja itu menghubunginya . Pertemuan terakhir mereka menyisakan banyak pertanyaan di hati Sooyoung . Dia tak percaya Kyuhyun tak menghubunginya sama sekali setelah itu .
Sooyoung ingin melempar ponselnya saat pesan itu masuk .
Soo …. bantu aku ! T.T , datanglah ke Mapo-gu* aku ada di restoran china samping tempat karaoke . Aku membutuhkanmu …. palli ..palli …
 
From : Yuri

Sooyoung khawatir sesuatu yang serius menimpa Yuri . Dia segera meraih kunci mobilnya yang ada di nakas. Berpakaian seadanya dan meraup mantel yang ada di kursi belajarnya . ” Omma …aku akan pulang terlambat , jangan tunggu aku¬† . “, teriaknya seraya menuruni tangga .

” Yak! Younggie , kau mau kemana ?”, tanya Eomma Sooyoung yang sedang bersantai di ruang keluarga .

” Aku tak bisa menjelaskannya sekarang . Aku akan segera kembali . Bye bye .”,¬† ujar Sooyoung seraya mendaratkan dua kecupan ringan di pipi Eommanya .

” Aigoo ..anak zaman sekarang !”, keluh Eomma Sooyoung sekepergian anaknya .

***************

Sooyoung POV –

Hari ini aku membuktikan satu hal lagi soal persahabatan . Yuri selalu membantuku menyadari bahawa aku terlalu baik dan BODOH ? . Aku memandang marah Yuri yang tak berani menatap mataku . ” Yack ! Kwon Yuri . Kau menyuruhku menempuh 18 km perjalanan hanya untuk ini ?”, teriakku padanya .

Sejam lalu aku benar-benar merasa khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada Yuri . Tapi saat ini di tempat ini di hadapanku dia merintih meminta maaf . ” Miane Soo , aku tak ingin membuat Minho dan kawan-kawannya kecewa . ” ,

Aku memandang ke sekeliling¬† kamar mandi . Baik, biarkan aku menceritakan detail kejadiannya hingga kami berakhir di kamar mandi 18 km jauhnya dari rumahku . Sejam lalu Yuri mengirim Sms meminta bantuan padaku agar datang ke Distrik Mapo . Tanpa berfikir panjang aku yang sangat baik dan POLOS ? segera menuju tempat yang disebut Yuri , takut jika sesuatu terjadi padanya . Sesampainya di depan restoran China yang disebut Yuri aku melangkahkan kakiku memasuki restoran itu . Aku tak melihat ada yang salah di sana sampai aku sadar kalau Yuri sedang berdua dengan Minho menunggu pesanan makanan mereka diantar . ” Younggie kau sudah datang ?”, ujarnya dengan ceria . Dia melambaikan tangannya ke arahku dengan bahagia . Aku terpaku di tempatku . Dengan piama yang masih aku kenakan di balik mantelku dan penampilan acak-acakanku aku tak tahu lagi harus bagaimana melihat Yuri yang sangat modis dan sexy dengan gaun satin hitamnya .

” Apa … apa maksudmu ? Kau mana … mana ..?”, aku terbata mencoba berkata sesuatu yang menunjukkan segala bayangan yang tergambar di pikiranku saat melaju ke tempat ini . Aku membayangkan Yuri ditodong oleh pasukan hitam pengendara motor besar . Di bayanganku aku melihat Yuri sedang dipaksa menteraktir minum kawanan bermotor itu di restoran China dan dia tak punya cukup uang untuk membayarnya . Akhirnya Yuri dipaksa untuk menjadi kabaret di tempat karaoke di sebelah restoran China ini . Oke aku membuktikan sekali lagi bayanganku terlalu berlebihan . Tapi yang ada di hadapanku benar -benar membuatku marah . ” Kau menyuruhku berkendara 18 km hanya untuk menikmati kaki ayam ?”, teriakku pada Yuri .

Yuri melotot kaget mendengar teriakanku . Dia tersenyum manis pada Minho , meminta izinnya untuk berbicara berdua denganku . ” Cagiya , kalau pesanan kita sudah datang langsung saja ke ruangan . Aku akan membicarakan sesuatu dengan Soo . Mungkin sedikit lama . Otthe ?”, Minho hanya mengangguk heran menatap tingkah kekasihnya yang aneh . Yuri tersenyum sekali lagi pada Minho sebelum menarikku ke kamar mandi restoran .

” Miane ,Soo . Jinjja , aku tak akan mengulanginya lagi . Tapi Minho bilang temannya ada yang menyukaimu . Dia ingin merayakan ulangtahunya dengan sahabatnya yang sudah lama tak dia temui . “,

Aku melirik Yuri dengan pandangan murka . ” Kenapa kau tak bilang dari awal . Selama satu jam aku mencemaskanmu . Aku… ”

” Kau pasti tak akan mau jika aku mengatakan yang sebenarnya . “, sahut Yuri . Dia mencoba membujukku dengan menggelayutkan tangannya pada lenganku . ” Apa kau ingat Changmin Oppa ? Dia sudah lama menyukaimu . Kenapa kau tak mencoba berkencan dengannya . “, ujarnya mengalihkan pembicaraan.

Aku mencoba menghela nafas . ” Kwon Yuri . Aku sedang tak ingin berkencan , kau …”,

” Aku mohon Soo . Aku sudah berjanji pada Minho !”, Yuri merengek di hadapanku . Jika saja kami bukan sahabat aku sudah menenggelamkan wajahnya di wastafel kamat mandi . ” Sekali ini saja …ya ..ya ?”,

” NE ! NE ! Sekarang hapus air mata palsumu !”, ujarku tak tahan melihat Yuri cemberut . “Demi Tuhan , aku hanya memakai piama di balik mantel ini . ” , gerutuku saat melihat pakaian Yuri yang glamour .

” Gwencana . Aku membawa baju ekstra di mobilku !”,

Aku melirik Yuri tak percaya . ” Kau sudah merencanakan ini juga ? Aish ! Kau …”, Yuri terbirit keluar sebelum aku menyelesaikan perkataanku . ” Jinjja , setelah ini aku tak akan percaya siapapun !” , gerutuku dalam hati .

******************
Aku menatap keramaian di hadapanku dengan pandangan kaget . Yuri bilang hanya beberapa teman Minho yang datang menghadiri acara ini . Tapi setidaknya lebih dari selusin namja dan empat yeoja ada di ruang karaoke ekslusif itu . Aku melirik Yuri sekali lagi . ” Beberapa kau bilang ?”,
Yuri mencoba tersenyum kaku ke arahku . ” Nikmati saja ! Otthe ?”,
Aku mencoba menurunkan ujung gaun satinku yang terasa terlalu pendek . Aku tak mengenal orang-orang yang ada di ruagan ini . Ada beberapa yang pernah aku temui di SAS tapi sebagian lainnya sepertinya teman luar Minho . Aku menempatkan diriku di samping namja yang sepertinya pendiam dan tak menikmati pesta .

” Apa kau salah satu teman Minho ?”, aku mendengar namja itu bertanya padaku . Aku sempat ragu dia mengajakku berbicara , sampai aku pastikan bahwa tak ada siapapun selain kami berdua yang duduk di sofa .

” Ne . Apa kau bukan ?”, namja itu tersenyum padaku , dia menawariku sebuah colla tapi aku menolaknya .

” Kami dipersatukan karena Kyu Line . ” , jawab namja itu .

” Kyu Line ? Apa itu ?”, namja itu belum sempat mejawab saat suara itu membuat jantungku berdetak kencang .

” Jonghyun-nee , dia milik Changmin jauhkan tanganmu darinya . ” , Aku tahu suara itu adalah miliknya . Dia yang aku tunggu kabarnya selama sebulan ini . Aku mencoba mengalihkan pandanganku perlahan ke arah suara itu …..

” Kyuhyun !”, bisikku . Sejenak aku benar-benar marasa dingin , bukan karena gaun terbuka yang kukenakan . Dia ada di sana dengan senyum khasnya . Aku hampir menitikan air mata karena bertemu lagi dengannya .

” Kyu , kau bawa kekasih baru ?”, ujar Minho yang membuatku sadar Kyuhyun tak sendiri . Dia sedang menggandeng seorang yeoja yang sangat cantik bersamanya . ” Daebak !”,

Kyuhyun tersenyum pada Minho sebelum membawa yeoja itu duduk di samping Jonghyun . ” Kau ingin minum sesuatu ?”, tanya kyuhyun pada yeoja itu . Aku melihat Kyuhyun mencium pipi yeoja itu yang membuatku tanpa sadar menggengam ujung gaunku dengan erat .

” Kau tak mau mengenalkannya pada kami ?”, tanya Jonghyun yang jengah melihat kemesraan di hadapannya .

” Vic kenalkan dia temanku Jonghyun . “, yeoja itu mengulurkan tangannya pada Jeonghyun . ” Dan yeoja yang ada di sebelahnya adalah Sooyoung . Dia adalah wanita yang diceritakan oleh Changmin Hyung kemarin . “, Victoria tersenyum ke arahku , aku membalasnya dengan senyum juga .

” Oppa , aku ingin minum limun . “, ujar Victoria dengan manja . Kyuhyun mengagguk dan meninggalkan kami bertiga duduk di sofa.

” Miane , boleh aku bertanya apa maksud Kyuhyun saat dia bilang ‘yeoja yang diceritakan Changmin Oppa’ ” , tanyaku akhirnya . Aku terganggu dengan kedekatan Kyuhyun dengan Victoria , tapi lebih terganggu seakan – akan semua orang di sini telah merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuanku . Kenapa semua menyebut Changmin Oppa .

” Errr bahasa Koreaku tidak terlalu bagus . Tapi yang aku tahu Changmin Oppa sangat menyukaimu . ” , jelas Victoria dengan bahasa Korea yang pas-pasan .

Aku memandang pada Jonghyun yang memilih mengacuhkan pertanyaanku , ” Apa kau tak akan menjawabku ?”, Jonghyun tersenyum menyerah . Dia memilih untuk tak ikut campur dengan masalah ini .

Aku merasa sedikit jengah , aku mencari-cari sosok Yuri di antara kerumunan orang yang semakin banyak . Aku tak menemukannya , tapi aku menemukan Kyuhyun yang sedang menuangkan limun di dalam gelas . Aku memberanikan diriku untuk mendatanginya . ” Oppa !”, semuanya serasa tehenti . Seakan ruangan ini hanya ada kami berdua, musik yang memekakan telinga seakan berganti dengan denting piano yang selalu familiar di telingaku saat aku bersama Kyuhyun . ” Bisa kita bicara sebentar ? “, Kyuhyun menatapku dengan pandangan yang tak bisa ku artikan . Tapi aku semakin tersulut api kemarahan karena seorlah-olah dia tak mengenalku , seolah -olah dia tak pernah mengajakku ke dunia kecilnya , seolah-olah dia tak bearti bagiku ?.

Kami memilih sebuah ruang tunggu yang tersedia di depan ruang informasi .Aku ingin sekali menyemburkan semua keluh kesahku saat menunggu kabar darinya . ” Kenapa kau tak menghubungiku ?”, aku memulai pembicaraan kami .

Dia hanya terdiam memandang ke depan , ” Aku tak merasa memiliki kewajiban untuk melakukan itu . “, jawabnya dengan nada dingin .

Aku tahu dia benar , tapi bukankah kita sahabat . Bukankah dia memintaku membantunya utuk mengucapkan mantera itu . ” Apa maksudmu ? Aku menunggu kabar darimu selama sebulan . Aku terus mengkhawatirkanmu seperti orang gila . Aku bahkan tak bisa menelan makananku tanpa mengecek ponselku . Setiap malam aku memeriksa ponselku memastikan apa kau menghubungiku atau tidak ..aku ..”,

” Soo .”, sahut Kyuhyun Oppa dengan nada mematikan .” Apa kau mulai menyukaiku ?”, aku terpanah di hadapannya . ” Kau menyukaiku ?”,

” Apa yang kau bicarakan ?”, aku bingung akan perasaan ini . Aku tak tahu kenapa aku bertindak seperti orang bodoh saat ini , tapi aku tak pernah menyangka kalau aku menyukai Kyuhyun .

” Kau sepertinya salah sangka dengan hubungan diantara kita . “, jelas Kyuhyun dengan nada dingin membuat hatiku terasa begitu perih . Aku tak pernah melihatnya seperti ini sebelumnya . ” Kau mungkin hanya terbawa perasaan mengingat kau sedang dalam kondisi yang lemah hati pasca perpisahanmu dengan Siwon Hyung . “, Demi Tuhan jika Kyuhyun melanjutkannya aku pasti akan meneteskan air mataku .

” Kau tahu ? Ada kalanya di Luar Negri hanya semacam sopan santun. Menghibur wanita yang sedang menangis dan berpelukan . Diantara teman hal seperti itu tak bearti apa-apa . Itu hanya semacam …”,

” Sandiwara !”, sahutku tak tahan lagi mendengarkan ucapan Kyuhyun . ” Aku mengerti . Aku tak keberatan . “, susana canggung diantara kami mendadak merebak menjadi sebuah pemisah sesuatu yang telah tumbuh diantara kami . Aku meninggalkan Kyuhyun sendiri di sana , tak membiarkannya tahu saat ini aku sedang menangis . Aku selalu mengenalinya sebagai pengucap mantera untuk menghentikan tangisanku , tapi sekali ini dia menjadi seseorang yang membuatku menangis . Aku merasa bodoh ada di sini . Aku selalu jatuh dengan cara yang sama di tempat yang sama dan pada masalah yang sama . Sepertinya aku memang ditakdirkan untuk sendiri .

” Choi Sooyoung ? Kau kah itu ?”, suara seorang namja dari balik bahuku membuatku berhenti untuk menatapnya .

” Changmin Oppa ?”,

*********************
Author POV-
Kyuhyun masih di sana , garis murung di wajahnya terlihat semakin gelap . Dia dari tadi mengepalkan tangannya mencoba menahan gejolak emosinya untuk mengejar Sooyoung . ” Aku membuatnya menangis !” , bisik Kyuhyun pada dirinya sendiri . ” Miane Soo , aku terpaksa melakukannya . “,
**********************
-TBC –